Tag Archives: Penghakiman

Yehezkiel 21:28-32

Kembalikanlah pedang ke sarungnya!
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 21:28-32 [ITB])
28 Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH mengenai bani Amon dan cercaan mereka; katakanlah: Pedang, pedang sudah tercabut untuk menumpahkan darah, digosok untuk memusnahkan, dan supaya mengkilap seperti petir 29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.
30 Kembalikanlah itu ke sarungnya! Di tempat penciptaanmu dan di negeri asalmu Aku akan menghukum engkau. 31 Aku akan mencurahkan geram-Ku atasmu dan menyemburkan api murka-Ku kepadamu dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan. 32 Engkau menjadi makanan api, darahmu akan tertumpah di tengah-tengah tanah itu, dan engkau tidak akan diingat-ingat lagi, sebab Aku, TUHAN, yang mengatakannya.

Perikop ini terutama berbicara tentang penghakiman Allah atas Babel. Ayat 28-29 terlebih dahulu berbicara tentang penghakiman yang akan dihadapi Amon. Kata-kata yang digunakan di dalamnya mirip dengan yang disebutkan di teks sebelumnya tentang penghakiman Allah atas Yerusalem, termasuk pedang sudah tercabut, digosok, dan mengkilap seperti petir, dll., ini menunjukkan bagaimana Yerusalem dihancurkan, demikian juga Amon dihancurkan, ini karena Amon dan Yehuda memberontak melawan Babel, sehingga raja Babel akan menghancurkan mereka bersama-sama sebagai manifestasi penghakiman Allah.

Ayat 30 menjadi pusat seluruh paragraf. TUHAN mengatakan kepada Babel: Kembalikanlah itu ke sarungnya! Tema pedang ini menyambungkan tema pedang TUHAN yang disebutkan di teks sebelumnya dan pedang Babel, jadi pedang di ayat 30 ini seharusnya mengacu pada pedang Babel (lihat renungan Yehezkiel 21:18-27), mengapa ayat 30 memerintahkan Babel untuk mengembalikan pedang ke sarungnya? Ini karena Babel diciptakan (ayat 30) untuk saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir (ayat 29), yaitu untuk menghukum Yehuda. Ketika peran Babel yang diciptakan selesai, sebaliknya, Allah akan menghukumnya, dan murka Allah akan dicurahkan ke Babel (ayat 31). Di sini, kita melihat bahwa Babel adalah makhluk ciptaan (ayat 30) dan TUHAN Yahweh adalah Pencipta. Oleh karena itu, Babel tidak dapat dibandingkan dengan TUHAN Yahweh. Babel hanyalah alat bagi TUHAN untuk menghukum bangsa-bangsa dan Yehuda. Tidak peduli seberapa kuat Babel, mereka tidak lain adalah ciptaan Allah yang dipakai Allah untuk bertindak. Oleh karena itu, perintah untuk Kembalikanlah itu ke sarungnya! menggambarkan hubungan dasar antara TUHAN yang Maha Tinggi dan Babel yang rendah.

Karena Babel membunuh banyak orang dan melakukan banyak hal tidak bermoral ketika menyerang bangsa-bangsa dan Yehuda, hukuman Allah pada akhirnya akan jatuh ke Babel. Alkitab menggunakan dua metafora untuk menggambarkannya, metafora pertama adalah menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan (ayat 31), yang berarti Babel akan menjadi seperti makanan bagi binatang buas, metafora kedua adalah Babel makanan api (ayat 32), api ini adalah sejenis api yang melahap memusnahkan. Babel akan menjadi kayu sebagai bahan bakar dimusnahkan oleh api. Dengan demikian, negara yang di kulit permukaan tampaknya kuat, tetapi itu hanya alat di mata Allah, pada akhirnya akan menerima hukuman dan binasa karena perbuatan jahatnya sendiri.

Renungkan:
Perintah Allah kepada Babel agar Kembalikanlah itu ke sarungnya! menunjukkan bahwa akhir Babel telah sampai ujung, tidak peduli Babel mau atau tidak mengembalikan pedang ke sarungnya!, Babel tidak dapat melepaskan diri dari hukuman TUHAN dan kehancuran. TUHAN dan Babel adalah jarak antara Pencipta dan yang diciptakan, jarak ini mendefinisikan perbedaan antara martabat dan tinggi rendah keduanya, dan juga mendefinisikan hubungan yang benar antara kita dan Allah. Fakta bahwa Allah adalah Tuhan pencipta Allah, bagaimana itu menjadi definisi diri Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 21:8-17

Pedang yang diasah dan digosok
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 21:8-17 [ITB])
8 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 Hai anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Pedang! Pedang! Yang sudah diasah dan juga digosok! 10 Diasah untuk menumpahkan darah dan digosok supaya mengkilap seperti petir.
Apakah kita akan bersukacita? Tongkat anakku menghina segala macam kayu.
11 Pedang itu diberikan supaya digosok, supaya sedia dipergunakan; pedang itu diasah dan digosok, supaya diberikan ke tangan si pembunuh.
12 Berserulah dan merataplah, hai anak manusia! Sebab pedang itu ditujukan melawan umat-Ku, ditujukan melawan semua pemimpin Israel; mereka dan umat-Ku sama-sama dibiarkan dimakan pedang. Oleh sebab itu tepuklah pinggangmu sebagai tanda perkabungan. 13 Sebab percobaan datang dan tidak suatupun yang dapat tahan, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
14 Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan tepuklah tanganmu, biarlah pedang itu menjadi dua kali lipat, tiga kali lipat. Itu pedang pembunuh, pedang untuk pembunuhan besar-besaran, yang berkeliling menghabiskan mereka. 15 Supaya hati mereka hancur dan yang jatuh berebahan bertambah-tambah di tiap pintu gerbang mereka, Aku memerintahkan penumpahan darah dengan pedang itu.
Aduh, pedang itu dibuat menyamai petir dan digosok untuk menumpahkan darah. 16 Pancung yang di kanan dan di kiri, ke mana saja matamu menetak.
17 Dan Aku juga akan bertepuk tangan dan hati-Ku yang panas menjadi tenang kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya.

