Tag Archives: Penghakiman

Mikha 1:1-5

「Hakim yang Serius dan Berwibawa」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 1:1-5 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Mikha, orang Moresyet, pada zaman Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, yakni berkenaan dengan yang dilihatnya tentang Samaria dan Yerusalem.
2 Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian! Perhatikanlah, hai bumi serta isinya! Biarlah Tuhan ALLAH menjadi saksi terhadap kamu, yakni Tuhan dari bait-Nya yang kudus. 3 Sebab sesungguhnya, TUHAN keluar dari tempat-Nya dan turun berjejak di atas bukit-bukit bumi. 4 Luluhlah gunung-gunung di bawah kaki-Nya, dan lembah-lembah terbelah seperti lilin di depan api, seperti air tercurah di penurunan. 5 Semuanya ini terjadi karena pelanggaran Yakub, dan karena dosa kaum Israel. Pelanggaran Yakub itu apa? Bukankah itu Samaria? Dosa kaum Yehuda itu apa? Bukankah itu Yerusalem?

Dalam dua belas hari ke depan, kita akan merenungkan pesan kitab Mikha. Ayat 1:1 menyatakan waktu pelayanan Nabi Mikha adalah di akhir abad ke delapan SM, di masa pemerintahan raja-raja Yehuda (kerajaan selatan) yakni Yotam, Ahas dan Hizkia. Abad ke delapan SM adalah masa kemakmuran kerajaan utara Israel, tetapi tiba-tiba diserang oleh Asyur dan menghancurkan negara itu dalam tiga puluh tahun. Ancaman Asyur ini bahkan memengaruhi Yehuda di kerajaan selatan tersebut. Nabi Mikha mungkin pernah mengalami masa Sargon raja Asyur menginvasi Filistin di tahun 720 SM dan 714-711 SM, dan juga tiga kali dalam krisis di tahun 701 SM saat Sanherib mengepung Yehuda dan Yerusalem. Nabi Mikha adalah orang Moresyet, yang mungkin merujuk ke kota asalnya di Moresyet-Gat (ayat 1:14), sekitar 25 mil barat daya Yerusalem. Di era ini, nabi Mikha menerima Firman TUHAN (Yahweh) dan menyampaikan pesan peringatan kepada zaman itu sesuai dengan penglihatan yang didapatkannya. Pesan yang disampaikannya juga merupakan peringatan bagi orang-orang dari segala zaman (generasi).

Pesan kitab Mikha sangat mirip dengan kitab Yesaya, yakni menyatakan penghakiman dan penyelamatan Allah kepada umat pilihannya. Selain itu, kitab Mikha dan kitab Hosea memiliki beberapa kesamaan. Meskipun Hosea adalah seorang nabi dari Kerajaan Utara, tetapi mungkin di masa akhir, terutama saat Kerajaan Utara ditawan, nabi Hosea mungkin berpindah pelayanan ke Yehuda dan di sana ia menuliskan kitab Hosea. Meskipun kitab Hosea menggambarkan penghakiman TUHAN (Yahweh) terhadap Kerajaan Utara, tetapi terdapat juga ajaran dan peringatan yang kuat untuk Yehuda. Demikian juga, kitab Mikha juga berbicara dari utara ke selatan, meskipun fokusnya adalah pada Yehuda, tetapi terdapat juga penghakiman terhadap Kerajaan Utara di 1:2-7, yang dapat dikatakan melanjutkan pesan Hosea dan meneruskan peringatan atas penghakiman terhadap Yehuda. Pesan dalam kitab ini secara khusus ditujukan pada dua kota Samaria dan Yerusalem, yang merupakan pusat politik dan agama di Utara dan Selatan, masing-masing, mencerminkan bahwa kerajaan dan otoritas merupakan unsur penting dalam kitab ini, terutama kejahatan dan kerusakan para pemimpin yang sedang memegang posisi akan mendatangkan penghakiman Allah

Ayat 1:2-5 adalah pembukaan dari pernyataan gugatan TUHAN (Yahweh) terhadap kedua kota. Ayat 3-4 menggambarkan manifestasi kuasa kekuatan TUHAN di alam, dari tempat kudus yang tinggi Dia turun menjejakkan kaki di atas bukit-bukit bumi, sehingga gunung-gunung harus luluh di bawah kaki-Nya. Ini dikutip dari tradisi penggambaran keadaan bagaimana ketika Allah hadir, secara kebiasaan pemakaian deskripsi ini adalah ditujukan kepada musuh Allah dan musuh umat-Nya, menunjukkan keagungan dan kuasa kekuatan TUHAN (Yahweh), sehingga musuh pasti akan gagal di hadapan-Nya. Tetapi sekarang justru digunakan untuk mengekspresikan penghakiman kepada Yehuda dan Israel.

Fokus ayat 1:5 menunjukkan bahwa dosa-dosa mereka adalah pada Samaria dan Yerusalem. Di sini disebutkan dosa kaum Yehuda yang adalah di Yerusalem, sesuai beberapa terjemahan kuno, kata itu diterjemahkan sebagai kaum dosa, yang mencerminkan bahwa itu mungkin tidak hanya gugatan atas penyembahan berhala agama (beberapa terjemahan misal ITL panggung berhala Yehuda atau high place of Judah), maka itu juga menunjuk pada berbagai jenis dosa yang memenuhi di antara mereka. Samaria dan Yerusalem sebagai pusat negara, mewakili mereka yang berkuasa. Tanggung jawab para pemimpin politik dan agama adalah untuk menghargai yang baik dan menghukum yang jahat, namun keadaan korup rusaknya mereka akan memimpin seluruh negara ke dalam dosa, dan mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Renungkan:
Pemimpin yang jahat harus dihukum oleh Allah. Tetapi hukuman mereka juga akan ikut membuat semua orang menderita, mohon Tuhan untuk membangkitkan pemimpin yang baik di generasi (zaman) kita.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 3:16-21

「Tuhan Benteng Perlindungan Kita」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:16-21 [ITB])
16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
17 Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim. 19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. 20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun. 21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion.

