Tag Archives: Keadilan Kebenaran

1 Korintus 6:1-8

Jangan 「bertindak tidak adil」 terhadap saudara dan saudari! Jangan 「membuat malu」 di hadapan dunia!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 6:1-8 [ITB])
1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? 3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? 7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? 8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.

【Referensi ayat】
Matius 18:15 Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya 『atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.』 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Ulangan 16:18 Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil
Ulangan 25:1 Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah

Gereja Korintus telah menghadapi banyak permasalahan yang diketahui publik, dan telah kehilangan kesaksiannya secara serius di depan orang-orang yang tidak percaya. Seseorang mengambil istri ayahnya! Ada juga saudara-saudara yang saling menuntut di pengadilan terbuka, menyebabkan banyak komentar negatif! Di dalam keadaan yang memalukan ini, Paulus mengemukakan beberapa pandangan dan prinsip tentang litigasi di antara orang Kristen (litigasi adalah penyelesaian suatu sengketa). Paulus mengkritik keras tiga kelompok orang. Kelompok pertama yang dikritik dengan keras adalah mereka yang bertindak tidak adil dan merugikan saudara-saudara mereka! Tampaknya sudah diingatkan! Tetapi karena nafsu sehingga tidak mau bertobat, membuat skandal yang menyebar dan mempermalukan gereja. Kelompok orang kedua yang dikritik adalah orang-orang yang lebih benar, yang telah menderita kerugian. Tampaknya mereka adalah pihak yang melontarkan gugatan! Mereka pihak yang dirugikan, mungkin secara finansial atau sipil, namun bukan perkara pidana; mereka miliki kebenaran, bersikeras tidak akan melepaskan permasalahan, tidak bersedia mencari rekonsiliasi, mereka akan memperkarakan sampai akhir, dan mereka mengabaikan perhatian mata masyarakat yang tertuju kepada mereka, tidak bersedia mengalah pada mereka yang ada di gereja! Paulus juga mengkritik pemimpin gereja lainnya! Mengapa tidak membantu agar kedua pihak untuk duduk, berkomunikasi secara mendalam, menanganinya dengan cara yang adil dan benar, dan mengembalikan keadilan kepada masing-masing pihak? Ketiga kelompok orang itu bertindak dalam daging, dan dunia menertawakan gereja!

Tidak patutkah 『mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar (orang-orang tidak percaya)』? Tidak bolehkah dibawa kepada 『pengadilan terbuka』? Haruskah litigasi penyelesaian suatu sengketa antara sesama orang Kristen diselesaikan di dalam gereja? Penjelasan 1 Korintus 6:1-8 terkait prinsip litigasi penyelesaian suatu sengketa antara sesama orang Kristen, sudah banyak perbedaan pendapat selama berabad-abad, dan mudah terdapat salah paham. Jika kita tidak membagi jenis litigasi (penyelesaian suatu sengketa), kita tidak peka terhadap situasi Paulus, dan jika kita tidak memperhatikan perkembangan situasi bangsa Yahudi sampai kepada situasi gereja mula-mula, kita akan salah menilai, akan menyebabkan tuntutan yang tidak alkitabiah dan tidak masuk akal. Pertama-tama, kita perlu tahu: Alkitab menyetujui dan mendukung pembentukan pengadilan umum dan pemilihan hakim. Hukum Musa jelas mengharuskan hakim di setiap kota dan setiap suku. Ketika Daud adalah raja juga harus mengadili kasus-kasus sulit. Prinsip-prinsip tentang hakim dalam Perjanjian Lama menghendaki terbuka, adil, dan tidak memihak dan memutuskan benar kepada yang berbuat benar, menghukum yang berbuat salah. Di zaman Tuhan Yesus, saat itu orang-orang Yahudi di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi, banyak litigasi penyelesaian suatu sengketa atau urusan agama, diselesaikan di dalam internal komunitas itu sendiri, sebisanya tidak meluas mencari keadilan pada pengadilan umum bangsa asing. Namun, ketika Paulus memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi, gereja-gereja non Yahudi tidak memiliki sistem litigasi internal bangsa Yahudi. Bagaimana cara menangani perselisihan di antara mereka satu sama lain? Perselisihan menciptakan banyak ketegangan, ini yang menyebabkan adanya pembicaraan dalam 1 Korintus 6.

Litigasi (penyelesaian suatu sengketa) yang dirujuk dalam teks dijelaskan oleh Paulus sebagai perkara-perkara yang tidak berarti (smallest matters). Berikutnya ia menyebutkan tentang perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari (biotika). Istilah tersebut, menurut sarjana Alkitab Gordon Fee, harus diterjemahkan sebagai urusan hidup sehari-hari Paulus berkata: Apakah kamu tidak tahu bahwa kita akan menghakimi malaikat, apalagi urusan sehari-hari? Gugatan kontroversial di gereja Korintus jelas merupakan sengketa yang dapat diselesaikan oleh gereja sendiri, dan itu hanya melibatkan sesama saudara, mungkin hanyalah perselisihan yang melibatkan uang, atau beberapa konflik urusan hidup sehari-hari. Para ahli dengan jelas menunjukkan bahwa litigasi yang dibahas dalam perikop ini bukanlah perkara pidana, bukan urusan yang melibatkan orang luar lain, bukan perkara yang diharuskan hukum harus ditangani di pengadilan terbuka Jadi, mereka yang secara tegas menegakkan ajaran Paulus, harus memperhatikan beberapa poin-poin ini. Di banyak negara, kita tidak dapat menangani pelanggaran pidana secara pribadi di dalam gereja, atau menangani litigasi yang melibatkan kepentingan umum orang lain, juga tidak dapat menangani litigasi yang didefinisikan dan diharuskan oleh hukum ditangani di pengadilan terbuka. Tentu saja, dalam banyak litigasi pribadi yang merupakan kontradiksi secara pribadi, dalam istilah modern, kita dapat meminta seorang arbiter untuk menanganinya. Jika itu adalah permasalahan seperti itu, jika sesuai aturan hukum, maka kita akan dapat meminta orang di dalam gereja yang profesional, tidak memihak, dan berpengalaman untuk berpartisipasi dalam arbitrase, untuk menghindari saling menuntut di depan orang luar, jangan membiarkan orang Kristen menjadi objek eksploitasi oleh orang jahat, meninggalkan ruang kesempatan bagi iblis, dan memberi dunia lebih banyak kesempatan untuk mengolok-olok orang Kristen. Jika kita mengacu pada ajaran Yesus dalam Matius 18:15-17, dalam konflik-konflik yang dapat ditangani secara pribadi, kita dapat dalam hal internal ke luar, dari kecil ke umum, dan berusaha untuk menyelesaikan rekonsiliasi lebih awal adalah yang terbaik.

