Tag Archives: Pertobatan

Yehezkiel 23:46-49

Menghentikan kemesuman di tanah itu
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 23:46-49 [ITB])
46 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Biarlah bangkit sekumpulan orang melawan mereka dan biarkanlah mereka menjadi kengerian dan rampasan. 47 Kumpulan orang ini akan melontari mereka dengan batu dan memancung mereka dengan pedangnya, membunuh anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka dan membakar habis rumah-rumah mereka. 48 Aku akan menghentikan kemesuman di tanah itu dan semua kaum perempuan akan memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan kemesuman lagi seperti yang kamu lakukan. 49 Orang akan membalaskan kemesumanmu atasmu dan kamu harus menanggung dosa-dosamu lantaran kamu menyembah berhala-berhala. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Paragraf ini adalah ringkasan dari seluruh pasal 23, membawakan penghakiman terakhir bagi Ohola dan Oholiba, ayat Alkitab menggunakan kata-kata sekumpulan orang, rumah, dan rampasan untuk menjelaskan bahwa seluruh perumpamaan adalah untuk peringatan awal nubuat penawanan, menunjukkan bahwa baik Yerusalem dan Samaria akan dibawa ke pembuangan. Rumah-rumah (atau Bait Suci) di dalamnya akan dibakar. Di ayat 47 digunakan kata melontari mereka dengan batu untuk menggambarkan apa yang dilakukan tentara Babel, ini agak aneh, karena tentara biasanya menggunakan pedang dan tombak untuk menyerang bukan menggunakan batu, tetapi jika kita memakai hukum Taurat untuk melihat hukuman mati melontari mereka dengan batu maka dapat memahami bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Ohola dan Oholiba telah sampai pada titik yang sepenuhnya dikutuk oleh Allah, dan dilontari batu sampai mati adalah hukuman terbuka, seluruh Israel menyaksikan kejahatan orang-orang yang dikutuk tersebut dan tidak berani ikut melakukannya, karena Ohola dan Oholiba telah melakukan perzinaan di depan umum, mereka juga harus dihukum di depan umum.

Maksud dari seluruh pengadilan itu adalah untuk menghentikan kemesuman di tanah itu dan semua kaum perempuan akan memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan kemesuman lagi seperti yang kamu lakukan (ayat 48). Pertama-tama, menghentikan kemesuman di tanah itu mengingatkan kita pada Imamat 18:24-30, yang menyebutkan bahwa kemesuman zina orang Israel akan menajiskan tanah Kanaan, dan akhirnya tanah itu akan memuntahkan mereka (tawanan), dan Yehezkiel membawakan tradisi pemahaman teologi tanah ini. Setelah orang Israel ditawan (dimuntahkan), barulah tanah itu bisa dibersihkan dan dikuduskan dari keadaan najis. Kedua, tujuan pengasingan itu tidak hanya untuk membersihkan tanah, tetapi juga untuk memperingatkan semua perempuan lainnya agar tidak lagi meniru perzinaan Yerusalem, lebih jauh agar kemesuman zina berhenti di tanah.

Terakhir, dengan tujuan final dari pembuangan dan penghancuran adalah kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH (ayat 49). Allah bukan menghukum untuk tujuan memberikan hukuman, juga bukan agar seseorang benar-benar binasa. Apa yang Allah harapkan adalah pertobatan dan kewaspadaan untuk berhenti melakukan perzinaan di bumi. Hanya ketika umat Allah tahu bahwa hanya TUHAN adalah Allah mereka, maka barulah umat Allah memiliki alasan untuk bertobat, dan juga mengerti bahwa mereka tidak hidup untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk Allah yang mengasihi mereka. Pertobatan adalah tidak pernah merupakan perbaikan diri, tapi sikap berbalik dan kembali kepada TUHAN, tidak ada yang bisa mengandalkan pelatihan moral dan kebajikan diri untuk mendapatkan apa yang disebut pertobatan. Semua pertobatan selalu membawa orientasi mengarah kepada Allah, yaitu kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH

Renungkan:
Penghakiman Allah datang dengan keselamatan, yaitu menyelamatkan manusia dari dosa dan menjadi peringatan untuk menghentikan perzinaan. Bagaimana TUHAN bisa menjadi Allah dalam setiap aspek dan inti kehidupan Anda? Bagaimana kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH itu menjadi pengarah dan inti hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 66:1-6

「Kerendahan Hati Lebih Baik Daripada Persembahan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 66:1-6 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? 2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.
3 Orang menyembelih lembu jantan, namun membunuh manusia juga, orang mengorbankan domba, namun mematahkan batang leher anjing, orang mempersembahkan korban sajian, namun mempersembahkan darah babi, orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka, 4 demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki.
5 Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu! Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu.
6 Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci!
Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya!

