Tag Archives: Persembahan

2 Korintus 8:16-9:5

「Orang yang dapat dipercaya dan dipuji」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 8:16-9:5 [ITB])
16 Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu. 17 Memang ia menyambut anjuran kami, tetapi dalam kesungguhannya yang besar itu ia dengan sukarela pergi kepada kamu. 18 Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil. 19 Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami.
20 Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini. 21 Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia. 22 Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu. 23 Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus. 24 Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu.
9:1 Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu. 2 Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: 「Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.」 Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang. 3 Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam hal ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan, 4 supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama dengan aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia, sehingga kami — untuk tidak mengatakan kamu — merasa malu atas keyakinan kami itu. 5 Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.

Untuk memastikan bahwa gereja Korintus dapat menyelesaikan rencana membantu orang-orang kudus, Paulus selain memberikan penjelasan kepada mereka dan memberi mereka contoh, tetapi juga mempercayakan tiga saudara untuk membantu mereka menindaklanjuti masalah ini. Ayat 8:16-24 adalah pengantar yang diberikan Paulus kepada mereka, dapat dikatakan surat rekomendasi Paulus. Ia memberikan rekomendasi atas tiga bersaudara ini, yang menunjukkan bahwa dia tidak menolak surat rekomendasi. Paulus tidak perlu seseorang untuk memberikan surat rekomendasi atas dirinya (3:1-2), keberatan Paulus adalah jika seseorang menggunakan surat rekomendasi untuk membanggakan diri mereka sendiri dan membanding-bandingkan! Di hadapan Gereja dan Allah, jika seseorang benar-benar layak dan diakui, maka Paulus akan terus terang dan terbuka memuji mereka, Titus jelas adalah rekan Injil dan asisten yang sangat penting bagi Paulus, ia berkali-kali menyebutkan nama orang ini dalam suratnya (2:13; 7:6, 13-15; 8:6, 16, 23; 12:18). Menurut catatan Gal. 2:1, ketika Paulus pergi ke Yerusalem, ada dua orang bepergian bersama-sama, Barnabas dan Titus. dapat dilihat bahwa hubungan mereka adalah sangat dekat. Para peneliti percaya bahwa Titus adalah satu penghubung antara Paulus dan jemaat Korintus. Dari dia, Paulus tahu antusiasme semangat dan penyesalan jemaat Korintus, sehingga hati dia dihiburkan (7:6-7). Mungkin, surat Paulus yang penuh air mata adalah dibawa oleh Titus kepada jemaat Korintus multi gereja. Paulus menekankan, Titus dengan sukarela pergi kepada mereka setelah mendengarkan nasihatnya (8:17), Titus memiliki hasrat seperti itu bukan karena hasil upayanya, tetapi ini adalah Tuhan yang menaruh hati peduli atas jemaat Korintus di dalam hati Titus. Segala sesuatu berasal dari Allah (8:16).

Ada dua orang saudara lain yang pergi bersama Titus, namun Paulus tidak mengungkapkan nama-nama mereka, kita tidak tahu siapa mereka. Yang pertama muncul di 8:18, di mana ia menunjukkan bahwa kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil, … ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini. Ayat 8:20 lebih jauh menunjuk bahwa mereka memiliki pengaturan tersebut adalah untuk menghindarkan ada orang yang dapat mencela mereka dalam hal pelayanan kasih dan memfitnah mereka karena besar jumlah yang dikumpulkan. Dapat dilihat, saudara ditunjuk oleh jemaat-jemaat, selain sebagai pemberi pelayanan kasih, juga berperan dalam penggalangan dana. Mengumpulkan bantuan dana selalu melibatkan transfer uang, mudah ada orang yang mencela dan mempertanyakan, jadi di dalam prosesnya harus ada transparansi yang sangat tinggi dan pengawasan ketat. Saudara yang satu lagi muncul di 8:22, antusiasme semangat dan ketekunan orang ini telah diuji berkali-kali, dan Paulus dan tim misinya bisa memberikan kesaksian atas dia. Dengan demikian, Paulus menugaskan tiga bersaudara penuh semangat kepada jemaat di Korintus untuk mewujudkan rencana pengumpulan dana pelayanan kasih. Di dalam surat, Paulus berpesan kepada jemaat Korintus agar menerima tiga saudara tersebut dengan baik, karena mereka bukan orang serampangan, Titus adalah mitra dan rekan pelayanan Paulus, dan dua saudara lainnya adalah utusan dari gereja-gereja, suatu kemuliaan bagi Kristus. (8:23). Ketika gereja memperlakukan dengan baik tiga saudara ini, melakukan pengumpulan dana pelayanan kasih sesuai dengan arahan mereka (9:3), maka mereka menunjukkan cinta kasih mereka di depan gereja-gereja, dan menunjukkan bahwa pujian Paulus atas diri mereka di depan orang lain mempunyai dasar yang nyata (8:24, tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu).

Maka di 9:1-5 Paulus berulang kali mengatakan kepada mereka, agar menyelesaikan tekat mereka yang sudah dicanangkan satu tahun yang lalu, jika tidak, jika orang Makedonia datang bersama Paulus untuk mengumpulkan dana pelayanan kasih, lalu menemukan bahwa mereka belum mempersiapkan dengan baik, keyakinan dan pujian Paulus di depan mereka hilang sama sekali. Jika ini terjadi, bukan hanya jemaat Korintus yang akan malu, bahkan Paulus pun akan dipermalukan (9:4). Oleh karena itu, Paulus harus mendorong ketiga saudara ini untuk terlebih dahulu datang kepada mereka, agar pelayanan kasih yang sudah dijanjikan bisa dipersiapkan dengan baik, untuk menunjukkan bukti kemurahan hati mereka adalah sesuatu yang nyata bukan sebagai pemberian yang dipaksakan, dan pujian Paulus atas diri mereka tidak akan berubah menjadi hal yang mempermalukan.

