Tag Archives: Kasih Allah

Zefanya 3:9-20

「Tidak Perlu Takut Lagi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 3:9-20 [ITB])
9 Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.

14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 18 seperti pada hari pertemuan raya. Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela. 19 Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi. 20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka, firman TUHAN.

Tidak perlu takut. Ia membarui engkau dalam kasih-Nya

Paragraf terakhir dari kitab Zefanya memiliki perubahan signifikan dari berita yang dibawakan sebelumnya. Isi dari 1:2-3:8 semuanya terkait dengan penghakiman, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melakukan penghakiman atas seluruh bumi, serta penghakiman atas Yehuda dan Yerusalem, tetapi paragraf terakhir ini tiba-tiba berubah membawakan harapan kebangkitan. Perubahan ini mencerminkan kehendak TUHAN dalam sejarah, karena tujuan akhir-Nya bukanlah penghakiman, tetapi keselamatan. Penghakiman adalah sarana yang harus digunakan Allah untuk menggenapkan keselamatan. Allah itu adil benar dan kudus, jadi Dia harus menyingkirkan semua ketidakbenaran dan kenajisan di dunia sebelum keselamatan-Nya bisa datang kepada manusia. Ada beberapa aspek dalam paragraf ini yang perlu kita perhatikan.

Pertama, anugerah yang menyelamatkan ini adalah untuk semua bangsa. Ayat 3:9 dengan jelas menyatakan bahwa TUHAN akan mengubah semua bangsa-bangsa dan memberi mereka bibir yang bersih. Ini mungkin berarti bahwa Dia ingin memulihkan situasi sebelum peristiwa menara Babel sehingga semua orang dapat menggunakan bahasa yang sama. Karena dalam keselamatan di masa depan, dosa-dosa dunia telah dihapuskan, sehingga tidak akan lagi seperti keadaan menara Babel ketika orang berpikir dapat membandingkan dirinya dengan Allah, tetapi dengan rendah hati memanggil nama TUHAN (Yahweh) dan bersatu hati satu sama lain untuk melayani Dia. Bahkan mereka yang tersebar di mana-mana, yang jauh di Cush Etiopia, juga dapat membawa persembahan kepada TUHAN.

Kedua, ayat 3:11-13 dengan lebih jelas menggambarkan bahwa pada hari keselamatan TUHAN, kesombongan, kebohongan, dan tipu daya manusia akan dihilangkan, dan karenanya orang dapat hidup dengan aman, dan tidak ada yang akan menakut-nakuti mereka. Pada hari itu, kita semua akan bernyanyi, bersorak, dan penuh sukacita dan kegembiraan, karena TUHAN akan menjadi Raja kita, dan Dia telah menghapuskan penghakiman atas diri kita, dan juga mengusir musuh kita, sehingga kita yang adalah umat milik-Nya tidak perlu lagi takut.

Terakhir, ayat 3:17, tidak hanya menunjukkan keselamatan yang kuat dari TUHAN, tetapi juga Ia membarui kasih-Nya terhadap kita. Frasa membaharui engkau dalam kasih-Nya ada beberapa kemungkinan penerjemahan:
1) Makna yang digunakan dalam terjemahan ITL atau CUV dengan kasih-Nya Iapun akan berdiam (KJV he will rest in his love) yang berarti bahwa cinta kasih TUHAN adalah diam tenang, kini tidak diperlukan penghukuman lagi, dan sehingga orang dapat menikmati kedamaian dalam cinta kasih ini.
2) Penjelasan lain adalah merujuk pada kata kerja yang akar katanya sama dalam skrip Ugali, yang menyatakan ukiran, yang mungkin berarti bahwa TUHAN ingin cinta kasih-Nya menjadi tanda dalam hidup kita;
3) Lebih mungkin adalah merujuk pada terjemahan LXX Yunani kuno (terjemahan ITB sesuai LXX) yang maknanya mengungkapkan pembaruan. Makna ini tampaknya lebih masuk akal dalam konteks kelompok 12 kitab nabi-nabi, kasih TUHAN untuk Israel adalah pesan utama dalam kitab Hosea, yang juga merupakan topik pembicaraan yang diajukan di awal kitab Maleakhi. Dalam kerangka ini, Zefanya menunjukkan bahwa di hari TUHAN melaksanakan keselamatan, cinta kasih-Nya akan kembali datang ke tengah-tengah umat milik-Nya, sehingga kita di dalam kasih yang membarui ini tidak perlu takut lagi.