Yesaya 66:1-6 dengan jelas menunjukkan apa yang berkenan kepada TUHAN dan apa yang tidak berkenan kepada-Nya.

Pertama-tama, ayat 1 menjelaskan transendensi TUHAN (Allah tinggi jauh melampaui manusia dan segala yang ada), Allah menjelaskan bahwa langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya, manusia tidak mungkin membangun sebuah Bait di mana TUHAN tinggal, maka Bait Suci tidak dibangun untuk Tuhan, Ia tidak membutuhkan Bait Suci dan dapat eksis secara independen (tidak bergantung pada apapun); sebaliknya, ayat 2 menunjukkan bahwa Bait Suci dan semuanya dibuat oleh tangan TUHAN, Bait Suci dan semua ritualnya indah seperti apapun adalah sia-sia jika tanpa Allah. Sederhananya, Bait Suci dibangun oleh tangan Allah bergantung pada kehadiran Allah, tetapi keberadaan Allah tidak didasarkan pada skala Bait Suci.

Oleh karena itu, semua persembahan korban yang berhubungan dengan Bait Suci itu sendiri tidak diperlukan. TUHAN tidak perlu makan persembahan korban ini, ayat 3 menunjukkan bahwa mereka yang menyembelih lembu dan domba adalah mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam mempersembahkan korban dan penyembahan di Bait Suci, mereka selain mempersembahkan korban seperti yang tercantum dalam kitab Imamat, mereka juga mempersembahkan banyak korban kepada dewa-dewa asing, termasuk darah babi, memuja-muja berhala, dll., bahkan membunuh manusia (membakar anak-anak mereka hidup-hidup, lihat Yes. 65:3-4), jadi walaupun jika orang-orang ini mempersembahkan sapi dan domba di Bait Suci, hati mereka tidak benar-benar hanya menyembah TUHAN secara eksklusif, jadi persembahan mereka hanya kemunafikan, hanya ritual, Allah tidak senang dengan persembahan dan penyembahan Bait Suci seperti itu. Dengan pengorbanan. Ayat 6 menjelaskan bahwa TUHAN menganggap orang-orang ini sebagai musuh, suara balasan Allah berasal dari Bait Suci, artinya hukuman yang mewakili Allah pertama-tama dimulai dengan para pemimpin agama yang munafik.

Karena keberadaan TUHAN tidak bergantung pada Bait Suci, bahkan tidak bergantung pada persembahan (korban), maka bukanlah pengorbanan yang kosong dan hanya di kulit luar ini yang benar-benar berkenan kepada Allah dan yang menyenangkanNya, tetapi orang-orang yang dikatakan di ayat 2 yang menderita, dalam roh penuh penyesalan akan dosanya, dan yang gentar kepada firman Allah. Karena Allah tidak membutuhkan orang datang memberikan korban, respons tanggapan manusia yang dikehendaki Allah adalah kerendahan hati yang bertobat, kehidupan seperti itu memandang Allah sebagai Tuhan, menghormati firman perkataan Allah, dan menyadari bahwa jika tidak ada Tuhan maka semuanya adalah sia-sia, memandang manusia sebagai manusia, dengan hormat mendengarkan dan taat melaksanakan semua perintah Allah, mengingat rahmat anugerah Allah, dan menyesali dosa-dosa diri sendiri, dan berdoa memohon belas kasihan Allah. Kehidupan yang rendah hati seperti ini adalah kehidupan yang berkenan kepada Allah.

Renungkan:
Kerendahan hati jauh melebihi persembahan, ketaatan mendengarkan lebih baik daripada korban, manusia berpikir dapat menggunakan persembahan untuk menyenangkan Tuhan, sehingga mereka tidak perlu introspeksi memeriksa kehidupan mereka sendiri, berpikir bahwa mereka dapat bersembunyi dari langit dan melakukan kejahatan, tetapi Tuhan adalah Tuhan, Ia tidak menerima suap persembahan, Allah hanya menghendaki kita menjadi manusia yang sesungguhnya, seseorang yang menganggap Tuhan sebagai Tuhan, seseorang yang merendahkan diri dan takut akan Tuhan, adalah seorang yang menaati perintah dan tindakannya sesuai dengan Firman Tuhan. Apakah Anda bersedia menjadi orang seperti itu?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 15:11-24

「Pertukaran yang tidak seimbang — petobat dan penerima petobat」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 15:11-24 [ITB])
11 Yesus berkata lagi: 「Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: 『Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.』 Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: 『Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.』
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: 『Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.』 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: 『Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.』 Maka mulailah mereka bersukaria.

