「Allah mengendalikan segala sesuatu」
Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Raja-raja 22:15-23 [TB2])
15 Sesampainya ia kepada raja, bertanyalah raja kepadanya, 「Mikha, bolehkah kami pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau kami batalkan saja?」 Jawabnya kepadanya, 「Majulah dan engkau akan beruntung. TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.」
16 Tetapi, raja berkata kepadanya, 「Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau tidak mengatakan apa pun kepadaku selain kebenaran demi nama TUHAN?」 17 Lalu jawabnya, 「Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti kawanan domba tanpa gembala. TUHAN telah berfirman: Mereka tidak mempunyai tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat.」
18 Kemudian raja Israel berkata kepada Yosafat, 「Bukankah telah kukatakan kepadamu: Ia tidak pernah menubuatkan yang baik tentang aku selain malapetaka?」
19 Kata Mikha, 「Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara surga berdiri di dekat-Nya, di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya. 20 Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. 21 Kemudian keluarlah suatu roh dan berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Akulah yang akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Bagaimana caranya? 22 Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Firman-Nya: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau pasti bisa. Keluarlah dan lakukanlah demikian! 23 Jadi, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini. TUHAN telah menetapkan malapetaka atasmu.」
Dalam 1 Raja-raja 22:15-16, tanggapan Mikha identik dengan tanggapan 「empat ratus orang itu.」 Namun, tanggapan Ahab (1 Raj. 22:16) mencela Mikha agar mengatakan kebenaran dalam nama TUHAN, menunjukkan bahwa ia menyadari kata-kata Mikha adalah ejekan terhadap Ahab dan 「empat ratus orang itu.」 Sama seperti Yosafat menyadari bahwa kata-kata 「empat ratus orang itu」 bermasalah (1 Raj. 22:7), Ahab sekarang menganggap kata-kata Mikha sebagai ejekan.
Kemudian, ayat 17-23 mencatat penglihatan yang dilihat Mikha, yang merupakan isi sebenarnya, dan akan diceritakannya kepada Ahab. Dari isi yang disampaikan Mikha, kita melihat setidaknya tiga pesan teologis. Pertama, Mikha mengatakan bahwa ia melihat orang Israel tercerai-berai di pegunungan tanpa gembala, jelas merupakan ironi terhadap Ahab, yang menunjukkan bahwa Ahab akan mati, meninggalkan orang Israel seperti domba tanpa gembala (atau tuan). Kedua, ayat 19-22 menunjukkan bahwa ada banyak roh di surga, yang menanggapi tuntutan TUHAN secara berbeda. Di sini kita melihat bahwa roh-roh tersebut harus memperoleh persetujuan dan otorisasi TUHAN untuk bertindak, dan tidak ada situasi di mana masing-masing bertindak secara independen.
Terakhir, gambaran surga dalam budaya Timur Dekat kuno mencerminkan hubungan antara peperangan dan surga. Orang-orang di Timur Dekat kuno percaya bahwa langit adalah tempat para dewa berkumpul dan membahas berbagai hal, dan setiap dewa adalah pelindung kota tertentu. Jika di alam surga para dewa dapat mencapai kompromi untuk mencapai keseimbangan kekuasaan, status kota yang dilindungi dewa tersebut akan dinaikkan atau diturunkan. Jika mereka tidak dapat mencapai kompromi, para dewa akan berperang di alam surgawi, dan pemenangnya akan menaikkan status kota di bumi, menandakan kemenangan kota tersebut dalam perang. Gambaran surgawi yang dijelaskan dalam 1 Raja-raja pasal 22 juga memiliki warna budaya Timur Dekat kuno ini, tetapi tidak mendukung konsep perang antar dewa. Ini karena takhta TUHAN tidak pernah perlu ditantang, dan TUHAN tidak perlu secara pribadi berperang untuk mendapatkan status transenden-Nya; sebaliknya, setiap roh membutuhkan persetujuan TUHAN untuk bertindak. Dengan demikian, dewa-dewa Timur Dekat kuno didemistifikasi (demythicization), mereka adalah para malaikat yang melayani TUHAN.
Refleksi:
Dalam penglihatan Mikha, kita melihat bahwa Allah adalah Penguasa atas segala sesuatu. Tidak peduli bagaimana dunia manusia menggunakan konflik untuk mencapai tujuannya sendiri, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Allah berkuasa. Inilah dunia milik Allah Bapa.
Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja 18-22
Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Raja-raja 18-22 ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.