Fokus dari perikop ini adalah kembali ke Sion lagi. Di bagian pembukaan dan akhir, berulang kali secara paralel menyebutkan Yerusalem dan Sion. Di ayat 3:16, dinyatakan bahwa TUHAN pasti mengaum dari Sion dan memperdengarkan suara-Nya dari Yerusalem, menunjukkan penghakiman-Nya yang serius. Di ayat 3:20-21, tidak hanya berjanji bahwa Yehuda dan Yerusalem akan bertahan untuk selama-lamanya generasi ke generasi, tetapi juga diakhiri dengan ringkasan bahwa TUHAN (Yahweh) yang tinggal diam di Sion.

Dalam ringkasan ini, nabi Yoel tampaknya mengalihkan pandangannya dari masanya itu ke masa depan yang jauh, dan bahkan ke akhir yang kekal. TUHAN (Yahweh) mengaum dengan keagungan wibawa, dan ketika penghakiman-Nya keluar, langit dan bumi akan terguncang dan semua ciptaan akan berubah. Ini adalah harapan umat Tuhan untuk akhir zaman. Tetapi perubahan dunia hanyalah sebagian kecil dari harapan ini, yang lebih penting, setelah dunia diguncang yang kemudian diperbarui, TUHAN (Yahweh) tinggal di dalamnya.

Tuhan tinggal diam bersama, pertama-tama, memberikan jaminan perlindungan bagi umat milik-Nya. Dia menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya, sehingga umat milik-Nya tidak lagi takut atau khawatir tentang serangan kekuatan jahat. Tempat ini sepenuhnya dikuduskan, dan orang luar tidak bisa lewat. Karena penghakiman hari akhir sudah berakhir, hanya umat Allah yang tersisa. Nabi Yoel menggunakan kehancuran Mesir dan Edom untuk melambangkan akhir dari mereka yang menentang Tuhan dan menganiaya umat-Nya.

Tuhan tinggal diam bersama juga membawa kelimpahan di semua aspek. Anggur manis, susu, air yang mengalir, mata air, semuanya mewakili kelimpahan dalam kehidupan. Ini bukan hanya kelimpahan materi jasmaniah, tetapi juga simbol dari kelimpahan rohani yang meluap. Ini adalah harapan kekal dan tujuan akhir kita sebagai umat Allah.

Mengingat lagi pesan Kitab Yoel, kita melihat bahwa nabi Yoel mengalami bencana pada waktu itu, mengingatkan kita agar belajar dari bencana dan menyerap kebijaksanaan yang dapat bertahan tidak rusak. Kita harus memahami bagaimana mendapatkan Tuhan dalam kesulitan, dan memohon Dia. Ketika penghakiman akhir akan tiba, ditentukan bahwa hanya mereka yang memohon Dia bisa diselamatkan. Tidak hanya itu, kita juga melihat bahwa sebelum akhir hari Dia akan membangkitkan hamba-hamba-Nya laki-laki dan perempuan, melalui pencurahan Roh Kudus, kita dapat menjadi juru bicara dan saksi-Nya. Terakhir, kita melihat pemandangan penghakiman hari akhir, tetapi yang lebih penting, akhir yang dibawakan bagi umat Allah setelah penghakiman ini. Karena mengetahui akhir ini, kita dapat menjadi tenteram damai dalam menghadapi segala yang kita alami, dan bahkan mungkin dalam bencana yang kita alami. Ketika musibah itu tampaknya terjadi satu demi satu: apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap, sehingga tampaknya tidak ada harapan sama sekali, nabi Yoel memberi tahu kita bahwa Tuhan yang memegang kuasa, Dia adalah sandaran dan harapan kita.

Renungkan:
Di masa yang sudah kita lalui, apakah kita merasa kesulitan datang bertubi-tubi dalam hidup ini? Sulit untuk bertahan di bawah tekanan hidup? Mari kita berpaling kepada Tuhan kita, memanggil Dia untuk meminta pertolongan-Nya, dan kokoh percaya terhadap keselamatan dari-Nya sebagai harapan kita.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 3:1-15

「Allah Pelaksana Penghakiman」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:1-15 [ITB])
1 Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, 3 oleh karena mereka membuang undi mengenai umat-Ku, menyerahkan seorang anak laki-laki karena seorang sundal, dan menjual seorang anak perempuan karena anggur untuk diminum.

4 Lagi apakah sangkut pautmu dengan Aku, hai Tirus dan Sidon dan seluruh wilayah Filistin? Apakah kamu ini hendak membalas perbuatan-Ku? Apabila kamu melakukan sesuatu terhadap Aku, maka dengan cepat, dengan segera Aku akan membalikkan perbuatanmu itu kepadamu sendiri. 5 Oleh karena kamu telah mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan telah membawa barang-barang-Ku yang berharga yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, 6 dan telah menjual orang-orang Yehuda dan orang-orang Yerusalem kepada orang Yunani dengan maksud menjauhkan mereka dari daerah mereka. 7 Sesungguhnya Aku akan menggerakkan mereka dari tempat ke mana kamu menjual mereka, dan Aku akan membalikkan perbuatanmu itu ke atas kepalamu sendiri. 8 Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, kepada suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.

9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! 10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: Aku ini pahlawan! 11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu 12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. 13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. 14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! 15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

Dalam paragraf ini nabi Yoel menjelaskan secara lebih rinci nubuat di 2:30-31 ( 2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 30 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.), menunjukkan bahwa ini adalah penghakiman TUHAN terhadap bangsa-bangsa. Ayat 3:1 memakai tanda waktu ganda untuk menunjukkan bilamana TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman, yaitu ketika Dia hendak memulihkan Yehuda dan Yerusalem. Ini juga berarti bahwa umat Allah diselamatkan, dan mereka yang bermusuhan dengan umat milik-Nya pasti akan mendapatkan penghakiman. Tepat seperti pesan di dalam Injil Berita bahagia, jika tidak ada penghakiman atas dosa (keadilan tidak bisa ditegakkan) dan tidak ada pengorbanan penebusan Yesus Kristus yang menanggung penghakiman itu, maka tidak bisa ada rahmat untuk pengampunan dosa, dan kita juga perlu memahami pesan dari paragraf kitab Yoel ini melalui perspektif ini.