Menyambung perikop beberapa hari terakhir, sekarang kita akan merenungkan kisah pertobatan anak bungsu. Pertama-tama, kita merenungkan perkataan sang ayah ketika putra bungsunya kembali — anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Dibandingkan dengan dua kisah sebelumnya yang hanya menyebutkan tentang hilang dan ditemukan kembali, kisah pertobatan anak bungsu ini mengacu pada konsep kematian dan kebangkitan. Dapat dibayangkan bahwa bagi hati seorang ayah, putranya telah berbalik hati dan pikiran, membawakan kegembiraan dengan tingkat yang sebanding melihat anak yang bangkit dari kematian.

Hati yang mendesak dari sang ayah tidak perlu dipertanyakan lagi, tetapi dibandingkan dengan dua perumpamaan sebelumnya, sang ayah tidak berinisiatif seperti sang gembala yang berusaha menemukan domba yang hilang, atau wanita yang benar-benar membersihkan rumah untuk menemukan uang dirham yang hilang. Dari perikop hari ini, kita menemukan bahwa hati putra bungsu itu berbalik sendiri, dia menemukan dirinya dalam keputusasaan dan mau bertobat kembali ke rumah ayahnya. 「Menemukan」 adalah pekerjaan Tuhan, dan 「bertobat」 adalah tanggung jawab dan sikap orang itu sendiri.

Dalam hukum Taurat Yahudi, tidak ada yang bisa menuntut warisan yang layak diterimanya sebelum sang ayah meninggal. Anak ini tidak diragukan lagi merupakan seorang yang tidak dapat dikendalikan bahkan oleh hukum Taurat, adalah orang yang suka menempuh jalan menyimpangnya sendiri. Menurut hukum Taurat Yahudi, seorang anak yang tidak mendengarkan ajaran orang tuanya harus dirajam batu sampai mati. Karena hanya dengan cara ini dapat menjamin generasi per generasi Yahudi akan selalu mematuhi kata-kata Tuhan dan tidak akan membiarkan perilaku orang yang tidak taat menular kepada orang lain. Mungkin karena undang-undang ini, sang ayah tidak ingin melihat putranya dikenai hukuman mati, sehingga menuruti tuntutannya yang tidak masuk akal itu.

Namun, anak ini tidak mengerti isi hati ayahnya, malah bertindak memberontak dan menghabiskan warisan keluarga yang ia dapatkan. Ketika sudah habis, ia terpaksa pergi mencari pekerjaan yang dipandang orang Yahudi sebagai kutukan — memelihara babi bagi orang non Yahudi. Pada saat ini dia kelaparan, bahkan ampas yang menjadi makanan babi ingin ia makan untuk penuhi rasa lapar. Menurut literatur rabi (Lev. Rab 35 (132c)), kapankah orang bertobat, yakni ketika mereka makan ampas yang menjadi makanan babi, barulah orang bangun tersadar dan bertobat dari semua yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Sebagai hasilnya, dia benar-benar seperti perkataan tradisi ini, ketika dia ingin makan ampas, dia terpikir untuk kembali ke ayahnya sebagai pekerja sewaan. Dia juga memikirkan dialog pertobatan di dalam hatinya: Aku telah berdosa terhadap Sorga dan juga terhadap mu, mulai sekarang aku tidak layak disebut sebagai putramu, dan perlakukanku sebagai pekerja sewaan. Namun, ketika mereka bertemu, ayahnya hanya mengizinkannya mengatakan setengah dari kata-katanya, yaitu kata-kata pertobatan, tetapi ungkapan menyalahkan diri sendiri dan hukuman: 「jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa」 tidak diberikan kesempatan oleh sang ayah itu untuk diucapkan. Yang lebih mengherankan adalah bahwa apa yang diperintahkan sang ayahnya agar diperbuat untuk putra bungsu itu bahkan lebih membingungkan, kasih yang bagaimanakah ini, yang membuat orang melupakan dendam permusuhan, mencairkan segala kutukan?

Renungkan:

Dari penerimaan ayah terhadap putra bungsu yang berputar kembali, kita melihat sebuah gambar yang indah:

  • Orang yang bersalah — anak bungsu dalam keadaan terpaksa, bukan sukarela, tetapi karena putus asa, tidak ada jalan keluar, maka bertekad untuk kembali ke rumah ayahnya.
  • Orang yang dilukai — sang ayah mencoba segala cara untuk menyelamatkan putra bungsunya, terpaksa melihat putra bungsu pergi jauh ke tempat yang lain. Namun, ketika sang anak mau berubah, kasih dan antusias akan mengalir dari hati, dan penuh ciuman dan pelukan sebagai pernyataan penerimaan.

Apakah ini gambaran yang kita harapkan untuk terjadi? Ataukah masih harus menambahkan permusuhan dari diri kita, seperti orang Farisi dan ahli Taurat, menghambat orang-orang berdosa datang ke hadirat Tuhan?