Paulus tidak mencegah semua jenis tuntutan hukum publik, juga tidak mencegah proses pidana. Yang membuat Paulus marah adalah bahwa ini awalnya adalah masalah sepele, dan itu adalah konflik kecil yang dapat diselesaikan di internal sesama saudara! Tetapi ada orang sengaja menggelembungkan urusan kecil menjadi masalah besar, melakukan ketidakadilan, merugikan orang, sementara saudara dan saudari yang lain serta para pemimpin hanya berdiri dan menonton! Gereja adalah sebuah panggung yang disajikan ke mata dunia, tetapi gereja Korintus tidak bersinar seperti garam, malahan mengubah hal-hal kecil menjadi besar, mempermalukan mereka dan mencoreng muka sendiri di depan dunia, menjadi gereja yang sangat memalukan! Sangat menyedihkan.

Renungkan:
• Pernahkah Anda mengalami perselisihan antara saudara dan saudari? Dalam perselisihan ini, apakah ada yang sama sekali tidak ingin berdamai, dan beberapa orang bahkan menindas satu sama lain! Mereka bahkan bertengkar satu sama lain secara terbuka! Bagaimana perasaan Anda saat itu? Jika Anda adalah Paulus, apakah Anda memiliki kemarahan dan cara pandang dia?
• Dari perikop Kitab Suci hari ini dan ajaran lain dalam Alkitab, prinsip rohani apa yang dapat Anda tarik ketika ada perselisihan antara saudara dan saudari?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 4:5 (b)

Nantikan Tuhan datang! Allah tegakkan keadilan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:5 [ITB])
5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
【Terjemahan LZZ】Jadi jangan menghakimi apa pun sebelum waktu yang ditentukan tiba; tunggu saja Tuhan datang, Ia tidak hanya akan menerangi hal yang tersembunyi dalam kegelapan, tetapi juga untuk mengungkapkan muslihat di hati orang; pada saat itu pujian yang layak didapatkan akan diberikan Tuhan kepada tiap-tiap orang.

Walau kita bertindak dengan hati nurani yang bersih, mungkin masih memancing segala macam kritik, penilaian, dan tekanan! Terkadang keadilan, kebenaran tidak terwujud di dunia, dan situasi ini sering terjadi di dalam dan di luar gereja. Di masa-masa sulit, orang yang melakukan sesuatu dengan hati nurani yang murni dan berusaha melayani dengan setia akan merasa tidak berdaya dan terluka, seperti pengalaman Paulus di gereja Korintus, saat ia menuliskan Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus sangat terluka oleh kawanan domba yang dicintainya. Penilaian yang menghakimi ini dapat seperti tanpa batas, bahkan ada orang di gereja Korintus yang memandang Paulus pendiri gereja dan gembala sebagai orang bodoh (2 Kor. 11:16), sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti (2 Kor. 10:10), licik, menjerat dengan tipu daya (2 Kor. 12:16). Paulus sangat sedih, dia berkata: Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi? (2 Kor. 12:15). Kata-kata yang melukai, fitnah gosip jahat dapat merupakan pembunuhan yang tidak kasat mata! Di dalam Gereja Tuhan terdapat orang-orang dari latar belakang, budaya, keadaan sosial, suku yang berbeda, jika orang tidak memandang Tuhan sebagai yang paling tinggi, tidak memandang firman Tuhan sebagai standar tertinggi, maka mulut dan hati yang tidak bijaksana, fitnah, dan penilaian yang menghakimi, menyakiti banyak saudara dan saudari dan gembala. Betapa diberkatinya sebuah gereja dengan lebih banyak pemimpin dan jemaat yang waspada menjaga mulut dan hati mereka sendiri, tidak bias, mendengar sepihak, hati yang berat sepihak, dan penuh prasangka!

Jika kita tidak waspada, kata-kata yang menghakimi dan pelecehan verbal spiritual akan sering muncul di gereja! Banyak saudara-saudari, atau pemimpin yang mengenakan penampilan rohani dan menyalahgunakan posisi rohani atau otoritas rohani telah banyak menyakiti orang dalam berbagai platform pelayanan. Sebagai pelayan dan pemimpin, kita perlu sering waspada agar tidak menyalahgunakan otoritas dan platform rohani! Selain itu, kita juga harus mengajarkan dan mendisiplinkan saudara-saudari untuk tidak menyalahgunakan kata-kata rohani untuk menyakiti orang, atau memfitnah orang! Perintah kesembilan adalah Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu (Kel. 20:16; Ul. 5:20). Sayangnya, sering kali, kesalahpahaman, gosip jahat dan komentar sewenang-wenang menyakiti hati banyak saudara-saudari, pemimpin awam dan gembala yang melayani Tuhan dengan setia. Amsal berkata: Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15) Daud telah mengalami banyak fitnah dan tekanan, dan mengatakan: Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang (Mazmur 39:1) Yesus memperingatkan kita: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (Mat. 12:36-37) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Mat. 7:2)

Tetapi jika kita menghadapi penilaian yang menghakimi atau fitnah yang tidak adil, dan tidak ada yang mengembalikan kebenaran bagi kita, kita harus ingat bahwa penilaian menghakimi yang dibuat manusia di dunia bukanlah penghakiman yang paling akurat, bukan yang paling penting dan final! Pada saat Hari Tuhan, yaitu saat itu dan hari itu, Tuhan akan memberikan penghakiman yang paling adil dan serius kepada semua orang! Segala macam muslihat rahasia tersembunyi dalam kegelapan orang jahat, segala macam tipu daya yang tersembunyi di dalam hati, semua akan terkuak dibuka oleh Tuhan. Segala macam gosip, fitnah, penilaian, rencana jahat dan kutukan di hati tidak bisa disembunyikan! Semua hamba yang mengasihi Tuhan dengan setia harus ingat: Tuhan akan memberi kita keadilan!

