Tag Archives: Babel

Yehezkiel 21:28-32

Kembalikanlah pedang ke sarungnya!
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 21:28-32 [ITB])
28 Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH mengenai bani Amon dan cercaan mereka; katakanlah: Pedang, pedang sudah tercabut untuk menumpahkan darah, digosok untuk memusnahkan, dan supaya mengkilap seperti petir 29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.
30 Kembalikanlah itu ke sarungnya! Di tempat penciptaanmu dan di negeri asalmu Aku akan menghukum engkau. 31 Aku akan mencurahkan geram-Ku atasmu dan menyemburkan api murka-Ku kepadamu dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan. 32 Engkau menjadi makanan api, darahmu akan tertumpah di tengah-tengah tanah itu, dan engkau tidak akan diingat-ingat lagi, sebab Aku, TUHAN, yang mengatakannya.

Perikop ini terutama berbicara tentang penghakiman Allah atas Babel. Ayat 28-29 terlebih dahulu berbicara tentang penghakiman yang akan dihadapi Amon. Kata-kata yang digunakan di dalamnya mirip dengan yang disebutkan di teks sebelumnya tentang penghakiman Allah atas Yerusalem, termasuk pedang sudah tercabut, digosok, dan mengkilap seperti petir, dll., ini menunjukkan bagaimana Yerusalem dihancurkan, demikian juga Amon dihancurkan, ini karena Amon dan Yehuda memberontak melawan Babel, sehingga raja Babel akan menghancurkan mereka bersama-sama sebagai manifestasi penghakiman Allah.

Ayat 30 menjadi pusat seluruh paragraf. TUHAN mengatakan kepada Babel: Kembalikanlah itu ke sarungnya! Tema pedang ini menyambungkan tema pedang TUHAN yang disebutkan di teks sebelumnya dan pedang Babel, jadi pedang di ayat 30 ini seharusnya mengacu pada pedang Babel (lihat renungan Yehezkiel 21:18-27), mengapa ayat 30 memerintahkan Babel untuk mengembalikan pedang ke sarungnya? Ini karena Babel diciptakan (ayat 30) untuk saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir (ayat 29), yaitu untuk menghukum Yehuda. Ketika peran Babel yang diciptakan selesai, sebaliknya, Allah akan menghukumnya, dan murka Allah akan dicurahkan ke Babel (ayat 31). Di sini, kita melihat bahwa Babel adalah makhluk ciptaan (ayat 30) dan TUHAN Yahweh adalah Pencipta. Oleh karena itu, Babel tidak dapat dibandingkan dengan TUHAN Yahweh. Babel hanyalah alat bagi TUHAN untuk menghukum bangsa-bangsa dan Yehuda. Tidak peduli seberapa kuat Babel, mereka tidak lain adalah ciptaan Allah yang dipakai Allah untuk bertindak. Oleh karena itu, perintah untuk Kembalikanlah itu ke sarungnya! menggambarkan hubungan dasar antara TUHAN yang Maha Tinggi dan Babel yang rendah.

Karena Babel membunuh banyak orang dan melakukan banyak hal tidak bermoral ketika menyerang bangsa-bangsa dan Yehuda, hukuman Allah pada akhirnya akan jatuh ke Babel. Alkitab menggunakan dua metafora untuk menggambarkannya, metafora pertama adalah menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan (ayat 31), yang berarti Babel akan menjadi seperti makanan bagi binatang buas, metafora kedua adalah Babel makanan api (ayat 32), api ini adalah sejenis api yang melahap memusnahkan. Babel akan menjadi kayu sebagai bahan bakar dimusnahkan oleh api. Dengan demikian, negara yang di kulit permukaan tampaknya kuat, tetapi itu hanya alat di mata Allah, pada akhirnya akan menerima hukuman dan binasa karena perbuatan jahatnya sendiri.

Renungkan:
Perintah Allah kepada Babel agar Kembalikanlah itu ke sarungnya! menunjukkan bahwa akhir Babel telah sampai ujung, tidak peduli Babel mau atau tidak mengembalikan pedang ke sarungnya!, Babel tidak dapat melepaskan diri dari hukuman TUHAN dan kehancuran. TUHAN dan Babel adalah jarak antara Pencipta dan yang diciptakan, jarak ini mendefinisikan perbedaan antara martabat dan tinggi rendah keduanya, dan juga mendefinisikan hubungan yang benar antara kita dan Allah. Fakta bahwa Allah adalah Tuhan pencipta Allah, bagaimana itu menjadi definisi diri Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 11:1-9

「Menara Babel」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 11:1-9 [ITB])
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik. Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Daftar bangsa-bangsa (juga silsilah) yang tercatat di Kejadian pasal 10 dan 11 menghubungkannya ke Abraham dan keturunannya. Dalam pencatatan daftar suku bangsa tersebut terdapat dua sisipan yaitu kerajaan Nimrod di 10:8-12 (silahkan klik untuk membaca) merupakan kerajaan pertama yang muncul di dunia; sisipan kedua adalah menara Babel yang kita baca hari ini. Bagian ini menjelaskan mengapa bahasa manusia berbeda-beda, ternyata manusia telah melakukan kejahatan sehingga saat ini kita harus belajar bahasa asing untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak memahami bahasa kita.

Nimrod dan para pengikutnya berupaya membangun peradaban tanpa Allah, dan menara Babel adalah fokusnya. Dalam sisipan tentang Nimrod di pasal sepuluh dicatat perluasan kekuasaannya. Awal kerajaan Nimrod adalah di kota Babel (Kej. 10:10), dan perikop hari ini 11:1-9 sisipan kedua ini mencatat upaya Nimrod untuk membangun menara Babel.

Di permukaan, kedua selingan ini mencatat hal-hal yang tidak berhubungan, tetapi faktanya tidaklah demikian. Pembangunan dasar kota Babel dan pembangunan menara di pasal 11 saling berkaitan. Sisipan pertama (Kej. 10:8-12) mencatat kesukaan preferensi, perbuatan, dan tujuan Nimrod. Sisipan kedua melanjutkan tema yang sama, tetapi dari sudut pandang para rekan sekerjanya, persamaan yang mereka miliki adalah membangun peradaban tanpa Allah. !

