Tag Archives: Edom

Ratapan 4:21-22

「Berkat bagi Sion, kutuk bagi Edom」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:21-22 [ITB])
21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
22 Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan,
tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.

Ratapan Yeremia 4:21-22 adalah akhir dari keseluruhan pasal 4, tetapi tema dan gaya penulisan sama sekali berbeda dengan pasal sebelumnya, karena menggambarkan harapan Sion, ayat 21 menggambarkan bencana yang dialami orang Edom, dan ayat 22 menjelaskan tentang hukuman atas Sion akan berakhir dan tak akan lagi dibawa ke dalam penawanan.

Tema ayat 21 dan 22b adalah putusan penghakiman atas Edom, ayat 21 dimulai dengan puteri Edom, bermaksud untuk dikontraskan dengan puteri Sion, keduanya adalah menggunakan kata puteri adalah untuk menjelaskan kelemahan dan kerentanan, dahulu Sion seperti puteri yang lemah dan hancur, dan Edom juga akan menjadi lemah dan hancur seperti Sion. Mengapa Kitab Suci menyebutkan Edom? Ini karena meskipun Edom (nama lain dari Esau) adalah saudara Israel sendiri, ketika Sion dihancurkan, mereka dengan senang hati berkata: Runtuhkanlah, runtuhkanlah sampai ke dasarnya! (Mazmur 137:7, klik untuk membaca), Edom bukan hanya tidak membantu Israel, ia bahkan bersukacita ketika Yerusalem dihancurkan, sehingga orang-orang Israel mengharapkan Edom mendapat balasan. Sekarang, ayat 21 menunjukkan bahwa cawan pahit Sion akan beralih kepada Edom, dan Edom akan meminumnya sampai mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, ini konsisten dengan catatan lain dalam Perjanjian Lama (Setelah ia minum anggur itu, ia mabuk, dan melepaskan pakaiannya di dalam kemah Kej. 9:21, Terkutuklah orang yang memberi minum bercampur anggur kemarahan dan berang yang memabukkan, kepada sesamanya, untuk melihat ketelanjangannya Hab. 2:15), dan menunjukkan bahwa kutukan dan penghakiman akan datang kepada Edom.

Sebaliknya, ayat 22 menegaskan bahwa hukuman Sion akan berakhir, Tuhan akan menghentikan Sion dari penawanan. Artinya hukuman Sion pada akhirnya akan berakhir. Hal ini sesuai dengan ketetapan- ketetapan perjanjian. Jika Sion mau bertobat serta segenap hati dan tenaga kembali kepada TUHAN (Yahweh), maka TUHAN akan membawa para tawanan ini kembali ke Yerusalem (Ul. 30:1-6, klik untuk membaca). Ini adalah harapan perjanjian, meskipun Sion tidak tahu tanggal pasti datangnya hari ini, tetapi Sion dapat tahu dengan pasti bahwa hari ini akan datang. Akan tetapi, ayat 22b juga menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) pasti menghukum Edom, menyingkapkan dosa-dosanya, namun tidak menunjukkan bahwa hukuman mereka suatu hari akan berlalu, sehingga menyiratkan bahwa Edom tidak memiliki kesempatan untuk kembali dari pembuangan. Ini konsisten dengan pesan Maleakhi (Maleakhi 1:1-5).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
2 YAHWEH berfirman, 「Aku mengasihi kamu.
Tetapi kamu berkata: Dengan apakah Engkau mengasihi kami?
Bukankah Esau saudara Yakub? Namun Aku mengasihi Yakub, 3 dan membenci Esau, serta membuat pegunungannya menjadi tanah tandus dan tanah pusakanya menjadi padang gurun.
4 Ketika Edom berkata: Kami telah dipukul hancur, tetapi kami akan membangun kembali tempat-tempat yang runtuh.」 Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam, berfirman, 「Mereka akan membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya, dan mereka akan menyebutnya sebagai wilayah kejahatan, dan bangsa yang kepadanya YAHWEH murka untuk selama-lamanya.
5 Tetapi kamu akan melihat dan berkata: YAHWEH akan dimuliakan sampai di luar daerah Israel.