Perikop ini menggunakan nama dua tempat sebagai kerangka berita yang hendak disampaikan. Lembah Yosafat maupun Lembah Penentuan tampak seperti bukan tempat yang nyata, dan banyak sarjana peneliti Alkitab telah mengalami banyak kesulitan dalam menemukan di mana lokasi kedua tempat ini. Jadi kedua nama ini kemungkinan besar adalah simbolis. Kedua tempat itu disebut lembah yang secara umum digunakan mengacu pada dataran rendah tempat banyak orang bisa berkumpul, bahkan menjadi tempat bertempur. Dalam teks bahasa aslinya, Yosafat dapat diartikan sebagai penghakiman TUHAN (Yahweh), jadi Yosafat merujuk ke tempat di mana Allah akan mengumpulkan bangsa-bangsa dan melaksanakan penghakiman. Kata Lembah Penentuan sendiri sudah menjelasakan makna teks bahasa aslinya. Nabi Yoel menggunakan dua nama tempat simbolis ini untuk menunjukkan bahwa TUHAN akan mengeksekusi penghakiman, untuk melaksanakan keputusan atas tindakan jahat bangsa-bangsa.

Dari sudut pandang bangsa-bangsa, kita melihat keagungan wibawa dan kuasa TUHAN (Yahweh), mereka yang memusuhi Dia, yaitu mereka yang memusuhi umat-Nya, pada akhirnya akan binasa. Dalam Perjanjian Lama, umat pilihan TUHAN (Yahweh) adalah Israel, dan Tuhan menggunakan Israel sebagai ujian terhadap bangsa-bangsa. Dalam Perjanjian Baru, umat Allah tidak lagi terbatas pada bangsa Israel, bahkan ketika Yesus Kristus mengumumkan penghakiman yang kelak akan datang di masa depan, Ia menunjukkan bahwa apa yang dilakukan pada seorang yang terkecil itu adalah dilakukan pada Dia. Tuhan adalah Hakim yang adil dan benar, dan Dia pasti akan membuat keputusan penentuan akhir (yang ultimat tertinggi, paling adil dan benar).

Dari perspektif umat Allah, kita melihat bahwa kita berharga di mata Tuhan (lihat lagi renungan Surat 1 Petrus), Dia bangkit dan bertempur untuk kita. Di dunia, kita mungkin menghadapi banyak serangan dan berbagai penganiayaan yang berbeda, tetapi kita sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya, kita juga tidak mendapatkan penegakkan atas keluhan kita. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan adalah pelindung kita dan Dia adalah TUHAN semesta alam, oleh karena itu kita dapat sepenuhnya mengandalkan dan bersandar kepada Dia dengan tenang tenteram di hati. Kita tidak perlu marah dan tidak stabil dalam hati atas apa yang telah kita alami, atau tidak perlu marah hendak menegakkan keadilan demi diri kita sendiri, karena kita adalah umat milik-Nya, Dia adalah jaminan kita atas keadilan dan kebenaran.

Terakhir, nabi Yoel menunjukkan bahwa ketika Hari TUHAN (Yahweh) tiba di Lembah Penentuan, matahari dan bulan akan redup, bintang-bintang akan menjadi gelap, dan itu akan menjadi hari yang gelap. Kita tahu bahwa Tuhan sedang bertempur untuk kita, menegakkan keadilan atas keluhan kita, dan membawa pembalasan yang harus dan setimpal kepada mereka yang menganiaya kita. Meskipun kita sangat berharap hari ini, mungkin kita berpikir apakah Tuhan menunda-nunda kedatangan hari ini. Ini seperti yang dikatakan 2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai (menunda-nunda) menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Renungkan:
Tuhan adalah Tuan penguasa penghakiman yang benar dan adil, jatuh ke dalam penghakiman-Nya adalah gelap tiada terang. Mohon kepada Tuhan menjadikan kita utusan pembawa berita terang agar orang-orang bebas dari kegelapan yang memusuhi Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:1-17

「Sepenuh Hati Kembali kepada TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:1-17 [ITB])
1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; 2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. 3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. 4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. 5 Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang. 6 Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi. 7 Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; 8 mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. 9 Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. 10 Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. 11 Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?

12 Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?

wabah belalang gambaran segera datang 「hari TUHAN」, 「berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu …」

Pasal pertama dari Kitab Yoel terutama retrospektif melihat ke belakang atau masa lampau, bahwa bencana yang baru saja lewat memanggil orang-orang untuk kembali ke hadapan TUHAN (Yahweh), dengan menangis dan berkabung mencari rahmat anugerah Tuhan. Dalam pasal 2 ayat 1-11, nabi Yoel sekali lagi menggunakan wabah belalang gambaran hari TUHAN yang segera datang. Jika hanya sebatas melihat dari ekspresi perikop ini saja, sulit untuk menentukan apakah bencana belalang yang dijelaskan di sini adalah metafora atas pasukan penjajah. Di satu sisi, kita tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya. Di sisi lain, kita tidak dapat karena ekspresi dalam ayat 5 seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperanglalu kita pikir ini pasti bukan tentara (kata seperti). Karena dalam Kitab Ulangan, dalam pernyataan tentang penghakiman yang akan dihadapi Israel jika mereka melanggar perjanjian dengan TUHAN (Yahweh) mengaitkan belalang dan musuh asing secara bersama, dan di sini juga secara bersamaan menyebutkan belalang dan musuh asing.

Namun bagaimanapun kita menjelaskan bencana yang digambarkan dalam paragraf ini, pesan dasarnya tetap sama. Nabi Yoel menggunakan cara retrospektif terhadap sejarah sebagai dasar untuk memberitakan bahwa penghakiman segera akan datang. Penghakiman ini akan membawa kehancuran besar, bahkan melampaui apa yang orang bayangkan (ingat sebelumnya kita mengatakan tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya). Nabi Yoel menggambarkan ini sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi seperti yang demikian sejak zaman kuno, dan yang tidak pernah sampai semua generasi. Dengan keadaan penghakiman yang seperti itu, orang-orang hanya bisa gemetar dan bertambah menjadi pucat pasi, karena betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya? (ayat 11)

