Tag Archives: Asyur Mesir Babel Yehuda

Zefanya 2:4-15

「Meninggikan Diri akan Direndahkan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 2:4-15 [ITB])
4 Sebab Gaza akan ditinggalkan orang dan Askelon akan menjadi sunyi; Asdod akan dihalau penduduknya pada rembang tengah hari dan Ekron akan dibongkar-bangkirkan. 5 Celakalah kamu penduduk Daerah Tepi Laut, kamu bangsa Kreti! Terhadap kamulah firman TUHAN ini: Hai Kanaan, tanah orang Filistin! Aku akan membinasakan engkau, sehingga tidak ada lagi pendudukmu. 6 Daerah Tepi Laut akan menjadi tempat kediaman bagi gembala-gembala dan kandang berpagar bagi kambing domba. 7 Daerah Pinggir Laut akan menjadi kepunyaan sisa-sisa kaum Yehuda. Mereka akan merumput di sana dan berbaring di rumah-rumah Askelon pada malam hari; sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.

8 Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup–demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel–maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan. 10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.

12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku.

13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain! Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

… menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi …

Dalam perikop ini, nabi Zefanya menunjukkan bahwa bangsa-bangsa di sekitarnya juga akan menghadapi penghukuman karena dosa-dosa mereka. Perkembangan ini menggemakan berita yang telah Zefanya sampaikan di ayat 1:2-3, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman atas seluruh bumi. Poin ini juga akan diulangi lagi di ayat 3:6-8, sehingga hukuman atas Yehuda harus didasarkan pada latar belakang penghakiman Allah atas di seluruh bumi. Negara-negara yang tercantum di sini mungkin mencerminkan negara-negara di daerah Timur Dekat pada akhir abad 7 SM, mereka semua akan dikalahkan oleh Babel satu per satu setelah kebangkitan Babel.

Yang pertama dalam daftar penghakiman adalah negara-kota dan suku bangsa di daerah pesisir. Ayat 2:4 Dengan cara pengucapan yang berirama, mengumumkan penghakiman atas empat kota di pesisir dari selatan ke utara, penghakiman yang akan dihadapi setiap kota dalam pengucapannya mirip dengan nama kota. Jadi fokusnya mungkin bukan pada apa yang akan terjadi pada empat kota ini, tetapi hendak menunjukkan bahwa mereka akan mengalami penghakiman yang sebagaimana yang seharusnya mereka terima. Kota-kota pesisir ini pada awalnya padat penduduk dan kaya akan kegiatan perdagangan, pada masa itu mereka termasuk tempat yang punya kekuasaan kuat, tetapi di bawah penghakiman mereka menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Dalam 2:7, nabi Zefanya secara khusus menyebutkan sisa-sisa Yehuda dan bahwa TUHAN akan membawa mereka kembali dari pembuangan, sehingga dalam hukuman yang menyeluruh atas muka bumi ini mereka masih tetap memiliki harapan.

Dalam 2:8-11, nabi Zefanya berpindah fokus dari kota-kota pesisir barat beralih kepada Moab dan Amon di timur. Menurut kitab Kejadian, orang Moab dan Amon merupakan keturunan Lot (keponakan Abraham), tetapi sepanjang sejarah mereka terus memusuhi Israel. Kitab Suci berulang kali menunjukkan kesombongan mereka, menghina umat milik TUHAN Allah semesta alam, dan memamerkan kebanggaan mereka. Penghakiman TUHAN atas mereka adalah bahwa tanah mereka dihancurkan sepenuhnya seperti Sodom dan Gomora, menjadi hanya padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (KBBI: Jeruju adalah tumbuhan semak yang batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam). Ayat 2:9 menyebutkan sisa-sisa umat-Ku dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku, sekali lagi kepada pembaca menunjukkan adanya pengharapan dalam penghakiman.

Ayat 2:12-15, nabi Zefanya bergerak dari negara-negara di dekat Yehuda di timur dan barat Yehuda beralih ke utara dan selatan yang agak jauh. Terhadap Cush di selatan, hanya ada pernyataan sederhana, tetapi terhadap Asyur di utara, terdapat deskripsi yang lebih rinci. Khususnya dalam ayat 15 yang menuliskan sikap di dalam hati mereka: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain selain aku! jelas mencerminkan peninggian diri mereka. Asyur adalah negara terbesar di daerah Timur Dekat di masa akhir abad 8 hingga akhir abad 7 SM, dan semua bangsa dan kerajaan berada di bawah kuasa pengaruhnya. Yehuda tidak lepas dari kendali kekuasaan Asyur sampai zaman Yosia. Mereka memiliki kekuatan militer yang kuat, dan ibukota Niniwe memiliki pertahanan yang sangat baik, tetapi dalam penghakiman TUHAN, mereka masih tidak dapat melepaskan diri dari kehancuran.