Renungkan:
Berdoa kiranya hari keselamatan TUHAN (Yahweh) datang, dan kiranya Tuhan mengubah kesedihan kita menjadi sorak-sorai.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 7:18-20 

「TUHAN (Yahweh) Tiada Tertandingi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:18-20 [ITB])
18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. 20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

Dalam bagian ringkasan kitab Mikha ini, nabi Mikha menggunakan kata yang bunyi pengucapannya mirip dengan nama dirinya (miykah) untuk menyatakan seruan Siapakah Allah seperti Engkau (miy ‘el kmow), menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) adalah unik dan tak tertandingi. Dalam teks bahasa aslinya, nama nabi Mikha dapat memiliki arti siapa yang seperti TUHAN, maka kita juga dapat melihat perikop ini sebagai pusat pikiran dari seluruh kitab, atau arah dari berita seluruh kitab ini.

Nabi Mikha menunjukkan beberapa hal yang tak tertandingi tentang TUHAN, yakni adalah rahmat dan kasih-Nya. Meskipun dalam kitab ini, nabi Mikha tiada henti mengajukan gugatan kesalahan kepada orang Israel, menegur mereka atas dosa-dosa mereka, dan memperingatkan penghakiman yang akan datang kepada mereka, tetapi setelah penghakiman ini, ia masih memiliki harapan atas pemulihan kebangkitan di masa depan karena ia teguh percaya akan kasih kesetiaan Allah dan Dia akan memberikan rahmat anugerah-Nya.

Nabi Mikha menjelaskan bahwa sifat keunikan tiada duanya TUHAN (Yahweh) adalah bahwa Dia mengampuni dosa dan memaafkan dosa dari sisa-sisa umat milik-Nya, Dia tidak selamanya menyimpan amarah-Nya, Ia suka memberikan rahmat. Pernyataan ini tampaknya mengutip berita dalam kitab Keluaran 34:6-7, yang merupakan ayat utama yang TUHAN ungkapkan kepada Musa tentang isi hati kehendak Dia sendiri. Kutipan ini mengingatkan pembaca kitab Mikha untuk merenungkan ulang krisis terbesar dalam sejarah Israel, karena ketika Musa menerima Sepuluh Perintah di atas Gunung Sinai, orang Israel yang di bawah gunung itu membuat anak lembu emas untuk diri mereka sendiri dan menyembah berhala itu, sehingga TUHAN (Yahweh) hampir harus menghancurkan mereka. Setelah doa permintaan Musa, ini adalah jawaban yang dinyatakan oleh TUHAN. Sebenarnya karena pengkhianatan bangsa Israel itu seharusnya menghadapi kepunahan, tetapi TUHAN mengasihani mereka dan berkata kepada mereka, TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Kel. 34:6-7)

Dalam ke-12 Kitab Nabi-nabi, kutipan ini diulangi di banyak tempat, dan itu mencerminkan isi hati kehendak TUHAN. Di antara pesan-pesan penghakiman dari para nabi yang berbeda, Dia terus mengingatkan kita bahwa penghakiman dan hukuman-Nya adalah untuk mendisiplin kita dan membawa kita kembali kepada Dia. Tetapi paragraf ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Allah itu adil benar, kejahatan harus selalu menghadapi konsekuensi dari dosa. TUHAN (Yahweh) akan mengampuni tetapi juga harus menghukum.

Allah kita adalah Tuhan yang penuh rahmat anugerah, Dia ingin memberi kita kesempatan untuk mengulang kembali. Asalkan kita mau rendah hati, bertobat, dan meminta rahmat anugerah di hadapan-Nya, Allah adalah setia dan benar adil, Ia pasti mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala ketidakbenaran. Dia bahkan menggambarkan bahwa Ia akan meletakkan dosa kita di bawah kaki-Nya diinjak, dan Ia akan membuang semua dosa kita ke laut yang dalam, sehingga dosa-dosa itu dihancurkan dan menjauh dari kita.

