Tag Archives: drama profetik

Yehezkiel 24:15-24

Hanya boleh mengeluh, jangan bersuara
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 24:15-24 [ITB])
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. 17 Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.
18 Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. 19 Maka bangsa itu berkata kepadaku: Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?
20 Lalu kujawab mereka: Firman TUHAN sudah datang kepadaku: 21 Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. 22 Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, 23 kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. 24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.』」

Yehezkiel 24 merupakan pasal terakhir dari paragraf besar Yehezkiel 12 – 24. Di mana Yeh. 12:1-16 mencatat drama kenabian (prophetic drama) yang pertama, dan Yeh. 24:15-27 mencatat drama kenabian terakhir, sebagai awal dan akhir yang saling berkorespondensi dalam Yehezkiel 12 sampai 24. Kedua drama kenabian melibatkan kata lambang / tanda (môfēt, sign) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), yaitu, Yehezkiel menggunakan gerakan tubuh nonverbal untuk menyampaikan lambang / tanda simbolis atas hal yang akan terjadi kepada orang Israel, ketika orang melihat lambang / tanda ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu pasti akan terjadi dalam waktu dekat, dan hal-hal ini adalah penghakiman dari Allah. Yeh. 24:16-27 dapat dibagi menjadi dua paragraf, paragraf pertama adalah ayat 16-24, terlihat dari uraian ayat 21 Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku yang menunjukkan bahwa paragraf ini seharusnya mengacu pada penghancuran Bait Allah, dan paragraf kedua adalah ayat 25-27, dapat dilihat dari uraian ayat 25 Aku mengambil dari mereka benteng mereka, paragraf ini seharusnya merujuk pada kehancuran Yerusalem, sehingga kita dapat merenungkan kedua paragraf ini dalam dua hari. Dan hari ini kita akan konsentrasi merenungkan ayat 16-24.

Di awal ayat 16 disebutkan bahwa Allah ingin Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai, dari ayat 18, kita tahu bahwa ini adalah istri Yehezkiel. Karena ini adalah lambang / tanda yang ditunjukkan dalam bentuk drama kenabian, maka kematian mendadak istri Yehezkiel adalah pusat dari pesan yang ingin diungkapkan melalui peristiwa ini, bahwa Bait Suci yang dicintai oleh orang Israel akan dihancurkan dalam semalam, seperti halnya istri Yehezkiel meninggal dalam semalam. Ungkapan yang sangat kaucintai מַחמָד machmad juga dipakai dalam Kitab Yesaya dan Ratapan untuk menggambarkan Bait Suci (Yes. 64:11 Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan; Ratapan 1:10 Musuh telah merentangkan tangannya atas segala kesenangan yang diingininya; sungguh ia telah melihat bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya … IMB), menunjukkan bahwa Bait Suci adalah yang sangat dicintai oleh orang Israel, tetapi ini tidak berarti mereka mencintai dan hormat takut akan Allah, tetapi mereka menggunakan Bait Suci untuk membenarkan kejahatan mereka dan menyembunyikan kejahatan di belakang mereka dengan penampilan agama, jadi mereka sangat menyukai Bait Suci ini. Namun, Allah akan menghancurkan Bait ini dalam semalam, sama seperti istri Yehezkiel meninggal dalam semalam.

Allah memerintahkan Yehezkiel untuk tidak menangisi kematian istrinya, diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian tidak boleh mengeluarkan suara (ayat 17), situasi tidak mengadakan perkabungan seperti ini sulit dipahami oleh orang lain, sehingga menyebabkan orang bertanya kepada Yehezkiel ( ayat 19). Karena kesempatan ini, Yehezkiel sekali lagi mengucapkan nubuat, menunjukkan bahwa Bait itu kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu (ayat 21), di mana kekuasaanmu yang kaubanggakan dapat diterjemahkan sebagai bantuan yang kaubanggakan berarti bahwa Bait telah menjadi kebanggaan membantu mereka melakukan dosa kejahatan. Bait itu sendiri didirikan untuk menyembah Allah, tetapi Bait itu telah diubah menjadi sarang pencuri oleh orang-orang ini, dan bahkan tempat untuk membantu mereka melakukan kejahatan! Ketika Bait ini dihancurkan, orang-orang tidak akan berduka, kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain, mengeluh dengan menghela napas seperti itu hanyalah emosi yang dangkal di kulit luar saja dan tidak sepenuhnya mencerminkan kesedihan hati mereka, mengeluh seperti itu merupakan ketidakberdayaan eksternal dan internal diri yang tidak bersesuaian, sangat berbeda dengan rasa sakit di hati. Yehezkiel tidak mengungkapkan kesedihannya atas kematian istrinya, sama seperti orang Israel tidak dapat mengungkapkan rasa sakit yang tak terkatakan di hati mereka ketika mereka ditawan, jadi hanya bisa mengeluh dengan menghela napas.