Renungkan:
Hari-hari kelam akan berlalu, dan hukuman atas dosa akan dihapus, karena TUHAN (Yahweh) adalah Allah yang setia, Dia akan memenuhi harapan dalam perjanjian, asalkan orang bersedia datang kepada TUHAN untuk mengakui dosa-dosanya, bertobat, pada akhirnya akan ada pembalikan kutukan. Namun, jika orang tidak bertobat, situasinya seperti Edom, dahulu dia mengolok-olok Israel, sekarang apa yang dia olok-olok akan menimpa dirinya. Apakah kita bersedia menjadi Sion yang bertobat atau Edom yang sombong dan tidak mau berubah?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:9-12

Penghakiman atas Tirus dan Edom
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:9-12 [ITB])
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis. 11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Tirus berada di barat laut Israel dan mewakili Fenisia. Selain sama seperti orang Filistin yang menyerahkan umat Allah seluruhnya kepada Edom, ditambah lagi kesalahannya tidak mengingat saudara perjanjiannya. Mereka merampok orang-orang Israel, dan menjual mereka ke Edom tanpa memandang usia, jenis kelamin, pada saat yang sama nabi Amos (mewakili TUHAN) juga meminta pertanggungjawaban mereka tidak mengingat perjanjian dengan Israel, perjanjian antara Tirus dan Israel, mungkin merujuk pada apa yang dimulai raja Hiram dan raja Daud (2 Sam. 5:11) berlanjut hingga Salomo juga memiliki janji dengan raja Hiram ketika ia membangun Bait Suci (1 Raj. 5:12), dan Ahab juga memiliki kontak dengan Tirus (1 Raj. 16:31). Sebenarnya, Israel dan Tirus memiliki agama dan politik yang berbeda, perjanjian tersebut dapat berupa bisnis yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Perjanjian harus ditegakkan, termasuk dengan sikap mentalitas untuk menjaga dan memastikan dengan sikap positif. Tirus tidak memegang perjanjian, menawan Israel serta menjual ke Edom, menghancurkan perjanjian. Hukumannya juga bahwa kota Tirus dan istana terbakar dihancurkan.

Edom berada di bagian selatan Laut Mati, kata Edom memiliki arti mengandung warna merah, karena tanah dan batu pasir di sana berwarna merah. Edom adalah keturunan Esau merupakan kerabat Israel, jadi di sini mereka disebut saudara. Tetapi dimulai dari Esau, terdapat perebutan persaingan antara Esau dan Yakub, karena Yakub menipu hak sulung milik Esau, Esau berniat membunuh Yakub setelah menunggu kematian ayahnya, meskipun Yakub kemudian mengetahui dan melarikan diri, di rumah pamannya menerima berkat besar dari Tuhan, ketika kembali ke Kanaan kedua saudara tampaknya sudah berdamai, tetapi mereka masih saling menghindari dan tidak bisa benar-benar berdamai.

Di zaman nabi Amos, orang Filistin dan Tirus demi keuntungan maka menjual tawanan perang kepada Edom, sehingga Edom tanpa belas kasihan menganiaya umat Allah, bahkan lebih kejam daripada orang luar. Allah mengejar dua kesalahan dari Edom, yang pertama adalah bahwa mereka memendam amarah terhadap orang Israel, itu adalah kebencian jangka panjang, telah diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga amarah di hati hendak diluapkan, kemarahan terus kambuh meletup, CUV menerjemahkan sebagai amarah mengoyak, sepertinya semua kebencian yang terakumulasi di masa lalu ditumpahkan kepada orang Israel saat itu juga. Dosa kesalahan kedua adalah kekejaman brutal mereka, Edom tidak hanya menggunakan pedang tetapi juga mengejar orang-orang Israel, sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, menyebabkan kerusakan besar terhadap orang-orang Israel. Edom menerima para tawanan orang Israel dari orang Filistin dan Tirus merupakan pelanggaran terhadap Allah, mereka tiga kali bahkan empat kali berbuat jahat, sehingga Allah menghukum mereka, Allah akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Renungkan:
Di dalam lingkaran gereja, meskipun kita saling menyebut saudara-saudari, tetapi banyak waktu perbedaan memisahkan kita seolah-olah jarak antara timur dan barat tidak dapat dijangkau, perbedaan politik, warna biru kuning, generasi, ekonomi, membuat sebutan saudara-saudari tidak dapat dihidupkan, meskipun tidak sampai saling kejar dengan pedang pisau, tetapi situasi terkoyak robek sangat disesalkan. Memohon Tuhan mengajar kita untuk menghargai persaudaraan ini, mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari setiap saudara dan saudari, dan berusaha keras untuk menjaga kesatuan Roh Kudus (Efesus 4:3).