Renungkan:
Apakah saya pernah membuat janji di hadapan Tuhan tetapi belum melakukannya? Di gereja, apakah saya partner dan rekan kerja pelayanan yang bisa dipercaya dan dipuji, suatu kemuliaan bagi Kristus? Orang-orang ini adalah kepercayaan dan pujian, biasanya memiliki kualitas dan perwujudan yang bagaimana?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 8:1-5

Perbuatan yang menyatakan kasih karunia Allah

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 8:1-5 [ITB])
1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Dalam dua pasal berikutnya (pasal 8-9) Paulus beralih ke topik lain, berbicara tentang pelayanan finansial kepada orang-orang kudus (9:1) oleh Paulus mengatakan, hal ini sudah sejak satu tahun yang lalu mulai dilaksanakan oleh gereja Korintus (8:10-11), tetapi berlambat-lambat belum selesai. Oleh karena itu, Paulus ingin melalui surat ini untuk mengingatkan mereka agar sesegera mungkin melakukannya: Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu … mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! (8:11) Tentang persembahan finansial ini, dalam surat sebelumnya Paulus menunjukkan bahwa itu dikirim ke Yerusalem, dan berpesan kepada mereka agar meneladani gereja di Galatia, pada hari pertama dari tiap-tiap minggu itu, masing-masing orang sesuai penghasilannya sendiri menyisihkan untuk mendukung rencana ini (1 Kor. 16:1-4). Tapi entah bagaimana (penerima surat tentu saja tahu), setelah lewat satu tahun masih belum selesai. Apakah terkait dengan beberapa orang di komunitas itu yang mempertanyakan dan menyerang Paulus? Ada kemungkinan ini, bagaimanapun, sebelum berbicara tentang hal ini sebelumnya Paulus secara panjang lebar membuat penjelasan tentang kualifikasi dirinya dan pelayanannya. Paulus mengapa sangat prihatin tentang dukungan untuk orang-orang kudus, dan harus terlaksana? Salah satu alasannya adalah kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya (Gal. 2:10). Alasan lain yang lebih penting, adalah bahwa agar melalui dukungan mereka kepada orang-orang kudus di Yerusalem, maka orang-orang Kristen Yahudi dapat melihat bahwa orang-orang percaya non-Yahudi benar-benar mengaku dan menaati Kristus, dan kasih karunia Allah memenuhi diri mereka (9:12-13). Di Kis. 11:28 menyebutkan seorang nabi (Agabus) dari Yerusalem yang oleh kuasa Roh menubuatkan akan ada kelaparan besar di dunia, dan ini menjadi kenyataan terjadi zaman Klaudius (tahun 41-54), sehingga orang-orang percaya di gereja Antiokhia memutuskan untuk menyumbangkan dukungan finansial sesuai dengan kekuatan masing-masing orang, dan mempercayakannya kepada Paulus dan Barnabas untuk mengirimkan dana yang terkumpul kepada saudara-saudara Yahudi. Paulus di satu sisi bekerja keras untuk mengabarkan Injil Kristus di mana-mana, ia juga berbagi tentang kebutuhan Yerusalem dengan saudara-saudari, maka banyak gereja menanggapi rencana penggalangan dana ini, termasuk gereja Korintus, Galatia, dan Makedonia.

Paulus bagaimana mendorong jemaat Korintus untuk melakukan ini sesegera mungkin? Pertama-tama di 8:1-5 ia memberikan contoh antusias gereja Makedonia untuk memotivasi mereka. Membantu seharusnya sifat manusia, walau tanpa pengingatan dari orang lain, berdasarkan hati nurani dan belas kasihan secara alami melakukannya, tetapi ada banyak kelemahan manusia, perlu diberikan contoh positif, sebagai panutan untuk menginspirasi tindakan. Gereja Makedonia adalah contoh yang sangat positif, mereka selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap (8:2) Hanya melihat ini saja sudah tidak mudah, orang dalam kesulitan besar biasanya memiliki respons emosional merasa menderita,sedih dan khawatir, sukacita kelihatannya bukan hal yang biasa; tidak hanya itu, orang percaya di Makedonia dalam kemiskinan ekstrem dengan kerelaan hati memberikan sumbangan, bukan berdasarkan kemampuan, tetapi menyumbang lebih dari kemampuan (8:3) Apa yang dinyatakan dari tindakan yang tidak biasa ini?

Dalam pandangan Paulus, di dalam kemiskinan ekstrim memberikan sumbangan di luar kemampuan itu menunjukkan bahwa kasih karunia Allah ada pada mereka. Kasih karunia Allah (τὴν χάριν τοῦ θεοῦ) muncul di 8:1 dan 9:14, membentuk pembukaan dan penutupan yang saling berkoresponden. Dalam hal mendukung orang-orang kudus, fokus utamanya ada pada kasih karunia Allah, fokus utamanya bukan kebajikan orang dalam memberi atau perbuatan amal manusia. Tindakan orang-orang percaya di Makedonia memberikan sumbangan, bukan untuk membuktikan seberapa besar hati kasih atau kemampuan mereka, tetapi untuk menunjukkan betapa besar rahmat kemurahan hati Tuhan yang datang pada diri mereka, sehingga mereka dalam kesengsaraan dan ujian besar masih dapat dengan sukacita memberikan sumbangan yang melebihi kemampuan mereka. Ini bukan atas kemauan impulsif, tetapi berulang kali memohon Paulus untuk memberi mereka kesempatan ikut berpartisipasi membantu orang-orang kudus (8:4). Perbuatan yang tidak biasa seperti itu, jika bukan karena kehidupan rohani yang benar-benar mengalami banyak anugerah Tuhan (tentu bukan berkat kekayaan karena mereka dalam kemiskinan), sangat sulit untuk dipahami. jika kami tidak menguasai diri (hilang akal), hal itu adalah dalam pelayanan Allah(6:13) Ini adalah deklarasi Paulus, adalah penggambaran orang-orang percaya Makedonia. Rahmat kasih karunia Allah mungkin bukan langsung seketika itu membantu menyelesaikan masalah orang-orang percaya, orang-orang Makedonia masih hidup dalam kemiskinan dan ujian yang ekstrem. Banyak saudara dan saudari berdoa memohon rahmat Allah untuk menyelesaikan masalah, mengabaikan bahwa jika dirinya dalam masa sulit masih dapat memberi kepada orang lain maka itu akan menyatakan kasih karunia Allah kepada orang lain, ini bahkan adalah kesaksian yang lebih baik dibandingkan kesaksian bahwa masalah pribadi yang langsung mendapat penyelesaian. Kasih karunia ini abstrak, tapi melalui tindakan kasih nyata yang memberi, maka kasih karunia bisa dinyatakan konkret terlihat dan dialami. Iman tanpa tindakan mati; demikian juga, kasih karunia tanpa tindakan adalah kata-kata kosong.