Renungkan:
Apakah kita akan menuruti kesenangan dosa sehingga kita menjadi yang sangat dicintai dan kekuasaan yang dibanggakan? Apakah kita akan menggunakan Bait Suci Allah untuk menjadi sarang untuk memuaskan dosa-dosa kita? Jadi bagaimana helaan napas mengeluh para tawanan berfungsi sebagai pengingat bagi kita?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 21:1-7

Mencabut pedang-Ku dari sarungnya
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 21:1-7 [ITB])
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke Yerusalem dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tempat kudusnya dan bernubuatlah melawan tanah Israel. 3 Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN:
Lihat, Aku akan menjadi lawanmu dan akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik. 4 Oleh karena Aku hendak melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik, maka pedang-Ku akan terhunus dari sarungnya terhadap semua manusia dari selatan sampai utara. 5 Dan semua manusia akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mencabut pedang-Ku dari sarungnya, sehingga tidak akan kembali lagi ke situ.
6 Dan engkau anak manusia, mengeranglah! Mengeranglah di hadapan mereka seperti seorang yang tulang pinggangnya patah dan yang berada dalam kesengsaraan yang pahit. 7 Dan kalau mereka bertanya kepadamu: Mengapa engkau mengeluh? jawablah: Karena suatu berita! Kalau berita itu sudah tersiar, setiap hati akan menjadi tawar dan semua tangan menjadi lemah lesu, segala semangat menghilang dan semua orang terkencing ketakutan. Sungguh, pasti datang dan terjadi! demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Bulan Januari tahun 2022 ini renungan Yehezkiel dimulai dari pasal 21.

Yehezkiel 12:1-16 mencatat drama profetik (prophetic drama)yang pertama, dan Yehezkiel 24:15-27 mencatat drama profetik yang terakhir, sehingga Yehezkiel pasal 12-24 akhir dan awal saling berkorespondensi, kedua drama profetik tersebut terkait makna lambang / tanda (môfēt, sign) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), yaitu Yehezkiel memakai gerakan tubuh non-verbal untuk menyampaikan lambang / tanda simbolis kepada orang Israel, ketika orang melihat lambang / tanda ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu pasti akan terjadi dalam waktu dekat, dan hal-hal ini adalah penghakiman dari Allah. Oleh karena itu, Yehezkiel 21 terletak di paragraf besar pasal 12 – 24, mengangkat tema penghakiman TUHAN, dan pasal 21 menggunakan metafora pedang untuk menggambarkan penghakiman ini.

Yeh. 21:1-7 adalah metafora pertama tentang pedang, menggunakan mencabut pedang-Ku dari sarungnya (ayat 3 dan 5) untuk menggambarkan penghakiman dari Allah, mencabut pedang-Ku dari sarungnya membuat orang mengerti penghakiman Allah sudah siap dan akan dilakukan kapan saja. Ini adalah nubuat bahwa Yerusalem pada tahun 586 SM akan dihancurkan, dan penghakiman dari Allah akan segera datang dan menghancurkan seluruh kota. Namun, Kitab Suci menunjukkan bahwa pedang ini akan melenyapkan orang benar dan orang fasik (ayat 3 dan 4), ini membingungkan Mengapa penghakiman Allah begitu tidak adil sehingga bahkan orang benar harus dilenyapkan? Karena kesulitan dalam memahami ini, beberapa interpretasi kuno (seperti LXX dan Talmud) mencoba memahami arti tsaddiyq sebagai orang durhaka. Namun, kitab suci menggunakan orang benar dan orang fasik, merupakan gaya sastra retorik merism, menggunakan dua kata ekstrem untuk menjelaskan arti semua orang (retorik merism: kombinasi sepasang kata kontras untuk mengungkapkan totalitas atau kelengkapan). Lagi pula, dalam perang apa pun, pedang tidak membedakan orang benar atau orang fasik, hanya ada dua pihak berlawanan yang bertempur. Metode retorik merism juga tercemin di ayat 4 semua manusia dari selatan sampai utara, di sini selatan dan utara juga merupakan metode retorik merism, yang menggambarkan kelengkapan wilayah, dan semua manusia secara tepat menggambarkan makna teks, yaitu bahwa cakupan penghakiman Allah atas Yerusalem melibatkan semua orang dan semua wilayah di dalam kota, apakah mereka benar atau fasik, apakah mereka di utara atau selatan, tidak bisa melepaskan diri dari penghakiman dari Allah, menunjukkan bahwa ini adalah penghakiman total.

