
「Hanya boleh mengeluh, jangan bersuara」
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeh. 24:15-24 [ITB])
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 「Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. 17 Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.」
18 Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. 19 Maka bangsa itu berkata kepadaku: 「Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?」
20 Lalu kujawab mereka: 「Firman TUHAN sudah datang kepadaku: 21 Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: 『Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. 22 Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, 23 kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. 24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.』」
Yehezkiel 24 merupakan pasal terakhir dari paragraf besar Yehezkiel 12 – 24. Di mana Yeh. 12:1-16 mencatat 「drama kenabian (prophetic drama)」 yang pertama, dan Yeh. 24:15-27 mencatat 「drama kenabian」 terakhir, sebagai awal dan akhir yang saling berkorespondensi dalam Yehezkiel 12 sampai 24. Kedua 「drama kenabian」 melibatkan kata 「lambang / tanda」 (môfēt, sign) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), yaitu, Yehezkiel menggunakan gerakan tubuh nonverbal untuk menyampaikan 「lambang / tanda」 simbolis atas hal yang akan terjadi kepada orang Israel, ketika orang melihat 「lambang / tanda」 ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu pasti akan terjadi dalam waktu dekat, dan hal-hal ini adalah penghakiman dari Allah. Yeh. 24:16-27 dapat dibagi menjadi dua paragraf, paragraf pertama adalah ayat 16-24, terlihat dari uraian ayat 21 「Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku」 yang menunjukkan bahwa paragraf ini seharusnya mengacu pada penghancuran Bait Allah, dan paragraf kedua adalah ayat 25-27, dapat dilihat dari uraian ayat 25 「Aku mengambil dari mereka benteng mereka」, paragraf ini seharusnya merujuk pada kehancuran Yerusalem, sehingga kita dapat merenungkan kedua paragraf ini dalam dua hari. Dan hari ini kita akan konsentrasi merenungkan ayat 16-24.
Di awal ayat 16 disebutkan bahwa Allah ingin 「Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai」, dari ayat 18, kita tahu bahwa ini adalah istri Yehezkiel. Karena ini adalah 「lambang / tanda」 yang ditunjukkan dalam bentuk 「drama kenabian」, maka kematian mendadak istri Yehezkiel adalah pusat dari pesan yang ingin diungkapkan melalui peristiwa ini, bahwa Bait Suci yang dicintai oleh orang Israel akan dihancurkan dalam semalam, seperti halnya istri Yehezkiel meninggal dalam semalam. Ungkapan 「yang sangat kaucintai מַחמָד machmad」 juga dipakai dalam Kitab Yesaya dan Ratapan untuk menggambarkan Bait Suci (Yes. 64:11 「Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan」; Ratapan 1:10 「Musuh telah merentangkan tangannya atas segala kesenangan yang diingininya; sungguh ia telah melihat bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya …」 IMB), menunjukkan bahwa Bait Suci adalah yang sangat dicintai oleh orang Israel, tetapi ini tidak berarti mereka mencintai dan hormat takut akan Allah, tetapi mereka menggunakan Bait Suci untuk membenarkan kejahatan mereka dan menyembunyikan kejahatan di belakang mereka dengan penampilan agama, jadi mereka sangat menyukai Bait Suci ini. Namun, Allah akan menghancurkan Bait ini dalam semalam, sama seperti istri Yehezkiel meninggal dalam semalam.
Allah memerintahkan Yehezkiel untuk tidak menangisi kematian istrinya, 「diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian」 tidak boleh mengeluarkan suara (ayat 17), situasi tidak mengadakan perkabungan seperti ini sulit dipahami oleh orang lain, sehingga menyebabkan orang bertanya kepada Yehezkiel ( ayat 19). Karena kesempatan ini, Yehezkiel sekali lagi mengucapkan nubuat, menunjukkan bahwa Bait itu 「kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu」 (ayat 21), di mana 「kekuasaanmu yang kaubanggakan」 dapat diterjemahkan sebagai 「bantuan yang kaubanggakan」 berarti bahwa Bait telah menjadi kebanggaan membantu mereka melakukan dosa kejahatan. Bait itu sendiri didirikan untuk menyembah Allah, tetapi Bait itu telah diubah menjadi sarang pencuri oleh orang-orang ini, dan bahkan tempat untuk membantu mereka melakukan kejahatan! Ketika Bait ini dihancurkan, orang-orang tidak akan berduka, 「kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain,」 mengeluh dengan menghela napas seperti itu hanyalah emosi yang dangkal di kulit luar saja dan tidak sepenuhnya mencerminkan kesedihan hati mereka, mengeluh seperti itu merupakan ketidakberdayaan eksternal dan internal diri yang tidak bersesuaian, sangat berbeda dengan rasa sakit di hati. Yehezkiel tidak mengungkapkan kesedihannya atas kematian istrinya, sama seperti orang Israel tidak dapat mengungkapkan rasa sakit yang tak terkatakan di hati mereka ketika mereka ditawan, jadi hanya bisa mengeluh dengan menghela napas.
Renungkan:
Apakah kita akan menuruti kesenangan dosa sehingga kita menjadi 「yang sangat dicintai」 dan 「kekuasaan yang dibanggakan」? Apakah kita akan menggunakan Bait Suci Allah untuk menjadi sarang untuk memuaskan dosa-dosa kita? Jadi bagaimana helaan napas mengeluh para tawanan berfungsi sebagai pengingat bagi kita?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
