Imamat 27:30

Persembahan persepuluhan adalah milik TUHAN

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 27:30 [ITB])
30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Ayat ini menjelaskan bahwa sepersepuluh dari segala sesuatu yang keluar dari tanah adalah milik TUHAN dan dikuduskan bagi TUHAN. Bagaimana kita memahami kalimat ini?

Pertama-tama, konsep tanah dalam Kitab Imamat sangat penting. Tanah bukan hanya wilayah geografis atau tempat yang dimiliki oleh tuan tanah tertentu. Kepemilikan semua tanah di Israel adalah milik TUHAN (Im. 25:23). Ini masuk akal karena manusia sebagai makhluk yang umurnya terbatas, tidak mungkin kekal memiliki tanah yang umurnya lebih lama dari manusia. Tanah yang umurnya begitu panjang hanya layak bagi Allah yang kekal. Oleh karena itu, kepemilikan tanah hanya bisa di tangan Allah, dan Allah adalah pemilik semua tanah.

Kedua, karena Allah adalah pemilik tanah, semua produksi dari tanah itu sendiri harus menjadi milik TUHAN. Tetapi karena TUHAN menganugerahkan tanah Kanaan kepada orang Israel sebagai hadiah, hadiah ini menjadi berkat bagi orang Israel, hanya karena Dia bersedia memberikan milik-Nya sendiri kepada orang Israel untuk makanan sehari-hari. Dialah yang membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir sehingga menerima tanah perjanjian ini dan mereka bisa menjadi pemilik tanah serta mengelolahnya dengan bebas. Oleh karena itu, Im. 27:30 mengharuskan Israel untuk mempersembahkan persepuluhan, lalu orang Israel memiliki sembilan per sepuluh itu adalah anugerah, adalah pemberian Allah kepada orang Israel.

Ketiga, persembahan persepuluhan orang Israel kepada Allah sebenarnya adalah semacam pengakuan, menyatakan bahwa pemilik tanah adalah Allah melalui tindakan persembahan. Hasil dari tanah kudus memang harus dikuduskan milik Allah, sekarang umat Israel mengembalikan hasil dari tanah kudus kepada Allah melalui tindakan persembahan, itu adalah proklamasi pengakuan bahwa tanah itu milik TUHAN. Dengan demikian, persembahan menempatkan diri seorang sebagai penerima anugerah, berdiri pada jalan penerima anugerah, melihat bahwa apa yang telah diterima adalah rahmat, dan sekarang hanya mengembalikan rahmat ini kepada Allah pemberi anugerah, mengingat dan berterima kasih kepada Allah untuk semua jenis pemeliharaan penyediaan bagi orang ini.

Renungkan:
Sering kali kita memiliki mentalitas di hati kita, berpendapat bahwa uang yang kita persembahkan adalah milik kita sendiri. Pemikiran kita sendiri sering menganggap persembahan sebagai pencapaian dan kemampuan kita sendiri, dan juga menganggap persembahan sebagai konsumsi (bahkan komersial). Faktanya, kegiatan konsumtif dan persembahan sangat berbeda, yang pertama melihat diri mereka sebagai konsumen, melihat diri mereka sebagai orang yang memiliki kemampuan dan sumber daya keuangan, dan juga melihat apa yang mereka berikan adalah milik mereka sendiri. Orang-orang seperti itu terkadang mengharapkan pihak lain untuk memberikan layanan, dan mereka yang memberi persembahan dengan mentalitas ini mengharapkan gereja untuk memberikan mereka pelayanan, bukan dia melayani orang lain. Ayat Alkitab hari ini menantang kita dan membuat kita mengerti bahwa meskipun kita memiliki banyak uang, kita hanyalah seorang penerima anugerah. Tanpa kasih karunia Allah, kita tidak akan memiliki semua harta dan kehidupan di bumi. Mulai hari ini dan seterusnya, kita harus memperlakukan persembahan persepuluhan dengan mentalitas sebagai penerima berkat, dan melalui persembahan menyatakan pengakuan bahwa semua adalah pemberian dan anugerah Allah pada diri kita.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.