Tag Archives: Sion

Ratapan 4:21-22

「Berkat bagi Sion, kutuk bagi Edom」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:21-22 [ITB])
21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
22 Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan,
tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.

Ratapan Yeremia 4:21-22 adalah akhir dari keseluruhan pasal 4, tetapi tema dan gaya penulisan sama sekali berbeda dengan pasal sebelumnya, karena menggambarkan harapan Sion, ayat 21 menggambarkan bencana yang dialami orang Edom, dan ayat 22 menjelaskan tentang hukuman atas Sion akan berakhir dan tak akan lagi dibawa ke dalam penawanan.

Tema ayat 21 dan 22b adalah putusan penghakiman atas Edom, ayat 21 dimulai dengan puteri Edom, bermaksud untuk dikontraskan dengan puteri Sion, keduanya adalah menggunakan kata puteri adalah untuk menjelaskan kelemahan dan kerentanan, dahulu Sion seperti puteri yang lemah dan hancur, dan Edom juga akan menjadi lemah dan hancur seperti Sion. Mengapa Kitab Suci menyebutkan Edom? Ini karena meskipun Edom (nama lain dari Esau) adalah saudara Israel sendiri, ketika Sion dihancurkan, mereka dengan senang hati berkata: Runtuhkanlah, runtuhkanlah sampai ke dasarnya! (Mazmur 137:7, klik untuk membaca), Edom bukan hanya tidak membantu Israel, ia bahkan bersukacita ketika Yerusalem dihancurkan, sehingga orang-orang Israel mengharapkan Edom mendapat balasan. Sekarang, ayat 21 menunjukkan bahwa cawan pahit Sion akan beralih kepada Edom, dan Edom akan meminumnya sampai mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, ini konsisten dengan catatan lain dalam Perjanjian Lama (Setelah ia minum anggur itu, ia mabuk, dan melepaskan pakaiannya di dalam kemah Kej. 9:21, Terkutuklah orang yang memberi minum bercampur anggur kemarahan dan berang yang memabukkan, kepada sesamanya, untuk melihat ketelanjangannya Hab. 2:15), dan menunjukkan bahwa kutukan dan penghakiman akan datang kepada Edom.

Sebaliknya, ayat 22 menegaskan bahwa hukuman Sion akan berakhir, Tuhan akan menghentikan Sion dari penawanan. Artinya hukuman Sion pada akhirnya akan berakhir. Hal ini sesuai dengan ketetapan- ketetapan perjanjian. Jika Sion mau bertobat serta segenap hati dan tenaga kembali kepada TUHAN (Yahweh), maka TUHAN akan membawa para tawanan ini kembali ke Yerusalem (Ul. 30:1-6, klik untuk membaca). Ini adalah harapan perjanjian, meskipun Sion tidak tahu tanggal pasti datangnya hari ini, tetapi Sion dapat tahu dengan pasti bahwa hari ini akan datang. Akan tetapi, ayat 22b juga menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) pasti menghukum Edom, menyingkapkan dosa-dosanya, namun tidak menunjukkan bahwa hukuman mereka suatu hari akan berlalu, sehingga menyiratkan bahwa Edom tidak memiliki kesempatan untuk kembali dari pembuangan. Ini konsisten dengan pesan Maleakhi (Maleakhi 1:1-5).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
2 YAHWEH berfirman, 「Aku mengasihi kamu.
Tetapi kamu berkata: Dengan apakah Engkau mengasihi kami?
Bukankah Esau saudara Yakub? Namun Aku mengasihi Yakub, 3 dan membenci Esau, serta membuat pegunungannya menjadi tanah tandus dan tanah pusakanya menjadi padang gurun.
4 Ketika Edom berkata: Kami telah dipukul hancur, tetapi kami akan membangun kembali tempat-tempat yang runtuh.」 Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam, berfirman, 「Mereka akan membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya, dan mereka akan menyebutnya sebagai wilayah kejahatan, dan bangsa yang kepadanya YAHWEH murka untuk selama-lamanya.
5 Tetapi kamu akan melihat dan berkata: YAHWEH akan dimuliakan sampai di luar daerah Israel.

Renungkan:
Hari-hari kelam akan berlalu, dan hukuman atas dosa akan dihapus, karena TUHAN (Yahweh) adalah Allah yang setia, Dia akan memenuhi harapan dalam perjanjian, asalkan orang bersedia datang kepada TUHAN untuk mengakui dosa-dosanya, bertobat, pada akhirnya akan ada pembalikan kutukan. Namun, jika orang tidak bertobat, situasinya seperti Edom, dahulu dia mengolok-olok Israel, sekarang apa yang dia olok-olok akan menimpa dirinya. Apakah kita bersedia menjadi Sion yang bertobat atau Edom yang sombong dan tidak mau berubah?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 1:7-11

「Kenajisan Yerusalem」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 1:7-11 [ITB])
7 Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya.
8 Yerusalem sangat berdosa, sehingga najis adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; dan dia sendiri berkeluh kesah, dan memalingkan mukanya. 9 Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya!
10 Si lawan mengulurkan tangannya kepada segala harta bendanya; bahkan harus dilihatnya bagaimana bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya, padahal Engkau, ya TUHAN, telah melarang mereka untuk masuk jemaah-Mu. 11 Berkeluh kesah seluruh penduduknya, sedang mereka mencari roti; harta benda mereka berikan ganti makanan, untuk menyambung hidupnya. Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah, betapa hina aku ini!

