Yesaya 1:10-15

「Pemimpin-pemimpin Sodom」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 1:10-15 [ITB])
10Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
11“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
13Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
15Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Kerusakan Sodom dan Gomora yang disebutkan di Yes. 1:9 hanyalah di permukaan luar saja, tetapi Yes. 1:10 justru menggunakan Sodom dan Gomora untuk menjelaskan kerusakan moral di dalam hati umat Israel, oleh karena itu Yes. 1:9-10 memakai perumpamaan Sodom dan Gomora, untuk menjelaskan umat Israel tidak peduli di bagian luar maupun di bagian dalam sudah rusak secara total, di bagian luar terdapat didikan Allah dan luka, di dalam hati dan moral justru penuh kegelapan.

Dari penggambaran Yes. 1:10-15 dapat dilihat, masyarakat zaman itu sudah memiliki satu set ritual penyembahan yang bersifat permukaan kulit luar yang lengkap dan rumit, permasalahan umat Israel bukan mereka tidak mampu melakukan ritual penyembahan ini, kenyataannya, ritual penyembahan yang mereka miliki mungkin secara keseluruhan berdasarkan tuntutan hukum Taurat Musa, di antaranya mencakup perayaan bulan baru, hari Sabat, hari raya perkumpulan dan berbagai macam pengorbanan, mereka sangat 「profesional」 mengadakan semua urusan keagamaan, tetapi di balik semua ritual penyembahan yang menjadi bersifat permukaan kulit luar ini, adalah tangan mereka yang penuh dengan darah orang (Yes. 1:15). Umat Israel, pemimpin dan para imam menghabiskan banyak sekali tenaga dan usaha di dalam ritual penyembahan permukaan kulit luar ini, membuat diri sendiri berpenampilan luar sebagai penyembah yang saleh. Tindakan semacam ini sungguh sangat menggoda orang, karena di satu sisi bisa mendapatkan tepuk tangan orang lain, di sisi lain juga bisa melanjutkan mendapatkan keuntungan melalui penindasan atas orang lain, dapat dikatakan lengkap mendapatkan nama dan keuntungan. Tetapi, Allah sedang melalui nabi mengeluarkan pemberitahuan ilahi kepada pemimpin, seruan agar mereka bertobat.

Dalam perikop disebutkan persembahan mereka merupakan persembahan yang tidak sungguh, kata 「tidak sungguh」 (šāv’) ini dapat diterjemahkan sebagai sia-sia atau hampa, mewakili persembahan ini tidak memiliki isi yang berkualitas nyata, hanya memiliki penampilan luar yang kosong tidak mampu bertahan lama. Persembahan jenis ini hanya memuaskan tuntutan atas penampilan luar, hanya dilakukan untuk ditonton orang, namun di dalam persembahan yang diberikan kepada Allah ini tidak ada isi apapun yang berkualitas yang nyata, juga tidak ada bobot apapun yang bertahan lama, penampilan luar tidak sama dengan isi dalam hati, persembahan hadiah yang munafik.

Persembahan mereka hampa, adalah karena kehidupan mereka tidak ada berpandan dengan persembahan mereka. Masalah yang paling utama, barang persembahan mereka tidak berkenan diterima Allah, mengapa tidak diterima? Karena saat memberi persembahan mereka tidak bertobat, berpikir telah melakukan ritual penyembahan untuk menebus dosa, maka bisa sekehendak hati berbuat dosa, memandang barang persembahan sebagai mesin ATM penebus dosa, tidak ada kesungguhan hati untuk bertobat, moral dan tingkah laku juga tidak ada perubahan apapun.

Renungkan: kehidupan yang tidak sama luar dengan dalam yang disebutkan dalam perikop ini apakah juga merupakan cermin dari kehidupanmu? Gereja paling mudah menghasilkan kehidupan yang bersifat permukaan kulit luar, demi mendapatkan pengakuan dan tepuk tangan dari orang lain, kita telah menghabiskan banyak sekali tenaga untuk mempertahankan ritual penampilan luar dan kesalehan, ini mungkin merupakan persekutuan yang stabil dan persembahan yang berkala, tetapi tidak pernah berpikir hendak mempersembahkan diri sendiri yang sama secara luar maupun dalam, dalam berserah diri kita mungkin akan menyisakan sebagian ruangan bagi diri sendiri, berpendapat diri sendiri sudah melakukan tuntutan gereja atas ritual penyembahan berpenampilan luar, maka tidak perlu mengadakan perubahan secara total atas kualitas kehidupan dan moral standar diri kita sendiri, pelahan-lahan kehidupan kita mulai menjadi munafik, ibadah setiap minggu dan pelayanan pelahan-lahan menjadi hampa. Mulai hari ini, hentikan memberikan persembahan yang hampa kosong, persembahkan tubuh dan hati diri sendiri.

0 thoughts on “Yesaya 1:10-15

  1. Pingback: Yesaya 3:16-4:1 | walk with my Shepherd