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 4:1-18

「Memanggil Israel Bertobat, Bencana Mengancam Yehuda」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 4:1-18 [ITB])
1Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku! 2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia. 3 Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh. 4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!
5Beritahukanlah di Yehuda dan kabarkanlah di Yerusalem: Tiuplah sangkakala di dalam negeri, berserulah keras-keras: 『Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu!』6 Angkatlah panji-panji ke arah Sion! Cepat-cepatlah kamu mengungsi, jangan tinggal diam! Sebab Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar. 7 Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya. 8 Oleh karena itu lilitkanlah kain kabung, menangis dan merataplah; sebab murka TUHAN yang menyala-nyala tidak surut dari pada kita. 9 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, raja dan para pemuka akan kehilangan semangat; para imam akan tertegun dan para nabi akan tercengang-cengang, 10 sambil berkata: Ah, Tuhan ALLAH, sungguh, Engkau telah sangat memperdayakan bangsa ini dan penduduk Yerusalem, dengan mengatakan: 『Damai kiranya ada padamu,』 padahal pedang telah mengancam nyawa kami! 11 Pada masa itu akan dikatakan kepada bangsa ini dan kepada penduduk Yerusalem: Angin panas dari bukit-bukit gundul di padang gurun bertiup ke arah puteri umat-Ku; bukan untuk menampi dan bukan untuk membersihkan, 12 melainkan angin yang keras datang atas perintah-Ku. Sekarang Aku sendiri akan menjatuhkan hukuman atas mereka.
13 Lihat, ia naik seperti awan-awan, keretanya kencang seperti angin badai, kudanya lebih tangkas dari pada burung rajawali. Celakalah kita, sebab kita dibinasakan! 14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancang kedurjanaanmu? 15 Dengar! Orang memberitahukan dari Dan, mengabarkan malapetaka dari pegunungan Efraim. 16 Peringatkanlah kepada bangsa-bangsa: Sungguh ia datang! Kabarkanlah di Yerusalem: Pengepung datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda. 17 Seperti orang-orang yang menunggui ladang mereka mengelilinginya dari segala pihak, sebab Yehuda telah memberontak terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN. 18 Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. Itulah nasibmu yang buruk, betapa pahitnya, sampai menusuk hatimu.

Bagian dari perikop hari ini, ayat 1-4 adalah janji Tuhan untuk memberikan kesempatan baru kepada umat Israel, yakni jika mereka sungguh hati bertobat, menjauh dari perbuatan jahat dan sepenuh hati kembali kepada Tuhan, Tuhan akan memberi mereka sebuah awal baru dan kehidupan baru.

Ayat 1 「Jika engkau mau kembali, hai Israel …」 「Kembali」adalah kembali dari jalan yang salah, meninggalkan berhala, tidak lagi bimbang berayun seperti pendulum tanpa kepastian, hanya mengikuti Tuhan. Ayat 2 menunjukkan bahwa 「pertobatan」 termasuk tiga aspek dari sifat batin, yaitu 「dalam kesetiaan, keadilan dan kebenaran.」 Manusia melihat penampilan luar, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7); Jika umat Israel benar-benar sungguh hati bertobat, tidak hanya diri mereka akan diberkati, tapi Tuhan juga akan memberkati bangsa-bangsa melalui mereka.

Ayat 4 「… Sunatlah dirimu bagi TUHAN …」 Bayi laki Israel setelah lahir 8 hari kemudian telah disunat, dan menandakan mereka secara jasmani adalah umat Tuhan, dan di sini sekali lagi mengingatkan mereka tentang sunat, adalah yang dilakukan oleh「diri sendiri」, selain secara jasmani saja tetapi harus sunat di dalam jiwa rohani, yakni harus segenap hati dipisahkan sebagai yang suci menjadi milik Tuhan. Pada kenyataannya, orang-orang di daerah Timur dekat, tidak hanya orang-orang Israel yang melakukan sunat, Yer. 9:25-26 「Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.」 Nabi Yeremia dalam Yer. 31:33 terus bernubuat 「Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.」

Yer. 4:5 sampai pasal 6, memiliki tema yang sama, yakni 「penghukuman yang akan datang,」 dan cara penghukumannya adalah Tuhan akan membangkitkan sebuah negara di utara Yehuda, membiarkan negara tersebut mengirimkan pasukan menyerang Yehuda, Tuhan hendak memakai peperangan untuk menghukum umat-Nya sendiri yang berkhianat murtad.

Mempelajari tiga pasal ini adalah hal yang penuh tantangan, karena perikop ini sebagian besar ditulis dalam gaya puitis, yang awalnya tersebar lalu kemudian disusun terkumpul dalam Kitab Yeremia. Meskipun demikian, perikop ini memiliki tema sentral, 「penghukuman dari Tuhan,」 yang juga merupakan pusat pikiran dari seluruh pergerakan nabi Yeremia.

