Tag Archives: Kitab Zefanya

Zefanya 3:9-20

「Tidak Perlu Takut Lagi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 3:9-20 [ITB])
9 Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.

14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 18 seperti pada hari pertemuan raya. Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela. 19 Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi. 20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka, firman TUHAN.

Tidak perlu takut. Ia membarui engkau dalam kasih-Nya

Paragraf terakhir dari kitab Zefanya memiliki perubahan signifikan dari berita yang dibawakan sebelumnya. Isi dari 1:2-3:8 semuanya terkait dengan penghakiman, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melakukan penghakiman atas seluruh bumi, serta penghakiman atas Yehuda dan Yerusalem, tetapi paragraf terakhir ini tiba-tiba berubah membawakan harapan kebangkitan. Perubahan ini mencerminkan kehendak TUHAN dalam sejarah, karena tujuan akhir-Nya bukanlah penghakiman, tetapi keselamatan. Penghakiman adalah sarana yang harus digunakan Allah untuk menggenapkan keselamatan. Allah itu adil benar dan kudus, jadi Dia harus menyingkirkan semua ketidakbenaran dan kenajisan di dunia sebelum keselamatan-Nya bisa datang kepada manusia. Ada beberapa aspek dalam paragraf ini yang perlu kita perhatikan.

Pertama, anugerah yang menyelamatkan ini adalah untuk semua bangsa. Ayat 3:9 dengan jelas menyatakan bahwa TUHAN akan mengubah semua bangsa-bangsa dan memberi mereka bibir yang bersih. Ini mungkin berarti bahwa Dia ingin memulihkan situasi sebelum peristiwa menara Babel sehingga semua orang dapat menggunakan bahasa yang sama. Karena dalam keselamatan di masa depan, dosa-dosa dunia telah dihapuskan, sehingga tidak akan lagi seperti keadaan menara Babel ketika orang berpikir dapat membandingkan dirinya dengan Allah, tetapi dengan rendah hati memanggil nama TUHAN (Yahweh) dan bersatu hati satu sama lain untuk melayani Dia. Bahkan mereka yang tersebar di mana-mana, yang jauh di Cush Etiopia, juga dapat membawa persembahan kepada TUHAN.

Kedua, ayat 3:11-13 dengan lebih jelas menggambarkan bahwa pada hari keselamatan TUHAN, kesombongan, kebohongan, dan tipu daya manusia akan dihilangkan, dan karenanya orang dapat hidup dengan aman, dan tidak ada yang akan menakut-nakuti mereka. Pada hari itu, kita semua akan bernyanyi, bersorak, dan penuh sukacita dan kegembiraan, karena TUHAN akan menjadi Raja kita, dan Dia telah menghapuskan penghakiman atas diri kita, dan juga mengusir musuh kita, sehingga kita yang adalah umat milik-Nya tidak perlu lagi takut.

Terakhir, ayat 3:17, tidak hanya menunjukkan keselamatan yang kuat dari TUHAN, tetapi juga Ia membarui kasih-Nya terhadap kita. Frasa membaharui engkau dalam kasih-Nya ada beberapa kemungkinan penerjemahan:
1) Makna yang digunakan dalam terjemahan ITL atau CUV dengan kasih-Nya Iapun akan berdiam (KJV he will rest in his love) yang berarti bahwa cinta kasih TUHAN adalah diam tenang, kini tidak diperlukan penghukuman lagi, dan sehingga orang dapat menikmati kedamaian dalam cinta kasih ini.
2) Penjelasan lain adalah merujuk pada kata kerja yang akar katanya sama dalam skrip Ugali, yang menyatakan ukiran, yang mungkin berarti bahwa TUHAN ingin cinta kasih-Nya menjadi tanda dalam hidup kita;
3) Lebih mungkin adalah merujuk pada terjemahan LXX Yunani kuno (terjemahan ITB sesuai LXX) yang maknanya mengungkapkan pembaruan. Makna ini tampaknya lebih masuk akal dalam konteks kelompok 12 kitab nabi-nabi, kasih TUHAN untuk Israel adalah pesan utama dalam kitab Hosea, yang juga merupakan topik pembicaraan yang diajukan di awal kitab Maleakhi. Dalam kerangka ini, Zefanya menunjukkan bahwa di hari TUHAN melaksanakan keselamatan, cinta kasih-Nya akan kembali datang ke tengah-tengah umat milik-Nya, sehingga kita di dalam kasih yang membarui ini tidak perlu takut lagi.