Ayat 11:1-2 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka migrasi ke timur sejalan dengan kehendak dan perintah Allah kepada manusia untuk memenuhi seluruh bumi: tetapi selanjutnya terdapat masalah.

Mereka berkata seorang kepada yang lain (11:3) mereka saling berdiskusi menunjukkan bahwa pembangunan Menara Babel bukanlah masalah pribadi, tetapi masalah seluruh umat manusia, dan semua orang terlibat. Mereka memanggil orang-orang untuk ikut serta dalam pembangunan kota dan menara, tetapi tujuannya bertentangan dengan perintah Allah umat manusia berpencar: kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.』」(11:4). Sangat jelas bahwa manusia pada waktu itu memutuskan untuk menjadi allah mereka sendiri, mereka tidak hanya tidak mau berpencar, tetapi mereka ingin membangun sebuah kota yang dibangun bersama dan megah untuk mengagungkan prestasi dan kebesaran manusia. Panggilan bersama pertama umat manusia, marilah, adalah memanggil manusia untuk bersama-sama melawan Allah!

Mereka tidak hanya ingin membangun kota yang kuat untuk diri mereka sendiri, dan ingin membawa keselamatan dan keamanan bagi diri mereka sendiri, tetapi mereka juga ingin membangun menara, tujuannya adalah untuk marilah kita cari nama, menunjukkan keinginan orang-orang untuk merdeka dari Allah, harus membangun Nama mereka mengharumkan nama diri mereka sendiri sendiri, menghapus nama Allah sepenuhnya, dan sama sekali tidak ingin memiliki hubungan dengan Allah Pencipta.

Puncaknya sampai ke langit tidak hanya mengacu pada ketinggian, tetapi juga berarti tempat agama; sampai ke langit terkait dengan astrologi, yang berarti menghubungkan dari dunia fisik ke dunia spiritual, yang berarti bahwa yang ingin dibangun manusia bukan hanya bangunan, tapi juga yang agama baru. Ketika orang menolak Allah yang benar, mereka akan membangun berhala untuk diri mereka sendiri (Roma 1:23). Sampai ke langit menunjukkan bahwa menara akan langsung menuju ke tempat tinggal Allah, dan sederajat dengan Allah. Ini adalah penghinaan yang besar kepada Allah, dan itu juga merupakan manifestasi dari kesombongan dan kecongkakan yang maksimum.

Ayat 11:7 Allah berfirman, Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Paragraf tanggapan Allah ini menggunakan antropomorfisme untuk mengungkapkan tanggapan Allah, Kita mengacu pada Allah Tritunggal. Maka, Allah mengacaubalaukan bahasa mereka dan menggagalkan tindakan bersama umat manusia ini, sehingga mengakibatkan berbagai bahasa, bangsa, dan budaya. Akibatnya, umat manusia terpencar di seluruh bumi sesuai dengan kehendak Allah. Insiden Menara Babel memberi tahu kita bahwa umat manusia dapat merencanakan, tetapi Allah yang membuat keputusan akhir.

Renungkan:
• Masalah Menara Babel adalah bahwa manusia tidak mau menerima keterbatasan manusia, dan hendak menganggap diri mereka sebagai Allah, bahkan melampaui Allah! Kecongkakan adalah masalahnya. Kecongkakan juga merupakan alasan utama mengapa malaikat jatuh dan menjadi iblis. Oleh karena itu, kita harus mengingat ajaran Alkitab: Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12).
• Alkitab mengajar kita untuk mengejar persatuan dan kesatuan, tetapi kita harus menjadi satu di dalam Kristus (Efesus 1:9-10). 2 Korintus 6:14 mengingatkan kita: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?Persatuan tanpa satu Tuhan, satu iman, dan satu Allah sebagai fondasinya adalah tidak tepat!


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 10:1-32

「Keturunan Sem, Ham dan Yafet」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 10:1-32 [ITB])
1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim. 5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. 10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, 14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 28 Obal, Abimael dan Syeba, 29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.

Perikop yang kita baca hari ini, Kejadian 10:1-32, adalah daftar nama bangsa-bangsa yang ditulis dalam bentuk silsilah. Pertama-tama kita harus memahami bahwa kitab Kejadian pada awalnya ditulis untuk orang-orang Yahudi, jadi ditulis dari sudut pandang lingkungan geografis, situasi politik, dan hubungan etnis mereka pada saat itu. Kejadian pasal 10 selain menuliskan daftar nama-nama bangsa-bangsa, itu juga merupakan peta Timur Tengah saat itu. Penulis menggunakan daftar bangsa-bangsa untuk menunjukkan bahwa kelompok etnis yang dikenal oleh orang Ibrani pada waktu itu semuanya berasal dari ketiga putra Nuh, sehingga semua bangsa dan kelompok etnis berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan mereka pada awalnya adalah satu keluarga.

Kejadian pasal 10 sama seperti pasal 5 adalah pasal transisi, membantu pembaca untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya. Pasal 5 adalah perpindahan dari Taman Eden ke penghakiman air bah, dan pasal 10 adalah peristiwa perpindahan dari air bah ke Menara Babel. Pasal transisi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan sejarah prasejarah (yaitu, sejarah tanpa catatan tertulis) —yaitu, sejarah manusia sebelum penciptaan dan air bah — dengan sejarah Abraham dan keturunannya.

Kejadian pasal 5 adalah silsilah Adam. Adam adalah nenek moyang umat manusia di seluruh dunia. Dalam pasal 10 dipersempit menjadi hanya keturunan dari ketiga putra Nuh. Pasal berikutnya, pasal 11, bahkan lebih sempit lagi, mulai dari ayat kesepuluh hanya keturunan Sem, dan di akhir pasal hanya keluarga Terah (ayat 27), ayah Abraham. Berikutnya Kejadian pasal 12 hingga 50 hanya mencatat kisah Abraham, salah satu putra Terah, dan keturunannya.

Kejadian 10:1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka, mencatat keturunan ketiga putra Nuh. Kejadian 10:2-5 mencatat tentang keturunan Yafet dan wilayah distribusinya. Keturunan Yafet adalah kelompok etnis yang tinggal di utara dan barat Israel, termasuk leluhur orang Indo-Eropa saat ini di Yunani, Siprus, Turki, dan sebagainya. Dalam silsilah ini, keturunan Yafet hanya tercatat sampai generasi kedua.