Ayat 5-12, nabi Yeremia memperingatkan orang-orang Israel, bahwa tentara Utara akan datang, mereka harus bergegas untuk menemukan tempat persembunyian — tetapi ini juga merupakan cara penulisan yang ironi dari Yeremia, karena bencana ini adalah penghakiman Tuhan, mereka yang tidak bertobat tidak dapat bersembunyi!

Ayat 13-18, sekali lagi menjelaskan mengapa kerajaan Yehuda dan orang Israel akan diserang dan terkena bencana, semua ini karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan mengkhianati-Nya. Nabi Yeremia dalam ayat 14 berseru 「Hai Yerusalem, patutlah engkau membasuh kejahatan dalam hatimu, agar engkau dapat diselamatkan. Berapa lama hendak menyimpan kejahatan di dalam mu?」 Meskipun Yeremia telah berulang kali memperingatkan, memanggil mereka untuk bertobat; Tapi jelas ini tidak efektif, tidak ada hasilnya.

Renungkan:

1. Amsal 4:23 「Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.」 Problem orang Israel ada pada hati, yaitu masalah dari pikiran, kesadaran, perasaan, nilai-nilai dan komitmen manusia. Apakah Anda sepenuhnya milik Tuhan dalam aspek-aspek ini? Apakah Anda tidak hanya disunat secara daging — setara dengan baptisan air hari ini — menjadi milik Tuhan, tetapi juga 「hatimu」 seluruh diri adalah milik Tuhan?

2. Adakah Anda telah berhati-hati untuk menjaga hati Anda agar tidak tergoda? Hari ini budaya dan media porno ada di mana-mana, dan apakah Anda bersedia untuk berhati-hati atas apa yang Anda dengar, lihat, pikir, agar semuanya berkenan kepada Tuhan?

(Judul hari ini 「Memanggil Israel Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Yehuda」 dapat berlaku menjadi 「Memanggil Kita Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Kita」)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

 


Untuk Kalangan Sendiri.

Hosea 14:1-9

9 Mar 2018 – Hari Jumat Minggu ketiga, Pra Paskah

Bawalah sertamu Kata-Kata Penyesalan dan Bertobatlah kepada Tuhan

(Hosea 14:1-9)
1 Samaria harus mendapat hukuman, sebab Ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.
2 Bertobatlah, hai Israel kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Renungan
Hidup adalah perjalanan iman bagi umat Allah. Penulis dan Penyelesai perjalanan ini adalah Kristus sendiri. Kita mengawali di dalam Kristus dan harus mengakhiri di dalam Kristus. Tetapi ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada rute penuh tantangan yang penuh dengan cobaan dan ujian. Beberapa dari umat Allah yang telah mengawali di dalam Dia tidak dapat mengakhiri di dalam Dia. Mereka sering tersandung dan teralihkan, kalah kepada tekanan.

Perhatian untuk umat Allah.
Bangsa Israel secara kolektif tersandung karena kejahatan mereka (ayat 1). Mereka terseret menjauh dari iman mereka dan membentuk perkumpulan politik dengan penyembah berhala Asyur. Mereka percaya pada kuda-kuda, mungkin karena kuda-kuda Mesir menguatkan pasukan mereka (Mazmur 20:7). Mereka menolak Sang Pencipta dan mempercayai berhala buatan manusia. Mereka menyembah berhala kesuburan Kanaan. Janji dan Taurat Allah dilupakan secara total. Kemunafikan membuat mereka tersesat. Kegagalan mereka kelihatannya begitu serius, mereka semakin jauh untuk kembali kepada Tuhan. Umat Perjanjian Allah kelihatan seperti anak yatim yang mencari pengampunan (ayat 3). Kelemahan dan keadaan mereka yang rentan adalah peringatan bagi kita semua.

Panggilan untuk Kembali.
“Kembalilah hai Israel, pada Tuhan Allahmu”, adalah panggilan yang berulang kali dari Allah untuk meresponi Firman-Nya. Ini menghibur untuk diperhatikan karena Allah belum selesai dengan mereka. Dia masih ada di sana tangan-Nya yang terjulur. Tangan-Nya tidaklah ditarik. Dia mengambil inisiatif untuk pemulihan. Allah ingin umat-Nya kembali kepada-Nya. Tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Allah, sang Pencipta. Itu adalah respon yang sesuai.

Allah kita adalah murah hati lapang dada. Panggilan-Nya berdasarkan kasih dan pengampunan-Nya. “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela,” Tidak ada keadaan yang tidak terjangkau Kasih dan Pengampunan Allah. Rahmat dan Pengampunan Allah tersedia bahkan untuk pendosa terburuk sekalipun.