Yehezkiel 21:8-17 melanjutkan tema metafora pedang, membawa keluar sisi lain dari pedang, yaitu diasah (ayat 8, 9, 10) dan digosok, mengkilap seperti petir (ayat 9, 10, 15), kata-kata ini semuanya menekankan kecepatan penghakiman. Ayat-ayat ini menggunakan dua sifat ilahi dalam bentuk pasif (divine passive) untuk menggambarkan pedang ini: diasah (hûḥaddâ) dan digosok (mərûṭâ) (ayat 9), bahwa Allah sendiri yang mengasah dan menggosok itu pedang, diasah (sharpen) untuk membunuh, dan digosok (polished) adalah membuat pedang ini cepat seperti kilat, menunjukkan bahwa penghakiman Allah terhadap Yerusalem adalah cepat dan keras.

Ayat 10 menyatakan bahwa Tongkat anakku menghina segala macam kayu (atau itu mencemooh tongkat anakku, seperti setiap pohon / it scorns the rod of my son, as every tree KJV), yang mengingatkan kita akan janji Allah kepada rumah Daud: Aku akan menjadi Bapa baginya dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, Aku akan menegur dan memukulnya dengan sebuah tongkat dan pukulan-pukulan oleh manusia (2 Sam. 7:14). Kata anak-Ku dan tongkat persis sama dengan kata tongkat anakku di ayat 10. Ini menunjukkan bahwa Allah telah sepenuhnya menolak perjanjian Daud karena dosa Yerusalem, yang berarti bahwa Yerusalem tidak dapat lagi memiliki keturunan Daud sebagai raja, dan dinasti Daud secara resmi akan binasa.

Ayat 14-16 secara rinci menjelaskan ke mana pedang pergi, menggunakan kata-kata seperti dua kali lipat, tiga kali lipat atau dilipatgandakan sebanyak tiga kali / the sword be doubled the third time (KJV), berkeliling, menumpahkan darah, dll., menunjukkan bahwa pedang akan membawa ketakutan dan kejatuhan, dan arahnya pancung yang di kanan dan di kiri (ayat 16), dua ekstrem kanan dan kiri digunakan untuk menggambarkan totalitas penghakiman ini (retorik merism: kombinasi sepasang kata kontras untuk mengungkapkan totalitas atau kelengkapan). Karena itu, pedang ini cepat, keras, dan menyeluruh. Dalam menghadapi serangan yang begitu cepat dan keras, ayat Alkitab menggambarkan Allah bertepuk tangan dan menjelaskan bahwa amarah-Nya akan segera reda (ayat 17). Murka Allah bukanlah hal yang emosional, tetapi sikap dasar terhadap dosa, dan sekarang ayat Alkitab menggambarkan murka Allah telah mencapai titik puncak yang sangat hebat, dan benar-benar membinasakan secara totalitas dengan pedang. Sikap Allah terhadap dosa, dan juga menunjukkan bahwa setiap dosa memancing murka Allah, pendosa harus mendapatkan pembalasan untuk meredakan murka Allah terhadap dosa ini. Namun, dalam Perjanjian Baru, kematian Yesus Kristus di kayu salib menghilangkan murka Allah.

Renungkan:
Ketika kita berdosa, kita berpikir bahwa penghakiman Allah akan ditunda dan bahwa semua pembalasan mungkin tidak akan datang. Namun, ayat Alkitab menunjukkan bahwa pedang Allah telah diasah dan digosok, dan penghakiman Allah lebih cepat dan lebih keras dari yang kita duga. Ketika kita hidup dalam kesenangan dosa, Alkitab memberi tahu kita bahwa penghakiman dari Allah akan datang dengan cepat, jadi kita harus bertobat sesegera mungkin.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 21:1-7

Mencabut pedang-Ku dari sarungnya
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 21:1-7 [ITB])
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke Yerusalem dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tempat kudusnya dan bernubuatlah melawan tanah Israel. 3 Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN:
Lihat, Aku akan menjadi lawanmu dan akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik. 4 Oleh karena Aku hendak melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik, maka pedang-Ku akan terhunus dari sarungnya terhadap semua manusia dari selatan sampai utara. 5 Dan semua manusia akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mencabut pedang-Ku dari sarungnya, sehingga tidak akan kembali lagi ke situ.
6 Dan engkau anak manusia, mengeranglah! Mengeranglah di hadapan mereka seperti seorang yang tulang pinggangnya patah dan yang berada dalam kesengsaraan yang pahit. 7 Dan kalau mereka bertanya kepadamu: Mengapa engkau mengeluh? jawablah: Karena suatu berita! Kalau berita itu sudah tersiar, setiap hati akan menjadi tawar dan semua tangan menjadi lemah lesu, segala semangat menghilang dan semua orang terkencing ketakutan. Sungguh, pasti datang dan terjadi! demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Bulan Januari tahun 2022 ini renungan Yehezkiel dimulai dari pasal 21.

Yehezkiel 12:1-16 mencatat drama profetik (prophetic drama)yang pertama, dan Yehezkiel 24:15-27 mencatat drama profetik yang terakhir, sehingga Yehezkiel pasal 12-24 akhir dan awal saling berkorespondensi, kedua drama profetik tersebut terkait makna lambang / tanda (môfēt, sign) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), yaitu Yehezkiel memakai gerakan tubuh non-verbal untuk menyampaikan lambang / tanda simbolis kepada orang Israel, ketika orang melihat lambang / tanda ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu pasti akan terjadi dalam waktu dekat, dan hal-hal ini adalah penghakiman dari Allah. Oleh karena itu, Yehezkiel 21 terletak di paragraf besar pasal 12 – 24, mengangkat tema penghakiman TUHAN, dan pasal 21 menggunakan metafora pedang untuk menggambarkan penghakiman ini.

