Tag Archives: Kitab Mikha

Mikha 7:18-20 

「TUHAN (Yahweh) Tiada Tertandingi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:18-20 [ITB])
18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. 20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

Dalam bagian ringkasan kitab Mikha ini, nabi Mikha menggunakan kata yang bunyi pengucapannya mirip dengan nama dirinya (miykah) untuk menyatakan seruan Siapakah Allah seperti Engkau (miy ‘el kmow), menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) adalah unik dan tak tertandingi. Dalam teks bahasa aslinya, nama nabi Mikha dapat memiliki arti siapa yang seperti TUHAN, maka kita juga dapat melihat perikop ini sebagai pusat pikiran dari seluruh kitab, atau arah dari berita seluruh kitab ini.

Nabi Mikha menunjukkan beberapa hal yang tak tertandingi tentang TUHAN, yakni adalah rahmat dan kasih-Nya. Meskipun dalam kitab ini, nabi Mikha tiada henti mengajukan gugatan kesalahan kepada orang Israel, menegur mereka atas dosa-dosa mereka, dan memperingatkan penghakiman yang akan datang kepada mereka, tetapi setelah penghakiman ini, ia masih memiliki harapan atas pemulihan kebangkitan di masa depan karena ia teguh percaya akan kasih kesetiaan Allah dan Dia akan memberikan rahmat anugerah-Nya.

Nabi Mikha menjelaskan bahwa sifat keunikan tiada duanya TUHAN (Yahweh) adalah bahwa Dia mengampuni dosa dan memaafkan dosa dari sisa-sisa umat milik-Nya, Dia tidak selamanya menyimpan amarah-Nya, Ia suka memberikan rahmat. Pernyataan ini tampaknya mengutip berita dalam kitab Keluaran 34:6-7, yang merupakan ayat utama yang TUHAN ungkapkan kepada Musa tentang isi hati kehendak Dia sendiri. Kutipan ini mengingatkan pembaca kitab Mikha untuk merenungkan ulang krisis terbesar dalam sejarah Israel, karena ketika Musa menerima Sepuluh Perintah di atas Gunung Sinai, orang Israel yang di bawah gunung itu membuat anak lembu emas untuk diri mereka sendiri dan menyembah berhala itu, sehingga TUHAN (Yahweh) hampir harus menghancurkan mereka. Setelah doa permintaan Musa, ini adalah jawaban yang dinyatakan oleh TUHAN. Sebenarnya karena pengkhianatan bangsa Israel itu seharusnya menghadapi kepunahan, tetapi TUHAN mengasihani mereka dan berkata kepada mereka, TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Kel. 34:6-7)

Dalam ke-12 Kitab Nabi-nabi, kutipan ini diulangi di banyak tempat, dan itu mencerminkan isi hati kehendak TUHAN. Di antara pesan-pesan penghakiman dari para nabi yang berbeda, Dia terus mengingatkan kita bahwa penghakiman dan hukuman-Nya adalah untuk mendisiplin kita dan membawa kita kembali kepada Dia. Tetapi paragraf ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Allah itu adil benar, kejahatan harus selalu menghadapi konsekuensi dari dosa. TUHAN (Yahweh) akan mengampuni tetapi juga harus menghukum.

Allah kita adalah Tuhan yang penuh rahmat anugerah, Dia ingin memberi kita kesempatan untuk mengulang kembali. Asalkan kita mau rendah hati, bertobat, dan meminta rahmat anugerah di hadapan-Nya, Allah adalah setia dan benar adil, Ia pasti mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala ketidakbenaran. Dia bahkan menggambarkan bahwa Ia akan meletakkan dosa kita di bawah kaki-Nya diinjak, dan Ia akan membuang semua dosa kita ke laut yang dalam, sehingga dosa-dosa itu dihancurkan dan menjauh dari kita.

Tema ini dalam ayat 7:20 dibawakan oleh nabi Mikha dengan serangkaian kata-kata: zaman purbakala, bersumpah dan janji, setia dan kasih, semua mengingatkan janji TUHAN (Yahweh) dalam perjanjian-Nya. Dia bersumpah, Dia pasti menggenapi

Renungkan:
Terima kasih kepada Tuhan atas rahmat anugerah-Nya, kita diselamatkan karena kasih-Nya. Mohon Tuhan menjaga agar kita senantiasa dalam anugerah dan kasih-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 7:8-17

「Takut Hormat akan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:8-17 [ITB])
8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: Di mana TUHAN, Allahmu? Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.

14 Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala. 15 Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! 16 Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli. 17 Biarlah mereka menjilat debu seperti ular, seperti binatang menjalar di bumi; biarlah mereka keluar dengan gemetar dari kubunya, dan datang kepada TUHAN, Allah kami, dengan gentar, dengan takut kepada-Mu!

Perikop 7:8-20 merupakan mazmur yang mengungkapkan Yerusalem mendapatkan keselamatan, tetapi karena hubungannya dengan ayat 7:7, pada saat yang sama itu juga bisa merupakan suara hati nabi Mikha. Pada waktu ia memproklamirkan harapan Yerusalem, di saat yang sama ia juga akan menghadapi tantangan para lawan. Kita dapat menempatkan diri nabi Mikha dan Yerusalem pada posisi yang sama, mereka mungkin sering diserang, musuh menyombongkan diri di depan mereka, menantang dan bertanya dengan sarkastik Di mana TUHAN, Allahmu? Dalam menghadapi tantangan seperti itu, kita harus mengambil nabi Mikha sebagai contoh kita. Karena di dalam kesulitan besar, dia tetap terus menengadah dengan iman berharap kepada Tuhan, menunggu kedatangan hari itu. Karena dia tahu bahwa ketika waktu itu tiba, musuh-musuh Yerusalem pasti akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dan seharusnya.

Sebelumnya ayat 7:1-7 merupakan pengaduan yang dinyatakan melalui representasi diri nabi Mikha, maka di ayat 7:8 beralih fokus untuk berbicara kepada musuh-musuhnya. Tidak ada catatan perinci tentang siapakah musuh yang dimaksudkan dalam perikop ini, jadi titik berat dan fokusnya bukan pada penghancuran musuh, tetapi pada keselamatan di Yerusalem. Meskipun ia tunduk pada hukuman TUHAN dan menunjukkan bahwa inilah yang pantas ia terima, tetapi hukuman itu hanya bersifat sementara. Setelah Yerusalem menerima hukuman kemarahan TUHAN (ayat 9), Allah hendak memimpin mereka kembali ke dalam terang dan mempermalukan musuh-musuh yang membual sombong terhadapnya.

