
「Kota yang terkenal kejahatan」
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeh. 22:1-5 [ITB])
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 「Hai engkau, anak manusia, maukah engkau menjatuhkan, ya, menjatuhkan hukuman atas kota yang penuh hutang darah? Beritahukanlah kepadanya segala perbuatannya yang keji, 3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai kota, yang mencurahkan darah di tengah-tengahmu, sehingga waktu penghukumanmu datang dan membuat berhala-berhala bagimu yang menajiskan dirimu.
4 Dengan darah yang engkau curahkan engkau bersalah dan dengan berhala-berhalamu yang engkau perbuat engkau menjadi najis; dengan demikian engkau membuat saatmu mendekat dan membuat akhir tahun-tahunmu datang. Oleh karena itu Aku memberi engkau cercaan bagi bangsa-bangsa dan ejekan bagi semua negeri. 5 Yang dekat padamu dan yang jauh dari padamu akan mengejek engkau, yang kenajisannya terkenal dan yang penuh huru-hara.
Yehezkiel 22 membuat tuduhan terhadap Yerusalem dan para pemimpinnya, menunjukkan bahwa itu adalah kota yang sangat berdosa. Kita dapat membagi pasal ini menjadi tiga paragraf. Paragraf pertama terutama menyatakan bahwa Yerusalem adalah kota menumpahkan darah orang (Yeh. 22:1-16), paragraf kedua menggambarkan penghakiman TUHAN atas Yerusalem (Yeh. 22:17-22), dan paragraf ketiga menggambarkan penghakiman atas tanah yang najis (Yeh 22:23-31), kita akan memakai beberapa hari merenungkan maknanya. Hari ini kita terlebih dahulu merenungkan kata-kata pembuka dari seluruh pasal, yang menunjukkan bahwa Yerusalem adalah kota yang terkenal jahat (Yeh. 22:1-5).
Pada awal perikop, 「kota yang penuh hutang darah」 (kota mencurahkan darah orang) digunakan sebagai deskripsi Yerusalem, dan 「mencurahkan darah」 menjadi kata penting dalam pasal 22 (ayat 2, 3, 4, 6, 9, 12, 13, 27), kita akan merenungkan kata ini lebih banyak besok. Sebagai kota suci, Yerusalem ternyata menjadi kota penuh pertumpahan darah. Ini sungguh sulit diterima akal. Sebagai tempat di mana umat Allah menegakkan hukum dan keadilan, Yerusalem, secara teori, seharusnya lebih memahami apa itu kekudusan dan keadilan dibandingkan kota-kota lain di negara-negara lain, tetapi ternyata dia justru menjadi anti-kesaksian, menjadi yang jahat di tempat yang seharusnya suci kudus, dan penindasan di tempat yang seharusnya adil benar, memutarbalikkan pemahaman tentang yang baik dan yang jahat.
Oleh karena itu, ayat 4 menunjukkan bahwa Yerusalem akan menanggung 「cercaan bagi bangsa-bangsa dan ejekan bagi semua negeri」, dan dalam ayat 5 bahwa kota berdarah ini telah mencapai taraf di mana ia 「terkenal」. Kitab Ulangan menunjukkan bahwa ketika orang Israel mematuhi semua perintah, peraturan, dan ketetapan Allah (Ulangan 26:17-18), orang Israel akan mendapatkan 「Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat」 (Ulangan 26:19). Namun, kerajaan Yehuda pada masa Yehezkiel menjadi kota dosa yang paling terkenal di antara bangsa-bangsa. Yerusalem tidak memiliki reputasi baik dan kehormatan, tetapi terkenal kejam, menjadi anti-kesaksian semacam ini, menjadi bahan ejekan bangsa-bangsa, dan dengan demikian nama Allah dipermalukan. Dalam ayat 5, disebutkan bahwa 「yang dekat padamu dan yang jauh dari padamu akan mengejek engkau」, kontras antara 「jauh」dan「dekat」 ini memberikan makna totalitas seluruh (gaya sastra retorik merism: kombinasi sepasang kata kontras untuk mengungkapkan totalitas atau kelengkapan), yang menunjukkan bahwa kemasyhuran kejahatan Yerusalem telah diakui oleh semua bangsa-bangsa di bumi.
Renungkan:
Kiranya kita menjadi kesaksian 「terpuji, ternama dan terhormat」, bukan anti-kesaksian 「terkenal kejahatan」
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.