Kebencian dapat menghancurkan pikiran seseorang, apakah Anda membiarkan kemarahan tetap ada di hati Anda? Apakah Anda membenci seseorang? Menyimpan kebencian di hati, adalah seperti membangun penjara di dalam hatinya sendiri, dan memasukkan orang yang dibenci itu ke dalam penjara di dalam hatinya itu, dan dengan sering membawanya keluar disalahkan, memukulinya beberapa kali, lalu memenjarakannya lagi di dalam hati. Setiap kali membawanya keluar, yang dilukai adalah dirinya sendiri, bukan melukai orang yang ia penjara dalam hatinya, orang itu bahkan tidak tahu dipenjara di dalam hati! Biarkan dia pergi, biarkan dirinya pergi! Mohon Tuhan membantu agar bisa melupakan dan mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:3-8

Aram dan Filistin Menerima Penghakiman
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:3-8 [ITB])
3 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi, 4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis; 5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir, firman TUHAN.
6 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, 7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis; 8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin, firman Tuhan ALLAH.

Kerajaan pertama yang menerima penghakiman dari Allah adalah Aram di timur laut Israel, diwakili oleh ibu kota Damsyik, Aram sering berperang dengan Israel. Sedangkan Gilead terletak di sebelah timur Sungai Yordan, di seberang pegunungan Efraim, di sebelah timur berbatasan dengan Amon, sebelah utara adalah Manasye, berada berdekatan dengan Damsyik sehingga sering diserang oleh Damsyik.

Hanya satu kejahatan Damsyik yang disebutkan, yaitu mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi. Besi eretan pengirik adalah alat yang digunakan oleh petani untuk memukul (menebah) biji padi atau gandum agar terlepas dari tangkai batang, di sini bisa merujuk pada cara mereka menganiaya dan melecehkan orang-orang Israel benar-benar menggunakan besi eretan pengirik untuk membuat orang menderita, mungkin juga merupakan cara menggambarkan bahwa orang Israel seperti gandum, dianiaya oleh bangsa Aram dengan cara yang kejam.
Ketika Allah tidak lagi menoleransi Damsyik, Dia memakai api sebagai bencana hukuman. Api menunjukkan kepada kehancuran perang, pertama-tama datang ke rumah dan istana raja Hazael dan juga puri milik Benhadad yang berkuasa, dan gerbang-gerbang pelindung dihancurkan, tempat tinggal para penguasa dan bangsawan berkuasa dihancurkan, demikian juga penduduk yang tinggal di dataran Bet-Eden yang dikenal sebagai tempat tinggal orang-orang pemegang kekuasaan (Bet-Eden artinya Tanah aman makmur, tempat penyembahan dewa matahari), dilenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen tanah penuh kekayaan atau penyembahan berhala, dan akhirnya orang Aram dibuang ke Kir, menjadi penghinaan besar bagi kerajaan Aram. Penghakiman dimulai dengan raja, penguasa, dan akhirnya mencapai penduduknya, dan tidak ada yang selamat.