Yeh. 21:1-7 adalah metafora pertama tentang pedang, menggunakan mencabut pedang-Ku dari sarungnya (ayat 3 dan 5) untuk menggambarkan penghakiman dari Allah, mencabut pedang-Ku dari sarungnya membuat orang mengerti penghakiman Allah sudah siap dan akan dilakukan kapan saja. Ini adalah nubuat bahwa Yerusalem pada tahun 586 SM akan dihancurkan, dan penghakiman dari Allah akan segera datang dan menghancurkan seluruh kota. Namun, Kitab Suci menunjukkan bahwa pedang ini akan melenyapkan orang benar dan orang fasik (ayat 3 dan 4), ini membingungkan Mengapa penghakiman Allah begitu tidak adil sehingga bahkan orang benar harus dilenyapkan? Karena kesulitan dalam memahami ini, beberapa interpretasi kuno (seperti LXX dan Talmud) mencoba memahami arti tsaddiyq sebagai orang durhaka. Namun, kitab suci menggunakan orang benar dan orang fasik, merupakan gaya sastra retorik merism, menggunakan dua kata ekstrem untuk menjelaskan arti semua orang (retorik merism: kombinasi sepasang kata kontras untuk mengungkapkan totalitas atau kelengkapan). Lagi pula, dalam perang apa pun, pedang tidak membedakan orang benar atau orang fasik, hanya ada dua pihak berlawanan yang bertempur. Metode retorik merism juga tercemin di ayat 4 semua manusia dari selatan sampai utara, di sini selatan dan utara juga merupakan metode retorik merism, yang menggambarkan kelengkapan wilayah, dan semua manusia secara tepat menggambarkan makna teks, yaitu bahwa cakupan penghakiman Allah atas Yerusalem melibatkan semua orang dan semua wilayah di dalam kota, apakah mereka benar atau fasik, apakah mereka di utara atau selatan, tidak bisa melepaskan diri dari penghakiman dari Allah, menunjukkan bahwa ini adalah penghakiman total.

Renungkan:
Umat manusia tidak bisa menghindarkan diri dari penghakiman dari Allah, dan penghakiman Allah akan segera datang. Jika kita semua percaya bahwa penghakiman akan datang, mengapa kita harus melakukan semua kejahatan untuk menyakiti hati Allah? Bagi Anda, apa arti fakta bahwa manusia tidak dapat lolos dari penghakiman?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 4:5 (b)

Nantikan Tuhan datang! Allah tegakkan keadilan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:5 [ITB])
5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
【Terjemahan LZZ】Jadi jangan menghakimi apa pun sebelum waktu yang ditentukan tiba; tunggu saja Tuhan datang, Ia tidak hanya akan menerangi hal yang tersembunyi dalam kegelapan, tetapi juga untuk mengungkapkan muslihat di hati orang; pada saat itu pujian yang layak didapatkan akan diberikan Tuhan kepada tiap-tiap orang.

Walau kita bertindak dengan hati nurani yang bersih, mungkin masih memancing segala macam kritik, penilaian, dan tekanan! Terkadang keadilan, kebenaran tidak terwujud di dunia, dan situasi ini sering terjadi di dalam dan di luar gereja. Di masa-masa sulit, orang yang melakukan sesuatu dengan hati nurani yang murni dan berusaha melayani dengan setia akan merasa tidak berdaya dan terluka, seperti pengalaman Paulus di gereja Korintus, saat ia menuliskan Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus sangat terluka oleh kawanan domba yang dicintainya. Penilaian yang menghakimi ini dapat seperti tanpa batas, bahkan ada orang di gereja Korintus yang memandang Paulus pendiri gereja dan gembala sebagai orang bodoh (2 Kor. 11:16), sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti (2 Kor. 10:10), licik, menjerat dengan tipu daya (2 Kor. 12:16). Paulus sangat sedih, dia berkata: Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi? (2 Kor. 12:15). Kata-kata yang melukai, fitnah gosip jahat dapat merupakan pembunuhan yang tidak kasat mata! Di dalam Gereja Tuhan terdapat orang-orang dari latar belakang, budaya, keadaan sosial, suku yang berbeda, jika orang tidak memandang Tuhan sebagai yang paling tinggi, tidak memandang firman Tuhan sebagai standar tertinggi, maka mulut dan hati yang tidak bijaksana, fitnah, dan penilaian yang menghakimi, menyakiti banyak saudara dan saudari dan gembala. Betapa diberkatinya sebuah gereja dengan lebih banyak pemimpin dan jemaat yang waspada menjaga mulut dan hati mereka sendiri, tidak bias, mendengar sepihak, hati yang berat sepihak, dan penuh prasangka!

Jika kita tidak waspada, kata-kata yang menghakimi dan pelecehan verbal spiritual akan sering muncul di gereja! Banyak saudara-saudari, atau pemimpin yang mengenakan penampilan rohani dan menyalahgunakan posisi rohani atau otoritas rohani telah banyak menyakiti orang dalam berbagai platform pelayanan. Sebagai pelayan dan pemimpin, kita perlu sering waspada agar tidak menyalahgunakan otoritas dan platform rohani! Selain itu, kita juga harus mengajarkan dan mendisiplinkan saudara-saudari untuk tidak menyalahgunakan kata-kata rohani untuk menyakiti orang, atau memfitnah orang! Perintah kesembilan adalah Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu (Kel. 20:16; Ul. 5:20). Sayangnya, sering kali, kesalahpahaman, gosip jahat dan komentar sewenang-wenang menyakiti hati banyak saudara-saudari, pemimpin awam dan gembala yang melayani Tuhan dengan setia. Amsal berkata: Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15) Daud telah mengalami banyak fitnah dan tekanan, dan mengatakan: Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang (Mazmur 39:1) Yesus memperingatkan kita: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (Mat. 12:36-37) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Mat. 7:2)

Tetapi jika kita menghadapi penilaian yang menghakimi atau fitnah yang tidak adil, dan tidak ada yang mengembalikan kebenaran bagi kita, kita harus ingat bahwa penilaian menghakimi yang dibuat manusia di dunia bukanlah penghakiman yang paling akurat, bukan yang paling penting dan final! Pada saat Hari Tuhan, yaitu saat itu dan hari itu, Tuhan akan memberikan penghakiman yang paling adil dan serius kepada semua orang! Segala macam muslihat rahasia tersembunyi dalam kegelapan orang jahat, segala macam tipu daya yang tersembunyi di dalam hati, semua akan terkuak dibuka oleh Tuhan. Segala macam gosip, fitnah, penilaian, rencana jahat dan kutukan di hati tidak bisa disembunyikan! Semua hamba yang mengasihi Tuhan dengan setia harus ingat: Tuhan akan memberi kita keadilan!