Tema ini dalam ayat 7:20 dibawakan oleh nabi Mikha dengan serangkaian kata-kata: zaman purbakala, bersumpah dan janji, setia dan kasih, semua mengingatkan janji TUHAN (Yahweh) dalam perjanjian-Nya. Dia bersumpah, Dia pasti menggenapi

Renungkan:
Terima kasih kepada Tuhan atas rahmat anugerah-Nya, kita diselamatkan karena kasih-Nya. Mohon Tuhan menjaga agar kita senantiasa dalam anugerah dan kasih-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 63:7-14

「Kasih Setia yang Kaya Berkelimpahan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 63:7-14 [ITB])
7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. 8 Bukankah Ia berfirman: Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang, maka Ia menjadi Juruselamat mereka 9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. 10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. 11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka; 12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya; 13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung, 14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Hanya Ia, Allah yang menderita bersama umat-Nya

Perikop ini menunjukkan kasih TUHAN yang tidak pernah pergi meninggalkan dan menyerah atas umat Israel, bahkan jika umat Israel memberontak dan berulang kali berbuat semau-maunya.

Ayat 7 menunjukkan bahwa TUHAN adalah Allah penuh belas kasihan dan kasih yang berkelimpahan, Ia memberkati Israel anugerah yang besar, kita akan memahami bahwa anugerah besar yang agung ini adalah tidak terpengaruh walau umat Israel bertindak semau-maunya, bagaimanapun kasih dan anugerah besar Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Ayat 8 menjelaskan bahwa TUHANlah yang berinisiatif untuk mengakui dengan keteguhan tetap bahwa Israel adalah umat-Ku dan bahwa Tuhan adalah Juruselamat mereka. Ayat 9 menunjukkan bahwa Allah menderita bersama umat Israel (ITB agak implisit Ia sendirilah yang menyelamatkan, lihat BIMK Ia sendiri ditimpa kesusahan mereka atau CUV, KJV dan mayoritas terjemahan Inggris) dan Ia mengangkat serta menggendong mereka selama zaman dahulu kala. Kata-kata yang digunakan dalam ayat 8-9 mengingatkan kita: di masa lalu, TUHAN memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan kemudian di Sinai membuat perjanjian dengan mereka. Saat TUHAN mengadakan perjanjian, Ia menyatakan bahwa Dia telah menggendong di atas sayap rajawali dan membawa orang Israel seperti elang, dan memproklamasikan bahwa umat Israel adalah milik kepunyaan Allah dan merupakan umat Allah, ini adalah umat-Ku, dan Allah adalah Juruselamat Israel (Kel. 19:1-6, klik untuk membaca). TUHAN telah menyelamatkan mereka dan menetapkan mereka adalah umat Allah, tanpa terlebih dahulu menuntut orang Israel berbuat lebih baik atau terlebih dahulu harus berbuat sesuatu untuk mendapatkannya sebagai pahala (Hanya karena anugerah saja. Allah bukan pedagang barter perbuatan baik manusia dengan keselamatan).

Lalu, ayat 10 menyatakan bahwa wajah asli umat Israel lupa anugerah dan tidak tahu terima kasih, mereka memberontak berkhianat terhadap Penyelamat mereka, sehingga Allah harus memandang mereka sebagai musuh dan memukul mereka. Namun pukulan ini bukan seperti pemusnahan terhadap Edom (Yes. 63:1-6, klik untuk membuka dan membandingkan), pukulan ini adalah serangan penuh kesedihan hati, dan dijelaskan dalam ayat 11-13 bahwa bahkan jika Israel memberontak berkhianat, tindakan TUHAN untuk menyelamatkan mereka dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah tetap tidak pernah berubah selama-lamanya, TUHAN dengan tindakan penuh kuasa-Nya yang besar membuat Israel mengerti bahwa diri mereka terbatas, menghendaki mereka jangan tidak tahu terima kasih dan lupa anugerah, mereka dapat meninggalkan rumah perbudakan Mesir itu bukan karena kekuatan mereka, tetapi sepenuhnya karena kuasa besar TUHAN, dan pada saat yang sama membuat orang Israel merenungkan bahwa mereka tidak tersandung ketika berjalan di hutan belantara, tiang awan dan api Allah tidak pernah pergi dan meninggalkan mereka, menunjukkan bahwa kehadiran penyertaan Allah selama-lamanya tidak akan pernah berubah.