Ayat 12-13 adalah kunci perikop ini. Nabi Yoel dengan nada serius, menunjukkan tanggapan yang sepatutnya dari orang. Dalam teks bahasa aslinya (ITB juga sesuai), setelah frasa Tetapi sekarang juga, segera diikuti dengan demikianlah firman TUHAN (Yahweh) menyatakan bahwa ini adalah penglihatan / pewahyuan yang penuh otoritas Allah, merupakan tuntutan-Nya kepada manusia. Dalam dua ayat ini, berulang kali dinyatakan bahwa orang-orang harus berbalik kepada TUHAN (Yahweh) dan kembali kepada-Nya dengan sepenuh hati. Bukan sekadar memanifestasikan pertobatan dari melalui ekspresi jubah luar berpuasa, menangis, meratap, dan merobek pakaian, tetapi dengan hati yang remuk kembali kepada Tuhan. Bagian kedua dari ayat 13 merupakan kutipan dari Keluaran 34:6-7, berdasarkan pernyataan wahyu dari TUHAN (Yahweh) tentang diri-Nya di sana, sehingga mereka dapat mengenal dan beriman bahwa TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah serta teguh kasih-Nya dan setia-Nya, yang mau mengubah untuk mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa sehingga tidak menurunkan bencana. Karena iman yang merasakan kepastian dan mengakui seperti itu, orang yang merupakan milik Allah bahkan dalam kesulitan yang ekstrem dapat datang kepada Allah dengan penuh harapan, memohon rahmat anugerah-Nya, meminta Ia mengingat dan merawat umat-Nya. (Sambungkan dengan renungan kemarin: bahwa di dalam kesulitan kita makin mengenal Allah)

Renungkan:
Apakah kita merasakan kepastian dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah kita, dan dengan kepastian kokoh percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan dan rahmat anugerah? Dalam situasi sulit, kita harus kembali kepada hadirat Tuhan, memegang erat janji-Nya, memohon keselamatan dari Tuhan bagi kita, bagi bangsa kita, dan bagi seluruh umat manusia.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:3-2:3

「Penghakiman atas Bangsa-bangsa」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:3-2:3 [ITB])
1:3 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi, 4Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis; 5Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir, firman TUHAN.
6Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, 7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis; 8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin, firman Tuhan ALLAH.
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.
11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12 Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.
13Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri, 14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung; 15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya, firman TUHAN.
2:1Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur, 2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi; 3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia, firman TUHAN.

Meskipun nabi Amos sejak awal sudah ditetapkan untuk menyampaikan perkataan ilahi ini kepada Israel, tetapi di 1:3 – 2:3 ia terlebih dahulu mengabarkan penghakiman atas enam negara di sekitar, lalu kemudian terhadap Yehuda (2:4-5), dan pada akhirnya terhadap Israel (2:6-16) sebagai penutup. Bentuk berita terhadap masing-masing negara adalah sama, dimulai dengan Beginilah firman TUHAN dan diakhiri dengan kata penutup firman Tuhan ALLAH, hanya yang terhadap Tirus, Edom, dan Yehuda yang tidak ada kata penutup. Apa yang diungkapkan di sini adalah otoritas absolut dari TUHAN, perkataan dari Allah sendiri.

Enam negara yang dibahas oleh nabi Amos, yang pertama adalah Aram yang berada di timur laut Israel dengan Damsyik sebagai ibu kota, kedua adalah di barat daya orang Filistin dengan ibu kota Gaza, ketiga Tirus yang ada di barat laut, diikuti oleh Edom yang ada di selatan Yehuda, kemudian Amon di sebelah timur Israel, berikutnya Moab di sebelah timur Yehuda, dan akhirnya Yehuda, lalu Israel.

Setiap negara disebutkan nabi Amos dengan tiga perbuatan jahat bahkan empat, terhadap negara asing maupun Yehuda, atau Israel, tidak ada perbedaan. Bukan satu kali atau dua kali, tetapi tiga perbuatan jahat bahkan empat, artinya terus menerus, dan setiap kali makin berat, telah mencapai titik di mana tidak mungkin untuk mengampuni dan dibebaskan dari tanggungan atas dosanya, begitu banyak dosa dan kejahatan penuh berlimpah, tidak ada pengampunan.

Setiap penghakiman mencantumkan dosa-dosa masing-masing negara, dan kemudian menambahkan, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku ini menunjukkan bahwa dosa-dosa bangsa-bangsa asing ini telah membuat TUHAN tidak bisa diam saja, sehingga TUHAN mengatakan bahwa Ia tidak akan berubah pikiran, walau belum terjadi, tetapi hasilnya adalah sudah dipastikan, tidak dapat dihindarkan. TUHAN tidak menebus mereka, juga tidak membayar dosa-dosa mereka.

Terakhir nabi Amos merinci hukuman dari setiap negara, masing-masing harus berdiri di depan Allah dan mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan. Ini tidak sama dengan teologi pemahaman mereka terhadap Allah pada waktu itu: teologi yang berlaku pada saat itu adalah membatasi allah merupakan dewa dari satu negara, tidak memiliki otoritas terhadap negara lain. Aram memiliki dewa negara Aram, Filistin memiliki dewa orang Filistin, dan dewa Yehuda dan Israel adalah TUHAN (Yahweh). Nabi Amos di sini menyatakan bahwa TUHAN bukan hanya Allah Israel dan Yehuda, Dia adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Dia juga Tuhan dari bangsa-bangsa di dunia, Dia dapat menghakimi dan menghukum bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa non Yahudi ini belum menerima hukum Taurat Allah, dan Allah tidak pernah mengutus nabi di antara mereka, tetapi mereka bukan tanpa tanggung jawab moral, seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 2:14-15 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Orang-orang Yehuda dan Israel gembira dan bertepuk tangan melihat bangsa-bangsa asing itu dihukum setimpal dengan dosa-dosa mereka, tetapi ketika penghakiman secara bertahap bergerak mendekat dan akhirnya datang kepada kerajaan Yehuda serta Israel, mereka sendiri akan gentar dan ketakutan menghadapi hukuman Allah.

Renungkan:
Bagaimana Anda menanggapi formula nabi Amos yang mencantumkan penghakiman Allah (Allah berbicara → orang-orang non Yahudi melakukan dosa tiga kali bahkan empat kali → Allah menyatakan tidak akan menarik kembali keputusan-Nya → Allah mencantumkan hukuman atas bangsa-bangsa non Yahudi → ini adalah firman TUHAN)? Bagaimana umat Allah hidup di dunia yang berdosa, bagaimana tanggapan mereka atas orang berdosa dan yang ditindas dosa?

