「Tunduk dahulu kepada Allah ataukah Manusia? (I)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 2:13-17 [ITB])
13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. 16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
(Terjemahan penulis)
「Karena untuk Allah, hendaklah kita mematuhi semua sistem manusia,
entah adalah raja sebagai pemegang kuasa, atau utusan raja yang memegang posisi
menghukum yang berbuat kejahatan dan memuji yang berbuat baik.
Karena ini adalah kehendak Allah, 「buatlah itu baik」 untuk menutup mulut ketidaktahuan orang bodoh,
jadilah yang seperti orang bebas, jangan gunakan kebebasan untuk menutup-nutupi kejahatan,
hendaknya menjadi budak Allah
Hormati semua orang, kasihi komunitas orang percaya
hormat takuti Allah, hormati raja」

Untuk memahami ayat Alkitab ini, kita harus memahami apa yang kita bicarakan di teks sebelumnya di atas dan apa yang patut kita perhatikan ketika Petrus mengutip ayat Alkitab Perjanjian Lama (silakan tinjau ulang renungan sepuluh hari terakhir), karena jika kita tidak memperhatikan alur pikir seluruh paragraf ayat-ayat Alkitab ini, kita akan mengabaikan poin penting yang utama dan mempengaruhi pemahaman kita atas satu ayat Alkitab hari ini.
Tulisan Petrus sampai di titik ini, kira-kira pesan yang ingin disampaikan dia adalah: orang percaya di Asia Kecil telah mengalami penderitaan, ditolak manusia, dan tidak mudah untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang memusuhi mereka, tetapi Petrus menasihati mereka bahwa ini sebenarnya adalah pemilihan Allah dan malahan mereka sangat berharga bagi Allah. Petrus menghabiskan begitu banyak kata-kata dan bahasa agar orang-orang percaya Asia Kecil menerima 「identitas」 mereka, ditambah ia menggunakan pengalaman orang Israel keluar dari Mesir terserak di padang belantara, dan juga deskripsi tentang Daud yang terpaksa berpura-pura menjadi gila dan hidup sebagai penumpang di bawah raja asing non Israel, juga pengalaman orang Israel ditawan ke tempat bangsa-bangsa asing, dan contoh bagaimana Abraham menumpang tinggal di tanah Kanaan dan membeli tanah serta bermasyarakat di sana, dengan jelas memberitahukan kepada Anda dan saya bahwa para murid Tuhan selalu dalam keadaan ditolak manusia tetapi dipilih Allah, seperti hidup di bawah tarikan tegangan yang tampaknya bertentangan, sehingga pengalaman-pengalaman ini bukanlah hal yang asing dan baru, agar orang-orang percaya di abad pertama tahu bahwa ini adalah keadaan normal yang senantiasa dialami umat Tuhan. Apakah orang-orang percaya di tempat kita tahu?
Tetapi pada saat yang sama, apa yang ayat Alkitab Perjanjian Lama nyatakan tentang bagaimana menghadapi raja-raja bangsa asing?
Firaun dari Kitab Keluaran karena dia tidak tahu bagaimana cara membalas yang berbuat baik dan menghukum yang berbuat jahat, dan memperlakukan Israel dengan buruk, berakhir dengan hukuman sepuluh tulah dari Allah.
Meskipun Daud terpaksa berpura-pura gila agar lolos dari pengejaran Saul, tetapi Allah oleh Diri-Nya sendiri yang mempersiapkan jalan bagi Daud, dan akhirnya orang fasik jatuh ke perangkap jerat dirinya sendiri.
Setelah orang-orang Yahudi ditawan dan terserak di negeri asing, bukankah Allah melalui para nabi telah menyatakan kejahatan para penawan dan menghakimi kejahatan mereka?
Meskipun Abraham menumpang tinggal di Kanaan, dalam pertempuran serangan empat raja terhadap lima raja, kehadiran Tuhan membuatnya menang dan menyelamatkan Lot, keponakannya.
Dapat dilihat bahwa ketika umat Allah hidup sebagai penumpang di zaman periode dan tempat yang berbeda, akhir dari raja-raja penguasa yang memusuhi melawan Allah, yang tidak tahu bertobat, jika mereka tidak memiliki rasa takut hormat kepada Allah, maka akhir dari mereka akan menyedihkan. Petrus membawa kita selain melihat identitas umat Allah melalui Perjanjian Lama, terlebih juga melalui kitab Hosea yang mengumumkan bahwa 「belas kasihan Allah datang kepada orang-orang non umat Allah」, mengumumkan kepada dunia bahwa semua kuasa pemerintahan ada di tangan Allah, Kitab Suci Perjanjian Lama tidak pernah malu untuk mengungkapkan siapa yang merupakan Terang yang sejati bagi dunia, mereka yang sombong, raja-raja yang keras kepala memegang tradisi pola pikir dunia, akhirnya hanya memiliki jalan menuju kebinasaan dan menerima penghakiman.
Renungkan:
Tuhan adalah Cahaya yang sejati bagi dunia, akankah para petinggi kekuatan politik dan orang-orang yang mempermainkan kekuasaan masih membuat orang-orang percaya panik? Sebenarnya memang membuat takut, namun bukankah identitas 「yang ditolak manusia, tetapi dipilih oleh Tuhan dan berharga di mata Allah」 mengingatkan kita bahwa ini adalah jalan yang harus dilewati, jalan yang diberkati?
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.