Jadi, apa yang paling kita pandang penting? Bukan hari ini, bukan yang sekarang ini, bukan yang di dunia ini, bukan tepuk tangan manusia dunia, penghargaan atau suara kutukan, tetapi kita peduli apakah di rumah, di tempat kerja, di gereja, apakah semua kata dan perbuatan kita menyenangkan Tuhan? Jika perbuatan dan pikiran kita benar-benar di dalam terang, hati nurani yang bersih, melayani dengan setia, berkenan kepada Tuhan, kita memiliki keyakinan yang kuat dan berani bahwa pada saat itu dan hari itu, yang telah menunggu kita adalah pujian dari Allah (ayat 5).

Dalam menghadapi penganiayaan dan penghakiman dunia yang kejam, Paulus menulis sebuah kalimat terkenal dalam surat terakhirnya: 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita! … Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya … Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Tim. 1:8; 4:2, 8)

Renungkan:
• Apakah Anda pernah berurusan dengan masalah-masalah dan gangguan dari kata-kata penilaian menghakimi dan berbagai fitnah spiritual di gereja? Apakah mudah untuk menangani? Pernahkah Anda disakiti?

• Apakah Anda pernah melihat seseorang menyalahgunakan otoritas dan platform rohani, dan yang semaunya menilai orang?

• Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda? Apakah Anda bersedia menjadi hamba yang waspada hati-hati dengan mulut dan hati, tanpa bias, tidak berpihak sebelah, kata-kata menghakimi?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 4:5

Nantikan Tuhan datang! Allah tegakkan keadilan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:5 [ITB])
5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
【Terjemahan LZZ】Jadi jangan menghakimi apa pun sebelum waktu yang ditentukan tiba; tunggu saja Tuhan datang, Ia tidak hanya akan menerangi hal yang tersembunyi dalam kegelapan, tetapi juga untuk mengungkapkan muslihat di hati orang; pada saat itu pujian yang layak didapatkan akan diberikan Tuhan kepada tiap-tiap orang.

Walau kita bertindak dengan hati nurani yang bersih, mungkin masih memancing segala macam kritik, penilaian, dan tekanan! Terkadang keadilan, kebenaran tidak terwujud di dunia, dan situasi ini sering terjadi di dalam dan di luar gereja. Di masa-masa sulit, orang yang melakukan sesuatu dengan hati nurani yang murni dan berusaha melayani dengan setia akan merasa tidak berdaya dan terluka, seperti pengalaman Paulus di gereja Korintus, saat ia menuliskan Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus sangat terluka oleh kawanan domba yang dicintainya. Penilaian yang menghakimi ini dapat seperti tanpa batas, bahkan ada orang di gereja Korintus yang memandang Paulus pendiri gereja dan gembala sebagai orang bodoh (2 Kor. 11:16), sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti (2 Kor. 10:10), licik, menjerat dengan tipu daya (2 Kor. 12:16). Paulus sangat sedih, dia berkata: Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi? (2 Kor. 12:15). Kata-kata yang melukai, fitnah gosip jahat dapat merupakan pembunuhan yang tidak kasat mata! Di dalam Gereja Tuhan terdapat orang-orang dari latar belakang, budaya, keadaan sosial, suku yang berbeda, jika orang tidak memandang Tuhan sebagai yang paling tinggi, tidak memandang firman Tuhan sebagai standar tertinggi, maka mulut dan hati yang tidak bijaksana, fitnah, dan penilaian yang menghakimi, menyakiti banyak saudara dan saudari dan gembala. Betapa diberkatinya sebuah gereja dengan lebih banyak pemimpin dan jemaat yang waspada menjaga mulut dan hati mereka sendiri, tidak bias, mendengar sepihak, hati yang berat sepihak, dan penuh prasangka!

Jika kita tidak waspada, kata-kata yang menghakimi dan pelecehan verbal spiritual akan sering muncul di gereja! Banyak saudara-saudari, atau pemimpin yang mengenakan penampilan rohani dan menyalahgunakan posisi rohani atau otoritas rohani telah banyak menyakiti orang dalam berbagai platform pelayanan. Sebagai pelayan dan pemimpin, kita perlu sering waspada agar tidak menyalahgunakan otoritas dan platform rohani! Selain itu, kita juga harus mengajarkan dan mendisiplinkan saudara-saudari untuk tidak menyalahgunakan kata-kata rohani untuk menyakiti orang, atau memfitnah orang! Perintah kesembilan adalah Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu (Kel. 20:16; Ul. 5:20). Sayangnya, sering kali, kesalahpahaman, gosip jahat dan komentar sewenang-wenang menyakiti hati banyak saudara-saudari, pemimpin awam dan gembala yang melayani Tuhan dengan setia. Amsal berkata: Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya (Amsal 14:15) Daud telah mengalami banyak fitnah dan tekanan, dan mengatakan: Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang (Mazmur 39:1) Yesus memperingatkan kita: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (Mat. 12:36-37) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Mat. 7:2)

Tetapi jika kita menghadapi penilaian yang menghakimi atau fitnah yang tidak adil, dan tidak ada yang mengembalikan kebenaran bagi kita, kita harus ingat bahwa penilaian menghakimi yang dibuat manusia di dunia bukanlah penghakiman yang paling akurat, bukan yang paling penting dan final! Pada saat Hari Tuhan, yaitu saat itu dan hari itu, Tuhan akan memberikan penghakiman yang paling adil dan serius kepada semua orang! Segala macam muslihat rahasia tersembunyi dalam kegelapan orang jahat, segala macam tipu daya yang tersembunyi di dalam hati, semua akan terkuak dibuka oleh Tuhan. Segala macam gosip, fitnah, penilaian, rencana jahat dan kutukan di hati tidak bisa disembunyikan! Semua hamba yang mengasihi Tuhan dengan setia harus ingat: Tuhan akan memberi kita keadilan!

