Tag Archives: Kasih Karunia

2 Korintus 12:1-10

「Cukuplah kasih karunia Tuhan」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:1-10 [ITB])
1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 3 Aku juga tahu tentang orang itu, entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya 4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus tidak pernah ingin membanggakan tentang dirinya di depan orang lain, dan merasa bahwa itu adalah bualan yang tidak berfaedah, tapi ia terpaksa harus bermegah (11:30; 12:1), yang menunjukkan bahwa situasi tidak memungkinkan dia untuk tetap berdiam. Tipuan para rasul super telah menyebabkan beberapa orang percaya menyimpang (11:3), dalam teks sebelumnya di atas, kita melihat bahwa Paulus terutama bermegah tentang pengalamannya penderitaan bagi Tuhan, ini bukan berarti bahwa dia tidak ada keunggulan lain untuk bermegah, tetapi bagi dia, pengalaman yang di mata manusia adalah hal buruk tersebut bukan saja dapat digunakan untuk membuktikan siapa hamba Kristus yang sejati (11:23), tetapi melalui kelemahan manusia dapat menyatakan kasih karunia dan kemuliaan Allah. Sampai di ayat 12:1, Paulus ingin memberitahu pengalaman khusus kepada penerima surat, pengalaman ini bisa membuat orang-orang sangat menyanjung dia (supaya tidak ada orang yang menganggap saya lebih, 12:6), seorang utusan Iblis untuk menggocoh dia, supaya Paulus jangan meninggikan diri (12:7). Ia secara sadar menyombongkan diri tidak berguna tetapi terpaksa untuk bermegah maka Paulus menggunakan pendekatan yang agak halus dan terkendali untuk memberitahukan pengalaman khusus ini, dan seluruh narasi hanya memakai tiga ayat dan dan sebutan orang ketiga ── aku tahu tentang seorang Kristen. Karena ini adalah sebuah pengalaman spiritual yang luar biasa, pasti mengalahkan para rasul super, tetapi pada saat ini mengapa Paulus tidak mengeksposnya besar-besaran? Dapat dilihat bahwa Paulus benar-benar tidak ingin mengungkapkan pengalaman yang bersifat pribadi dan luar biasa ini di depan orang lain. Ini konsisten dengan ajarannya di surat 1 Korintus tentang berbahasa roh aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh(1 Kor. 14:18-19). Bahasa roh adalah pengalaman spiritual, itu sendiri tidak ada masalah, tetapi bersifat pribadi, tidak berfaedah besar bagi keseluruhan gereja. Oleh karena itu, Paulus menasihati orang untuk mengejar lebih banyak karunia yang meneguhkan gereja (1 Kor. 14:12). Karunia dan pengalaman rohani adalah penting, tetapi ketika tidak ada manfaat yang jelas untuk membangun gereja, maka tidak perlu dibuat menjadi urusan publik. Pengalaman yang hanya membuat orang berpikir bahwa diri mereka lebih tinggi maka kurang layak disebut-sebutkan di muka umum (12:2-4).

Penglihatan (vision) dan penyingkapan (revelation) adalah dua konsep terkait tetapi berbeda. Penglihatan selalu terlihat dan semua penglihatan dari Tuhan adalah wahyu / penyingkapan, tetapi wahyu / penyingkapan bisa diberikan cara lain tidak harus dikomunikasikan melalui penglihatan. Di sini, Paulus ingin memberitahu penerima surat tentang pengalaman khusus, ia menerima banyak penglihatan dan wahyu dari Tuhan, dalam bahasa asli adalah bentuk jamak, sekarang karena terpaksa maka ia hanya mengungkapkan satu. Pengalaman seseorang di dalam Kristus (pembaca tahu ini mengacu pada diri Paulus) empat belas tahun yang lampau diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga, dan mendengar kata-kata rahasia yang tidak boleh diucapkan manusia. Paulus tidak menjelaskan detail, pembaca hanya diberitahu bahwa ia memiliki pengalaman khusus. Apa gunanya? Paulus di sini memberikan satu contoh pengalaman, saat ini jelas bukan bertujuan agar pembaca zaman sekarang tahu apa yang terjadi dan apa yang diwahyukan kepada dia, tetapi untuk menunjukkan bahwa pengalaman spiritual luar biasa itu jauh lebih tinggi dari pengalaman bahwa para rasul super yang berbangga diri. Karena sifat transendental pengalaman ini tidak dapat diverifikasi oleh berbagai penelitian dunia, itu sudah cukup berhenti membicarakannya tidak perlu mengekspos dan memberikan orang kesan peninggian (12:7). Membanggakan sudah tidak berguna, dan bahkan lebih bodoh lagi jika menggunakan penglihatan dan wahyu Allah untuk membanding-bandingkan diri satu sama lain. Apakah penglihatan dan wahyu / penyingkapan Allah adalah agar orang pamer dan meninggikan diri? Jadi Paulus setelah mengatakan dengan ringkas cepat kembali ke subjek atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku (12:5)