Renungkan:
Berdoa kiranya hari keselamatan TUHAN (Yahweh) datang, dan kiranya Tuhan mengubah kesedihan kita menjadi sorak-sorai.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 3:1-8

「Celakalah Kota Ini」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 3:1-8 [ITB])
1 Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! 2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap. 3 Para pemukanya di tengah-tengahnya adalah singa yang mengaum; para hakimnya adalah serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari. 4 Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat. 5 Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu! 6 Aku telah melenyapkan bangsa-bangsa; menara-menara penjuru mereka telah musnah. Aku telah merusakkan jalan-jalannya, sehingga tidak ada orang yang lewat. Kota-kota mereka telah ditanduskan, sehingga tidak ada orang dan tidak ada penduduk. 7 Aku sangka: Tentulah ia sekarang akan takut kepada-Ku, akan mempedulikan kecaman dan segala yang Kutugaskan kepadanya tidak akan lenyap dari penglihatannya. Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka.

8 Oleh karena itu tunggulah Aku — demikianlah firman TUHAN — pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.

kota ini seharusnya kudus

Zefanya yang sebelumnya memindahkan pandangannya kepada penghakiman kepada bangsa-bangsa-bangsa, di perikop ini ia beralih kembali kepada Yerusalem, dan menyebutnya sebagai kota pemberontak, cemar, kota yang penuh penindasan, Zefanya menyerukan peringatan dan kecaman terhadap Yehuda. Di ayat 3:2-4 nabi Zefanya dengan lebih jelas menggambarkan tiga kecaman terhadap mereka tersebut.

Ayat 3:2 menunjukkan ketidaktaatan mereka, dan menggunakan serangkaian empat tidak untuk mencerminkan masalah mereka. Dua yang pertama adalah aspek perilaku, dimulai dengan kata tidak untuk menunjukkan bahwa mereka tidak mematuhi perintah dan nasihat pengajaran. Di bagian paruh kedua dari ayat ini, TUHAN dan Allahnya diletakkan di depan, barulah kemudian menunjukkan bahwa mereka tidak percaya kepada TUHAN dan tidak mendekat kepada Allah, dengan sangat kuat mengekspresikan kepada Siapa pemberontakan mereka itu.

Ayat 3:3 adalah deskripsi penindasan mereka. Nabi Zefanya menggambarkan pemimpin mereka bagaikan singa yang mengaum, dan hakim mereka bagaikan serigala di malam hari. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang melakukan penilaian yang benar di antara rakyat, tetapi mereka menggunakan kekuasaan mereka untuk menggelapkan harta benda rakyat, atau bahkan tidak menyisakan sedikitpun.

Ayat 3:4 menjelaskan kekotoran cemar mereka, karena para pemimpin agama mereka tidak bertindak sesuai dengan tugas mereka. Memang sudah tugas mereka dengan jelas menunjukkan kehendak Allah sesuai dengan isi wahyu-Nya, tetapi sekarang mereka memberitakan kata-kata yang sia-sia dan menipu (lihat ITL Segala nabinya itu angkara dan orang penipu yang tiada tahu malu), seperti laut yang berombak-ombak, tanpa dasar. Mereka seharusnya memimpin orang untuk menyembah TUHAN sesuai dengan perintah hukum, tetapi sekarang mereka telah menjadi pelanggar hukum, memperkosa hukum Taurat, sehingga tempat itu seharusnya adalah kota suci, telah menjadi kota yang kecemaran kotor.