Jadi, apa yang paling kita pandang penting? Bukan hari ini, bukan yang sekarang ini, bukan yang di dunia ini, bukan tepuk tangan manusia dunia, penghargaan atau suara kutukan, tetapi kita peduli apakah di rumah, di tempat kerja, di gereja, apakah semua kata dan perbuatan kita menyenangkan Tuhan? Jika perbuatan dan pikiran kita benar-benar di dalam terang, hati nurani yang bersih, melayani dengan setia, berkenan kepada Tuhan, kita memiliki keyakinan yang kuat dan berani bahwa pada saat itu dan hari itu, yang telah menunggu kita adalah pujian dari Allah (ayat 5).

Dalam menghadapi penganiayaan dan penghakiman dunia yang kejam, Paulus menulis sebuah kalimat terkenal dalam surat terakhirnya: 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita! … Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya … Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Tim. 1:8; 4:2, 8)

Renungkan:
• Apakah Anda pernah berurusan dengan masalah-masalah dan gangguan dari kata-kata penilaian menghakimi dan berbagai fitnah spiritual di gereja? Apakah mudah untuk menangani? Pernahkah Anda disakiti?

• Apakah Anda pernah melihat seseorang menyalahgunakan otoritas dan platform rohani, dan yang semaunya menilai orang?

• Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda? Apakah Anda bersedia menjadi hamba yang waspada hati-hati dengan mulut dan hati, tanpa bias, tidak berpihak sebelah, kata-kata menghakimi?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 6:1-8

「Kebaikan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:1-8 [ITB])
1Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! 2Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.

3Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! 4Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. 5Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.

6Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? 7Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?

8Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?

Dalam perikop sebelumnya adalah pemberitahuan awal tentang penghakiman dan keselamatan yang akan dialami Israel, lalu dalam perikop ini beralih kepada gugatan hukum untuk menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan sebelumnya di atas adalah keputusan penghakiman yang adil dari Allah. Ayat 6:1 dimulai dengan perintah yang sangat serius, yang tampaknya mencerminkan panggilan TUHAN (Yahweh) kepada nabi Mikha. Kata dengar muncul 3 kali dalam dua ayat, pertama, menghendaki agar nabi Mikha mendengarkan kata-kata TUHAN, dan Dia menghendaki membuat bukit-bukit gunung mendengar, dan ayat 2 adalah kata-kata yang disampaikan nabi Mikha yang meminta gunung-gunung dan bumi mendengarkan pengaduan TUHAN (Yahweh). Di sini terdapat paralelisme subjek dari perintah ini dalam ayat 2, yang mengulangi perintah agar mendengarkan, itu mencerminkan makna perikop, yaitu hendaknya orang memperhatikan kata-kata TUHAN (Yahweh).

Ayat 6:3-5 adalah pengaduan TUHAN (Yahweh) dalam gugatan ini, terutama bagaimana Dia memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menebus mereka dari perbudakan, dan bagaimana memimpin dan menjaga mereka di hutan belantara. TUHAN (Yahweh) menyebut Israel Umat-Ku dua kali, menekankan hubungan perjanjian mereka. TUHAN (Yahweh) adalah Allah mereka, mereka adalah umat milik TUHAN. Ayat 3-4 kilas balik mengingat TUHAN (Yahweh) memimpin mereka keluar dari Mesir, dan ayat 5 mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka dari Sitim sampai Gilgal, di mana mereka mengalami rintangan dari Balak dan upayanya untuk memperalat Bileam untuk mengutuk mereka, tetapi TUHAN (Yahweh) masih memimpin mereka menyeberangi Sungai Jordan seperti yang dijanjikan oleh Dia.

Ayat 6:6-7 adalah respons Israel. Mereka menganggap perjanjian kasih karunia TUHAN (Yahweh) sebagai suatu tawar-menawar bisnis, ironisnya mereka menyatakan diri mereka tidak bersalah, bahkan menuduh TUHAN (Yahweh) menuntut terlalu tinggi. Apa yang mereka nyatakan, dalam sudut batas tertentu benar, karena korban yang dipersembahkan dan harga yang dikeluarkan oleh manusia dalam ibadah sesungguhnya tidak dapat memenuhi persyaratan keadilan dan kekudusan TUHAN. Tetapi ini tidak dapat menjadi alasan untuk tidak mengikuti perintah, hukum, dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Dia.

Ayat 6:8 secara sederhana mengungkapkan permintaan TUHAN (Yahweh) terhadap orang. Dalam mengungkapkan tuntutan permintaan Allah ini, kebaikan / apa yang baiksecara umumnya dapat merujuk pada apa yang Dia cantumkan dalam hukum perjanjian, jadi mereka tidak perlu mendapatkan wahyu baru, sebab telah dinyatakan dengan jelas dalam ketentuan perjanjian yang diumumkan kepada mereka. Paruh kedua dari ayat ini menunjukkan tiga aspek dari permintaan ini: dua yang pertama adalah tentang tindakan dan sikap seseorang terhadap orang lain, dan yang terakhir adalah tentang sikap seseorang terhadap Tuhan. Berlaku adil adalah membuat keputusan penilaian yang benar dan adil, yang harus dibuat dan dijalankan dan dapat ditindaklanjuti dengan tindakan. Item kedua adalah sikap hati mentalitas, mencintai kesetiaan (ITL: suka akan kemurahan) adalah kesetiaan dalam hubungan, dengan tujuan kebaikan bagi orang lain. Orang yang memiliki sikap hati mentalitas seperti itu bukan saja tidak akan menyebabkan kerusakan, tetapi juga akan mengulurkan tangan membantu ketika orang lain yang membutuhkannya. Terakhir, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (ITL: berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah) secara tata bahasa sejajar dengan dua ungkapan di atas, itu adalah dasar dari kedua ungkapan ini. Kerendahan hati mungkin harus ditafsirkan sebagai menjaga dengan hati-hati, dalam bahasa Ibrani di masa yang agak belakangan kata ini dapat mengekspresikan mengikut dengan ketat, dan memiliki arti yang serupa dalam bahasa Aram. Ini dapat menyatakan bahwa kita perlu satu hati fokus sepenuhnya (tidak mendua hati) dan di atas dasar pengenalan terhadap Tuhan mengikuti jejak Dia.

