Tag Archives: Reversal Motif

Bilangan 26:10-11, 60-62

「Memilih dan diputarbalikkan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 26:10-11, 60-62 [ITB])
10 tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan. 11 Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati.
60 Pada Harun lahir Nadab dan Abihu, Eleazar dan Itamar. 61 Tetapi Nadab dan Abihu mati, ketika mereka mempersembahkan persembahan api yang asing ke hadapan TUHAN. 62 Dan orang-orang yang dicatat dari mereka berjumlah dua puluh tiga ribu orang, semuanya laki-laki, yang berumur satu bulan ke atas, sebab mereka tidak dicatat bersama-sama dengan orang Israel, karena mereka tidak diberikan milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.

Akhir bukanlah sesuatu yang sudah ditentukan, terpenting Pinehas suku Lewi telah memilih jalan dan berdiri di pihak Allah, membenci dosa

Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati, kalimat ini memiliki makna membuka sebuah zaman generasi yang baru. Di Israel kuno, dibutuhkan keberanian yang besar untuk melawan kehendak orang tua, namun, dalam pemberontakan kelompok Korah melawan Musa dan Harun, anak-anak Korah memilih untuk tidak satu nada dengan ayah mereka, dan oleh karena itu mereka tidak binasa bersama dengan kelompok Korah. Ketika Musa menjelaskan hukum Taurat, dia menekankan: Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri (Ul. 24:16)

Demikian pula, Harun dan dua putranya yang lain, Eleazar dan Itamar, tidak terlibat atas dosa kedua putranya Nadab dan Abihu, tidak dihukum karena dosa saudara mereka. Keturunan Harun terus melayani sebagai imam, sedangkan keturunan Korah melayani dalam musik, memimpin orang-orang untuk menyembah Tuhan (1 Taw. 6:37).

Secara historis, pada beberapa saat kritis suku Lewi telah memilih jalan yang berbeda dan berdiri di pihak Allah. Seperti insiden anak lembu emas, semua orang Lewi menanggapi seruan Musa dan bersama-sama Allah menghadapi dosa (Keluaran 32:26). Dalam insiden Baal-Peor, Pinehas melangkah maju dan menikam Zimri, pemimpin salah satu puak orang Simeon (puak: kelompok orang, KBBI), yang memimpin kejahatan tersebut (Bil. 25:7).

Yakub mengungkapkan kemarahan dalam ucapan berkat di akhir hidupnya, Simeon dan Lewi tidak diizinkan untuk mendapatkan bagian tanah pusaka seperti anak-anak lainnya, tetapi terserak di antara Israel (Kej. 49:7). Nubuat sang ayah ini membawakan sejarah yang terbuka (tidak ditentukan akhirnya), pilihan dari dua bersaudara ini menyebabkan perkembangan yang sangat berbeda dari nubuat ini. Suku Simeon berangsur-angsur menghilang dari panggung sejarah. Ketika Musa memberkati kedua belas suku, hanya Simeon yang tidak ada (Ulangan 33). Ketika Yosua membagikan tanah itu, suku Simeon hanya bisa mendapatkan beberapa kota dari tanah pusaka suku Yehuda (Yosua 19:9), dan kemudian mereka terlebih lagi sepenuhnya terserap dalam suku Yehuda. Meskipun suku Lewi juga tidak mendapat bagian tanah warisan mereka, mereka mengabdi kepada Allah sebagai pengganti anak laki-laki sulung dari berbagai suku Israel, melayani Allah itu sendiri menjadi milik pusaka mereka yang paling diberkati.

Renungkan:
Kesalahan dosa satu kali bukanlah isolasi pengasingan kekal, nubuat leluhur bukanlah akhir yang ditakdirkan, tetapi opsi pilihan terbuka. Orang dapat memilih untuk terus berbuat dosa dan menjauh dari Allah seperti suku Simeon, atau seperti suku Lewi, memilih untuk berdiri di pihak Allah pada saat-saat kritis, menganggap apa yang dibenci atau yang berkenan kepada Allah sebagai yang dibenci diri sendiri atau yang dicintai diri sendiri, dan akhirnya memenangkan pelayanan kepada Allah sebagai milik pusaka mereka dan berkat terbesar. Menghadapi momen kritis hari ini, pilihan apa yang harus Anda buat?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 4:21-22

「Berkat bagi Sion, kutuk bagi Edom」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:21-22 [ITB])
21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
22 Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan,
tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.

