Tag Archives: Sodom Gomora

Yehezkiel 16:44-52

Begitu ibu, begitu anak!

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 16:44-52 [ITB])
44 Lihat, setiap penyair akan mengatakan sindiran ini mengenai engkau: Begitu ibu, begitu anak!
45 Anak ibumu engkau,
………yang jijik melihat suaminya dan anak-anaknya lelaki,
dan adik kakak-kakakmu perempuan engkau,
………yang jijik melihat suami-suami mereka dan anak-anak mereka lelaki.
Ibumu adalah orang Heti
………dan ayahmu adalah orang Amori.
46 Kakakmu yang tertua ialah Samaria,
………yang beserta anak-anaknya perempuan diam di sebelah utaramu,
dan kakakmu yang termuda ialah Sodom,
………yang beserta anak-anaknya perempuan diam di sebelah selatanmu.
47 Bukankah engkau hidup menurut perbuatan mereka dan engkau lakukan seperti perbuatan-perbuatan mereka yang keji; sebentar lagi saja engkau berbuat lebih jahat dari mereka dalam seluruh hidupmu.
48 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguh-sungguhnya Sodom, kakakmu yang termuda beserta anak-anaknya perempuan tidak berbuat seperti engkau lakukan beserta anak-anakmu perempuan. 49 Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin. 50 Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu.
51 Dan Samaria tidak membuat setengahpun dari dosa-dosamu, bahkan engkau melakukan lebih banyak kekejian dari mereka berdua, sehingga dengan segala kekejian-kekejianmu yang engkau lakukan, engkau membuat kakak-kakakmu perempuan kelihatan benar.
52 Tanggunglah nodamu, hai engkau, yang mengakibatkan hukuman lebih ringan kepada kakak-kakakmu perempuan; dengan dosa-dosamu yang lebih keji dari mereka, mereka lebih benar dari padamu.
Biarlah engkau merasa malu dan tanggunglah nodamu, oleh karena engkau membuat kakak-kakakmu perempuan kelihatan benar.

Paragraf ini Yeh. 16:44-52 dalam teks aslinya dimulai dengan Lihat, dan memakai cara sindiran untuk berbicara (ayat 44), ada pepatah pada saat itu Begitu ibu, begitu anak!, Yehezkiel memakainya untuk menjelaskan kejahatan Yerusalem.

Pertama-tama, kitab suci menyatakan bahwa ibu Yerusalem adalah orang Heti (ayat 45), dan dia memiliki dua saudara perempuan, kakak perempuannya adalah Samaria, dan Sodom (ayat 46). Mengapa ada hubungan yang aneh ini? Dipercaya bahwa Yehezkiel berbicara tentang Yerusalem sebelum ditempati oleh orang Israel, pada saat itu, Yerusalem adalah Yebus, dan Sodom juga merupakan kota penting di Kanaan, maka keduanya disebutkan sebagai kakak adik; dan orang Heti dahulunya juga merupakan penduduk utama dari tanah Kanaan, maka Yehezkiel menggunakan metafora ini adalah agar orang Israel mendengar hubungan antara kota-kota Kanaan ini, disindir bahwa tingkat moral Yerusalem yang diduduki orang Israel saat ini sama seperti Yebus dahulu , bahkan lebih buruk daripada saudara perempuannya Samaria dan Sodom. Dengan cara ini, Yehezkiel menggunakan pepatah populer Begitu ibu, begitu anak! untuk menegur bahwa hakikat Yerusalem ini adalah noda kecemaran Kanaan.

Namun, ketika Yehezkiel memberitakan perkataan ilahi ini, Samaria telah dihancurkan, dan Sodom telah ditiadakan oleh Allah karena dosa-dosanya. Mereka semua menerima pembalasan yang sepatutnya. Yerusalem yang sekarang masih ada, mungkin berpikir bahwa dirinya diberkati, terutama memiliki cinta kasih dan pemeliharaan TUHAN, siapa tahu Yehezkiel justru mengejutkan orang dengan mengatakan: dosa Yerusalem lebih besar daripada dosa Samaria dan Sodom. Kitab Suci menunjukkan bahwa dosa Sodom belum sampai taraf seperti Yerusalem (ayat 48), Samaria tidak melakukan setengah dari dosa Yerusalem (ayat 51), pada saat itu orang Israel percaya bahwa Samaria dan Sodom adalah kota dosa, tetapi tidak berpikir kejahatan diri mereka lebih bahkan lebih buruk. Yehezkiel menggunakan metafora ini untuk menggambarkan tingkat kejahatan Yerusalem, agar orang-orang memahami bahwa Yerusalem akan hancur seperti Samaria dan Sodom.