Allah mengadili dan menghukum orang-orang yang tidak mengenal-Nya, apakah ini mengingatkan orang-orang percaya untuk bekerja keras memberitakan Injil sehingga orang yang belum percaya dapat mendengar Allah yang benar dan memiliki kesempatan untuk percaya? Di antara teman dan saudara Anda, masih ada berapa banyak yang belum mengenal Allah sehingga masih terjebak dalam belenggu dosa? Berdoa mohon Tuhan memberi kekuatan agar orang percaya dapat meningkatkan pemberitaan kabar gembira Injil kepada orang yang belum percaya. Sebutkan nama orang-orang yang belum percaya yang Anda kenal, dan berdoa agar mereka dapat mengenal Tuhan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:2

「TUHAN Mengaum」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:2 [ITB])
2 Berkatalah ia: TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.

Ayat ini adalah kalimat kunci dari seluruh buku Amos, ini adalah situasi yang sangat serius dan berat, dan tidak mudah bagi orang mengalami berada di tengah-tengahnya; paruh pertama ayat ini adalah tindakan dan paruh kedua ayat ini adalah akibatnya; Bagian pertama terdiri dari dua kalimat paralel yakni TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan paruh kedua ayat ini dari dua kalimat paralel yakni keringlah padang-padang penggembalaan dan puncak gunung Karmel layu.

TUHAN (Yahweh) adalah nama Allah, Ketika Allah menemui Musa di padang belantara, Allah meminta Musa melepas sepatunya karena Allah itu kudus. Musa menanyakan nama Allah (Kel. 3:13), dan Ia menunjukkan kepada Musa bahwa Dia memiliki keberadaan kekal-Nya sendiri – Yahweh; dalam Keluaran pasal 19, orang Israel mencapai gunung Sinai, Musa naik ke atas gunung, dan ada guntur, kilat, dan awan tebal di gunung. Allah memperingatkan umat-Nya untuk tidak mendekat, juga menguduskan (dipisahkan) para imam karena Allah itu kudus, umat-Nya juga harus kudus.

Sion awalnya menunjuk gunung Ophel, Bait Suci dibangun di punggung bukit ini. Belakangan, kota Yerusalem disebut Sion, karena Bait Suci dan takhta Allah ada di sini, dan itu adalah pusat keagamaan seluruh Israel. Ya, pada saat itu Betel dan Dan menjadi pusat keagamaan negara Israel, yang didirikan oleh Yerobeam I (1 Raj. 13:26-30), tetapi ini bukan kehendak asli dari Allah, tetapi Bait Suci di Yerusalem ibukota kerajaan Daud adalah yang sesuai kehendak Allah menjadi pusat agama, dan dari Yerusalem pusat agama yang sesuai perintah-Nya Ia memperdengarkan suara-Nya kepada umat Allah.

TUHAN Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Dia adalah Allah yang berbicara (memperdengarkan suara-Nya) kepada manusia, Tuhan yang menghakimi dunia, Keselamatan manusia, dan Tuhan yang murah hati dan setia. Keempat kata kerja dalam ayat ini mengaum, memperdengarkan suara, keringlah, dan layu adalah dalam bentuk belum selesai (imperfect), menggambarkan situasi saat itu pada saat yang sama meluas ke masa depan. Di sini TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya menggarisbawahi bahwa penghakiman Allah yang serius dan berat sedang terus berlangsung; Allah sedang mengaum, dan Allah sedang berbicara. Kata mengaum sering digunakan untuk menggambarkan suara singa yang mengaum ketika lapar atau ketika memperoleh mangsanya (Amos 3:4), ketika raja binatang mengaum, seluruh hutan bergetar, dan semua binatang buas di hutan akan ketakutan dan melarikan diri ke padang belantara (Amos 3:8). Memperdengarkan suara adalah menggunakan suara guntur di alam untuk menggambarkan dinyatakannya kemuliaan dan kuasa Allah dalam penghakiman, yang membuat orang gentar dan takut.

Padang-padang penggembalaan mengacu pada tempat tinggal para gembala, bisa merujuk ke kampung halaman nabi Amos, di bawah pengaruh kemarau kering, rumput mengering, dan kehidupan para gembala penuh kesulitan membuat padang-padang penggembalaan penuh kesedihan (lih. ITL murunglah, KJV mourn / bersedih, ITB menggunakan kata keringlah), tanah selatan bersedih karena penghakiman Allah. Karmel dalam bahasa Ibrani artinya taman bunga atau kebun buah, dan Gunung Karmel terletak di Israel utara, dekat pantai Mediterania, gunung ini berkecukupan air hujan, tanah subur, pohon-pohon tumbuh dengan subur, tempat menanam pohon zaitun, anggur dan berbagai tanaman lainnya. Tapi sekarang puncak gunung Karmel kering, pemandangan kekeringan ekstrem, dan telah menyebar dari padang rumput penggembalaan di tanah selatan ke puncak gunung di utara. Rentang penghakiman yang luas dan membawakan efek sangat besar. Di bawah kondisi yang sangat kering, suara Allah terdengar seperti guntur, tetapi guntur tidak membawa air hujan yang membawa kelembapan, hanya suara guntur yang kering, karena banyak negara telah berulang kali berbuat dosa, kesabaran TUHAN telah mencapai puncaknya, dan penghakiman yang keras segera datang.

Renungkan:
Pada hari-hari ketika laut tenang dan damai, nabi Amos membawakan berita penghukuman Allah seperti auman singa dan guntur, dan menunjukkan bahwa akibatnya adalah penghancuran di mana-mana, pada saat itu, orang-orang Israel, orang-orang Yehuda, ataupun orang-orang di dunia tidak memperhatikan, dan tidak menanggapi. Apakah situasi di negara kita saat ini terdapat fenomena seperti kesedihan padang penggembalaan dan layunya puncak gunung Karmel? Dalam aspek ekonomi? Keretakan dalam masyarakat? Atau bahkan keretakan dalam gereja? Apakah Anda melihatnya? Bagaimana orang percaya hendak memberi tanggapan respons kepada Allah?