Kontras dengan kota yang menindas, memberontak, dan kotor ini, TUHAN (Yahweh) menyatakan kebenaran-Nya di antara mereka setiap hari. Kebenaran TUHAN harus membuat orang malu dan memimpin mereka untuk bertobat, berputar kembali, tetapi nabi Zefanya menunjukkan bahwa mereka masih tak tahu malu. Oleh karena itu, Zefanya menyatakan bahwa TUHAN telah memulai penghakiman terhadap bangsa-bangsa sebagai peringatan bagi Yehuda. Ini mungkin merujuk pada kebangkitan Babel pada akhir abad 7 SM, secara bertahap menginvasi negara-negara di daerah Timur Dekat, dan bahkan mengalahkan Asyur, kekuatan terbesar pada saat itu. Setelah peringatan ini, TUHAN mengeluarkan panggilan bertobat kepada mereka, meminta mereka untuk hormat gentar akan Dia dan menerima teguran pengajaran-Nya. Tetapi orang-orang di kota ini terus menjalani kehidupan rusak mereka, dan pada akhirnya menyebabkan penghakiman TUHAN terhadap mereka. Api murka-Nya akan dicurahkan, dan api kecemburuan-Nya akan membakar seluruh bumi.

Ayat 3:8 adalah pengumuman yang serius. Jika teks bahasa aslinya diterjemahkan secara literal, kalimat ini dimulai dengan Oleh karena itu, kamu sekalian harus menunggu-Ku. Ini yang dikatakan TUHAN (lihat ITB Oleh karena itu tunggulah Aku, demikianlah firman TUHAN.) Kata oleh karena itu diawal kalimat penting untuk mengungkapkan bahwa ini adalah hasil dari peringatan di atas, pembaca perlu merenungkan dan merespons dengan serius.

Renungkan:
Kita perlu mengalihkan pandangan dari Yerusalem ke tempat di mana kita berada untuk merenungkan. Di mana pun kita tinggal, kita mungkin melihat penindasan, pemberontakan, dan kecemaran di antara kita. Kita harus kembali ke hadapan Tuhan, dengan rendah hati menerima peringatan pengajaran-Nya, hormat takut akan Dia, dan menunggu-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 2:4-15

「Meninggikan Diri akan Direndahkan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 2:4-15 [ITB])
4 Sebab Gaza akan ditinggalkan orang dan Askelon akan menjadi sunyi; Asdod akan dihalau penduduknya pada rembang tengah hari dan Ekron akan dibongkar-bangkirkan. 5 Celakalah kamu penduduk Daerah Tepi Laut, kamu bangsa Kreti! Terhadap kamulah firman TUHAN ini: Hai Kanaan, tanah orang Filistin! Aku akan membinasakan engkau, sehingga tidak ada lagi pendudukmu. 6 Daerah Tepi Laut akan menjadi tempat kediaman bagi gembala-gembala dan kandang berpagar bagi kambing domba. 7 Daerah Pinggir Laut akan menjadi kepunyaan sisa-sisa kaum Yehuda. Mereka akan merumput di sana dan berbaring di rumah-rumah Askelon pada malam hari; sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.

8 Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup–demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel–maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan. 10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.

12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku.

13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain! Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

… menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi …

Dalam perikop ini, nabi Zefanya menunjukkan bahwa bangsa-bangsa di sekitarnya juga akan menghadapi penghukuman karena dosa-dosa mereka. Perkembangan ini menggemakan berita yang telah Zefanya sampaikan di ayat 1:2-3, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman atas seluruh bumi. Poin ini juga akan diulangi lagi di ayat 3:6-8, sehingga hukuman atas Yehuda harus didasarkan pada latar belakang penghakiman Allah atas di seluruh bumi. Negara-negara yang tercantum di sini mungkin mencerminkan negara-negara di daerah Timur Dekat pada akhir abad 7 SM, mereka semua akan dikalahkan oleh Babel satu per satu setelah kebangkitan Babel.

Yang pertama dalam daftar penghakiman adalah negara-kota dan suku bangsa di daerah pesisir. Ayat 2:4 Dengan cara pengucapan yang berirama, mengumumkan penghakiman atas empat kota di pesisir dari selatan ke utara, penghakiman yang akan dihadapi setiap kota dalam pengucapannya mirip dengan nama kota. Jadi fokusnya mungkin bukan pada apa yang akan terjadi pada empat kota ini, tetapi hendak menunjukkan bahwa mereka akan mengalami penghakiman yang sebagaimana yang seharusnya mereka terima. Kota-kota pesisir ini pada awalnya padat penduduk dan kaya akan kegiatan perdagangan, pada masa itu mereka termasuk tempat yang punya kekuasaan kuat, tetapi di bawah penghakiman mereka menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Dalam 2:7, nabi Zefanya secara khusus menyebutkan sisa-sisa Yehuda dan bahwa TUHAN akan membawa mereka kembali dari pembuangan, sehingga dalam hukuman yang menyeluruh atas muka bumi ini mereka masih tetap memiliki harapan.