Orang-orang Filistin berada di bagian barat daya Israel, empat kota yang menerima penghakiman yakni Gaza, Asdod, Askelon, dan Ekron. Tiga kota pertama berada di pantai, dan Ekron adalah pedalaman. Gaza terletak di titik paling selatan dari Filistin, tidak jauh dari perbatasan Mesir. Di sini dikatakan bahwa mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, kata bangsa seluruhnya artinya mencakup semua orang-orang, yakni saat perang tanpa dipandang usianya dari yang kecil sampai yang tua, laki-laki atau perempuan semua diserahkan sebagai tawanan perang kepada Edom. Ini mungkin merujuk pada penjualan tawanan perang, praktik yang sangat kejam dan brutal, kejahatan yang tidak ditoleransi oleh Allah.
Hukuman dari Tuhan meliputi empat aspek:
– Menurunkan api dan membakar istana di Gaza: membakar Gaza dengan api berarti bahwa setelah perang, kota Gaza dibakar, istana terbakar habis, raja dan para pemimpin semuanya binasa.
– Menggunting lenyap penduduk Asdod dan pemegang tongkat kerajaan di Askelon: tidak hanya para pemegang kuasa kerajaan dilenyapkan, tetapi juga termasuk penduduk biasa, penghancuran yang benar-benar secara menyeluruh.
– Mengacungkan tangan melawan Ekron: adalah tindakan membalik tangan memukul (lih. KJV turn my hand against Ekron), atau bisa juga berarti berputar balik memukul.
– Membinasakan orang-orang Filistin yang tersisa: semua orang yang masih belum terkena hukuman juga akan dihancurkan. Di sini merupakan hukuman kehancuran total, sesuai dengan orang Filistin yang menyerahkan semua tawanan kepada Edom, pembalasan mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Renungkan:
Besi yang semestinya untuk mengirik gandum yang digunakan untuk melayani dan memberikan kesejahteraan bagi manusia, tetapi digunakan sebagai alat untuk menganiaya dan melukai orang. Ini bisa dikatakan dosa dan kejahatan demikian besar. Apakah ada anugerah dan hal-hal baik yang diberikan Allah dipergunakan di tempat ketidakadilan? Sepatutnya kita mendapatkan pelajaran darinya!

Pengadilan dimulai dari raja sampai kepada rakyat biasa, mereka yang berada di atas seharusnya ekstra hati-hati, kepada yang diberi lebih banyak akan dituntut lebih banyak darinya, patut dijadikan peringatan bagi mereka yang memegang kekuasaan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Obaja 1a

「Latar Belakang Obaja」
Oleh 謝慧兒 (Xiè Huì Ér)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Oba. 1:1a [ITB])
1a Penglihatan Obaja.

Hari ini kita akan bersama merenungkan satu lagi kitab lain dari kitab nabi-nabi kecil: kitab Obaja, mencatat penglihatan nabi Obaja, jadi penulisnya haruslah Obaja sendiri. Namun, kitab ini tidak menuliskan informasi latar belakang nabi Obaja. Objek utama kitab Obaja adalah Edom, yaitu, keturunan Esau, seluruh kitab adalah pengaduan yang diajukan oleh Allah melalui nabi Obaja terhadap Edom sebagai saudara Yehuda. Adapun peristiwa yang dijelaskan dalam kitab ini: adalah pada saat Yerusalem mengalami penderitaan, orang Edom hanya berlipat tangan menonton apa yang terjadi, yakni yang terjadi selama masa penawanan, kira-kira sebelum dan sesudah Babel menyerang Yerusalem pada abad keenam S.M.

Obaja dapat dibagi menjadi beberapa paragraf: ayat 1a penglihatan Obaja merupakan topik seluruh kitab ini. Ayat 1b: Beginilah firman Tuhan ALLAH tentang Edom dan suatu kabar telah kami dengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke tengah bangsa-bangsa: Bangunlah, marilah kita bangkit memeranginya! sebagai pembukaan kitab, membuat pengumuman ── Allah akan membangkitkan negara-negara untuk menyerang Edom. Kemudian ayat 2-9, nabi Obaja mengucapkan hukuman konkret yang akan datang pada Edom, dapat dibagi menjadi tiga keputusan hukuman:

  • Keputusan 1, ayat 2-4, menyatakan bahwa Edom akan direndahkan di antara negara-negara. Edom, rajawali yang terbang tinggi ini akan ditarik turun ke bawah dan menjadi rendah. Keputusan ini diakhiri demikianlah Firman TUHAN
  • Keputusan 2, ayat 5-7, menyatakan bahwa Edom akan dijarah seluruhnya secara total. Dan ia akan dikhianati oleh sekutu, Edom sebagai keturunan Esau, ini sangat ironis karena ia juga mengkhianati saudaranya ─ Yehuda, keturunan Yakub.
  • Keputusan 3, ayat 8-9, menubuatkan orang pandai Edom, yang dikenal karena kebijaksanaannya, akan punah semua.

Ayat 10-14: setelah kuputusan hukuman diucapkan, nabi Obaja menyampaikan dosa Edom, secara struktur juga dapat dibagi menjadi tiga paragraf kecil:

  1. Paragraf pertama, ayat 10. Dimulai dengan kata depan karena (mîn,penyebab), menunjukkan mengapa Allah hendak menghukum Edom. Ayat 10 adalah tuduhan umum, bahwa Edom melakukan kekerasan terhadap saudaranya, Yakub.
  2. Paragraf kedua, ayat 11. Teks bahasa asli dimulai dengan Pada hari itu kamu berdiri yakni menuduh Edom tidak mengulurkan tangan membantu pada hari-hari penderitaan Yakub.
  3. Paragraf ketiga, ayat 12-14. Ayat 12 dimulai dengan namun tidak patut (janganlah) (waw ’al, terjemahan ITB tidak ada kata “namun”, lihat RSV), lalu diikuti oleh serangkaian tidak patut engkau … sampai kalimat terakhir di ayat 14.

Ayat 15-16: paragraf lain, menunjukkan bahwa penghakiman Allah akan datang ke Edom, dan juga kepada bangsa-bangsa. Ayat 17-21: paragraf terakhir dari seluruh kitab ini, menyatakan bahwa Allah akan menghakimi Esau, tetapi sebaliknya Yakub akan dipulihkan bangkit kembali, mendapatkan kembali kehilangan Yakub dahulu. Kitab ini berakhir dengan maka TUHANlah yang akan empunya kerajaan itu.

Garis besar kitab ini adalah sebagai berikut:

  • Judul (ayat 1a)
  • Putusan umum: Edom akan dihukum dan diserang oleh negara-negara (ayat 1b)
  • Putusan konkret (ayat 2-16)
  • A. Pengumuman hukuman atas Edom (2-9)
  • B. Alasan menghukum Edom (10-14)
  • C. Pengumumkan hukuman atas bangsa-bangsa: hari TUHAN akan datang (ayat 15-16)
  • Janji kebangkitan keluarga Yakub: Sion mendapat keselamatan; TUHANlah yang akan empunya kerajaan (ayat 17-21)

Renungkan:

Sekilas memandang, kitab Obaja tampaknya tidak ada hubungannya dengan Anda atau saya. Namun, selama kita bersabar untuk mencernanya, tidaklah sulit untuk menemukan beberapa pelajaran yang pantas kita pelajari, mohon bantuan Tuhan!


Renungan pemahaman Kitab Obaja (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus, Obaja, Habakuk ditulis oleh 謝慧兒 (Xiè Huì Ér) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Maleakhi 1:1-5

「TUHAN mengasihi kita 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
2 “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub,
3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
4 Apabila Edom berkata: “Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,” maka beginilah firman TUHAN semesta alam: “Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.”
5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: “TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.”

Ayat Kunci:「 … TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel」 (Maleakhi 1:5)

Umat Israel kembali dari penawanan Babilon sampai zaman Maleakhi sudah lewat 100 tahun lebih. Walaupun Bait Suci sudah selesai dibangun ulang, tembok kota Yerusalem sudah selesai diperbaiki; tetapi semangat dan penyerahan diri pada masa awal sudah menipis. Kebangkitan di bawah pimpinan Ezra dan Nehemia hanya sebentar, imam dan umat kembali mundur ke kondisi dahulu. Di sisi lain, umat yang kembali berada di bawah jajahan kerajaan Persia, walaupun bisa kembali ke Yerusalem dan dibantu oleh raja Persia, namun umat curiga apakah TUHAN akan menggenapi perjanjian-Nya dengan Israel, bangsa ini apakah masih punya harapan nyata akan masa depan?

