Tag Archives: Semak duri jeruju

Hakim-hakim 9:1-20

「Abimelekh ─ melanjutkan Yerubaal (1)」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 9:1-20 [ITB])
1 Adapun Abimelekh bin Yerubaal pergi ke Sikhem kepada saudara-saudara ibunya dan berkata kepada mereka dan kepada seluruh kaum dari pihak keluarga ibunya: 2 Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku darah dagingmu.
3 Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan hal ihwalnya kepada seluruh warga kota Sikhem, maka condonglah hati orang-orang itu untuk mengikuti Abimelekh, sebab kata mereka: Memang ia saudara kita. 4 Sesudah itu mereka memberikan kepadanya tujuh puluh uang perak dari kuil Baal-Berit, lalu Abimelekh memberi perak itu sebagai upah kepada petualang-petualang dan orang-orang nekat supaya mengikuti dia.
5 Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri.
6 Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
7 Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga. 8 Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka.
Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami! 9 Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami! 11 Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami! 13 Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14 Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami! 15 Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.
16 Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja, dan jika kamu berbuat yang baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya dan jika kamu membalaskan kepadanya seimbang dengan jasanya 17 bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian, 18 padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia saudaramu
19 jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas kamu. 20 Tetapi jika tidak demikian, maka biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari pada warga kota Sikhem dan juga dari Bet-Milo dan memakan habis Abimelekh.

Kisah Gideon pada dasarnya berakhir di pasal 8 (ayat 32 mencatat: Gideon mati pada waktu rambutnya telah putih). Namun, penulis Alkitab dengan khusus menuliskan nama Yerubaal di pasal 9 ini (menurut catatan ayat 6:32 arti nama itu Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu), seolah-olah melanjutkan kisah Gideon, secara permukaan pasal 9 ini mencatat kisah keluarga keturunan Gideon bagaimanapun jika kita pikirkan lebih dalam: di balik masalah keluarga ini masih ada pertempuran antara TUHAN dan Baal.

Menurut catatan ayat 8:31, Abimelekh adalah anak laki yang lahir dari Gideon dengan gundiknya yang tinggal di Sikhem. Meskipun namanya disebutkan di antara anak laki-laki Gideon, menurut catatan ayat 9:18, Yotam anak bungsu Gideon menyebut ibu Abimelekh adalah seorang budaknya perempuan. Terlihat bahwa status Abimelekh dalam keluarga sebenarnya tidak tinggi. Meski begitu, Abimelekh masih bisa menerobos menonjol di antara semua anak laki-laki. Kenapa?

Ayat 1-3 mencatat apa yang dikatakan Abimelekh kepada paman dari pihak ibu dan kakek dan seluruh keluarga dari pihak ibu? Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang atau satu orang memerintah kamu? Kita pikirkan lebih dalam: pertanyaan ini tidak menyatukan Israel, tetapi malahan memprovokasi pertimbangan kepentingan pribadi mereka yang merasa tidak aman;

Perasaan antara satu keturunan aliran darah yang sama memprovokasi rasa superioritas setiap orang atas suku mereka sendiri, tetapi mereka tidak memikirkan kebenaran bahwa mereka lahir dari akar yang sama.

Semua ini mungkin berasal dari ambisi Abimelekh dan kecemburuan serta kebenciannya terhadap saudara-saudaranya! Apa yang lebih kritikal? Kuil Baal-Berit ── sebuah tempat pemujaan berhala; para penyembah ini (orang Sikhem) ternyata menjadi pendukung kuat bagi Abimelekh. Sepertinya Baal sudah menguasai keluarga Gideon!

Ayat 9:7-20 mencatat bahwa adik laki-laki Abimelekh, Yotam anak bungsu Gideon, berserulah dengan suara nyaring kepada orang-orang Sikhem ── mendeklarasikan kutukan. Gunung Gerizim melambangkan berkat Allah (Ulangan 27-28), dan sebaliknya Gunung Ebal, karena tandus, melambangkan kutukan Allah; Sikhem ── terletak di antara keduanya, jadi apa itu berkat atau kutukan, tergantung bagaimana mereka memilih!

Yotam ── seorang yang selamat dari pembunuhan besar, bagaimanapun, dia adalah orang pemberani yang bersedia berbicara walau seorang diri. Dalam ayat 8-13, dia membandingkan pemilihan penguasa Israel dengan pohon zaitun dan pohon ara dan pokok anggur. Karena setiap pohon tahu peran dan fungsinya, mereka tidak mau menjadi raja pohon. Semak duri dalam ayat 14-15 mengacu pada Abimelekh ── kata-kata besar, kesombongan dan kebodohan. Tentu saja, semak duri tidak bisa menjadi peneduh, bahkan tidak bisa membakar habis pohon-pohon aras yang besar, bahkan semak duri tidak ada nilainya sama sekali.

Setelah analogi perumpamaan tersebut, Yotam mengajukan beberapa aspek untuk dipertimbangkan oleh orang-orang Sikhem: (1) Kejujuran dan integritas ── bandingkan dengan Abimelekh menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bagaimana dengan orang-orang Sikhem sekarang? Bagaimana mereka memilih? (2) Dahulu, Gideon mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan Sikhem dan menyelamatkan mereka dari Midian, lalu bagaimana dengan hari ini? Bagaimana mereka harus memilih? (3) Bagaimana seharusnya mereka memandang pembantaian yang dilakukan Abimelekh?