Renungkan:
Umat manusia tidak bisa menghindarkan diri dari penghakiman dari Allah, dan penghakiman Allah akan segera datang. Jika kita semua percaya bahwa penghakiman akan datang, mengapa kita harus melakukan semua kejahatan untuk menyakiti hati Allah? Bagi Anda, apa arti fakta bahwa manusia tidak dapat lolos dari penghakiman?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 12:1-16

Bisa mendengar dan melihat

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 12:1-16 [ITB])
1 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
3 Maka engkau, anak manusia, sediakanlah bagimu barang-barang seorang buangan dan berjalanlah seperti seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; pergilah dari tempatmu sekarang ke tempat yang lain seperti seorang buangan di hadapan mata mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak.
4 Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. 5 Di hadapan mata mereka perbuatlah sebuah lubang di tembok dan keluarlah dari situ. 6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.
7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lubang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku.
8 Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 Hai anak manusia, bukankah ditanya oleh kaum Israel, kaum pemberontak itu kepadamu: Apakah yang kaulakukan ini?
10 Katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan ALLAH: Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana. 11 Katakanlah: Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. 12 Dan raja yang di tengah-tengah mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap dan akan pergi ke luar;
orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya ada baginya jalan keluar; ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu.
13 Aku akan memasang jaring-Ku untuk menangkap dia dan di dalam perangkap-Ku dia akan terjebak dan Aku akan membawa dia ke Babel, tanah orang Kasdim, tetapi tanah itu sendiri tidak akan dilihatnya; ia akan mati di sana. 14 Dan semua yang di sekitarnya, para pembantunya dan bala tentaranya, akan Kuhamburkan ke semua mata angin dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.
15 Maka mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, apabila aku menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri.
16 Tetapi Aku akan meninggalkan sedikit dari mereka yang luput dari pedang, dari kelaparan dan dari sampar, supaya mereka menceriterakan segala perbuatan-perbuatan mereka yang keji di antara bangsa-bangsa, di mana mereka datang;
dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Orang-orang Israel disebut kaum pemberontak merupakan istilah khusus dalam kitab Yehezkiel (Yeh. 2:5, 6, 7, 8, 3:9, 26, 27, 12:2, 3, 9, 25, 17:12, 24:3), dan Yehezkiel 12:1-16 menjelaskan bahwa masalah utama dari kaum pemberontak ini adalah kemampuan melihat dan mendengar: mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak (ayat 2) ini tidak berarti mereka cacat fisik, tetapi merujuk pada reaksi dan sikap mereka ketika berhadapan dengan perkataan ilahi yang disampaikan nabi Yehezkiel, bahkan jika mereka memiliki telinga dan mata, tetapi tidak bisa seperti orang sehat dan normal melihat dan mendengar sesuatu, karena pemberontakan umat itu membuat mereka tidak bisa mendengarkan firman Allah dan membawa pertobatan.

Karena umat itu adalah kaum pemberontak yang punya masalah kemampuan melihat dan mendengar, maka Allah akan meminta Yehezkiel melakukan drama kenabian , dengan cara yang menyolok mata dan yang tidak biasa untuk menarik perhatian mata umat itu, mungkin mereka dapat bertobat. Yehezkiel diperintahkan untuk di siang hari di hadapan mata orang-orang membawa keluar barang-barang, seperti bersiap-siap untuk pergi ke pengasingan (ayat 4), dan di malam hari di hadapan mata orang-orang menggali lubang di dinding dalam kegelapan membawa keluar barang-barang (ayat 5-6), semua gerakan ini adalah untuk menjadi lambang pertanda penawanan orang Israel (ayat 6). Kata yang paling sering muncul dalam bagian ini adalah di hadapan mata mereka (Yeh. 12:2, 3, 4, 5, 6, 7), menunjukkan drama kenabian Yehezkiel itu harus dilakukan di depan mata umat itu, untuk menarik perhatian orang, mungkin mereka dapat dalam keadaan kegagalan kemampuan melihat dan mendengar, masih bisa menemukan secercah harapan dan melihat kesempatan pertobatan.

Namun, bahkan jika drama kenabian Yehezkiel dilakukan di depan mereka, selama pertunjukan ia sendiri harus harus menutupi muka, sehingga tidak melihat tanah (Yeh. 12:6, 12), menutupi muka selama melaksanakan pertunjukan memiliki makna simbolis, itu berarti bahwa dalam pengasingan orang-orang yang ditawan itu tidak bisa melihat masa depan. Jika mereka tidak dapat melihat nubuat Yehezkiel dan tidak bertobat, maka mereka akan menjadi seperti Yehezkiel dengan wajah tertutup dan mereka tidak melihat tanah dibawa ke pembuangan, mereka akan mengalami kesedihan jangka panjang, dan mereka tidak akan melihat masa depan.