Konsekuensi Ketaatan.
Kembali kepada Allah memberikan ruangan untuk pemulihan. Allah kita adalah Tuan Pemulihan. Tujuan yang Ia kehendaki tidak berubah dalam proses Pemulihan dari Dia. Ini adalah keindahan dari pemulihan dari Allah. Mereka akan kembali menyembah Allah yang benar. “Kami akan memberikan korban bakaran dari bibir kami” Mereka berdiri sebagai bangsa yang telah dipulihkan. Allah memberikan kekuatan kepada mereka setiap hari (ayat 5-6) Allah adalah “embun” yang merupakan rahasia dari kekuatan mereka. Dibawah bayang-bayang-Nya, umat Allah akan “berakar”, “bertunas”, “berbunga”, sekali lagi dan tumbuh kuat seperti pohon aras dari Lebanon. Perhatikan ayat “Aku bagaikan pohon sonobar yang menghijau” dan “dari-Ku engkau akan berbuah” Sungguh Berkat dan Mulianya Pengharapan di dalam Allah. Mereka menjadi manusia yang berbuah seperti “pohon zaitun … gandum … anggur”. Kembali pada hubungan yang intim dengan Allah, umat-Nya menjadi subur, produktif, berbuah, indah, kuat dan stabil. Itulah kuasa pemulihan Allah.

Doa
Allah yang rahmani, kami berterima kasih bahwa Engkau tidak meninggalkan kami di saat kami gagal.
Berikan kami kepekaan untuk mengetahui kegagalan kami.
Berikan kami keyakinan untuk segera kembali kepada-Mu.
Pulihkan kami kembali kepada tujuan-Mu dan kiranya kami dapat berjalan bersama-Mu di dalam kebenaran.
Amen.

Tindakan
Marilah kita memeriksa perjalanan kita bersama dengan Tuhan di dalam terang Firman-Nya.
Marilah kita berdoa bersama pemazmur “Selidiki aku ya Allah, dan kenalilah hatiku; ujilah aku dan ketahuilah pikiranku,”
Marilah kita meresponi Firman Allah dengan hati yang hancur.
Kembalilah kepada Allah dan layanilah Dia.

Rev Ranganathan Prabhu
Pastor
The Methodist Church in Singapore

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)

 

Kej. 44:30-34

「Dipergoki dan Rela Menggantikan」

Pertobatan yang sungguh-sungguh memperlihatkan perubahan yang nyata.

(Kej. 44:30-34 [ITB])
30Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
32Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
33Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya.
34Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku.”

(Bacalah Kej. 44, silahkan klik di sini untuk membuka.) Yusuf memakai akal untuk membuat Benyamin tinggal, dengan ini menguji sikap para abang terhadap adik laki-laki yang satu ayah beda ibu, apakah masih sama seperti terhadap ia dahulu karena iri sehingga dendam di hati, Yusuf ingin segera membereskan masalah ini baru bisa tenang. Kali ini tindakan para abang menunjukkan bahwa mereka sudah sepenuhnya bertobat, ini mempersiapkan jalan bagi saudara laki-laki untuk saling mengenal kembali di pasal berikutnya. Dan Yehuda dengan permohonan yang menyentuh hati, demi menyelamatkan Benyamin rela mengorbankan diri menjadi budak, membuat para pembaca tersentuh, teringat akan Kristus yang menggantikan kita menerima hukuman atas dosa.

Yehuda adalah pemimpin para saudara laki-laki, hal ini terlihat dalam kalimat utama di ayat 14 「Yehuda dan saudara-saudaranya …」 (Kej. 44:14) (tindakannya mewakili para saudaranya). Dan kondisi buntu yang diciptakan Yusuf ini, harus diselesaikan oleh Yehuda. Pusat dari seluruh tulisan adalah perkataan Yehuda : 「Allah telah memperlihatkan (memergoki) kesalahan hamba-hambamu ini.」 (Kej. 44:16). Kalimat perkataan ini terlihat sangat menonjol di dalam posisinya di ayat sebelum dan sesudahnya, tetapi tidak peduli Yusuf, Yehuda dan para saudara laki-lakinya, juga para pembaca semua tahu, Yehuda ini sebenarnya mewakili para saudara laki-laki mengakui dosa yang mereka perbuat 22 tahun yang lalu terhadap Yusuf . Pengakuan ini terlihat dari kata kerja 「memergoki」 (CUVT) (māṣā’, ITB 「memperlihatkan」, KJV 「found out」), di pasal ini muncul 8 kali yang masing-masing sesuai teks sebelum dan sesudahnya dapat diterjemahkan sebagai 「menemukan, memeriksa, memergoki, menimpa」 (Kej. 44:8, 9, 10, 12, 16, 17, 34. Ayat 16 [2 kali]).