Jadi, apa yang paling kita pandang penting? Bukan hari ini, bukan yang sekarang ini, bukan yang di dunia ini, bukan tepuk tangan manusia dunia, penghargaan atau suara kutukan, tetapi kita peduli apakah di rumah, di tempat kerja, di gereja, apakah semua kata dan perbuatan kita menyenangkan Tuhan? Jika perbuatan dan pikiran kita benar-benar di dalam terang, hati nurani yang bersih, melayani dengan setia, berkenan kepada Tuhan, kita memiliki keyakinan yang kuat dan berani bahwa pada saat itu dan hari itu, yang telah menunggu kita adalah pujian dari Allah (ayat 5).

Dalam menghadapi penganiayaan dan penghakiman dunia yang kejam, Paulus menulis sebuah kalimat terkenal dalam surat terakhirnya: 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita! … Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya … Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Tim. 1:8; 4:2, 8)

Renungkan:
• Apakah Anda pernah berurusan dengan masalah-masalah dan gangguan dari kata-kata penilaian menghakimi dan berbagai fitnah spiritual di gereja? Apakah mudah untuk menangani? Pernahkah Anda disakiti?

• Apakah Anda pernah melihat seseorang menyalahgunakan otoritas dan platform rohani, dan yang semaunya menilai orang?

• Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda? Apakah Anda bersedia menjadi hamba yang waspada hati-hati dengan mulut dan hati, tanpa bias, tidak berpihak sebelah, kata-kata menghakimi?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 4:5

Nantikan Tuhan datang! Allah tegakkan keadilan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:5 [ITB])
5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
【Terjemahan LZZ】Jadi jangan menghakimi apa pun sebelum waktu yang ditentukan tiba; tunggu saja Tuhan datang, Ia tidak hanya akan menerangi hal yang tersembunyi dalam kegelapan, tetapi juga untuk mengungkapkan muslihat di hati orang; pada saat itu pujian yang layak didapatkan akan diberikan Tuhan kepada tiap-tiap orang.

Walau kita bertindak dengan hati nurani yang bersih, mungkin masih memancing segala macam kritik, penilaian, dan tekanan! Terkadang keadilan, kebenaran tidak terwujud di dunia, dan situasi ini sering terjadi di dalam dan di luar gereja. Di masa-masa sulit, orang yang melakukan sesuatu dengan hati nurani yang murni dan berusaha melayani dengan setia akan merasa tidak berdaya dan terluka, seperti pengalaman Paulus di gereja Korintus, saat ia menuliskan Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus sangat terluka oleh kawanan domba yang dicintainya. Penilaian yang menghakimi ini dapat seperti tanpa batas, bahkan ada orang di gereja Korintus yang memandang Paulus pendiri gereja dan gembala sebagai orang bodoh (2 Kor. 11:16), sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti (2 Kor. 10:10), licik, menjerat dengan tipu daya (2 Kor. 12:16). Paulus sangat sedih, dia berkata: Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi? (2 Kor. 12:15). Kata-kata yang melukai, fitnah gosip jahat dapat merupakan pembunuhan yang tidak kasat mata! Di dalam Gereja Tuhan terdapat orang-orang dari latar belakang, budaya, keadaan sosial, suku yang berbeda, jika orang tidak memandang Tuhan sebagai yang paling tinggi, tidak memandang firman Tuhan sebagai standar tertinggi, maka mulut dan hati yang tidak bijaksana, fitnah, dan penilaian yang menghakimi, menyakiti banyak saudara dan saudari dan gembala. Betapa diberkatinya sebuah gereja dengan lebih banyak pemimpin dan jemaat yang waspada menjaga mulut dan hati mereka sendiri, tidak bias, mendengar sepihak, hati yang berat sepihak, dan penuh prasangka!

Jika kita tidak waspada, kata-kata yang menghakimi dan pelecehan verbal spiritual akan sering muncul di gereja! Banyak saudara-saudari, atau pemimpin yang mengenakan penampilan rohani dan menyalahgunakan posisi rohani atau otoritas rohani telah banyak menyakiti orang dalam berbagai platform pelayanan. Sebagai pelayan dan pemimpin, kita perlu sering waspada agar tidak menyalahgunakan otoritas dan platform rohani! Selain itu, kita juga harus mengajarkan dan mendisiplinkan saudara-saudari untuk tidak menyalahgunakan kata-kata rohani untuk menyakiti orang, atau memfitnah orang! Perintah kesembilan adalah Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu (Kel. 20:16; Ul. 5:20). Sayangnya, sering kali, kesalahpahaman, gosip jahat dan komentar sewenang-wenang menyakiti hati banyak saudara-saudari, pemimpin awam dan gembala yang melayani Tuhan dengan setia. Amsal berkata: Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15) Daud telah mengalami banyak fitnah dan tekanan, dan mengatakan: Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang (Mazmur 39:1) Yesus memperingatkan kita: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (Mat. 12:36-37) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Mat. 7:2)

Tetapi jika kita menghadapi penilaian yang menghakimi atau fitnah yang tidak adil, dan tidak ada yang mengembalikan kebenaran bagi kita, kita harus ingat bahwa penilaian menghakimi yang dibuat manusia di dunia bukanlah penghakiman yang paling akurat, bukan yang paling penting dan final! Pada saat Hari Tuhan, yaitu saat itu dan hari itu, Tuhan akan memberikan penghakiman yang paling adil dan serius kepada semua orang! Segala macam muslihat rahasia tersembunyi dalam kegelapan orang jahat, segala macam tipu daya yang tersembunyi di dalam hati, semua akan terkuak dibuka oleh Tuhan. Segala macam gosip, fitnah, penilaian, rencana jahat dan kutukan di hati tidak bisa disembunyikan! Semua hamba yang mengasihi Tuhan dengan setia harus ingat: Tuhan akan memberi kita keadilan!