Suara Allah memperdengarkan penghakiman mulai dari di Bait Suci Yehuda di selatan sampai ke Israel di utara, menyiratkan bahwa melayani Allah harus dilakukan sesuai dengan kehendak dan instruksi Allah, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan politik dan sosial, apakah ini memberikan peringatan kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 47:1-7

「Nubuat atas Filistin」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 47:1-7 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza.
2 Beginilah firman TUHAN: Lihat, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir, membanjiri negeri serta isinya, kota serta penduduknya. Manusia akan berteriak, dan seluruh penduduk negeri akan meratap, 3 mendengar bunyi derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya. Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas, 4 oleh karena telah tiba harinya untuk membinasakan semua orang Filistin, dan melenyapkan bagi Tirus dan Sidon setiap penolong yang masih tinggal. Sungguh, TUHAN akan membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor.
5 Gaza telah menjadi gundul, Askelon telah menjadi bungkam; hai Asdod, sisa orang Enak, berapa lama lagi engkau menoreh-noreh diri?
6 Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! 7 Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!

Yer. 47:1-7 adalah pesan kedua yang Yeremia nyatakan kepada bangsa-bangsa lain, ditujukan kepada orang Filistin. Orang-orang Filistin awalnya adalah sekelompok orang yang hidup mengandalkan laut yang tinggal pulau Kaftor, sekarang disebut pulau Kreta, mereka kemudian pindah ke pesisir pantai Palestina dan menduduki dataran Yehuda di Laut Mediterania. Setelah orang Israel menaklukkan tanah perjanjian, mereka selalu membawa banyak gangguan dan kesulitan kepada orang Israel. Orang Filistin memiliki lima kota (lih. Yosua 13:3; 1 Sam. 6:4, 18).Gaza dan Ashkelon adalah dua di antaranya.

Setiap kali orang Filistin kuat, mereka akan memperluas dan menyerang tempat-tempat milik Yehuda. Di masa awal banyak hakim dan raja Israel melawan agresi orang Filistin, seperti Simson, Samuel, Saul, dan Daud dll. Pada akhirnya, orang Filistin ditundukkan oleh raja Daud dan menjadi bawahan Yehuda (2 Sam. 8:1). Tetapi di era ketika Israel terpecah menjadi kerajaan Utara dan Selatan, orang Filistin dapat meninggalkan kendali Yehuda dan mendapatkan kembali kedaulatan.

Yer. 47:1 mengatakan Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza. Meskipun teks itu tidak memberikan tanggal pasti nubuat itu, di dalam nubuat ini disebutkan Askelon akan musnah, dan memang Askelon dihancurkan oleh Nebukadnezar pada akhir 604 SM, jadi mungkin nabi Yeremia mengumumkan nubuat ini adalah pada tahun609 SM ketika Firaun Mesir sekalian menyerang Gaza saat melewati tanah Filistin dalam perjalanan mereka menuju ke utara untuk bertempur dengan orang Babel.

Adapun hari penggenapan nubuat ini, mungkin pada tahun 605 SM. Pada saat itu, untuk mencegah Babel meluaskan kekuasaannya di Palestina dan mempengaruhi kepentingan nasionalnya, maka Mesir mengirim pasukan untuk menyerang Babel. Akibatnya, ia dikalahkan di Karkemis (lih. 46:2). Kemudian tentara Babel pergi ke selatan juga menyerang orang Filistin, membuat kerusakan besar, sebagaimana dicatat dalam pasal ini.

Ayat 3 memakai kata-kata derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya untuk menggambarkan betapa hebatnya pasukan Babel. Reaksi orang Filistin adalah bahwa Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas. Ini adalah deskripsi tentang ketakutan dan ketidakberdayaan yang ekstrem.

Teks puisi ini, menggambarkan kota-kota orang Filistin, akan dihancurkan oleh musuh-musuh dari utara seperti banjir, yakni oleh orang Babel, yang akan menjadi alat Allah untuk menghukum orang Filistin. Kitab Suci mengatakan membinasakan semua orang Filistin, … membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor (ayat 4). Penghakiman Tuhan seperti air bah besar yang menghancurkan sampai puncak tertinggi, membawa kehancuran yang total dan menyeluruh.

Dalam ayat 6 ada suara berseru, Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah Seruan siapa ini? Mungkin itu adalah seruan orang-orang Filistin di kota Gaza dan Askelon, atau nabi Yeremia yang melihat keadaan tragis mereka, memohon ampun kepada Allah untuk hentikan pedang. Tetapi tidak peduli siapa yang berteriak, pedang dan kehancuran tidak berhenti, karena ayat 7 mengatakan, Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya (ayat 7), penghakiman Allah terhadap orang Filistin di kedua kota Gaza dan Ashkelon adalah keras dan tidak ada belas kasihan. Jelas betapa besar dosa kedua kota itu di mata Allah.

Renungkan:

Kota-kota dan orang-orang yang ditentukan oleh Allah untuk menerima penghakiman dan penghancuran sangat mengerikan! Seperti apakah keadaan masyarakat dan kelompok tempat Anda tinggal sekarang di mata Tuhan? Adakah kebenaran dan kekudusan yang diinginkan Tuhan? Adakah kejahatan dan dosa yang dibenci Tuhan?
Tolong doakan masyarakat dan kelompok di mana Anda tinggal!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 30:18

「TUHAN Menanti-nantikan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:18 [ITB])
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Di sini Kitab Suci menggunakan dua kata 「Sebab itu」 sebagai kalimat keseimbangan (mayoritas versi Inggris yang menerjemahkan lebih literal ASV, ESV, RSV, KJV sebagai 「therefore」, namun tidak diekspresikan dalam terjemahan yang lebih fungsional). Terjemahan literal dari teks asli adalah seperti ini: 「oleh karena itu TUHAN pasti menunggu dan menyediakan engkau; oleh karena itu Ia pasti bangkit dan berbelaskasih pada engkau」, dan terjemahan literal dari kalimat berikutnya adalah 「sebab Tuhan adalah Allah yang adil benar, diberkati semua orang yang menunggu Dia!」Dua kalimat ini menunjukkan bahwa TUHAN menunggu dan meminta manusia menunggu sebagai tanggapan! Kata 「menunggu」 memiliki makna harapan atau percaya penuh harapan. Karena orang Israel tidak tertarik untuk percaya penuh harapan (atau menunggu) atas keselamatan Tuhan, mereka hanya tertarik untuk membentuk aliansi dengan Mesir, oleh karena itu nabi Yesaya menyatakan dalam ayat 18 bahwa TUHAN akan menunggu, yakni bahwa TUHAN melihat bahwa orang Israel tidak tertarik pada diri-Nya, bahkan murtad meninggalkan Dia, seharusnya segera diadili. Namun, Tuhan tidak segera menghakimi mereka, tetapi dengan sarkastik menanggapi orang Israel dengan 「menunggu」, menyatakan bahwa ketika orang Israel memilih untuk tidak 「menunggu」 TUHAN, maka TUHAN terlebih menanggapi dengan 「menunggu」 sampai suatu hari orang Israel tahu belajar untuk 「menunggu」.