Renungkan:
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa banyak negara yang berpikir mereka kuat dan memiliki kekuatan perdagangan, politik, dan militer yang sangat kuat, tetapi semua telah dihapuskan dalam penghakiman TUHAN dan menjadi objek tertawaan saja. Yesus Kristus pernah berkata, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11), semoga kita semua dapat belajar menjadi rendah hati dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Nahum 3:8-19

「Engkau Lebih Baik dari Kota Dewa Amon?」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Nahum 3:8-19 [ITB])
8 Adakah engkau lebih baik dari Tebe, kota dewa Amon, yang letaknya di sungai Nil, dengan air sekelilingnya, yang tembok kotanya adalah laut, dan bentengnya adalah air? 9 Etiopia adalah kekuatannya, juga Mesir, dengan tidak terbatas; Put dan orang-orang Libia adalah pembantunya. 10 Tetapi dia sendiripun terpaksa pergi ke dalam pembuangan, terpaksa masuk ke dalam tawanan. Bayi-bayinyapun diremukkan di ujung segala jalan; tentang semua orangnya yang dihormati dibuang undi, dan semua pembesarnya dibelenggu dengan rantai.
11 Engkaupun akan menjadi mabuk, akan menjadi tidak berdaya; engkaupun akan mencari tempat perlindungan terhadap musuh. 12 Segala kubumu adalah seperti pohon ara dengan buah ara yang masak duluan; jika diayunkan, maka jatuhlah buahnya ke dalam mulut orang yang hendak memakannya.
13 Sesungguhnya, laskar yang di tengah-tengahmu itu adalah perempuan-perempuan; pintu-pintu gerbang negerimu terbuka lebar-lebar untuk musuhmu; api telah memakan habis palang pintumu. 14 Timbalah air menghadapi pengepungan, perkuatlah kubu-kubumu! Pijaklah lumpur, injaklah tanah liat, peganglah acuan batu bata!
15 Di sana api akan memakan engkau habis, pedang akan membabat engkau, akan memakan engkau seperti belalang pelompat. Sekalipun engkau berjumlah besar seperti belalang pelompat, berjumlah besar seperti belalang pindahan, 16 sekalipun kauperbanyak orang-orang dagangmu lebih dari bintang-bintang di langit, seperti belalang pelompat mereka mengembangkan sayap dan terbang menghilang. 17 Sekalipun para penjagamu seperti belalang pindahan dan para pegawaimu seperti kawanan belalang, yang hinggap pada tembok-tembok pada waktu dingin, namun jika matahari terbit, mereka lari menghilang, tidak ketahuan tempatnya.
18 Celaka! Alangkah terlelapnya para gembalamu, hai raja negeri Asyur! Para pemukamu tertidur, laskarmu berserak-serak di gunung-gunung, dan tidak ada yang mengumpulkan. 19 Tiada pengobatan untuk cederamu, lukamu tidak tersembuhkan. Semua orang yang mendengar tentang engkau bertepuk tangan karena engkau; sebab kepada siapakah tidak tertimpa perbuatan jahatmu terus-menerus?

Dalam paragraf terakhir ini, nabi Nahum menggunakan peristiwa yang mungkin terjadi tidak lama dalam sejarah untuk lebih jelas menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat melakukan perlawanan saat penghakiman Allah datang.

Kota dewa Amon, juga dikenal sebagai Tebe, adalah ibu kota kerajaan Mesir kuno di bagian selatan, yang terletak di hulu Sungai Nil. Dia terletak di kedua tepi Sungai Nil, dengan sebuah kanal dibangun mengalir melalui kota, jadi nabi Nahum menjelaskan bahwa ada air di sekeliling kota, membentuk perlindungan alami. Dalam versi CUV-R, laut digambarkan sebagai benteng dan tembok pertahanan kota, sebenarnya yang digambarkan itu adalah saluran Sungai Nil yang luas. Karena penghalang alami ini, sulit bagi musuh untuk menyerangnya walau menggunakan sejumlah besar tentara dan kuda.