Renungkan:
Kita adalah penerima kebaikan dari rahmat anugerah Tuhan, telah mengalami penebusan Dia dan dipimpin oleh kasih Dia, maka kita perlu lebih menunjukkan keadilan dalam hidup kita, memancarkan belas kasih kemurahan, dan berperilaku mengikuti petunjuk Tuhan dengan hati-hati.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:7-14

「Yerusalem adalah Ibumu」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 66:7-14 [ITB])
7Sebelum menggeliat sakit,
ia sudah bersalin,
sebelum mengalami sakit beranak,
ia sudah melahirkan anak laki-laki.
8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu,
siapakah yang telah melihat hal yang demikian?
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari,
atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali?
Namun baru saja menggeliat sakit,
Sion sudah melahirkan anak-anaknya.
9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan
tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN.
Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan
menutup rahimnya pula? firman Allahmu.
10Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
dan bersorak-soraklah karenanya,
hai semua orang yang mencintainya!
Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya,
hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan
menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu,
supaya kamu menghirup dan
menikmati dari dadanya yang bernas.
12Sebab beginilah firman TUHAN:
Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai,
dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya,
demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;
kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan
kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;
maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 66:7-14 menggunakan gambaran Yerusalem sebagai ibu untuk menunjukkan betapa bahagianya umat Kota Suci. Sion sebagai seorang ibu, dia mengandung melahirkan anak-anaknya, dan mengalami rasa sakit bersalin, gambar ini juga digunakan di tempat lain dalam Yesaya (Yes. 26:16-18; 51:18-20), lalu Yes. 66:7-9 menunjukkan proses bersalin dan rasa sakit yang terkait dalam proses itu. Ayat 7-8 menunjukkan bahwa jika Sion melahirkan umat Sion dalam sekejap tanpa rasa sakit, ini adalah pekerjaan Tuhan, sebuah keajaiban, karena penderitaan bersalin itu sendiri adalah kutukan atas dosa kejatuhan manusia (Kejadian 3:16), dan sekarang melahirkan tanpa rasa sakit itu adalah gambaran Sion yang meninggalkan kutukan atas dosa kejahatan, yang juga menunjukkan bahwa Allah tidak dapat menemukan dosa kejahatan apa pun di Sion, sehingga ia melahirkan semua umatnya dengan mudah dan tanpa kesulitan, melambangkan berkat besar dari Allah.

Ayat 10-11 menunjukkan bahwa umat Sion akan bersukacita bersama-sama Yerusalem, karena Sion seperti seorang ibu yang memberikan susu yang berkecukupan untuk memenuhi semua kebutuhan umatnya, dan mereka akan minum susu dengan kenyang sejahtera dalam pelukan penuh penghiburan damai, susu ini adalah metafora dari kemuliaan yang berkelimpahan (tidak eksplisit dalam ITB, lihat ITL sampai puas-puas dengan mengisap pancaran kemuliaannya, KJV be delighted with the abundance of her glory), dan kemuliaan ini adalah kemuliaan Allah (Yes. 60:1-3), umat kota itu mendapatkan kemuliaan oleh karena mempraktikkan (merealisasikan) keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, umatnya bersukacita karena firman Allah dan pemeliharaan-Nya melalui Sion, ini bukan sukacita secara material, tetapi sukacita spiritual rohani, bersukacita karena menjalankan keadilan dan kebenaran yang didefinisikan (ditentukan) oleh hukum Taurat Allah.

Akhirnya, ayat 12-14 menunjukkan bahwa di bawah berkat Sion sang ibu, umatnya dapat mendapatkan berkat, ada kedamaian dan kemuliaan segala bangsa-bangsa (ayat 12), mendapatkan penghiburan (ayat 13), dan musuh mendapat pembalasan (ayat 14). Ayat 14 menunjukkan bahwa tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, tangan ini adalah tangan yang memukul musuh, menunjukkan bahwa Injil sejati adalah untuk menghukum musuh yang menindas umat dan umat semuanya berjalan serta menjalani dalam keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, Yes. 66:7-14 menggunakan gambar Sion sebagai ibu untuk menjelaskan pemandangan indah Yerusalem di hari akhir.

Renungkan:
Setiap orang memiliki ibu, dan setiap anak mengharapkan pemeliharaan, peneguhan, kemuliaan, dan kekuatan dari ibu. Tetapi ketika kita memiliki pengharapan seperti itu, pada saat yang sama kita juga harus merenungkan apakah kita mengenali dosa kita, meninggalkan jalan orang fasik, dan dengan rendah hati menghidupi firman Allah sebagai penuntun, dan hormat takut akan Allah serta menaati kata-kata-Nya, barulah kita dapat menikmati kedamaian dan sukacita. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 65:21-25

「Kedamaian; Menikmati Langit Bumi yang Baru」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 65:21-25 [ITB])
21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus, firman TUHAN.

Orang-orang yang berbeda dapat hidup berdampingan

Hari ini kita melanjutkan tema langit yang baru dan bumi yang baru dalam Yesaya pasal 65 (ayat 21-25).

Berkat dari langit dan bumi yang baru kebanyakan datang secara berkesinambungan, kemarin kita memahami bahwa tindakan Allah terus tiada henti menciptakan menjadi penyebab sukacita umat Allah. Hari ini kita juga melihat bahwa berkat yang berkesinambungan akan memutarbalikkan pikiran kita yang mengira berkat adalah bersifat statis.