Ayat 7:11, tembok kota (terjemahan CUV atau ISH) mungkin bukan terjemahan yang paling ideal. Karena kata itu biasanya tidak merujuk pada tembok pertahanan sehingga ditafsirkan sebagai nubuat tentang pembangunan ulang setelah kepulangan kembali. Kata ini biasanya digunakan untuk merujuk pada dinding biasa, termasuk pagar kebun anggur, atau dinding yang menandai batas-batas tanah, atau pagar gembala domba (lihat terjemahan ITB pagar tembok, semua mengacu kepada tembok biasa, termasuk Ezra 9:9 wall in Judah and in Jerusalem. Berbeda dengan kata di Neh. 1:3 yang bermakna tembok pertahanan / wall of protection). Oleh karena itu, di sini mungkin pertama-tama merujuk pada era nabi Mikha saat krisis invasi Asyur telah berlalu, daerah di sekitar Yerusalem dapat dipulihkan mendapatkan pembangunan ulang. Tentu saja, bagi nabi Mikha hal ini dapat memiliki fungsi sebagai tolok ukur, menandakan kebangkitan di masa depan. Dalam paragraf yang mengikuti ayat ini, nabi Mikha menggunakan gambaran yang berbeda untuk mengekspresikan pekerjaan yang harus diselesaikan ketika hari itu tiba.

Ayat 7:14-17 dimulai dengan doa nabi Mikha, meminta TUHAN menggembalakan umat milik-Nya. Tetapi setelah berdoa, TUHAN (Yahweh) memotong doa itu dan dengan respons-Nya menyatakan jawaban-Nya. Ini dengan kuat mengungkapkan rahmat anugerah dan belas kasihan TUHAN (Yahweh). Dia tidak perlu umat milik-Nya untuk bertele-tele merengek-rengek memohon di depan Dia, tetapi Ia atas inisiatif-Nya secara aktif menanggapi kebutuhan mereka dan menyelamatkan mereka dari kesulitan mereka. Dia secara khusus menyebutkan peristiwa Mesir, di satu sisi, umat milik-Nya harus mengingat keselamatan luar biasa dari-Nya. Di sisi lain, hendaknya semua musuh tahu tindakan Dia, bangsa-bangsa patut memiliki hati hormat takut di hadapan-Nya. Nabi Mikha menggambarkan mereka seperti ular binatang menjalar di bumi menjilat debu, menggambarkan bahwa raja yang kalah tunduk bertekuk lutut di tanah dan menundukkan kepalanya, mencerminkan kekaguman yang mereka tunjukkan setelah melihat apa yang dilakukan oleh TUHAN (Yahweh).

Renungkan:
Allah kita adalah Tuhan yang ajaib dan luar biasa. Meskipun kita mungkin mengalami kesulitan, dan bahkan karena kesulitan kita sehingga dihina oleh orang lain, sombong bermegah kepada kita. Kita tetap beriman bahwa Tuhan adalah Terang dan pemimpin kita.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 7:1-7

「Berharap kepada Allah」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:1-7 [ITB])
1Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah-buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur: tidak ada buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai. 2Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring. 3Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan! 4Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri; hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka! 5Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! 6Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
7Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

Ayat 7:1 tampaknya menandai perubahan peran, mengekspresikan respons dari nabi Mikha sendiri. Di antara 7:1-7, nabi Mikha menyatakan perbedaan antara dirinya dan rakyat, dan juga melalui perbandingan ini menunjukkan tingkat kerusakan korupnya rakyat. Di sini, nabi Mikha dengan mendalam mengungkapkan kekecewaannya terhadap Israel, seolah-olah orang pergi ke kebun saat musim panen di musim panas, berpikir dapat menikmati buah-buahan hasil panen, tetapi ketika tiba, yang ditemukan adalah bahwa semua buah telah habis dipanen, dan tidak ada tersisa apa-apa di pohon yang bisa dimakan, hanya bisa kecewa dan pulang. Nabi Mikha di sini menggunakan kata yang jarang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk mengungkapkan perasaannya, yakni kata celakalah aku yang hanya muncul sekali lagi dalam kitab Ayub 10:15, Ayub menyatakan keadaannya yang tanpa harapan, nabi Mikha mungkin juga merasakan hal yang sama tentang masyarakat di zamannya itu. Seperti yang dia katakan di ayat 7:2 orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia Seperti yang ditunjukkan dalam dua buah mazmur yang hampir sepenuhnya diulangi, dalam Mazmur 14:1 dan 53:1 busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Dan Paulus lebih lanjut menunjukkan dalam surat Roma: Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.

Ayat 7:3-6 melanjutkan menggambarkan keruntuhan masyarakat pada waktu itu, ayat 3-4 adalah keruntuhan sistem hukum, dan ayat 5-6 adalah keruntuhan hubungan keluarga. Ketika orang yang sedang memegang jabatan (petahana) meminta suap, dan orang-orang berpangkat tinggi berkolusi satu sama lain (begitulah mereka bersekongkol bersama-sama BIMK), orang-orang hanya dirampok, tidak diberikan keputusan yang adil dan benar, hanya ada kekacauan di masyarakat. Nabi Mikha menggambarkannya bahwa yang paling lurus pun seperti pagar duri, semuanya kacau dan tidak ada hukum, dan tidak dapat ditemukan jalan lurus. Ayat 7:5-6 lebih lanjut menggambarkan keruntuhan masyarakat ini, bahwa bahkan orang terdekat pun tidak dapat memiliki rasa saling percaya, bahkan ia menunjukkan bahwa musuh orang adalah orang di keluarganya sendiri. Ini bisa dibilang tragedi terbesar dalam hidup.

Di ayat 7:7, nabi Mikha beralih dari berita gugatan terhadap Israel dan kekecewaannya terhadap generasi pada zaman itu, beralih kepada pernyataan imannya sendiri. Tetapi aku adalah tanggapannya terhadap generasi saat itu. Ketika lingkungan sekitar penuh dengan kegelapan, orang-orang tidak dapat dipercaya, dan tidak ada rasa hormat takut kepada Allah, ketika masyarakat sedemikian dikendalikan oleh dosa dan dipimpin oleh kebencian, nabi Mikha dengan jelas menyatakan pendiriannya yang berlawanan dengan masyarakat, bahwa ia akan berharap kepada TUHAN (Yahweh), menunggu Allah menyelamatkannya. Karena dia masih percaya bahwa Allahnya akan menjawab dia, dan harapannya di hadapan Allah pasti akan digenapkan.