Kejadian 10:6-20, mencatat keturunan Ham dan distribusi geografis mereka. Singkat kata, keturunan Ham termasuk musuh utama bangsa Israel, yaitu Asyur, Babilonia, Mesir, Kanaan, dll. Ham juga bisa dikatakan sebagai nenek moyang orang Afrika. Keturunan Han hanya tercatat sampai generasi ketiga.

Keturunan Ham dibagi menjadi empat klan besar (Kush, Misraim, Put dan Kanaan), dan penulis hanya menjelaskan keturunan Kush, Misraim, dan Kanaan. Penulis Kitab Kejadian secara khusus menyebut cucu Ham, Nimrod, dia memiliki keunggulan sebagai raja pada saat itu, dia adalah seorang berkuasa, seorang pemburu, dan raja yang membangun kota besar, tetapi dia adalah musuh Allah, kisah Menara Babel dalam Kejadian pasal 11.

Kejadian 10:21-31 adalah tentang keturunan Sem dan daerah penyebarannya, sedangkan keturunan Sem dicatat sampai generasi kelima; oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa tujuan dari Kejadian pasal 10 adalah untuk memperkenalkan silsilah keluarga Sem.

Renungkan:
• Daftar suku dalam kitab Kejadian pernah disalahgunakan orang sebagai alat untuk mendiskriminasi kelompok suku tertentu, misalnya orang kulit hitam adalah keturunan dari anak terkutuk Kanaan dari Ham, jadi mereka ditetapkan oleh Allah untuk menjadi budak! Ini adalah metode memahami kitab suci yang sepenuhnya salah, dan tidak lagi populer saat ini, tetapi gagasan untuk membagi orang ke dalam kategori seperti ini masih ada di benak banyak orang.

• Diskriminasi rasial itu salah, kita harus belajar menghormati orang dari suku dan ras yang berbeda, terutama mereka yang tinggal di antara kita, karena kita semua memiliki leluhur dan pencipta yang sama.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 42:14-25

「Menapak Jalan Tak Dikenal」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 42:14-25 [ITB])
14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: Kamulah allah kami!
18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli, pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta! 19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? 20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. 21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia; 22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: Kembalikanlah! 23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian? 24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN?
Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar. 25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.

Ada dua jenis kegelapan yang disebutkan dalam perikop Alkitab yang dibaca hari ini: jenis kegelapan yang pertama adalah rumah-rumah penjara (42:7, 22), jenis kegelapan yang kedua adalah kebutaan (42:7, 16, 18, 19). Apa yang dimaksud orang di penjara gelap? Apa yang dimaksud orang buta? Mereka sebenarnya adalah jenis orang yang sama, yaitu, orang yang tidak memiliki pengenalan (42:16), orang-orang ini tidak kenal jalan Allah, mereka juga tidak mengerti jalan belantara yang dipimpin oleh Allah, tapi sekarang TUHAN Yahweh hendak memimpin orang-orang ini menapak di jalan yang mereka tidak kenal, ini selain menunjukkan bahwa ini adalah pengalaman baru, juga menunjukkan bahwa orang-orang ini tidak memiliki minat dan antusiasme untuk mengetahui (mengenal) jalan yang dipimpin oleh Allah, karena sudah dinyatakan dalam ayat 25 bahwa bahkan jika mereka mengalami murka dan kepanasan amarah Allah, mereka masih tidak tahu, mereka tidak keberatan, mereka tidak memiliki pengenalan (pengetahuan), sehingga mereka memiliki pengetahuan yang terbatas tentang tindakan Allah. Pemahaman secara literal, orang buta dan orang dipenjara ini dapat merujuk pada orang-orang yang ditawan yang tertahan di Babel, dan secara penjelasan makna rohani yang terkandung, kebutaan tersebut dapat merujuk pada mata rohani orang-orang ini, dan penjara mereka mungkin mengacu pada kehidupan makmur Babel, yang menggiurkan di mata dunia, tetapi justru merupakan penjara dalam sudut pandang Allah. Orang-orang Israel yang tertawan ini perlu menghilangkan kebutaan mereka untuk melihat bahwa dunia subur penuh bunga di depan mereka bukanlah pengejaran utama mereka. Hanya dengan usaha meninggalkan area nyaman di Babel dengan iman mereka barulah dapat menghilangkan kebutaan mereka dan mengalami keselamatan Keluaran baru dari Mesir, melangkah ke janji Kota Suci Yerusalem.

Allah melalui Yesaya kedua menuntun orang-orang yang tertawan menapak jalan padang gurun, jalan kepulangan kembali, Dia memberikan tantangan kepada mata umat Allah, karena apa yang mereka lihat dengan mata jasmani memberi tahu mereka bahwa tidak ada kondisi eksternal yang bisa meyakinkan mereka untuk menapak jalan kepulangan kembali, tetapi Yesaya kedua menantang mata orang untuk melihat apakah mereka dapat melihat jalan belantara yang dipimpin oleh Allah. Kesan umum yang diberikan padang gurun adalah kematian dan kutukan. Sekarang, seperti keluaran yang pertama kali dari Mesir, umat Allah dipimpin oleh Allah untuk berjalan di jalan belantara, itu tampak seperti kutukan, tetapi itu justru adalah keselamatan.

Ayat-ayat Yes. 42:18-25 tepat menanggapi pertanyaan dan ratapan orang-orang kepada Allah dalam Yes. 40:27 (klik untuk membaca), menunjukkan bahwa TUHAN tidak menyembunyikan diri, bukan tidak memelihara umat-Nya, tetapi bahwa orang-orang itu sendiri buta dan tuli, mereka tidak mengenal jalan TUHAN.

Renungkan:

Menghadapi kegelapan dan kesulitan, kita akan bertanya, Hidupku (jalanku) tersembunyi dari TUHAN? (Yes. 40:27), kita bertanya TUHAN mengabaikan dan tidak tahu betapa sulitnya jalanku, tetapi menjawab pertanyaan tersebut Yes. 42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.

Bukan karena Tuhan tidak tahu jalan kita, tetapi kita buta dan tidak tahu jalan Tuhan. Ini berarti bahwa jalan yang Tuhan pimpin adalah jalan yang mengejutkan orang (di luar dugaan) ketika melewati jalan ini, tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita dapat yakin bahwa Tuhan mengetahui jalan-Nya, hanya saja kita tidak tahu!