Tema bagian ini adalah kenajisan Yerusalem. Ayat 8 menunjukkan bahwa Yerusalem telah melakukan kejahatan besar, sehingga menjadi najis. Kebanyakan peneliti percaya bahwa najis ini mengacu pada menstruasi wanita. Penyair Ratapan menggunakan gambaran ini pertama-tama karena ia memakai puteri sebagai gambaran Sion, di sisi lain, juga menggunakan menstruasi untuk melambangkan bahwa kotoran Sion telah dibongkar seluruhnya, seperti ketelanjangnya dan darah menstruasi (sesuai makna budaya zaman itu). Ayat 9 melanjutkan tema kenajisan Yerusalem, menjelaskan kenajisannya melekat pada ujung kainnya, artinya wanita yang mengalami menstruasi ini telah menodai pakaian di bagian bawah tubuhnya, ini adalah metafora atas dosa Yerusalem yang sudah meluas sangat terkenal, dan sudah tidak terkendali. Ini adalah perselingkuhan Sion di waktu lalu dengan dewa-dewa dan bangsa asing (Hosea 4:10-18, klik untuk membaca), dan mengkhianati TUHAN (Yahweh). Saat dia melakukan kejahatan itu, dia tidak memikirkan tentang akhir yang akan ia hadapi, itu karena dia sama sekali melupakan ketentuan perjanjian tentang konsekuensi melanggar perintah Allah (Ulangan 28, klik untuk membaca). Jadi dia tidak percaya dan juga mengabaikan bahwa dosa membawa kutukan seperti yang ditentukan dalam perjanjian, yaitu menjadi tawanan.

Ayat 10 menggunakan gambar wanita yang mengalami kekerasan, menunjukkan bahwa musuh tersebut secara paksa masuk tempat khusus milik puteri Sion, yakni tempat kudusnya, dan segala harta bendanya. Penyair Ratapan menggunakan metafora ini sebagai gambaran atas Bait Suci dan semua barang berharga di Bait Suci. Bait Suci pada awalnya merupakan pusat pemujaan dan tempat khusus yang dipisahkan, yang dikuduskan, tetapi Sion berdosa mengizinkan musuh asing masuk. Allah juga pernah memerintahkan agar mereka tidak mengizinkan orang asing non Yahudi menginjakkan kaki di tempat suci (2 Raja-raja 25:13-17), oleh karena itu, kita sekali lagi melihat bagaimana penyair Ratapan menggunakan gambar perempuan untuk menggambarkan kehancuran Sion. Yerusalem melakukan kejahatan besar, dan puteri Sion tidak mau tahu konsekuensi kejahatan itu, jadi dia pantas mendapatkannya.

Namun, meskipun teologi perjanjian cukup untuk menjelaskan alasan kenajisan dan kekerasan yang dialami Sion, itu tidak berarti bahwa Sion tidak boleh mengungkapkan kesedihan di dalam hatinya. Kitab Suci dua kali mencatat TUHAN dalam ayat 9 dan 11 Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, kedua permohonan ini di satu sisi menyerukan pemeliharaan Allah, di sisi lain mereka mempertanyakan mengapa Allah tidak menjaga Sion (Ratapan 1:11, 12, 18, 20), menunjukkan bahwa meskipun dia pantas menerima dosanya, dia juga berdoa agar Allah memandang kepada dia ketika menghukumnya. Namun, ia merasa bahwa Allah yang dahulu memelihara dirinya kini tidak hadir, dia tidak tahan untuk mempertanyakan Allah.

Renungkan:
Mengapa wanita Sion yang berdosa berdoa memohon perhatian Allah? Ini karena ada hubungan perjanjian antara Sion dan TUHAN (Yahweh). Secara alamiah, ini dipahami dalam kaitannya dengan hubungan antara bapak dan anak. Oleh karena itu, Sion tidak mau menerima keadaan di mana Allah tidak memperhatikan dia. Kita mungkin mengira dia memang pantas menerima akibat perbuatannya, ia juga mengakui bahwa kenajisan dan dosanya sangat terlihat dengan jelas, sama seperti menstruasi yang melebar keluar. Namun, mereka yang menderita karena dosa juga berdoa memohon belas kasihan Allah, menunjukkan bahwa ia dalam pertobatan masih percaya kepada Allah, merindukan Allah, dan memohon kepada Allah, tetapi ia merasa Allah tidak hadir, jadi dia mempertanyakan. Dengan demikian, ada tarikan ketegangan antara pengakuan dosa dan keluhan, serta ada jarak antara iman dan realitas kenyataan. Kontradiksi ini tepat adalah suara syair ratapan yang sepenuh hati, dan menjadi suara hati kita. Marilah kita manusia berdosa yang hidup dalam kesusahan, melalui syair ratapan menemukan diri, yaitu diri yang tidak meninggalkan Allah, apakah Anda akan menemukannya?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 1:3-6

「Kesedihan puteri Sion」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 1:3-6 [ITB])
3 Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; siapa saja yang menyerang dapat memasukinya pada saat ia terdesak.
4 Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. 5 Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia.
Sungguh, TUHAN membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya; kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan.
6 Lenyaplah dari puteri Sion segala kemuliaannya; pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa yang tidak menemukan padang rumput; mereka berjalan tanpa daya di depan yang mengejarnya.