Roh TUHAN disebutkan lagi dalam ayat 14 sebagaimana disebutkan dalam Yes. 61:1, dan disebutkan di sini bahwa Roh Allah membawakan peristirahatan kepada orang-orang Israel. Roh Allah membimbing umat Allah, agar umat Allah dapat menegakkan nama kemuliaan Allah, istirahat yang demikian adalah dengan rendah hati bergantung dan bersandar kepada Allah, secara dekat taat mengikuti, dengan tenang hati tanpa khawatir menapak di jalan pimpinan Allah. Menapakkan kaki yang demikian hanya mencari dan mengejar kemuliaan Allah bukan kemuliaan diri sendiri. Ketika seseorang hanya mencari dan mengejar kemuliaan nama Tuhan barulah ia dapat dengan tenang tenteram berjalan dalam bimbingan Tuhan, orang tersebut mendapatkan istirahat (sabat), tanpa kekhawatiran ketakutan ini justru adalah istirahat yang memiliki penyertaan Allah, lebih damai tenteram daripada kehidupan yang nyaman dan berkelimpahan banyak uang.

Renungkan:
Adalah Tuhan, Ia yang tidak pernah meninggalkan kita, tidak peduli seberapa pemberontakan kita, cinta kasih-Nya tetap berlimpah begitu kaya, keselamatan-Nya tetaplah begitu nyata dan benar, dan kita hanya bisa pasrah kepada-Nya dalam kasih Tuhan yang tak bersyarat, dan bersedia memberi hidup sebagai respons menanggapi Tuhan yang menderita bersama kita, Ia mengisi hidup kita dengan kisah keajaiban, memahami keterbatasan diri kita, dan memahami bahwa kita selama-lamanya adalah umat Allah. Amin!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:14-21 (3)

「Teguh dan Hati Kasih」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 3:14-21 [ITB])
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam doa ini, Paulus menyebutkan dua kualitas unik dari seorang yang memiliki kekayaan Kristus, dan yang memiliki hidup berkelimpahan: satu penuh dengan kekuatan di dalam batin, yang lain adalah penuh dengan toleran penerimaan dan kasih.
Paulus berkata 「Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.」 (Ef. 3:16) Seorang yang memiliki kekayaan Kristus adalah manusia yang penuh kekuatan batin.
「Menguatkan dan meneguhkan kamu … di dalam batinmu,」 dan diterjemahkan secara harfiah 「melalui kekuatan meneguhkan manusia bagian dalam kamu. 」 「Kekuatan」 di sini bukan milik kita, tetapi dari luar; Kuasa Kristus meneguhkan manusia dalam kita, tidak peduli penampilan luar kita lembut atau keras, tetapi kekuatan di dalam batin kita selalu kuat.

Kekuatan tubuh luar menekankan kemenangan dan penaklukan, tetapi kekuatan batin membawakan iman dan daya tahan bagi kita. Kekuatan tubuh luar bersifat agresif menyerang, tapi kekuatan batin bersifat mempengaruhi dan mencairkan.

Tubuh luar kita secara bertahap melemah dan rusak, 「saya yang di dalam」 senantiasa baru, kuat teguh. Orang Kristen mengejar kesempurnaan hidup, hidup yang bebas kerut cacat, tetapi 「saya yang luar」 tidak diharapkan, penggunaan kosmetik atau produk pelangsing sulit untuk memperbaikinya. Kita akan hanya sehari demi sehari tua, hari ini saya tidak terlihat baik, besok bahkan lebih buruk. Tetapi 「diri yang di dalam」 tidak demikian, sehari demi sehari dapat menjadi lebih hidup lebih sehat, sehari demi sehari seperti baru.

Keindahan orang Kristen adalah menemukan dunia riil lain yang tidak kasat mata di balik dunia yang kelihatan. Kita mengalami tubuh batin yang sehat di balik tubuh luar yang membusuk, melihat kemuliaan di belakang penghinaan, dan melihat segala sesuatu penuh kelimpahan di balik kemiskinan tidak memiliki apa-apa yang terlihat. Allah adalah Allah yang membuka sungai di padang gurun, kita melihat sungai-sungai di gurun pasir. Mata batin yang mampu melihat akan menguatkan kelemahan karena disorientasi ketersesatan eksternal luar.