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 21:1-8

「Lihatlah Langit Bumi Baru, Kemah Allah Di antara Manusia」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 21:1-8 [ITB])
1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.
5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! Dan firman-Nya: Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. 6 Firman-Nya lagi kepadaku: Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Membaca sampai paragraf ini, kitab Wahyu sudah mendekati akhir, tetapi kita tidak akan merasa bahwa langit dan bumi baru (ayat 1) yang disebutkan di sini tiba di akhir. Ya, di sini, air mata, kematian, kesedihan, tangisan, dan rasa sakit semua sudah menjadi masa lalu (ayat 4), dan pada saat yang sama, di langit serta bumi segala sesuatu dijadikan baru (ayat 5), yaitu sebuah awal baru, membawakan pengharapan kepada orang, dan itu tidak seperti akan segera berakhir.

Perikop ini dapat dibagi menjadi dua paragraf kecil. Paragraf pertama, ayat 1-4 bersifat deskriptif, menggambarkan penglihatan Yohanes, dan dalam penglihatan juga ada suara yang didengarnya. Kemudian ayat 5-8 adalah dalam bentuk pembicaraan, kata-kata yang diucapkan oleh Ia yang duduk di atas takhta, perkataan dari Allah Pencipta, kata-kata-Nya membuat penglihatan Yohanes berwibawa, dan dapat dipercaya (ayat 5). Dari kata-kata ini, kita dapat melihat bahwa langit yang baru dan bumi yang baru mengandung berkat: orang yang haus yaitu mereka yang membutuhkan keselamatan serta mereka yang haus dan merindukan hal-hal yang di atas, mereka bisa dengan cuma-cuma mendapatkan mata air kehidupan; barangsiapa menang yakni mereka yang setia berperang bagi Tuhan di bumi, mereka dapat menerima warisan di langit dan dunia baru (ayat 6-7). Secara keseluruhan, semua ini adalah anugerah dan hadiah dari Allah.

Membaca ayat 1-4 dengan seksama, kita dapat melihat bahwa ada beberapa hal yang baru di sini. Para ahli Alkitab menunjukkan bahwa Perjanjian Lama telah sejak dahulu berbicara tentang hal-hal ini.

  1. Tentang langit dan bumi baru, itu juga yang dinubuatkan Yesaya yang menunjuk kepada umat Allah dalam pembuangan yang akan dibebaskan, pulang kembali ke tempat yang diberikan oleh Allah yang menciptakan tempat yang baru bagi mereka (Yes. 65:17-25) .
  2. Kota Yerusalem yang sudah ditinggalkan sunyi sepi, tetapi nabi Yesaya membawakan janji bahwa Allah akan membangkitkan kembali kota suci itu — sama seperti seorang wanita yang ditinggalkan suami akan menjadi wanita yang bersuami (Yes. 62:1-4), dan penglihatan Yohanes adalah kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya (ayat 2). Dalam kitab Wahyu, kota yang kudus itu adalah pengantin wanita yang kudus, menjadi kontras dengan Babel, kota yang mewakili banyak bangsa-bangsa; Yerusalem yang baru adalah umat Allah yang kudus.
  3. Lalu, lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia, ini adalah hal baru lainnya. Di masa dahulu, untuk bertemu Allah maka mereka harus pergi ke Bait Suci. Sekarang, Ia akan diam bersama-sama dengan mereka (ayat 3a), sama seperti Yesus yang adalah Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yoh. 1:14). Juga, mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka (ayat 3b), ini adalah bahasa zaman Perjanjian Lama dalam mengadakan perjanjian. Pada zaman kuno, Allah membuat perjanjian dengan Israel; hari ini, gereja Kristus adalah umat Allah yang membuat perjanjian dengan-Nya, kata umat Allah di sini dalam bentuk jamak, yang mencakup tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (lih. Why. 5:9).

Begitu banyak yang baru: ciptaan baru, kota suci baru, umat baru, tabernakel atau Bait Suci baru, dan perjanjian yang baru, semuanya mewakili hubungan saya dengan Allah — yang manakah yang paling saya rindukan? Mohon Allah memberi saya iman, agar saya memegang pengharapan, menunggu Ia yang duduk di atas takhta berfirman lagi Semuanya telah terjadi (ayat 6), sampai saat itu pada akhirnya akan melihat langit dan bumi baru yang dalam kesempurnaan.

Renungkan:

Di langit dan bumi baru, laut juga hilang (ayat 1). Apakah kata laut itu dalam arti harafiah, yakni lautan samudera? Ataukah sebuah metafora, merujuk pada binatang buas, sumber dan beradanya kuasa kekuatan jahat?

2 Kor. 5:17 mengatakan: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang, yaitu proses Allah memperbarui pada diri orang yang diselamatkan. Renungkan: aspek apa dalam hidup saya yang perlu diperbarui?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 18:20-24

「Pembalikan Tangis dan Sukacita」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 18:20-24 [ITB])
20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.
21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. 22 Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.
24 Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.

Literatur apokaliptik sering menggunakan kontras perbandingan untuk mengekspresikan sebuah makna. Kontras yang sering ditemui dalam kitab Wahyu adalah hidup, mati, di surga, di bumi dan sebagainya. Dalam ayat hari ini, dapat dilihat kontras antara ratapan dan sukacita. Kontras ini dimulai dari teks sebelumnya di atas yang adalah nyanyian ratapan, dan hari ini nyanyian sukacita. Suara yang dalam teks di atas melanjutkan berbicara dalam paragraf ini: Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu, menegakkan keadilan bagi mu (ayat 20). Ternyata orang-orang yang melihat ditunggangbalikkannya Babel, ada yang meratap, tetapi ada juga yang bersukacita! Mereka yang berduka adalah mereka yang enggan kehilangan manfaat keuntungan kota besar: raja, pedagang, dan orang-orang pelayar; tetapi yang bersukacita adalah orang-orang kudus, para rasul, para nabi, para pengikut Tuhan, apa yang mereka harapkan dan akhirnya didapatkan, adalah Tuhan di Surga menegakkan keadilan bagi mereka.

