「Manifestasi konkret dari Kerajaan Allah」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Roma 14:1-12 [ITB])
1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.
3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. 4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.
6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. 7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis: 「Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.」 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
(Roma 14:13-23 [ITB])
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: 「Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!」
14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.
16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! 21 Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.
22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. 23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
Salah satu masalah yang dibahas dalam surat Roma adalah perselisihan di dalam gereja antara dua kelompok orang percaya mengenai makanan. Orang yang kuat dalam iman bahwa ia boleh makan segala jenis makanan (yaitu orang Kristen non-Yahudi), sementara orang yang lemah dalam iman hanya memakan sayur-sayuran (yaitu orang Kristen Yahudi) (Roma 14:1-2). Menurut ajaran Yesus (Mrk. 7:18-20), Paulus yakin bahwa tidak ada yang najis, tetapi jika seseorang memandang sesuatu najis, maka menjadi najis di dalam dirinya (Roma 14:14). Makan atau tidak makan adalah masalah tradisi iman individu dan penerimaan pribadi dari orang percaya, sama seperti beberapa orang melihat hari ini lebih baik daripada hari itu, sementara yang lain melihat setiap hari adalah sama (Roma 14:5), dan tidak ada yang perlu saling menghakimi (judge one another). Namun, entah karena alasan apa, dua kelompok orang percaya saling menghakimi satu sama lain karena masalah makanan, sehingga mendorong Paulus untuk mengirim surat kepada mereka untuk menjadi penengah.
Apa yang salah dengan menghakimi satu sama lain? Pada dasarnya, menghakimi satu sama lain adalah tanda bahwa 「manusia terlalu tinggi hati」 (Roma 12:3). Mereka yang menghakimi sering kali menggunakan alat ukur dan standar mereka sendiri untuk mengukur orang lain, hanya melihat duri di mata orang lain dan mengabaikan fakta bahwa mereka sendiri juga memiliki balok yang menghalangi penglihatan mereka (Mat. 7:1-5). Mereka yang menghakimi tidak melihat bahwa mereka juga memiliki titik buta, keterbatasan dan prasangka bias, dan berpikir bahwa kebenaran ada di pihak mereka. Ketika setiap orang dalam sebuah kelompok berpikir terlalu tinggi tentang dirinya sendiri, perselisihan dan kontradiksi akan muncul secara alami, dan kesatuan yang dibawa oleh keselamatan Kristus tidak dapat diwujudkan. Oleh karena itu, menghakimi satu sama lain adalah masalah rohani. Menghakimi satu sama lain menghancurkan kesatuan di dalam Kristus dan oleh karena itu perlu ditangani dengan serius.
Paulus menegaskan bahwa kerajaan Allah bukanlah tentang makanan dan minuman, tetapi tentang kebenaran keadilan, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus (Roma 14:17). Di sini sekali lagi, disebutkan masalah damai sejahtera (peace). Sepanjang minggu ini kita telah melihat pengajaran tentang damai sejahtera dan rekonsiliasi. Penebusan Yesus Kristus adalah untuk membawa damai sejahtera ke dalam dunia, dan rekonsiliasi adalah salah satu fondasi dari damai sejahtera tersebut, pertama-tama dengan Allah, kemudian dengan satu sama lain, dan dengan seluruh ciptaan. Menghakimi satu sama lain adalah kebalikan dari hal ini. Maka Paulus dengan sungguh-sungguh mengingatkan para penerima suratnya untuk mengejar damai sejahtera dan saling membangun, serta jangan menghancurkan pekerjaan Allah karena makanan (Roma 14:19-20). Pekerjaan Allah apa yang dapat dihancurkan? Karya Allah yang dimaksud adalah pendamaian rekonsiliasi dan damai sejahtera yang telah Allah ciptakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Yesus datang untuk memberitakan Injil Kerajaan Surga, sehingga ketika Kerajaan Allah datang di bumi, tidak akan ada lagi dukacita, ratap tangis atau penderitaan (Why. 21:4). Damai sejahtera membawa sukacita bagi umat manusia, sementara penghakiman menghasilkan penderitaan yang tak berkesudahan di antara mereka.
Semuanya bergantung pada kepercayaan akan janji-janji Allah. Di antara sekian banyak tindakan iman, percaya adalah yang paling penting, 「tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah」 (Ibrani 11:6) Orang Kristen melakukan segala sesuatu adalah keluar dari iman, dan melakukannya di hadapan Allah. Barang siapa makan, ia makan untuk Tuhan, dan barang siapa tidak makan, ia tidak makan untuk Tuhan (Roma 14:6). Makan atau tidak makan sama sekali tidak akan membahayakan keselamatan Kristus. Karena Kristus telah mati dan telah bangkit dari kematian untuk semua orang, atas dasar apa kita dapat menghakimi saudara dan saudari kita di dalam Tuhan? Setiap orang berdiri sendiri-sendiri di hadapan takhta pengadilan Allah dan memberikan pertanggungjawaban di hadapan Allah (Roma 14:10-12), jadi kita tidak boleh menghakimi satu sama lain. Penebusan Kristus adalah untuk membangun kehidupan manusia, bukan untuk meruntuhkannya. Menurut kehendak Allah, setiap orang percaya telah ditentukan untuk mengikuti teladan Yesus Kristus (Roma 8:29 「 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara」), 「penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah」 (Yes. 53:4) Oleh karena itu, mereka yang kuat dalam iman harus berbagi beban dari kelemahan mereka yang tidak kuat, dan tidak mencari kesenangan mereka sendiri (Roma 15:1). Septutnya mereka yang ada di dalam Tuhan meniru Kristus dengan cara ini, saling sehati dan sepikir, maka Kerajaan damai sejahtera akan hadir di antara manusia. Keselamatan Kristus termanifestasi nyata melalui komunitas yang saling menerima ini.
Renungkan:
Mengapa masalah tentang makanan dan minuman menjadi masalah yang perlu ditangani secara demikian serius? Mengapa menghakimi satu sama lain adalah hal yang buruk? Apakah semua kontroversi dilarang? Kerajaan seperti apakah yang dibawakan oleh penebusan Yesus Kristus?
Renungan Natal
Renungan Natal 2023
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, Renungan Natal 2023 yang dipublikasikan pada bulan Desember 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.