Renungkan:
Bagaimana kemampuan mendengar dan melihat saya? Apakah itu juga seperti pemberontak orang Israel? Allah menggunakan drama kenabian untuk memanggil kita untuk bertobat, apakah mata saya bisa melihat?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 12-20

Kehidupan nabi sebagai lambang

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 12:6, 11, 24:24 [ITB])
6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.
11 Katakanlah: 『Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan.
24:24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Renungan bulan ini Yehezkiel 12-20 adalah sebuah bagian yang mencatat peringatan dan penghakiman Allah kepada Yerusalem melalui Yehezkiel, penghakiman yang melibatkan seluruh dinasti Daud, nabi-nabi palsu, raja Babel, dan Amon, dan di antaranya yang paling istimewa adalah: awal dan akhir bagian ini mencatat Yehezkiel drama kenabian (prophetic drama / drama profetik), yang disebut drama kenabian artinya Allah memerintahkan nabi Yehezkiel untuk menggunakan gerakan tubuh non-verbal untuk berbicara menyampaikan isi hati kehendak Allah, demi menarik perhatian orang, sehingga ketika orang bertanya tentang makna di balik pertunjukan, mereka akan mengerti apa yang Allah katakan. Yehezkiel 12:1-16 mencatat drama kenabian yang pertama, 24:15-27 mencatat drama kenabian terakhir, menjadi awal dan akhir dari Yehezkiel 12-20 yang saling berkorespondensi. Kedua drama kenabian melibatkan lambang pertanda (môfēt) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), artinya Yehezkiel menggunakan gerakan tubuh non-verbal untuk mengirim lambang simbolis kepada orang-orang Israel. Ketika orang melihat lambang pertanda ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu harus terjadi dalam waktu dekat, dan itu adalah penghakiman dari Allah.

Yehezkiel 12:6 mencatat Allah hendak memakai Yehezkiel mengirim lambang kepada bani Israel, Allah tidak mengatakan bahwa kata-kata Yehezkiel menjadi pertanda orang Israel, tetapi bahwa seluruh kehidupan Yehezkiel menjadi lambang pertanda, gaya hidup nabi dan apa yang dia beritakan saling berkaitan erat. Nasib nabi telah lama ditentukan oleh TUHAN. Allah bertekad untuk menggunakan seluruh hidup Yehezkiel untuk menyampaikan kehendak Allah. Yehezkiel 12:11 menjelaskan isi dari lambang Yehezkiel bagi bani Israel, yakni: seperti yang Yehezkiel lakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan; drama kenabian Yehezkiel telah menjadi pra-pertunjukkan sebelum nasib bangsa Israel terjadi (Yeh. 24:24 mengatakan hal yang sama hal), dia memakai seluruh kehidupannya, tindakan dan gaya hidupnya untuk menubuatkan akhir umat itu yakni penawanan. Namun, Yehezkiel 24:24 terdapat kalimat terakhir: Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH. Tujuan seluruh drama kenabian sebagai lambang pertanda, yaitu ketika penawanan yang dinubuatkan itu terjadi, orang akan tahu siapa Tuhan mereka, siapa yang adalah TUHAN yang sesungguhnya, pengakuan dan pengenalan umat Allah adalah fokus hidup Yehezkiel, namun saat kalau itu sudah terjadi, sudah terlambat, umat itu telah dibawa ke pembuangan karena dosa-dosa mereka.

Renungkan:
Hidup Yehezkiel terkait erat dengan pesan yang ia beritakan, sehingga tidak ada hidup yang tanpa memberitakan kebenaran, dan tidak ada pemberitaan yang tidak dihidupi. Apakah kehidupan kita tidak ada kaitan dengan pesan perkataan Allah, seolah-olah tidak ada hubungan satu sama lain? Kehidupan itu sendiri adalah berita dan pertanda yang disampaikan, kemudian, bagaimana kita hidup?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yehezkiel 5:1-4

「Akhir dari rambut」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 5:1-4 [ITB])
1 Dan engkau, anak manusia, ambillah sebilah pedang yang tajam dan pakailah itu sebagai pisau cukur tukang pangkas; cukurlah rambutmu dan janggutmu dengan itu; lalu ambillah sebuah timbangan dan bagi-bagilah rambutmu.
2 Sepertiga harus kaubakar dengan api di tengah-tengah kota itu sesudah berakhir waktu pengepungannya;
sepertiga harus kauambil dan tetaklah dengan pedang itu sekelilingnya;
dan sepertiga lagi hamburkanlah ke dalam angin, dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.
3 Engkau harus mengambil sedikit dari rambut itu dan bungkus di dalam punca kainmu. 4 Dan sekali lagi engkau harus mengambil dari padanya, buangkan ke dalam api dan hanguskan dia di sana; dari sana akan keluar api untuk memakan seluruh kaum Israel.

