Jangan 「bertindak tidak adil」 terhadap saudara dan saudari! Jangan 「membuat malu」 di hadapan dunia!
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 6:1-8 [ITB])
1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? 3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? 7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? 8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
【Referensi ayat】
Matius 18:15 「Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya 『atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.』 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.」
Ulangan 16:18 「Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil」
Ulangan 25:1 「Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah」
Gereja Korintus telah menghadapi banyak permasalahan yang diketahui publik, dan telah kehilangan kesaksiannya secara serius di depan orang-orang yang tidak percaya. Seseorang mengambil istri ayahnya! Ada juga saudara-saudara yang saling menuntut di pengadilan terbuka, menyebabkan banyak komentar negatif! Di dalam keadaan yang memalukan ini, Paulus mengemukakan beberapa pandangan dan prinsip tentang litigasi di antara orang Kristen (litigasi adalah penyelesaian suatu sengketa). Paulus mengkritik keras tiga kelompok orang. Kelompok pertama yang dikritik dengan keras adalah mereka yang bertindak tidak adil dan merugikan saudara-saudara mereka! Tampaknya sudah diingatkan! Tetapi karena nafsu sehingga tidak mau bertobat, membuat skandal yang menyebar dan mempermalukan gereja. Kelompok orang kedua yang dikritik adalah orang-orang yang lebih benar, yang telah menderita kerugian. Tampaknya mereka adalah pihak yang melontarkan gugatan! Mereka pihak yang dirugikan, mungkin secara finansial atau sipil, namun bukan perkara pidana; mereka miliki kebenaran, bersikeras tidak akan melepaskan permasalahan, tidak bersedia mencari rekonsiliasi, mereka akan memperkarakan sampai akhir, dan mereka mengabaikan perhatian mata masyarakat yang tertuju kepada mereka, tidak bersedia mengalah pada mereka yang ada di gereja! Paulus juga mengkritik pemimpin gereja lainnya! Mengapa tidak membantu agar kedua pihak untuk duduk, berkomunikasi secara mendalam, menanganinya dengan cara yang adil dan benar, dan mengembalikan keadilan kepada masing-masing pihak? Ketiga kelompok orang itu bertindak dalam daging, dan dunia menertawakan gereja!
「Tidak patutkah 『mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar (orang-orang tidak percaya)』? Tidak bolehkah dibawa kepada 『pengadilan terbuka』? Haruskah litigasi penyelesaian suatu sengketa antara sesama orang Kristen diselesaikan di dalam gereja?」 Penjelasan 1 Korintus 6:1-8 terkait prinsip litigasi penyelesaian suatu sengketa antara sesama orang Kristen, sudah banyak perbedaan pendapat selama berabad-abad, dan mudah terdapat salah paham. Jika kita tidak membagi jenis litigasi (penyelesaian suatu sengketa), kita tidak peka terhadap situasi Paulus, dan jika kita tidak memperhatikan perkembangan situasi bangsa Yahudi sampai kepada situasi gereja mula-mula, kita akan salah menilai, akan menyebabkan tuntutan yang tidak alkitabiah dan tidak masuk akal. Pertama-tama, kita perlu tahu: Alkitab menyetujui dan mendukung pembentukan pengadilan umum dan pemilihan hakim. Hukum Musa jelas mengharuskan hakim di setiap kota dan setiap suku. Ketika Daud adalah raja juga harus mengadili kasus-kasus sulit. Prinsip-prinsip tentang hakim dalam Perjanjian Lama menghendaki 「terbuka, adil, dan tidak memihak」 dan 「memutuskan benar kepada yang berbuat benar, menghukum yang berbuat salah」. Di zaman Tuhan Yesus, saat itu orang-orang Yahudi di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi, banyak litigasi penyelesaian suatu sengketa atau urusan agama, diselesaikan di dalam internal komunitas itu sendiri, sebisanya tidak meluas mencari keadilan pada pengadilan umum bangsa asing. Namun, ketika Paulus memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi, gereja-gereja non Yahudi tidak memiliki sistem litigasi internal bangsa Yahudi. Bagaimana cara menangani perselisihan di antara mereka satu sama lain? Perselisihan menciptakan banyak ketegangan, ini yang menyebabkan adanya pembicaraan dalam 1 Korintus 6.