Selain perlindungan alami Tebe kota dewa Amon ini, ayat 3:9 menunjukkan bahwa ia juga memiliki banyak bantuan dari aliansi diplomatik, memiliki hubungan baik dengan negara-negara di sekelingnya. Cush adalah orang Ethiopia modern, ia dan Mesir membentuk utara dan selatan kota dewa Amon. Identitas orang Put relatif tidak pasti, tetapi mereka mungkin orang-orang dari Somalia modern, berada di timur kota dewa Amon. Di sebelah barat kota dewa Amon terdapat orang-orang Lubim seharus menjadi Libya saat ini. Oleh karena itu, ditunjukkan bahwa kota dewa Amon memiliki kekuatan politik yang sangat kuat, dan negara-negara di sekitarnya bersekutu dengannya, sehingga, ia adalah kota yang sulit ditaklukkan.

Niniwe seharusnya mengetahui dengan jelas tentang kekalahan Tebe, kota dewa Amon. Karena pada tahun 663 SM, pasukan Banipal raja Asyur menyerang kota dewa Amon dan menggunakan cara yang sangat brutal untuk memperlakukan para pemimpin dan orang-orang di antara mereka. Dari deskripsi nabi Nahum, dapat dilihat bahwa bayi-bayinyapun diremukkan di jalan-jalan, orang-orang membuang undi untuk memiliki para bangsawannya, dan pembesarnya dibelenggu dengan rantai, menunjukkan kekalahan tragis pada waktu itu.

Dalam ayat 3:11-13, Nahum menunjukkan bahwa Niniwe akan mengalami nasib yang sama dengan Tebe, kota dewa Amon, dan perlindungan mereka akan menjadi sama sekali tidak berguna, seperti buah ara yang matang, yang dapat jatuh digoyang tanpa banyak usaha masuk ke mulut orang-orang yang ingin memakannya. Ayat 3:14-17 lebih lanjut menggambarkan kegagalan Niniwe, meskipun dia bekerja sangat keras untuk meningkatkan semua aspek kekuatan, dalam hal jumlah, fasilitas, perdagangan, dan militer, dia menyiapkan kekuatan yang sangat hebat. Tetapi ketika serangan itu datang, hal-hal ini sama sekali tidak efektif, seolah-olah segerombolan belalang tiba-tiba terbang pergi, yang tidak tahu di mana mereka mendarat.

Dalam dua ayat terakhir, nabi Nahum menghela nafas bagi kekalahan Niniwe. Pemimpinnya seperti tertidur, tanpa respons apa pun, rakyatnya terserak diusir dan tidak ada yang mengumpulkan. Nabi Nahum menunjukkan bahwa semua ini adalah konsekuensi dari akumulasi tindak kekejaman Niniwe.

Renungkan:
Ketika kita diintimidasi oleh kekerasan dan dihantam oleh tindakan brutal, kita harus menjaga iman kita kepada Tuhan, orang jahat pasti akan mendapatkan pembalasan dari-Nya pada waktu yang Ia tentukan. Melalui kitab Nahum, kita mendapatkan penghiburan dan tetap memiliki pengharapan dalam situasi yang sulit.


Renungan pemahaman Kitab Nahum

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 47:1-7

「Nubuat atas Filistin」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 47:1-7 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza.
2 Beginilah firman TUHAN: Lihat, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir, membanjiri negeri serta isinya, kota serta penduduknya. Manusia akan berteriak, dan seluruh penduduk negeri akan meratap, 3 mendengar bunyi derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya. Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas, 4 oleh karena telah tiba harinya untuk membinasakan semua orang Filistin, dan melenyapkan bagi Tirus dan Sidon setiap penolong yang masih tinggal. Sungguh, TUHAN akan membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor.
5 Gaza telah menjadi gundul, Askelon telah menjadi bungkam; hai Asdod, sisa orang Enak, berapa lama lagi engkau menoreh-noreh diri?
6 Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! 7 Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!