Pertama-tama, berkat di langit dan bumi yang baru bukanlah tidak melibatkan pekerjaan, manusia diciptakan harus bekerja, sampai pada hari itu, umat Allah akan membangun rumah dan menanam kebun anggur (ayat 21), jadi berkat itu bukan tanpa kerja, berkat itu adalah setelah umat Allah bekerja, Allah memastikan bahwa orang dapat menikmati buah dari kerja keras mereka (ayat 21), dan tidak ada yang bisa mengambil hasil orang lain dengan cara menindas orang lain (ayat 22). Dengan cara ini, berkat langit dan bumi yang baru adalah jaminan antara kerja dan hasil, dan jaminan ini bersifat terus menerus, memastikan bahwa tidak ada orang yang dengan cara buruk mendapatkan hasil kerja orang lain. Selain itu, karena umur manusia adalah kekal, maka orang pasti memiliki kesempatan untuk menikmati hasil yang diperoleh dari pekerjaan mereka, dan tidak akan karena kematian sehingga menyerahkan hasilnya kepada orang lain (ayat 22-23). Ayat 24 menyatakan: TUHAN pasti menjawab apa yang dimohon oleh orang-orang, dan bahkan sampai tahap di mana mereka mendapat jawaban sebelum mereka memanggil (memohon), ini karena di masa lalu orang harus berdoa kepada Allah agar hujan turun untuk memastikan panen yang baik, tetapi Allah tahu semua tentang umat Allah, menyediakan semua kebutuhan. Karena itu, berkat sejati adalah penyertaan kehadiran Allah.

Berkat lain di langit dan bumi yang baru adalah kedamaian. Ada banyak binatang buas yang dicatat dalam ayat 25, yang karena transformasi langit dan bumi sekarang menjadi jinak dan tidak agresif. Ini adalah metafora bahwa sifat manusia itu jahat dan saling membenci, sekarang orang-orang yang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai di gunung kudus. Poin kuncinya adalah gunung kudus, gunung kudus adalah gunung Tuhan, itu adalah tempat yang kudus, dan juga di mana penyertaan Tuhan berada, di dalam kehadiran Allah maka semua makhluk hidup memiliki posisi sendiri dan tidak akan melukai orang atau membuat masalah, karena keadilan dan kebenaran datang maka tidak perlu menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, semua orang mendapatkan kedamaian sejati.

Renungkan:
Apakah ini berkat yang kita dambakan? Kita sering mendefinisikan isi berkat dengan pandangan sekuler. Kita berpikir bahwa uang, status, derajat, dan kekuasaan adalah berkat, tetapi berkat sejati adalah berada di hadirat Allah, menikmati berkat dalam kerja, dan di dalam relasi antar orang yang berbeda dan beragam terdapat dasar untuk kedamaian; berkat sejati bukanlah kegagalan pihak lain dan kesuksesan diri saya, berkat sejati adalah hidup bersama secara damai, tidak bersaing, tidak ada kesombongan (aku lebih daripada engkau), tidak membanding-bandingkan, yang ada rendah hati dan patuh hidup dalam anugerah Allah. Apakah kita menjalani kehidupan kita dengan nilai-nilai langit dan bumi baru ini?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 63:1-6

「TUHAN Menang atas Musuh」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

Yesaya 63:1-6 [ITB]

1 Siapa dia yang datang dari Edom,
yang datang dari Bozra dengan baju yang merah,
dia yang bersemarak dengan pakaiannya,
yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?
Akulah yang menjanjikan keadilan
dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!
2 Mengapakah pakaian-Mu semerah itu,
dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?
3 Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan,
dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!
Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku;
semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku,
dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.
4 Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan
dan tahun penuntutan bela telah datang.
5 Aku melayangkan pandangan-Ku:
tidak ada yang menolong;
Aku tertegun: tidak ada yang membantu.
Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan,
dan kehangatan amarah-Ku,
itulah yang membantu Aku.
6 Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku
dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.

Yesaya 63:1-6 adalah perikop yang mencatat TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi (Divine Warrior), yang menjelaskan bahwa TUHAN akan menghapuskan segala dosa dan orang-orang jahat, membalas mereka atas orang-orang yang pernah mereka tindas, dan pada akhirnya TUHAN pasti menang.

Kitab suci dimulai dengan pertanyaan dari pengintai, pengintai ini dari menara pengawas melihat ke tempat yang jauh, ada yang berpakaian merah datang dari Edom dan pengintai bertanya siapa ini (ayat 1), ketika yang datang itu mendekat, pengintai ini melihat bahwa pakaian yang datang itu merah karena noda, dan bertanya lebih lanjut mengapa demikian (ayat 2). Ternyata yang datang dari Edom adalah TUHAN sendiri, TUHAN membasmi orang fasik di Edom, dan darah orang fasik menodai pakaian-Nya, ini adalah gambaran Pahlawan Perang Ilahi. Bagaimana kita memahami gambaran ini?

Pertama-tama, Edom yang disebutkan dalam teks tidak benar-benar merujuk pada Edom yang asli, tetapi simbol negara jahat, melambangkan pemerintahan yang penuh ketidakadilan dan yang jahat, dan Bosra yang disebutkan adalah ibu kota Edom (ayat 1), ini melambangkan bahwa pembasmian yang dilakukan TUHAN masuk jauh ke pusat kekuatan jahat dan memberantas dari akar-akarnya, ini adalah pemusnahan kejahatan secara total. Ayat 1 juga menunjukkan bahwa TUHAN berbicara dengan keadilan kebenaran, ini tidak hanya berarti bahwa isi perkataan Allah adalah benar dan adil, tetapi juga cara Allah berbicara dan sarana yang dipakai sesuai dengan prinsip kebenaran, dan tindakan pembasmian orang fasik adalah tindakan keselamatan, yang berarti bahwa TUHAN memusnahkan orang fasik tidak hanya merupakan penghakiman atas mereka, tetapi pemusnahan dan hukuman ini adalah untuk menyelamatkan yang tertindas. Dengan demikian, pembasmian dari TUHAN adalah adil benar dan juga untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas.