Sulit untuk berdiri melawan masyarakat karena posisi iman kita, karena apa yang kita imani bukanlah sesuatu yang dapat dilihat langsung dan instan segera dialami. Tetapi kita memiliki harapan untuk melampaui, karena kita memiliki Tuhan yang melampaui segalanya.

Renungkan:
Kita mungkin kecewa dengan masyarakat kita, tetapi kita masih membutuhkan harapan kepada Tuhan. Ketika kita tidak dapat melakukan apa pun, kita harus ingat bahwa Tuhan masih berkuasa dan Dia masih bekerja.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 6:9-16

「Penghakiman dari TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:9-16 [ITB])
9 Dengarlah, TUHAN berseru kepada kota: ─ adalah bijaksana untuk takut kepada nama-Nya ─ Dengarlah, hai suku bangsa dan orang kota! 10 Masakan Aku melupakan harta benda kefasikan di rumah orang fasik dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu? 11 Masakan Aku membiarkan tidak dihukum orang yang membawa neraca palsu atau pundi-pundi berisi batu timbangan tipu? 12 Orang-orang kaya di kota itu melakukan banyak kekerasan, penduduknya berkata dusta dan lidah dalam mulut mereka adalah penipu. 13 Maka Akupun mulai memukul engkau, menanduskan engkau oleh karena dosamu. 14 Engkau ini akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, dan perutmu tetap mengamuk karena lapar; engkau akan menyingkirkan sesuatu, tetapi tidak dapat menyelamatkannya, dan apa yang dapat kauselamatkan, akan Kuserahkan kepada pedang. 15 Engkau ini akan menabur, tetapi tidak menuai, engkau ini akan mengirik buah zaitun, tetapi tidak berurap dengan minyaknya; juga mengirik buah anggur, tetapi tidak meminum anggurnya. 16 Engkau telah berpaut kepada ketetapan-ketetapan Omri dan kepada segala perbuatan keluarga Ahab, dan engkau telah bertindak menurut rancangan mereka, sehingga Aku membuat engkau menjadi ketandusan dan pendudukmu menjadi sasaran suitan; demikianlah kamu akan menanggung pencelaan dari pihak bangsa-bangsa.

Paulus di dalam surat Roma dengan jelas menyatakan bahwa ketika orang jelas dapat mengenal Tuhan tetapi tidak memperlakukan Dia sebagai Tuhan, maka hukuman dari-Nya adalah membiarkan mereka hidup dalam dosa-dosa mereka. Perikop Kitab Suci di sini tepat merupakan penggambaran dari hal ini. Setelah di ayat 6:8 yang dengan ringkas menunjukkan perintah TUHAN, kemudian di bagian 6:9-16 menunjukkan akibatnya setelah mereka tidak mau menuruti-Nya. Ketika semua orang hidup demi keuntungan mereka sendiri, dunia menjadi tempat yang mengerikan.

Mereka bukan saja tidak adil dan tidak belas kasihan, mereka begitu licik dan kejam, bertentangan seratus persen dengan apa yang telah Allah perintahkan, Dia akan menghukum orang-orang yang tidak adil ini. TUHAN akan membuat tempat ini menjadi ketandusan, sehingga apa yang mereka lakukan menjadi sia-sia.

Di bagian 6:10-12, nabi Mikha menggugat bahwa orang-orang pada waktu itu menggunakan neraca yang tidak adil dan takaran efa yang menipu, menyatakan ketidakadilan mereka dalam transaksi perdagangan komersial. Mereka menggunakan kemunafikan sebagai sarana demi keuntungan mereka. Nabi Mikha menggambarkan tindakan ini sebagai kebrutalan orang-orang kaya ini. Kekerasan yang mereka lakukan tidak secara dangkal, sehingga bahkan orang-orang yang ditindas oleh mereka tidak tentu tahu bahwa mereka dirampok. Tetapi tanpa sadar, mereka jatuh ke dalam situasi diperbudak, dan semua milik dan penghasilan kecil mereka direnggut oleh tipu daya.

Ayat 6:13-15 menunjukkan retribusi balasan TUHAN kepada orang-orang yang tidak adil ini. Maka dengan sangat jelas menggandengkan keadaan mereka akan dipukul dan dihukum dengan apa yang telah mereka lakukan di depan, ini adalah upah pembalasan atas dosa mereka. Makna rinci dalam teks bahasa asli bagian ini sulit untuk diterjemahkan secara akurat, dan bisa ada perbedaan antara terjemahan yang berbeda. Terjemahan ITB sama dengan mayoritas Inggris Engkau ini akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, dan perutmu tetap mengamuk karena lapar; engkau akan menyingkirkan sesuatu, tetapi tidak dapat menyelamatkannya, dan apa yang dapat kauselamatkan, akan Kuserahkan kepada pedang. Tidak masalah terjemahan mana yang paling akurat, makna dasarnya adalah sama, yaitu, jika TUHAN ingin membuat semua tindakan mereka menjadi ketiadaan sia-sia, usaha mereka semuanya akan gagal.

Nabi Mikha kembali mengajukan gugatan terhadap orang-orang di ayat 6:16, menyatakan sebab TUHAN (Yahweh) mengadakan penghakiman atas mereka. Ayat ini adalah satu-satunya tempat di seluruh kitab Mikha yang menyebutkan raja Israel. Para nabi yang dalam periode sama dengan nabi Mikha, seperti Hosea dan Amos semuanya di awal kitab menyebutkan nama raja Yehuda dan Israel yang sedang memerintah di saat itu sebagai latar belakang kitab yang mereka tuliskan. Nabi Mikha di ayat 1:1 hanya menuliskan nama raja Yehuda saja. Sedangkan nama raja Israel yang disebutkan di sini bukan berasal dari zaman Nabi Mikha, tetapi hampir satu setengah abad yang lalu. Tidak ada banyak catatan tentang raja Omri, tetapi justru digambarkan sebagai raja Israel yang paling jahat, dan perbuatan jahat raja Ahab dicatat secara rinci di Kitab Raja-raja, perihal ia merampok warisan milik Nebat mungkin terkait dengan tema di sini. Nabi Mikha menunjukkan bahwa karena Yehuda pada saat itu melakukan kejahatan yang sama, mereka juga harus menghadapi hukuman yang pantas dan harus mereka terima.

Renungkan:
Kita harus dan perlu mendengarkan peringatan TUHAN untuk meninggalkan ketidakadilan.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 6:1-8

「Kebaikan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:1-8 [ITB])
1Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! 2Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.

3Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! 4Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. 5Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.

6Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? 7Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?

8Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?