Ratapan Yeremia 4:21-22 adalah akhir dari keseluruhan pasal 4, tetapi tema dan gaya penulisan sama sekali berbeda dengan pasal sebelumnya, karena menggambarkan harapan Sion, ayat 21 menggambarkan bencana yang dialami orang Edom, dan ayat 22 menjelaskan tentang hukuman atas Sion akan berakhir dan tak akan lagi dibawa ke dalam penawanan.

Tema ayat 21 dan 22b adalah putusan penghakiman atas Edom, ayat 21 dimulai dengan puteri Edom, bermaksud untuk dikontraskan dengan puteri Sion, keduanya adalah menggunakan kata puteri adalah untuk menjelaskan kelemahan dan kerentanan, dahulu Sion seperti puteri yang lemah dan hancur, dan Edom juga akan menjadi lemah dan hancur seperti Sion. Mengapa Kitab Suci menyebutkan Edom? Ini karena meskipun Edom (nama lain dari Esau) adalah saudara Israel sendiri, ketika Sion dihancurkan, mereka dengan senang hati berkata: Runtuhkanlah, runtuhkanlah sampai ke dasarnya! (Mazmur 137:7, klik untuk membaca), Edom bukan hanya tidak membantu Israel, ia bahkan bersukacita ketika Yerusalem dihancurkan, sehingga orang-orang Israel mengharapkan Edom mendapat balasan. Sekarang, ayat 21 menunjukkan bahwa cawan pahit Sion akan beralih kepada Edom, dan Edom akan meminumnya sampai mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, ini konsisten dengan catatan lain dalam Perjanjian Lama (Setelah ia minum anggur itu, ia mabuk, dan melepaskan pakaiannya di dalam kemah Kej. 9:21, Terkutuklah orang yang memberi minum bercampur anggur kemarahan dan berang yang memabukkan, kepada sesamanya, untuk melihat ketelanjangannya Hab. 2:15), dan menunjukkan bahwa kutukan dan penghakiman akan datang kepada Edom.

Sebaliknya, ayat 22 menegaskan bahwa hukuman Sion akan berakhir, Tuhan akan menghentikan Sion dari penawanan. Artinya hukuman Sion pada akhirnya akan berakhir. Hal ini sesuai dengan ketetapan- ketetapan perjanjian. Jika Sion mau bertobat serta segenap hati dan tenaga kembali kepada TUHAN (Yahweh), maka TUHAN akan membawa para tawanan ini kembali ke Yerusalem (Ul. 30:1-6, klik untuk membaca). Ini adalah harapan perjanjian, meskipun Sion tidak tahu tanggal pasti datangnya hari ini, tetapi Sion dapat tahu dengan pasti bahwa hari ini akan datang. Akan tetapi, ayat 22b juga menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) pasti menghukum Edom, menyingkapkan dosa-dosanya, namun tidak menunjukkan bahwa hukuman mereka suatu hari akan berlalu, sehingga menyiratkan bahwa Edom tidak memiliki kesempatan untuk kembali dari pembuangan. Ini konsisten dengan pesan Maleakhi (Maleakhi 1:1-5).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
2 YAHWEH berfirman, 「Aku mengasihi kamu.
Tetapi kamu berkata: Dengan apakah Engkau mengasihi kami?
Bukankah Esau saudara Yakub? Namun Aku mengasihi Yakub, 3 dan membenci Esau, serta membuat pegunungannya menjadi tanah tandus dan tanah pusakanya menjadi padang gurun.
4 Ketika Edom berkata: Kami telah dipukul hancur, tetapi kami akan membangun kembali tempat-tempat yang runtuh.」 Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam, berfirman, 「Mereka akan membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya, dan mereka akan menyebutnya sebagai wilayah kejahatan, dan bangsa yang kepadanya YAHWEH murka untuk selama-lamanya.
5 Tetapi kamu akan melihat dan berkata: YAHWEH akan dimuliakan sampai di luar daerah Israel.