Pengalaman spiritual khusus adalah untuk pribadi bisa lebih dekat dengan Allah, pada saat yang sama juga bisa diperalat orang itu untuk meninggikan diri, melihat diri mereka lebih superior daripada orang lain. Pengalaman Spiritual dapat membangun orang, juga dapat menyebabkan dosa, makin istimewa atau makin misterius pengalaman tersebut maka makin besar risiko, oleh karena itu orang yang memiliki pengalaman ini hendaknya selalu mengingatkan diri sendiri, jangan bangga karena penglihatan dan wahyu itu. Oleh karena itu, Paulus diberi suatu duri di dalam daging, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh, bermanfaat baginya (12:7) Tentang apa duri ini, banyak sarjana perkiraan dan diskusi, tetapi bagi Paulus apa duri ini tidak penting, hal yang paling penting adalah bahwa itu bisa membawa dia mengetahui bahwa Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna (12:9). Dari awal sampai akhir, Yesus Kristus adalah pusat dari para pelayan, dan semua hendaknya ditujukan untuk menyatakan kemuliaan, kasih kebaikan dan kuasa Allah. Lingkup batas Injil diperluas, syukur terima kasih kepada Tuhan; mendapatkan penglihatan dan penyingkapan dari Roh Kudus, syukur terima kasih kepada Tuhan; menghadapi segala macam penderitaan demi Kristus, juga bersyukur terima kasih kepada Tuhan. Segala penglihatan menunjuk ke Yesus Kristus, tidak ada penyingkapan lebih besar daripada wahyu dan penyingkapan Allah dalam Yesus Kristus. Ketika kita memiliki mata berpandangan rohani dan iman, ketika lemah maka itu adalah waktu saya kuat (12:10).

Renungkan:
Apakah saya merindukan pengalaman rohani yang lebih khusus di dalam Tuhan? Apa efek dan bahaya dari pengalaman spiritual khusus? Ketika saya memiliki pengalaman khusus dalam iman, dapatkah saya membagikannya kepada orang lain? Bagaimana cara berbagi? Bagaimana saya dapat mengubah pengalaman ini menjadi motivasi untuk lebih mengandalkan Kristus?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 9:6-15

「Menabur banyak, akan menuai banyak」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 9:6-15 [ITB])
6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.
10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Sebelum mengakhiri seluruh paragraf menasihati penerima surat agar menyelesaikan rencana memberikan pelayanan kasih, di ayat 9:6 Paulus menambahkan Camkanlah ini: … dalam bahasa aslinya berarti hendak menjabarkan lebih jelas pembicaraan sebelumnya ── saya ingin menjelaskan hal ini. Sebelumnya di ayat 9:5 Paulus menyebutkan bahwa tiga saudara yang diutus ke gereja Korintus bertanggung jawab untuk membantu mereka mempersiapkan sumbangan yang dijanjikan, agar jemaat Korintus dapat menunjukkan bahwa itu berasal dari kerelaan, bukan paksaan. Paulus masih ada sesuatu yang hendak dikatakan mengenai kerelaan dan bukan paksaan, ia mengingatkan mereka lagi: Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan (9:7). Dapat dilihat bahwa topik masih berlanjut. Maknanya sangat sederhana, apa yang ingin Paulus tambahkan? Ayat 9:6 merupakan pengantar Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Di sini, Paulus menggunakan metafora tentang hasil panen, terutama untuk membawakan semangat menabur banyak, akan menuai banyak. Tentu saja, Paulus tidak mengatakan ada hubungan kepastian kausalitas bahwa menabur banyak pasti menuai banyak, karena semua orang mengerti kenyataannya, ada banyak faktor yang mempengaruhi banyak atau sedikitnya hasil panen. Namun, jumlah yang ditaburkan juga menjadi pertimbangan, kurang menabur tentu tidak bisa mengharapkan menuai banyak, seperti mahasiswa sedikit membaca dan belajar tidak bisa mengharapkan hasil yang baik. Tentu saja, ini mengacu pada kasus umum, pada kenyataannya, ada kasus khusus siswa yang sedikit membaca tetapi bisa mendapatkan hasil yang baik. Amsal, kata-kata bijak berbicara dalam kasus umum, dalam keadaan normal, menabur sedikit akan menuai sedikit, menabur banyak menuai banyak. Jadi, jika orang ingin panen banyak, hari ini harus bekerja lebih keras, menabur banyak. Apa yang Paulus ingin sampaikan dengan metafora ini? Dalam hal memberi sumbangan pelayan kasih, menuai apakah yang diharapkan oleh orang-orang percaya di Korintus?

Jelas, Paulus tidak menganjurkan sikap utilitarian untung rugi ── Saya menyumbang dengan murah hati, adalah demi mendapatkan laba di masa depan. Paulus sangat menentang pikiran utilitarian menghitung untung rugi dalam melayani Tuhan: kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya(2 Kor. 2:17). Orang Kristen melakukan apapun dalam memberitakan Injil (memberitakan Firman atau memberi sumbangan kasih merupakan bagian dari memberitakan Injil), bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk menjawab merespons perintah Tuhan dengan niat yang tulus. Ketaatan lebih baik dari pengorbanan (1 Sam. 15:22), ini adalah semangat dan sikap yang paling penting bagi seorang pelayanan Allah. Oleh karena itu, menabur banyak, akan menuai banyak bukan demi kepentingan sang pelayan mendapat keuntungan lebih, tetapi karena kontribusi donasi dari orang maka Injil dapat diberitakan lebih luas, nama Allah juga dimuliakan dan dipuji oleh banyak orang. Pemahaman ini konsisten dengan penjelasan Paulus di ayat 9:12-13 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah … mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang. Dapat dilihat bahwa manfaat dari menabur banyak menuai banyak adalah tentang Allah makin dimuliakan. Paulus mengingatkan penerima surat, juga mengingatkan kita, kerelaan memberi adalah hal yang baik, karena orang yang menerima bantuan mengetahui iman kita, sehingga mengenal Allah yang kita taati dan yang kita sembah. Kemudian pada gilirannya, memperkuat iman kerelaan kita memberi, kerelaan dan sukacita saling terkait, dan keduanya muncul di hati orang-orang karena melihat perbuatan Allah dan kemuliaan Allah. Orang-orang memiliki sukacita dan tentu saja dengan sukarela memberikan donasi.

