Tag Archives: Surat 1 Korintus

1 Kor. 1:18, 23–24

「Di dalam kebodohan melihat kuasa Allah: Teologi salib menyangkal kemungkinan menyelamatkan diri sendiri」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:18, 23–24 [TB])
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah…. 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Dalam 1 Korintus, Paulus dengan sengaja menempatkan kebenaran salib dalam kontras yang mencolok: mereka yang binasa menganggapnya bodoh, sementara mereka yang diselamatkan mengalami kuasa Allah. Di dunia kuno, salib adalah alat penyiksaan yang paling memalukan bagi para penjahat. Jika Anda mengharapkan Juruselamat yang glamor, berkuasa, dan pembalikan instan (seperti yang diharapkan orang Yahudi), maka Kristus yang disalibkan secara alami tampak tidak masuk akal; jika Anda mencari sistem kebijaksanaan yang konsisten yang dapat mengangkat diri sendiri (seperti yang dianut oleh berbagai aliran pemikiran Yunani), maka salib juga tampak tidak logis. Oleh karena itu, Paulus menyatakan secara langsung: orang Yahudi menuntut mukjizat, orang Yunani mencari kebijaksanaan, tetapi yang ia beritakan adalah Kristus yang disalibkan. Injil bukanlah tentang pemenuhan keinginan orang, tetapi tentang membongkar ilusi keselamatan oleh diri sendiri, membawa orang kembali kepada karya keselamatan Allah.

Wawasan Teologis – Martin Luther (1483–1546)
Pada tahun 1518, Martin Luther mengemukakan teologi salib (theologia crucis) dalam tulisannya 《Heidelberg Catechism》. Penyaliban memberikan kunci yang mendalam untuk memahami 1 Korintus 1:18, 23–24: pengenalan yang sejati tentang Allah tidak datang dari keberhasilan dan kemuliaan yang terlihat mata, tetapi dari kehinaan, penderitaan dan ketersembunyian di kayu salib. Luther menunjukkan bahwa secara spiritual, orang cenderung condong pada teologi kemuliaan (theologia gloriae): menilai kehadiran Allah berdasarkan kekuatan yang terlihat, hasil, prestasi keagamaan, dan pembuktian rasional. Pola pikir ini tidak selalu menyangkal Allah; tetapi seringkali, mengenakan jubah kesalehan: semakin baik saya berbuat, semakin efektif saya, semakin dekat saya dengan Allah; semakin banyak kendali yang saya miliki, semakin banyak yang dapat saya buktikan, semakin nyaman perasaan saya. Masalahnya adalah hal ini dengan mudah mengubah Allah menjadi alat untuk rekayasa diri, dan iman menjadi tangga bagi raja diri sendiri (atau bahkan pembuat tuhan). Sebaliknya, teologi salib tidak menyangkal mukjizat atau akal, tetapi lebih menyangkal penggunaan mukjizat dan akal untuk menciptakan pengakuan atas diri sendiri. Luther mengingatkan kita bahwa Allah sering menyembunyikan Diri-Nya dengan cara yang berlawanan—menyatakan kuasa-Nya dalam kelemahan, kemuliaan dalam kehinaan, dan kehidupan dalam kematian. Keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat dicapai manusia melalui kebijaksanaan atau kemampuan diri, melainkan Allah yang turun dalam Kristus dan menyelesaikan keselamatan di kayu salib.

Luther menekankan bahwa memikul salib membawa rasa pasif: bukan pesimis, tetapi pengakuan bahwa Allah adalah pelaku aktif. Memikul salib bukanlah penciptaan diri yang asketis, juga bukan menukar penderitaan untuk mendapatkan kualifikasi spiritual; memikul salib sering kali berarti bahwa di tempat-tempat yang tidak dapat Anda kendalikan, tidak dapat membenarkan diri, atau bahkan membuat Anda malu, Allah membongkar kepercayaan Anda tentang kesuksesan dan ketergantungan Anda pada kebenaran diri, dan sebaliknya membawa Anda kembali kepada kasih karunia Kristus. Inilah mengapa salib bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi bentuk kemuridan—di mana kita belajar untuk tidak lagi berdiri pada Saya bisa melakukannya, tetapi pada Kristus disalibkan untuk saya.

Ketika pelayanan Anda tidak berjalan sesuai harapan, disalahpahami, atau diabaikan; ketika keluarga, kesehatan, atau hubungan menghadirkan keterbatasan; ketika Anda merasa tidak mampu atau tidak dapat memberikan kesaksian yang meyakinkan—teologi salib mengingatkan Anda: ini tidak selalu berarti Tuhan tidak hadir. Sebaliknya, Tuhan mungkin sedang bekerja di tempat-tempat yang Anda anggap paling tidak dapat dibanggakan, membawa Anda pada pemahaman yang lebih dalam tentang Kristus yang disalibkan dan menunjukkan kuasa-Nya dalam kelemahan Anda.

Refleksi:
1. Apa saja indikator kemuliaan (hasil, tepuk tangan, efisiensi, rasa kendali) yang paling umum digunakan untuk menilai apakah Tuhan menyertai Anda? Jika salib digunakan sebagai standar, bagaimana Anda akan menafsirkan kembali situasi Anda saat ini ?

2. Saat Anda merasa tidak bermartabat/tidak berdaya dalam hidup Anda, mungkin justru di situlah Allah mengundang Anda untuk mengenal Kristus lebih dalam dan mengalami kuasa Injil.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Renungan Natal 2023-26

「Hari akhir dan pengharapan: motivasi pengharapan yang dibawakan oleh kebangkitan」

Oleh Rev. Dr. Liu Herrick Ping-tong (廖炳堂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:20, 42–44 [ITB])
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal
42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Semua orang Kristen mengatakan mereka percaya pada kebangkitan Yesus Kristus, tapi apakah mereka juga benar-benar percaya bahwa kita akan dibangkitkan di masa depan? Apakah pengharapan ini hidup dan kuat dalam memandu prioritas dan upaya kita dalam hidup, ataukah kita telah kehilangan iman dan menipu diri sendiri, tidak ada bedanya dengan orang-orang yang tidak beriman?