Lenyaplah segala kemuliaannya dari puteri Sion

Ratapan Yeremia 1:3-6 menggunakan dia (feminin) sebagai personifikasi untuk menggambarkan kota Sion Yerusalem sebagai puteri Sion (ayat 6). Alasan mengapa Kitab Suci menggunakan kata ganti feminin menggambarkan Sion adalah budaya saat itu untuk membawakan simbol kerapuhan. Kata ganti orang dia (feminin) ini mendominasi penulisan ayat 3-6: her persecutors (penindasnya) (ayat 3, lihat KJV), she dwelleth among the heathen (ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa) (ayat 3), memasukinya pada saat ia terdesak (ayat 3), pintu gerbangnya (ayat 4), imam-imamnya (ayat 4), dara-daranya (ayat 4), dia sendiri (ayat 4), Musuhnya (ayat 5) , seteru-seterunya (ayat 5), kanak-kanaknya (ayat 5), pelanggarannya (ayat 5), pemimpin-pemimpinnya (ayat 6), dll., jadi, ayat 3-6 ini adalah paragraf yang menggambarkan tentang penderitaan nya (feminin penuh kerapuhan).

Ayat 3 dimulai dengan Yehuda pergi ke penawanan (KJV / IMB) (kata penawanan tidak diterjemahkan dalam ITB) membawakan letak tema utama, penawanan yang menyebabkan Sion mengalami sengsara dan besarnya pekerjaan berat (affliction and great servitude). Kata besarnya pekerjaan berat dapat diartikan sebagai pekerjaan seperti budak (lihat ITB perbudakan yang berat), dan juga dapat diartikan sebagai pekerjaan pelayanan persembahan korban di Bait Suci. Kitab Suci menggunakan frasa bermakna ganda ini untuk menunjukkan bahwa ritual orang Yehuda di masa lalu yang dilakukan dalam kemunafikan mengakibatkan perbudakan yang berat di masa sekarang ini, dapat dikatakan sebagai menderita akibat buah perbuatan yang dilakukan sendiri.

Ayat 4 melanjutkan tema meratap sedih dari ayat 2, menggunakan empat sedang (tidak diterjemahkan secara eksplisit dalam bahasa Indonesia): jalan-jalan ke Sion sedang diliputi dukacita, sedang sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, sedang berkeluh kesahlah imam-imamnya dan sedang bersedih pedih dara-daranya. Keempatsedang ini menunjukkan bahwa semua bangunan dan orang di Kota Sion sedang mengalami berbagai macam penderitaan, apakah itu jalan atau gerbang, iman atau para dara tidak ada yang luput. Ayat 5 dimulai dan diakhiri dengan lawan-lawan, awal dan akhir yang bersahutan ini menjelaskan kondisi lawan-lawan yang berbahagia dan Sion yang sengsara. Kitab suci tidak menyebutkan identitas musuh-musuh ini, karena penyair Ratapan dengan sengaja menuliskan seluruh kitab Ratapan Yeremia sama sekali tidak menyebutkan kata-kata Babilon, Kasdim.Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Sion dihancurkan bukan karena identitas dan kekuatan musuh, tetapi hanya karena melanggar TUHAN (Yahweh) dan mengkhianati-Nya. Akhirnya, puteri Sion muncul untuk pertama kalinya di ayat 6. Alasan mengapa dia rapuh adalah karena dia telah kehilangan semua kemuliaannya. Kata kemuliaan ini sering digunakan untuk menggambarkan kehadiran Allah (Mazmur 29:4; 96:6; Yes. 2:10, 19, 21), ini menunjukkan bahwa Sion tanpa kehadiran penyertaan Allah sama saja dengan tidak memiliki apa-apa. Tidak peduli berapa banyak kekayaan dan pasukan yang dia miliki, jika semua ini tanpa penyertaan Allah, tidak peduli seberapa besar benteng itu, semuanya akan menjadi rapuh tak akan dapat bertahan. Ternyata Sion dihancurkan bukan karena kekuatan musuhnya, tetapi karena Allah sudah meninggalkannya. Karena itu, ayat 3 dimulai dengan pengasingan, dan ayat 6 diakhiri dengan tidak adanya penyertaan Allah (lenyaplah segala kemuliaan dari puteri Sion).

Renungkan:
Jika bukan karena kehadiran penyertaan Allah, semua kemuliaan seorang puteri Sion akan sia-sia, dan seberapa sering kita dibingungkan oleh kekayaan, identitas, status, dan derajat di depan kita, menempatkan makna hidup di atas semua ini, dan sama sekali melupakan Allah yang ada di balik yang memberi kita semua ini? Apakah pandangan mata kita beriman bahwa penyertaan Allah lebih menarik dari semua ini, dan lebih dari segala yang kita rindukan di dalam hati kita?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 4:1-8

「TUHAN adalah Raja」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:1-8 [ITB])
1 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem. 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.

5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Terdapat kontras yang sangat kuat antara Mikha pasal 3 dan 4. Ayat 3:12 baru saja menggambarkan kehancuran gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan, kemudian ayat 4:1 segera menyatakan bahwa gunung rumah TUHAN (Yahweh) akan berdiri kokoh. Ayat 3:9-12 dan 4:1-4 keduanya terkait tentang masa depan Yerusalem, satu bagian adalah prospek yang lebih dekat yang bersifat penghakiman, dan yang satu lagi adalah prospek jauh kelak yang bersifat pemulihan dibangkitkan.