Jadi, apa yang paling kita pandang penting? Bukan hari ini, bukan yang sekarang ini, bukan yang di dunia ini, bukan tepuk tangan manusia dunia, penghargaan atau suara kutukan, tetapi kita peduli apakah di rumah, di tempat kerja, di gereja, apakah semua kata dan perbuatan kita menyenangkan Tuhan? Jika perbuatan dan pikiran kita benar-benar di dalam terang, hati nurani yang bersih, melayani dengan setia, berkenan kepada Tuhan, kita memiliki keyakinan yang kuat dan berani bahwa pada saat itu dan hari itu, yang telah menunggu kita adalah pujian dari Allah (ayat 5).

Dalam menghadapi penganiayaan dan penghakiman dunia yang kejam, Paulus menulis sebuah kalimat terkenal dalam surat terakhirnya: 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita! … Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya … Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Tim. 1:8; 4:2, 8)

Renungkan:
• Apakah Anda pernah berurusan dengan masalah-masalah dan gangguan dari kata-kata penilaian menghakimi dan berbagai fitnah spiritual di gereja? Apakah mudah untuk menangani? Pernahkah Anda disakiti?

• Apakah Anda pernah melihat seseorang menyalahgunakan otoritas dan platform rohani, dan yang semaunya menilai orang?

• Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda? Apakah Anda bersedia menjadi hamba yang waspada hati-hati dengan mulut dan hati, tanpa bias, tidak berpihak sebelah, kata-kata menghakimi?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ratapan 4:21-22

「Berkat bagi Sion, kutuk bagi Edom」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:21-22 [ITB])
21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
22 Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan,
tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.

Ratapan Yeremia 4:21-22 adalah akhir dari keseluruhan pasal 4, tetapi tema dan gaya penulisan sama sekali berbeda dengan pasal sebelumnya, karena menggambarkan harapan Sion, ayat 21 menggambarkan bencana yang dialami orang Edom, dan ayat 22 menjelaskan tentang hukuman atas Sion akan berakhir dan tak akan lagi dibawa ke dalam penawanan.

Tema ayat 21 dan 22b adalah putusan penghakiman atas Edom, ayat 21 dimulai dengan puteri Edom, bermaksud untuk dikontraskan dengan puteri Sion, keduanya adalah menggunakan kata puteri adalah untuk menjelaskan kelemahan dan kerentanan, dahulu Sion seperti puteri yang lemah dan hancur, dan Edom juga akan menjadi lemah dan hancur seperti Sion. Mengapa Kitab Suci menyebutkan Edom? Ini karena meskipun Edom (nama lain dari Esau) adalah saudara Israel sendiri, ketika Sion dihancurkan, mereka dengan senang hati berkata: Runtuhkanlah, runtuhkanlah sampai ke dasarnya! (Mazmur 137:7, klik untuk membaca), Edom bukan hanya tidak membantu Israel, ia bahkan bersukacita ketika Yerusalem dihancurkan, sehingga orang-orang Israel mengharapkan Edom mendapat balasan. Sekarang, ayat 21 menunjukkan bahwa cawan pahit Sion akan beralih kepada Edom, dan Edom akan meminumnya sampai mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, ini konsisten dengan catatan lain dalam Perjanjian Lama (Setelah ia minum anggur itu, ia mabuk, dan melepaskan pakaiannya di dalam kemah Kej. 9:21, Terkutuklah orang yang memberi minum bercampur anggur kemarahan dan berang yang memabukkan, kepada sesamanya, untuk melihat ketelanjangannya Hab. 2:15), dan menunjukkan bahwa kutukan dan penghakiman akan datang kepada Edom.

Sebaliknya, ayat 22 menegaskan bahwa hukuman Sion akan berakhir, Tuhan akan menghentikan Sion dari penawanan. Artinya hukuman Sion pada akhirnya akan berakhir. Hal ini sesuai dengan ketetapan- ketetapan perjanjian. Jika Sion mau bertobat serta segenap hati dan tenaga kembali kepada TUHAN (Yahweh), maka TUHAN akan membawa para tawanan ini kembali ke Yerusalem (Ul. 30:1-6, klik untuk membaca). Ini adalah harapan perjanjian, meskipun Sion tidak tahu tanggal pasti datangnya hari ini, tetapi Sion dapat tahu dengan pasti bahwa hari ini akan datang. Akan tetapi, ayat 22b juga menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) pasti menghukum Edom, menyingkapkan dosa-dosanya, namun tidak menunjukkan bahwa hukuman mereka suatu hari akan berlalu, sehingga menyiratkan bahwa Edom tidak memiliki kesempatan untuk kembali dari pembuangan. Ini konsisten dengan pesan Maleakhi (Maleakhi 1:1-5).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
2 YAHWEH berfirman, 「Aku mengasihi kamu.
Tetapi kamu berkata: Dengan apakah Engkau mengasihi kami?
Bukankah Esau saudara Yakub? Namun Aku mengasihi Yakub, 3 dan membenci Esau, serta membuat pegunungannya menjadi tanah tandus dan tanah pusakanya menjadi padang gurun.
4 Ketika Edom berkata: Kami telah dipukul hancur, tetapi kami akan membangun kembali tempat-tempat yang runtuh.」 Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam, berfirman, 「Mereka akan membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya, dan mereka akan menyebutnya sebagai wilayah kejahatan, dan bangsa yang kepadanya YAHWEH murka untuk selama-lamanya.
5 Tetapi kamu akan melihat dan berkata: YAHWEH akan dimuliakan sampai di luar daerah Israel.

Renungkan:
Hari-hari kelam akan berlalu, dan hukuman atas dosa akan dihapus, karena TUHAN (Yahweh) adalah Allah yang setia, Dia akan memenuhi harapan dalam perjanjian, asalkan orang bersedia datang kepada TUHAN untuk mengakui dosa-dosanya, bertobat, pada akhirnya akan ada pembalikan kutukan. Namun, jika orang tidak bertobat, situasinya seperti Edom, dahulu dia mengolok-olok Israel, sekarang apa yang dia olok-olok akan menimpa dirinya. Apakah kita bersedia menjadi Sion yang bertobat atau Edom yang sombong dan tidak mau berubah?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 3:9-20

「Tidak Perlu Takut Lagi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 3:9-20 [ITB])
9 Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.