Selain ratapan dan sukacita, ada kontras lain dalam ayat-ayat hari ini (21b-23a). Kita perhatikan bahwa ada frasa yang diulang-ulang: tidak akan ditemukan lagi atau tidak akan kedengaran lagi, total lima kali, semua menunjuk pada hal-hal indah dalam hidup: memainkan kecapi, bernyanyi menunjuk kepada suara yang indah untuk didengar, namun tidak terdengar lagi; seni kerajinan tangan membuat barang-barang yang indah, tidak terlihat lagi; kilangan adalah untuk menyiapkan makanan, tidak terdengar lagi; lampu dian adalah untuk bercahaya, tetapi tidak bersinar lagi, pernikahan itu gembira tetapi sudah tidak terlihat. Serangkaian tidak akan ada lagi ini adalah kemunduran Babel yang membentuk kontras yang sangat besar dengan kekayaan kejayaannya dahulu.

Umat Allah bersukacita dalam merosotnya Babel, apakah itu sukacita atas penderitaan orang lain? Tidak! Mereka tidak bersukacita atas bencana orang, juga bukan gembira bahwa yang memiliki kini menjadi yang tidak memiliki, tetapi mereka bersukacita karena aniaya ketidakadilan yang terpendam itu sudah ditegakkan, bergembira karena keadilan kebenaran dibuat menjadi nyata. (ayat 20). Karena kota besar itu selama ini memanjakan dosa kejahatan, begitu banyak intimidasi aniaya yang terjadi. Dua kalimat terakhir dari paragraf ini menunjukkan masalah serius dari dirinya: Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan (23b). Ini untuk mengatakan bahwa para pedagang Babel sangat semena-mena, memiliki kuasa kekuatan, memiliki pengaruh, menyesatkan orang-orang di bumi, menggunakan tukang sihir, termasuk memperalat agama untuk membuat kekayaan, dan berkolusi dengan rezim Romawi untuk memonopoli pasar, sementara orang Kristen tidak menyembah Caesar Romawi terus-menerus dimarginalkan, diusir, diintimidasi oleh mereka. Karena itu dikatakan, yang ada adalah di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi (ayat 24)

Mari kita lihat masyarakat dan negara kita sendiri: apakah orang miskin kita ditindas? Apakah orang Kristen dianiaya karena iman mereka? Apakah orang yang kurang beruntung dan cacat dilecehkan? Jika ada, maka tidak peduli seberapa maju masyarakatnya, seberapa kaya dan kuat negeri ini, kita harus meratap sedih! Meminta belas kasih kepada Tuhan di surga! Sadarilah bahwa jika kegembiraan di bumi berasal dari ketidakadilan, suatu hari, ketika penghakiman Allah datang, hal-hal yang disebut kegembiraan jaya ini akan berubah menjadi nihil.

Renungkan:

Para ahli menunjukkan bahwa frasa yang ahli dalam sesuatu kesenian (ayat 22b) mengacu pada semua lapisan masyarakat di Roma, dan orang Kristen sering mengalami penolakan dipinggirkan karena mereka percaya kepada Yesus, sehingga tidak mudah untuk masuk dan mencari pekerjaan. Bisakah ini terjadi dalam masyarakat saat ini? Apakah saya bersedia menyerahkan dan melepaskan masa depan yang baik demi mengikuti Tuhan Yesus?

Di kota besar Babel, pengusaha besar itu seperti orang kaya besar yang memegang kekuasaan (ayat 23d). Ketika tiba saatnya untuk jatuh, dia seperti batu kilangan besar akan dilempar ke laut dengan keras oleh malaikat yang bertenaga besar (ayat 21)! Apakah kedua besar itu juga merupakan kontras dalam perikop Kitab Suci ini?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 18:1-8

「Keluarlah, Sudah Rubuh Babel!」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 18:1-8 [ITB])
1 Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. 2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, 3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.
4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5 Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya. 6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; 7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. 8 Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.

Banyak orang berpikir bahwa seseorang mati itu seperti pelita padam, setelah mati tidak akan ada apa-apa lagi. Tidak! Pelita setelah padam, ada abu; manusia mati, ada tubuh yang terbaring, tubuh sudah habis, masih ada jiwa orang itu …

Perikop hari ini memberi tahu kita bahwa setelah rubuhnya Babel, ia menjadi cangkang mati, dan sebelum dimusnahkan, menjadi sarang iblis — tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci (ayat 2), ini merujuk pada roh jahat Setan, dan berhala yang seperti burung dan binatang, seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya: … Sudah jatuh, sudah jatuh Babel, dan segala patung berhalanya telah diremukkan dan bertaburan di tanah. (Yes. 21:9) Kelak ketika kitab Wahyu dituliskan belakangan, Babel sudah binasa dan menggenapi apa yang disampaikan nabi Yesaya.

Dalam ayat-ayat yang kita baca beberapa hari yang lalu, kita telah berulang kali membaca Kitab Suci menyebutkan Babel ditunggangbalikkan, dan juga telah melihat malaikat mengutip kata-kata Yesaya yang disebutkan di atas (Why. 14:8; 16:19), tetapi Wahyu bukan merujuk pada Babel kuno, tetapi si pelacur besar di akhir zaman, yakni dunia gemerlapan penuh jerat godaan yang dikagumi banyak orang, bangsa, dan bahasa pada zaman ini (Why. 17:15). Dia bersekutu dengan binatang dan akhirnya dimusnahkan oleh binatang itu (Why. 17:3, 16). Mula-mula Yohanes dibawa ke padang gurun untuk melihat pelacur besar itu mendapatkan hukuman (Why. 17:1) — yakni perikop ini dan pasal delapan belas memuat pokok bahasan tersebut, ayat-ayat ini dengan sangat mendalam menggambarkan akhir dari Babel.