Ayat 4:1-8 dapat dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama adalah ayat 1-4, menggambarkan keadaan kebangunan rohani; ayat 5 adalah nasihat kepada orang-orang, menunjukkan iman yang harus dimiliki oleh umat sisa; dan yang terakhir ayat 6-8 menjelaskan bagaimana TUHAN (Yahweh) mengumpulkan mereka untuk kepulangan kembali.

Dalam 4:1-4, ditunjukkan bahwa dalam pemulihan yang akan datang kelak, bukan hanya orang Israel yang akan menerima anugerah. Ketika gunung Bait Allah (Yahweh) berdiri tegak, semua bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke gunung ini, dan banyak kelompok suku bangsa akan ditarik untuk datang ke sini. Penghakiman TUHAN (Yahweh) akan dilaksanakan di antara suku-suku bangsa dan negara yang besar dan jauh sekalipun. Pada saat itu TUHAN (Yahweh) akan memimpin seluruh bumi untuk hidup dalam damai, setiap orang bisa hidup tinggal dalam ketenteraman, dan tidak ada yang menakuti mereka.

Ayat 4:6-7, TUHAN akan mengumpulkan sisa-sisa Israel untuk kembali. Di sini menggambarkan keselamatan setelah bencana, sekali lagi menunjukkan perpindahan fokus dari nasihat kepada generasi saat ini beralih kepada harapan masa depan. Perhatikan bahwa yang pincang dan yang diusir adalah partisipatif tunggal, tidak merujuk pada individu pribadi, tetapi seluruh Israel, ia menjadi lumpuh dan diusir oleh hukuman TUHAN (Yahweh), tetapi pada hari akhir Ia akan mengumpulkan mereka, dan Dia akan memerintah atas mereka di Sion, dan membangun Kerajaan yang akan berdiri selamanya.

Ayat 4:8 tiba-tiba dimulai dengan engkau sebagai panggilan secara independen terpisah. Dalam teks bahasa asli, kata engkau dan sekarang (yang muncul berulang kali dalam ayat 7, 9, 10, 11) sangat mirip secara bentuk huruf dan pengucapannya, dan mungkin memiliki efek menyatakan kontras. Di ayat 8 ini, kata Migdal-eder (Menara Kawanan Domba) dan Bukit puteri Sion tampaknya merupakan nama tempat. Migdal-eder diterjemahkan sebagai Menara Kawanan Domba dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Indonesia (namun ITL sebagai Migdal-eder) , mewakili posisi tugas Yerusalem sebagai pengawasan dan kepemimpinan di Israel. Bukit puteri Sion dapat merujuk ke bukit antara Bait Suci dan kota Daud, yang dalam 2 Tawarikh 27:3 dan Nehemia 3:26 disebutkan Ofel , menunjukkan bahwa pusat pemerintahan ada di Yerusalem. TUHAN (Yahweh) menunjukkan di sini bahwa Yerusalem akan kembali dipulihkan kemuliaannya. (Mikha 4:8 dalam terjemahan ITL Maka engkau, hai Migdal-eder, hai Ofel puteri Sion! kemuliaanmu akan datang, bahkan, pemerintahan yang dahulu itu akan datang, yaitu kerajaan puteri Yeruzalem!)

Di antara seluruh paragraf, nasihat dalam ayat 5 tampaknya relatif berbeda dari berita yang dibicarakan dalam konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya), dan khususnya seperti bertentangan dengan yang di atas. Yang sebelumnya adalah pengaruh kebangunan rohani secara umum terhadap dunia, bangsa-bangsa dan semua negara akan kembali berada di bawah bimbingan TUHAN (Yahweh). Di sini, penekanan sekali lagi ditempatkan pada diri orang Israel, dan bahkan manifestasi nyata yang seharusnya ditunjukkan mereka dikontraskan dengan bangsa-bangsa. Bisa jadi penulis beralih dari menggambarkan pemulihan kebangkitan dan masa depan berpindah fokus kembali terhadap orang Israel di masa itu, dan memberikan nasihat kepada mereka. Nabi Mikha menunjukkan bahwa karena TUHAN hendak menggenapkan hal-hal besar di masa depan, maka umat milik-Nya di hari ini harus bertindak dan berperilaku atas nama TUHAN (Yahweh) Allah mereka. Harapan masa depan perlu diterapkan pada kehidupan saat ini. Sebagaimana diingatkan kepada kita dalam 1 Yohanes 3:2-3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa Tuhan akan menggenapkan keselamatan dan pemulihan secara sepenuhnya pada hari-hari akhir, tetapi apakah kita hari ini bertindak sesuai dengan harapan ini, sehingga menghidupi kesaksian iman ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 3:16-21

「Tuhan Benteng Perlindungan Kita」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:16-21 [ITB])
16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
17 Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim. 19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. 20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun. 21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion.

Fokus dari perikop ini adalah kembali ke Sion lagi. Di bagian pembukaan dan akhir, berulang kali secara paralel menyebutkan Yerusalem dan Sion. Di ayat 3:16, dinyatakan bahwa TUHAN pasti mengaum dari Sion dan memperdengarkan suara-Nya dari Yerusalem, menunjukkan penghakiman-Nya yang serius. Di ayat 3:20-21, tidak hanya berjanji bahwa Yehuda dan Yerusalem akan bertahan untuk selama-lamanya generasi ke generasi, tetapi juga diakhiri dengan ringkasan bahwa TUHAN (Yahweh) yang tinggal diam di Sion.