Dalam perikop sebelumnya adalah pemberitahuan awal tentang penghakiman dan keselamatan yang akan dialami Israel, lalu dalam perikop ini beralih kepada gugatan hukum untuk menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan sebelumnya di atas adalah keputusan penghakiman yang adil dari Allah. Ayat 6:1 dimulai dengan perintah yang sangat serius, yang tampaknya mencerminkan panggilan TUHAN (Yahweh) kepada nabi Mikha. Kata dengar muncul 3 kali dalam dua ayat, pertama, menghendaki agar nabi Mikha mendengarkan kata-kata TUHAN, dan Dia menghendaki membuat bukit-bukit gunung mendengar, dan ayat 2 adalah kata-kata yang disampaikan nabi Mikha yang meminta gunung-gunung dan bumi mendengarkan pengaduan TUHAN (Yahweh). Di sini terdapat paralelisme subjek dari perintah ini dalam ayat 2, yang mengulangi perintah agar mendengarkan, itu mencerminkan makna perikop, yaitu hendaknya orang memperhatikan kata-kata TUHAN (Yahweh).

Ayat 6:3-5 adalah pengaduan TUHAN (Yahweh) dalam gugatan ini, terutama bagaimana Dia memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menebus mereka dari perbudakan, dan bagaimana memimpin dan menjaga mereka di hutan belantara. TUHAN (Yahweh) menyebut Israel Umat-Ku dua kali, menekankan hubungan perjanjian mereka. TUHAN (Yahweh) adalah Allah mereka, mereka adalah umat milik TUHAN. Ayat 3-4 kilas balik mengingat TUHAN (Yahweh) memimpin mereka keluar dari Mesir, dan ayat 5 mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka dari Sitim sampai Gilgal, di mana mereka mengalami rintangan dari Balak dan upayanya untuk memperalat Bileam untuk mengutuk mereka, tetapi TUHAN (Yahweh) masih memimpin mereka menyeberangi Sungai Jordan seperti yang dijanjikan oleh Dia.

Ayat 6:6-7 adalah respons Israel. Mereka menganggap perjanjian kasih karunia TUHAN (Yahweh) sebagai suatu tawar-menawar bisnis, ironisnya mereka menyatakan diri mereka tidak bersalah, bahkan menuduh TUHAN (Yahweh) menuntut terlalu tinggi. Apa yang mereka nyatakan, dalam sudut batas tertentu benar, karena korban yang dipersembahkan dan harga yang dikeluarkan oleh manusia dalam ibadah sesungguhnya tidak dapat memenuhi persyaratan keadilan dan kekudusan TUHAN. Tetapi ini tidak dapat menjadi alasan untuk tidak mengikuti perintah, hukum, dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Dia.

Ayat 6:8 secara sederhana mengungkapkan permintaan TUHAN (Yahweh) terhadap orang. Dalam mengungkapkan tuntutan permintaan Allah ini, kebaikan / apa yang baiksecara umumnya dapat merujuk pada apa yang Dia cantumkan dalam hukum perjanjian, jadi mereka tidak perlu mendapatkan wahyu baru, sebab telah dinyatakan dengan jelas dalam ketentuan perjanjian yang diumumkan kepada mereka. Paruh kedua dari ayat ini menunjukkan tiga aspek dari permintaan ini: dua yang pertama adalah tentang tindakan dan sikap seseorang terhadap orang lain, dan yang terakhir adalah tentang sikap seseorang terhadap Tuhan. Berlaku adil adalah membuat keputusan penilaian yang benar dan adil, yang harus dibuat dan dijalankan dan dapat ditindaklanjuti dengan tindakan. Item kedua adalah sikap hati mentalitas, mencintai kesetiaan (ITL: suka akan kemurahan) adalah kesetiaan dalam hubungan, dengan tujuan kebaikan bagi orang lain. Orang yang memiliki sikap hati mentalitas seperti itu bukan saja tidak akan menyebabkan kerusakan, tetapi juga akan mengulurkan tangan membantu ketika orang lain yang membutuhkannya. Terakhir, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (ITL: berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah) secara tata bahasa sejajar dengan dua ungkapan di atas, itu adalah dasar dari kedua ungkapan ini. Kerendahan hati mungkin harus ditafsirkan sebagai menjaga dengan hati-hati, dalam bahasa Ibrani di masa yang agak belakangan kata ini dapat mengekspresikan mengikut dengan ketat, dan memiliki arti yang serupa dalam bahasa Aram. Ini dapat menyatakan bahwa kita perlu satu hati fokus sepenuhnya (tidak mendua hati) dan di atas dasar pengenalan terhadap Tuhan mengikuti jejak Dia.

Renungkan:
Kita adalah penerima kebaikan dari rahmat anugerah Tuhan, telah mengalami penebusan Dia dan dipimpin oleh kasih Dia, maka kita perlu lebih menunjukkan keadilan dalam hidup kita, memancarkan belas kasih kemurahan, dan berperilaku mengikuti petunjuk Tuhan dengan hati-hati.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 5:7-15

「Pemerintahan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 5:7-15 [ITB])
7 Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia.
8 Maka sisa-sisa Yakub akan ada di antara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di antara binatang-binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan. 9 Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan!

10 Maka akan terjadi pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN,
Aku akan melenyapkan kudamu dari tengah-tengahmu dan akan membinasakan keretamu.
11 Aku akan melenyapkan kota-kota negerimu dan akan meruntuhkan segala kubumu.
12 Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu.
13 Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu.
14 Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu;
15 Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.

Ayat 5:7 dimulai dengan kata kerja yang menunjuk ke masa depan, sebuah kalimat yang paralel dengan ayat 5:5 sebelumnya yang menyatakan bahwa Raja yang akan datang ini akan menjadi damai sejahtera, dan ayat yang di sini menunjukkan sisa-sisa Yakub membawakan pengaruh di antara banyak bangsa-bangsa. Ungkapan yang paralel ini menunjukkan bahwa identitas dan pekerjaan manusia harus terhubung dengan Mesias ini. Seperti yang dikatakan Yesus Kristus, di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh. 15:5) (lihat juga ayat 7 terjemahan BIMK atau ISH Orang Israel yang masih tersisa akan menjadi seperti embun sejuk dari TUHAN untuk banyak bangsa, dan seperti turunnya hujan pada tanaman. Mereka akan bersandar kepada Allah, dan bukan kepada manusia). Bentuk penggambaran yang digunakan di sini juga menunjukkan makna ini, karena embun dan dirus hujan diturunkan dari surga oleh TUHAN (Yahweh), bukan mengandalkan kekuatan manusia .