Dalam 2:8-11, nabi Zefanya berpindah fokus dari kota-kota pesisir barat beralih kepada Moab dan Amon di timur. Menurut kitab Kejadian, orang Moab dan Amon merupakan keturunan Lot (keponakan Abraham), tetapi sepanjang sejarah mereka terus memusuhi Israel. Kitab Suci berulang kali menunjukkan kesombongan mereka, menghina umat milik TUHAN Allah semesta alam, dan memamerkan kebanggaan mereka. Penghakiman TUHAN atas mereka adalah bahwa tanah mereka dihancurkan sepenuhnya seperti Sodom dan Gomora, menjadi hanya padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (KBBI: Jeruju adalah tumbuhan semak yang batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam). Ayat 2:9 menyebutkan sisa-sisa umat-Ku dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku, sekali lagi kepada pembaca menunjukkan adanya pengharapan dalam penghakiman.

Ayat 2:12-15, nabi Zefanya bergerak dari negara-negara di dekat Yehuda di timur dan barat Yehuda beralih ke utara dan selatan yang agak jauh. Terhadap Cush di selatan, hanya ada pernyataan sederhana, tetapi terhadap Asyur di utara, terdapat deskripsi yang lebih rinci. Khususnya dalam ayat 15 yang menuliskan sikap di dalam hati mereka: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain selain aku! jelas mencerminkan peninggian diri mereka. Asyur adalah negara terbesar di daerah Timur Dekat di masa akhir abad 8 hingga akhir abad 7 SM, dan semua bangsa dan kerajaan berada di bawah kuasa pengaruhnya. Yehuda tidak lepas dari kendali kekuasaan Asyur sampai zaman Yosia. Mereka memiliki kekuatan militer yang kuat, dan ibukota Niniwe memiliki pertahanan yang sangat baik, tetapi dalam penghakiman TUHAN, mereka masih tidak dapat melepaskan diri dari kehancuran.

Renungkan:
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa banyak negara yang berpikir mereka kuat dan memiliki kekuatan perdagangan, politik, dan militer yang sangat kuat, tetapi semua telah dihapuskan dalam penghakiman TUHAN dan menjadi objek tertawaan saja. Yesus Kristus pernah berkata, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11), semoga kita semua dapat belajar menjadi rendah hati dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 1:14-2:3

「Mungkin akan Terlindung」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:14-2:3 [ITB])
1:14 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis. 15 Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, 16 hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. 17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. 18 Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.
2:1 Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Paruh pertama perikop ini, yakni 1:14-18, menggambarkan situasi hari TUHAN (Yahweh) yang datang mendekat, yang membuat kita dengan sangat kuat merasakan ancaman hari ini. Bagian kedua perikop, yakni 2: 1-3, merupakan seruan kepada orang-orang.

Dalam teks bahasa asli, kata dekat merupakan kata pertama, dan segera diulangi dalam kalimat berikutnya dan ditambahkan cepat sekali sebagai pelengkap, yang sangat kuat mengungkapkan mendesaknya waktu yang mendekat. Oleh karena itu, bukan lagi menubuatkan penghakiman Tuhan yang datang di masa depan, tetapi penghakiman ini telah datang di depan pintu dan akan segera terjadi. Mengikut setelah peringatan ini, nabi Zefanya menggunakan serangkaian kata untuk menggambarkan sifat hari ini, yakni kegemasan, kesusahan, kesulitan, kemusnahan, kegelapan suram, berawan kelam, peniupan sangkakala dan pekik tempur, menunjukkan pengaruh apa yang dibawakan hari itu. Di sini yang tercantum adalah enam hari, mungkin bermaksud membuat pembaca untuk memikirkan enam hari ketika Allah menciptakan dunia. Penciptaan Allah adalah membangun dan memberkati, tetapi enam hari yang disebutkan di sini bersifat merusak dan kutukan, seolah-olah Allah ingin menghapus pekerjaan ciptaan Dia.