Renungkan:
Selain melakukan persepuluhan secara rutin, seberapa banyak saya berpartisipasi dalam memberikan bantuan donasi kepada orang lain? Apakah berdasarkan kemampuan, atau melampaui kemampuan? Paulus tidak menginstruksikan atau mengharuskan orang percaya untuk membuat persembahan di luar kemampuan mereka sendiri, tetapi mengapa orang-orang percaya Makedonia masih melakukan hal ini? Apa hubungan antara kasih karunia dan memberikan donasi? Bagaimana kasih karunia Allah dapat dinyatakan melalui tindakan donasi gereja?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 28:1-8

「Setiap hari dan tetap berkesinambungan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 28:1-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku.
3 Katakanlah kepada mereka: Inilah korban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN:
dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai korban bakaran yang tetap; 4 domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi, domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja.
5 Juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik untuk korban sajian, diolah dengan seperempat hin minyak tumbuk. 6 Itulah korban bakaran yang tetap yang diolah pertama kali di atas gunung Sinai menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.
7 Dan korban curahannya ialah seperempat hin untuk setiap domba; curahkanlah minuman yang memabukkan sebagai korban curahan bagi TUHAN di tempat kudus.
8 Dan domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian pada waktu pagi dan sama seperti korban curahannya haruslah engkau mengolahnya sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.』」

sebagai persembahan yang baunya menyenangkan bagi TUHAN

Bilangan pasal 28 – 29 berbicara tentang persembahan korban, mulai dari persembahan korban harian, mingguan, bulanan hingga persembahan korban tahunan, frekuensinya menurun, tetapi jumlah yang dipersembahkan meningkat secara kumulatif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

• Pengaturan lebih awal: Orang Israel telah berada di padang gurun selama empat puluh tahun tanpa rumah permanen dan tidak ada tanah untuk ditanami dan dipanen. Tetapi nanti setelah memasuki Kanaan, lembu dan domba dapat dipersembahkan sebagai persembahan bakaran, gandum biji-bijian dapat dipersembahkan sebagai korban sajian, minuman anggur dapat dipersembahkan sebagai korban curahan, dan minyak zaitun dapat dipersembahkan untuk penerangan dan mengolah korban sajian. Ini harus direncanakan sebelumnya dan nantinya dilaksanakan di tanah perjanjian.

• Penyembahan bersifat nasional: semua persembahan korban ini adalah ibadah umum, dipersembahkan oleh para iman mewakili umat Allah, diadakan secara teratur sesuai periode waktunya, dan tepat waktu. Sedangkan untuk yang bersifat individual, persembahan korban yang tidak secara periode, terutama aturan dalam bernazar dan membayar nazar, akan dibahas belakangan di Bilangan 30.

• Jumlah dan barang korban: semua lembu dan domba yang dikorbankan adalah jantan, lebih berharga. Secara total, kebutuhan untuk satu tahun adalah 133 ekor lembu jantan, 32 ekor domba jantan, 1.086 ekor anak domba, lebih dari satu ton tepung, dan lebih dari 1.000 botol anggur dan minyak. Sepertinya banyak, tetapi itu hanya sebagian kecil bagi keseluruhan sebuah negara.

• Kualitas yang terbaik: semua persembahan kepada TUHAN (Yahweh), lembu dan domba, harus tidak bercela, tanpa cacat, bahasa aslinya tǝmîmim berarti lengkap, tidak kurang, dan sehat (28:3). Korban sajian, hendaknya digunakan tepung pilihan yang digiling halus. Kaki dian emas dari tabernakel dan korban sajian harian semuanya memakai minyak zaitun tumbuk yang tulen yang mahal, mengacu pada minyak zaitun murni yang diperas dari penggilingan.

• Persembahan yang tetap dan terus menerus: banyak sedikit jumlahnya adalah prioritas kedua, yang terpenting adalah persembahan yang tetap (tāmîd) berkesinambungan (28:3, 10). Oleh karena itu, persembahan korban harian merupakan prioritas pertama, yang merupakan landasan dari sistem persembahan korban. Persembahan bakaran dipersembahkan setiap hari, setelah hewan korban disembelih, dilepaskan darahnya, dikupas, dipotong-potong, dan dicuci bersih, semuanya ditempatkan dengan rapi di atas mezbah dan dibakar dengan api, yang bermakna bahwa semuanya dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak ada yang disisihkan sama sekali (lihat Imamat 1). Pagi dan malam masing-masing 1 ekor anak domba jantan, mewakili pembaruan setiap hari.

• Korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: membakar korban-korban ini sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN (28:2, 6, 8). Teks bahasa aslinya memiliki 2 kata bau dan menyenangkan, yang artinya bukan saja korban api-apian yang baunya menyenangkan, tetapi yang berkenan kepada TUHAN (Yahweh). Sedangkan kata ‘iššeh korban api-apian, karena kadang-kadang tidak mengacu pada korban yang dibakar di atas altar (Imamat 24:7, 9), jadi mungkin lebih cocok untuk diterjemahkan sebagai persembahan

Renungkan:
Korban adalah persembahan kepada Allah, mengungkapkan rasa syukur, cinta dan kerinduan dari sang penyembah kepada Allah. Persembahan korban membangun dan memperdalam perjanjian Allah dengan orang, memperdalam rohani sang penyembah, dan meningkatkan persekutuan, sukacita perkenan Allah dan manusia. Allah itu layak untuk keseluruhan dari diri kita, Allah itu layak untuk yang terbaik, Allah itu layak untuk cinta kasih kita. Karena itu, hanya pemberian terbaik yang bisa layak dipersembahkan kepada Allah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 2:4-5 (2)

「Persekutuan Orang Kudus (II)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:4-5 [ITB])
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Datang ke hadapan-Nya, yakni batu hidup, di satu sisi ditolak oleh manusia.
di satu sisi dipilih oleh Tuhan dan berharga.
Mereka seperti batu hidup, dibangun menjadi rumah rohani menjadi imam kudus
melalui Yesus Kristus mempersembahkan korban rohani yang berkenan diterima Allah

Dari ayat Alkitab kemarin, kita memahami bahwa definisi pemberitaan kebenaran dan definisi batu hidup adalah: akan ditolak oleh orang, tetapi sebaliknya dipilih oleh Tuhan dan berharga di mata-Nya. Pemberita harus mempersiapkan hatinya sendiri, bahwa seumur hidup memberitakan kebenaran hanya akan mendatangkan serangan dari banyak orang, tetapi ini tidak menjadi masalah, Kristus telah memberikan kita contoh teladan.

Dalam ayat kelima, kita juga seperti batu hidup, dan kasih kita satu sama lain, yaitu, yang tulus, yang penuh antusias untuk mengasihi, yang tanpa tipu daya, membuat kita tersambung membentuk sebuah bait, yakni bait yang ada Roh di dalamnya. Kata roh (πνευματικὸς pnevmatikós) dimaksudkan: bahwa setelah pembersihan dikuduskan Roh Kudus (lih. 1:22), kita menjadi kelompok bait yang penuh dengan kebenaran – ini adalah kelompok bangunan yang akan ditolak oleh manusia tetapi juga berharga di mata Allah.

