「Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya」
Oleh Rev. Leung Kwok Keung (梁國權)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Galatia 6:7-10 [TB2])
7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab, siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menyerah.
10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita.
Paulus pertama-tama memberikan dua perintah kepada para pembaca dalam ayat 6:1-2, kemudian melengkapi atau menjelaskan perintah-perintah ini dalam ayat 3-5, dan terakhir memberikan contoh yakni tentang berbagi beban dalam ayat 6. Sekarang, kita sampai pada bagian terakhir dari perikop 6:1-10 (6:7-10, lihat pemisah bagian dalam NIV), di sini Paulus beralih dari perintah-perintah yang lebih konkret sebelumnya di atas dan ganti menjabarkan prinsip-prinsip besar.
「Jangan sesat!」 merupakan peringatan bagi pembaca. Apa yang sebenarnya tidak boleh sesat terungkap dalam kalimat berikut. Sebagai contoh pembanding terlebih dahulu kita melihat Yakobus 1:16-17 「Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; …」 Situasinya serupa di sini; Paulus pertama-tama memperingatkan pembaca agar jangan salah, tidak boleh sesat, dan isi peringatan ini adalah kalimat berikut: 「Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.」 Dengan kata lain, jika seseorang berpikir Allah dapat diperolok-olokkan, dia keliru besar. (Perhatikan tanda baca di ayat ini.)
「Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.」 Kata 「dipermainkan」 berarti 「dicemooh,」 yaitu, memandang Allah dengan merendahkan atau hinaan. Ini bisa memiliki cakupan yang luas, meliputi banyak aspek kehidupan, tetapi, karena bagian kedua ayat 7 「Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya」 dimulai dengan 「karena,」 dan juga ayat 8 jelas berkaitan dengan ayat 7, maka pernyataan Paulus mungkin hanya membahas satu situasi: memandang rendah atau mencemooh hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan. Hukum ini adalah 「apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.」 Ini adalah hukum alam yang sangat sederhana, prinsip 「Anda menuai apa yang Anda tabur」— seseorang tidak dapat menuai kacang dari melon, atau melon dari kacang; dan orang dapat menambahkan 「Siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit, dan siapa yang menabur banyak akan menuai banyak.」 Karena prinsip pertanian ini sangat sederhana, prinsip ini sering digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip kehidupan (lihat Amsal 22:8; Hosea 8:7; 10:12-13).
Paulus melakukan hal yang sama di sini. Ia tidak mengajarkan kita cara menanam benih, tetapi mengingatkan kita: 「Sebab, siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu」 (ayat 8). Sama seperti orang yang menanam melon menuai melon, bukan kacang, demikian pula, orang yang menabur dalam daging menuai kebinasaan; orang yang menabur dalam daging tidak akan menerima hidup kekal. 「Menabur dalam daging」 berarti hidup untuk memuaskan keinginan daging. Menurut perbuatan daging yang disebutkan di atas (5:19-21), jika seseorang hidup dengan cara ini, ia secara alami akan menuai kebinasaan. Karena 「kebinasaan」 ini dibandingkan dengan 「hidup kekal」 dalam kalimat berikutnya, kebinasaan ini bukan hanya dari kehidupan ini, tetapi juga kutukan kekal. Dibandingkan dengan 「menabur dalam daging」 adalah 「menabur dalam Roh,」 yaitu, hidup untuk memenaati keinginan Roh Kudus. Mereka yang melakukan ini menerima hidup kekal. Dihadapkan dengan kebenaran yang begitu sederhana dan jelas, seseorang harus tahu bagaimana memilih dan bagaimana menjalani hidup.
Setelah menjelaskan prinsip doktrin dalam ayat 8, kemudian ayat 9 dan 10 adalah penerapan prinsip ini: 「Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menyerah.」 Kata kerja 「menuai」 adalah kata kerja yang sama yang digunakan dalam frasa sebelumnya 「menuai kebinasaan」 dan 「menuai hidup kekal.」 Meskipun dikatakan bahwa 「kamu menuai apa yang kamu tabur,」 tindakan 「menabur」 dan 「menuai」 tidak berhubungan langsung; demikian pula, 「siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya,」 dan hasil tuaian seringkali tidak terjadi secara instan. Dari 「berbuat baik」 hingga 「menuai,」 kita perlu bersabar, seperti seorang petani, untuk melihat hasilnya. Lagipula, hidup tidak sepenuhnya sama dengan bertani; kita bukan saja tidak instan melihat buah yang baik dari perbuatan baik, tetapi kita juga dapat melihat dalam situasi yang berbeda — niat baik tidak dihargai, dan orang jahat menjadi berkuasa. Inilah sebabnya mengapa Paulus mengatakan kepada kita untuk tidak jemu-jemu atau berkecil hati dalam berbuat baik. Karena orang yang menabur melon pada akhirnya akan menuai melon, ayat 10 memberikan instruksi khusus lebih lanjut: 「Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita.」
Refleksi:
Meskipun 「tabur benih yang baik, tuai buah yang baik」 bukanlah eksklusif prinsip Kristen dan kekristenan tidak menentangnya. Alkitab mengajarkan kita untuk berbuat baik, dan harus berbuat baik dalam Roh Kudus, bukan dalam daging. Jika kita memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain dan bagi orang percaya, kita tidak hanya membantu orang lain tetapi kita juga menjalani hidup yang penuh sukacita dan bahagia. Mari mempraktikkannya hari ini!
Renungan pemahaman Surat Galatia 3-6
Renungan pemahaman semua Surat Galatia
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Galatia 3-6 ditulis oleh Rev. Dr. Leung Kwok Keung (梁國權) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.