Setelah orang melakukan kejahatan, tidak hanya harus menghadapi konsekuensi hasil kejahatan kita, tetapi yang lebih penting, kita perlu menghadapi murka Allah. Karena kejahatan itu tidak hanya menyinggung orang, bukan hanya melanggar aturan hukum yang ditetapkan di antara manusia, tetapi kejahatan itu sebenarnya melanggar Allah serta menghancurkan hubungan antara Allah dan manusia. Oleh karena itu, di ayat 1:17 (CUV, BIMK Aku akan mendatangkan banyak bencana … atau ITB Aku akan menyusahkan manusia …) nabi Zefanya menunjukkan bahwa bencana-bencana ini semakin dekat karena mereka telah melanggar TUHAN, dan pada hari murka TUHAN (hari kegemasan TUHAN), segala emas, perak, kekuasaan mereka, tidak dapat menyelamatkan diri mereka, karena api kecemburuan TUHAN akan membakar habis seluruh bumi. Meski begitu, ayat 2:1-3 menunjukkan bahwa Allah masih akan memberi orang kesempatan untuk berbalik.

Ayat 2:1 dua kali mengulangi panggilan berkumpul di satu tempat di awal ayat 1, lihat KJV Gather yourselves together, yea, gather together, sedangkan terjemahan Mandarin CUVR karena cara ungkapan dalam bahasa Mandarin sehingga terpaksa menempatkan kedua panggilan perintah ini di akhir ayat 1, walau pengulangan dua kata dapat dipertahankan, namun tidak dapat mengekspresikan getaran pengulangan di awal kalimat. Kata ini hanya muncul delapan kali dalam Alkitab (Kel. 5:7,12; Bil. 15:32,33; 1 Raj. 17:10, 12; Zefanya 2:1), kecuali dua pemakaian di sini, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mengumpulkan kayu atau rumput. Sedangkan penggunaan pertama di sini menggunakan kata kerja refleksif untuk menunjukkan bahwa itu adalah tindakan yang dilakukan pada diri pelaku sendiri. Dan perintah berkumpul ini harus dilakukan dibuat sebelum datang hari itu, menunjukkan bahwa ini adalah kesempatan terakhir.

Mereka tidak hanya harus berkumpul, di ayat 2:3 berulang tiga kali menunjukkan bahwa mereka harus mencari: mencari TUHAN, mencari keadilan, dan mencari kerendahan hati. Ini adalah hal-hal yang harus kita kejar sebelum menghadapi penghakiman Allah. Hanya dengan demikian ini kita dapat memiliki harapan berkenan di hadapan Allah Hakim yang adil benar, pengharapan mendapatkan rahmat anugerah-Nya. Zefanya menggunakan makna dari namanya sebagai metafora, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan ini mungkin disembunyikan pada hari kemurkaan TUHAN.

Renungkan:
Dunia harus menghadapi penghakiman yang adil benar dari Allah, ketika kita masih memiliki kesempatan, kita perlu mencari Dia, mencari keadilan kebenaran dan kerendahan hati.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 1:7-13

「Berdiam diri」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:7-13 [ITB])
7 Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.

8 Pada hari perjamuan korban TUHAN itu Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing. 9 Aku akan menghukum pada hari itu semua orang yang melompati ambang pintu dan memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan.

10 Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, akan terdengar teriakan dari Pintu Gerbang Ikan dan ratapan dari perkampungan baru dan bunyi keruntuhan hebat dari bukit-bukit. 11 Merataplah, hai penduduk perkampungan Lumpang! Sebab telah habis segenap kaum pedagang, telah lenyap segenap penimbang perak.

12 Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat! 13 Maka harta kekayaannya akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat kebun anggur, mereka tidak akan minum anggurnya.

Dalam 12 kitab Nabi-nabi, ada lima kali muncul kata berdiam diri. Yang paling sering kita ketahui adalah Habakuk 2:20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!, banyak gereja juga menggunakan ayat ini sebagai panggilan untuk beribadah. Namun dalam dua belas kitab Nabi-nabi, munculnya kata ini biasanya memiliki makna kedatangan penghakiman TUHAN. Habakuk 2:20 adalah ringkasan terakhir dari serangkaian bencana yang diumumkan sebelumnya, untuk menunjukkan kepada nabi Habakuk yang sebelumnya terus-menerus mengajukan pertanyaan di pasal pertama dan mempertanyakan keadilan TUHAN, agar ia berdiam berhenti mengeluarkan suara di hadapan Allah, karena penghakiman TUHAN adalah adil benar, dan absolut. Dalam Amos 8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam., nabi Amos menunjukkan bahwa di hari TUHAN, nyanyian di Bait Suci akan berubah menjadi ratapan, dan banyak mayat dicampakkan di mana-mana, tiada orang yang bersuara. Kalimat terakhir ini dalam terjemahan Lee Zhen Zhong diekspresikan sebagai keheningan sunyi mati, yang mencerminkan situasi setelah Penghakiman.