Karena Tuhan Yesus masih memiliki ciri-ciri tubuh sebelum kematian-Nya setelah kebangkitan-Nya dan dikenali oleh murid-murid-Nya, kaum Puritan pada umumnya percaya bahwa tubuh kebangkitan kita di masa depan akan merupakan versi sempurna dari tubuh kita di bumi; dan Tuhan mengatakan bahwa tubuh kebangkitan orang-orang percaya di masa depan: kekal, mulia, dan rohaniah (mampu mengikuti tuntunan Roh Kudus sepenuhnya). Tuhan Yesus adalah yang sulung, orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus akan dibangkitkan sama seperti Dia telah dibangkitkan (1 Kor. 15:20, 42-44)!

Paulus mengatakan bahwa jika kita tidak percaya bahwa orang mati dibangkitkan, kita kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Dia sendiri bersaksi: dia setiap hari mempertaruhkan nyawanya, bahkan sampai melawan binatang buas, motivasinya datang dari pengharapan akan kebangkitan (1 Kor. 15:17-19, 31-32)!

Seorang penulis bernama Xing Linzi menderita radang sendi sejak dia berusia 12 tahun. Sejak itu, persendian di seluruh tubuhnya meradang, nyeri, dan membusuk, menyebabkan tulang rahang dan wajahnya menjadi rusak. Saat dia berusia 30-an, dia hanya bisa mengandalkan kursi roda untuk bergerak. Namun ia menjadi positif karena berkali-kali mengalami kehadiran nyata dan penghiburan Tuhan dalam doa, dan jiwanya disembuhkan. Dia menyemangati dan menggerakkan ribuan pembaca dengan tulisannya, dan pada usia 40 tahun, dia juga memulai sebuah perusahaan untuk peduli terhadap penyandang catat. Pelayanan dan bekerja keras untuk mereka sampai mati!

Xing Linzi (1942-2003) mengalami pertolongan Tuhan dalam banyak serangan rasa sakit, dan bahkan mengalami intervensi yang hampir ajaib pada beberapa kesempatan. Dia pernah menulis: Semakin kita lemah dan kesakitan, semakin kita berhubungan dengan Tuhan., waktu untuk semakin kita dekat dengan-Nya … Setelah menjadi seorang Kristen selama lima belas tahun, saya yakin bahwa ketika seakan-akan tidak ada harapan, tetapi tetap masih ada harapan karena adanya iman.

Setelah usia paruh baya, dia makin memiliki iman yang lebih kuat atas pengharapan kebangkitan. Di masa depan, Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu (Wahyu 21:4). Ketika dia berusia 50 tahun, dia merencanakan jamuan persekutuan khusus untuk dirinya sendiri: untuk bersyukur atas kehidupan yang dia alami setelah lama sakit; dan karena dia akan meninggalkan dunia ini kapan saja, dia ingin bersama-sama bersekutu dalam sukacita dengan teman-temannya dan mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu!
Xinglinzi menggambarkan dirinya sebagai: Pasien yang sehat dan penderita yang merasakan manisnya anugerah!

Di bawah anugerah Tuhan dan harapan kebangkitan, kehidupannya yang penuh penderitaan dan kelemahan justru dengan cemerlang menunjukkan kekuatan Tuhan kepada dunia.

Tuhan Yesus berkata, Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? (Yohanes 11:25)

Renungkan:
• Merenungkan: Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata tentang iman kita: Apakah kita benar-benar percaya bahwa kita akan dibangkitkan seperti Kristus? Apakah keyakinan ini benar-benar mempengaruhi prioritas dan tujuan hidup kita? Berikan contoh. (Tuhan, saya percaya, tapi iman saya kurang. Mohon belas kasihan Tuhan!)

• Merenungkan: coba membayangkan diri saya berada di dalam kubur, bagaimana perasaan saya saat mendengar panggilan Tuhan Yesus yang datang kembali suatu hari nanti dan saya menerima tubuh kebangkitan yang kekal, mulia, dan rohaniah?

• Doa: dalam sukacita, ketika saya memikirkan kembali bagaimana saya hidup dan mengabdi kepada Tuhan di dunia saat ini dengan kelemahan, penyakit, dan berbagai keterbatasan fisik, hari ini bagaimana saya akan memberikan semangat dan motivasi kepada diri saya sendiri?


Renungan Natal

Renungan Natal 2023

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, Renungan Natal 2023 yang dipublikasikan pada bulan Desember 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 16:13-23

Tuhan sangat mengasihi kita! Kita juga harus belajar: mengasihi gereja, saudara-saudari, dan manusia di dunia!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. xxx [ITB])
13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus. 16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.
17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; 18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!
19 Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu. 20 Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.
21 Dengan tanganku sendiri aku menulis ini: Salam dari Paulus. 22 Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata! 23 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu. 24 Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.

(2 Kor. 13:14 [ITB]) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
(Flp. 4:23 [ITB]) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai rohmu!
(2 Tim. 4:22 [ITB]) Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!

Di bagian akhir, Paulus menyebutkan nama tiga orang: Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus. Kemungkinan besar ketiga orang ini yang menyampaikan permasalahan gereja Korintus yang mereka cintai kepada Paulus, agar menjadi perhatiannya. Korintus adalah ibu kota provinsi Akhaya. Paulus secara khusus menyebutkan bahwa keluarga Stefanus adalah orang-orang percaya pertama yang bertobat kepada Tuhan ketika ia mendirikan gereja di Korintus. Ia berbicara tentang pembaptisan keluarga mereka di ayat 1:16. Jelas sekali mereka memiliki ikatan yang dalam. Paulus secara khusus menggambarkan keluarga Stefanus sebagai yang mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus! Betapa indahnya keluarga yang melayani Tuhan! Keluarga ini bukan hanya sangat mencintai gereja, tetapi juga sangat mencintai orang-orang kudus dan gembala. Paulus menggambarkan mereka: menyegarkan rohku dan roh kamu!