Apakah ini melarikan diri dari kenyataan? Tidak, itu adalah melihat dengan jelas kenyataan, melampaui kenyataan (lihat Ef. 3:19)

Paulus dalam doa syafaatnya yang pertama telah menyebutkan bahwa orang percaya memiliki kuasa Tuhan, dan di kemudian terdapat dua kali itu menyebutkan kuasa Allah dalam diri orang percaya, menunjukkan dua makna yang dibawakan kuasa ini: pertama, semua hal yang dicapai oleh orang kudus semuanya adalah pekerjaan yang diwujudkan Allah pada diri mereka, bukan saya tetapi hanya oleh Tuhan (lihat Ef. 3:20); Kedua, orang kudus harus lebih bergantung pada kuasa besar Allah, menjadi orang-orang yang teguh kokoh, melawan tipu muslihat Iblis (Ef. 6:10-11).

Ciri lain penuh kelimpahan kekayaan Kristus adalah toleran penerimaan dan kasih. 「17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.」(Ef. 3:17-19)

Seorang yang penuh kekayaan Kristus, yaitu dapat memperlakukan orang lain dengan kedamaian, menerima orang lain yang berbeda dengan kita, menerima orang lain yang penuh kekayaan, tidak karena membenci orang lain kaya dan menghina dia sebagai miskin, bukan dengan menyangkal orang lain untuk memastikan diri sendiri, tidak membangun kesuksesan diri di atas kegagalan orang lain. Kita tidak hanya mengalami kekayaan Allah dalam diri kita, kita juga melihat kekayaan Kristus dalam diri orang percaya anggota tubuh yang lain. Karena kita percaya bahwa diri kita sudah cukup kaya, kita merasa bahagia menghargai kekayaan orang lain, sehingga kita menemukan tingkat yang lebih tinggi dari kekayaan Kristus.

Saya dilahirkan miskin, mengalami bagaimana Tuhan mengangkat saya dari kumpulan kotoran hewan; saudara yang lain dilahirkan kaya dan mengalami pemeliharaan penuh warna-warni dari Allah selama periode pertumbuhan. Kita masing-masing indah, kita tidak perlu membandingkan satu sama lain, kita tidak dapat dibandingkan. Kasih Allah yang besar tak terbatas tidak dapat sepenuhnya dipahami melalui satu pengalaman apapun yang terpisah dari pengalaman yang lain, hanya ketika dikumpulkan bersama-sama, barulah dapat sekilas memahaminya lebih jelas.

Tidak ada yang dapat mengalami sepenuhnya kekayaan Kristus, kapasitas kita tidak cukup, yang dapat kita tampung terbatas; Oleh karena itu, hanya dengan menambahkan kehidupan orang lain, ditambah hidup orang percaya di masa lalu, barulah dapat kita menguakkan kekayaan kasih karunia dan belas kasih Kristus. Maka kita bersukacita mendengarkan kesaksian orang lain dan membaca biografi orang lain untuk memperluas pengetahuan kita tentang Allah.

Ada sebuah metafora. Pada saat pasang surut dan di sela-sela batu-batu karang di pantai akan terdapat cekung-cekung lubang berisi air, ada yang dalam ada yang dangkal, saling tidak terhubung, dan kadang-kadang satu atau dua ikan kecil terperangkap di dalamnya. Tetapi ketika air pasang naik, laut menenggelamkannya dalam genangan air, dan tidak ada individu-individu genangan kecil, tapi seluruh lautan yang menjadi satu. Kasih Karunia Allah yang kita lihat adalah demikian adanya.

Renungkan:

1. Iman membawakan kehidupan yang kuat kepada kita, apakah Anda percaya ini adalah fakta kehidupan Anda?

2. Apakah Anda merasakan memiliki kekayaan Allah? Dapat Anda menghargai kekayaan Allah dalam diri orang lain?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

2 Tes. 2:16-17

「Hidup Melampaui Dunia, Dua Kekuatan」

Orang percaya yang di bagian dalam hati mendapatkan penghiburan dan memiliki pengharapan di bagian luar haruslah menyatakan tingkah laku pekerjaan dan perkataan yang baik.

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 2:16-17 [ITB])
16Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Di dua ayat ini, Paulus sebelum menutup pasal ini, ia dari dalam hati menaikkan doa syafaat dan berkat bagi orang percaya di Tesalonika. Sebelumnya ia mendorong orang percaya hendaknya berdiri teguh dengan kokoh, di sini ia memohon Allah menghibur dan meneguhkan mereka. Dengan demikian dapat terlihat kekuatan orang percaya berdiri teguh dengan kokoh dan mempertahankan pengajaran semuanya adalah datang dari anugerah dan kasih perlindungan Allah.