Selain itu masih terdapat kata kunci 「biarlah ia mati」 atau 「tentulah ia mati」 (kata kerja môt, Kej. 44:9, 22, 31), yang menghubungkan dengan erat 「nyawa」 Yakub dan Benyamin. Kata 「menggantikan」 (taḥat) dan kata benda 「nasib celaka / bencana」 (ra‘), dipakai oleh kepala pengurus rumah Yusuf untuk menegur bahwa mereka telah 「membalas (menggantikan) yang baik dengan yang jahat」, dan kini Yehuda rela 「menggantikan」 Benyamin menjadi budak, Yehuda mencemaskan 「nasib celaka」 menimpa ayahnya. Kemudian kata yang secara menonjol jumlah kemunculannya paling banyak dalam perikop ini adalah 「ayah」 , kecuali hanya satu kali di Kej. 44:17 yang lainnya semua muncul dalam perkataan Yehuda yang memohon dengan sungguh-sungguh (Kej. 44:19, 20, 22, 24, 25, 27, 30, 31, 32, 34. Total 15 kali. Di ayat 20 [2 kali], 22 [2 kali], 32 [3 kali], 34 [2 kali]), adalah sebuah pasal di antara kitab Kejadian yang paling banyak memunculkan kata 「ayah」. Dan Yehuda dua kali memakai perkataan Yakub, ia cemas bahwa 「aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati」 (Kej. 44:29, 31. Lihat Kej. 37:35), menjelaskan Yehuda dan para saudara sungguh-sungguh memprihatinkan keselamatan ayah mereka Yakub, dan dahulu mereka mengkhianati Yusuf tanpa perasaan dan kejam terhadap ayah mereka, menjadi perbandingan yang kontras dengan saat ini. 

Renungkan: Apakah anda akhir-akhir ini pernah bersedih dan menyesal atas dosa yang dilakukan diri sendiri? Mohon ingat Daud pernah berkata: 「jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah」 (Maz. 51:17)

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:6-7

「Berbalik pulang kembali ke rumah milik bapa 」

(Rut 1:6-7 [ITB])
6Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
7Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,

Penulis kitab memakai lima ayat pendek secara sederhana memperkenalkan latar belakang kisah Rut, menjelaskan kedua perempuan Moab — Orpah dan Rut,karena menikah dengan kedua pemuda Israel, kemudian karena suami mereka meninggal dan memulai perjalanan bersama Naomi sang mertua menuju Betlehem. Karena tiga laki-laki bergantian meninggal dunia, keluar dari kisah, fokus disorotkan kepada diri Naomi; dan dua perempuan Moab ini berada di samping pentas. Pada awalnya Elimelekh yang menentukan arah jalan keluarga, sekarang menjadi tanggung jawab Naomi; peralihan peran adalah hal yang sering terjadi. Pepatah mengatakan 「di rumah mengikuti kata ayah, menikah mengikuti kata suami, di masa tua mengikuti kata anak.」 Naomi sebelumnya tidak punya hak membuat keputusan, hanya mengikuti kata suami, kemudian mengikuti kata anak, pada akhirnya hanya tersisa dirinya dan kedua menantu yang masih muda. Ia sekarang harus memikul tanggung jawab kepala rumah tangga, memegang peranan kepemimpinan.

Naomi ambil keputusan pulang ke kampung halaman; penulis kisah memakai tiga kata untuk mencerminkan keputusan hatinya: berkemas atau “arose / bangkit” (Rut. 1:6a), pulang (Rut. 1:6b), berangkat (Rut. 1:7a). “Berbalik pulang kembali” (שׁוּב shuwb:  to turn back) berbalik kembali adalah topik utama sesungguhnya yang ingin ditonjolkan penulis kitab: Naomi hendak dari Moab 「berbalik pulang kembali 」 ke kampung halaman (Rut. 1:6), ia ingin menantunya 「berbalik pulang kembali 」 ke rumah orang tua mereka (Rut. 1:8b), namun mereka sebaliknya bersikeras hendak bersama dia 「berbalik pulang kembali 」 ke negara asal sang mertua. Ia dengan segenap tanaga menasehati mereka untuk pulang (Rut. 1:11-12), Orpah sungguh pulang, akhirnya tersisa Rut dan Naomi bersama-sama pulang kembali ke Betlehem. Frekuensi pemakaian kata 「pulang」 sangat mencengangkan, dalam kitab Rut yang pendek hanya empat pasal, selain di pasal 2:6, 4:3 dan 4:15, di pasal 1 muncul tiga belas kali.