Ketika saya membaca Alkitab di usia muda, saya dan banyak orang lainnya cenderung mengabaikan karakter yang disebutkan dalam salam dan kalimat penutup ini. Namun setelah lama dalam pelayanan, saya telah bertemu dengan beberapa pemimpin yang tidak menghargai orang lain, tetapi saya telah bertemu lebih banyak pemimpin yang sangat menghargai orang, gereja, dan gembala. Saya memikirkan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, saya memikirkan keluarga Stefanus, dan saya memikirkan banyak keluarga yang mencintai keluarga Tuhan. Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya sangat berterima kasih kepada mereka, dan saya benar-benar memahami bahwa mereka yang melayani Tuhan membutuhkan sebuah tim dan tidak bisa bekerja sendiri! Apalagi di balik pelayanan para hamba dan misionaris yang sering dipakai Tuhan, terdapat banyak juga keluarga seperti Stefanus yang mengasihi Tuhan. Berdoalah agar Tuhan membangkitkan lebih banyak keluarga yang dapat bekerja keras bagi Tuhan seperti Stefanus, dan sangat mencintai gereja, orang-orang kudus, dan para gembala!

Mengenai isi pesan berita, di bagian ringkasan, Paulus mengingatkan mereka: Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Semua pengingat ini menekankan perlunya menjadi teguh, kuat, dan tak tergoyahkan! Punya komitmen! Kekristenan modern sangat mementingkan pengajaran kelembutan, namun kita tidak bisa mengabaikan ajaran Alkitab tentang kekuatan, keberanian, dan tanggung jawab! Terjemahan CUV Mandarin adalah menjadi pria terhormat! Jagalah gereja, jagalah kebenaran!

Pasal 15 berbicara tentang kebangkitan, dan pasal 16 diakhiri dengan kata-kata: Maranata! (artinya Tuhan kami, datanglah!) Berkat di bagian akhir berbicara tentang kasih karunia Kristus dan kasih Paulus kepada mereka. Dalam surat Paulus yang lain, Paulus mengungkapkan berkat yang berbeda. Ucapan berkat yang paling populer di gereja adalah merujuk kepada Surat 2 Korintus. Namun dalam 1 Korintus, hal pertama yang Paulus sebutkan adalah Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu! Semuanya dimulai dengan kasih karunia! Yang paling istimewa adalah kalimat terakhir: Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus. Amin! Banyak pengingatan dan teguran di pasal 16, namun semuanya diucapkan dalam kasih. Paulus menggunakan akhir yang unik ini untuk menegaskan dan menghibur satu sama lain: Aku sangat, sangat mengasihimu!

Sebuah teologi paling besar dalam Alkitab: itu adalah kasih! Kasih adalah kepemimpinan terhebat! Tuhan sangat mengasihi kita! Kita juga harus belajar: mengasihi gereja, saudara-saudari, dan manusia di dunia! Paulus berkata, Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1 Korintus 13:13).

Renungkan:
Itu adalah surat yang sangat panjang yang terdiri dari enam belas pasal, tetapi di bagian akhirnya Paulus menggunakan kata kasih untuk menegaskan hubungan di antara mereka! Di seluruh surat ini, apakah Anda merasakan hati dan kasih gembala Paulus? Beberapa keluarga, seperti keluarga Stefanus, telah menjadi keluarga yang sangat mengasihi gereja, sangat mengasihi orang-orang kudus, dan sangat mengasihi gembala! Apakah Anda mempunyai tekad seperti itu? Setelah membaca Surat 1 Korintus, Anda dapat mencoba pergi ke lingkungan yang tenang sendirian dan merenungkan ulang pengingat dari keseluruhan surat ini! Hal apa yang paling mendalam bagi Anda?

Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai Anda semua! Amin!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 16:1-12

Kita harus menjaga gereja 「dengan kebenaran dan kasih」, menegur kesesatan, memulihkan jemaat, dan memberitakan Injil seluas-luasnya!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 16:1-12 [ITB])
1 Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing, sesuai dengan apa yang kamu peroleh, menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.
5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. 7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.
10 Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku. 11 Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku, sebab aku di sini menunggu kedatangannya bersama-sama dengan saudara-saudara yang lain. 12 Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.

(Roma 15:25-26 [ITB]) Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem

(2 Kor. 9:12-13 [ITB]) Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang

Jika dibandingkan dengan surat-surat pada masa itu, surat 1 Korintus dan surat Roma adalah surat yang sangat panjang! Dalam hal jumlah kata bahasa Yunani, Surat Roma mempunyai sekitar 7111 kata dan 1 Korintus mempunyai sekitar 6830 kata. Diterjemahkan dalam KJV bahasa Inggris, Roma memiliki 9422 kata, dan 1 Korintus memiliki lebih banyak lagi, 9462 kata. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa pada saat itu, korespondensi surat pribadi biasa mungkin hanya sepanjang 90 kata, sedangkan tulisan biasa seringkali hanya sepanjang 200 kata. Dari hal ini, kita bisa mengetahui seberapa besar Paulus bekerja keras, berupaya semaksimal mungkin untuk mengoreksi dan mengajar saudara-saudari yang sangat ia kasihi dalam kebenaran! Seperti yang kemudian beliau katakan: karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:4-5). Paulus memang seorang hamba yang sangat serius dan pekerja keras dalam kebenaran!

Dalam pasal terakhir dari 1 Korintus, Paulus menyebutkan rencana penggalangan dana berskala besar yang dia dorong yaitu agar gereja-gereja yang dia dirikan, khususnya gereja-gereja non-Yahudi, berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk mendukung orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem. Dalam Surat 2 Korintus dan Surat Roma kita juga melihat kelanjutan dan perkembangan dari rencana pengumpulan ini! Ini bukan hanya sebuah rencana pemberian persembahan, tetapi juga sebuah gerakan persatuan yang Paulus ingin agar gereja Yahudi dan gereja non-Yahudi, gereja Yerusalem dan gereja orang non Yahudi saling mengasihi dengan sungguh-sungguh, dan mempunyai kesatuan dalam kebenaran dan kasih! Di awal Surat 1 Korintus, Paulus mengecam perpecahan, golongan-golongan dan keretakan dalam gereja! Salah satu puncak dari keseluruhan surat ini adalah ketika berbicara tentang kasih! Di akhir surat, ia membicarakan tentang penggalangan dana yang merupakan kasih dan persatuan! Paulus benar-benar memberikan teladan yang baik bagi gereja Korintus dan gereja-gereja di segala zaman: seorang hamba setia yang menggunakan kebenaran dan kasih untuk memberitakan Injil, membangun gereja, dan memajukan persatuan gereja! Kembali ke pembelajaran di pasal 16, apakah kita juga bercita-cita menjadi pelayan yang melayani gereja dengan kebenaran dan kasih?