Lalu teks menggunakan Perjanjian Lama (Keluaran 19:5-6) untuk menggambarkan bait rohani ini, yakni yang menjadi imamat yang kudus (kumpulan imam / imam-imam yang kudus) dan untuk mempersembahkan korban. Deskripsi ini mengingatkan kita akan kutipan kitab Imamat terkenal yang disebutkan Petrus sebelumnya, Kuduslah kamu, sebab Aku kudus, yang menunjukkan ketundukan hamba (subordinate) kepada Allah, orang-orang Ibrani yang keluar dari Mesir menghadapi pengejaran orang Mesir dan ada juga penolakan dari tujuh bangsa Kanaan di padang belantara, mereka adalah orang-orang yang dipilih dan berharga tetapi jatuh ke dalam penolakan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, konsep imamat yang kudus bukan hanya sebuah kedudukan, tetapi adalah satu kesaksian demi kesaksian yang lain, untuk menunjukkan bagaimana saat di dalam keadaan musuh mengepung di semua sisi, namun dapat melampaui dan melewatinya dengan setia menyatakan bahwa diri kita adalah milik Allah, yang juga adalah komunitas umat Allah yang rela tidak memiliki kemunafikan dan kedengkian, hidup bersama di bawah tekanan yang penuh ketegangan dan rasa takut ini, dan penuh sukacita mempersembahkan korban untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan, bahwa di lingkungan atau keadaan yang demikian Allah menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku

Tipologi Keluaran dari Mesir didasarkan pada hukum baru yang dianugerahkan di gunung Sinai, dan orang Ibrani akan menjadi umat baru dan imamat yang rajani dari Allah (kumpulan imam / imam-imam yang melayani Raja), dan umat Allah akan bersama-sama mengatakan Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan (lihat Kel. 19:7-8). Dalam Surat 1 Petrus, umat Allah terserak di mana-mana, diserang dan dilukai, tetapi menjadi umat baru melalui Kristus (tidak lagi melalui hukum Taurat, karena Kristus telah menggenapi memenuhi tuntutan hukum Taurat), tetapi juga menjalani kembali konsep tentang imamat yang rajani yang sudah terjadi dahulu sebelumnya (dahulu saat keluaran dari Mesir di zaman Musa), menyaksikan keselamatan dan kasih karunia Kristus, dan meninggikan nama Tuhan di antara bangsa-bangsa asing.

Mungkin kita semua berpikir bahwa kutipan ayat-ayat Perjanjian Lama mengingatkan kita untuk tidak berpikir bahwa hidup kita sedang dipukuli, dan tidak ada yang peduli, berkali-kali jatuh! Tidak! Imamat yang rajani adalah untuk bersaksi kepada dunia bahwa kita tidak lagi dipimpin dengan tradisi kebiasaan pola pikir agama yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, atau yang kuat, atau yang penuh kebanggaan, tetapi teladan dari yang lemah, tak berdaya dan mengasihi dengan tulus mencintai.

Renungkan:
Renungan hari ini mendorong kita untuk mengambil konsep gereja yang bagaimana? Komunitas Perjanjian Lama pada dasarnya adalah esensi gereja saat ini, yang juga merupakan realitas dan substansi kita (dasar esensi kita). Dalam situasi epidemi, kita memikirkan kembali tentang apakah gereja itu sebenarnya. Setelah pengalaman beberapa bulan terakhir, janganlah kita terburu-buru mengembalikan praktik masa lalu, biarkan pengalaman bulan-bulan ini mengajarkan kita untuk mempertimbangkan kembali apa pembaruan dan transformasi yang dibutuhkan untuk pandangan gereja kita, apa jalan berikutnya yang harus kita lewati?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:1-6

「Kerendahan Hati Lebih Baik Daripada Persembahan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 66:1-6 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? 2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.
3 Orang menyembelih lembu jantan, namun membunuh manusia juga, orang mengorbankan domba, namun mematahkan batang leher anjing, orang mempersembahkan korban sajian, namun mempersembahkan darah babi, orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka, 4 demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki.
5 Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu! Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu.
6 Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci!
Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya!

Yesaya 66:1-6 dengan jelas menunjukkan apa yang berkenan kepada TUHAN dan apa yang tidak berkenan kepada-Nya.

Pertama-tama, ayat 1 menjelaskan transendensi TUHAN (Allah tinggi jauh melampaui manusia dan segala yang ada), Allah menjelaskan bahwa langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya, manusia tidak mungkin membangun sebuah Bait di mana TUHAN tinggal, maka Bait Suci tidak dibangun untuk Tuhan, Ia tidak membutuhkan Bait Suci dan dapat eksis secara independen (tidak bergantung pada apapun); sebaliknya, ayat 2 menunjukkan bahwa Bait Suci dan semuanya dibuat oleh tangan TUHAN, Bait Suci dan semua ritualnya indah seperti apapun adalah sia-sia jika tanpa Allah. Sederhananya, Bait Suci dibangun oleh tangan Allah bergantung pada kehadiran Allah, tetapi keberadaan Allah tidak didasarkan pada skala Bait Suci.

Oleh karena itu, semua persembahan korban yang berhubungan dengan Bait Suci itu sendiri tidak diperlukan. TUHAN tidak perlu makan persembahan korban ini, ayat 3 menunjukkan bahwa mereka yang menyembelih lembu dan domba adalah mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam mempersembahkan korban dan penyembahan di Bait Suci, mereka selain mempersembahkan korban seperti yang tercantum dalam kitab Imamat, mereka juga mempersembahkan banyak korban kepada dewa-dewa asing, termasuk darah babi, memuja-muja berhala, dll., bahkan membunuh manusia (membakar anak-anak mereka hidup-hidup, lihat Yes. 65:3-4), jadi walaupun jika orang-orang ini mempersembahkan sapi dan domba di Bait Suci, hati mereka tidak benar-benar hanya menyembah TUHAN secara eksklusif, jadi persembahan mereka hanya kemunafikan, hanya ritual, Allah tidak senang dengan persembahan dan penyembahan Bait Suci seperti itu. Dengan pengorbanan. Ayat 6 menjelaskan bahwa TUHAN menganggap orang-orang ini sebagai musuh, suara balasan Allah berasal dari Bait Suci, artinya hukuman yang mewakili Allah pertama-tama dimulai dengan para pemimpin agama yang munafik.

Karena keberadaan TUHAN tidak bergantung pada Bait Suci, bahkan tidak bergantung pada persembahan (korban), maka bukanlah pengorbanan yang kosong dan hanya di kulit luar ini yang benar-benar berkenan kepada Allah dan yang menyenangkanNya, tetapi orang-orang yang dikatakan di ayat 2 yang menderita, dalam roh penuh penyesalan akan dosanya, dan yang gentar kepada firman Allah. Karena Allah tidak membutuhkan orang datang memberikan korban, respons tanggapan manusia yang dikehendaki Allah adalah kerendahan hati yang bertobat, kehidupan seperti itu memandang Allah sebagai Tuhan, menghormati firman perkataan Allah, dan menyadari bahwa jika tidak ada Tuhan maka semuanya adalah sia-sia, memandang manusia sebagai manusia, dengan hormat mendengarkan dan taat melaksanakan semua perintah Allah, mengingat rahmat anugerah Allah, dan menyesali dosa-dosa diri sendiri, dan berdoa memohon belas kasihan Allah. Kehidupan yang rendah hati seperti ini adalah kehidupan yang berkenan kepada Allah.