Renungkan:
Yerusalem tidak tahu hakikat asalinya, dan masih menilai diri sendiri baik. Yehezkiel ingin menggunakan ungkapan Begitu ibu, begitu anak! untuk menjelaskan sifat berdosanya, dan juga menggunakan perbandingan Sodom dan Samaria untuk menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di Yerusalem telah mencapai titik ekstrem. Berapa banyak yang kita ketahui tentang diri kita? Apakah saya sering berpikir bahwa saya lebih baik dari orang lain? Marilah kita melihat hakikat asali diri kita dan bertobat lebih awal.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 2:4-15

「Meninggikan Diri akan Direndahkan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 2:4-15 [ITB])
4 Sebab Gaza akan ditinggalkan orang dan Askelon akan menjadi sunyi; Asdod akan dihalau penduduknya pada rembang tengah hari dan Ekron akan dibongkar-bangkirkan. 5 Celakalah kamu penduduk Daerah Tepi Laut, kamu bangsa Kreti! Terhadap kamulah firman TUHAN ini: Hai Kanaan, tanah orang Filistin! Aku akan membinasakan engkau, sehingga tidak ada lagi pendudukmu. 6 Daerah Tepi Laut akan menjadi tempat kediaman bagi gembala-gembala dan kandang berpagar bagi kambing domba. 7 Daerah Pinggir Laut akan menjadi kepunyaan sisa-sisa kaum Yehuda. Mereka akan merumput di sana dan berbaring di rumah-rumah Askelon pada malam hari; sebab TUHAN, Allah mereka, akan memperhatikan mereka dan akan memulihkan keadaan mereka.

8 Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. 9 Sebab itu, demi Aku yang hidup–demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel–maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan. 10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.

12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku.

13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain! Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

… menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi …

Dalam perikop ini, nabi Zefanya menunjukkan bahwa bangsa-bangsa di sekitarnya juga akan menghadapi penghukuman karena dosa-dosa mereka. Perkembangan ini menggemakan berita yang telah Zefanya sampaikan di ayat 1:2-3, menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman atas seluruh bumi. Poin ini juga akan diulangi lagi di ayat 3:6-8, sehingga hukuman atas Yehuda harus didasarkan pada latar belakang penghakiman Allah atas di seluruh bumi. Negara-negara yang tercantum di sini mungkin mencerminkan negara-negara di daerah Timur Dekat pada akhir abad 7 SM, mereka semua akan dikalahkan oleh Babel satu per satu setelah kebangkitan Babel.

Yang pertama dalam daftar penghakiman adalah negara-kota dan suku bangsa di daerah pesisir. Ayat 2:4 Dengan cara pengucapan yang berirama, mengumumkan penghakiman atas empat kota di pesisir dari selatan ke utara, penghakiman yang akan dihadapi setiap kota dalam pengucapannya mirip dengan nama kota. Jadi fokusnya mungkin bukan pada apa yang akan terjadi pada empat kota ini, tetapi hendak menunjukkan bahwa mereka akan mengalami penghakiman yang sebagaimana yang seharusnya mereka terima. Kota-kota pesisir ini pada awalnya padat penduduk dan kaya akan kegiatan perdagangan, pada masa itu mereka termasuk tempat yang punya kekuasaan kuat, tetapi di bawah penghakiman mereka menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Dalam 2:7, nabi Zefanya secara khusus menyebutkan sisa-sisa Yehuda dan bahwa TUHAN akan membawa mereka kembali dari pembuangan, sehingga dalam hukuman yang menyeluruh atas muka bumi ini mereka masih tetap memiliki harapan.

Dalam 2:8-11, nabi Zefanya berpindah fokus dari kota-kota pesisir barat beralih kepada Moab dan Amon di timur. Menurut kitab Kejadian, orang Moab dan Amon merupakan keturunan Lot (keponakan Abraham), tetapi sepanjang sejarah mereka terus memusuhi Israel. Kitab Suci berulang kali menunjukkan kesombongan mereka, menghina umat milik TUHAN Allah semesta alam, dan memamerkan kebanggaan mereka. Penghakiman TUHAN atas mereka adalah bahwa tanah mereka dihancurkan sepenuhnya seperti Sodom dan Gomora, menjadi hanya padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (KBBI: Jeruju adalah tumbuhan semak yang batang dan daunnya berduri-duri melengkung dan tajam). Ayat 2:9 menyebutkan sisa-sisa umat-Ku dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku, sekali lagi kepada pembaca menunjukkan adanya pengharapan dalam penghakiman.