Yer. 47:1-7 adalah pesan kedua yang Yeremia nyatakan kepada bangsa-bangsa lain, ditujukan kepada orang Filistin. Orang-orang Filistin awalnya adalah sekelompok orang yang hidup mengandalkan laut yang tinggal pulau Kaftor, sekarang disebut pulau Kreta, mereka kemudian pindah ke pesisir pantai Palestina dan menduduki dataran Yehuda di Laut Mediterania. Setelah orang Israel menaklukkan tanah perjanjian, mereka selalu membawa banyak gangguan dan kesulitan kepada orang Israel. Orang Filistin memiliki lima kota (lih. Yosua 13:3; 1 Sam. 6:4, 18).Gaza dan Ashkelon adalah dua di antaranya.

Setiap kali orang Filistin kuat, mereka akan memperluas dan menyerang tempat-tempat milik Yehuda. Di masa awal banyak hakim dan raja Israel melawan agresi orang Filistin, seperti Simson, Samuel, Saul, dan Daud dll. Pada akhirnya, orang Filistin ditundukkan oleh raja Daud dan menjadi bawahan Yehuda (2 Sam. 8:1). Tetapi di era ketika Israel terpecah menjadi kerajaan Utara dan Selatan, orang Filistin dapat meninggalkan kendali Yehuda dan mendapatkan kembali kedaulatan.

Yer. 47:1 mengatakan Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza. Meskipun teks itu tidak memberikan tanggal pasti nubuat itu, di dalam nubuat ini disebutkan Askelon akan musnah, dan memang Askelon dihancurkan oleh Nebukadnezar pada akhir 604 SM, jadi mungkin nabi Yeremia mengumumkan nubuat ini adalah pada tahun609 SM ketika Firaun Mesir sekalian menyerang Gaza saat melewati tanah Filistin dalam perjalanan mereka menuju ke utara untuk bertempur dengan orang Babel.

Adapun hari penggenapan nubuat ini, mungkin pada tahun 605 SM. Pada saat itu, untuk mencegah Babel meluaskan kekuasaannya di Palestina dan mempengaruhi kepentingan nasionalnya, maka Mesir mengirim pasukan untuk menyerang Babel. Akibatnya, ia dikalahkan di Karkemis (lih. 46:2). Kemudian tentara Babel pergi ke selatan juga menyerang orang Filistin, membuat kerusakan besar, sebagaimana dicatat dalam pasal ini.

Ayat 3 memakai kata-kata derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya untuk menggambarkan betapa hebatnya pasukan Babel. Reaksi orang Filistin adalah bahwa Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas. Ini adalah deskripsi tentang ketakutan dan ketidakberdayaan yang ekstrem.

Teks puisi ini, menggambarkan kota-kota orang Filistin, akan dihancurkan oleh musuh-musuh dari utara seperti banjir, yakni oleh orang Babel, yang akan menjadi alat Allah untuk menghukum orang Filistin. Kitab Suci mengatakan membinasakan semua orang Filistin, … membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor (ayat 4). Penghakiman Tuhan seperti air bah besar yang menghancurkan sampai puncak tertinggi, membawa kehancuran yang total dan menyeluruh.

Dalam ayat 6 ada suara berseru, Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah Seruan siapa ini? Mungkin itu adalah seruan orang-orang Filistin di kota Gaza dan Askelon, atau nabi Yeremia yang melihat keadaan tragis mereka, memohon ampun kepada Allah untuk hentikan pedang. Tetapi tidak peduli siapa yang berteriak, pedang dan kehancuran tidak berhenti, karena ayat 7 mengatakan, Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya (ayat 7), penghakiman Allah terhadap orang Filistin di kedua kota Gaza dan Ashkelon adalah keras dan tidak ada belas kasihan. Jelas betapa besar dosa kedua kota itu di mata Allah.

Renungkan:

Kota-kota dan orang-orang yang ditentukan oleh Allah untuk menerima penghakiman dan penghancuran sangat mengerikan! Seperti apakah keadaan masyarakat dan kelompok tempat Anda tinggal sekarang di mata Tuhan? Adakah kebenaran dan kekudusan yang diinginkan Tuhan? Adakah kejahatan dan dosa yang dibenci Tuhan?
Tolong doakan masyarakat dan kelompok di mana Anda tinggal!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 46:1-12