Renungkan:
Kerendahan hati jauh melebihi persembahan, ketaatan mendengarkan lebih baik daripada korban, manusia berpikir dapat menggunakan persembahan untuk menyenangkan Tuhan, sehingga mereka tidak perlu introspeksi memeriksa kehidupan mereka sendiri, berpikir bahwa mereka dapat bersembunyi dari langit dan melakukan kejahatan, tetapi Tuhan adalah Tuhan, Ia tidak menerima suap persembahan, Allah hanya menghendaki kita menjadi manusia yang sesungguhnya, seseorang yang menganggap Tuhan sebagai Tuhan, seseorang yang merendahkan diri dan takut akan Tuhan, adalah seorang yang menaati perintah dan tindakannya sesuai dengan Firman Tuhan. Apakah Anda bersedia menjadi orang seperti itu?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 4:15-18

「Korban yang Berkenan kepada Allah」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 4:15-18 [ITB])
15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

Paulus memulai Fil. 4:15 dengan hai orang-orang Filipi untuk secara khusus mengirim pesan berikut ini kepada gereja Filipi, bukan karena Paulus berpendapat bahwa mereka telah lupa tetapi ingin mengingatkan mereka untuk memperhatikan hal-hal yang disebutkan dalam ayat 4:15-16. Bagaimana gereja Filipi awalnya mendukung dirinya secara finansial, juga menunjukkan tempat unik mereka dalam pelayanannya. Tindakan yang dijelaskan dalam bagian ini tidak dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul, Paulus mengingat ulang hubungan-hubungan masa lalu untuk menegaskan kembali apa yang ia sebutkan di perikop sebelumnya bahwa gereja Filipi selalu memiliki hati mendukung pekerjaan pelayanannya, dan bahwa mereka bukan satu kali saja melakukannya, tetapi telah berulang kali mengirim orang untuk mendukung kebutuhan Paulus.

Paulus sekali lagi menegaskan di 4:17 bahwa dia tidak terfokus pada berapa banyak yang dia terima dari gereja Filipi, tetapi ingin melihat buah mereka bertambah dan diperhitungkan atas diri mereka. Ini mencerminkan pengajaran Alkitab tentang memberi persembahan, meskipun persembahan kita mungkin bermanfaat bagi orang lain dan bahkan berkontribusi terhadap beberapa pekerjaan Tuhan, tetapi yang lebih penting bahwa melalui dukungan finansial, kita dapat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pekerjaan Tuhan yang dilakukan oleh orang lain dan di tempat lain, sehingga memungkinkan kita untuk ikut ambil bagian dalam hasil pekerjaan ini. Jika kita dapat berpartisipasi dalam pelayanan, itu adalah karunia Allah, dan bahkan jika kita dapat berpartisipasi dalam pelayanan orang lain, itu adalah anugerah Allah.

Di ayat 4:18, Paulus beralih menggambarkan hubungannya yang paling baru dengan mereka, ia menuliskan bahwa ia telah menerima semua pemberian yang dikirim oleh gereja Filipi melalui Epafroditus ke Roma untuk diberikan kepada Paulus. Dalam pasal 2 pernah disebutkan pelayanan Epafroditus, dia masih dengan setia menyelesaikan misi yang ditugaskan kepadanya oleh gereja ketika dia sedang menderita penyakitnya, sehingga persembahan tersebut dapat sepenuhnya sampai di tangan Paulus, tidak hanya mencukupkan yang diperlukan Paulus, bahkan lebih dari cukup. Di gereja, kita juga perlu dengan setia mempergunakan persembahan orang percaya, sehingga persembahan finansial yang diberikan dapat digunakan dengan tepat dalam pekerjaan Injil, atau dengan tepat mendukung orang-orang yang setia dalam mengabarkan Injil.

Paulus melangkah lebih jauh, menggambarkan persembahan ini sebagai persembahan harum yang sangat indah, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Ketika kita melayani di gereja, atau mendukung pekerjaan lembaga misi atau misionaris, atau memberikan persembahan kepada seminari untuk mendukung pendidikan teologis, berpartisipasi dalam melatih dan memperlengkapi pekerja-pekerja Allah, makna utama bukanlah menyumbang kepada orang atau lembaga, tetapi merupakan persembahan kita kepada Tuhan sebagai korban kita kepada-Nya.

Berharga untuk disebutkan bahwa Paulus di sini secara terbuka memuji sumbangan gereja Filipi, walaupun surat ini ditulis oleh Paulus kepada gereja Filipi, di dalam surat juga tidak menyebutkan bahwa surat itu harus diteruskan kepada gereja-gereja lain, tetapi Allah membuat surat ini disirkulasikan sebagai bagian dari Perjanjian Baru yang mengajarkan kepada kita hendaknya juga memberikan pujian kepada saudara-saudari kita yang berpartisipasi atau mendukung pelayanan sehingga dapat menjadikan kesaksian yang indah ini sebagai inspirasi bagi orang lain.

Renungkan:

Apakah kita membantu kebutuhan yang diperlukan dalam pekerjaan Injil? Sudahkah Anda merespons secara aktif terhadap kebutuhan ini?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 14:5-12

「Kita Satu Keluarga. Hidup bagi Tuhan. Jangan Hina Saudara-saudari!」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 14:5-12 [ITB])
5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.
7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis: Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah. 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Paulus menyebutkan dalam Roma 14-5 bahwa gereja terpecah dan berselisih demi hari (day). Apa masalah konkret yang diangkat oleh Paulus, terdapat pandangan yang berbeda di antara para sarjana. Mungkin ada dua poin utama: 1. Apakah gereja masih memelihara Sabat Yahudi di luar hari Minggu (sebagai hari Tuhan)? Apakah masih menjaga hari raya lain dalam Perjanjian Lama? 2. Ada sebagian tradisi Yahudi dan sebagian tradisi gereja mula-mula akan mengambil puasa dua hari setiap minggu, apakah Gereja harus mengikuti kebiasaan Yahudi atau mengadopsi kebiasaan yang berbeda dari orang-orang Yahudi, ini adalah tantangan utama bagi gereja mula-mula, terutama saat itu orang percaya non Yahudi yang menjadi kelompok arus utama gereja. 《Pengajaran Rasul-rasul》(The Didache) adalah literatur gereja di akhir abad pertama atau awal abad kedua, ketika berbicara tentang puasa dituliskan: Hari puasamu jangan ditetapkan sama dengan orang munafik itu, mereka sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, engkau berpuasa pada hari Rabu dan Jumat. Pada waktu itu, kebiasaan gereja non-Yahudi dan kebiasaan orang Yahudi secara bertahap sudah dipisahkan, bahkan hari puasa juga terpisah. Pada saat itu, beberapa orang bersikeras mempertahankan aturan Yahudi dan berpuasa pada hari tertentu, tetapi beberapa orang percaya non-Yahudi tidak berpikir bahwa aturan Yahudi harus dipatuhi, memandang setiap hari adalah sama. Apakah masih tetap mengikuti kebiasaan orang Yahudi? Bagaimana cara mengubahnya? Itu merupakan tantangan besar bagi gereja mula-mula dan juga menghasilkan banyak perbedaan dan perselisihan.