Ayat 2:12-15, nabi Zefanya bergerak dari negara-negara di dekat Yehuda di timur dan barat Yehuda beralih ke utara dan selatan yang agak jauh. Terhadap Cush di selatan, hanya ada pernyataan sederhana, tetapi terhadap Asyur di utara, terdapat deskripsi yang lebih rinci. Khususnya dalam ayat 15 yang menuliskan sikap di dalam hati mereka: Hanya ada aku dan tidak ada yang lain selain aku! jelas mencerminkan peninggian diri mereka. Asyur adalah negara terbesar di daerah Timur Dekat di masa akhir abad 8 hingga akhir abad 7 SM, dan semua bangsa dan kerajaan berada di bawah kuasa pengaruhnya. Yehuda tidak lepas dari kendali kekuasaan Asyur sampai zaman Yosia. Mereka memiliki kekuatan militer yang kuat, dan ibukota Niniwe memiliki pertahanan yang sangat baik, tetapi dalam penghakiman TUHAN, mereka masih tidak dapat melepaskan diri dari kehancuran.

Renungkan:
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa banyak negara yang berpikir mereka kuat dan memiliki kekuatan perdagangan, politik, dan militer yang sangat kuat, tetapi semua telah dihapuskan dalam penghakiman TUHAN dan menjadi objek tertawaan saja. Yesus Kristus pernah berkata, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11), semoga kita semua dapat belajar menjadi rendah hati dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 5:1-19

「Dosa Yerusalem dan TUHAN Meninggalkan Israel」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 5:1-19 [ITB])
1 Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu. 2 Sekalipun mereka berkata: Demi TUHAN yang hidup, namun mereka bersumpah palsu. 3 Ya TUHAN, tidakkah mata-Mu terarah kepada kebenaran? Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu, dan mereka tidak mau bertobat. 4 Lalu aku berpikir: Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka. 5 Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar, dan berbicara kepada mereka, sebab merekalah yang mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka. Tetapi merekapun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat. 6 Sebab itu singa dari hutan akan memukul mati mereka, dan serigala dari padang yang kersang akan merusakkan mereka. Macan tutul akan mengintai di pinggir kota-kota mereka, setiap orang yang ke luar akan diterkam. Sebab pelanggaran mereka amat banyak, dan kesesatannya besar sekali. 7 Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau? Anak-anakmu telah meninggalkan Aku, dan bersumpah demi yang bukan allah. Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan. 8 Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya. 9 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? 10 Naiklah ke kebun anggurnya yang bertangga-tangga, rusakkanlah, tetapi jangan membuatnya habis lenyap. Buanglah carang-carang pokok anggurnya, sebab semuanya itu bukan kepunyaan TUHAN! 11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN. 12 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: 『Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami. 13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka.』 14 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam: Oleh karena mereka berkata seperti itu, maka beginilah akan terjadi kepada mereka: Sesungguhnya Aku akan membuat perkataan-perkataan-Ku menjadi api di dalam mulutmu, dan bangsa ini menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka. 15 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan suatu bangsa dari jauh menyerang kamu, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN, suatu bangsa yang kokoh kuat, suatu bangsa dari dahulu kala, suatu bangsa yang tidak engkau kenal bahasanya, dan yang tidak engkau mengerti apa yang dikatakannya. 16 Tabung panahnya seperti kubur yang ternganga, mereka semuanya adalah pahlawan-pahlawan. 17 Mereka akan memakan habis hasil tuaianmu dan makananmu, akan memakan habis anak-anakmu lelaki dan perempuan, akan memakan habis kambing dombamu dan lembu sapimu, akan memakan habis pohon anggurmu dan pohon aramu, akan menghancurkan dengan pedang kota-kotamu yang berkubu, yang kauandalkan. 18 Tetapi pada waktu itupun juga, demikianlah firman TUHAN, Aku tidak akan membuat kamu habis lenyap. 19 Dan apabila kamu nanti bertanya-tanya: 『Untuk apakah TUHAN, Allah kita, melakukan segala hal ini atas kita?』, maka engkau akan menjawab mereka: 『Seperti kamu meninggalkan Aku dan memperhambakan diri kepada allah asing di negerimu, demikianlah kamu akan memperhambakan diri kepada orang-orang asing di suatu negeri yang bukan negerimu.』

Nabi Yeremia dalam pasal lima yang kita baca hari ini, melanjutkan menunjukkan hardikkan atas fakta orang Israel memberontak terhadap Tuhan. Pasal ini juga secara khusus menyebutkan bahwa Tuhan memiliki tuntutan yang lebih tinggi kepada umat-Nya, bahwa mereka harus bersaksi bagi Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa, dan dalam hidup menjalankan kehendak Tuhan.