Dalam pengenalan ini, Paulus menyebutkan makna menuai banyak pada diri orang percaya ── Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan (9:8). Titik berat ayat ini adalah mampu melakukan pelbagai kebajikan. Allah menambahkan berbagai kasih karunia secara berlimpah kepada orang percaya, bukan dengan tujuan untuk menikmati hidup kaya raya di dunia, tetapi menambahkan kemampuan mereka untuk terus melakukan segala macam perbuatan kebajikan, jadi menabur banyak, akan menuai banyak berarti bahwa di bawah kasih karunia Tuhan, orang Kristen dapat melakukan lebih banyak dan lebih banyak lagi perbuatan baik.

Ini menjelaskan mengapa gereja Makedonia selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka bisa memberikan melampaui kemampuan mereka (8:2-3), karena fokus mereka bukan pada harta mereka sendiri, tetapi berdasarkan iman melihat Tuhan memiliki kasih karunia yang berkelimpahan. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu (9:10), maka menabur banyak, akan menuai banyak juga berarti bahwa orang-orang beriman dapat memperoleh lebih banyak kekuatan dalam membantu orang-orang kudus yang dalam kemiskinan, sehingga dapat menerima lebih banyak buah kebenaran. Dengan demikian kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati(9:11 BIMK) ini adalah keyakinan Paulus, ini berasal dari pengalaman mendalam tentang Allah ── Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! (9:15)

Semua ini dari kasih karunia Allah, anugerah dan karunia (dalam bahasa aslinya adalah kata yang sama, χάρις charis). Ayat 8:1 dan 9:15 menyebutkan kasih karunia Allah adalah pembuka dan penutup yang saling berkorespondensi, membungkus seluruh paragraf. Memberikan bantuan pelayanan kasih adalah tindakan menyatakan kasih karunia Allah yang besar. Bukan hanya penerima yang melihat kasih karunia Tuhan, tetapi pada saat yang sama pemberi juga mengalami kasih karunia Tuhan. Di bawah kasih karunia Tuhan, kemiskinan dan kesengsaraan tidak menjadi halangan untuk memiliki kerelaan memberi, karena Tuhan akan membuat berkelimpahan dalam segala hal untuk orang yang percaya bersandar kepada Dia, sehingga bisa banyak memberi. Menabur sedikit, akan menuai sedikit; menabur banyak, akan menuai banyak dalam hal memberi sumbangan pelayan kasih, pada akhirnya lebih banyak orang mengucapkan syukur kepada Allah, dan orang-orang yang memberi mendapatkan lebih banyak berkat dari Allah agar dapat melakukan lebih banyak kebajikan. Ayat 8:13 berbicara tentang prinsip keseimbangan (equality), di sini berbicara tentang kelimpahan (affluent), semua sangat berbeda dengan apa yang dibicarakan dalam ilmu ekonomi. Ekonomi berbicara keseimbangan dalam kekurangan; Kekristenan berbicara tindakan saling melengkapi di tengah-tengah kelimpahan yang bukan hanya dari perspektif material dan praktis. Orang Kristen telah melihat kasih karunia Allah dan meresponsnya.

Renungkan:
Dalam hal donasi, sebenarnya Tuhan banyak menuai apa? Apa yang akan orang tuai? Apakah saya memiliki iman dalam kasih karunia Tuhan dan percaya bahwa orang Kristen berkelimpahan dalam segala hal dan dapat memberi banyak? Bagaimana orang bisa sukarela memberi?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 8:1-5