Apa yang diperhatikan oleh Paulus bukanlah mana pandangan yang terbaik, mana yang salah, karena ini bukan hal-hal yang berkaitan dengan inti iman, banyak fleksibilitas yang Allah izinkan. Mengikuti teks di atas, fokus Paulus bahwa makan atau tidak, bagaimana melihat hari yang berbeda, bukanlah yang paling penting, ketika saudara dan saudari saling bertengkar, terpecah dan menyerang satu sama lain demi masalah yang bukan kebenaran inti, Paulus paling peduli untuk mengingatkan kita, orang-orang yang tidak setuju satu sama lain adalah orang-orang yang menjadi milik Tuhan; dan kita telah diselamatkan oleh anugerah kasih karunia, maka sepatutnya menjadi korban persembahan yang hidup, oleh karena itu, kita harus hidup untuk Tuhan dan mati untuk Tuhan. Maka kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, karena kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, jangan terlalu keras kepala dalam pandangan kita sendiri tentang beberapa topik kecil, jangan berselisih dalam perbedaan topik kecil, membangkitkan badai perseteruan aku hidup dan Anda mati di gereja.

Sekali lagi Paulus menggunakan kata menghakimi, (14:3-5, 10, 13, 22) dan menghina (14:3, 10) untuk mengingatkan kita agar tidak melukai antara saudara-saudari karena pendapat yang berbeda dan relatif hal-hal kecil, bahkan menyebabkan gereja terpecah. Petrus berkata dengan baik, Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (1 Pet. 4:7-8). Tidak dapat dihindari bahwa di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Ams. 10:19). Ketika orang Kristen menciptakan konflik besar dan saling serang karena perbedaan kecil, itu benar-benar memalukan, kadang-kadang lebih buruk daripada orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya tahu bagaimana mengatakan: Ketika kamu menghadapi musuh, taklukkan dia dengan kasih. Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Paulus sering mengingatkan kita: hendaknya membangun orang. Di antara anggota tubuh, di antara keluarga, jika terdapat pendapat yang berbeda, ingat: jangan dendam! Jangan hitung-hitungan tentang itu! Bagaimana Kristus mengasihi kita, bagaimana kita mengasihi keluarga kita! Kita harus membangun orang dalam segala hal!

Renungkan:

Tragedi besar dalam hidup adalah bahwa anggota keluarga menjadi musuh dan menjadi orang asing, teman menjadi lawan dan menjadi musuh besar! Pernahkah Anda melihat atau mengalami tragedi ini? Mengapa ini terjadi? Apakah Anda bersedia menghentikan tragedi ini di keluarga atau gereja Anda?

Ada orang berkata: Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Apakah Anda setuju? Sebagai orang Kristen, kita semua adalah milik Tuhan! Hari ini tidak bertemu, kelak tetap harus bertemu lagi di rumah sorgawi. Jika kita memiliki kontradiksi, kesalahpahaman, dan ketidaksepakatan, apakah Anda bersedia menempuh lebih banyak usaha lagi, membicarakannya secara terperinci dengan anggota keluarga dan saudara atau saudari yang memiliki perbedaan pendapat? Ekspresikan kasih tulus kita! Terimalah bahwa kita masih ada perbedaan! Akui dengan yakin kita masih keluarga! Penuh iman percaya bahwa Tuhan masih memiliki cukup anugerah!


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 16:1-21

「TUHAN Menghendaki Yeremia Membujang」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 16:1-21 [ITB])
1 Firman Tuhan datang kepadaku, bunyinya: 2 Janganlah mengambil isteri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan di tempat ini. 3 Sebab beginilah firman Tuhan tentang anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang lahir di tempat ini, tentang ibu-ibu mereka yang melahirkan mereka dan tentang bapa-bapa mereka yang memperanakkan mereka di negeri ini: 4 Mereka akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut; mereka tidak akan diratapi dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang; mereka akan habis oleh pedang dan kelaparan; mayat mereka akan menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi. 5 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku. 6 Besar kecil akan mati di negeri ini; mereka tidak akan dikuburkan, dan tidak ada orang yang akan meratapi mereka; tidak ada orang yang akan menoreh-noreh diri dan yang akan menggundul kepala karena mereka. 7 Tidak ada orang yang akan memecah-mecahkan roti bagi orang yang berkabung untuk menghiburkan dia karena kematian itu. Bahkan tidak ada orang yang akan memberi dia minum dari piala penghiburan oleh karena kematian ayah atau ibunya. 8 Janganlah engkau masuk ke rumah orang mengadakan perjamuan untuk duduk makan minum dengan mereka. 9 Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, di tempat ini, di depan matamu dan pada zamanmu, akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan. 10 Apabila engkau memberitahukan kepada bangsa ini segala perkataan itu dan mereka berkata kepadamu: 『Mengapakah Tuhan mengancamkan segala malapetaka yang besar ini terhadap kami? Apakah kesalahan kami dan apakah dosa yang telah kami lakukan terhadap TUHAN, Allah kami?』, 11 maka engkau akan berkata kepada mereka: 『Oleh karena nenek moyangmu telah meninggalkan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena mereka telah mengikuti allah lain dengan beribadah dan sujud menyembah kepadanya, tetapi mereka meninggalkan Aku dan tidak berpegang pada Taurat-Ku. 12 Dan kamu sendiri berlaku lebih jahat dari pada nenek moyangmu! Lihat, kamu masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat dari pada mendengarkan kepada-Ku. 13 Maka Aku akan melemparkan kamu dari negeri ini ke negeri yang tidak dikenal oleh kamu ataupun oleh nenek moyangmu. Di sana kamu akan beribadah kepada allah lain siang malam, sebab Aku tidak akan menaruh kasihan lagi kepadamu.』
14 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, 15 melainkan: Demi Tuhan yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.
16 Sesungguhnya, Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman TUHAN, yang akan menangkap mereka, sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit dan dari celah-celah bukit batu. 17 Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan merekapun tidak terlindung di depan mata-Ku. 18 Aku akan mengganjar dua kali lipat kesalahan dan dosa mereka, oleh karena mereka telah menajiskan negeri-Ku dengan bangkai dewa-dewa mereka yang menjijikkan dan telah memenuhi tanah milik-Ku dengan perbuatan mereka yang keji.
19 Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna. 20 Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah! 21 Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN.