Yer. 5:1-11 adalah dialog antara Tuhan dan Yeremia, Allah menghendaki nabi Yeremia pergi ke kota Yerusalem untuk menemukan orang-orang benar, jika bisa ditemukan maka Tuhan akan mengampuni kota tersebut. Ayat 1 「Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu.」

Frasa penduduk Jerusalem adalah merujuk kepada rakyat kerajaan Yehuda, termasuk para pemimpin politik negara dan agama. Pasal ini dimulai dengan pencarian yang membawa harapan, tujuan yang adalah mencari 「orang yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran (atau kejujuran dalam CUVT dan NET)」, dan itu adalah permintaan Tuhan bagi umat-Nya. 「Melakukan keadilan」 berarti kebenaran, keadilan, dan tidak berbuat hal yang mencelakakan atau melukai orang-orang yang tidak bersalah, karena Tuhan adalah Allah yang benar dan adil. 「Mencari kebenaran (kejujuran)」 adalah kesetiaan kepada Tuhan.

Tindakan mencari orang benar yang demikian, juga terjadi dalam Kej. 18:20-32. Pada waktu itu, Allah hendak menghakimi dosa-dosa Sodom Gomora, Abraham telah meminta pengampunan bagi kota tersebut, dan Tuhan tidak akan menghukum kota itu, dengan syarat bahwa harus ada 10 orang benar di Sodom — tapi di sini Tuhan menuntut Yerusalem hanya 1 orang benar saja. Sangat disayangkan bahwa hasil dari pencarian tersebut sangat mengecewakan, Yeremia telah berupaya keras mencari di seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang-orang miskin atau mulia, hasilnya adalah tidak dapat menemukan satu orang benar! Dalam ayat 7 Tuhan bertanya dengan sindiran 「Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau?」

Dibandingkan dengan Sodom, Yerusalem tidak dituduh dengan dosa keburukan apa, tetapi adalah tidak hidup memenuhi tuntutan Tuhan pada umat-Nya, bahkan seperti kuda yang penuh hawa nafsu mengejar nafsu dan keburukan jahat, meniru bangsa-bangsa asing lain. (Yer. 5:7-9).

Ayat 12-19 membuat kita melihat bahwa orang-orang Israel hanya mendengarkan pesan berita dari nabi palsu, yaitu kata-kata yang mereka ingin dengar, dan menulikan telinga atas peringatan dari nabi sejati, dan hasilnya adalah nasihat tidak membawakan efek, Tuhan membiarkan mereka ditawan ke negeri asing dan menjadi hamba bangsa lain. (Menjadi budak bangsa asing akibat tidak mau menjadi hamba Allah, yakni tidak mau hidup sesuai kehendak Allah.)

Ayat 12-1312 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: 『Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami. 13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka.』」 Dua ayat ini membuat kita melihat orang Israel tidak hanya menolak peringatan yang disampaikan Yeremia, terlebih lagi menggunakan kebohongan untuk menipu diri sendiri, benar-benar menyedihkan. Hasilnya adalah makin membuat Tuhan lebih marah, ayat 14  「「Oleh karena mereka berkata seperti itu, maka beginilah akan terjadi kepada mereka: 『Sesungguhnya Aku akan membuat perkataan-perkataan-Ku menjadi api di dalam mulutmu, dan bangsa ini menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka.』」 Nasib orang Israel di tawan dan negaranya dihancurkan sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah.

Ayat 19 「Dan apabila kamu nanti bertanya-tanya: 『Untuk apakah TUHAN, Allah kita, melakukan segala hal ini atas kita?』, maka engkau akan menjawab mereka: 『Seperti kamu meninggalkan Aku dan memperhambakan diri kepada allah asing di negerimu, demikianlah kamu akan memperhambakan diri kepada orang-orang asing di suatu negeri yang bukan negerimu.』」 Nilai berharga dari penghukuman atas kesalahan Israel adalah untuk memberikan peringatan kepada orang di masa depan, bahan pengajaran teladan yang terbalik, dan untuk mendidik generasi berikutnya.