Perbuatan yang menyatakan kasih karunia Allah

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 8:1-5 [ITB])
1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Dalam dua pasal berikutnya (pasal 8-9) Paulus beralih ke topik lain, berbicara tentang pelayanan finansial kepada orang-orang kudus (9:1) oleh Paulus mengatakan, hal ini sudah sejak satu tahun yang lalu mulai dilaksanakan oleh gereja Korintus (8:10-11), tetapi berlambat-lambat belum selesai. Oleh karena itu, Paulus ingin melalui surat ini untuk mengingatkan mereka agar sesegera mungkin melakukannya: Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu … mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! (8:11) Tentang persembahan finansial ini, dalam surat sebelumnya Paulus menunjukkan bahwa itu dikirim ke Yerusalem, dan berpesan kepada mereka agar meneladani gereja di Galatia, pada hari pertama dari tiap-tiap minggu itu, masing-masing orang sesuai penghasilannya sendiri menyisihkan untuk mendukung rencana ini (1 Kor. 16:1-4). Tapi entah bagaimana (penerima surat tentu saja tahu), setelah lewat satu tahun masih belum selesai. Apakah terkait dengan beberapa orang di komunitas itu yang mempertanyakan dan menyerang Paulus? Ada kemungkinan ini, bagaimanapun, sebelum berbicara tentang hal ini sebelumnya Paulus secara panjang lebar membuat penjelasan tentang kualifikasi dirinya dan pelayanannya. Paulus mengapa sangat prihatin tentang dukungan untuk orang-orang kudus, dan harus terlaksana? Salah satu alasannya adalah kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya (Gal. 2:10). Alasan lain yang lebih penting, adalah bahwa agar melalui dukungan mereka kepada orang-orang kudus di Yerusalem, maka orang-orang Kristen Yahudi dapat melihat bahwa orang-orang percaya non-Yahudi benar-benar mengaku dan menaati Kristus, dan kasih karunia Allah memenuhi diri mereka (9:12-13). Di Kis. 11:28 menyebutkan seorang nabi (Agabus) dari Yerusalem yang oleh kuasa Roh menubuatkan akan ada kelaparan besar di dunia, dan ini menjadi kenyataan terjadi zaman Klaudius (tahun 41-54), sehingga orang-orang percaya di gereja Antiokhia memutuskan untuk menyumbangkan dukungan finansial sesuai dengan kekuatan masing-masing orang, dan mempercayakannya kepada Paulus dan Barnabas untuk mengirimkan dana yang terkumpul kepada saudara-saudara Yahudi. Paulus di satu sisi bekerja keras untuk mengabarkan Injil Kristus di mana-mana, ia juga berbagi tentang kebutuhan Yerusalem dengan saudara-saudari, maka banyak gereja menanggapi rencana penggalangan dana ini, termasuk gereja Korintus, Galatia, dan Makedonia.

Paulus bagaimana mendorong jemaat Korintus untuk melakukan ini sesegera mungkin? Pertama-tama di 8:1-5 ia memberikan contoh antusias gereja Makedonia untuk memotivasi mereka. Membantu seharusnya sifat manusia, walau tanpa pengingatan dari orang lain, berdasarkan hati nurani dan belas kasihan secara alami melakukannya, tetapi ada banyak kelemahan manusia, perlu diberikan contoh positif, sebagai panutan untuk menginspirasi tindakan. Gereja Makedonia adalah contoh yang sangat positif, mereka selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap (8:2) Hanya melihat ini saja sudah tidak mudah, orang dalam kesulitan besar biasanya memiliki respons emosional merasa menderita,sedih dan khawatir, sukacita kelihatannya bukan hal yang biasa; tidak hanya itu, orang percaya di Makedonia dalam kemiskinan ekstrem dengan kerelaan hati memberikan sumbangan, bukan berdasarkan kemampuan, tetapi menyumbang lebih dari kemampuan (8:3) Apa yang dinyatakan dari tindakan yang tidak biasa ini?

Dalam pandangan Paulus, di dalam kemiskinan ekstrim memberikan sumbangan di luar kemampuan itu menunjukkan bahwa kasih karunia Allah ada pada mereka. Kasih karunia Allah (τὴν χάριν τοῦ θεοῦ) muncul di 8:1 dan 9:14, membentuk pembukaan dan penutupan yang saling berkoresponden. Dalam hal mendukung orang-orang kudus, fokus utamanya ada pada kasih karunia Allah, fokus utamanya bukan kebajikan orang dalam memberi atau perbuatan amal manusia. Tindakan orang-orang percaya di Makedonia memberikan sumbangan, bukan untuk membuktikan seberapa besar hati kasih atau kemampuan mereka, tetapi untuk menunjukkan betapa besar rahmat kemurahan hati Tuhan yang datang pada diri mereka, sehingga mereka dalam kesengsaraan dan ujian besar masih dapat dengan sukacita memberikan sumbangan yang melebihi kemampuan mereka. Ini bukan atas kemauan impulsif, tetapi berulang kali memohon Paulus untuk memberi mereka kesempatan ikut berpartisipasi membantu orang-orang kudus (8:4). Perbuatan yang tidak biasa seperti itu, jika bukan karena kehidupan rohani yang benar-benar mengalami banyak anugerah Tuhan (tentu bukan berkat kekayaan karena mereka dalam kemiskinan), sangat sulit untuk dipahami. jika kami tidak menguasai diri (hilang akal), hal itu adalah dalam pelayanan Allah(6:13) Ini adalah deklarasi Paulus, adalah penggambaran orang-orang percaya Makedonia. Rahmat kasih karunia Allah mungkin bukan langsung seketika itu membantu menyelesaikan masalah orang-orang percaya, orang-orang Makedonia masih hidup dalam kemiskinan dan ujian yang ekstrem. Banyak saudara dan saudari berdoa memohon rahmat Allah untuk menyelesaikan masalah, mengabaikan bahwa jika dirinya dalam masa sulit masih dapat memberi kepada orang lain maka itu akan menyatakan kasih karunia Allah kepada orang lain, ini bahkan adalah kesaksian yang lebih baik dibandingkan kesaksian bahwa masalah pribadi yang langsung mendapat penyelesaian. Kasih karunia ini abstrak, tapi melalui tindakan kasih nyata yang memberi, maka kasih karunia bisa dinyatakan konkret terlihat dan dialami. Iman tanpa tindakan mati; demikian juga, kasih karunia tanpa tindakan adalah kata-kata kosong.