Dalam ringkasan ini, nabi Yoel tampaknya mengalihkan pandangannya dari masanya itu ke masa depan yang jauh, dan bahkan ke akhir yang kekal. TUHAN (Yahweh) mengaum dengan keagungan wibawa, dan ketika penghakiman-Nya keluar, langit dan bumi akan terguncang dan semua ciptaan akan berubah. Ini adalah harapan umat Tuhan untuk akhir zaman. Tetapi perubahan dunia hanyalah sebagian kecil dari harapan ini, yang lebih penting, setelah dunia diguncang yang kemudian diperbarui, TUHAN (Yahweh) tinggal di dalamnya.

Tuhan tinggal diam bersama, pertama-tama, memberikan jaminan perlindungan bagi umat milik-Nya. Dia menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya, sehingga umat milik-Nya tidak lagi takut atau khawatir tentang serangan kekuatan jahat. Tempat ini sepenuhnya dikuduskan, dan orang luar tidak bisa lewat. Karena penghakiman hari akhir sudah berakhir, hanya umat Allah yang tersisa. Nabi Yoel menggunakan kehancuran Mesir dan Edom untuk melambangkan akhir dari mereka yang menentang Tuhan dan menganiaya umat-Nya.

Tuhan tinggal diam bersama juga membawa kelimpahan di semua aspek. Anggur manis, susu, air yang mengalir, mata air, semuanya mewakili kelimpahan dalam kehidupan. Ini bukan hanya kelimpahan materi jasmaniah, tetapi juga simbol dari kelimpahan rohani yang meluap. Ini adalah harapan kekal dan tujuan akhir kita sebagai umat Allah.

Mengingat lagi pesan Kitab Yoel, kita melihat bahwa nabi Yoel mengalami bencana pada waktu itu, mengingatkan kita agar belajar dari bencana dan menyerap kebijaksanaan yang dapat bertahan tidak rusak. Kita harus memahami bagaimana mendapatkan Tuhan dalam kesulitan, dan memohon Dia. Ketika penghakiman akhir akan tiba, ditentukan bahwa hanya mereka yang memohon Dia bisa diselamatkan. Tidak hanya itu, kita juga melihat bahwa sebelum akhir hari Dia akan membangkitkan hamba-hamba-Nya laki-laki dan perempuan, melalui pencurahan Roh Kudus, kita dapat menjadi juru bicara dan saksi-Nya. Terakhir, kita melihat pemandangan penghakiman hari akhir, tetapi yang lebih penting, akhir yang dibawakan bagi umat Allah setelah penghakiman ini. Karena mengetahui akhir ini, kita dapat menjadi tenteram damai dalam menghadapi segala yang kita alami, dan bahkan mungkin dalam bencana yang kita alami. Ketika musibah itu tampaknya terjadi satu demi satu: apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap, sehingga tampaknya tidak ada harapan sama sekali, nabi Yoel memberi tahu kita bahwa Tuhan yang memegang kuasa, Dia adalah sandaran dan harapan kita.

Renungkan:
Di masa yang sudah kita lalui, apakah kita merasa kesulitan datang bertubi-tubi dalam hidup ini? Sulit untuk bertahan di bawah tekanan hidup? Mari kita berpaling kepada Tuhan kita, memanggil Dia untuk meminta pertolongan-Nya, dan kokoh percaya terhadap keselamatan dari-Nya sebagai harapan kita.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:7-14

「Yerusalem adalah Ibumu」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 66:7-14 [ITB])
7Sebelum menggeliat sakit,
ia sudah bersalin,
sebelum mengalami sakit beranak,
ia sudah melahirkan anak laki-laki.
8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu,
siapakah yang telah melihat hal yang demikian?
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari,
atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali?
Namun baru saja menggeliat sakit,
Sion sudah melahirkan anak-anaknya.
9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan
tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN.
Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan
menutup rahimnya pula? firman Allahmu.
10Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
dan bersorak-soraklah karenanya,
hai semua orang yang mencintainya!
Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya,
hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan
menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu,
supaya kamu menghirup dan
menikmati dari dadanya yang bernas.
12Sebab beginilah firman TUHAN:
Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai,
dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya,
demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;
kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan
kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;
maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 66:7-14 menggunakan gambaran Yerusalem sebagai ibu untuk menunjukkan betapa bahagianya umat Kota Suci. Sion sebagai seorang ibu, dia mengandung melahirkan anak-anaknya, dan mengalami rasa sakit bersalin, gambar ini juga digunakan di tempat lain dalam Yesaya (Yes. 26:16-18; 51:18-20), lalu Yes. 66:7-9 menunjukkan proses bersalin dan rasa sakit yang terkait dalam proses itu. Ayat 7-8 menunjukkan bahwa jika Sion melahirkan umat Sion dalam sekejap tanpa rasa sakit, ini adalah pekerjaan Tuhan, sebuah keajaiban, karena penderitaan bersalin itu sendiri adalah kutukan atas dosa kejatuhan manusia (Kejadian 3:16), dan sekarang melahirkan tanpa rasa sakit itu adalah gambaran Sion yang meninggalkan kutukan atas dosa kejahatan, yang juga menunjukkan bahwa Allah tidak dapat menemukan dosa kejahatan apa pun di Sion, sehingga ia melahirkan semua umatnya dengan mudah dan tanpa kesulitan, melambangkan berkat besar dari Allah.