Renungkan:
《Kitab Hakim-hakim》 pasal 9 membuat kita melihat bahwa perbuatan Abimelekh telah menyebabkan keluarga tersebut terpecah dan saling membunuh. Mungkin, bagian dari catatan tentang Yerubaal ini mengingatkan kita: perkelahian pertengkaran internal adalah hal yang paling mematikan terhadap sebuah komunitas!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Zefanya 2:4-15

「Meninggikan Diri akan Direndahkan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 2:4-15 [ITB])
4 Sebab Gaza akan ditinggalkan orang dan Askelon akan menjadi sunyi; Asdod akan dihalau penduduknya pada rembang tengah hari dan Ekron akan dibongkar-bangkirkan. 5 Celakalah kamu penduduk Daerah Tepi Laut, kamu bangsa Kreti! Terhadap kamulah firman TUHAN ini: Hai Kanaan, tanah orang Filistin! Aku akan membinasakan engkau, sehingga tidak ada lagi pendudukmu. 6 Daerah Tepi Laut akan menjadi tempat kediaman bagi gembala-gembala dan kandang berpagar bagi kambing domba. 7 Daerah Pinggir Laut akan menjadi kepunyaan sisa-sisa kaum Yehuda. Mereka akan merumput di sana dan berbaring di rumah-rumah Askelon pada malam hari; sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.

8 Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup–demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel–maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan. 10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.

12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku.

13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain! Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

… menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi …

Dalam perikop ini, nabi Zefanya menunjukkan bahwa bangsa-bangsa di sekitarnya juga akan menghadapi penghukuman karena dosa-dosa mereka. Perkembangan ini menggemakan berita yang telah Zefanya sampaikan di ayat 1:2-3, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman atas seluruh bumi. Poin ini juga akan diulangi lagi di ayat 3:6-8, sehingga hukuman atas Yehuda harus didasarkan pada latar belakang penghakiman Allah atas di seluruh bumi. Negara-negara yang tercantum di sini mungkin mencerminkan negara-negara di daerah Timur Dekat pada akhir abad 7 SM, mereka semua akan dikalahkan oleh Babel satu per satu setelah kebangkitan Babel.

Yang pertama dalam daftar penghakiman adalah negara-kota dan suku bangsa di daerah pesisir. Ayat 2:4 Dengan cara pengucapan yang berirama, mengumumkan penghakiman atas empat kota di pesisir dari selatan ke utara, penghakiman yang akan dihadapi setiap kota dalam pengucapannya mirip dengan nama kota. Jadi fokusnya mungkin bukan pada apa yang akan terjadi pada empat kota ini, tetapi hendak menunjukkan bahwa mereka akan mengalami penghakiman yang sebagaimana yang seharusnya mereka terima. Kota-kota pesisir ini pada awalnya padat penduduk dan kaya akan kegiatan perdagangan, pada masa itu mereka termasuk tempat yang punya kekuasaan kuat, tetapi di bawah penghakiman mereka menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Dalam 2:7, nabi Zefanya secara khusus menyebutkan sisa-sisa Yehuda dan bahwa TUHAN akan membawa mereka kembali dari pembuangan, sehingga dalam hukuman yang menyeluruh atas muka bumi ini mereka masih tetap memiliki harapan.

Dalam 2:8-11, nabi Zefanya berpindah fokus dari kota-kota pesisir barat beralih kepada Moab dan Amon di timur. Menurut kitab Kejadian, orang Moab dan Amon merupakan keturunan Lot (keponakan Abraham), tetapi sepanjang sejarah mereka terus memusuhi Israel. Kitab Suci berulang kali menunjukkan kesombongan mereka, menghina umat milik TUHAN Allah semesta alam, dan memamerkan kebanggaan mereka. Penghakiman TUHAN atas mereka adalah bahwa tanah mereka dihancurkan sepenuhnya seperti Sodom dan Gomora, menjadi hanya padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (KBBI: Jeruju adalah tumbuhan semak yang batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam). Ayat 2:9 menyebutkan sisa-sisa umat-Ku dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku, sekali lagi kepada pembaca menunjukkan adanya pengharapan dalam penghakiman.

Ayat 2:12-15, nabi Zefanya bergerak dari negara-negara di dekat Yehuda di timur dan barat Yehuda beralih ke utara dan selatan yang agak jauh. Terhadap Cush di selatan, hanya ada pernyataan sederhana, tetapi terhadap Asyur di utara, terdapat deskripsi yang lebih rinci. Khususnya dalam ayat 15 yang menuliskan sikap di dalam hati mereka: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain selain aku! jelas mencerminkan peninggian diri mereka. Asyur adalah negara terbesar di daerah Timur Dekat di masa akhir abad 8 hingga akhir abad 7 SM, dan semua bangsa dan kerajaan berada di bawah kuasa pengaruhnya. Yehuda tidak lepas dari kendali kekuasaan Asyur sampai zaman Yosia. Mereka memiliki kekuatan militer yang kuat, dan ibukota Niniwe memiliki pertahanan yang sangat baik, tetapi dalam penghakiman TUHAN, mereka masih tidak dapat melepaskan diri dari kehancuran.

Renungkan:
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa banyak negara yang berpikir mereka kuat dan memiliki kekuatan perdagangan, politik, dan militer yang sangat kuat, tetapi semua telah dihapuskan dalam penghakiman TUHAN dan menjadi objek tertawaan saja. Yesus Kristus pernah berkata, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11), semoga kita semua dapat belajar menjadi rendah hati dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.