Di bagian terakhir surat ini, Paulus menyebutkan berbagai karakter, khususnya mengingatkan mereka untuk memperlakukan hamba Tuhan yang setia dengan sopan, sama seperti Timotius! Instruksi Paulus sangat hati-hati: usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku. Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku … Paulus meninggalkan teladan yang luar biasa. Dia mengasihi rekan-rekan pelayanan secara mendalam. Hargai rekan kerja pelayanan! Doa saya adalah: Saya memohon kepada Tuhan untuk membangkitkan lebih banyak pendeta seperti Paulus yang berdedikasi sepanjang hidup mereka dan tidak takut menghadapi risiko kematian setiap hari sepanjang hidup mereka. Mereka menjaga gereja dengan kebenaran dan kasih sepanjang hidup mereka, mengawasi dan memulihkan kawanan domba, sangat mencintai rekan kerja pelayanan mereka, dan memberitakan Injil. Tuhan mendengar doa kita!

Renungkan:
Beberapa orang berkata: Gereja Korintus adalah gereja yang banyak masalah! Bahkan gereja yang didirikan oleh rasul Paulus pun bisa saja mempunyai banyak masalah. Kalau kita mau melayani Tuhan, baik sebagai penatua, gembala, atau posisi lain, kita juga harus siap mental, dan harus melalui segala macam kerja keras! Namun jika kita memikirkan teladan Paulus, akankah kita bersedia mengikuti teladan Paulus dan bekerja keras untuk menggembalakan kawanan Tuhan dengan tenaga, kasih, dan ketekunan yang besar dalam gereja-gereja yang penuh masalah? Akankah kita bekerja sama dengan keras dan melakukan yang terbaik untuk melindungi gereja dengan kebenaran dan kasih, mengawasi dan memulihkan kawanan domba, sangat mencintai rekan kerja kita, dan memberitakan Injil secara luas? Berdoa memohon Tuhan untuk membangkitkan Anda dan hamba-hamba yang lebih setia seperti Paulus!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:55-58

Maut dan dosa pasti gagal! Kristus akan menang! Kerja keras dalam Tuhan tidak akan sia-sia!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:55-58 [ITB])
55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

(Hosea 13:14 [ITB]) Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan (Lihat 1 Kor. 15:55)
【LXX】I will deliver them out of the power of Hades, and will redeem them from death: where is thy penalty, O death? O Hades, where is your sting (kentron)? 【O Hades, di mana sengatmu?】comfort is hidden from mine eyes.

Dalam paragraf terakhir pembahasannya mengenai kebenaran kebangkitan, Paulus mengutip Hosea yang menyatakan bahwa Allah akan sepenuhnya mengalahkan kematian, mengalahkan dunia orang mati, dan mengalahkan kuasa dosa. Hosea 13:14 berkata: Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan. Setan dan kekuatan kegelapan yang mengikutinya sering menggunakan kuasa yang ada di dunia, kekayaan yang ada di dunia, ancaman kematian, godaan kejahatan, untuk mengancam kita agar tunduk! Yudas yang telah mengikuti Tuhan Yesus selama tiga tahun dan dipercaya oleh semua orang untuk bertanggung jawab atas uang, mengkhianati Tuhan, memulai jalan yang tidak bisa kembali, dan jatuh ke dalam barisan Setan hanya karena tiga puluh keping perak, yang didapatkan bukan kemuliaan, tapi kebinasaan abadi! Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dari kuasa dan ancaman Iblis, kegelapan, dosa, dan maut!

Dalam ayat 55-56, Paulus mengacu pada kata-kata Yunani dalam terjemahan Septuaginta dari Hosea 13:14. Dalam terjemahan ini, salah satu kalimatnya adalah: Wahai Hades, di mana 『sengat (kentron)』 mu? Tentu saja, Wahyu 9:10 menggambarkan belalang terakhir memiliki ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. Sengat ini beracun. Sengatan banyak serangga mengandung racun, kata 『kentron』 ini memiliki makna sangat penting bagi Paulus sendiri! Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya di Damaskus, ia mengingatkan Paulus: aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: 『Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang (kentron)』 (Kis. 26:14) (Galah rangsang: tongkat besi berujung runcing yang dipakai untuk memaksa hewan besar melakukan hal yang diinginkan tuannya)

Mengingat kembali kejatuhan Adam dan segala macam kejatuhan umat manusia, Setan terus menggunakan godaan dosa seperti sengat beracun, terus-menerus merangsang orang untuk menempuh jalan dosa tidak bisa kembali dan kematian kekal, sama seperti Yudas! Kitab Ibrani mengatakan dengan baik: Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia (Yesus) juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut (Ibrani 2:14-15) Kitab Wahyu menubuatkan bahwa kematian dan sheol (dunia orang mati) pada akhirnya akan dilemparkan ke dalam lautan api! Mereka akhirnya akan dilahap! Mereka bukanlah pemenang utama!

Ayat 58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Ayat ini meringkas pembahasan yang berharga dan panjang mengenai kebangkitan, Paulus mengingatkan kita akan tiga hal: 1) Allah memberi kita kemenangan terakhir melalui Tuhan Yesus Kristus! 2) Karena kita sedang menuju kemenangan, kita harus lebih rajin, tidak terguncang, dan kita harus aktif serta selalu melakukan pekerjaan Tuhan! 3) Kita mempunyai jaminan kemenangan dan kebangkitan, sehingga kita yakin bahwa jerih payah kita dalam Tuhan tidak sia-sia!

Dalam jalan iman percaya kepada Tuhan, jalan kehidupan melayani Tuhan, adalah jalan menuju kemuliaan kebangkitan, dan jalan menuju kemenangan! Betapa bersyukurnya! Kita juga harus menjadi seperti semua orang-orang kudus dan hamba yang setia sepanjang zaman, melakukan lebih banyak pekerjaan Tuhan dan setia sampai mati!