Renungkan:
Hari-hari kelam akan berlalu, dan hukuman atas dosa akan dihapus, karena TUHAN (Yahweh) adalah Allah yang setia, Dia akan memenuhi harapan dalam perjanjian, asalkan orang bersedia datang kepada TUHAN untuk mengakui dosa-dosanya, bertobat, pada akhirnya akan ada pembalikan kutukan. Namun, jika orang tidak bertobat, situasinya seperti Edom, dahulu dia mengolok-olok Israel, sekarang apa yang dia olok-olok akan menimpa dirinya. Apakah kita bersedia menjadi Sion yang bertobat atau Edom yang sombong dan tidak mau berubah?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:30-31

「Lebih dahulu dan kemudian」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:30-31 [ITB])
30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.」

Yohanes melanjutkan bersaksi kepada semua orang.

Menariknya, Yohanes belum secara resmi menyebut nama Yesus Kristus. Dia memperkenalkan Juruselamat dengan deskripsi yang panjang: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Di sini, Yohanes menggunakan tiga deskripsi tentang dahulu dan kemudian:
Kemudian dari padaku (ὀπίσω μου / opiso mou)
mendahului aku (ἔμπροσθέν μου / emprosthen mou)
sebelum aku (πρῶτός μου / protos mou)

Faktanya, dahulu dan kemudian adalah konsep relatif. Itu juga merupakan hubungan antara dua hal. Oleh karena itu, ketiga frasa ini juga menggambarkan hubungan antara Yesus dan Yohanes. Pertama-tama, frasa kemudian dari padaku sebenarnya sudah muncul sejak awal di ayat 27, Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Jelas bahwa kemudian dari padaku adalah hubungan antara saksi dan pihak yang disaksikan. Sebagai saksi Yesus, Yohanes Pembaptis berdiri mendahului di depan Yesus, ia ada pihak yang mempersiapkan dan pionir Injil. Dia berdiri mendahului di depan Yesus untuk memperkenalkan Kristus kepada orang-orang.

Namun, Yesus ada sebelum aku. Ini adalah urutan setelah menyampaikan kesaksian. Yohanes hanyalah suara (ayat 23). Tujuannya adalah membuat orang melihat Kristus. Dia harus memiliki Kristus berdiri di bagian depan (ia ada di belakang). Seperti yang Yohanes katakan kemudian: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30). Kristus harus berdiri di bagian depan, dan saya harus berdiri di belakang. Inilah tujuan bersaksi. Dengan cara ini, kita menemukan hubungan yang sangat menarik: sebagai saksi, setiap saksi harus terlebih dahulu berdiri di depan (mendahului), sehingga orang dapat melalui dia mengenal apa yang dia saksikan. Namun, dengan cara yang sama, sebagai seorang saksi, tujuan utamanya adalah mundur secara bertahap ke belakang dan membiarkan apa yang dia saksikan berdiri di depan semua orang.

Oleh karena itu, kesaksian adalah titik temu antara depan (sebelum, dahulu) dan belakang (sesudah, kemudian) yang tak terhitung jumlahnya. Kita sengaja berdiri di depan, tetapi pada akhirnya berdiri di belakang.

Ini adalah hukum yang tidak dapat dihindari dan hukum yang tidak dapat dibatalkan atau diubah. Alasannya adalah: Yesus Kristus telah ada sebelum aku (πρῶτός μου / protos mou). Dalam bahasa aslinya, kata πρῶτός protos memiliki makna pertama. Yesus Kristus adalah yang pertama, Dia adalah Firman Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (ayat 2-3) Oleh karena itu, Yesus Kristus ada di tempat pertama. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, Dia adalah yang Sulung, Dia adalah Tuhan atas dunia. Dia adalah Allah! Oleh karena itu, Yesus Kristus memang sudah mendahului Yohanes, Dia mengenal Yohanes, tetapi Yohanes mula-mula tidak mengenal Dia.

Oleh karena itu, kita tidak sedang menyaksikan objek yang disaksikan, tetapi yang disebut objek yang disaksikan. Dia senantiasa sudah, dari awal kekal, dan akan selalu menjadi Tuan atas dunia! Dia adalah terang kebenaran! Dia menerangi dunia!