Paragraf ini mencatat drama profetik Yehezkiel mencukur kepalanya, dan drama profetik ini sangat sulit bagi Yehezkiel sebagai seorang imam. Ini karena hukum Taurat menyatakan bahwa imam tidak boleh mencukur kepala gundul dan memangkas jenggot (Im. 21:5; Ul. 14:1), dan dalam kitab Yehezkiel sendiri juga tercatat aturan seperti itu (Yeh. 44:20, Para imam tidak boleh mencukur gundul kepala mereka, atau membiarkan rambutnya gondrong. Rambut itu harus dipotong pendek menurut aturan yang ditetapkan), yang juga merupakan aturan orang Nazir (Bil. 6:5). Namun, ketika Yehezkiel diperintahkan untuk melakukan drama profetik mencukur kepala gundul ini, dia sama saja dengan melepaskan sepenuhnya hak khusus menjadi seorang imam, selain ditawan dan dirampas kesempatannya untuk melayani sebagai imam, kini dia sebagai seorang nabi melakukan drama profetik ini, dia kehilangan secara permanen kualifikasi sebagai imam. Ternyata salah satu bagian dari panggilan Allah kepada Yehezkiel sebagai nabi adalah termasuk menyerahkan dan melepaskan masa depan dan hak menjadi imam.

Drama profetik mencukur kepala gundul dan memangkas jenggot ini menubuatkan nasib penduduk Yerusalem. Yehezkiel akan membagi semua rambut yang dicukur menjadi beberapa bagian, dan menempatkan sepertiga dari rambut yang dicukur ditaruh di model kota Yerusalem yang ia buat sebelumnya (Yeh. 4:1-3) dan dibakar dengan api, api melambangkan kehancuran (Yeh. 10:2), yang berarti sepertiga penduduk Yerusalem akan mati di dalam kota itu; sepertiga rambut ditaburkan di sekitar kota dan ditetak (dibacok) dengan pedang, melambangkan bahwa sepertiga penduduk akan dibunuh oleh pedang; dan sepertiga lagi dihamburkan ke dalam angin, yang berarti sepertiga penduduk akan ditawan dan diserakkan di antara bangsa-bangsa. Lalu, ayat 3 mencatat bahwa sebagian kecil rambut dibungkus di dalam punca kain (ujung kain), yang melambangkan bahwa Allah akan menyembunyikan dan melindungi sebagian kecil dari yang tersisa, dapat diyakini ini merupakan metafora untuk Yehezkiel dan sekelompok elite Yehuda yang ditawan pada tahun 597 SM (Yerusalem dihancurkan pada tahun 586 SM). Sekelompok kecil orang ini adalah sisa-sisa dari umat yang tertawan di pengasingan. Mereka cukup beruntung untuk lolos dari mimpi buruk penghancuran Yerusalem pada tahun 586 SM, tetapi ayat 4 menunjukkan bahwa akan diambil sedikit bagian dibakar dalam api, merupakan metafora bahwa sekelompok kecil dari sisa-sisa ini juga akan menerima hukuman. Ini merupakan peringatan kelompok komunitas yang diasingkan bersama Yehezkiel, agar tidak berpikir bahwa diri mereka akan selamat, jika mereka terus menjadi kaum pemberontak maka mereka akan dihancurkan seperti penduduk Yerusalem lainnya.

Renungkan:
Di zaman penawanan yang hebat, setiap orang akan mengalami peristiwa buruk yang berbeda-beda, beberapa orang meninggal, beberapa ditawan, dan beberapa terserak, tetapi sebagai sekelompok kecil penyintas yang terluputkan jangan berpikir bahwa dapat terhindarkan dengan aman dan berbuat semaunya tanpa mawas diri. Karena Tuhan sengaja meninggalkan orang-orang yang selamat ini sebagai sisa-sisa orang tertawan sehingga mendapatkan anugerah dan kesempatan untuk bertahan hidup, agar mereka memahami bahwa mereka selamat bukan karena kebetulan semata, tetapi karena ketetapan dan pengaturan Allah. Justru karena itu adalah ketetapan Allah, orang-orang yang merupakan sisa-sisa penawanan hendaknya tidak kembali lagi menjadi kaum pemberontak. Mereka harus sangat memahami betapa berharganya Allah memberikan kesempatan hidup, patut sepanjang hidup hormat takut akan Allah dan menjauh dari kejahatan mereka, untuk hidup sesuai dengan anugerah Allah, menjadi saksi di zaman pengasingan yang hebat. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 4:9-17

Mematahkan tongkat makanan

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 4:9-17 [ITB])
9 Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu.
Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
10 Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu.
11 Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu.
12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.
13 Selanjutnya TUHAN berfirman: Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.
14 Maka kujawab: Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.
15 Lalu firman-Nya kepadaku: Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.
16 Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana 17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.

Paragraf ini mencatat bagian lain dari drama profetik, menjelaskan makanan yang dimakan Yehezkiel saat dia berbaring miring selama 390 hari, dan tema pematahan tongkat makanan dijelaskan di berbagai tempat dalam deskripsinya.