Litigasi (penyelesaian suatu sengketa) yang dirujuk dalam teks dijelaskan oleh Paulus sebagai 「perkara-perkara yang tidak berarti」 (smallest matters). Berikutnya ia menyebutkan tentang 「perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari」 (biotika). Istilah tersebut, menurut sarjana Alkitab Gordon Fee, harus diterjemahkan sebagai 「urusan hidup sehari-hari」 Paulus berkata: 「Apakah kamu tidak tahu bahwa kita akan menghakimi malaikat, apalagi urusan sehari-hari?」 Gugatan kontroversial di gereja Korintus jelas merupakan sengketa yang dapat diselesaikan oleh gereja sendiri, dan itu hanya melibatkan sesama saudara, mungkin hanyalah perselisihan yang melibatkan uang, atau beberapa konflik urusan hidup sehari-hari. Para ahli dengan jelas menunjukkan bahwa litigasi yang dibahas dalam perikop ini bukanlah 「perkara pidana」, bukan 「urusan yang melibatkan orang luar lain」, bukan 「perkara yang diharuskan hukum harus ditangani di pengadilan terbuka」 Jadi, mereka yang secara tegas menegakkan ajaran Paulus, harus memperhatikan beberapa poin-poin ini. Di banyak negara, kita tidak dapat menangani pelanggaran pidana secara pribadi di dalam gereja, atau menangani litigasi yang melibatkan kepentingan umum orang lain, juga tidak dapat menangani litigasi yang didefinisikan dan diharuskan oleh hukum ditangani di pengadilan terbuka. Tentu saja, dalam banyak litigasi pribadi yang merupakan kontradiksi secara pribadi, dalam istilah modern, kita dapat meminta seorang arbiter untuk menanganinya. Jika itu adalah permasalahan seperti itu, jika sesuai aturan hukum, maka kita akan dapat meminta orang di dalam gereja yang profesional, tidak memihak, dan berpengalaman untuk berpartisipasi dalam arbitrase, untuk menghindari saling menuntut di depan orang luar, jangan membiarkan orang Kristen menjadi objek eksploitasi oleh orang jahat, meninggalkan ruang kesempatan bagi iblis, dan memberi dunia lebih banyak kesempatan untuk mengolok-olok orang Kristen. Jika kita mengacu pada ajaran Yesus dalam Matius 18:15-17, dalam konflik-konflik yang dapat ditangani secara pribadi, kita dapat dalam hal internal ke luar, dari kecil ke umum, dan berusaha untuk menyelesaikan rekonsiliasi lebih awal adalah yang terbaik.
Paulus tidak mencegah semua jenis tuntutan hukum publik, juga tidak mencegah proses pidana. Yang membuat Paulus marah adalah bahwa ini awalnya adalah masalah sepele, dan itu adalah konflik kecil yang dapat diselesaikan di internal sesama saudara! Tetapi ada orang sengaja menggelembungkan urusan kecil menjadi masalah besar, 「melakukan ketidakadilan, merugikan orang」, sementara saudara dan saudari yang lain serta para pemimpin hanya berdiri dan menonton! Gereja adalah sebuah panggung yang disajikan ke mata dunia, tetapi gereja Korintus tidak bersinar seperti garam, malahan mengubah hal-hal kecil menjadi besar, mempermalukan mereka dan mencoreng muka sendiri di depan dunia, menjadi gereja yang sangat memalukan! Sangat menyedihkan.
Renungkan:
• Pernahkah Anda mengalami perselisihan antara saudara dan saudari? Dalam perselisihan ini, apakah ada yang sama sekali tidak ingin berdamai, dan beberapa orang bahkan 「menindas」 satu sama lain! Mereka bahkan bertengkar satu sama lain secara terbuka! Bagaimana perasaan Anda saat itu? Jika Anda adalah Paulus, apakah Anda memiliki kemarahan dan cara pandang dia?
• Dari perikop Kitab Suci hari ini dan ajaran lain dalam Alkitab, prinsip rohani apa yang dapat Anda tarik ketika ada perselisihan antara saudara dan saudari?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.



