「Dua orang anak dari Abraham」
Oleh Rev. Leung Kwok Keung (梁國權)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Galatia 4:21-23 [TB2])
21 Katakanlah kepadaku, hai Kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? 22 Bukankah ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari perempuan yang menjadi hamba dan seorang dari perempuan yang merdeka? 23 Namun, anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu dilahirkan seperti biasanya, sedangkan anak dari perempuan yang merdeka itu dilahirkan karena janji.
Pasal 4, ayat 21-31 adalah paragraf keenam dan terakhir dari bagian doktrinal surat Galatia (pasal 3-4). Paulus menggunakan kedua anak Abraham untuk menegaskan kembali doktrin pembenaran kepada jemaat Galatia.
Seluruh bagian ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada 「yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat?」 Karena Paulus berbicara langsung kepada mereka, seruan berupa 「hai Kamu …」 adalah tepat. 「Hidup di bawah hukum Taurat」 berarti menerima kendali kurungan hukum Taurat, dan juga menerima kutukan hukum karena gagal mematuhi tuntutannya secara sempurna. Secara logis, tidak seorang pun akan 「mau」 (rela) berada di bawah hukum Taurat. Penggunaan istilah ini oleh Paulus jelas bersifat ironis. Tetapi siapakah orang-orang ini? Apakah mereka yang menggoda jemaat Galatia? Tidak! Surat ini tidak ditujukan kepada musuh. 「Kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat,」 sebenarnya masih juga jemaat Galatia. Ini menggemakan dua panggilan Paulus kepada mereka sebagai 「saudara」 di akhir bagian ini (ayat 28 dan 31), hanya saja di sini Paulus menggunakan ungkapan ironis.
Awal ayat 21 「Katakanlah kepadaku」 maknanya lebih jelas tertuju kepada 「hai Kamu sekalian (jamak).」 Terakhir, inti pertanyaan sebenarnya dalam ayat 21 adalah, 「tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat?」 Dalam frasa ini kata 「hukum Taurat」 berbeda dengan 「hukum Taurat」 dalam ayat sebelumnya. 「Hukum Taurat」 dalam ayat sebelumnya merujuk pada Hukum Musa itu sendiri, sedangkan 「hukum Taurat」 dalam ayat ini, seperti yang akan dibahas nanti, sebenarnya merujuk pada Kitab Hukum Perjanjian Lama; lebih tepatnya, merujuk pada Kitab Kejadian di dalam Kitab Hukum Taurat. Pertanyaan Paulus juga merupakan pertanyaan retoris; jika diubah menjadi kalimat deklaratif, artinya, 「Kamu telah mendengar Hukum Taurat (kisah Kejadian)!」
Setelah memperkenalkan topik dengan sebuah pertanyaan di ayat 21, ayat 22 sampai 31 adalah apa yang ingin Paulus sampaikan. Bagian ini terbagi menjadi dua bagian: ayat 22 sampai 27 pertama-tama menjabarkan doktrin tersebut, dan kemudian di ayat 28 sampai 31, melalui dua seruan kepada 「saudara-saudara,」 ia menerapkan doktrin yang baru saja ia sampaikan tersebutpada diri para pembaca.
Ayat 22-23 terlebih dahulu mengutip dari Hukum Taurat mengenai beberapa fakta tentang Abraham yang memiliki dua putra. Kedua ayat ini menyebutkan lima tokoh, tetapi hanya satu nama: Abraham. Kelima tokoh ini adalah Abraham, kedua putranya, dan kedua ibu yang melahirkan mereka. Salah satu nama muncul kemudian: Hagar (ayat 24-25). Salah satu nama putra juga muncul kemudian: Ishak (ayat 28). Dengan demikian, kita tahu bahwa kelima tokoh ini adalah Abraham, Hagar dan Ismael putranya, serta Sara dan Ishak putranya. Dari kelima tokoh ini, fokus Paulus sebenarnya bukanlah pada Abraham — ia dan namanya tidak muncul lagi kemudian; fokusnya juga bukan pada kedua ibu — ia hanya menyebutkan mereka untuk membahas kedua putra tersebut. Hal ini menjadi jelas pada ayat 22-23: Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari perempuan yang menjadi hamba dan seorang dari perempuan yang merdeka? Namun, anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu dilahirkan seperti biasanya, sedangkan anak dari perempuan yang merdeka itu dilahirkan karena janji.
Kata 「hamba」 kadang-kadang diterjemahkan sebagai 「pelayan perempuan,」 tetapi terjemahan yang lebih tepat adalah 「budak perempuan.」 Berikutnya, 「dilahirkan seperti biasanya」 jelas tidak merujuk pada 「dilahirkan menurut daging/born after the flesh」 yang mungkin dipahami sebagai nafsu daging, juga bukan merujuk pada 「menurut kehendak manusia」 (menunjuk pada Sara [bandingkan Kejadian 16:2]), tetapi lebih tepatnya 「lahir secara alami.」 Ini merujuk pada Ismael.
Ibu Ishak adalah Sara, seorang 「perempuan merdeka.」 Ada perbedaan status yang jelas antara 「perempuan merdeka」 dan 「perempuan budak.」 Ishak 「lahir karena janji,」 tentu ini tidak berarti ia dikandung oleh Roh Kudus seperti Yesus, sebuah mukjizat supranatural. Ishak lahir secara alami, melalui proses reproduksi alami antara laki-laki dan perempuan. Namun, kelahirannya dimungkinkan karena janji Allah: 「Istrimu Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu」 (lihat Kejadian 17:15-19). Oleh karena itu, ayat 23 mengatakan bahwa ia lahir 「karena janji.」
Adapun apa yang hendak disampaikan melalui fakta-fakta tentang kedua putra Abraham ini, kita harus lebih lanjut melihat ayat 24-27.
Refleksi:
Kita memahami bahwa kita tidak dapat memilih orang tua kita. Namun, apakah kita memilih untuk hidup 「di bawah hukum Taurat」 atau tidak, itu adalah pilihan yang dapat kita buat. Di antara orang Galatia, beberapa orang, karena godaan dari orang lain, 「lebih suka hidup di bawah hukum Taurat,」 tanpa alasan apa pun. Namun, yang menarik adalah, apa yang seharusnya tidak dipilih tetap dipilih. Saudara-saudari, ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat kita pilih, tetapi ada juga banyak hal yang dapat kita pilih. Ketika pilihan disajikan kepada Anda, apakah Anda yakin akan memilih yang tepat?
Renungan pemahaman Surat Galatia 3-6
Renungan pemahaman semua Surat Galatia
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Galatia 3-6 ditulis oleh Rev. Dr. Leung Kwok Keung (梁國權) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.