Renungkan:
Selain melakukan persepuluhan secara rutin, seberapa banyak saya berpartisipasi dalam memberikan bantuan donasi kepada orang lain? Apakah berdasarkan kemampuan, atau melampaui kemampuan? Paulus tidak menginstruksikan atau mengharuskan orang percaya untuk membuat persembahan di luar kemampuan mereka sendiri, tetapi mengapa orang-orang percaya Makedonia masih melakukan hal ini? Apa hubungan antara kasih karunia dan memberikan donasi? Bagaimana kasih karunia Allah dapat dinyatakan melalui tindakan donasi gereja?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 6:1-10

「Jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 6:1-10 [ITB])
1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
2 Sebab Allah berfirman:
………Pada waktu Aku berkenan,
………………Aku akan mendengarkan engkau,
………dan pada hari Aku menyelamatkan,
………………Aku akan menolong engkau.
Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;
sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu:
………dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
………5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan,
………dalam berjerih payah,
………dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
………6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati;
………dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
………7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah;
dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
………8 ketika dihormati dan ketika dihina;
………ketika diumpat atau ketika dipuji;
………ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
………9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal;
………sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup;
………sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
………10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita;
………sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang;
………sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Dalam perikop panjang di atas (2:14-5:21), Paulus telah membuat eksposisi teologis atas pelayanannya, menunjukkan bahwa pelayanan Perjanjian Baru adalah mulia dan penuh pengharapan, bahkan jika orang-orang yang terlibat dalam pelayanan ini sering mengalami pukulan kesulitan, dan kesengsaraan, pada saat yang sama mereka harus menghadapi permusuhan yang meragukan mempertanyakan, fitnah, dan tuduhan dari orang lain. Menjadi utusan khusus Kristus adalah penuh tantangan, tidak semudah dan romantis seperti yang dibayangkan, harus bertahan terus berjalan dan berusaha untuk memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepadanya, orang yang melayani yang harus memiliki dukungan dan kepercayaan dari rekan sepelayanan, secara pikiran harus menyadari apa yang telah dilakukan ── apa yang Allah ingin capai melalui kita? Apa rencana, niat, dan harapan Allah? Apa yang akan menjadi hasilnya? Ketika pelayan-pelayan mulai memikirkan masalah ini, wacana teologis mulai bekerja membantu kita memikiran berbagai isu berkaitan dengan Injil, dan mencoba untuk memberikan jawaban yang konsisten dan koheren didasarkan pada Alkitab. Setiap pelayan yang memberitakan Firman Tuhan perlu memiliki pemahaman teologis yang solid sehingga dia lebih dekat setiap saat pada Allah Tritunggal, jika yakin semuanya berasal dari Allah maka apapun yang dihadapi tidak akan merasa takut.

Meski iman teguh dan tahu bahwa semuanya berasal dari Allah, Paulus juga perlu membuat pembelaan atas perjalanan, pengalaman, integritas, dan kualifikasi dirinya, agar dia tidak menjadi batu sandungan penghalang bagi orang lain didamaikan dengan Allah. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela (6:3). Ya, karena segala sesuatu adalah berasal dari Allah, tidak ada yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan. Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak (Lukas 19:40) Namun, Allah juga senang agar orang berpartisipasi dalam pelayanan dan melakukan sesuatu untuk-Nya. Segala sesuatu berasal dari Allah dan Sebagai teman-teman sekerja, … kami adalah pelayan Allah (6:1) ini adalah dua hal yang tidak bertentangan. Ada pepatah yang mengatakan seratus persen kasih karunia Allah, juga seratus persen pekerjaan manusia. Menurut pendapat saya, perkataan ini meskipun mengakui bahwa orang menjadi rekan kerja Allah, tetapi mengatakan juga seratus persen pekerjaan manusia ini terlalu dilebih-lebihkan, seakan-akan manusia ikut kontribusi bersama Allah dalam keselamatan. Bagi Paulus, semuanya sepenuhnya kasih karunia Allah, manusia bisa menjadi rekan kerja Allah itu juga sepenuhnya kasih karunia Allah, oleh karena itu untuk membalas kasih karunia Allah maka Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima (6:1) Kasih karunia apa yang telah mereka terima? Di ayat 6:2 Paulus mengutip Yesaya 49:8 Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau, ketika kita membaca Yesaya 49 Allah memberikan janji kepada hamba-Nya Israel, mengatakan bahwa Ia akan melindunginya (mereka), dan Ia juga akan melalui dia (mereka) untuk melakukan keselamatan dan menjadi terang bagi semua bangsa. Namun, bagaimana hamba tuhan melihat dirinya sendiri? Di hadapan Tuhan, dia berkata: Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku (Yesaya 49:4), dapat dilihat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, hanya kasih karunia Allah saja, tidak ada sedikitpun karena pekerjaan manusia. Di dalam kasih karunia Allah maka orang memiliki kesempatan untuk ikut melakukan sesuatu dalam karya keselamatan Allah, tetapi tidak peduli seberapa banyak upaya yang dilakukan orang itu, jika bukan karena kasih kemurahan Allah, semua usaha manusia bekerja sekeras apapun hanyalah sia-sia. Agar tidak membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia, orang perlu melakukan sesuatu untuk Tuhan (atas kesempatan yang Tuhan anugerahkan), tetapi bukan berarti ketika tangan dan kaki manusia berhenti, maka rencana keselamatan Allah terhalang atau dihancurkan. Karya Allah dan tindakan manusia ada pada tingkat level yang berbeda.