Doa yang pendek ini terlebih dahulu yakin atas kasih Allah Bapa dan Tuhan Yesus, di ayat 16 frasa 「Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita… mengasihi kita」 yang dalam bahasa asli memperlihatkan Yesus atau Allah Bapa sebagai subjek pelaku. Dan Paulus mungkin sengaja ingin dengan cara demikian mengekspresikan kasih ini keluar secara berganda dari dua pihak, tepat seperti di Rom. 8:35, 37, 39 kasih Bapa dan Putra yang adalah sama sekali sama adanya, saling berkaitan (karena Bapa, Putra dan Roh adalah satu).

Orang percaya bisa mendapatkan penghiburan abadi serta pengharapan yang indah dan baik dari kasih Allah Bapa dan Yesus. Penghiburan dan pengharapan ini sangat penting bagi orang percaya di Tesalonika yang menghadapi kesulitan dan aniaya. Tentu saja penghiburan abadi membantu orang percaya melalui kesulitan yang disebutkan dalam 2 Tes. 2:1-12 sudah berkecukupan. Pengharapan yang baik di Perjanjian Baru hanya muncul di sini, 2 Kor. 1:7 disebutkan pengharapan yang teguh, Titus. 2:13 terdapat pengharapan yang berbahagia, 1 Pet. 1:3 pengharapan yang hidup, semuanya bisa memakai pengharapan indah dan baik sebagai catatan kaki, titik beratnya adalah tidak peduli di depan terdapat angin atau hujan, lingkungan bagaimana goyah, penghiburan dan pengharapan yang dihasilkan dari kasih Allah Bapa dan Yesus dapat meneguhkan orang percaya.

Tidak hanya demikian, Paulus di ayat 17 saat mengakhiri berkat dan doa syafaat ini, ia terlebih lagi dari kekuatan internal yang ada di dalam orang percaya menuju keluar mencapai tingkah laku mereka. Apa yang terdapat di dalam pasti akan membentuk yang di luar, orang percaya yang di bagian dalam hati mendapatkan penghiburan dan memiliki pengharapan di bagian luar haruslah menyatakan tingkah laku pekerjaan dan perkataan yang baik. Ini juga merupakan yang kedua kalinya Paulus di surat ini menyebutkan hal yang baik yang digenapkan Allah atau diteguhkan kepada mereka, dalam doa di 2 Tes. 1:11, Paulus menyebutkan kekuatan Allah menyempurnakan segala kehendak mereka untuk berbuat baik. Dalam keadaan sulit yang disebutkan di 2 Tes. 2:1-12, tidak peduli baik atau buruk, orang percaya semuanya tidak boleh menyerah melakukan pengejaran akan berbuat hal baik dan membuatnya menjadi kenyataan.

Renungkan: Paulus sebelum mengakhiri pasal ini, memberikan sebuah doa berkat kepada orang percaya di Tesalonika yang menghadapi akhir zaman dan perubahan keadaan dunia yang kacau. Ia berharap hati mereka mendapatkan penghiburan yang datang dari Allah, peneguhan dalam tutur kata serta tingkah laku yang baik. Dua macam penampilan ini adalah datang dari dua macam anugerah dan kekuatan Allah ── penghiburan yang abadi serta pengharapan indah dan baik. Jika kita tidak percaya akan bertemu kemuliaan Allah di dunia ini, dan di akhir zaman yang kacau ini, kita sejak awal sudah kehilangan keberanian. Bagaimanakah engkau menghargai dua kekuatan yang datang dari atas ini?

Maleakhi 1:1-5

「TUHAN mengasihi kita 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
2 “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub,
3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
4 Apabila Edom berkata: “Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,” maka beginilah firman TUHAN semesta alam: “Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.”
5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: “TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.”