Renungkan:
Dalam ayat 54-57, Paulus tiga kali menggunakan kata kemenangan! Iblis, kegelapan, dosa, kematian pasti gagal! Tuhan Yesus dan Injil pasti menang! Pada masa sangkakala terakhir, hanya ada dua kubu di dunia! Di satu sisi adalah Tuhan yang menang, dimuliakan, dan dibangkitkan; di sisi lain adalah yang dihakimi dan akan menghadapi kematian kekal dan hukuman kekal! Sisi mana yang Anda pilih? Kubu manakah yang sedang Anda perjuangkan hari ini dengan usaha dan perjuangan?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:50-54

Maut pasti ditelan! Pada saat 「nafiri terakhir」 dibunyikan, kita semua akan mengenakan tubuh yang tidak dapat binasa!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:50-54 [ITB])
50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. 54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: 「Maut telah ditelan dalam kemenangan.」

(1 Kor. 15:50 [ESV]) I tell you this, brothers: flesh and blood cannot inherit the kingdom of God, nor does the perishable inherit the imperishable.
(1 Kor. 15:54 [YLT]) and when this corruptible may have put on incorruption, and this mortal may have put on immortality, then shall be brought to pass the word that hath been written, The Death was swallowed up, to victory.
(Yoel 2:1 [ITB]) Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat
(Yes. 25:8 [ITB]) Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya (Lihat 1 Kor. 15:54)
(1 Tes. 4:15-17 [ITB]) Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam perikop yang berharga ini, Paulus menggunakan nafiri yang terakhir (the last trumpet) untuk menggambarkan momen kedatangan Tuhan kembali, hari kemenangan Tuhan yang sempurna, dan saat ketika orang-orang mati di dalam Tuhan menerima tubuh kebangkitan yang mulia, dan tubuh orang-orang percaya yang belum mati akan diubahkan, mereka bersama-sama mengenakan tubuh mulia yang abadi dan baka yang tidak akan rusak, tidak akan mati. Pada hari itu, maut telah ditelan dalam kemenangan! Pada hari itu, maut tidak lagi memiliki hegemoni! Kita tidak perlu lagi takut dengan maut!

Dalam 1 Tesalonika 4:15-17 Paulus pernah membahas ajaran terkait (kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan). Mungkin empat atau lima tahun sebelum Paulus menulis 1 Korintus, Paulus menuliskan Surat 1 Tesalonika. Banyak hamba Tuhan suka menggunakan kata pengangkatan untuk menggambarkan bagian pengajaran tersebut. Pada hari ketika Tuhan datang kembali dan turun dari surga, mereka yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu, dan tubuh orang percaya kita yang belum mati juga akan diubah.

Paulus menekankan: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah. Selama kita percaya kepada Tuhan dan berada di dalam Tuhan, tidak peduli pada hari itu, kita sudah mati —yaitu, secara bahasa rohani, kita sudah tertidur – atau yang masih di dunia, kita semua akan menerima tubuh kemuliaan yang rohani, surgawi, tidak fana.

Paulus mengutip Yesaya 25:8, Yesaya bernubuat: 『Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya』; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannyaKetika Paulus mengutip bagian ini, dia secara khusus melanjutkan dengan frasa dalam kemenangan. Artinya: Saat ini adalah masa kemenangan Kristus sepenuhnya. Sama seperti di masa perang, ketika nafiri terakhir dibunyikan, itu berarti menyatakan: Kita telah menang! Kita telah menang! Kita telah menang!

Berpegang pada kebenaran kebangkitan bukan hanya karena ingin menerima tubuh kemuliaan, tetapi juga karena mempunyai keyakinan iman dan pengharapan yang besar: kemenangan akhir adalah milik Tuhan dan hamba-hamba yang berjalan bersama Tuhan dan bekerja dengan Tuhan! Tuhan pasti akan menang! Tuhan pasti menang! Mereka yang percaya kepada Tuhan juga akan menang di dalam Tuhan, dan akan memiliki tubuh kebangkitan yang mulia! Kebenaran tentang kebangkitan sangat menguatkan dan mengingatkan kita bahwa jalan salib yang kita lalui di bumi ini sempit dan menyakitkan, namun pada akhirnya tidak menunjuk pada kematian, melainkan pada kemenangan, kebangkitan, kehidupan kekal, dan kemuliaan. Sebaliknya, seperti yang pernah Tuhan Yesus peringatkan: Siapa yang mengambil jalan lebar, jalan nyaman, dan jalan semau diri pada akhirnya akan menuju pada kehancuran dan hukuman kekal!

Renungkan:
Maut telah ditelan! Kemenangan telah tiba! Apakah Anda menantikan hari itu? Tuhan Yesus pernah mengingatkan kita: Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya (Matius 7:13-14) Jalan apa yang Anda ambil? Apa yang menyambut Anda? Sebelum Paulus mempersiapkan diri untuk mati martir di tahun-tahun terakhir hidupnya, dia berkata dengan penuh keyakinan: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Timotius 4:8b) Apakah Anda juga memiliki iman keyakinan ini?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:35-49

「Tubuh yang dibangkitkan masing-masing akan indah, tetapi masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:35-49 [ITB])
35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali? 36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. 37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. 38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. 39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. 40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. 41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. 45 Seperti ada tertulis: Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Dalam menghadapi pertanyaan tentang kebangkitan, Paulus mengajukan dua hal yang berkaitan: 1) Bagaimana orang mati dapat dibangkitkan? 2) Ketika orang dibangkitkan, dengan tubuh apakah mereka datang? Orang yang mengajukan pertanyaan meragukan iman Kristen itu sepertinya adalah seseorang yang penuh kritik dan permusuhan. Dalam ayat 36, Paulus segera menggambarkan mereka sebagai orang bodoh(aphron; fool) Paulus mengecam orang-orang yang bermusuhan ini sebagai orang bodoh. Perjanjian Lama menggunakan kata ini berkali-kali untuk menggambarkan orang-orang tidak percaya yang bermusuhan: 『Orang bebal』(aphron; fool) berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah” … (Mazmur 14:1)

Paulus menggunakan metafora benih / biji untuk menjelaskan apa itu tubuh yang dibangkitkan. Mereka yang meragukannya mungkin mengatakan bahwa sebelum kematian jika seseorang mengalami pengalaman penyiksaan, pemotongan anggota tubuh, setelah kebangkitan tubuh ini, apakah ada artinya? Paulus mengemukakan sebuah prinsip besar dalam ayat 38: Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.