Untuk membalas kasih karunia kebaikan Allah, Paulus tidak hanya bekerja keras melakukan yang terbaik untuk menghilangkan (dan tidak menjadi) batu sandungan (ayat 3), dalam segala hal melakukan yang terbaik untuk menunjukkan bahwa dia adalah pelayan Allah. Di teks sebelumnya di atas Paulus telah menuliskan pembelaan atas pelayanan dan karakter dirinya, itu adalah semacam pernyataan. Di sini, Paulus menuliskan sederetan istilah yang berbeda, untuk menunjukkan dalam aspek apa saja ia merupakan hamba Allah, beberapa terkait aspek penderitaan (dera, penjara dan kerusuhan, jerih payah, berjaga-jaga / tidak bisa tidur, dan berpuasa / kelaparan), ada yang terkait aspek kualitas karakter (kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik), dan ada pula yang berhubungan dengan aspek pelayanan (memberitakan kebenaran dan kekuasaan Allah, menggunakan senjata-senjata keadilan, dihormati dan dihina, diumpat atau dipuji). Paulus mengatakan semua ini untuk menunjukkan bahwa dia adalah hamba Allah, dan dapat dilihat semua orang. Singkatnya, jangan melihat dari penampilan luar dianggap sebagai penipu, namun dipercayai; sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati(6:9-10). Siapa sebenarnya yang merupakan hamba Allah? Apakah itu Paulus? Atau mereka yang merekomendasikan diri mereka sendiri dan menyombongkan diri berdasarkan penampilan mereka? Paulus menggunakan pengalamannya di sini untuk membuat jemaat Korintus melihat dengan jelas, dan secara tidak langsung menantang mereka yang mempertanyakan dia agar menunjukkan surat rekomendasi yang sama dan membandingkannya (supaya pelayanan kami jangan sampai dicela, dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung)

Renungkan:
Allah senang agar anak-anak-Nya bekerja bersama dengan-Nya, apakah saya bersedia untuk memberikan diri bagi Tuhan? Demi Injil Yesus Kristus, bagaimana saya dapat menghindari melakukan hal-hal yang menghalangi dan menjadi sandungan bagi orang lain? Dengan cara apa saya dapat menunjukkan bahwa saya adalah hamba Allah? Apakah saya memiliki wacana teologis yang jelas tentang pelayanan Perjanjian Baru?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 1:6b-10

「Anugerah Penebusan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Efesus 1:6b-8 melanjutkan uraian tentang anugerah pemilihan Allah di dua ayat sebelumnya, kedua ayat ini menjelaskan bagaimana anugerah ini digenapkan. Pemilihan dan menentukan kita dari semula adalah keputusan kehendak, tetapi anugerah Allah bukan sekadar instruksi Maha Tinggi-Nya, namun keselamatan yang dicapai melalui pengorbanan Dia, Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya.

Di sini Paulus menggunakan dua kata kerja khusus untuk menggambarkan apa yang Allah lakukan dalam anugerah-Nya. Dalam ayat 6, dia menunjukkan bahwa anugerah ini dikaruniakan (ἐχαρίτωσεν echarítosen) oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya. Kata ini pada dasarnya berarti dianugerahkan, tetapi karena di dalam teks sebelum dan sesudahnya digunakan kata-kata yang berkaitan dengan kasih karunia, dan akar kata itu sendiri juga anugerah, cara penggunaan kata seperti ini memiliki efek penegasan, menunjukkan bahwa itu dianugerahkan dalam kasih karunia. Maka versi Mandarin RCUV menerjemahkan sebagai diberikan secara cuma-cuma (juga ASV freely bestowed), dengan tepat mencerminkan makna dari pemberian anugerah ini.

Dalam ayat 7 dan 8, Paulus menunjukkan bahwa keselamatan yang kita terima adalah menurut kekayaan kasih karunia-Nya dengan berkelimpahan dianugerahkan kepada kita. Kata kerja Yunani dilimpahkan (περισσεύω perisseuo) digunakan di sini untuk mengungkapkan bahwa apa yang Allah anugerahkan itu sangat berkecukupan melimpah, seperti mata air yang menyembur melimpah, yang sangat penuh dan berlipat ganda turun kepada orang-orang yang beriman.

Dari penggunaan kedua kata kerja ini, ditambah uraian yang kaya tentang anugerah ini, kita dapat melihat bahwa Paulus ingin pembaca merasakan secara mendalam bagaimana Allah melimpahkan anugerah kepada kita.