Ayat 5:7-8 menggambarkan pengaruh sisa Yakub dengan dua simbol yang berbeda. Embun dan dirus hujan biasanya merupakan simbol berkat, karena dapat membuat tanah menjadi subur dan dapat menghasilkan berlimpah. Jadi apa yang diungkapkan di sini adalah bahwa mereka membuat orang-orang di antara bangsa-bangsa mendapatkan berkat. Tetapi dalam ayat 8 seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan, mereka akan seperti singa menginjak dan mencabik, yakni membuat orang mendapatkan pembatasan serta pengaruh penghakiman dan hukuman. Hal yang sama berlaku bagi orang-orang percaya di dunia. Rasul Paulus dalam 2 Kor. 2 menunjukkan bahwa ia berada di bawah Yesus Kristus menjadi wewangian keharuman Kristus, tetapi wewangian keharuman Kristus merupakan bau kematian yang mematikan di antara mereka yang binasa, bagi orang-orang yang diselamatkan itu adalah aroma kehidupan yang menghidupkan. Karena baik itu adalah sisa dari Yakub di masa itu, atau orang-orang percaya dalam Perjanjian Baru, bersaksi dengan berfokus pada Tuhan membawa orang kepada Tuhan agar mereka yang percaya pasti akan hidup, dan bagi orang yang tidak mau percaya maka hanya menunggu penghakiman yang pasti datang itu.

Ayat 5:10 juga dimulai dengan kata kerja yang menunjuk ke masa depan, dan ditambahkan frasa pada waktu itu yang menunjuk pada hari ketika TUHAN (Yahweh) memulihkan Israel di masa depan. Dalam paragraf ini, pihak yang tertuju dari pengumuman TUHAN semuanya diekspresikan dalam kata ganti orang kedua tunggal mu, tetapi karena perubahan tema, sehingga kita memiliki alasan untuk percaya bahwa pihak yang tertuju dari pengumuman ini berbeda dengan paragraf sebelumnya yang di atas, dan lagi di akhir paragraf ini, ditunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) pasti mengadakan pembalasan terhadap bangsa-bangsa yang tidak mematuhi Dia, sehingga ada para sarjana Alkitab yang berpendapat bahwa bagian paragraf ini adalah penghakiman yang dikeluarkan terhadap bangsa-bangsa.

Di antara paragraf 5:10-15, kata yang sering muncul adalah melenyapkan / membinasakan, yang berarti bahwa TUHAN (Yahweh) pada hari penghakiman akan menghapus semua kekuatan sandaran atau andalan bangsa-bangsa, baik itu yang berupa kekuatan nyata, seperti kuda, kereta, kota, benteng, ataupun kekuatan spiritual, seperti sihir, ramalan, patung-patung berhala, dan tugu-tugu berhala, semua dilenyapkan di hadapan TUHAN, dan sepenuhnya dihancurkan. Dalam pengumuman terakhir, TUHAN menunjukkan bahwa Dia pasti akan dalam murka dan kehangatan amarah mengadakan pembalasan hukuman terhadap bangsa-bangsa yang tidak patuh. Meskipun kata pembalasan ini bagi kita mungkin memiliki makna balas dendam, tetapi dalam Perjanjian Lama, itu sering merujuk pada retribusi bahwa dalam melaksanakan kebenaran keadilan maka penjahat mendapatkan hukuman yang pantas sesuai dengan ketentuan hukum. Penghakiman TUHAN tidak meledak dalam amarah, tetapi murka yang dalam keadilan kebenaran terhadap dosa, agar orang mendapatkan hukuman yang patut diterima.

Renungkan:
Kita telah mengalami rahmat anugerah Tuhan dan perlu bersaksi bagi Dia kepada dunia ini, yang menjadi aroma kematian bagi orang yang menuju kebinasaan, yang juga merupakan aroma kehidupan yang menghidupkan.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 4:9-5:6

「Sekarang dan Kelak」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:9-5:6 [ITB])
4:9Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? 10Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu.

11Sekarang banyak bangsa berkumpul melawan engkau, dengan berkata: Biarlah dia dicemarkan, biarlah mata kita puas memandangi Sion! 12Tetapi mereka itu tidak mengetahui rancangan TUHAN; mereka tidak mengerti keputusan-Nya, bahwa Ia akan menghimpunkan mereka seperti berkas gandum ke tempat pengirikan. 13Bangkitlah dan iriklah, hai puteri Sion, sebab tandukmu akan Kubuat seperti besi, dan kukumu akan Kubuat seperti tembaga, sehingga engkau menumbuk hancur banyak bangsa; engkau akan mengkhususkan rampasan mereka bagi TUHAN dan kekayaan mereka bagi Tuhan seluruh bumi.

5:1Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita.

Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga paragraf sesuai dengan sekarang yang diulang dalam perikop Kitab Suci ini. Setiap paragraf adalah sebuah paradoks, situasi sulit sekarang yang dikontraskan dengan hasil yang akan dibangkitkan kelak, yang bahkan dapat dikatakan benar-benar tak terduga.

Ayat 4:9 dengan serangkaian pertanyaan membawakan situasi sekarang yang pertama. Di era nabi Mikha, meskipun orang Samaria telah diasingkan dan Yehuda kerajaan selatan masih ada, di satu sisi, orang-orang melihat situasi kerajaan utara, dan Asyur yang berkelanjutan bergerak maju menuju Yehuda, sehingga terdapat rasa yang kuat atas krisis kehancuran nasional, membuat mereka merasa seolah-olah tidak memiliki raja, tidak ada penasihat kerajaan, dan bencana tampaknya dapat datang kepada mereka kapan saja, seperti dicengkeram rasa sakit wanita bersalin. Respons TUHAN (Yahweh) tampaknya tidak menyelesaikan masalah mereka, malahan menghendaki mereka menggeliat dan mengaduh atas rasa sakit melahirkan, dan mereka harus keluar dari kota itu, tinggal di belantara, dan bahkan pergi ke Babel. Tetapi di antara perkataan itu, tiba-tiba TUHAN (Yahweh) mengumumkan bahwa di sana mereka akan diselamatkan dan di sana akan ditebus. Dalam pengumuman ini, dua pengulangan di sana mengacu pada Babel di ayat sebelumnya, yang merupakan tempat pengasingan dan tempat mereka pergi setelah kerajaan mereka hancur. Tetapi dalam rencana TUHAN (Yahweh), tempat penghakiman hukuman justru akan diubah menjadi tempat keselamatan.