Oleh karena itu, demikian juga Zefanya 1:7 merupakan peringatan serius, menunjukkan bahwa hari TUHAN segera datang, Dia telah menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan, menunjukkan bahwa waktu penghakiman TUHAN segera akan datang. Dalam serangkaian gugatan yang mengikuti, pertama-tama disebutkan para pemimpin dan para anak-anak raja, terutama ditunjukkan juga mereka yang mengenakan pakaian asing, yang mencerminkan kekaguman mereka terhadap kehidupan dan agama asing. Oleh karena itu beberapa orang berpendapat bahwa ini mungkin mencerminkan bahwa pada masa-masa awal pemerintahan Yosia, dia masih belum memulai reformasi agama dan sebelum ia menghancurkan altar Baal. Namun, dari pesan kitab Zefanya, tampaknya masalah-masalah ini secara langsung mengarah pada penghakiman akhir, oleh karena itu, mungkin setelah reformasi Yosia, banyak orang di kerajaan ini tidak berubah dari kebiasaan penyembahan berhala dan menyembah agama-agama asing. Putra-putra raja Yosia, yakni Yoahas, Yoyakim, dan Zedekia, akhirnya dibawa ke pembuangan di antara bangsa-bangsa asing.

Di ayat 1:9, gugatan atas tindakan kejam brutal dan menipu, secara sekilas di permukaan tampaknya merupakan kejahatan di masyarakat, tetapi di zaman itu ambang pintu dan rumah pemilik biasanya memiliki makna keagamaan, itu mungkin juga menyiratkan bahwa mereka mencampur banyak kebiasaan bangsa asing dalam iman kepercayaan mereka, mengubah penyembahan kepada TUHAN menjadi penyembahan berhala.

Di ayat 1:12, nabi Zefanya menunjukkan mentalitas dari umat TUHAN yang akan dihukum. Mereka berkata dalam hati: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!Ini berarti bahwa mereka memiliki semacam kepercayaan ateis, dalam teori mereka tidak menyangkal keberadaan TUHAN, tetapi sebenarnya menyangkal tindakan Dia. Mereka berpikir bahwa Allah tidak akan campur tangan dalam hidup mereka, apakah itu berkat atau kutukan, itu bukan datang dari Dia. Tetapi akan datangnya hari TUHAN (Yahweh) menyangkal pikiran seperti ini, menunjukkan bahwa TUHAN campur tangan dalam sejarah, Ia melaksanakan penghakiman dan menganugerahkan keselamatan.

Renungkan:
Apakah kita berpikir bahwa kita dapat mengandalkan upaya kita sendiri untuk memperkaya dan mengamankan kehidupan kita? Perikop ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah penguasa yang campur tangan dalam sejarah dan kita perlu senantiasa hidup dalam takut hormat, hidup sesuai dengan kehendak Allah.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 1:1-6

「Menyeluruh Menyapu Bersih」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:1-6 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.

2 Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. 3 Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. 4 Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, 5 juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, 6 serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.