Pertama, Paulus melanjutkan metafora benih / biji dengan biji yang tidak berkulit (naked seed). Benih adalah benda kecil, tidak menarik, dan tampak tak bernyawa, tetapi menghasilkan segala jenis buah yang kaya, indah, dan mulia. Adalah karena kuasa besar Tuhan, Tuhan maha kuasa memberikan kita masing-masing tubuh kebangkitan yang mulia.

Kedua, hanya dengan melihat penampakan bijinya saja, sulit bagi kita membayangkan betapa beragam dan indahnya buah yang bisa dihasilkan dari biji yang kecil dan tidak sedap dipandang mata. Tubuh kebangkitan kita juga akan merupakan berbagai tubuh kebangkitan yang indah! Tubuh yang dibangkitkan akan menjadi wujud terindah yang Tuhan berikan kepada kita dari segi potensinya! Terlebih lagi, sebagaimana terdapat berbagai binatang cantik dan benda langit indah yang berbeda-beda dalam ciptaan Tuhan, setiap tubuh kebangkitan kita akan mulia dan indah, namun masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri.

Ketiga, benih harus mengalami pembusukan dan kematian sebelum dapat menghasilkan banyak buah yang indah. Tubuh kita di bumi juga binasa, namun tubuh kebangkitan kita tidak dapat binasa. Pada titik ini, Paulus menggunakan beberapa kontras: tubuh duniawi yang mati adalah yang dapat binasa, memalukan, lemah dan bersifat daging, namun tubuh kebangkitan adalah yang tidak dapat binasa, mulia, kuat dan rohani.

Keempat, Paulus menghabiskan banyak tulisan untuk mengontraskan tubuh alamiah (natural body) dengan tubuh rohani (spiritual body) dan mengontraskan Adam pertama dengan Adam yang akhir. Adam yang pertama membawa masuk daging, bumi, dan debu; tetapi Adam yang akhir, Tuhan Yesus, membawa masuk yang rohani, yang surgawi, dan yang tidak fana.

Setelah membaca sampai di sini, orang percaya dari segala zaman telah bekerja keras untuk Tuhan dan tidak pernah menyesalinya sampai mereka tua dan mati. Bahkan para hamba yang menjadi martir bagi Tuhan pun bisa mendapatkan penghiburan yang luar biasa. Jika seseorang mengambil teladan Kristus, ia telah mengalami segala macam duri dan intimidasi, segala macam cambukan dan siksaan di kayu salib; jika seseorang seperti Paulus, ia telah mengalami kehidupan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa dan segala macam kehidupan penuh kesulitan, dan jika seseorang telah mengalami segala macam rasa sakit sebelum kematian sebagaimana para martir yang telah tersiksa, kita tahu bahwa tubuh kita yang dibangkitkan adalah yang paling indah, tubuh dengan ciri-ciri indah kita sendiri! Sama seperti Kristus, bekas tangan yang dipaku itu akan menunjukkan kesaksian yang indah tentang tubuh kebangkitan. Kita penuh harapan akan kebangkitan, kita tidak mempermasalahkan apa yang terjadi di bumi, kita berpegang pada kehidupan kekal! Kita tidak bermegah tentang hari ini dan apa yang di bumi, kita bermegah tentang Tuhan dan kebangkitan Tuhan yang mulia! Siapapun yang membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh jiwa, kami sama sekali tidak takut padamu!

Renungkan:
Terkadang orang merasa takut saat memikirkan kematian dan pembusukan! Saat kita menjadi tua, lemah, atau terlahir cacat, kita mungkin iri pada mereka yang memiliki tubuh lebih sempurna dari kita! Namun ketika kita memutuskan bahwa kita hanyalah pendatang dan peziarah di bumi, maka yang harus kita tunggu adalah hidup kekal dan tubuh kebangkitan yang mulia! Penyesalan yang pernah terjadi, pembandingan dan rasa iri yang dahulu kita miliki menjadi tidak penting! Dorongan dan pengingat apa yang diberikan oleh pengajaran hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:29-34

Orang Kristen bukan 「sekadar menikmati hidup untuk saat ini」! Karena kebangkitan, maka berharga untuk melayani 「walau dengan resiko mati setiap hari」!2

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:29-34 [ITB])
29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? 30 Dan kami juga–mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? 31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. 32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka 「marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati」. 33 Janganlah kamu sesat: 「Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.」 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

(1 Kor. 15:29 [NAS]) Otherwise, what will those do who are baptized for the dead? If the dead are not raised at all, why then are they baptized for them?

(Yes. 22:13 [ITB]) tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!(lihat 1 Kor. 15:32)

(1 Kor. 15:33b [ITB]) Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 【Menander )《Thais 218》】

Dalam perikop yang kaya dan agak rumit ini, Paulus sekali lagi menggunakan logika sanggahan untuk menunjukkan: Jika tidak ada kebangkitan, maka pengejaran yang dilakukan banyak orang akan merupakan hal yang aneh dan tidak masuk akal! Sebagai contoh dirinya, jika tidak ada kebangkitan apa gunanya dan nilai kerja keras yang ia lakukan yang menghadapi risiko kematian setiap hari? Jika tidak ada kebangkitan, maka para hedonisme akan menang, dan semua orang tidak akan menghargai hari esok, dan akan memulai hidup semau-maunya hanya saat ini dan nikmati saat ini. Paulus memperingatkan kita: Jika terus seperti ini, menjalin pertemanan yang buruk, akan semakin membiarkan diri untuk berbuat dosa, dan itu menunjukkan diri yang tidak mengenal Tuhan. Akhir dari orang-orang ini hanyalah memalukan.

Ayat 29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? Ini adalah bagian yang sulit sehingga banyak peneliti memandangnya dengan cara yang berbeda. Ada dua jalur penafsiran utama, salah satu adalah cara penafsiran pemaknaan (sense-for-sense translation), lebih sesuai dengan teks sebelum dan sesudahnya: jika kita dibaptis, adalah agar dapat dibangkitkan dari kematian di kemudian hari, artinya bersama dengan Kristus sama mati, sama dikuburkan sama dibangkitkan. Jika tidak ada kebangkitan, mengapa kita harus dibaptis?