「Hari Pembalasan Allah」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 46:1-12 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia tentang bangsa-bangsa. 2 Mengenai Mesir. Terhadap tentara Firaun Nekho, raja Mesir, yang berkemah di tepi sungai Efrat dekat Karkemis dan yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel, dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda:
3 Siapkanlah perisai besar dan perisai kecil dan majulah untuk bertempur! 4 Pasanglah kuda, dan naiklah, hai pengendara-pengendara! Ambillah tempatmu dengan memakai ketopong, tajamkanlah tombakmu, pakailah baju zirahmu!
5 Mengapa kulihat mereka terkejut, mundur ke belakang? Pahlawan-pahlawan mereka terpukul kalah, lari kocar-kacir, tanpa menoleh; kedahsyatan dari segala jurusan!, demikianlah firman TUHAN. 6 Orang yang tangkas tidak dapat melarikan diri, pahlawan tidak dapat meluputkan diri; di utara, di tepi sungai Efratlah mereka tersandung dan rebah.
7 Siapakah ini yang meluas seperti sungai Nil dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai? 8 Itulah Mesir yang meluas seperti sungai Nil, dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai. Ia berkata: Aku mau meluas menutupi bumi, membinasakan kota dan penduduknya.
9 Majulah, hai kuda-kuda! Melajulah, hai kereta-kereta! Majulah berperang, hai pahlawan-pahlawan, hai kamu orang Etiopia dan orang Put yang memegang perisai, dan orang Lidia yang membentur busur!
10 Hari itu ialah hari Tuhan ALLAH semesta alam, hari pembalasan untuk melakukan pembalasan kepada para lawan-Nya. Pedang akan makan sampai kenyang, dan akan puas minum darah mereka. Sebab Tuhan ALLAH semesta alam mengadakan korban penyembelihan di tanah utara, dekat sungai Efrat.
11 Pergilah ke Gilead mengambil balsam, hai anak dara, puteri Mesir! Sia-sia engkau memakai banyak obat, kesembuhan tidak akan kaudapat! 12 Bangsa-bangsa telah mendengar tentang celamu, bumi telah penuh dengan teriakmu, sebab pahlawan yang satu tersandung kepada pahlawan yang lain, keduanya rebah bersama-sama.

Hari ini pembacaan kita mencapai satu awal dari paragraf besar lain dari kitab Yeremia. Di pasal 46 pesan kitab Yeremia berganti fokus dari catatan tentang Yehuda berubah menjadi tentang negara-negara tetangga di Yehuda, terus sampai pasal 51.

Allah memanggil Yeremia untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (lih. Yer. 1:5; 46:1). Tetapi karena Yehuda adalah umat Allah, maka sebagian besar dari pelayanan Yeremia adalah di Yehuda, jadi Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia (Yer. 46:1) yang ia khotbahkan dan sampaikan di Yehuda diletakkan di bagian depan Kitab Yeremia, yakni pasal 2 sampai 45. Adapun Firman Allah tentang negara-negara yang bersangkutan, ditempatkan di bagian belakang dalam pasal 46 hingga 51. Allah pertama-tama menghakimi umat pilihan-Nya sendiri, dan kemudian mengalihkan fokus penghakiman kepada bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan yang di sekitar Yehuda, karena Allah adalah Tuhan semua bangsa, maka semua bangsa dan kerajaan harus memberikan pertanggung jawaban kepada-Nya

Dalam enam pasal yang akan kita pelajari, mencatat nubuat-nubuat mengenai negara dan bangsa seperti Mesir, Filistin, Moab, Amon, Edom, Damsyik, Kedar, Hazor, Elam dan Babel. Semua negara-negara dan bangsa-bangsa ini harus tunduk menerima penghakiman dan hukuman Allah, karena para nabi Perjanjian Lama percaya bahwa Allah memiliki kedaulatan tertinggi atas individu dan semua bangsa-bangsa, dan peristiwa-peristiwa yang dialami bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah cakupan pengaruhnya tidak terbatas pada lokal atau nasional diri sendiri.

Yer. 46:1-12, yang kita baca hari ini, adalah catatan tentang ekspedisi Nekho Firaun Mesir memimpin tentara Mesir bertempur dengan tentara Babel di tepi sungai Efrat dekat Karkemis. Akibatnya, pasukan Mesir dikalahkan, menyebabkan kemunduran kerajaan Mesir dan hilang kekuasaannya atas Palestina dan Yehuda.

