
「Kota penumpahan darah」
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeh. 22:6-16 [ITB])
6 「Lihat, masing-masing pemimpin Israel mengandalkan kekuatannya di tengah-tengahmu untuk menumpahkan darah.
7 Padamu ayah dan ibu dihina dan di tengah-tengahmu orang melakukan pemerasan terhadap orang asing, padamu anak yatim dan janda ditindas.
8 Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan.
9 Padamu berkeliaran orang-orang pemfitnah dengan maksud mencurahkan darah dan orang makan daging persembahan di atas gunung-gunung; kemesuman dilakukan di tengah-tengahmu.
10 Padamu orang menyingkapkan aurat isteri ayahnya dan memperkosa perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskannya. 11 Yang satu melakukan kekejian dengan isteri sesamanya dan yang lain menajiskan menantunya perempuan dengan perbuatan mesum, orang lain lagi memperkosa saudaranya perempuan, anak kandung ayahnya.
12 Padamu orang menerima suap untuk mencurahkan darah, engkau memungut bunga uang atau mengambil riba dan merugikan sesamamu dengan pemerasan, tetapi Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH.」
13 「Sungguh, Aku bertepuk tangan mengenai keuntunganmu yang haram yang kaudapati dan mengenai darah yang dicurahkan di tengah-tengahmu. 14 Apakah hatimu akan tetap teguh dan tanganmu merasa kuat pada masa Aku bertindak terhadap engkau? Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan yang akan membuatnya. 15 Aku akan menyerakkan engkau di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan engkau ke semua negeri dan Aku akan mengikis kenajisanmu dari padamu. 16 Maka engkau akan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa karena kesalahanmu sendiri, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.」
Yerusalem disebut kota penumpahan darah telah dicatat dalam banyak ayat di Yehezkiel 22 (ayat 2, 3, 4, 6, 9, 12, 13, 27), menjadi subjek fokus dari pasal ini, dan ayat 6- 16 mencatat secara rinci perbuatan jahat yang dilakukan, sebagian besar isinya berkaitan dengan 「Peraturan Kekudusan」 (Holiness Code) (Imamat 17 – 26, klik untuk membaca pengantar).
Perikop Alkitab ini dimulai dengan 「menumpahkan darah」 (ayat 6), yang sesuai dengan deskripsi dalam Imamat 17:4, sedangkan ayat 7 menyebutkan 「ayah dan ibu dihina」, 「pemerasan terhadap orang asing」 dan 「anak yatim dan janda ditindas」, semuanya disebutkan dalam larangan Imamat 19; memandang rendah terhadap hal-hal yang kudus suci dan pelanggaran hari Sabat (ayat 8), semua ini adalah perhatian utama dari 「Peraturan Kekudusan」, ayat 9-11 menyebutkan dalam perilaku seksual ilegal terkait dengan inses dan percabulan yang disebutkan dalam Imamat 18 dan 20. Dengan demikian, Yehezkiel membandingkan isi dari 「Peraturan Kekudusan」 dalam Kitab Imamat dengan perbuatan jahat Yehuda saat ini, dan menemukan bahwa mereka melakukan apa yang tidak diperbolehkan oleh hukum Taurat, bahkan lebih jahat daripada bangsa- bangsa lain.
Pusat teologis dari 「Peraturan Kekudusan」 dalam Kitab Imamat 17 – 26 adalah 「Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus」 (Imamat 19:2). Alasan mengapa orang Israel menaati perintah Allah, bukan karena legalisme (ketaatan secara ketat terhadap peraturan hanya sekadar untuk memenuhi tuntutan), tetapi karena untuk menghayati menghidupi kekudusan Allah, untuk menghidupi cahaya kudus Allah melalui norma-norma moral, menjalankan hukum Allah sehingga dengan demikian dihubungkan pada identitas bangsa Israel sebagai umat yang kudus, dan juga keterhubungan dengan Allah yang kudus dan ilahi, karena identitas ilahi ini, maka mendominasi / mengarahkan semua moral, kata-kata dan perbuatan orang Israel. Namun, orang Israel dari generasi Yehezkiel tidak dapat mempertahankan pengakuan atas identitas ini, mereka menjalani hidup sesuai dengan kemauan kesenangan preferensi dan nafsu mereka sendiri, dan melakukan secara maksimal kebiasaan Kanaan, yang tidak layak untuk status mereka sebagai umat kudus. Dengan demikian, mereka seolah-olah memiliki nama sebagai umat kudus, tetapi perilaku mereka sama sekali jauh dari identitas ini, jauh seperti selatan dengan utara.
Di antara semua perbuatan jahat ini, 「penumpahan darah manusia」 adalah kejahatan yang paling serius. Hutang darah harus diperhitungkan pada diri orang yang telah menumpahkan darah, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya (Imamat 17:4)). Tapi sekarang seluruh Yerusalem penuh penumpahan darah, Allah akan melenyapkan semua penduduk dan pemimpin Yerusalem sesuai dengan tuntutan hukum. Oleh karena itu, ayat 15-16 menunjukkan bahwa orang Israel akan tercerai-berai di antara bangsa-bangsa dan dipermalukan di depan bangsa-bangsa, dengan tujuan agar 「engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN」. Sering kali, ketika kita berbuat dosa dengan bodoh dan tidak mau tahu apa-apa, kita tidak mau tahu siapa penguasa kehidupan, tetapi ketika semua pembalasan datang kepada pelanggar, orang akan tahu bahwa penguasa kehidupan bukanlah diri kita sendiri, tetapi TUHAN Yahweh, itulah makna 「mengetahui bahwa Akulah TUHAN.」 Dan 「Akulah TUHAN」 juga merupakan kata yang diulang-ulang dalam 「Peraturan Kekudusan」 dalam Kitab Imamat, terutama dalam Imamat pasal 19 banyak ketetapan hukum diikuti dengan kata 「Akulah TUHAN, Allahmu」, yakni agar orang paham bahwa tujuan taat hukum ketetapan Allah adalah untuk mengakui fakta bahwa 「Akulah TUHAN」. Pengakuan atas 「Akulah TUHAN (Yahweh)」 juga merupakan pengakuan dan pengenalan atas identitas diri, bangsa Israel harus mengakui bahwa TUHAN (Yahweh) adalah Penguasa kehidupan, dan oleh karena itu umat Israel diingatkan untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan status mereka sebagai umat Allah yang kudus.
Renungkan:
Identitas seseorang menentukan perilaku seseorang, apa yang dilakukan seseorang berasal dan ditentukan identitas apa yang dimiliki seseorang. Seberapa besar pengakuan dan pengenalan Anda terhadap identitas Anda sebagai umat kudus Allah? Bagaimana kejahatan orang Israel dari generasi Yehezkiel menjadi kewaspadaan dan peringatan bagi Anda?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