「Penantian」 TUHAN menggambarkan kesabaran dan lapang dada-Nya, Dia tidak segera membalas karena persekutuan antara Israel dan Mesir, juga tidak segera menjatuhkan bencana untuk menghakimi orang Israel. Dia mengharapkan orang Israel untuk mengerti bahwa Dia masih memiliki harapan atas orang Israel. Bahkan jikalaupun tidak ada diri-Nya di hati orang Israel, Dia terus 「menunggu」 sampai orang Israel mau 「menunggu」 lagi. Bagian yang paling menarik dari ayat ini adalah bahwa di satu sisi TUHAN 「menunggu」, di sisi lain terus-menerus 「menyediakan」, dan dengan membawa hati penuh 「belas kasih」, dan menyatakan 「kebenaran keadilan」 Allah, ini benar-benar memaparkan bahwa 「adil benar」 dan 「belas kasih」 yang tampaknya merupakan dua hal tidak bersesuaian untuk berdampingan, justru di dalam mata TUHAN adalah sifat yang saling mendukung satu sama lain. Di satu sisi TUHAN adalah 「adil benar」, Dia dengan 「keadilan kebenaran」 Dia 「menunggu」, agar di dalam proses orang Israel belajar untuk 「menunggu」 akan TUHAN . Di sisi lain, dalam proses 「menunggu」 Dia tiada henti menyediakan dan memberkati, menunjukkan bahwa Allah tidak menyerah tidak meninggalkan, juga menjelaskan bahwa 「adil benar」 dan 「kasih sayang」 adalah dua sisi mata uang. Kasih tanpa kebenaran adalah pemanjaan yang menenggelamkan, dan kebenaran tanpa kasih adalah kejam.

Renungkan:

Penantian manusia dapat mengakhiri penantian Allah, berdoa agar kita semua dapat bertobat dan kembali lagi menantikan TUHAN. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yesaya 24:17-23

「Penghakiman dan Keselamatan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 24:17-23 [ITB])
17 Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! 18 Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi. 19 Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing. 20 Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.
21 Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi. 22 Mereka akan dikumpulkan bersama-sama, seperti tahanan dimasukkan dalam liang; mereka akan dimasukkan dalam penjara dan akan dihukum sesudah waktu yang lama. 23 Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

Yes. 24:17-23 dapat dibagi menjadi dua bagian, paragraf pertama adalah ayat 17-20, dan paragraf kedua adalah ayat 21-23. Paragraf pertama terutama menggunakan penggambaran yang berbeda untuk menjelaskan kehancuran seluruh bumi dan menjelaskan penghakiman Allah; paragraf kedua terutama menggambarkan Allah sebagai Raja di Sion dan keselamatan dari Allah; ayat 21 adalah titik balik perpindahan paragraf.

Paragraf pertama (ayat 17-20) menggunakan penggambaran penyingkapan dari Surga untuk mengilustrasikan penawanan yang akan dihadapi oleh orang Israel, menunjukkan bahwa penawanan termasuk dalam jenis pengalaman anti-penciptaan (pembalikan dari penciptaan), dan juga kembali ke sesuatu keadaan yang penuh kekacauan. Kitab Suci menggunakan gambar tingkap-tingkap langit yang terbuka dan tanah yang berguncang (ayat 19) untuk mengingatkan pembaca akan kisah banjir Bahtera Nuh. Kisah ini menunjukkan penghakiman atas orang fasik, dan pada saat yang sama membawa keselamatan bagi keluarga Nuh. Dapat dilihat bahwa penghakiman dan keselamatan terjadi pada saat yang sama, agar kita memahami bahwa penghakiman Allah juga membawakan keselamatan, dan bahwa keselamatan Allah juga membawa serta penghakiman.

Paragraf kedua (ayat 21-23) berfokus pada TUHAN pasti akan menjadi Raja di Gunung Sion pada hari itu (ayat 23). Kekuasaan-Nya mencakup hukuman atas raja-raja di bumi (ayat 21). Sebenarnya, ini menubuatkan kejatuhan kerajaan Babel, sehingga orang Israel yang ditawan dapat pulang kembali. Dengan demikian, nabi Yesaya selain menubuatkan penawanan (ayat 17-20), juga menubuatkan kepulangan kembali (ayat 21-23), yang pertama adalah penghakiman bagi orang Israel, yang kemudian adalah keselamatan, ayat 21 yang di tengah adalah titik balik dari penghakiman dan keselamatan.

Ayat 21 dimulai dengan 「pada hari itu」, ini menunjuk hari akhir itu yang adalah hari penghakiman, juga merupakan hari keselamatan Tuhan. Oleh karena itu, 「pada hari itu」 adalah titik gabungan penghakiman dan keselamatan! Kita takut menghadapi penghakiman Allah karena kita takut bahwa Allah akan menghukum kita. Siapa sangka bahwa hari penghakiman juga membawa keselamatan, dalam kitab Yesaya tidak ada penghakiman tanpa keselamatan, dan tidak ada keselamatan tanpa penghakiman. Di satu sisi, kita tidak boleh memandang enteng dosa kita, menyangkal kesalahan kita, lalu meminta Tuhan untuk menyelamatkan; di sisi lain, kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri dan mengasihani diri sendiri, menganggap diri kita sebagai orang berdosa terbesar, tetapi justru mengabaikan anugerah keselamatan Allah.