Pada zaman reformasi Yosia, raja Yehuda, saat itu Asyur dalam keadaan lemah, tidak mampu campur tangan terhadap negara Yehuda, maka Yehuda menikmati kebebasan kemerdekaan. Kemudian, Babel bangkit dan mengepung tentara Asyur di Haran. Nekho Firaun Mesir yang sepenuh hati ingin menaklukkan daerah utara, memimpin pasukan untuk menyelamatkan pasukan Asyur dan mencegah bangkitnya Babel. Yosia raja Yehuda berharap untuk menghentikan Mesir dan menyelamatkan Asyur, jangan sampai Yehuda menjadi negara bawahan Mesir, maka berperang melawan tentara Mesir di dataran Megido. Akibatnya, raja Yosia dibunuh oleh Nekho Firaun Mesir, tidak bisa menghentikan pasukan Mesir. Bahkan akhirnya, negara Yehuda perlu membayar upeti kepada Mesir (2 Raj. 23:28-33) dan jatuh menjadi negara bawahan Mesir, sampai Mesir dikalahkan oleh Babel.

Dilihat dari sudut makro-nasional, nabi Yeremia selalu meminta Yehuda untuk menyerah kepada Babel, selain perbedaan besar kekuatan militer kedua belah pihak, ia mungkin melihat bahwa ini adalah kesempatan untuk menyatukan 12 suku Israel yang terbagi agar kembali menjadi sebuah bangsa.

Yer. 46:3 – 48:20 ditulis dalam bentuk puisi, isinya tentang hancurnya kerajaan Mesir, Filistin, dan Moab. Ide sentral dari perikop hari ini adalah bahwa jika Allah menjatuhkan hukuman, tidak peduli seberapa kuat negara itu, seperti kerajaan Mesir, ia pasti akan dikalahkan.

Yer. 46:3-4 menggambarkan pasukan berkuda Mesir yang dilengkapi dengan kuat, tampak tak terkalahkan. Tetapi di ayat 5-6, dalam pertempuran pasukan Mesir dan Babel di Karkemis, tentara Mesir yang kuat itu telah menjadi terkejut, mundur ke belakang dan terpukul kalah, lari kocar-kacir, tanpa menoleh,kedahsyatan dari segala jurusan, prajurit yang tangkas dan gagah tidak bisa melarikan diri, tersandung dan rebah. Ini membuat kita tahu bahwa segala senjata, pelatihan, dan keberanian tidak dipandang di dalam mata Allah. Bahkan Allah dengan nada sindiran mengimbau tentara Mesir untuk menyiapkan senjata yang cukup dan perisai besar kecil untuk maju perang.

Yer. 46:7-8, Yeremia secara hiperbola penggunaan kata meluas seperti sungai Nilseperti Sungai Nil yang meluap” dan airnya bergelora seperti sungai-sungai, meluas menutupi bumi, membinasakan kota dan penduduknya untuk menggambarkan jumlah tentara Mesir dan kedatangan mereka seperti tak terbendung. Ayat 9, para perwira Mesir memberikan perintah kereta dan infantri yang bersenjata lengkap, dengan sejumlah besar tentara bayaran Afrika. Di mata Nekho sang Firaun, ia pasti menang, lebih dari cukup.

Yer. 46:10-12 mencatat pesan Allah melalui Yeremia: kemenangan atau kekalahan tidak ditentukan oleh manusia, tetapi keputusan Allah! Hari itu ialah hari pembalasan Tuhan ALLAH semesta alam (ayat 10), waktu penghakiman Allah atas Mesir telah tiba. Penghukuman Allah sangat berat, dan kekalahan Mesir sangat mengerikan. Kitab Suci menggambarkan situasi Mesir seperti gadis yang cedera: Pergilah ke Gilead mengambil balsam, hai anak dara, puteri Mesir! Sia-sia engkau memakai banyak obat, kesembuhan tidak akan kaudapat. Gilead adalah kota yang terkenal karena menghasilkan kemenyan dan obat-obatan (lih. Yer. 8:22), tetapi ia itu dipukul oleh Allah, lukanya tidak dapat disembuhkan.

Renungkan:
Hari itu ialah hari pembalasan TUHAN mengacu pada hari penghakiman Allah. Meskipun orang jahat sementara merajalela, penghakiman Allah pasti datang, apakah Anda percaya? Apa dampak yang seharusnya bagi pola pikir dan tindakan Anda hari ini?
… Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. (Zak. 4:6). Apakah anda bersedia belajar untuk bersandar pada Roh Allah, dan menerima lebih banyak pemahaman dan pengetahuan spiritual?


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.