Ayat 10-11 menunjukkan bahwa umat Sion akan bersukacita bersama-sama Yerusalem, karena Sion seperti seorang ibu yang memberikan susu yang berkecukupan untuk memenuhi semua kebutuhan umatnya, dan mereka akan minum susu dengan kenyang sejahtera dalam pelukan penuh penghiburan damai, susu ini adalah metafora dari kemuliaan yang berkelimpahan (tidak eksplisit dalam ITB, lihat ITL sampai puas-puas dengan mengisap pancaran kemuliaannya, KJV be delighted with the abundance of her glory), dan kemuliaan ini adalah kemuliaan Allah (Yes. 60:1-3), umat kota itu mendapatkan kemuliaan oleh karena mempraktikkan (merealisasikan) keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, umatnya bersukacita karena firman Allah dan pemeliharaan-Nya melalui Sion, ini bukan sukacita secara material, tetapi sukacita spiritual rohani, bersukacita karena menjalankan keadilan dan kebenaran yang didefinisikan (ditentukan) oleh hukum Taurat Allah.

Akhirnya, ayat 12-14 menunjukkan bahwa di bawah berkat Sion sang ibu, umatnya dapat mendapatkan berkat, ada kedamaian dan kemuliaan segala bangsa-bangsa (ayat 12), mendapatkan penghiburan (ayat 13), dan musuh mendapat pembalasan (ayat 14). Ayat 14 menunjukkan bahwa tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, tangan ini adalah tangan yang memukul musuh, menunjukkan bahwa Injil sejati adalah untuk menghukum musuh yang menindas umat dan umat semuanya berjalan serta menjalani dalam keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, Yes. 66:7-14 menggunakan gambar Sion sebagai ibu untuk menjelaskan pemandangan indah Yerusalem di hari akhir.

Renungkan:
Setiap orang memiliki ibu, dan setiap anak mengharapkan pemeliharaan, peneguhan, kemuliaan, dan kekuatan dari ibu. Tetapi ketika kita memiliki pengharapan seperti itu, pada saat yang sama kita juga harus merenungkan apakah kita mengenali dosa kita, meninggalkan jalan orang fasik, dan dengan rendah hati menghidupi firman Allah sebagai penuntun, dan hormat takut akan Allah serta menaati kata-kata-Nya, barulah kita dapat menikmati kedamaian dan sukacita. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:15-22

「Transformasi Sion serta Langit dan Bumi」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:15-22 [ITB])
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun,
sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.
17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi;
Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu Selamat dan pintu-pintu gerbangmu Pujian.
19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

TUHAN menjadi penerang abadi mu

Bagian akhir Yesaya pasal 60 menuliskan gambaran akhir zaman, yang berorientasi eskatologis (akhir zaman) yang sering muncul dalam kitab Yesaya. Ketika nabi Yesaya menggambarkan kehidupan saat itu dan keselamatan Sion, ia juga membawakan tentang pandangan jauh atas masa depan indah yang akan ada di akhir zaman, bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahwa kebangkitan Sion yang ada di hadapan mereka itu merupakan cita rasa awal dari keadaan hari akhir yang jauh di masa depan, sehingga mendorong umat Allah untuk tidak menyerah atas iman mereka karena kesulitan dan kegelapan di depan mereka. Bagi nabi Yesaya, realitas dan kebenaran tentang hari akhir itu lebih sejati dan nyata daripada keadaan saat ini yang ada di hadapannya. Meskipun gambaran hari akhir belum menjadi kenyataan, tetapi ia yakin bahwa akan datang hari itu, Allah telah menganugerahkan janji (promise) tentang hari akhir itu, pasti akan dipenuhi di masa depan (fulfillment), ini merupakan ketegangan antara sudah tetapi belum (already but not yet, sudah dimulai dan dapat dikatakan sebagai mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total).

Gambaran-gambaran hari akhir yang diuraikan dalam ayat 15-22 dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama (ayat 15-18) mencatat transformasi Sion, dan bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi serta bangsa-bangsa. Pertama-tama, Sion ini akan memiliki kemuliaan kekal dan sukacita turun-temurun (ayat 15), akan dipenuhi kebutuhannya oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, dan TUHAN sebagai Allah Juruselamat Penebus bagi warga Sion serta mengalami Allah sebagai Yang Mahakuasa (ayat 16), bahan-bahan yang dari bahan material rendah akan digantikan dengan logam yang berkualitas (emas, perak, tembaga, besi); ada kedamaian dan keadilan di Sion (ayat 17), tidak ada lagi kekerasan, penindasan dan perusakan yang tidak adil (ayat 18), keselamatan dan pujian Allah menjadi dinding dan pintu (ayat 18), semuanya ini adalah metafora perumpamaan yang menunjukkan bahwa keadilan, kebenaran, dan keselamatan diperoleh Sion karena di bawah pemerintahan Tuhan Penebus, menyinarkan cahaya kemuliaan seperti emas dan perak, Sion menjadi teladan panutan bagi bangsa-bangsa.

Bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi, yang menjelaskan bahwa tidak ada matahari di siang maupun bulan di malam hari, karena cahaya TUHAN akan selalu bersinar menerangi (ayat 20), ini merupakan gambar dari langit dan bumi yang baru, yang digunakan dalam kitab Wahyu untuk menggambarkan keadaan Kota Suci Yerusalem yang baru (Wahyu 21:23), dan semua penduduknya adalah orang-orang benar, sama sekali tidak ada lagi dosa (ayat 21). Transformasi langit dan bumi ini memberi tahu kita harapan akan hari akhir, tidak ada tempat bagi orang fasik orang jahat, dan orang benar akan memerintah untuk selama-lamanya, kemuliaan TUHAN akan menjadi tujuan utama, tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi kesedihan air mata, sungguh, sedikitpun juga tidak ada!