Kemudian, TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi merupakan tugas dalam kesendirian, ayat 3 menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun dari bangsa-bangsa yang menyertai bersama Allah, seorang diri Dia mengirik anggur, dan pemusnahan-Nya seperti seorang prajurit yang kesepian, pakaian-Nya sendirian dinodai darah begitu banyaknya orang-orang jahat, ayat 5 menunjukkan bahwa TUHAN tertegun melihat bahwa tidak ada satu orang pun juga yang membantu atau mendukung orang-orang yang tertindas itu, sehingga hanya Allah sendirian yang menyelamatkan dengan lengan-Nya sendiri. Mengapa TUHAN bisa menjadi Pahlawan Perang Ilahi sendirian? Alasan pertama adalah bahwa pada waktu itu tidak ada yang mau membantu orang-orang yang tertindas, dan menegakkan keadilan bagi keluhan mereka. Kedua, hanya TUHAN saja yang memiliki kemampuan dan rencana untuk melakukan pembalasan (ayat 4), tidak seorang pun di dunia dapat mengatakan bahwa ia dapat membalas dendam dirinya sendiri, dan hukum Taurat juga menyatakan bahwa orang tidak diperbolehkan membalas dendam oleh dirinya sendiri (Im 19:18), untuk menghindari saling balas dendam tanpa henti di antara orang. Karena itu, Pahlawan Perang Ilahi hanya dapat melakukan tugas-Nya sendirian, hanya Allah yang adalah Hakim ultima tertinggi, dan hanya Dia yang dapat menjatuhkan hukuman yang paling adil dan paling benar atas dosa dan orang jahat. Begitu TUHAN menjadi Pahlawan Perang Ilahi, Ia pasti memiliki kemenangan sehingga pembalasan pasti datang kepada orang fasik.

Renungkan:
Secara permukaan, ayat ini terdengar seperti kejam, tetapi sebenarnya orang yang terkait memahami penggunaan gambaran ini yang menyatakan pentingnya TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi, menjelaskan bahwa Injil Kabar Gembira adalah orang-orang jahat sesungguhnya mendapat hukuman (orang-orang jahat digambarkan sebagai Edom), orang-orang tertindas bisa mendapat penegakkan keadilan karena orang-orang fasik dihukum, ini adalah datangnya kebenaran keadilan. Dan apakah kita siap untuk menerima penghakiman Allah, apakah kita memandang jahat apa yang dipandang jahat oleh Allah, dan apakah kita memahami konsekuensi dari dosa?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:1-3

「Sion yang Adil Benar」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:1-3 [ITB])
1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu

Yesaya 62 adalah bagian pusat dari Yesaya ketiga, dan ayat 1-3 merangkum teologi dari Yesaya ketiga tentang Sion. Nama 「Sion」 tentu saja merujuk kepada Yerusalem, tetapi juga digunakan sebagai gambaran teologis yang lebih banyak lagi, dan di dalam kitab Yesaya 「Sion」 merupakan konseptualisasi pemerintahan tertinggi TUHAN di bumi, keadilan dan kebenaran mendapatkan realisasi yang ultima dan utama di Sion, di dalamnya tidak akan ada lagi penindasan, dan semua warga adalah keturunan keadilan kebenaran, mereka hidup dalam damai satu sama lain, bangsa-bangsa datang ke Sion untuk mencari hukum Allah dan keadilan, meletakkan perebutan dan perang antar bangsa, dan bagian terpenting adalah bahwa Tuhan Penebus memerintah menjadi Raja di Sion, Ia memerintah kota itu dengan kasih dan keadilan kebenaran, dan kemuliaan-Nya menyertai tinggal bersama umat-Nya. Oleh karena itu, keadilan Sion bukanlah keadilan berdasarkan standar rakyat, tetapi adalah keadilan teologis (terkait dan berasal dari Allah), yaitu, itu adalah pemerintahan adil benar yang berdasarkan prinsip aturan yang ditetapkan oleh TUHAN dalam hukum Allah (hukum Taurat), sehingga pada akhirnya manusia dapat hidup bersama dalam damai dan sukacita, semua orang fasik mendapatkan pembalasan setimpal yang pantas.

Yes. 62:1-3 merangkum konsep 「Sion」 yang disebutkan di atas. Ayat 1 menunjukkan bahwa TUHAN memiliki hati yang panjang sabar hendak membuat Sion dan Yerusalem tidak dapat berdiam diri dan tenang, menghendaki keadilan dan terang Sion bersinar keluar, ini berarti bahwa TUHAN bertekad untuk memanggil para nabi untuk terus menerus berbicara kepada Sion dan Yerusalem, agar Sion tidak dapat berdiam diri lagi dan tinggal tenang saja. TUHAN menolak ketenangan kulit luar yang berasal dari ketidakadilan dan ketidakbenaran Sion, karena ketenangan seperti itu didasarkan pada penindasan dan pemaksaan kekerasan, Tuhan akan membuat Sion tidak damai, yaitu, menghendaki agar orang tidak boleh melupakan bahwa keadilan kebenaran belum tiba, suara menyerukan menuntut dan memperjuangkan keadilan masih belum boleh berhenti. Ayat 2 menunjukkan bahwa perjuangan yang benar dan adil ini harus diketahui oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, mereka pada akhirnya akan melihat kebenaran Sion dan kemuliaan Allah. Ayat 3 menggambarkan dorongan semangat kepada nabi, ia di tangan TUHAN akan menjadi mahkota yang ada di telapak tangan Allah, misi dia di zaman ketidakadilan tersebut mungkin banyak menghadapi tantangan, tetapi ia akan menjadi mutiara dalam telapak tangan Allah, nilainya tidak ditentukan oleh respons para pendengar, tetapi ditentukan oleh kepastian dan panggilan Allah, asal ia seumur hidup mengejar keadilan kebenaran, sampai Sion dapat melihat keadilan kebenaran. TUHAN telah memanggil para nabi selama berabad-abad untuk membuat Sion tidak dapat berdiam diri dan tinggal tenang, ini bukan karena Allah membenci Sion, tetapi karena Allah terlalu mencintai Sion, berharap Sion dapat mendengarkan perkataan yang disampaikan lewat para nabi dan bertobat.