Ada tiga aspek yang sama-sama menjadi keprihatinan Nehemia dan Maleakhi: (1) imam telah melupakan pelayanan di Bait Suci (Neh. 13:1-9; Mal. 1:6-2:9); (2) sikap umat terhadap persembahan perpuluhan dan persembahan khusus telah longgar (Neh. 13:10-13; Mal. 3:8-12); (3) perkawinan dengan perempuan asing (Neh. 13:23-28; Mal. 2:10-16).

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah. Dan memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat. Keseluruhan kitab mencakup tujuh tanya jawab, perencanaan yang demikian bertujuan agar Israel mengerti keadaan rohani mereka, dan membimbing mereka berbalik mengarah kepada Allah (Mal. 1:1-4:3). Tanya jawab pertama dan penjelasannya tentang Allah memilih Yakob bukan Esau untuk sekali lagi membuktikan kasih Allah dalam menjaga perjanjian-Nya (Mal. 1:1-5). Tuhan berkata「Aku mengasihi kamu 」(Ul. 4:32-40; 7:7-11; Yes. 43:1-4; Hos. 11:8-9) Tetapi kamu berkata: 「Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? 」

Ayat 2b (Mal. 1:2) adalah tentang Allah yang pro-aktif mengasihi Israel (Yakub). Permasalahan umat timbul dari pengaruh pengalaman ditawan dan segala pembangunan setelah kembali jauh lebih kecil dibandingkan masa lalu. Untuk memberikan bukti kasih-Nya, Allah membandingkan apa yang mereka alami dengan apa dialami Edom.

Ayat 3 (Mal. 1:3) berbicara tentang Allah membenci Edom (Esau)「Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. 」adalah cara penyampaian sastra Ibrani untuk mengatakan maksud「paling utama mengasihi Yakob secara primer 」, 「mengasihi Esau secara sekunder kedua 」. Walaupun Yakub dan Esau adalah anak Ishak, adalah saudara kandung, namun Allah justru hanya memilih Yakub dan keturunannya sebagai umat yang dengannya Ia dirikan perjanjian. Perjanjian ini didirikan di atas dasar perjanjian tanpa syarat dari Allah kepada Abraham, menjamin keturunan Yakub sebagai pemilik kekal tanah perjanjian (lihat Kej. 28:3-4, 13-15). Atas dasar janji ini juga maka Allah memimpin mereka pulang dari penawanan sekali lagi menuju tanah perjanjian. Sebaliknya, Edom setelah mengalami penghakiman Allah, tidak boleh mengalami pemulihan. Terkait penghakiman atas Edom, dapat melihat 《kitab Obaja》.

Ayat 4 (Mal. 1:4) adalah tentang Edom mengambil tekad (kehilangan tekad membangun ulang) beserta akhirnya (pasti dihancurkan Allah), penyebab utamanya di sana adalah「daerah kefasikan 」(wicked land, tanah kejahatan dosa); penghuni tanah itu disebut sebagai「bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya 」; kebalikan relasi Israel dengan Allah. Umat pilihan yang kembali dapat melihat akhir Edom, akan tahu bahwa Allah setia pada janji-Nya, dan mengakui bahwa Allah sugguh nyata mengasihi mereka.

Renungkan: sebenarnya, kita sering lupa, meragukan kasih Allah. Mengamati ulang pengalaman masa lalu yang dapat membantu mengangkat iman kita kepada Allah?

Rencanakan: tuliskan satu pengalaman masa lalu yang mengangkat iman kita kepada Allah. Bagikan dalam kelompok kecil anda di minggu ini, atau dalam majalah gereja.

Doa: Tuhan, tolonglah saya senantiasa ingat untuk hitung betkat-Mu, agar saya dalam keadaan apapun tidak meragukan kasih-Mu pada saya. Amin.