Pertama-tama, ayat 9 mencatat enam tumbuhan sebagai makanan, yang merupakan tanaman umum di Timur Dekat kuno. Allah berpesan kepada Yehezkiel untuk memakan makanan campuran ini, ini tidak melanggar tuntutan hukum Taurat, Imamat 19:19 hanya memerintahkan untuk tidak menabur dua benih di lahan yang sama, tetapi tidak melarang orang untuk makan campur. Lalu, Allah memerintahkan Yehezkiel untuk makan ini untuk menunjukkan bahwa makanan campuran ini biasanya dimakan ketika kota sedang diserang dan dikepung, ini adalah karena keadaan kekurangan makanan, tidak mungkin bagi orang-orang di kota untuk menemukan cukup makanan dari jenis yang sama, sehingga hanya bisa makan campuran.

Kedua, di ayat 12, TUHAN memerintahkan Yehezkiel untuk menggunakan kotoran manusia untuk memanggang makanan, meskipun menggunakan kotoran untuk memanggang makanan adalah cara memasak yang umum di Timur Dekat kuno, namun menggunakan kotoran manusia untuk memanggang adalah najis, karena hukum Taurat menyatakan bahwa orang setelah membuang hajat harus ditimbuni tanah, untuk menghindari kenajisan (Ulangan 23:12-14, Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lubang dengan itu dan menimbuni kotoranmu …). Di sini Allah memerintahkan Yehezkiel menggunakan kotoran manusia untuk memasak, yang berarti bahwa ketika Yerusalem dikepung, tidak ada bahan bakar untuk memasak dan hanya kotoran manusia yang bisa digunakan. Akan tetapi, Yehezkiel mengeluarkan suara mengaduh sedih, menyatakan bahwa sebagai seorang imam, dalam hidupnya dia pernah belum makan apapun yang najis (ayat 14), maka TUHAN memaklumi perasaan dia dan memintanya untuk mengganti kotoran manusia dengan kotoran sapi.

Terakhir, ayat 16 menjelaskan makna dari drama profetik ini, yaitu TUHAN akan mematahkan tongkat makanan Yerusalem (dan ITB, RCUV persediaan makanan, KJV the staff of bread). Frasa ini diambil dari Imamat 26:26 Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, ditegaskan bahwa ketika bangsa Israel melanggar perintah, ketetapan, dan hukum Allah, maka Ia akan mematahkan tongkat makanan. Ini adalah metafora bahwa makanan adalah tongkat yang menopang kehidupan. Itu berasal dari kebiasaan pada zaman itu orang akan menggunakan tongkat kayu untuk mengangkut makanan. Dengan demikian, seluruh drama profetik adalah untuk menyampaikan pesan penghakiman Allah atas Yerusalem, dan untuk menjelaskan bahwa penghakiman yang membinasakan ini adalah sisi kutuk dari syarat perjanjian, yang merupakan janji dari TUHAN mematahkan tongkat makanan (Imamat 26:26 ). Dengan cara ini, Kitab Suci membawakan penjelasan teologis atas kehancuran Yerusalem dan orang-orang tidak memiliki makanan, alasannya bukanlah karena kemenangan orang Babel, bukan karena nasib buruk orang Israel, tetapi karena orang-orang itu melanggar perintah Allah. Sesuai dengan janji dalam perjanjian, Allah memberikan kutukan kepada orang Israel dan menghukum mereka sesuai dengan klausul (ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian).

Renungkan:
Kutukan bagian dari perjanjian adalah fokus dari paragraf ini. Orang-orang Israel adalah umat perjanjian, di sinilah identitas mereka berada, ketika mereka mematuhi perintah Allah, maka Allah menjanjikan berkat, tetapi ketika mereka melanggar perintah, Allah berjanji untuk menurunkan kutuk (Im. 26). Ketentuan berkat dan kutuk dalam perjanjian ini membawakan berkat dan disiplin bagi orang Israel. Teologi perjanjian ini membawakan tafsir teologis tentang penderitaan dan kehancuran yang mereka alami, sehingga mereka sangat mendalam memahami bahwa penderitaan yang mereka hadapi adalah disiplin perjanjian Allah, seperti halnya seorang ayah yang mencintai anak-anaknya maka mendisiplinkan anak-anaknya sendiri. Apakah kita semua menganggap diri kita sendiri sebagai warga perjanjian? Jika kita sedang menerima disiplin, dapatkah kita juga memahami dan menghargai bahwa disiplin adalah kehendak Allah? Bagaimana saat dalam disiplin bisa membantu diri sendiri mendapatkan hikmat bijak untuk hormat takut akan Allah?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 4:1-8

「Menanggungkan hukuman」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 4:1-8 [ITB])
1 Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem. 2 Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu.
3 Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.
4 Berbaringlah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan menanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Berapa hari engkau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hukuman mereka. 5 Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
6 Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.
7 Tujukanlah wajahmu kepada pengepungan Yerusalem dan kepalkanlah tinjumu kepadanya dan bernubuatlah melawan kota itu.
8 Lihat, Aku akan mengikat engkau dengan tali, sehingga engkau tidak dapat berbalik dari sisi yang satu ke sisi yang lain sampai engkau mengakhiri waktu pengepunganmu itu.