Di tengah ayat 7 lebih jelas ditunjukkan bahwa kasih karunia ini bukan karena hasil usaha kerja kita, tetapi melalui pengorbanan Sang Putra Allah yang terkasih, penebusan dicapai dengan harga korban darah dan nyawa-Nya. Penebusan keselamatan dalam Perjanjian Lama adalah konsep yang sangat dikenal oleh orang Israel, mereka pernah menjadi budak di Mesir, tetapi mereka ditebus diselamatkan dari kendali perbudakan Mesir dan menjadi umat yang mendapatkan perjanjian dengan Allah. Mereka mengingat ini setiap Paskah dan melihat kembali kepada anugerah keselamatan Allah.

Terjemahan RCUV hanya mengungkapkan setengah dari arti ayat ini, mungkin mencerminkan bagian penting dari ayat ini, menunjukkan bahwa keselamatan ini dicapai melalui darah Sang Putra Allah yang terkasih. Keselamatan harus membayar harga, dan keselamatan yang kita butuhkan bukan yang hanya bersifat politik dan sosial, karena kita telah jatuh ke dalam kuasa dosa oleh sebab pelanggaran kita, dan perlu membayar harga penebusan, yaitu, Putra Allah yang terkasih Yesus Kristus berkorban di kayu salib demi kita dan dengan darah-Nya yang ditumpahkan memulihkan kita. Ini adalah pesan yang jelas hendak ditekankan dalam ayat ini. Namun di awal ayat ini, ada dua kata (ἐν ᾧ) dan tidak terlihat jelas dalam terjemahan RCUV. Preposisi ini memiliki dua kemungkinan arti, yang satu adalah di dalam dirinya bersifat relasional, dan yang lainnya melalui Dia bersifat instrumental. Terjemahan RCUV (lihat juga BIMK, ISH karena melalui Anak-Nya), mungkin menekankan makna instrumental, menggabungkannya dengan frasa lain oleh darahnya menjadi satu ekspresi, namun akibatnya mengabaikan penebusan yang sering ditunjukkan dalam Perjanjian Baru. Sebenarnya, terdapat makna persatuan dengan Yesus Kristus (perhatikan ITB … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan …). Dengan kata lain, keselamatan yang kita terima bukan hanya pengampunan dosa kita melalui darah Yesus Kristus, tetapi juga pengampunan atas dosa-dosa kita karena kasih karunia-Nya dan masuk di bawah nama-Nya (dipersatukan dengan Dia).

Renungkan:
Anugerah yang kita terima diberikan secara cuma-cuma dan berkelimpahan sepenuhnya kepada kita oleh Allah di dalam Kristus, sehingga dosa-dosa kita bisa diampuni, dan kita berada di dalam Tuhan. Kiranya kita menghargai identitas ini.

(Tambahan Penerjemah: carilah 1 atau 2 contoh bagaimana kita menghargai identitas ini dan apa bentuk konkret yang terlihat dalam tindakan kita yang menyatakan bahwa kita ini sudah bersatu dengan Yesus Kristus dan hidup yang berada di dalam Dia?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 4:1-16 (3)

「Karunia dan Melayani」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ketika berbicara tentang 「memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan」, kita tidak bisa tidak berbicara tentang karunia.

Ada banyak berbeda pendapat tentang karunia. Yang paling umum adalah untuk melihat karunia sebagai keahlian khusus seseorang, seperti kaligrafi, melukis, catur, piano; Atau dipersempit, keahlian yang digunakan hanya untuk pelayanan gereja, misalnya memainkan piano di dalam gereja adalah karunia, namun bermain dalam di konser umum adalah bakat. Beberapa buku rohani Chicken Soup Kristen mengklaim bahwa karunia adalah hadiah unik dari Allah untuk individu, setiap orang adalah unik, memiliki kemampuan yang unik hanya dimiliki dia dan orang lain tidak, sehingga karunia adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan dia dan orang lain tidak.

Tetapi apakah ada begitu banyak yang unik? Saya telah melayani selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah memikirkan ada sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri dan tidak dapat dilakukan orang lain, atau diri sendiri yang terbaik sehingga yang lain tidak dapat menggantikan. Saya bisa berkhotbah, orang lain juga bisa; Saya dapat menulis dan orang lain bisa; bahkan dalam kepemimpinan dan administrasi, kita dapat membuat diri digantikan orang lain, sehingga pelayanan dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Selama bertahun-tahun penulis memiliki keraguan 「apa karunia itu?」 「apa perbedaan antara karunia dan bakat kemampuan? 」 Apa yang Paulus katakan dalam Ef. 4:7-8 「Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: 『Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.』」

Disini Paulus menekankan bahwa karunia adalah datang dari Kristus, dan bahwa ia memakai Mazmur 68:18, dan telah membuat gambaran yang bersifat metafora lukisan bahwa karunia adalah direbut kembali oleh Kristus dari kekuatan spiritual bermusuhan dan kemudian dibagikan sebagai tugas untuk orang percaya; Hal ini seperti seorang Jenderal yang memimpin tentara untuk mengalahkan musuh, setelah memasuki daerah musuh, akan membagikan benda jarahan kepada bawahannya.

Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, memang adalah tindakan yang mengalahkan Iblis secara total. Jika karunia diberikan adalah untuk pemenuhan misi, dan Gereja mulai secara resmi menjalankan tugasnya setelah kenaikan Kristus, maka kita mengatakan bahwa karunia dianugerahkan setelah kenaikan Kristus, dan itu adalah pernyataan yang dipaksakan masih dapat dimengerti. Tetapi dikatakan bahwa karunia itu adalah direbut dari musuh Kristus, masih tidak dapat dimengerti mengapa.