Renungkan:

Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang menunjuk pada hari akhir, pandangan kita tentang waktu adalah garis lurus (bukan siklus tanpa akhir) yang menunjuk pada penghakiman dan keselamatan yang akan datang pada hari akhir. Selama kita memegang erat pedoman kehidupan ini, terlebih lagi hari ini kita dapat memperbaiki perilaku dan keputusan kita berdasarkan keyakinan hari akhir, membuat hidup kita penuh harapan. Dengan demikian, ketika 「pada hari itu」 yang kita doakan datang, Allah pasti akan menghakimi orang fasik dan membela orang yang tertindas, Allah akan menyelamatkan orang benar, membuat orang yang menderita dan ditawan mendapat kepulangan kembali. Sebelum hari itu tiba, mari kita berdoa agar hidup kita dapat dilalui dengan iman, harapan, dan kasih sampai kita bertemu Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Wahyu 8:13-9:11

「Racun dan Belenggu Dosa」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 8:13-9:11 [ITB])
13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: 「Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.」
9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. 3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. 5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, 8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, 9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan. 10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. 11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Ayat 8:13 adalah bagian terakhir dari pasal 8, sekilas ini terlihat seperti akhir dari sangkakala 1 hingga 4 di paragraf sebelumnya, tetapi sebenarnya adalah pengantar dari teks di bawahnya, karena berdasarkan ayat ini, burung nasar di udara mengumumkan dengan keras: 「Celaka, celaka, celakalah …」 Tiga kali seruan 「celaka」 tepat merupakan pengantar bagi tiga sangkakala berikutnya. Ayat ini secara terbuka menyatakan bahwa sangkakala yang tersisa ditujukan kepada 「mereka yang diam di atas bumi」 — 「yang diam di atas bumi」 adalah frasa yang sering dipakai dalam kitab Wahyu, merujuk pada mereka yang menjadi milik dunia, keras hati, tidak mau percaya, dan pemberontak (Why. 6:10, 15; 11:10; 13:8, 12, 14; 17:2, 8, 18; 18:3, 9, 11, 23; 19:19).

Setelah pengantar ayat 8:13, adalah pasal 9 yang menggambarkan malaikat kelima dan keenam meniupkan sangkakalanya (9:1-11, 9:12-21). Hari ini kita membaca sangkakala kelima. Batas bagian ini sangat jelas, karena awal dan akhir saling korespondensi, di ayat 9:1 dan 9:11, menyebutkan 「lobang jurang maut.」 Jurang maut ini adalah tempat di mana roh-roh jahat dipenjara dalam tradisi Yahudi (lih. Luk. 8:31), dan juga merupakan tempat kekuatan jahat (lih. sastra Yahudi kitab 1 Henokh 6-9). Adapun bintang yang muncul di awal, ia sama dengan bintang sebelumnya yang disebut Absintus (Why. 8:11). Ia adalah malaikat yang jatuh dari langit, di bawah kedaulatan Allah, ia diberikan kunci untuk membuka lobang jurang maut (9:1), maka 「malaikat jurang maut」 disebutkan di akhir (9:11), ia adalah raja kekuatan jahat, kepala malaikat yang jatuh, Setan!

Ketika jurang maut dibuka, keluar asap yang berasal dari jurang sumber kejahatan, seperti asap tungku besar, yang membuat matahari dan langit gelap (9:2). Tungku api ini, dan gelapnya hari ini adalah metafora penghakiman (lih. Yoel 2:10, 31; 3:15), metafora ini mengambarkan keadaan sangat nyata akhir zaman, yaitu: di bawah penghakiman Allah, Setan menyerang dunia, membutakan orang-orang keras kepala yang ada di bumi dengan kejahatan, seperti kalajengking meracuni mereka, sebagaimana namanya Abadon atau Apolion (9:11), artinya hendak membuat orang 「hancur binasa」 (destruction).

Di bagian tengah paragraf ini, ayat 3 – 10, adalah deskripsi terperinci dari situasi konkret akhir zaman ini. Di sini menggunakan wabah belalang untuk menggambarkan kerusakan yang disebabkan oleh kuasa jahat, ini perlu dipahami dari sudut pandang metaforis, karena ayat 4 menyatakan bahwa belalang tidak boleh merusak rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, tetapi hanya boleh merusakkan 「manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya,」 dapat dipahami itu bukan belalang yang sesungguhnya, tetapi bencana penghakiman yang ditujukan pada diri orang-orang murtad pemberontak. Bayangkan bahwa orang-orang di dunia dibelenggu oleh dosa, terjebak kepahitan dan penderitaan yang mereka alami, bukankah membuat orang merasa putus asa, atau bahkan lebih baik mati (ayat 6)? Belalang ini seperti kuda perang, memakai mahkota emas, dan baju besi (ayat 7-9), bukankah itu menggambarkan adegan kekejaman pertempuran dan kekerasan yang dipicu oleh kejahatan?

Wabah belalang juga merupakan salah satu dari sepuluh bencana di Keluaran dari Mesir. Ini membuat kita mengerti bahwa perang akhir zaman ini seperti keluaran dari Mesir, dan akhirnya adalah keselamatan. Tuhan berperang melawan Setan dan menyelamatkan umat-Nya keluar, maka kita tidak ingin tinggal di Mesir dan menjadi apa yang disebut 「mereka yang diam di atas bumi」(8:13) sehingga dibelenggu oleh Firaun, dibutakan dan diracuni oleh Setan. Belalang biasanya hanya hidup selama lima bulan (ayat 10), mewakili bahwa orang-orang di tanah terluka oleh kejahatan, mungkin tidak sampai mati maka hendaknya mereka harus cepat-cepat bertobat. Jangan biarkan yang jahat dan kepahitan menjerat Anda dan mendorong Anda sampai mencapai titik keputusasaan dan kepunahan.

Renungkan:

Orang-orang dibuat sengsara oleh yang jahat. Hal-hal semacam itu ada di mana-mana — penyalahgunaan obat-obatan, kesombongan, penyiksaan, perjudian, tidak tahu berterima kasih, tidak peduli tanggung jawab, dan sebagainya. Melihat sekeliling masyarakat ini atau orang yang saya kenal, apakah ada situasi seperti itu? Kerabat dan teman mana yang sudah terperangkap dalam serangan Setan dan perlu saya doakan?

Apakah saya sudah jatuh ke dalam yang jahat? Sudahkah bertobat dari dosa? Pernahkah saya terlibat dalam dosa orang lain, dan terkena penderitaan? Apakah oleh karena itu jadi mengenali wajah Setan dan belajar untuk hidup menjaga kekudusan diri sendiri dan waspada?


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 1 – 10 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan Desember 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.