Apa yang dijelaskan dalam paragraf ini adalah situasi setelah rubuhnya tembok kota besar itu. Sebagai kota yang makmur, Babel sangat menarik orang untuk hidup di situ, tetapi daya tarikannya melibatkan nafsu, percabulan, kekuasaan, dan uang kekayaan (ayat 3), dan di balik godaan ini, ada juga dosa, kekerasan, dan kelicikan Setan. Karena itu, ketika kota besar itu jatuh, jubah luar kemakmuran jatuh terlepas, dan sisanya adalah roh najis kotoran Setan. Apakah kita memiliki mata rohani untuk tembus melihat situasi ini? Jika tembus melihat itu dan ingat bahwa diri kita adalah umat Allah, maka haruslah mendengarkan dan taat kepada suara yang datang dari Surga yang berkata, pergilah dari padanya keluarlah dari kota itu! (ayat 4), karena ketika dosa meningkat, penghakiman Allah datang kapan saja, segala malapetakanya akan datang dalam satu hari (ayat 8) Pada saat itu, orang-orang yang berkeliaran di kota besar itu sudah terlambat untuk keluar.

Bagaimana keluar dari kota itu? Bukan dengan kaki, karena Babel adalah metafora, merujuk pada dosa di dunia yang penuh kejayaan makmur ini, yang ada di mana-mana di setiap sudut di dunia, kita tidak dapat melarikan diri dengan kaki kita, tetapi kita dapat mengandalkan Firman perkataan Tuhan dan bantuan Roh Kudus melawan dosa kejahatan! Dalam keadaan tertentu, saya mungkin harus meninggalkan keramaian kota untuk menjauh dari dosa, tetapi yang terlebih harus saya lakukan adalah melawan iblis dan dengan gigih menyingkirkan dan melepaskan diri dari pengaruhnya (Yakobus 4:7).

Dalam perikop ini, Babel berkata, Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. (ayat 7) begitu sombong, tetapi Babel ditunggangbalikkan rubuh dalam sekejap mata! Tuhan Yesus, peliharalah saya, jangan memiliki kesombongan Babel, jangan bermegah merasa diri besar karena sukses, kuat, jaya makmur! Roh Kudus, tolong terangi saya selamanya — saya bersedia menjadi lampu minyak yang rendah hati, menyalakan api rohani yang suci, dan tidak bersedia menjadi Babel yang rubuh ditunggangbalikkan, dan menjadi sarang roh najis yang kotor.

Renungkan:

Apa itu berhala? Haruskah patung itu diukir? Apa saja yang menjadi berhala yang disembah oleh orang-orang di kota-kota yang makmur?

Dalam menghadapi godaan Babel, adalah tepat untuk mengingat kalimat-kalimat emas berikut dalam pikiran: Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. (Yakobus 1:16-17)


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 17:15-18

「Pendominasi Saling Bunuh, Para Murtad Berakhir Tragis」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 17:15-18 [ITB])
15 Lalu ia berkata kepadaku: Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. 16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. 17 Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi. 18 Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.

Perikop hari ini pendek, tetapi plot yang dituliskan di dalamnya tampaknya sulit dipahami: kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api (ayat 16). Mengapa ini terjadi? Bukankah binatang ini tunggangan pelacur itu, saling bersekutu dan memiliki kepentingan bersama? Bagaimana bisa saling bunuh? Namun, Firman Tuhan begitu ajaib menunjukkan kondisi masa akhir kelak itu (ayat 17). Jika kita berpikir dengan seksama (Why. 17:9), tidaklah sulit untuk melihat perkembangan keadaan dunia sangat sesuai dengan yang dikatakan di sini.

Di teks sebelumnya kita telah sedikit melihat karakteristik pelacur besar itu. Pertama, Setan merajalela di manapun ada kesempatan menganiaya dan mengintimidasi orang-orang di bumi: binatang laut dengan kekuatan totaliter politik menganiaya orang (Why. 13:1-10), dan binatang bumi menggunakan kemunafikan palsu agama menyesatkan orang untuk menyembah berhala (Why. 13:11-18). Pelacur besar itu adalah kota Babel yang sangat maju ekonomi perdagangannya, ia menggoda orang untuk bebas mengejar nafsu kesenangan dan kemuliaan kosong yang sia-sia (Why. 17:1-6). Memang ada keuntungan bersama politik dan ekonomi antara pelacur besar dan binatang itu, tetapi bukan tanpa kontradiksi dan konflik — pendominasi kekuatan politik pasti akan berusaha mengendalikan ekonomi, dan tidak akan pernah melepaskan mereka yang kuat finansialnya, Semua air yakni bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa orang-orang yang punya pengaruh besar (ayat 15, 18).

Melihat lebih mendalam, ada lebih banyak metafora mengenai wanita pelacur besar dalam tulisan Kitab Suci. Dalam konteks sejarah, sekutu dari pelacur besar itu adalah rezim Romawi (lihat renungan Wahyu 12:7-12), jadi kota besar pada waktu itu bukanlah Babel, tetapi Roma. Di zaman Roma kuno, rezim politik terpecah, kota Roma juga pernah diserang oleh para jenderal Romawi, sama seperti binatang itu dan sepuluh tanduk membenci pelacur besar, bergabung untuk menyerangnya. Di zaman Wahyu, di antara rakyat beredar legenda Nero datang lagi, bahwa tiran Nero akan dibangkitkan, dan akan membawa tentara dari timur menyerang Roma — semua ini menyatakan bahwa hegemoni pendominasi kekuasaan akan saling bertarung, dan berakibat keretakkan di antara mereka dan pecah terdekomposisi.

Pelacur besar itu juga memiliki makna simbolis penting lain, diungkapkan dalam metafora di Perjanjian Lama. Nabi Yehezkiel menggambarkan bahwa umat Allah dianiaya oleh musuh-musuh asing, ia berkata, … mereka memperlakukan engkau dengan kemurkaan, hidung dan telingamu akan dikerat … sisamu akan dimakan api … akan menelanjangi engkau … akan memperlakukan engkau dengan kebencian dan akan merampas segala hasil jerih payahmu dan meninggalkan engkau telanjang bugil … (Yeh. 23:25-29; 16:36-41); apa yang tertulis di sini sebenarnya adalah hukuman Allah. Ia membiarkan musuh-musuh asing menjarah umat-Nya yang murtad (lih. ayat 17). Ayat 16membakarnya dengan api mengacu pada kehancuran Yerusalem, telanjang menunjuk pada orang-orang Yahudi yang menjadi malu karena tidak setia kepada Tuhan. Ini digenapi pada diri pelacur besar itu (ayat 16), tepat menyindir orang-orang pada masa itu yang merapatkan diri pada kekuatan sinagoge dan murtad dari iman Kristus — jika kita tidak tahan godaan untuk berkompromi dengan dunia yang diwakili oleh pelacur besar itu, berpikir bisa mendapatkan manfaat langsung yang ada di depan mata, kelak akhir ceritanya akan mirip dengan pelacur besar itu: ditolak, dihina, diserang, dianiaya!