Paragraf ini mencatat salah satu drama profetik Yehezkiel yang paling terkenal, yang berbaring pada sisi kiri dan kanan untuk menggambarkan kehendak Allah.

Pertama-tama, dicatat di ayat 4:1-3 bahwa Allah memerintahkan Yehezkiel untuk membuat model kota Yerusalem dan meletakkan sebidang besi antara Yehezkiel dan model kota tersebut. Sebidang besi ini melambangkan kekerasan dan tidak dapat ditembus, dan wajah Yehezkiel melambangkan Wajah Allah berarti Allah tidak akan memperhatikan Yerusalem sama sekali dan mengeraskan kehendak menutupi wajah untuk mengabaikan yang di hadapan. Selain itu, ayat 3 juga menyebutkan bahwa wajah Yehezkiel harus menghadap kota tersebut, kota itu akan terkepung, kehancuran Yerusalem bukan saja karena Allah menutupi wajah-Nya dan secara pasif membiarkan musuh menyerang, tetapi bertindak aktif mengepung kota itu sampai penyerangan berhasil. Oleh karena itu, drama profetik yang pertama dari nabi Yehezkiel adalah untuk menunjukkan bahwa TUHAN akan menghancurkan Yerusalem.

Setelah itu, ayat 4:4-8 merupakan serangkaian penjelasan terkait drama profetik. Tindakan pertama adalah berbaring miring ke kiri selama 390 hari (ayat 4-5), dan ada kalimat di ayat 6 bahwa satu hari untuk satu tahun, sehingga kita dapat memahami bahwa 390 hari ini melambangkan 390 tahun. Itu adalah tahun saat Yehezkiel sebagai imam perantara menanggungkan dosa kaum Israel. Kita memahami bahwa Yerusalem dihancurkan pada 586 SM, jadi 390 tahun sebelum hari itu seharusnya 976 SM, tahun ini tepat ketika Bait Suci Salomo didirikan dan kemuliaan TUHAN masuk ke tempat kudus. Nabi Yehezkiel berbaring miring ke kiri selama 390 hari, mewakili Allah sudah 390 tahun penuh menghadapi pemberontakan terus-menerus dari seluruh bangsa Israel sejak pendirian Bait Suci pertama. Allah telah untuk waktu yang lama menanggung dan bersabar terhadap dosa mereka, saat ini dosa mereka sudah penuh melimpah, dan harus dibuat sebuah akhir melalui penghancuran Yerusalem.

Tindakan kedua adalah berbaring miring ke kanan selama empat puluh hari (ayat 6), melambangkan 40 tahun menanggung dosa Yehuda. Ini mengingatkan kita pada 12 mata-mata yang disebutkan dalam kitab Bilangan, akhirnya hukuman Allah terhadap umat Israel adalah satu hari ganti 1 tahun, 40 hari memata-matai ganti mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun (Bil. 14:33-35). Empat puluh tahun juga berarti tahun dari satu generasi penuh, artinya orang Israel harus menunggu di padang gurun sampai satu generasi pertama mati seluruhnya, barulah generasi baru dapat memasuki Kanaan. Dengan cara yang sama, orang Israel telah ditawan di Babel selama 40 tahun. Setelah semua tawanan dari generasi ini meninggal dan bangkit generasi baru berikutnya, barulah mereka memiliki kesempatan untuk kembali ke Yerusalem. Oleh karena itu, berbaring di sisi kanan selama 40 hari melambangkan bahwa orang Israel tertawanan generasi pertama akan mati seluruhnya di Babel.

Renungkan:
Allah menggunakan drama profetik oleh Yehezkiel untuk menjelaskan kehendak Allah bagi Yerusalem, tetapi nabi Yehezkiel harus mewakili peran Allah dan menanggung dosa orang Israel atas nama Allah. Dia menggunakan hidupnya untuk memberi tahu orang-orang Israel di pengasingan tentang sejarah dosa dan pelanggaran umat Israel terhadap Allah, juga menubuatkan bagaimana Allah menghukum generasi pertama di pengasingan akan binasa di Babel. Dengan demikian, kehidupan seorang nabi adalah sebuah pesan, sebuah nubuat penghakiman dan tinjauan ulang terhadap dosa, membuat sebuah panggilan alternatif kepada zaman (generasi) pada saat itu, menunjukkan bahwa Allah pasti akan mengejar sampai tuntas, dan keadilan pasti akan dinyatakan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 3:22-27

「Membuka mulut dan bisu」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 3:22-27 [ITB])
22 Maka di sana kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia berfirman kepadaku: Bangunlah dan pergilah ke lembah, di sana Aku akan berbicara dengan engkau. 23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.
24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.
25 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu,
sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka.
26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu,
sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka,
sebab mereka adalah kaum pemberontak.
27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu
dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.
Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar;
dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan,
sebab mereka adalah kaum pemberontak.