Ayat Kunci:「 … TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel」 (Maleakhi 1:5)

Umat Israel kembali dari penawanan Babilon sampai zaman Maleakhi sudah lewat 100 tahun lebih. Walaupun Bait Suci sudah selesai dibangun ulang, tembok kota Yerusalem sudah selesai diperbaiki; tetapi semangat dan penyerahan diri pada masa awal sudah menipis. Kebangkitan di bawah pimpinan Ezra dan Nehemia hanya sebentar, imam dan umat kembali mundur ke kondisi dahulu. Di sisi lain, umat yang kembali berada di bawah jajahan kerajaan Persia, walaupun bisa kembali ke Yerusalem dan dibantu oleh raja Persia, namun umat curiga apakah TUHAN akan menggenapi perjanjian-Nya dengan Israel, bangsa ini apakah masih punya harapan nyata akan masa depan?

Ada tiga aspek yang sama-sama menjadi keprihatinan Nehemia dan Maleakhi: (1) imam telah melupakan pelayanan di Bait Suci (Neh. 13:1-9; Mal. 1:6-2:9); (2) sikap umat terhadap persembahan perpuluhan dan persembahan khusus telah longgar (Neh. 13:10-13; Mal. 3:8-12); (3) perkawinan dengan perempuan asing (Neh. 13:23-28; Mal. 2:10-16).

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah. Dan memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat. Keseluruhan kitab mencakup tujuh tanya jawab, perencanaan yang demikian bertujuan agar Israel mengerti keadaan rohani mereka, dan membimbing mereka berbalik mengarah kepada Allah (Mal. 1:1-4:3). Tanya jawab pertama dan penjelasannya tentang Allah memilih Yakob bukan Esau untuk sekali lagi membuktikan kasih Allah dalam menjaga perjanjian-Nya (Mal. 1:1-5). Tuhan berkata「Aku mengasihi kamu 」(Ul. 4:32-40; 7:7-11; Yes. 43:1-4; Hos. 11:8-9) Tetapi kamu berkata: 「Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? 」

Ayat 2b (Mal. 1:2) adalah tentang Allah yang pro-aktif mengasihi Israel (Yakub). Permasalahan umat timbul dari pengaruh pengalaman ditawan dan segala pembangunan setelah kembali jauh lebih kecil dibandingkan masa lalu. Untuk memberikan bukti kasih-Nya, Allah membandingkan apa yang mereka alami dengan apa dialami Edom.

Ayat 3 (Mal. 1:3) berbicara tentang Allah membenci Edom (Esau)「Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. 」adalah cara penyampaian sastra Ibrani untuk mengatakan maksud「paling utama mengasihi Yakob secara primer 」, 「mengasihi Esau secara sekunder kedua 」. Walaupun Yakub dan Esau adalah anak Ishak, adalah saudara kandung, namun Allah justru hanya memilih Yakub dan keturunannya sebagai umat yang dengannya Ia dirikan perjanjian. Perjanjian ini didirikan di atas dasar perjanjian tanpa syarat dari Allah kepada Abraham, menjamin keturunan Yakub sebagai pemilik kekal tanah perjanjian (lihat Kej. 28:3-4, 13-15). Atas dasar janji ini juga maka Allah memimpin mereka pulang dari penawanan sekali lagi menuju tanah perjanjian. Sebaliknya, Edom setelah mengalami penghakiman Allah, tidak boleh mengalami pemulihan. Terkait penghakiman atas Edom, dapat melihat 《kitab Obaja》.

Ayat 4 (Mal. 1:4) adalah tentang Edom mengambil tekad (kehilangan tekad membangun ulang) beserta akhirnya (pasti dihancurkan Allah), penyebab utamanya di sana adalah「daerah kefasikan 」(wicked land, tanah kejahatan dosa); penghuni tanah itu disebut sebagai「bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya 」; kebalikan relasi Israel dengan Allah. Umat pilihan yang kembali dapat melihat akhir Edom, akan tahu bahwa Allah setia pada janji-Nya, dan mengakui bahwa Allah sugguh nyata mengasihi mereka.

Renungkan: sebenarnya, kita sering lupa, meragukan kasih Allah. Mengamati ulang pengalaman masa lalu yang dapat membantu mengangkat iman kita kepada Allah?

Rencanakan: tuliskan satu pengalaman masa lalu yang mengangkat iman kita kepada Allah. Bagikan dalam kelompok kecil anda di minggu ini, atau dalam majalah gereja.

Doa: Tuhan, tolonglah saya senantiasa ingat untuk hitung betkat-Mu, agar saya dalam keadaan apapun tidak meragukan kasih-Mu pada saya. Amin.