Renungkan:

1. Banyak dari kita hari ini hidup dalam dosa dan ketidakadilan, seperti Sodom. Apakah Anda akan seperti Abraham, memohon perdamaian dan pengampunan Tuhan bagi kota-kota dan tempat-tempat di mana Anda tinggal?

2. Penyebab langsung kehancuran kota Sodom dan hukuman atas Yehuda adalah bahwa tidak ada orang benar atau tidak ada jumlah yang cukup. Apakah Anda bersedia membangun orang benar di tempat di mana Anda tinggal, orang yang 「yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran?」 (Mengajarkan kepada anak kita, demikian juga menjadi contoh bagi sekitar kita.)

3. Apakah Anda bersedia untuk mengambil sejarah kegagalan orang Israel sebagai panduan dan contoh untuk mengingatkan orang-orang yang hidup di dalam dosa? (Juga termasuk diri kita sendiri.)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yudas 5-10

「Tiga Contoh Ketidak-salehan」

Ada hal yang harus kita ingat saat memeriksa kesalahan orang lain.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 5-10 [ITB])
5Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
6Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
7sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
8Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
9Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” 10Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.

Di ayat 3-4 Yudas menasehati orang percaya yang dikasihi hendaknya bangkit, demi 「kebenaran segenap hati berjuang untuk mempertahankan iman」, untuk mematahkan kesalahan penyelusup yang mencuri masuk. Dalam ayat 5-16, penulis surat menunjukkan kesalahan 「orang tertentu」 dengan cara tiga putaran, tiga kali menunjukkan ketidak-salehan kehidupan mereka. Kita dalam tiga hari ini akan memahami dengan jelas kesalahan mereka. Dalam setiap bagian, Yudas selalu terlebih dahulu mengaplikasikan Perjanjian Lama atau tradisi Yahudi pada diri 「orang tertentu」, kemudian membuat penjelasan.

Ayat 5 adalah cuplikan pertama dari Perjanjian Lama, yang dikenal baik oleh orang Yahudi. TUHAN menyelamatkan umat keluar dari dalam perbudakan, namun umat 「yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku」 (Bil. 14:22). Segera berikutnya Yudas dalam ayat 6 memakai karya sastra yang beredar dalam masyarakat orang Yahudi di zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian baru (masa selama ~ 400 tahun), karena malaikat tidak menjaga batas bagiannya dan menerima hukuman. Ayat 7 adalah contoh ketiga, perbuatan jahat Sodoma dan Gomora yang besar, bahkan Abraham demi mereka memohon kepada TUHAN, sayang sekali di dalam kota sepuluh orang benar saja tidak dapat ditemukan, pada akhirnya mereka akan menerima penghakiman (lihat Kej. 18-19). Sebenarnya apa titik kesamaan dari tiga contoh yang disebutkan ini? Yudas menunjukkan, mereka di satu sisi tidak bersedia menaati Allah, di sisi lain tidak menjaga batas bagian yang diberikan Allah kepada mereka.

Yudas memakai contoh Perjanjian Lama, adalah untuk menunjukkan bahwa 「orang tertentu」 juga melakukan kesalahan yang sama, lebih lagi di ayat 8-10 memberikan penjelasan. Di ayat 8 Yudas menunjukkan bahwa 「orang tertentu」ini 「orang yang bermimpi」 dan 「penghujat」 , seperti tiga contoh Perjanjian Lama semuanya melakukan pelanggaran dosa yang sama, yakni 「mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga」 (ayat 8).

Penulis surat dalam ayat 9 memakai sebuah cuplikan lain, yakni kepala malaikat Mikhael dan iblis bertengkar mengenai mayat Musa. Dalam pertengkaran ini, respon Mikhael penghulu malaikat berharga bagi introspeksi diri. Terlebih dahulu, Mikhael sadar batas kekuasaan diri sendiri, tidak berani mengeluarkan kata teguran kepada iblis, bukan karena iblis tidak ada perihal yang dapat ditegur, tetapi Mikhael tidak memiliki hak dan kedudukan menghakimi. Kedua, Mikhael mengakui bahwa sesungguhnya hak itu ada pada Allah, karena itu ia hanya berkata : 「Kiranya Tuhan menghardik engkau!」 yakni seperti perkataan dalam Kitab Zakharia: 「Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: 『TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!… 』」 (Za. 3:2).