14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 18 seperti pada hari pertemuan raya. Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela. 19 Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi. 20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka, firman TUHAN.

Tidak perlu takut. Ia membarui engkau dalam kasih-Nya

Paragraf terakhir dari kitab Zefanya memiliki perubahan signifikan dari berita yang dibawakan sebelumnya. Isi dari 1:2-3:8 semuanya terkait dengan penghakiman, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melakukan penghakiman atas seluruh bumi, serta penghakiman atas Yehuda dan Yerusalem, tetapi paragraf terakhir ini tiba-tiba berubah membawakan harapan kebangkitan. Perubahan ini mencerminkan kehendak TUHAN dalam sejarah, karena tujuan akhir-Nya bukanlah penghakiman, tetapi keselamatan. Penghakiman adalah sarana yang harus digunakan Allah untuk menggenapkan keselamatan. Allah itu adil benar dan kudus, jadi Dia harus menyingkirkan semua ketidakbenaran dan kenajisan di dunia sebelum keselamatan-Nya bisa datang kepada manusia. Ada beberapa aspek dalam paragraf ini yang perlu kita perhatikan.

Pertama, anugerah yang menyelamatkan ini adalah untuk semua bangsa. Ayat 3:9 dengan jelas menyatakan bahwa TUHAN akan mengubah semua bangsa-bangsa dan memberi mereka bibir yang bersih. Ini mungkin berarti bahwa Dia ingin memulihkan situasi sebelum peristiwa menara Babel sehingga semua orang dapat menggunakan bahasa yang sama. Karena dalam keselamatan di masa depan, dosa-dosa dunia telah dihapuskan, sehingga tidak akan lagi seperti keadaan menara Babel ketika orang berpikir dapat membandingkan dirinya dengan Allah, tetapi dengan rendah hati memanggil nama TUHAN (Yahweh) dan bersatu hati satu sama lain untuk melayani Dia. Bahkan mereka yang tersebar di mana-mana, yang jauh di Cush Etiopia, juga dapat membawa persembahan kepada TUHAN.

Kedua, ayat 3:11-13 dengan lebih jelas menggambarkan bahwa pada hari keselamatan TUHAN, kesombongan, kebohongan, dan tipu daya manusia akan dihilangkan, dan karenanya orang dapat hidup dengan aman, dan tidak ada yang akan menakut-nakuti mereka. Pada hari itu, kita semua akan bernyanyi, bersorak, dan penuh sukacita dan kegembiraan, karena TUHAN akan menjadi Raja kita, dan Dia telah menghapuskan penghakiman atas diri kita, dan juga mengusir musuh kita, sehingga kita yang adalah umat milik-Nya tidak perlu lagi takut.

Terakhir, ayat 3:17, tidak hanya menunjukkan keselamatan yang kuat dari TUHAN, tetapi juga Ia membarui kasih-Nya terhadap kita. Frasa membaharui engkau dalam kasih-Nya ada beberapa kemungkinan penerjemahan:
1) Makna yang digunakan dalam terjemahan ITL atau CUV dengan kasih-Nya Iapun akan berdiam (KJV he will rest in his love) yang berarti bahwa cinta kasih TUHAN adalah diam tenang, kini tidak diperlukan penghukuman lagi, dan sehingga orang dapat menikmati kedamaian dalam cinta kasih ini.
2) Penjelasan lain adalah merujuk pada kata kerja yang akar katanya sama dalam skrip Ugali, yang menyatakan ukiran, yang mungkin berarti bahwa TUHAN ingin cinta kasih-Nya menjadi tanda dalam hidup kita;
3) Lebih mungkin adalah merujuk pada terjemahan LXX Yunani kuno (terjemahan ITB sesuai LXX) yang maknanya mengungkapkan pembaruan. Makna ini tampaknya lebih masuk akal dalam konteks kelompok 12 kitab nabi-nabi, kasih TUHAN untuk Israel adalah pesan utama dalam kitab Hosea, yang juga merupakan topik pembicaraan yang diajukan di awal kitab Maleakhi. Dalam kerangka ini, Zefanya menunjukkan bahwa di hari TUHAN melaksanakan keselamatan, cinta kasih-Nya akan kembali datang ke tengah-tengah umat milik-Nya, sehingga kita di dalam kasih yang membarui ini tidak perlu takut lagi.

Renungkan:
Berdoa kiranya hari keselamatan TUHAN (Yahweh) datang, dan kiranya Tuhan mengubah kesedihan kita menjadi sorak-sorai.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 2:4-15

「Meninggikan Diri akan Direndahkan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 2:4-15 [ITB])
4 Sebab Gaza akan ditinggalkan orang dan Askelon akan menjadi sunyi; Asdod akan dihalau penduduknya pada rembang tengah hari dan Ekron akan dibongkar-bangkirkan. 5 Celakalah kamu penduduk Daerah Tepi Laut, kamu bangsa Kreti! Terhadap kamulah firman TUHAN ini: Hai Kanaan, tanah orang Filistin! Aku akan membinasakan engkau, sehingga tidak ada lagi pendudukmu. 6 Daerah Tepi Laut akan menjadi tempat kediaman bagi gembala-gembala dan kandang berpagar bagi kambing domba. 7 Daerah Pinggir Laut akan menjadi kepunyaan sisa-sisa kaum Yehuda. Mereka akan merumput di sana dan berbaring di rumah-rumah Askelon pada malam hari; sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.

8 Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup–demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel–maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan. 10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.

12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku.

13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain! Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

… menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi …

Dalam perikop ini, nabi Zefanya menunjukkan bahwa bangsa-bangsa di sekitarnya juga akan menghadapi penghukuman karena dosa-dosa mereka. Perkembangan ini menggemakan berita yang telah Zefanya sampaikan di ayat 1:2-3, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman atas seluruh bumi. Poin ini juga akan diulangi lagi di ayat 3:6-8, sehingga hukuman atas Yehuda harus didasarkan pada latar belakang penghakiman Allah atas di seluruh bumi. Negara-negara yang tercantum di sini mungkin mencerminkan negara-negara di daerah Timur Dekat pada akhir abad 7 SM, mereka semua akan dikalahkan oleh Babel satu per satu setelah kebangkitan Babel.