Orang dilahirkan hidup dalam masyarakat bersosial, kesepian dan kesendirian adalah penderitaan yang tak tertahankan, sehingga tahanan penjara adalah hukuman yang mengerikan. Secara historis, banyak hamba-hamba Tuhan yang setia adalah kesepian, dan alasan mereka kesepian adalah sering karena pesan mereka yang khotbahkan bukanlah apa yang orang-orang suka untuk dengarkan! Hamba yang setia dari Tuhan akan setia kepada apa yang Tuhan percayakan, mengabarkan secara lengkap psan berita dari Tuhan, hasil yang sering didapatkan adalah membuat pendengar merasa terganggu atau bahkan kemarahan, ini benar-benar berbeda dengan para nabi palsu yang mengabarkan apa yang orang-orang suka untuk dengarkan.Maka para nabi yang sejati dan hamba-hamba Tuhan yang setia sering ditolak orang, dianiaya ditekan, atau bahkan dibunuh. Nabi Yeremia dalam Yer. 15:10 berkata 「semua orang mengutuk aku.」 Bahkan di kota kelahirannya Anatot, beberapa orang berencana untuk membunuhnya, betapa besar kesepian dan rasa ketidakberdayaan dalam hatinya!

Dalam ayat 1-13, Tuhan menempatkan beban berat lain pada bahu Yeremia, yakni seumur hidup tidak menikah dan tidak memiliki putra putri, itu adalah beban kesepian seumur hidup. Ayat 1-21 Firman Tuhan datang kepadaku, bunyinya: 2 『Janganlah mengambil isteri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan … 」 Yeremia tidak hanya tidak dapat berkeluarga, tetapi juga kehidupan sosial yang normal juga terbatas, dilarang untuk berpartisipasi dalam sosial kegiatan sosial yang normal, seperti kunjungan dan menghibur keluarga yang berduka, atau berpartisipasi dalam acara pernikahan dan perjamuan. Singkatnya, selain menyampaikan berita dari Tuhan, Yeremia terisolasi dari segala kehidupan sosial lain-lain, kehidupan seperti secara alami memperburuk kesepian batinnya. Bagaimana keadaan seperti ini bisa membuat orang-orang bertahan hidup?

Ayat 14-15 adalah janji penghiburan Tuhan, Tuhan menghendaki Yeremia untuk memberitahukan kepada Israel bahwa setelah mereka menderita kehancuran negara dan penawanan, mereka masih memiliki harapan, karena Tuhan berkata 「Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka」 (ayat 15). Berita ini jelas tidak selaras dengan penghakiman keras dalam pasal ini, dan ditambah lagi isi dari dua ayat ini diulang dalam Yer. 23:7-8, sehingga kita dapat melihat bahwa penulis menggunakan teknik ini untuk memberikan motivasi bertobat kepada Israel yang hampir putus asa. Meskipun perikop menunjukkan bahwa Tuhan dalam murka-Nya menghendaki nabi Yeremia menyampaikan pesan penghukuman, tapi penulis menginginkan mereka untuk mengerti bahwa Tuhan penuh belas kasih dan kasih karunia, jika mereka bertobat, Tuhan yang penuh kasih sayang akan menyelamatkan mereka dan membawa mereka kembali ke tempat yang Tuhan berikan kepada nenek moyang mereka.

Mulai dari Yer. 16:6, perikop kembali kepada topik Tuhan menghukum orang Israel, sekali lagi mengumumkan ulang bahwa hukuman Yehuda itu adalah karena kejahatan dan dosa mereka sendiri. Lalu ayat 19 adalah deklarasi iman dari Yeremia yang dalam kesulitan 「Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi …」 Dalam menghadapi keputusasaan, nabi Yeremia masih percaya bahwa Tuhan adalah jaminan dan benteng perlindungannya, dan ia berdasarkan iman menyatakan bahwa bangsa-bangsa yang melakukan serangan invasi pada akhirnya pasti akan mengenal TUHAN.

Renungkan:

1. Misi utama Yeremia adalah untuk mempersembahkan seumur hidupnya, bahkan untuk menahan kesepian dan kesendirian. Apa yang Anda bersedia untuk persembahkan bagi Tuhan?

2. Apa hal yang paling sulit bagi Anda untuk dilepaskan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yesaya 1:10-15

「Pemimpin-pemimpin Sodom」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 1:10-15 [ITB])
10Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
11“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
13Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
15Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Kerusakan Sodom dan Gomora yang disebutkan di Yes. 1:9 hanyalah di permukaan luar saja, tetapi Yes. 1:10 justru menggunakan Sodom dan Gomora untuk menjelaskan kerusakan moral di dalam hati umat Israel, oleh karena itu Yes. 1:9-10 memakai perumpamaan Sodom dan Gomora, untuk menjelaskan umat Israel tidak peduli di bagian luar maupun di bagian dalam sudah rusak secara total, di bagian luar terdapat didikan Allah dan luka, di dalam hati dan moral justru penuh kegelapan.

Dari penggambaran Yes. 1:10-15 dapat dilihat, masyarakat zaman itu sudah memiliki satu set ritual penyembahan yang bersifat permukaan kulit luar yang lengkap dan rumit, permasalahan umat Israel bukan mereka tidak mampu melakukan ritual penyembahan ini, kenyataannya, ritual penyembahan yang mereka miliki mungkin secara keseluruhan berdasarkan tuntutan hukum Taurat Musa, di antaranya mencakup perayaan bulan baru, hari Sabat, hari raya perkumpulan dan berbagai macam pengorbanan, mereka sangat 「profesional」 mengadakan semua urusan keagamaan, tetapi di balik semua ritual penyembahan yang menjadi bersifat permukaan kulit luar ini, adalah tangan mereka yang penuh dengan darah orang (Yes. 1:15). Umat Israel, pemimpin dan para imam menghabiskan banyak sekali tenaga dan usaha di dalam ritual penyembahan permukaan kulit luar ini, membuat diri sendiri berpenampilan luar sebagai penyembah yang saleh. Tindakan semacam ini sungguh sangat menggoda orang, karena di satu sisi bisa mendapatkan tepuk tangan orang lain, di sisi lain juga bisa melanjutkan mendapatkan keuntungan melalui penindasan atas orang lain, dapat dikatakan lengkap mendapatkan nama dan keuntungan. Tetapi, Allah sedang melalui nabi mengeluarkan pemberitahuan ilahi kepada pemimpin, seruan agar mereka bertobat.