Dalam enam hari terakhir bulan ini, kita akan menggunakan kitab Zefanya sebagai renungan kita. Zefanya 1:1 dengan cara yang sangat istimewa memperkenalkan nabi Zefanya. Pada umumnya memperkenalkan nama seseorang hanya menambahkan sebuah deskripsi, yang dapat berupa pekerjaannya, tempat kelahirannya, atau nama ayahnya. Tapi dalam memperkenalkan Zefanya digunakan silsilah keluarga empat generasi, yang mencerminkan status khusus keluarganya. Beberapa orang berpikir bahwa ini karena ayah Zefanya, Kusyi mungkin orang Etiopia, karena Kusyi bisa merupakan Cush yang merupakan sebutan atas Ethiopia pada waktu itu, penulis kitab mungkin hendak dengan jelas menunjukkan identitas Zefanya adalah orang Yehuda, maka ia menggunakan silsilah keluarga yang relatif panjang. Bagaimanapun, silsilah ini dituliskan mulai dari Hizkia, kemungkinan besar adalah Hizkia yang merupakan raja Yehuda antara 715-687 SM. Dari silsilah ini, Zefanya adalah anggota keluarga kerajaan dan keponakan Yosia yang adalah raja pada saat itu. Dari data ini, disimpulkan bahwa Zefanya seharusnya menjadi nabi pada periode akhir dari pemerintahan Yosia, karena Yosia mulai memerintah pada usia delapan dan mulai mencari TUHAN (Yahweh) pada usia 16, dan pada 622 SM, Ketika Yosia berusia 26 tahun, dia memerintahkan membangun ulang Bait Suci dan memulai periode kebangkitan agama. Pesan kitab Zefanya tampaknya diberitakan setelah reformasi dan kebangunan rohani ini, menunjukkan bahwa setelah reformasi ini, penyembahan berhala belum sepenuhnya dihilangkan, sehingga mengingatkan orang-orang pada waktu itu tentang penghakiman yang akan datang.

Nama Zefanya dapat secara harfiah diterjemahkan sebagai TUHAN tersembunyi, tetapi kita tidak tahu informasi apa yang hendak dicerminkan oleh nama ini. Di satu sisi, kita dapat memahami bahwa ini adalah pikiran negatif ayahnya tentang generasi pada saat itu, berpikir bahwa Allah menyembunyikan diri-Nya sendiri, dan orang-orang tidak dapat menemukan bimbingan dan perlindungan Dia. Di sisi lain, ini mungkin juga pesan yang positif, menunjukkan bahwa TUHAN menyembunyikan dia. Namun dalam kitab Zefanya, TUHAN bukan lagi Allah yang tersembunyi, tetapi berada di antara mereka, Ia campur tangan dalam sejarah, dan menjalankan penghakiman.

Pada awal pesan Zefanya, TUHAN dengan tegas dan keras menyatakan bahwa Dia akan sepenuhnya menyapu bersih segala sesuatu dari tanah. Meskipun menyapu dan segala-galanya adalah dua kata yang berbeda, tetapi memiliki pengucapan yang sangat mirip (‘a·Sof ‘a·Sef), membuat pembaca memiliki kesan mendalam tentang kehancuran menyeluruh ini, dan juga mengingatkan mereka bahwa dalam reformasi Yosia, meskipun mereka mencoba yang terbaik, tetapi terbatas hanya sejumlah kecil penyembahan berhala yang bisa dihilangkan. Inilah tepatnya yang ditunjukkan dalam ayat 1:4-6, tidak sedikit orang melakukan perubahan hanya karena perintah raja, tetapi di dalam hati mereka, masih ada pikiran atau keinginan menyembah berhala. Mereka menyembah TUHAN dan bersumpah setia kepada TUHAN, tetapi di samping itu mereka bersumpah demi Dewa Milkom, oleh karena itu TUHAN akan menghakimi mereka. Pada waktu itu, TUHAN hanya berjanji kepada Yosia bahwa Dia tidak akan menurunkan bencana menghancurkan Yehuda ketika dia masih memerintah sebagai raja. Tetapi karena kejahatan masih terus diakumulasi, penghakiman TUHAN pasti akan datang.

Dalam 1:3, nabi Zefanya menggunakan urutan yang berseberangan dengan penciptaan, menyebutkan apa yang akan dilenyapkan TUHAN, yang menyiratkan bahwa ini adalah penghakiman yang menyeluruh. Dalam bagian 1:2 sampai 3:8, kita dapat dengan jelas melihat bahwa penghakiman tidak semata-mata diarahkan pada Yehuda, tetapi meluas ke seluruh bumi. Dapat dikatakan bahwa Yehuda digunakan sebagai model agar manusia dapat melihat kuasa kedaulatan Tuhan.

Renungkan:
Pembaruan dan kebangkitan kehidupan rohani harus datang dari hati. Perubahan tingkah laku di kulit permukaan harus ditransformasikan menjadi pembaruan hati yang menyeluruh. Ini adalah apa yang Zefanya ingatkan kepada kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.