Ayat 4:11-13 adalah paradoks dari paragraf kedua. Kata sekarang menggambarkan pengepungan bangsa-bangsa. Tampaknya Yerusalem akan diduduki dan dinodai. Tetapi nabi Mikha menunjukkan bahwa rancangan TUHAN jauh melampaui mereka, Dia akan mengumpulkan mereka, tetapi itu merupakan waktu penghakiman bagi mereka.

Paradoks ketiga yang dimulai dari ayat 5:1 menunjukkan bahwa para pemimpin Israel diserang dan dihina. Tetapi TUHAN (Yahweh) akan mengangkat Raja yang akan datang dari kota kecil Yehuda. Dia juga menunjukkan bahwa Penguasa yang keluar dari Betlehem ini sudah ada dari purbakala dan telah ada sejak awal kekal, dan kekuatan kerajaan-Nya diperluas ke ujung bumi. Kita mungkin akrab dengan penggunaan perikop ini dalam Perjanjian Baru, menunjukkan bahwa Yesus Kristus akan lahir di Betlehem, dan mungkin melupakan tradisi Betlehem dalam Perjanjian Lama. Betlehem dari Efraim pertama-tama adalah tempat di mana Rahel meninggal setelah melahirkan Benyamin. Dalam kitab Hakim-hakim pasal 17-21, Betlehem adalah tempat dua kisah tragis, di mana nama tempat muncul tujuh kali. Kebanyakan orang akan ingat kisah Rut yang terjadi di sana, mengubah penderitaan yang dialami Naomi dan Rut menjadi harapan untuk masa depan yang cerah. Latar belakang ini membuat kita lebih sadar akan paradoks yang diekspresikan di perikop ini, karena Allah yang memegang kuasa, meskipun pada saat itu mengalami penghinaan dan kesulitan, tetapi Allah hendak membawa keselamatan dan rahmat anugerah kepada mereka.

Ayat 5:4, muncul kata sekarang yang keempat, makna yang di sini jelas berbeda dari tiga sebelumnya. Semua sekarang di ayat sebelumnya adalah dalam sejarah, ketika Israel mengalami kesulitan. Tetapi sekarang yang terakhir ini menunjuk pada pemimpin masa depan, Dia akan memerintah ujung bumi. Tampaknya nabi Mikha hendak menunjukkan bahwa inilah kenyataan yang seharusnya kita lihat.

Renungkan:
Apakah kita sering hanya melihat kesulitan di depan mata kita dan lupa bahwa Tuhan masih memegang kuasa?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 4:1-8

「TUHAN adalah Raja」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:1-8 [ITB])
1 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem. 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.

5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Terdapat kontras yang sangat kuat antara Mikha pasal 3 dan 4. Ayat 3:12 baru saja menggambarkan kehancuran gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan, kemudian ayat 4:1 segera menyatakan bahwa gunung rumah TUHAN (Yahweh) akan berdiri kokoh. Ayat 3:9-12 dan 4:1-4 keduanya terkait tentang masa depan Yerusalem, satu bagian adalah prospek yang lebih dekat yang bersifat penghakiman, dan yang satu lagi adalah prospek jauh kelak yang bersifat pemulihan dibangkitkan.

Ayat 4:1-8 dapat dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama adalah ayat 1-4, menggambarkan keadaan kebangunan rohani; ayat 5 adalah nasihat kepada orang-orang, menunjukkan iman yang harus dimiliki oleh umat sisa; dan yang terakhir ayat 6-8 menjelaskan bagaimana TUHAN (Yahweh) mengumpulkan mereka untuk kepulangan kembali.

Dalam 4:1-4, ditunjukkan bahwa dalam pemulihan yang akan datang kelak, bukan hanya orang Israel yang akan menerima anugerah. Ketika gunung Bait Allah (Yahweh) berdiri tegak, semua bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke gunung ini, dan banyak kelompok suku bangsa akan ditarik untuk datang ke sini. Penghakiman TUHAN (Yahweh) akan dilaksanakan di antara suku-suku bangsa dan negara yang besar dan jauh sekalipun. Pada saat itu TUHAN (Yahweh) akan memimpin seluruh bumi untuk hidup dalam damai, setiap orang bisa hidup tinggal dalam ketenteraman, dan tidak ada yang menakuti mereka.

Ayat 4:6-7, TUHAN akan mengumpulkan sisa-sisa Israel untuk kembali. Di sini menggambarkan keselamatan setelah bencana, sekali lagi menunjukkan perpindahan fokus dari nasihat kepada generasi saat ini beralih kepada harapan masa depan. Perhatikan bahwa yang pincang dan yang diusir adalah partisipatif tunggal, tidak merujuk pada individu pribadi, tetapi seluruh Israel, ia menjadi lumpuh dan diusir oleh hukuman TUHAN (Yahweh), tetapi pada hari akhir Ia akan mengumpulkan mereka, dan Dia akan memerintah atas mereka di Sion, dan membangun Kerajaan yang akan berdiri selamanya.

Ayat 4:8 tiba-tiba dimulai dengan engkau sebagai panggilan secara independen terpisah. Dalam teks bahasa asli, kata engkau dan sekarang (yang muncul berulang kali dalam ayat 7, 9, 10, 11) sangat mirip secara bentuk huruf dan pengucapannya, dan mungkin memiliki efek menyatakan kontras. Di ayat 8 ini, kata Migdal-eder (Menara Kawanan Domba) dan Bukit puteri Sion tampaknya merupakan nama tempat. Migdal-eder diterjemahkan sebagai Menara Kawanan Domba dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Indonesia (namun ITL sebagai Migdal-eder) , mewakili posisi tugas Yerusalem sebagai pengawasan dan kepemimpinan di Israel. Bukit puteri Sion dapat merujuk ke bukit antara Bait Suci dan kota Daud, yang dalam 2 Tawarikh 27:3 dan Nehemia 3:26 disebutkan Ofel , menunjukkan bahwa pusat pemerintahan ada di Yerusalem. TUHAN (Yahweh) menunjukkan di sini bahwa Yerusalem akan kembali dipulihkan kemuliaannya. (Mikha 4:8 dalam terjemahan ITL Maka engkau, hai Migdal-eder, hai Ofel puteri Sion! kemuliaanmu akan datang, bahkan, pemerintahan yang dahulu itu akan datang, yaitu kerajaan puteri Yeruzalem!)