Kata 「pulang」 muncul berkali-kali dalam perikop yang sekadar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, pada saat kita mengenal bahwa 「berbalik pulang kembali 」 ( שׁוּב shuwb:  to turn back) adalah kata yang dipakai para nabi untuk menunjuk kepada pertobatan, maka kita dapat memahami bahwa penulis kisah tidak sekedar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, namun mengandung makna yang satu tingkat lebih dalam, yaitu bahwa Naomi bertekat kembali kepada pelukan TUHAN. Apa penyebab keputusan Naomi? Apakah ia merasa terpaksa sudah tidak ada jalan keluar lagi, dan mendengar bahwa di Betlehem telah turun hujan, panen melimpah, atau serangan musuh asing sudah berhenti? Tentu semua ini mungkin merupakan unsur-unsur yang membantu Betlehem lepas dari keadaan yang sulit tersebut, namun justru berita yang didapatkan Naomi adalah bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri dan memberikan makanan kepada mereka (Rut. 1:6b). ternyata yang ada di balik segala peristiwa adalah adanya tangan pemeliharaan Allah dan perhatian-Nya.

TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri itu adalah berita yang hendak disampaikan penulis kitab. 「Memperhatikan 」 (פָּקַד paw-kad’ mengunjungi) jika dimengerti dari sudut negatif adalah 「menuntut」 atau 「menghukum」, dari sudut positif artinya adalah 「mengunjungi, memperhatikan, memelihara dan memberkati」. Saat umat Allah berjalan di jalan-Nya, Allah akan memperhatikan mereka. Saat Naomi terjebak dalam keadaan tidak ada seorangpun yang dapat ia sandari, ia mendengar berita bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, menganugerahkan makanan kepada penduduk Betlehem, membuat 「rumah pangan 」 sekali lagi sungguh-sungguh kembali seperti sebutannya. Naomi dalam kebebasan untuk membuat keputusan yang ia miliki, setelah mendengar bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, dengan kebebasannya bertekat pulang kembali ke rumah milik Bapa, berputar pulang kembali ke pelukan TUHAN.

Renungkan: silahkan merenungkan bagian reff. dari lagi lagu 〈Pulang Rumah〉 (Softly & Tenderly Jesus Is Calling): 「Pulang rumah, Pulang rumah, yang berbeban yang terluka pulang rumah, suara Yesus lembut penuh belas kasih memanggil engkau, pulanglah rumah, dengan tulus mengundangmu pulang rumah!」 Saat engkau terjebak dalam situasi yang sangat-sangat ekstrim menderita, jangan lupa TUHAN masih tetap memperhatikan dan memelihara anak-anak-Nya. Apakah engkau seperti Naomi setelah mendengar kasih anugerah TUHAN, segera bertindak sebagai jawaban, berputar pulang kembali ke dalam pelukan TUHAN?


「Softly and Tenderly Jesus Is Calling」
Will Lamartine Thompson
UM Hymnal, No. 348

Softly and tenderly Jesus is calling,
calling for you and for me;
see, on the portals he’s waiting and watching,
watching for you and for me.

Come home, come home;
you who are weary, come home;
earnestly, tenderly, Jesus is calling,
calling, O sinner, come home!

Halus dan lembut Yesus sedang memanggil,
panggilan bagi engkau dan bagi saya;
lihatlah, di gerbang Ia sedang menunggu dan memperhatikan,
perhatikan engkau dan saya.

Pulang kembali, pulang kembali;
engkau yang lelah, pulanglah kembali;
tulus, lembut, Yesus memanggil,
hai orang berdosa, datang pulanglah rumah!


Kata  פָּקַד paw-kad’  dapat mempunyai arti mengunjungi, menghukum, memperhatikan.

Kunjungan TUHAN mempunyai beberapa aspek:

  1. Membawa hukuman kepada orang-orang yang durhaka kepada Allah: dalam Yer. 5:29 oleh ESV, atau NIV diterjemahkan sebagai “menghukum” seperti ITB “Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini? demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?” bandingkan dengan terjemahan KJV atau ASV “Shall I not visit (mengunjungi) for these [things]? saith the LORD : shall not my soul be avenged on such a nation as this?”
    Atau dalam Maz. 89:32 “maka Aku akan membalas (mengunjungi, menghukum) pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.”
    Sepatutnya respon manusia terhadap hukuman-Nya “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.” (Ayub 5:17)
  2. Kunjungan-Nya merupakan didikan kepada anak-anak-Nya yang berbuat kesalahan agar pulang kembali kepada pelukan-Nya, Ibr. 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
  3. Bagi anak-anak-Nya, kunjungan-Nya merupakan lawatan membawakan perhatian, pemeliharaan dalam kasih sayang anugerah-Nya. Rut 1:6「… TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).