Yang pertama dalam daftar penghakiman adalah negara-kota dan suku bangsa di daerah pesisir. Ayat 2:4 Dengan cara pengucapan yang berirama, mengumumkan penghakiman atas empat kota di pesisir dari selatan ke utara, penghakiman yang akan dihadapi setiap kota dalam pengucapannya mirip dengan nama kota. Jadi fokusnya mungkin bukan pada apa yang akan terjadi pada empat kota ini, tetapi hendak menunjukkan bahwa mereka akan mengalami penghakiman yang sebagaimana yang seharusnya mereka terima. Kota-kota pesisir ini pada awalnya padat penduduk dan kaya akan kegiatan perdagangan, pada masa itu mereka termasuk tempat yang punya kekuasaan kuat, tetapi di bawah penghakiman mereka menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Dalam 2:7, nabi Zefanya secara khusus menyebutkan sisa-sisa Yehuda dan bahwa TUHAN akan membawa mereka kembali dari pembuangan, sehingga dalam hukuman yang menyeluruh atas muka bumi ini mereka masih tetap memiliki harapan.

Dalam 2:8-11, nabi Zefanya berpindah fokus dari kota-kota pesisir barat beralih kepada Moab dan Amon di timur. Menurut kitab Kejadian, orang Moab dan Amon merupakan keturunan Lot (keponakan Abraham), tetapi sepanjang sejarah mereka terus memusuhi Israel. Kitab Suci berulang kali menunjukkan kesombongan mereka, menghina umat milik TUHAN Allah semesta alam, dan memamerkan kebanggaan mereka. Penghakiman TUHAN atas mereka adalah bahwa tanah mereka dihancurkan sepenuhnya seperti Sodom dan Gomora, menjadi hanya padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (KBBI: Jeruju adalah tumbuhan semak yang batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam). Ayat 2:9 menyebutkan sisa-sisa umat-Ku dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku, sekali lagi kepada pembaca menunjukkan adanya pengharapan dalam penghakiman.

Ayat 2:12-15, nabi Zefanya bergerak dari negara-negara di dekat Yehuda di timur dan barat Yehuda beralih ke utara dan selatan yang agak jauh. Terhadap Cush di selatan, hanya ada pernyataan sederhana, tetapi terhadap Asyur di utara, terdapat deskripsi yang lebih rinci. Khususnya dalam ayat 15 yang menuliskan sikap di dalam hati mereka: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain selain aku! jelas mencerminkan peninggian diri mereka. Asyur adalah negara terbesar di daerah Timur Dekat di masa akhir abad 8 hingga akhir abad 7 SM, dan semua bangsa dan kerajaan berada di bawah kuasa pengaruhnya. Yehuda tidak lepas dari kendali kekuasaan Asyur sampai zaman Yosia. Mereka memiliki kekuatan militer yang kuat, dan ibukota Niniwe memiliki pertahanan yang sangat baik, tetapi dalam penghakiman TUHAN, mereka masih tidak dapat melepaskan diri dari kehancuran.

Renungkan:
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa banyak negara yang berpikir mereka kuat dan memiliki kekuatan perdagangan, politik, dan militer yang sangat kuat, tetapi semua telah dihapuskan dalam penghakiman TUHAN dan menjadi objek tertawaan saja. Yesus Kristus pernah berkata, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11), semoga kita semua dapat belajar menjadi rendah hati dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Nahum 3:1-7

「Celakalah Kota Penumpah Darah itu!」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Nahum 3:1-7 [ITB])
1 Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman! 2 Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat! 3 Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat! 4 Semuanya karena banyaknya persundalan si perempuan sundal, yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir, yang memperdayakan bangsa-bangsa dengan persundalannya dan kaum-kaum dengan sihirnya.

5 Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman TUHAN semesta alam; Aku akan mengangkat ujung kainmu sampai ke mukamu dan akan memperlihatkan auratmu kepada bangsa-bangsa dan kemaluanmu kepada kerajaan-kerajaan. 6 Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. 7 Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata: Niniwe sudah rusak! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari penghibur-penghibur untuk dia?

Paragraf ini adalah lagu ratapan yang ironis: pertama-tama adalah pengumuman yang bersifat helaan napas sedih, kemudian melanjutkan dengan menunjukkan objek helaan napas berkabung itu dan gugatan terhadapnya, ayat 2-3 menggambarkan bencana yang akan mereka alami, dan ayat 4 sekali lagi menunjukkan alasan hukuman. Terakhir, dalam ayat 5-7, penghakiman TUHAN (Yahweh) disampaikan dalam sebutan orang pertama (“Aku”).

Di sini Niniwe disebut kota penumpah darah, mencerminkan sejarah agresi brutalnya. Gugatan nabi Nahum terhadapnya bukan hanya sekadar tentang penindasan yang dilakukannya, perampasan dan penjarahan, tetapi terlebih menunjukkan bahwa hal-hal ini terus-menerus, membanjir, dan tak ada habisnya, menunjukkan bahwa kejahatan mereka bukan insiden satu peristiwa individual, tetapi tindakan mereka yang berulang. Kota pertumpahan darah, ketika dia sedang kuat, mungkin berpikir dirinya tidak terkalahkan dan semuanya berjalan lancar. Karena penipuan dan perampasan terhadap orang lain, ia bisa kaya untuk sementara waktu. Tetapi di bawah penghakiman yang adil dan benar dari Allah, dia akhirnya tidak bisa menghindari bencana yang akan datang ini.

Penghakiman yang TUHAN akan bawakan kepada mereka adalah persis apa yang mereka lakukan kepada orang lain ketika mereka menjarah dan merampas bangsa-bangsa. Ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah itu adil dan benar. Ayat 3:2-3 menggunakan serangkaian frasa kata benda untuk dengan beruntun dan cepat menyebutkan hal-hal yang akan terjadi pada Niniwe, sehingga pembaca dapat merasakan desakan dan urgensi kedatangan penghakiman itu, tidak dapat melarikan diri tidak dapat menghindar.