Di antara seluruh paragraf, nasihat dalam ayat 5 tampaknya relatif berbeda dari berita yang dibicarakan dalam konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya), dan khususnya seperti bertentangan dengan yang di atas. Yang sebelumnya adalah pengaruh kebangunan rohani secara umum terhadap dunia, bangsa-bangsa dan semua negara akan kembali berada di bawah bimbingan TUHAN (Yahweh). Di sini, penekanan sekali lagi ditempatkan pada diri orang Israel, dan bahkan manifestasi nyata yang seharusnya ditunjukkan mereka dikontraskan dengan bangsa-bangsa. Bisa jadi penulis beralih dari menggambarkan pemulihan kebangkitan dan masa depan berpindah fokus kembali terhadap orang Israel di masa itu, dan memberikan nasihat kepada mereka. Nabi Mikha menunjukkan bahwa karena TUHAN hendak menggenapkan hal-hal besar di masa depan, maka umat milik-Nya di hari ini harus bertindak dan berperilaku atas nama TUHAN (Yahweh) Allah mereka. Harapan masa depan perlu diterapkan pada kehidupan saat ini. Sebagaimana diingatkan kepada kita dalam 1 Yohanes 3:2-3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa Tuhan akan menggenapkan keselamatan dan pemulihan secara sepenuhnya pada hari-hari akhir, tetapi apakah kita hari ini bertindak sesuai dengan harapan ini, sehingga menghidupi kesaksian iman ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 3:1-12

「Kekuatan dan Keberanian」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 3:1-12 [ITB])
1 Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan, 2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya; 3 mereka memakan daging bangsaku, dan mengupas kulit dari tubuhnya; mereka meremukkan tulang-tulangnya, dan mencincangnya seperti daging dalam kuali, seperti potongan-potongan daging di dalam belanga. 4 Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.
5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang. 6 Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi para nabi itu, dan hari menjadi hitam suram bagi mereka. 7 Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak ada jawab dari pada Allah.
8 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.
9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus, 10 hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan kelaliman! 11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita! 12 Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

Di sini nabi Mikha menyampaikan gugatan yang sangat serius kepada para pemimpin dan penguasa saat itu, menggambarkan mereka sebagai orang yang memakan daging rakyat dan mengupas kulit dari tubuh rakyat. Dalam paragraf ini, di ayat 3:1,9 terdapat dua kata Baiklah dengar untuk mengulangi pernyataan gugatan, yang ditujukan kepada pemimpin Yakub dan kepala bani Israel, yakni mereka yang duduk di posisi kepemimpinan di Israel. Pemimpin adalah pengarah nasib nasional suatu negara. Para pemimpin yang baik akan memimpin negara menuju kedamaian dan kemakmuran, tetapi para pemimpin yang buruk dapat membawa negara itu ke dalam kekacauan dan tenggelam, memiliki tanggung jawab yang besar dan berdampak luas.

Kedua berita tersebut memiliki keadilan sebagai tema utama. Keadilan adalah konsep penting dalam Perjanjian Lama, telah muncul total 421 kali. Arti dasarnya adalah penilaian untuk mengambil keputusan, ataupun membuat penghakiman, cara penilaian untuk mengambil keputusan yang benar haruslah adil, sehingga makna dari keadilan dan integritas juga mengacu pada hukum dan peraturan sebagai norma untuk membuat penilaian yang adil. Meskipun hanya muncul lima kali dalam kitab Mikha, kata ini digunakan dalam menyampaikan pengumuman yang penting dan serius, kata ini muncul tiga kali dalam perikop hari ini, dalam pesan pertama yang harus mereka dengarkan itu diawali dan diakhiri dengan kata keadilan, dan dalam pesan kedua yang harus didengarkan mereka itu juga dimulai dengan tema keadilan (di awal atau di akhir dan bahkan berulang, itu menunjukkan sifat penting).

Para pemimpin Israel bukan hanya tidak membuat penilaian yang adil, mereka juga bertindak demi keuntungan mereka sendiri, bertindak baik kepada yang jahat dan bertindak jahat kepada yang baik, menindas orang-orang di bawah yurisdiksi mereka, dan bahkan digambarkan sebagai mengupas kulit mereka, mencabik daging dari tulang, memasak dalam belanga. Karena itu TUHAN (Yahweh) akan meninggalkan mereka, dan tidak akan menjawab permohonan mereka di saat mereka membutuhkan Dia.

Dalam ayat 3:5-7, nabi Mikha bergeser dari kritik terhadap pemimpin politik beralih terhadap pemimpin agama. Tugas dari orang-orang yang menjadi nabi seharusnya menyatakan kehendak TUHAN kepada orang-orang, tetapi nabi Mikha menunjukkan bahwa mereka berbicara demi mendapatkan kepentingan bagi diri mereka. Penghakiman Allah terhadap mereka akan membuat mereka kehilangan kemampuan untuk melihat penglihatan dan tidak bisa membuat tenungan ramalan. Meskipun mereka mungkin masih membuat ramalan palsu dengan cara mereka sendiri, Allah akan membuat mereka dipermalukan.

Di ayat 3:9-12, nabi Mikha berbicara lagi terhadap para pemimpin Israel, menegur mereka mencampakkan keadilan dan dalam segala hal mereka memutarbalikkan keadilan. Mereka secara nama bersandar percaya kepada TUHAN (Yahweh), dan bahkan percaya bahwa karena identitas mereka maka TUHAN (Yahweh) pasti (harus) bersama mereka dan melindungi mereka. Tetapi karena kemunafikan dan kekorupan mereka maka TUHAN akan membuat Sion menjadi ladang, dan Yerusalem serta Bait Suci akan menjadi hutan dan reruntuhan.

Di ayat 3:8 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya, adalah tentang diri nabi Mikha sendiri. Katatetapi adalah antonim yang kuat (menyatakan kebalikan, perbedaan, atau kontras), membuat kontras antara seorang nabi yang sejati dengan nabi palsu dalam konteks paragraf sesudah dan sebelumnya. Dalam susunan urutan teks bahasa aslinya, kekuatan dan keberanian ada di bagian luar, kemudian di bagian tengah adalah Roh TUHAN dan keadilan, dapat dikatakan bahwa nabi Mikha memiliki kekuatan dan keberanian untuk menyatakan kesalahan Israel ketika semua orang hanya suka mendengar berita tentang kemakmuran aman tenteram saja, itu karena ia menaati dan mengikut Roh TUHAN (Yahweh) dan menjunjung tinggi keadilan yang disingkapkan oleh Allah.