Dalam perikop disebutkan persembahan mereka merupakan persembahan yang tidak sungguh, kata 「tidak sungguh」 (šāv’) ini dapat diterjemahkan sebagai sia-sia atau hampa, mewakili persembahan ini tidak memiliki isi yang berkualitas nyata, hanya memiliki penampilan luar yang kosong tidak mampu bertahan lama. Persembahan jenis ini hanya memuaskan tuntutan atas penampilan luar, hanya dilakukan untuk ditonton orang, namun di dalam persembahan yang diberikan kepada Allah ini tidak ada isi apapun yang berkualitas yang nyata, juga tidak ada bobot apapun yang bertahan lama, penampilan luar tidak sama dengan isi dalam hati, persembahan hadiah yang munafik.

Persembahan mereka hampa, adalah karena kehidupan mereka tidak ada berpandan dengan persembahan mereka. Masalah yang paling utama, barang persembahan mereka tidak berkenan diterima Allah, mengapa tidak diterima? Karena saat memberi persembahan mereka tidak bertobat, berpikir telah melakukan ritual penyembahan untuk menebus dosa, maka bisa sekehendak hati berbuat dosa, memandang barang persembahan sebagai mesin ATM penebus dosa, tidak ada kesungguhan hati untuk bertobat, moral dan tingkah laku juga tidak ada perubahan apapun.

Renungkan: kehidupan yang tidak sama luar dengan dalam yang disebutkan dalam perikop ini apakah juga merupakan cermin dari kehidupanmu? Gereja paling mudah menghasilkan kehidupan yang bersifat permukaan kulit luar, demi mendapatkan pengakuan dan tepuk tangan dari orang lain, kita telah menghabiskan banyak sekali tenaga untuk mempertahankan ritual penampilan luar dan kesalehan, ini mungkin merupakan persekutuan yang stabil dan persembahan yang berkala, tetapi tidak pernah berpikir hendak mempersembahkan diri sendiri yang sama secara luar maupun dalam, dalam berserah diri kita mungkin akan menyisakan sebagian ruangan bagi diri sendiri, berpendapat diri sendiri sudah melakukan tuntutan gereja atas ritual penyembahan berpenampilan luar, maka tidak perlu mengadakan perubahan secara total atas kualitas kehidupan dan moral standar diri kita sendiri, pelahan-lahan kehidupan kita mulai menjadi munafik, ibadah setiap minggu dan pelayanan pelahan-lahan menjadi hampa. Mulai hari ini, hentikan memberikan persembahan yang hampa kosong, persembahkan tubuh dan hati diri sendiri.

Imamat 27:30

Persembahan persepuluhan adalah milik TUHAN

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 27:30 [ITB])
30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Ayat ini menjelaskan bahwa sepersepuluh dari segala sesuatu yang keluar dari tanah adalah milik TUHAN dan dikuduskan bagi TUHAN. Bagaimana kita memahami kalimat ini?

Pertama-tama, konsep tanah dalam Kitab Imamat sangat penting. Tanah bukan hanya wilayah geografis atau tempat yang dimiliki oleh tuan tanah tertentu. Kepemilikan semua tanah di Israel adalah milik TUHAN (Im. 25:23). Ini masuk akal karena manusia sebagai makhluk yang umurnya terbatas, tidak mungkin kekal memiliki tanah yang umurnya lebih lama dari manusia. Tanah yang umurnya begitu panjang hanya layak bagi Allah yang kekal. Oleh karena itu, kepemilikan tanah hanya bisa di tangan Allah, dan Allah adalah pemilik semua tanah.

Kedua, karena Allah adalah pemilik tanah, semua produksi dari tanah itu sendiri harus menjadi milik TUHAN. Tetapi karena TUHAN menganugerahkan tanah Kanaan kepada orang Israel sebagai hadiah, hadiah ini menjadi berkat bagi orang Israel, hanya karena Dia bersedia memberikan milik-Nya sendiri kepada orang Israel untuk makanan sehari-hari. Dialah yang membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir sehingga menerima tanah perjanjian ini dan mereka bisa menjadi pemilik tanah serta mengelolahnya dengan bebas. Oleh karena itu, Im. 27:30 mengharuskan Israel untuk mempersembahkan persepuluhan, lalu orang Israel memiliki sembilan per sepuluh itu adalah anugerah, adalah pemberian Allah kepada orang Israel.

Ketiga, persembahan persepuluhan orang Israel kepada Allah sebenarnya adalah semacam pengakuan, menyatakan bahwa pemilik tanah adalah Allah melalui tindakan persembahan. Hasil dari tanah kudus memang harus dikuduskan milik Allah, sekarang umat Israel mengembalikan hasil dari tanah kudus kepada Allah melalui tindakan persembahan, itu adalah proklamasi pengakuan bahwa tanah itu milik TUHAN. Dengan demikian, persembahan menempatkan diri seorang sebagai penerima anugerah, berdiri pada jalan penerima anugerah, melihat bahwa apa yang telah diterima adalah rahmat, dan sekarang hanya mengembalikan rahmat ini kepada Allah pemberi anugerah, mengingat dan berterima kasih kepada Allah untuk semua jenis pemeliharaan penyediaan bagi orang ini.

Renungkan:
Sering kali kita memiliki mentalitas di hati kita, berpendapat bahwa uang yang kita persembahkan adalah milik kita sendiri. Pemikiran kita sendiri sering menganggap persembahan sebagai pencapaian dan kemampuan kita sendiri, dan juga menganggap persembahan sebagai konsumsi (bahkan komersial). Faktanya, kegiatan konsumtif dan persembahan sangat berbeda, yang pertama melihat diri mereka sebagai konsumen, melihat diri mereka sebagai orang yang memiliki kemampuan dan sumber daya keuangan, dan juga melihat apa yang mereka berikan adalah milik mereka sendiri. Orang-orang seperti itu terkadang mengharapkan pihak lain untuk memberikan layanan, dan mereka yang memberi persembahan dengan mentalitas ini mengharapkan gereja untuk memberikan mereka pelayanan, bukan dia melayani orang lain. Ayat Alkitab hari ini menantang kita dan membuat kita mengerti bahwa meskipun kita memiliki banyak uang, kita hanyalah seorang penerima anugerah. Tanpa kasih karunia Allah, kita tidak akan memiliki semua harta dan kehidupan di bumi. Mulai hari ini dan seterusnya, kita harus memperlakukan persembahan persepuluhan dengan mentalitas sebagai penerima berkat, dan melalui persembahan menyatakan pengakuan bahwa semua adalah pemberian dan anugerah Allah pada diri kita.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.