Penafsiran lain adalah merujuk pada kebiasaan radikal membaptis orang hidup mewakili orang mati yang dilakukan oleh beberapa kelompok ekstrem di akhir gereja mula-mula. Pada saat itu, beberapa sekte radikal khawatir bahwa orang-orang percaya yang mati sebelum dibaptis tidak akan diselamatkan karena belum menerima sakramen, dan mereka menciptakan ritual aneh untuk memakai orang yang hidup mewakili orang yang mati dan dibaptis atas nama mereka. Uskup Agung John Chrysostom yang terkenal (c. 347-407) pada akhir abad keempat mencatat praktik-praktik ekstrem ini: Ketika seseorang yang akan dibaptis namun meninggal sebelum dibaptis, maka lazim di kalangan mereka membiarkan orang yang hidup bersembunyi di bawah tempat tidur orang mati, atas nama orang mati tersebut menjawab pertanyaan pendeta tentang iman. Kemudian orang itu dibaptis menggantikan orang yang mati tersebut. Apakah Paulus sedang merujuk keanehan praktik yang tidak dia setujui? Kita tidak tahu! Mungkin tidak! Bagaimanapun, praktik ini ditentang oleh Gereja Ortodoks.

Kembali ke pengajaran Paulus yang lebih jelas. Paulus mengutip Yesaya 22:13 dan mungkin merujuk pada pepatah terkenal para hedonis tentang menikmati masa kini untuk menunjukkan: Jika kita mengambil garis pemikiran menolak kebangkitan, kita akan jatuh ke dalam garis pemikiran yang didukung oleh hedonisme, maka hidup kita akan sewenang-wenang semau diri mengejar menikmati saat ini yaitu menuruti nafsu! Ini adalah jalan yang sangat berbahaya! Jika dilanjutkan, akan membiarkan diri dalam segala jenis kejahatan. Akibat dari jalan ini adalah: tidak mengenal Tuhan, akhirnya adalah membawakan kehinaan bagi diri sendiri! Sebaliknya, hanya hamba-hamba yang berpegang pada kebenaran kebangkitan yang dapat seperti Paulus, bersedia dan penuh semangat melakukan pelayanan yang menghadapi risiko kematian setiap hari mempertaruhkan nyawa bagi Tuhan.

Renungkan:
Di dunia kita saat ini, apakah banyak orang menerima pandangan hidup untuk sekarang berpikir bahwa tidak ada kebangkitan, yang ada hanya hidup sekarang ini? Apakah pemikiran tidak perlu pikirkan urusan hari kelak, hidupi saat ini dan nikmati saja saat ini mempengaruhi banyak orang? Apakah pemikiran tentang nikmati saja saat ini mengarahkan para pengikutnya untuk menjalani kehidupan yang semau-maunya diri, bukan hidup secara aktif mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan mengabdikan diri untuk melayani? Apakah ada orang seperti itu di antara saudara dan teman Anda? Akankah akhir dari mereka yang tidak memiliki kebenaran kebangkitan akan menjadi memalukan seperti yang Paulus katakan? Apa yang diingatkan oleh pengajaran hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:20-28

Kristus bangkit terlebih dahulu! Kita pasti juga akan dibangkitkan! Kristus akan mengalahkan 「musuh terakhir」, yaitu 「kematian」!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:20-28 [ITB])
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

(Mazmur 8:6 [ITB]) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan 【lihat 1 Kor. 15:27】

(Yesaya 26:19 [ITB]) Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

(Daniel 12:2 [ITB]) Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

(Mazmur 105:36 [ITB]) dibunuh-Nya semua anak sulung (aparche) di negeri mereka, mula segala kegagahan mereka.

Dalam perikop sebelumnya 15:12-19 di atas, Paulus menggunakan logika sanggahan yang ketat untuk mematahkan ajaran sesat yang menyangkal kebangkitan, jika kita membiarkan ajaran yang menyimpang itu memasuki gereja, konsekuensinya akan sangat serius, dan segala sesuatu yang kita beritakan dan percayai menjadi kosong, palsu dan sia-sia. Dalam ayat 20-28 berikutnya, Paulus menggunakan logika positif untuk menunjukkan bahwa kebenaran kebangkitan Kristus membawa banyak kebenaran berharga yang terkait, berita dan penghiburan besar.

Pertama-tama, Paulus menggunakan analogi buah sulung untuk menggambarkan Kristus telah bangkit sebagai pionir yang mewakili kebangkitan umat manusia yang percaya kepada Tuhan. Buah sulung (aparche; firstfruits) juga dapat diterjemahkan sebagai buah pertama. Kata ini banyak muncul dalam Perjanjian Lama, yang sebagian besar diterjemahkan sebagai buah sulung, tetapi juga digunakan terkait anak sulung. Buah sulung ini harus dipersembahkan kepada Allah dalam upacara persembahan korban di Perjanjian Lama. Begitu setelah terdapat buah sulung maka buah-buah lain pasti akan menyusul. Oleh karena itu, kenyataan bahwa Yesus bangkit menunjukkan fakta bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan juga akan dibangkitkan! Ini juga berarti kebangkitan Tuhan Yesus telah menjadi saksi tentang rencana Allah untuk menyelamatkan dunia di akhir zaman telah dimulai, sedang berlangsung, dan pada akhirnya akan selesai.

Oleh karena itu, bagi mereka yang berpegang pada kebenaran bahwa Kristus telah bangkit, dan kita juga akan dibangkitkan, kita juga akan melihat hari-hari terakhir ketika Tuhan mewujudkan kuasa maha kuasa dan memerintah di bumi. Pada saat itu, Kristus akan menghancurkan semua kekuatan dan kuasa kegelapan, dan akan menundukkan semua musuh kegelapan ke bawah kaki Kristus. Dan musuh terakhir yang pasti dihancurkan adalah kematian.

Oleh karena itu, fakta dan kebenaran Kristus telah bangkit menandakan hari kemenangan dan pemerintahan Allah yang menyeluruh! Pada akhirnya, Allah ingin setiap orang yang percaya kepada Kristus ikut ambil bagian dalam kemenangan menyeluruh di dalam Kristus. Dalam bahasa Kitab Wahyu, Kristus akan menjadi Raja di atas segala raja, dan kita juga akan menjadi raja bersama Kristus.