Renungkan:
Saudara dan saudari, jangan lupa, ketika Anda memberitakan Kristus, kemuliaan Kristus yang bersinar di atas diri-Nya sendiri. Ketika Anda mengingat kebenaran ini, Anda akan tahu bagaimana tanpa rasa takut sebelumnya / terlebih dahulu berdiri di depan (mendahului), dan rela sesudahnya / kemudian berdiri di belakang.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:39-45

「Naik dan diturunkan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:39-45 [ITB])
39 Setelah Musa menyampaikan perkataan ini kepada semua orang Israel, maka berkabunglah bangsa itu dengan sangat. 40 Dan keesokan harinya bangunlah mereka pagi-pagi hendak naik ke puncak gunung sambil berkata: Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. 41 Tetapi kata Musa: Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil. 42 Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, 43 sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu. 44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan. 45 Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

Akhir kisah pengintaian ke tanah Kanaan adalah menyedihkan. Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga bagian kecil, dihubungkan oleh kata kerja naik (‘ālâ) (maju (ayat 40, 42); naik (ayat 40, 44)):

1) Bangsa itu menanggapi Musa, memutuskan untuk naik (ayat 39-40): mereka mendengar pernyataan hukuman dari TUHAN, kecuali Yosua dan Kaleb, semua orang tidak diizinkan memasuki tanah yang telah Ia janjikan melalui sumpah kepada mereka. Kemudian mereka merasa bahwa betapa serius situasinya, maka mereka memutuskan untuk Sekarang kita hendak maju (naik) ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. Tetapi perkataan mereka sama seperti Firaun, ketika dipukul hukuman Sepuluh Tulah lalu berkata, Aku telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu … (Kel. 10:16), tetapi tidak memiliki pertobatan yang tulus, sebaliknya mereka jatuh ke dalam dosa yang lebih dalam.

2) Musa memperingatkan bangsa itu untuk tidak naik (ayat 41-43): penekanan Musa ada tiga: (1) Mempertanyakan: mengapa bangsa itu hendak melanggar titah TUHAN. Kata kerja melanggar (‘ōbǝrîm) makna aslinya berarti melampaui, lalui / menyeberang, dan sering digunakan untuk merujuk menyeberangi sungai Yordan (juga perkataan Yosua dan Kaleb Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya), tetapi sekarang berubah menjadi melanggar titah TUHAN. Dan TUHAN telah mengatakan berpalinglah besok (ke arah selatan) dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau (Laut Merah) (ayat 25), tetapi mereka justru bersikeras untuk pergi ke arah yang berlawanan (ke arah utara) naik ke pegunungan. Gunung ini dapat merujuk ke Hebron di selatan Tanah Perjanjian. (2) Peringatan: bangsa itu akan dipukul kalah oleh musuh. Musuh lama (orang Amalek) pernah dikalahkan oleh orang Israel (Keluaran 17), tetapi kali ini mereka berkoalisi dengan musuh baru (orang Kanaan) akan berkemenangan mengalahkan Israel. (3) Alasan: Karena TUHAN tidak ada di antara mereka. Dalam Alkitab, kehadiran penyertaan Allah yang memungkinkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dapat menang dalam perang. Tanpa penyertaan Tuhan, bangsa Israel pasti mengalami kekalahan.

3) Bangsa itu tidak mau mendengarkan nasihat itu, nekat naik tanpa izin (ayat 44-45): mereka naik ke puncak gunung, dan seperti dahulu Musa naik ke atas puncak gunung dan mengangkat tangan untuk berdoa, ketika itu Israel menang atas orang Amalek (Kel. 17). Tetapi telah kehilangan ketinggian rohani, apa gunanya hanya naik sampai ke puncak gunung? Akibatnya, bangsa itu dikalahkan oleh orang Amalek dan orang Kanaan di pegunungan. Turunlah (yārad) orang Amalek dan orang Kanaan menyerang dan mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma (ḥormâ), yang berarti Kota kepunahan.