Ayat 3:5, TUHAN sekali lagi menggunakan ekspresi yang sama yang digunakan dalam ayat 2:13, dengan wibawa menyatakan bahwa Dia, TUHAN (Tuan) semesta alam, dan Dia akan menyingkapkan penghinaan mereka di depan semua orang, mereka akan dipandang buruk dan ditolak di antara bangsa-bangsa. Di sini kita melihat bahwa mereka yang tidak benar dan menindas tidak hanya telah melanggar manusia, terlebih artinya mereka menentang Allah dan memberontak terhadap hukum yang Allah tuntut di dunia ini. Konsekuensi utama adalah untuk menimbulkan permusuhan dengan Allah. Sampai tahap itu, tidak ada lagi kekuatan yang dapat menolong, tidak ada cara untuk menghindari konsekuensi untuk menerima penghakiman, dan tidak ada yang akan bersimpati kepadanya.

Dalam kalimat terakhir dari ayat 3:7, nabi Nahum berkeluh menyampaikan pertanyaan ironis: Dari manakah aku akan mencari penghibur-penghibur untuk dia? Penghiburan adalah arti nama Nahum. Dalam kitab Nahum, Yehuda yang diinvasi oleh Niniwe dapat melihat hari-hari penghiburan. Tetapi sang agresor tidak dapat menemukan siapa pun untuk menghiburnya ketika dia menerima penghakiman sendiri.

Renungkan:
Kerajaan Asyur dengan Niniwe sebagai ibukotanya adalah bagian dari masa lalu, tetapi sayangnya, insiden penjarahan, perampasan dan kekerasan ini terus berulang dalam sejarah. Ada yang terjadi di tingkat nasional dan suku bangsa, dan banyak terjadi pada individu atau kelompok. Di bawah tekanan-tekanan ini, apakah kita masih percaya pada keadilan Tuhan, percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang anti kejahatan dan yang mengadakan pembalasan, dan bagaimana bisa dihiburkan di dalam Dia?


Renungan pemahaman Kitab Nahum

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 7:18-20 

「TUHAN (Yahweh) Tiada Tertandingi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:18-20 [ITB])
18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. 20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

Dalam bagian ringkasan kitab Mikha ini, nabi Mikha menggunakan kata yang bunyi pengucapannya mirip dengan nama dirinya (miykah) untuk menyatakan seruan Siapakah Allah seperti Engkau (miy ‘el kmow), menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) adalah unik dan tak tertandingi. Dalam teks bahasa aslinya, nama nabi Mikha dapat memiliki arti siapa yang seperti TUHAN, maka kita juga dapat melihat perikop ini sebagai pusat pikiran dari seluruh kitab, atau arah dari berita seluruh kitab ini.

Nabi Mikha menunjukkan beberapa hal yang tak tertandingi tentang TUHAN, yakni adalah rahmat dan kasih-Nya. Meskipun dalam kitab ini, nabi Mikha tiada henti mengajukan gugatan kesalahan kepada orang Israel, menegur mereka atas dosa-dosa mereka, dan memperingatkan penghakiman yang akan datang kepada mereka, tetapi setelah penghakiman ini, ia masih memiliki harapan atas pemulihan kebangkitan di masa depan karena ia teguh percaya akan kasih kesetiaan Allah dan Dia akan memberikan rahmat anugerah-Nya.

Nabi Mikha menjelaskan bahwa sifat keunikan tiada duanya TUHAN (Yahweh) adalah bahwa Dia mengampuni dosa dan memaafkan dosa dari sisa-sisa umat milik-Nya, Dia tidak selamanya menyimpan amarah-Nya, Ia suka memberikan rahmat. Pernyataan ini tampaknya mengutip berita dalam kitab Keluaran 34:6-7, yang merupakan ayat utama yang TUHAN ungkapkan kepada Musa tentang isi hati kehendak Dia sendiri. Kutipan ini mengingatkan pembaca kitab Mikha untuk merenungkan ulang krisis terbesar dalam sejarah Israel, karena ketika Musa menerima Sepuluh Perintah di atas Gunung Sinai, orang Israel yang di bawah gunung itu membuat anak lembu emas untuk diri mereka sendiri dan menyembah berhala itu, sehingga TUHAN (Yahweh) hampir harus menghancurkan mereka. Setelah doa permintaan Musa, ini adalah jawaban yang dinyatakan oleh TUHAN. Sebenarnya karena pengkhianatan bangsa Israel itu seharusnya menghadapi kepunahan, tetapi TUHAN mengasihani mereka dan berkata kepada mereka, TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Kel. 34:6-7)

Dalam ke-12 Kitab Nabi-nabi, kutipan ini diulangi di banyak tempat, dan itu mencerminkan isi hati kehendak TUHAN. Di antara pesan-pesan penghakiman dari para nabi yang berbeda, Dia terus mengingatkan kita bahwa penghakiman dan hukuman-Nya adalah untuk mendisiplin kita dan membawa kita kembali kepada Dia. Tetapi paragraf ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Allah itu adil benar, kejahatan harus selalu menghadapi konsekuensi dari dosa. TUHAN (Yahweh) akan mengampuni tetapi juga harus menghukum.

Allah kita adalah Tuhan yang penuh rahmat anugerah, Dia ingin memberi kita kesempatan untuk mengulang kembali. Asalkan kita mau rendah hati, bertobat, dan meminta rahmat anugerah di hadapan-Nya, Allah adalah setia dan benar adil, Ia pasti mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala ketidakbenaran. Dia bahkan menggambarkan bahwa Ia akan meletakkan dosa kita di bawah kaki-Nya diinjak, dan Ia akan membuang semua dosa kita ke laut yang dalam, sehingga dosa-dosa itu dihancurkan dan menjauh dari kita.

Tema ini dalam ayat 7:20 dibawakan oleh nabi Mikha dengan serangkaian kata-kata: zaman purbakala, bersumpah dan janji, setia dan kasih, semua mengingatkan janji TUHAN (Yahweh) dalam perjanjian-Nya. Dia bersumpah, Dia pasti menggenapi

Renungkan:
Terima kasih kepada Tuhan atas rahmat anugerah-Nya, kita diselamatkan karena kasih-Nya. Mohon Tuhan menjaga agar kita senantiasa dalam anugerah dan kasih-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.