Renungkan:
Menghadapi kegelapan dan penindasan di hadapan kita, kita akan merasakan ketidakhadiran TUHAN, hari-hari duka tampaknya tidak berhenti, dan Tuhan sepertinya jauh dari kita, tetapi pandangan jauh ke depan hari akhir dari kitab Yesaya tentang Sion serta transformasi langit dan bumi memberitahu kita, bahwa itu yang sejati daripada yang kita lihat sekarang. Bagi nabi Yesaya, kebenaran tentang hari akhir itu adalah yang sejati daripada kegelapan saat ini, karena kegelapan hanyalah sementara, tetapi terang itu yang kekal abadi, bahkan jika kegelapan di depan Anda sedemikian banyak dan sedemikian besar, namun itu akan hilang selama-lamanya dalam terang kemuliaan TUHAN, di hari itu tidak ada lagi air mata dan rasa sakit, hanya sukacita dan keadilan. Maukah Anda menjaga pengharapan Anda sampai kedatangan Tuhan yang mulia itu?

Pengharapan: karena Already but not yet, saat ini hanyalah mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total)


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:10-14

「Sion, Milik Yang Mahakudus, Allah Israel」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:10-14 [ITB])
10 Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau. 11 Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. 12 Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusakbinasakan. 13 Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak. 14 Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau kota TUHAN, Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel.

“Orang-orang asing akan membangun tembokmu …”

Tema utama Yesaya 60:10-14 adalah Sion, dengan fokus perhatian pada tembok kotanya dan Bait Kudus, menunjukkan bahwa TUHAN akan menggerakkan orang-orang asing agar berinisiatif membangun tembok Sion, dan pohon-pohon dari berbagai negara akan dibawa datang untuk membangun Bait Suci, harta kekayaan bangsa-bangsa juga dibawa ke Sion. Ini karena TUHAN adalah Allah atas seluruh bumi, Ia memiliki hak untuk menggunakan segala milik bangsa-bangsa untuk membangun Sion. Allah bisa saja tidak menggunakan barang-barang milik bangsa-bangsa, tetapi alasan mengapa Ia menggunakannya adalah untuk menjelaskan kepada bangsa Israel bahwa Bait Suci itu adalah Bait semua bangsa-bangsa, orang Yehuda tidak bisa memprivatisasi memonopolinya, Bait itu adalah Rumah doa untuk segala bangsa-bangsa.

Kapan nubuat ini menjadi kenyataan? Percaya bahwa itu menjadi kenyataan dalam kelompok orang yang pulang dari penawanan. Kita melihat bahwa pada zaman Zerubabel, pohon-pohon aras Sidon dan Tirus (bangsa-bangsa) diangkut untuk membangun Bait Suci kedua (Ezra 3:7); kita juga melihat bahwa pada zaman Nehemia, raja Persia mengizinkan Asaf pengawas taman raja untuk menyediakan kayu kepada Nehemia untuk membangun tembok kota (Neh. 2:8); dan selama zaman Ezra, raja Persia Artahsasta mengeluarkan dekrit untuk menyediakan banyak harta kepada Ezra yang kembali (Ezra 7:21-24). Di permukaan, ini adalah kebijakan merangkul kerajaan Persia, tetapi sebenarnya dari sudut pandang rencana Allah, Ia dapat menggunakan sumber daya dari negara-negara asing ini untuk menyediakan materi dan sumber daya untuk keperluan Bait Suci dan tembok Sion. Ternyata pembangunan Bait Suci melibatkan partisipasi banyak bangsa-bangsa asing, semua bangsa-bangsa akan datang ke Sion, ini adalah pembaruan Yerusalem, telah tiba era zaman yang baru Bait Suci di mana semua bangsa-bangsa berdoa. Inilah tepat seperti zaman Yesaya ketiga, perkataan ilahi yang disampaikan nabi adalah nubuat, yang menjadi realitas kenyataan dalam kelompok yang pulang kembali dari penawanan.

Akhirnya, sebuah nama baru muncul di ayat 14: Yang Mahakudus, Allah Israel. Nama ini adalah nama sebutan kepada Allah yang sering dipakai dalam kitab Yesaya, nama yang berasal dari penglihatan nabi Yesaya yang menyaksikan para Serafim menyanyikan Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam. TUHAN adalah benar-benar kudus, Dia adalah Yang Mahakudus, Allah Israel, kemuliaan-Nya bersinar di Sion pada saat yang sama Dia memperhatikan kemuliaan Sion, maka Kitab Suci menghubungkan Yang Mahakudus Allah Israel dengan Sion, sehingga Dia menggerakkan hati semua bangsa-bangsa karena kemuliaan Sion agar melayani Sion, dengan demikian Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel menyatakan bahwa TUHAN akan selama-lamanya menjadi Tuan (Tuhan) atas Sion, dan pada saat yang sama Dia juga adalah Raja dari semua bangsa-bangsa.