Yudas memakai Perjanjian Lama, adalah memakai pikiran seperti dalam 1 Kor. 10:12siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!」 Ini adalah harapan Yudas, yakni saat orang percaya berjuang demi kebenaran, memeriksa dengan teliti kesalahan 「orang tertentu」, juga harus mengetahui batas bagian dari diri sendiri, mengakui kedaulatan kuasa absolut Tuhan. Dalam menghadapi kesalahan 「orang tertentu」, mengetahui penghakiman adalah milik Allah.

Renungkan: (1) Kita sering berkata memakai sejarah sebagai cermin, apa yang diingatkan kepada engkau oleh teks yang direnungkan hari ini? (2) Pikirkan identitas diri sendiri berharga di hadapan Allah, tunduk kepada kedaulatan kuasa Allah, dan bersyukurlah kepada Allah.

Kejadian 19:3-5

「Lot dan mailakat」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 19:3-5 [ITB])
3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.
4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 5 Mereka berseru kepada Lot: Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.

semua orang-orang lelaki kota Sodom dari yang muda sampai yang tua, datang mengepung rumah itu

Kejadian 19 mencatat bahwa dua malaikat datang ke Sodom setelah mereka meninggalkan Abraham, dan Lot menyambut mereka di rumahnya dengan keramahan yang hangat. Tanpa diduga, semua pria di kota, tua dan muda, datang mengelilingi rumahnya dan meminta Lot untuk menyerahkan mereka, Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka. Para peneliti Alkitab meyakini bahwa perbuatan pria dengan pria semacam ini adalah kejahatan keji yang disebut sodomi, yang harus dikutuk dan dilarang.

Kata kuncinya adalah penjelasan dari kata kerja Ibrani yāda‘ di ayat 5. Kata ini muncul sekitar 943 kali dalam Perjanjian Lama dan sebagian besar diterjemahkan sebagai mengetahui, mengenal. Tetapi yāda‘ juga digunakan dalam Alkitab untuk merujuk pada hubungan pria dan wanita. Pertama kali muncul dalam kitab Kejadian, Adam dan istrinya Hawa bersetubuh (Kej. 4:1). Dalam ayat 19:5 orang-orang Sodom meminta Lot untuk menyerahkan dua orang tamunya, kami hendak yāda‘ terhadap mereka. Meskipun eksegesis para pendukung homoseksual menggunakan mengetahui, mengenal untuk memperindah niat orang-orang Sodom, namun tidak sesuai teks berikutnya, Lot kemudian menawarkan kedua putrinya kepada mereka untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan, dan menjelaskan bahwa kedua putrinya yang belum pernah dijamah laki-laki. Terjemahan literal dari teks aslinya ‘ǎšer lō ‘yād’û’îš berarti tidak pernah bersetubuh dengan pria, jelas sekali, Lot memahami bahwa apa yang hendak dilakukan orang-orang Sodom terhadap kedua orang ini adalah penyerangan homoseksual pria terhadap pria, yang sifat traumanya lebih jahat daripada serangan seksual lawan jenis. Penulis renungan telah berbicara dengan beberapa konselor psikologis, dalam pengalaman konseling mereka, trauma psikologis dari serangan sesama jenis sering kali lebih besar daripada serangan heteroseksual.

Kejahatan di kota Sodom tentu saja tidak terbatas pada sesama jenis kelamin. Kejadian 18:20 dan 19:13 keduanya menyebutkan bahwa kejahatan Sodom dan Gomora sangat serius, dan banyak jerit keluh kesah orang terdengar oleh Allah, dan penganiayaan terhadap pendatang hanyalah salah satu. Tetapi orang-orang di kota yang terbiasa dengan perilaku seksual sesama jenis kelamin jelas merupakan yang paling jahat di antara mereka. Bahkan Lot mengetahuinya ketika dia mendengarnya, dan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah mereka, janganlah kiranya berbuat jahat (Kejadian 19:7).

Renungkan:
Orang benar dalam kesendirian, Lot bukanlah kasus khusus. Di Sodom yang penuh dosa dan penindasan, suara Lot sangat lemah dan pengaruhnya sangat terbatas. Namun, sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa (2 Petrus 2:8), dan dia mencoba yang terbaik untuk melindungi kedua malaikat itu dari bahaya, dan akhirnya dia sendiri diselamatkan.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.