Perikop ini merupakan bagian pertama yang terkait drama profetik (prophetic drama) dalam kitab Yehezkiel. Yang dimaksud dengan drama profetik adalah Tuhan memerintahkan nabi untuk menggunakan gerakan tubuh nonverbal sebagai ganti berbicara menyatakan kehendak Tuhan, adalah untuk menarik perhatian orang, sehingga ketika orang bertanya tentang makna di balik pertunjukan tersebut, mereka akan memahami firman Tuhan.

Ayat 22 pertama-tama menunjukkan kekuasaan TUHAN meliputi aku bahwa tangan TUHAN diletakkan di atas Yehezkiel (KJV, RCUV) dan di lembah dia melihat kemuliaan TUHAN berhenti di sana (ayat 23). Kemuliaan Tuhan adalah hadirat Tuhan. Ketika nabi Yehezkiel melihat Tuhan, dia sujud rebah dengan muka ke tanah dan menyembah (ayat 23). Tindakan sujud (rebah dengan muka ke tanah dan menyembah) ini sangat penting karena melambangkan penyerahan diri tunduk terhadap kuasa kedaulatan Tuhan, dan juga menunjukkan bahwa Yehezkiel mendedikasikan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan dan agar dipakai sesuai kehendak Allah. Pengakuan atas kedaulatan Allah ini menjadi prasyarat teologis yang penting dalam ayat selanjutnya.

Setelah itu Roh Allah memasuki Yehezkiel dan membuatnya berdiri (ayat 24), yang artinya napas kehidupan dan segala kekuatan nabi Yehezkiel berasal dari kekuasaan Tuhan. Kemudian Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk masuk ke rumah dan menutup pintu, dan menjelaskan bahwa kaum memberontak itu akan mengikat nabi Yehezkiel sehingga dia tidak bisa pergi ke antara mereka (ayat 25), ini menunjukkan bahwa pesan Yehezkiel dan dia sendiri tidak diterima orang, mungkin karena nabi dipanggil oleh Tuhan dan menjadi tidak lagi menyenangkan orang, nabi Yehezkiel harus menanggung perlakuan tidak baik akibat yang datang karena panggilan Allah itu.

Bagian terpenting dari perikop ini, yakni kapan Yehezkiel berbicara dan kapan ketika dia menjadi bisu, tidak ditentukan oleh dirinya sendiri, tetapi oleh Tuhan (ayat 26-27). Ayat 27 menunjukkan bahwa Allah yang membuat Yehezkiel membuka mulut dan di lain waktu yang membuat dia menjadi bisu (ayat 26), hal ini menunjukkan bahwa saat Yehezkiel berbicara adalah sepenuhnya diatur dan ditentukan oleh Tuhan, sehingga ia membuka mulutnya pasti merupakan pesan dari Allah, memastikan bahwa perkataannya hanya mengungkapkan apa yang Allah katakan. Ternyata mulut Yehezkiel telah sepenuhnya dipersembahkan kepada Tuhan, dan mulutnya sepenuhnya dipercayakan ke dalam kedaulatan Tuhan. Hal ini memungkinkan pembaca untuk memahami mengapa Yehezkiel sujud (rebah dengan muka ke tanah dan menyembah) di depan kemuliaan TUHAN.

Renungkan:
Kita mungkin tidak perlu memperlakukan diri kita sendiri seperti Yehezkiel dengan setiap kata, tetapi dari pengalamannya kita dapat memahami bahwa perkataan kita harus sepenuhnya dipersembahkan. Saya pikir kata-kata yang diucapkan oleh seseorang mencerminkan apa yang orang itu pikirkan di dalam hatinya dan apa yang dia hargai dalam hidup. Karena apa yang keluar dari mulut mencerminkan kehidupan seseorang, berdoa kiranya kita semua memiliki dedikasi persembahan dengan sujud rebah dengan muka ke tanah dan menyembah, dan kita dapat mempersembahkan mulut dan kehidupan kita sendiri agar memiliki kemampuan untuk menyaksikan kebenaran Tuhan. Apakah Anda bersedia?

(Kiranya kita bukan sekadar sujud, menyembah secara lahiriah, menjadi kesombongan rohaniah, namun sujud dalam tindakan nyata dalam kehidupan kita.)


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.