Renungkan:
Bait Suci dan tembok kota Sion dibangun dengan sumber daya dari semua bangsa-bangsa, secara permukaan itu adalah keputusan politik manusia, tetapi di belakangnya adalah rencana yang sangat detil terperinci dari Yang Mahakudus, Allah Israel. Apakah kita juga memiliki pemahaman seperti itu, melihat bahwa di balik perubahan dunia di depan kita adalah penggenapan rencana Allah, agar umat Allah dapat melihat bagaimana Allah membangun Sion dan melihat kemuliaan Allah di dalam rencana ini? Apakah Anda memiliki pemahaman ini? Apakah Anda berterima kasih kepada Tuhan untuk ini?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 59:15-21

「TUHAN Menyelamatkan oleh Diri-Nya Sendiri」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 59:15-21 [ITB])
15 Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi TUHAN melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum. 16 Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia. 17 Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya; Ia mengenakan pakaian pembalasan dan menyelubungkan kecemburuan sebagai jubah. 18 Sesuai dengan perbuatan-perbuatan orang, demikianlah Ia memberi pembalasan: kehangatan murka kepada lawan-lawan-Nya, ganjaran kepada musuh-musuh-Nya; bahkan kepada pulau-pulau yang jauh Ia memberi ganjaran. 19 Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN. 20 Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.

21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Zaman (generasi) ketidakadilan sangat gelap. Di ayat 15-16 TUHAN dengan tertegun (heran ITL, ISH, BIMK) menunjukkan bahwa Ia tidak senang melihat bahwa tidak ada keadilan di tanah (adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum ITB), dan bahwa tidak ada orang yang memiliki pikiran yang sama dengan kehendak Allah, tidak ada satu orangpun yang mau berdoa syafaat. Tertegun heran, ini mungkin karena belas kasihan terhadap yang lemah, pada dasarnya seharusnya adalah hal yang normal bagi manusia, setiap orang yang memiliki hati nurani akan terkejut dan sedih bersama dengan Allah bagi zaman (generasi) yang tidak adil dan benar ini, tetapi TUHAN tidak dapat menemukan satu orang pun yang berdoa syafaat dan bersedih, artinya zaman (generasi) yang tidak adil tidak benar ini merupakan generasi yang mati rasa akan kebenaran, hati kasih yang sangat dingin, maka Allah oleh diri-Nya sendiri menyelamatkan zaman ini di mana tidak ada orang yang peduli.

Yes. 59:1 dan 16 mengulang kata tangan-Nya, menunjukkan bahwa lengan keselamatan Allah membawa dua hal (ayat 17): yang pertama adalah keadilan dan keselamatan, dan yang kedua adalah pembalasan dan kecemburuan. Keselamatan dan pembalasan adalah dua sisi dari koin, dan keduanya harus disejajarkan barulah bisa memahami keselamatan sejati. Alah hendak mengadakan pembalasan terhadap semua orang jahat dan membalas sesuai dengan perilaku manusia (ayat 18), karena mereka sebelumnya menindas yang lemah, dan orang-orang yang lemah menerima aniaya dari orang-orang jahat, jadi keselamatan Allah bagi mereka yang lemah harus membawakan pembalasan, barulah keadilan yang sejati dapat dinyatakan, mereka yang lemah barulah bisa mendapatkan keselamatan yang sebenarnya. Ternyata keselamatan bukan tanpa prinsip dan aturan moral, perolehan keselamatan perlu disertai dengan hukuman kepada orang fasik, manifestasi (dinyatakannya) keadilan kebenaran adalah inti dari keselamatan, dan hanya Tuhan yang dapat membawakan pembalasan yang seperti itu, sehingga orang jahat benar-benar mendapatkan ganjaran pembalasan.

Namun, pembalasan dari Allah bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan manusia, pembalasan manusia hanya akan membawa lebih banyak kejahatan, meningkatkan kekerasan, dan siklus balas dendam akan terus berlanjut, tetapi pembalasan Tuhan adalah kata terakhir, Ia sebagai seorang Prajurit datang untuk berperang melawan kejahatan, dan pasti akan mencapai kemenangan yang luar biasa (ayat 17-18), pada akhirnya dari tempat matahari terbit sampai ke tempat matahari terbenam, orang akan takut akan nama Allah (ayat 19), dan Sion akan memiliki seorang Penebus (ayat 20), menegakkan perjanjian yang didirikan (ayat 21). Ternyata pembalasan Allah bukanlah penghancuran, tetapi untuk membuat perjanjian, agar keadilan dan kebenaran yang didefinisikan oleh hukum Taurat dapat dihidupi, keselamatan yang dibawa oleh pembalasan Allah akan dinyatakan oleh seorang Penebus Sion, Penebus ini mendirikan pemerintahan yang adil dan benar, membuat kedamaian sejati turun atas bumi.

Renungkan:
Kita mungkin berpikir bahwa Allah tidak hadir dalam generasi (zaman) yang tidak adil, karena kita melihat orang jahat berkuasa dan orang benar ditindas, tetapi perikop ini memberi kita harapan atas penghakiman hari akhir, di zaman yang dingin hati tidak ada orang berdoa syafaat akan ada satu hari ketika Allah oleh diri-Nya sendiri membawakan pembalasan sehingga yang tertindas mendapatkan keselamatan, dan keselamatan ini adalah hukuman setimpal bagi yang jahat, yang tertindas akan mendapatkan keadilan yang ditegakkan, dan nama Allah pada akhirnya akan dihormati oleh bangsa-bangsa, Sang Allah Penebus akan menjadi Raja memerintah di Sion. Apakah Anda memiliki pengharapan atas hari akhir yang demikian?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.