Renungkan:

Perjanjian Baru Ibrani 3:12, 14 merangkum kisah ini: Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup … Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yunus 2:1-10 (3)

「Babak 3: Doa Yunus di Perut Ikan (3)」
Oleh 謝慧兒 (Xiè Huì Ér)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yun. 2:1-10 [ITB])
Bahasa asli 2:2-11
1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, 2 katanya: Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. 3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku 6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. 8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. 9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!
10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Ayat 5a: Segala air telah mengepung aku mengancam nyawaku diterjemahkan secara harfiah: Segala air telah mengepung akusampai nepeš. Kata nepeš bisa diartikan sebagai jiwa atau nafas hidup. Dapat dikatakan bahwa nyawa hidup nabi Yunus terancam. Nepeš juga bisa berarti tenggorokan atau leher. Oleh karena itu, kalimat yang relevan dapat diterjemahkan sebagai: segala air telah mengepung aku sampai leher atau sampai tenggorokan. Seluruh kalimat menunjukkan bahwa nyawa Yunus dalam bahaya sangat kritis. Di ayat 5b lumut lautan membelit kepalaku, kata lumut lautan (rumput laut) sama dengan nama Laut Gelagah (Sea of Reeds), Red Sea / Laut Merah tempat bahaya yang dilalui orang Israel (lihat Kel. 10:19 terjemahan BIMK atau Green’s Literal). Secara umum, seluruh ayat 5 menggambarkan tingkat bahaya dari situasi yang dihadapi oleh nabi Yunus, yang secara bertahap makin kuat: pertama air mengelilingi Yunus sampai leher, kemudian Yunus berada di air yang dalam; akhirnya bahkan lumut lautan membelit kepalanya. Sekali ini Yunus jelas pasti mati tanpa perlu diragukan lagi. Ayat 6a: di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya, menyatakan bahwa hidup Yunus bahkan lebih lagi berada di ambang kematian. Kata tenggelam (turun, KJV went down) adalah salah satu kunci dalam kitab Yunus, dia pertama-tama turun (pergi) ke Yafo, kemudian turun ke dalam kapal (1:3), kemudian turun ke dalam ruang kapal paling bawah (1:5), dan sekarang turun ke dasar gunung, yang berarti bahwa Yunus telah turun sampai ujung paling bawah yang paling akhir. Di Ulangan 32:22, dunia orang mati yang paling bawah ditulis paralel dengan dasar gunung-gunung; oleh karena itu, frasa dasar gunung-gunung di Yun. 2:6 ini memiliki hubungan yang tidak dapat terpisah dengan dunia orang mati, dan pintu dasar bumi menunjuk ke dunia orang mati.

Walau ujung buntu yang sudah paling akhir bagi manusia, namun bagi Tuhan itu merupakan permulaan awal saja. Pada saat Yunus berpikir bahwa ini adalah waktunya ia harus menghadapi kematian, tetapi TUHAN Yahweh - Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku (ayat 6b). Kata naikkan (menyelamatkan) merupakan kontras yang sangat kuat atas kata tenggelam (turun) di ayat 6a, yang membalikkan nasib Yunus yang jatuh terjun menurun. Ayat 6b juga merupakan titik balik seluruh puisi mazmur yang dituliskan di sini.

Ayat 7 dan 3 sangat mirip dalam hal kata atau tema, kedua ayat menggambarkan pemazmur berdoa memohon kepada Allah saat menghadapi kesulitan, dan kemudian mengalami jawaban atas doa. Ayat 7b sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus, di sini Yunus beralih menggunakan sebutan orang kedua (“Mu”) untuk memanggil TUHAN. Demikian pula, ini juga ditemukan dalam Maz. 5:7b aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau, dan Maz. 18:6a ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya. Ayat 7b bait-Mu yang kudus menggemakan bait-Mu yang kudus di ayat 4b. Dalam ayat 4, Yunus diusir dari pandangan hadirat Allah, dan ia berharap untuk memasuki Bait Suci, sekarang, ketika Yunus bersedia berdoa kepada Allah, titik balik, ia dapat datang ke hadirat Allah dan memasuki Bait Suci.

Renungkan:

Pernahkah Anda menghadapi ancaman kematian? Pada saat itu, bagaimana Anda berpegang teguh pada Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yunus (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus, Obaja, Habakuk ditulis oleh 謝慧兒 (Xiè Huì Ér) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.