Secara ringkas, ada banyak orang di dunia ini yang dicobai oleh pelacur besar itu, yang tanpa mereka sadari jatuh dalam kenajisan dan dosa: tamak kemuliaan kosong, mempermainkan kekuasaan dan kekayaan, berkompromi, murtad, sehingga mengkhianati kebenaran — mohon Tuhan mengasihani saya! Pelihara lindungi saya agar tidak jatuh ke dalam godaan seperti itu, selamatkan saya lepas dari keganasan jahat pelacur besar dan binatang itu!

Renungkan:

Dalam situasi dan lingkungan saya saat ini, apa cara yang paling mungkin bagi pelacur besar untuk menggoda saya?

Aliansi sepuluh tanduk dari Antikristus telah saling bertarung dengan aliansi semua air dari pelacur besar, tetapi kuasa terbesar adalah Tuhan kita dan Allah kita (ayat 17). Apakah saya bersedia bersandar percaya pada Tuhan di dunia yang penuh pertempuran ini, mendapatkan damai yang sejati?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 16:12-21

「Perang Akhir Zaman, tuhan Palsu, raja Palsu, roh Kepalsuan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 16:12-21 [ITB])
12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. 13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. 14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.
15 Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.
16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon. 17 Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: Sudah terlaksana. 18 Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. 19 Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
20 Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.
21 Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Ketika malaikat keenam menumpahkan cawannya, yang diturunkan adalah perang yang besar (ayat 12-16). Kita ingat bahwa tujuh meterai dan tujuh sangkakala sebelumnya juga menyebutkan perang (lih. 6:4; 9:7-9), tetapi perang di sini lebih hebat, dan itu adalah perang besar akhir zaman antara Allah dan Setan. Kemudian, ketika cawan ketujuh ditumpahkan oleh malaikat, terlihat bahwa Babel yang besar dan kota-kota bangsa-bangsa runtuh dengan kegemparan (ayat 17-21), ini merupakan penghakiman ultimat dari Allah terhadap sekutu Setan.

Perang adalah bencana umum dalam sejarah, dan iblis paling hebat menghasut (lih. 9:14-15). Namun, kekuatan Allah lebih besar dari Setan, Ia menyusun rancangan-Nya sehingga perang yang terjadi pun juga dapat dipakai mencapai rencana yang lebih tinggi. Dalam sejarah Perjanjian Lama, Babel merebut Yehuda, menggenapkan rencana Allah menghakimi umat-Nya, tetapi kemudian Allah membangkitkan Koresh raja dari timur untuk menghakimi Babel, dan membuat orang-orang Yahudi diselamatkan dan bisa pulang kembali ke tanah air. Oleh karena itu, sungai Efrat lalu keringlah airnya (ayat 1) memiliki dua fungsi: pertama, musuh dapat menyerang dan menyebabkan bencana; kedua, Allah melakukan keselamatan dan pada saat yang sama penghakiman-Nya yang adil benar. Berdasarkan perikop hari ini, Setan sedang mempersiapkan jalan untuk raja-raja dengan sungai yang kering ini, melancarkan serangan, dan bertempur dengan Allah (ayat 12, 14), tetapi ini sebenarnya ini adalah pengaturan Allah di Surga, yang mengarahkan Setan dan raja-raja pengikutnya dikalahkan dan menerima penghakiman!

Siapakah raja-raja itu? Orang-orang milik Setan yang diperalat dia. Sarana Setan adalah penyesatan, sehingga rohnya keluar dari mulut, yaitu, dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu (ayat 13), yaitu: Setan menyamar sebagai Bapa, Kristus, Roh Kudus. Ia memberikan spiritualitas dan kekuatan palsu, seperti kemampuan roh-roh jahat untuk melakukan mukjizat, tetapi roh itu berasal dari setan, menggunakan metafora zaman kuno, itu adalah kenajisan seperti katak (ayat 13), tetapi banyak orang di dunia mengikuti dia, karena ia menghiasi kejahatan disamarkan menjadi kebaikan, dan itu membuat orang yang di dalamnya tidak merasa malu, berjalan dengan telanjang tetapi merasa seperti memakai pakaian (ayat 15). Bayangkan bahwa ekonomi yang baik itu sangat bagus, tetapi mengejar pencapaian ekonomi yang baik sampai pada suatu taraf tertentu akan membuat orang tersesat, itu mengerikan, tetapi orang-orang yang tersesat merasa bahwa mereka hebat! Beberapa orang mengatakan bahwa agama selalu menuntun orang untuk menjadi baik, itu tidak buruk, tetapi menyembah berhala dan memperlakukan kebaikan mereka sebagai berhala menjadi ketersesatan. Banyak orang di dunia oleh karenanya menjadi tidak percaya pada Allah yang sesungguhnya, dan bahkan memusuhi Allah.

Selain itu, raja-rajaini adalah raja pemegang kekuasaan dan sistem dunia, karena taktik Setan menggunakan kekuatan yang sangat besar, sehingga pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia untuk menggalang kekuatan (ayat 14). Mereka yang memiliki kekuatan besar atau sumber daya keuangan, organisasi, lebih mudah dicobai, sehingga mereka menjadi rusak, korup, tamak kekuasaan, dan menganiaya rakyat. Meskipun ini dapat menyenangkan Setan, tetapi harus menerima penghakiman dari Allah. Dalam Perjanjian Lama, Megido adalah tempat di mana tentara berkumpul dan bertempur, Harmagedon dalam teks ini menggunakan nama tempat tersebut untuk melambangkan berkumpulnya pasukan melawan Allah (ayat 16).

Melihat pertempuran para raja yang dipimpin oleh Setan, kita tahu bahwa medan perang tidak terbatas pada satu tempat, tetapi ada: di tempat sekitar, masyarakat, budaya, dunia keuangan, sistem nasional, di mana-mana roh Setan terus menghasut perang, dan pertempuran terjadi di hati kita kapan saja. Karena itu, mohon Tuhan membantu saya membedakan dan mohon Tuhan untuk menjadi raja di hati saya! Ayat hari ini juga menyisipkan kata-kata Yesus dan berkata, Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya … (ayat 15) Ini untuk mengingatkan saya bahwa saya harus benar-benar berjaga-jaga, jangan Biarkan Setan menarik saya ke barisan miliknya yang adalah musuh Allah.