Dalam ungkapan di ayat 20-28, Paulus secara khusus menggunakan kata Yunani semua (pas) untuk mengungkapkan rencana Allah untuk memberikan kemenangan menyeluruh dan menyeluruh kepada Kristus! Dalam 9 ayat, kata segala sesuatu (pas) muncul 12 kali. Paulus secara khusus mengutip mazmur tersebut untuk menunjukkan: Allah akan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus. Segala sesuatu harus tunduk kepada Kristus, dan Kristus taat tunduk kepada Allah Bapa, Allah mengendalikan segala sesuatu!

Kristus telah bangkit! Setiap orang yang percaya kepada Tuhan juga akan dibangkitkan! Segala sesuatunya akan takluk di bawah kaki Kristus! Betapa pentingnya kebenaran kebangkitan! Sungguh suatu penghiburan yang luar biasa yang diberikannya kepada kita! Kita harus berpegang pada kebenaran kebangkitan!

Renungkan:
Kristus bangkit terlebih dahulu! Kita juga akan dibangkitkan! Kristus akan mengalahkan musuh terakhir, yaitu kematian! Allah akan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus. Pengingat dan penghiburan apa yang diberikan oleh pengajaran hari ini kepada Anda? Apakah kebenaran kebangkitan itu penting?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 15:12-19

「Jika tidak ada kebangkitan dari antara orang mati,」 maka segala sesuatu yang kita beritakan dan percayai adalah 「kosong」, 「palsu」, dan 「sia-sia」!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 15:12-19 [ITB])
12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus–padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

(Kis. 17:17 [ITB]) Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran (dialegomai; dispute) dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.

Paulus bertujuan menegur penyimpangan ajaran beberapa orang di Korintus: mereka menyatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati. Paulus menggunakan tujuh penalaran andaikata / jika, sebuah cara penalaran efek domino, untuk menunjukkan keseriusan dan absurditas konsekuensi dari ajaran yang salah ini. Ketika gereja membiarkan ajaran- ajaran yang salah dan tidak berdasarkan fakta, maka hal ini sepenuhnya memutarbalikkan kebenaran Injil dan menghancurkan iman kita.

Paulus sedang menunjukkan: Jika tidak ada kebangkitan dari antara orang mati, maka Kristus tidak bangkit dari kematian. Apa yang kami beritakan adalah perkataan sia-sia dan kebohongan, dan apa yang kami percayai juga merupakan pembicaraan kosong. Bahkan jika seseorang menyombongkan diri bahwa meskipun dia menerima ajaran yang salah ini, dan dia masih dapat memiliki harapan kepada Kristus dalam kehidupan ini, Paulus mengecam: Ini sama sekali tidak mungkin! Karena sekiranya tidak ada kebangkitan dari antara orang mati dan Kristus tidak dibangkitkan, para pemberita Injil, termasuk Paulus dan para rasul serta para pemimpin gereja mula-mula, semuanya memberikan kesaksian palsu! Celakalah semuanya! Dan mereka yang percaya kepada Injil Kristus telah bangkit, apa yang mereka yakini adalah sia-sia dan tidak ada gunanya! Karena jika orang mati tidak dibangkitkan, maka orang-orang percaya yang sudah meninggal, mereka tidak menikmati surga dan kehidupan kekal, mereka binasa! Oleh karena itu, mereka yang menyangkal adanya kebangkitan, jika mereka masih mengaku sebagai orang-orang yang beriman kepada Injil dan Kristus, mereka ini adalah orang-orang yang paling menyedihkan di dunia! Paulus menyimpulkan konsekuensi dari ajaran sesat yang tidak masuk akal ini: kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Perkataan dan perbuatan Paulus sepanjang hidupnya memberi kita contoh yang baik, yaitu: orang yang memberitakan dan mengajar Injil hendaknya menghargai kebenaran, membela kebenaran, dan berani menggunakan berbagai ungkapan dan berargumentasi (dialegomai; dispute) yang tepat untuk memperbaiki kesalahan, mengutuk kesalahan, dan menunjuk berbagai kemungkinan kekeliruan yang dapat menimbulkan akibat yang serius. Dalam 2 Korintus 10:5, Paulus berbicara tentang hati pastoralnya: Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Di tahun-tahun terakhirnya, ketika Paulus sedang mempersiapkan penggantinya, dia mendorong Titus: 『berpegang kepada perkataan yang benar』, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup 『menasihati』 orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup 『meyakinkan (refute, mematahkan)』 penentang-penentangnya (Titus 1:9)

Dalam beberapa tradisi gereja Tiongkok, ada pepatah populer: Jangan berdebat untuk menang, malahan kehilangan pihak lain! Kalimat ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu banyak berdebat, dan berhati-hati bahwa pertengkaran yang disertai kekerasan dapat merusak hubungan. Ini adalah pengingat yang baik untuk hal-hal tertentu, acara-acara tertentu, dan orang-orang tertentu. Namun dalam hal kebenaran dan pemberitaan Injil, Tuhan Yesus dan rasul Paulus berpegang teguh pada kebenaran, membela kebenaran, dan membantah kekeliruan dalam banyak hal. Lukas mencatat bahwa Paulus melakukan percakapan dan argumentasi di sinagoge dengan orang-orang yang ditemuinya di pasar setiap hari!

Kita harus menghindari pertengkaran yang tidak perlu, terlalu agresif dan menyerang, namun kita juga harus meniru Paulus, belajar berdisiplin dalam kebenaran, membela kebenaran dengan berani dan tulus, dan menolak mereka yang mengajarkan kesalahan, gagasan salah, dan suka bertengkar. Karena Injil Kristus didasarkan pada fakta dan kebenaran!

Renungkan:
Dalam pengajaran Paulus yang ampuh melawan pemikiran salah, pemahaman mendalam apa yang Anda miliki mengenai pentingnya kebenaran tentang kebangkitan? Selain itu, apa yang diajarkan teladan Paulus kepada Anda mengenai sikap dan tindakan untuk mempelajari, berpegang teguh, menjaga, dan membela kebenaran? Haruskah kita belajar lebih banyak tentang kebenaran Injil dan teologi terkait?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.