Renungkan:
Dalam masyarakat saat ini, kita dapat dengan mudah mengkritik orang lain. Tetapi jika gugatan kita adalah maksud kehendak kita sendiri, pada akhirnya mungkin semua itu adalah kebohongan. Kita perlu, seperti nabi Mikha, melalui Roh Allah, berdasarkan keadilan-Nya, sehingga kita dapat membuat penilaian yang benar-benar memiliki keberanian dan kekuatan yang sejati.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 2:1-13

「Akibat Tidak Mau Mendengar」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 2:1-13 [ITB])
1 Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; 2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

3 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini, dan kamu tidak dapat menghindarkan lehermu dari padanya; kamu tidak dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. 4 Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kamu dan akan memperdengarkan suatu ratapan dan akan berkata:
Kita telah dihancurluluhkan!
Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali,
dan tidak ada orang yang mengembalikannya,
ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.
5 Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah TUHAN.

6 Janganlah ucapkan nubuat, kata mereka itu, orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu! Noda tidak akan menimpa kita. 7 Bolehkah hal itu dikatakan, keturunan Yakub? Apakah TUHAN kurang sabar? Atau seperti inikah tindakan-Nya? Bukankah firman-Ku baik terhadap orang yang benar kelakuannya? 8 Tetapi kamulah yang bangkit sebagai musuh terhadap umat-Ku. Kamu merebut jubah dari orang-orang yang suka damai, dari orang-orang yang berjalan lewat dengan tenteram, yang tidak cenderung kepada perang. 9 Para isteri di antara umat-Ku kamu halau dari rumah kesayangannya, dari bayi-bayinya kamu mengambil untuk selama-lamanya, semarak yang telah Kuberikan kepada mereka. 10 Bangkitlah dan pergilah, sebab ini bukan tempat perhentian bagimu! Oleh karena kenajisan maka kamu akan dibinasakan dengan kebinasaan yang tidak terpulihkan.

11 Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta: Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak, maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini!

12 Dengan sungguh-sungguh Aku akan mengumpulkan engkau seluruhnya, hai Yakub, dengan sungguh-sungguh Aku akan menghimpunkan sisa orang Israel; Aku akan menyatukannya seperti kambing domba dalam kandang, seperti kawanan binatang di tengah-tengah padangnya, sehingga ramai dengan manusia! 13 Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN sendiri di kepala barisan mereka!

Penerobos akan berjalan melewati pintu gerbang mu

Ayat 2:1-5 adalah pengumuman Celakalah. Paruh pertama ayat 1 hanya dengan ringkas menyatakan bahwa bencana akan datang, yang ditujukan kepada orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan. Bagian kedua dari ayat 1 sampai ayat 2 menunjukkan bahwa isi dari kejahatan mereka, terutama gugatan atas tindakan mereka melanggar batas tanah warisan milik orang lain dan dengan kekuatan kuasa yang mereka miliki untuk menduduki rumah-rumah milik orang lain. Ladang, tanah, dan rumah mewakili bagian penting dari kehidupan manusia, dan merupakan tempat tinggal dan sumber daya mereka untuk bertahan hidup. Karena itu, menyerobot merampas milik orang lain adalah kejahatan yang menghancurkan masyarakat dan menciptakan ketidakadilan di masyarakat. Nabi Mikha menunjukkan bahwa orang-orang ini pasti mendapatkan pembalasan yang seharusnya, yakni kehilangan bagian mereka di hadapan TUHAN (Yahweh) karena mereka. Pembalasan yang mereka terima itu bahkan dapat menjadi lagu sindiran sarkastis untuk dinyanyikan oleh orang lain .

Ayat 6-13 menunjukkan bahwa mereka yang tidak bersedia mendengarkan nubuat bencana yang diumumkan oleh Allah melalui para nabi-Nya, mereka sebaliknya menyambut para nabi palsu yang membuat nubuat palsu, maka pasti mereka dibawa ke penawanan, dan tanah mereka akan menjadi belantara. Mereka pikir mereka mengenal Allah dan berpikir bahwa Dia tidak akan menurunkan bencana atas mereka. Tetapi TUHAN (Yahweh) menunjukkan bahwa kata-kata yang disampaikan melalui nabi-Nya bermanfaat bagi orang yang jujur, tetapi karena tindakan umat-Nya tidak jujur, bahkan menciptakan eksploitasi dan perampasan merampok di antara umat-Nya, maka TUHAN pasti membuat mereka bangkit namun untuk meninggalkan tempat itu.

Pesan kunci dalam paragraf ini adalah di ayat 2:6, mencatat tanggapan orang-orang pada waktu itu terhadap kata-kata nabi Mikha. Mereka berkata, Janganlah ucapkan nubuat, orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu! Noda tidak akan menimpa kita. Mereka enggan mendengarkan kata-kata yang bersifat peringatan dari nabi Mikha, bahkan berpikir bahwa penghakiman yang disampaikan oleh nabi Mikha pasti tidak akan datang menimpa mereka. Dalam versi CUV, kalimat ini diterjemahkan menjadi tiga perintah negatif, maka frasa ketiga menjadi jangan mempermalukan kami, tetapi kata kerja ketiga dalam teks asli menggunakan pokok kata yang berbeda, maka seharusnya seperti dalam terjemahan ITB atau CUV Revisi adalah bentuk kalimat pengumuman, bukan kalimat perintah, mencerminkan ini adalah keyakinan mereka bahwa penghinaan tidak akan datang menimpa mereka. Pesan yang menyatakan bencana secara umumnya tidak akan diterima orang, terutama peringatan yang membawa gugatan kesalahan. Ketika suatu masyarakat menolak suara kritik dan melarang suara oposisi, itu seperti mencuri uang yang gemerencing lalu menutup telinga sendiri karena takut ketahuan, jelas tahu ada masalah tetapi tidak mau menghadapinya, bahkan menyingkirkan orang yang menunjukkan adanya masalah. Seiring waktu, masalah hanya akan terus makin berat sampai taraf tidak dapat dibenahi lagi.

Pada saat itu, sikap orang hanya mau mendengarkan kabar yang bagus didengar, dan bahkan menyambut kebohongan dan kemunafikan. Pesan-pesan nabi palsu sering kali dicintai karena mereka tidak mempermasalahkan dosa dan kejahatan, hanya mengklaim bahwa akan ada kemakmuran dan stabilitas, dan menikmati prospek kaya penuh berkat. Mereka yang hanya mendengarkan pesan yang seperti ini hanya akan tinggal dalam perbuatan jahat mereka sendiri tanpa tahu untuk bertobat. Jadi TUHAN (Yahweh) ingin mengumumkan penghakiman terhadap mereka, Dia akan menghimpun mereka, tetapi bukan lagi untuk menyelamatkan mereka, namun untuk membawa mereka keluar dari kota dan sampai ke tanah penawanan.

Renungkan:
Kita perlu memperhatikan suara gugatan, introspeksi merenung dan merespons dengan serius, sehingga kehidupan kita dapat memiliki titik balik dan harapan.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.