Renungkan:
Apakah kita, seperti para nabi, berjuang untuk kedatangan keadilan dengan antusiasme kasih TUHAN terhadap Sion? Atau apakah kita menutup mata terhadap masalah kemiskinan dan penindasan di masyarakat? Injil bukan hanya sekadar memberi orang hidup kekal di surga, tetapi ini adalah cara hidup kita, yaitu cara hidup mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Ketika kita mengikuti antusiasme kasih TUHAN terhadap keadilan kebenaran, maka suatu hari kita akan melihat realisasi keadilan kebenaran dan menjadi berkat bagi semua bangsa-bangsa. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 61:3-11

「Kabar Bahagia Adil dan Benar」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 61:3-11 [ITB])
3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka pohon tarbantin kebenaran, tanaman TUHAN untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.

10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Pohon Tarbantin Kebenaran

Yesaya 61 dimulai dengan Kabar Bahagia (Injil) tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel), tetapi sebagian besar isinya terkait dengan keadilan kebenaran, ayat 3 menyebutkan pohon tarbantin kebenaran , ayat 8 menyebutkan TUHAN mencintai hukum keadilan, dan ayat 10 mengacu pada jubah kebenaran, ayat 11 menyebutkan bahwa kebenaran dan puji-pujian tumbuh di depan semua bangsa-bangsa, jadi kita memahami bahwa isi utama Kabar Bahagia (Injil) adalah penerapan keadilan kebenaran. Lalu apa isi keadilan kebenaran dalam Kabar Bahagia ini?

Yang pertama, ayat 3 menyatakan: orang-orang Sion yang remuk hati sedih akan bersukacita, ini merupakan metafora bahwa orang-orang miskin dan orang-orang yang terbelenggu yang awalnya ditindas (ayat 1) akan karena kedatangan tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel) dan mendapatkan pembebasan serta dimerdekakan, TUHAN melalui nabi hamba-Nya membawa keadilan kepada kelompok orang ini, maka pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kemerdekaan kepada orang-orang yang miskin adalah Kabar Bahagia, dan itu juga merupakan tindakan keadilan kebenaran TUHAN, sehingga kelompok orang yang bebas ini disebut pohon tarbantin kebenaran, yaitu yang ditanam TUHAN, mereka juga orang-orang yang akan memancarkan cahaya kemuliaan-Nya (memperlihatkan keagungan-Nya). Kedua, ayat 8 menyatakan: TUHAN mencintai keadilan (kebenaran), dan kebalikan dari keadilan adalah perampasan dan kecurangan, karena TUHAN membenci orang yang menindas dan merampok mereka, maka Ia pasti akan membayar pembalasan sebagai upah yang setimpal kepada mereka. Ternyata kebenaran berarti bahwa orang jahat yang menindas orang lain mendapatkan balasan yang pantas. Ketiga, ayat 10 menyatakan bahwa nabi sangat bersukacita oleh Injil tentang TUHAN yang demikian adil, karena TUHAN mengenakan pakaian keselamatan kepada dia, dan menyelubungi dia dengan jubah kebenaran, ini adalah penggambaran tentang bagaimana sepanjang hidupnya nabi Yesaya ini telah memberitakan kabar keadilan kebenaran, dan hidupnya juga menjalankan keadilan kebenaran dan penuh belas kasihan. Terakhir, ayat 11 menjelaskan bahwa keadilan kebenaran semacam ini tidak hanya ditemukan di antara orang Israel, tetapi juga meluas ke semua bangsa. Semua bangsa adalah kegelapan, tetapi akan datang belajar karena umat Israel ada keadilan kebenaran, sehingga keadilan kebenaran yang ditunjukkan oleh Israel akan menjadi terang bagi semua bangsa-bangsa.

Singkatnya, praktik realisasi keadilan kebenaran adalah Kabar Bahagia (Injil), yaitu, orang-orang jahat yang pada awalnya menindas orang miskin dan para penindas orang-orang yang tertawan akan menerima hukuman yang adil, orang-orang tertindas ini akan mendapatkan pembebasan sejati dan akan menghidupi keadilan kebenaran, hidupnya akan menjadi alat mengabarkan Kabar Bahagia adil benar ini, terang kebenaran diungkapkan terpancar sepanjang kehidupannya, menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa.

Renungkan:
Kita selalu berpikir bahwa Kabar Bahagia (Injil) untuk membantu orang-orang pergi ke surga dan memiliki kehidupan yang kekal, ya ini memang benar, tetapi inti dari Injil adalah bahwa para tawanan dilepaskan, dan yang dalam kegelapan dikeluarkan dari ruang penjara, orang-orang yang tertindas mendapat pembebasan, dan orang-orang yang jahat mendapatkan pembalasan yang sepatutnya dan pembelaan bagi yang tidak mendapatkan keadilan, ini adalah inti utama dari Injil dan juga merupakan konten yang diberitakan oleh Yesaya ketiga. Bisakah kita menghidupi esensi kebenaran keadilan ini dan menjadi pohon kebenaran yang ditanam oleh Allah, dan pada saat yang sama menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa? Kita selalu berpikir bahwa Kabar Bahagia (Injil) untuk membantu orang-orang pergi ke surga dan memiliki kehidupan yang kekal, ya ini memang benar, tetapi inti dari Injil adalah bahwa para tawanan dilepaskan, dan yang dalam kegelapan dikeluarkan dari ruang penjara, orang-orang yang tertindas mendapat pembebasan, dan orang-orang yang jahat mendapatkan pembalasan yang sepatutnya dan pembelaan bagi yang tidak mendapatkan keadilan, ini adalah inti utama dari Injil dan juga merupakan konten yang diberitakan oleh Yesaya ketiga. Bisakah kita menghidupi esensi kebenaran keadilan ini dan menjadi pohon kebenaran yang ditanam oleh Allah, dan pada saat yang sama menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.