Renungkan:

Paul berkata: karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2 Kor. 10:4-5) Apakah kemiripan perkataan Paulus dengan perikop hari ini? Di bagian mana mirip?

Melihat sekeliling, dapatkah Anda melihat ada perkataan dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu? Jika ada, mohon Tuhan untuk melindungi saya, mohon Tuhan memberi saya hikmat kebijaksanaan membedakan, dan keberanian untuk berdiri teguh, dan minta Tuhan untuk memperkuat kesetiaan saya kepada-Nya!


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 14:6-13

「Malaikat Umumkan Injil Penghakiman Akhir Zaman」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 14:6-13 [ITB])
6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 7 dan ia berseru dengan suara nyaring: Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.
8 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.
9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, 10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. 11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.
12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.

Yohanes berkata, aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit (ayat 6), jadi di mana malaikat yang telah ia lihat sebelumnya? Seharus adalah pada sangkakala ketujuh, sangkakala terakhir. Dia melihat malaikat yang meniup sangkakala ketujuh, yakni yang dicatat dalam Why. 11:15, dari sana, sampai di sini 14:6, adalah catatan tentang sejarah yang panjang: menceritakan perempuan yang melarikan diri ke gurun belantara, naga dilemparkan ke tanah, dua binatang buas muncul dari laut dan bumi, dan para pengikut Anak Domba menang dalam pertempuran. Dalam paragraf-paragraf ini, meskipun Mikhael dan utusan-utusannya tampil di surga, namun penulis menggunakan pertempuran di bumi sebagai garis utama narasi, sehingga tidak menampakkan malaikat di udara. Lalu, ayat-ayat hari ini membawa pembaca kembali ke langit, dan kita melihat lagi malaikat yang terbang, dan malaikat itu adalah padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi (ayat 6).

Kita perlu menggunakan cara pandang besar dari kitab Wahyu untuk memahami munculnya dan terbangnya malaikat ini. Dia bukan berbicara Injil di udara seperti yang biasa kita lakukan memberitakan Injil lewat udara (radio). Dia secara representasi simbolis menggambarkan pengaturan Allah di seluruh rencana Injil. Yang disebut Injil yang kekal tidak hanya anugerah keselamatan tetapi juga penghakiman atas dosa. Keduanya adalah ditetapkan Allah bagi dunia dalam kekekalan. Di sisi anugerah keselamatan: Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (Why. 5:9; 7:9), di sisi ini Injil telah digenapi, ini juga merupakan Injil yang biasanya kita beritakan. Namun, ada sisi lain yang sedang menunggu dilaksanakan, yaitu, penghakiman terakhir: kekuatan jahat di bumi akan dihancurkan, dan mereka yang dianiaya karena kebenaran akan mendapatkan keadilan. Pada saat itu, keadilan kebenaran Allah harus sepenuhnya dinyatakan, yaitu, Injil yang kekal

Jika mendengarkan secara seksama apa yang dikatakan dengan nyaring oleh ketiga malaikat itu, maka akan tahu bahwa perikop ini menekankan Injil dari sisi penghakiman.

  1. Yang pertama mengatakan: telah tiba saat penghakiman-Nya (ayat 7)
  2. Yang kedua berkata: Sudah rubuh, sudah rubuh Babel (ayat 8)
  3. Yang ketiga berkata: Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu … ia akan minum dari anggur murka Allah … sampai selama-lamanya (ayat 9-11)

Kata-kata ini memiliki peran penting bagi teks sebelum dan sesudahnya, merupakan sisipan dalam penjabaran serta pengumuman dalam perikop yang bersifat naratif ini. Frasa telah tiba saat penghakiman-Nya berarti bahwa akhir dari zaman akhir yang dikatakan kitab Wahyu ini akan datang. Sudah rubuh, sudah rubuh Babel adalah pembuka jalan, gambaran awal bagi pasal berikutnya 17 – 18. Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu … ia akan minum dari anggur murka Allah ini adalah ringkasan bagi teks di atas, mengingatkan pembaca untuk tidak menyembah binatang yang dijelaskan di atas, kalau tidak akan dihakimi bersamanya!

Perikop ini membawakan kita peringatan dan ajaran yang berharga. Pertama, jika saya masih memusuhi dan melawan Allah, saya harus cepat bertobat, jangan menunggu sampai satu-satunya peluang yang ada sekarang ini hilang, bahkan berkecimpung tenggelam bersama binatang buas! Kedua, jika saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, maka saya harus tahu bahwa Injil bukan merupakan berkat dan celaka yang didapatkan saat ini, tetapi pilihan yang saya putuskan dalam kekekalan: Saya takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia (ayat 7) sampai selamanya! Ketiga, jika saya menderita karena kebenaran dan dianiaya karena Tuhan, maka perikop ini adalah penghiburan dan dorongan bagi saya, mengajar saya agar memiliki ketekunan orang-orang kudus dan bersabar (ayat 12-13). Mereka yang bekerja keras dan mati dalam Tuhan Yesus, buah dari jerih lelah mereka adalah kekal, akan ada keselamatan Allah, pahala, dan kehadiran Allah yang selalu menyertai hamba-Nya yang setia.

Renungkan:

Ada orang mengatakan bahwa pengajaran dan peringatan dalam teks merupakan struktur berbentuk kipas (chiastik), dan kata-kata pengajaran itu tampaknya brkoresponden antara bagian awal dan akhir. Apakah Anda setuju dengan pemikiran ini?

Apakah Anda berpikir bahwa peran perikop ini adalah mengajar atau memberi peringatan?

Ayat terakhir dari paragraf ini: aku mendengar suara dari sorga berkata, apakah suara ini suara malaikat atau suara Tuhan? Bagaimana bisa tahu?

Orang Kristen sering menulis beristirahat dalam pelukan Tuhan di pemakaman. Menurut perikop ini, orang Kristen yang bagaimana yang benar-benar dapat beristirahat dalam damai?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.