Bagaimanapun juga, kita fokus pada pengertian bahwa karunia adalah penetapan Kristus kepada orang percaya. Paulus secara khusus menunjukkan bahwa Kristus khusus mempersiapkan karunia yang diberikan sesuai keadaan dan kondisi individu kita masing-masing, dan bahwa karunia ini terkait dengan Kasih Karunia yang Ia berikan kepada kita.

Karena itu penulis mendefinisikan karunia sebagai berikut: jika kita dengan mata iman melihat setiap pengalaman dalam kehidupan di masa lalu, itu adalah kasih karunia Tuhan; semua kasih karunia ini dapat diubahkan menjadi modal bagi pelayanan kita, inilah karunia.

Semua pengalaman hidup memiliki bagian membentuk kita yang hari ini. Pengalaman ini tidak selalu positif, mungkin kehilangan orang tua di masa kanak-kanak, bencana yang tumpang tindih, membawakan banyak kepahitan, kita pernah berpikir itu adalah kutuk dari Allah. Sampai kita menjadi orang percaya, kita melihat kembali dengan mata iman, memahami ulang apa yang terjadi dalam separuh kehidupan yang lampau, memahami bahwa segalanya itu datang dari Allah dan Ia telah mengatur semua. Tuhan mengatur pengalaman pribadi yang berbeda, baik positif maupun negatif adalah untuk membentuk kita yang hari ini; kutukan adalah sesungguhnya adalah riasan makeup dari berkat, semuanya adalah Kasih karunia. Selama kita berhenti untuk was-was atas pengalaman tertentu dan mempercayai bahwa semua adalah kasih karunia, mereka dapat berubah menjadi modal bagi pelayanan kita, pengetahuan dan pengalaman bagi pelayanan.

Saya lahir dalam latar belakang keluarga miskin, maka memiliki vitalitas daya hidup yang kuat, tidak memiliki permintaan yang tinggi atas material; Saya sejak kecil lemah dan sakit-sakitan, sehingga lebih mudah memahami penderitaan orang sakit; Saya berasal dari keluarga yang hancur, sehingga memiliki empati terutama bagi orang muda yang terpinggirkan, senang bergaul dengan mereka. Pengalaman-pengalaman ini telah menjadi modal pelayanan saya: dari beban, perasaan, pada kemampuan berempati, dasar pengetahuan dan pengalaman.

Siapakah orang yang paling mudah untuk mengabarkan Injil kepada pecandu narkoba dan para tahanan? Jawabannya adalah orang yang sudah melaluinya. 「Sesudah Anda bertobat, hendaklah memperkuat saudaramu.」 Tidak ada jalan yang dilalui sia-sia, tidak ada pengalaman yang terbuang, pimpinan Allah tidak pernah salah, Ia adalah penulis dan sutradara seumur hidup kita.

Pelayanan gereja tidak perlu talenta yang terlalu profesional atau terlalu teknis, tapi selalu berhubungan dengan hidup manusia, hidup dan pelayanan tidak dapat dipisahkan. Kita melayani tidak hanya dengan keterampilan dan pengetahuan profesional tertentu, tetapi dengan pengalaman masa lalu. Karunia ini tidak terbatas pada beberapa keterampilan, tetapi pengalaman hidup seumur hidup. Kasih Karunia adalah karunia, semua dapat kita imani sebagai kasih karunia dapat menjadi karunia.
Kita semua unik. Unik bukanlah beberapa keterampilan profesional kita, tetapi saya yang dibentuk dari semua pengalaman. Saya memiliki keunikan, dan keterampilan saya yang berdiri sendiri tidak unik.

Allah mempersiapkan kita untuk memiliki pengalaman yang berbeda, tujuan-Nya agar kita dapat masuk ke dalam kelompok yang berbeda dan membawa mereka mengenal Yesus Kristus. Ada banyak kelompok yang berbeda dari orang-orang di dunia, Kristus mempersiapkan orang-orang percaya yang berbeda dan memberikan karunia yang berlainan kepada mereka.

Renungkan:

1. Renungkan kembali jalan yang pernah Anda lalui, dapatkah Anda memastikan bahwa semua itu adalah kasih karunia dan pimpinan Allah?

2. Apa pengalaman Anda yang dapat Anda yakini sebagai modal melayani Tuhan? Di manakah Anda menjadi ekstensi perpanjangan Kristus?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:1-10 (2)

「Hanya Karena Kasih Karunia」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:1-10 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Apa yang Paulus lawan bukan konsep ketetapan Allah (pemilihan predestination), yang ia tolak adalah fatalisme kaku. Pada kenyataannya, konsep ketetapan pemilihan (predestination) adalah sebuah konsep alkitabiah yang penting, iman tidak dapat mengesampingkan elemen ketetapan Allah. Jika apa yang dialami dalam kehidupan semuanya adalah kebetulan yang tidak disengaja, jika masa depan sepenuhnya terbuka (misal: tanpa ada ketentuan, atau tanpa arah tujuan yang sudah ditetapkan), dan segala sesuatu mungkin terjadi, lalu kepastian apa yang kita miliki? (Bahkan iman kita pun tidak ada kepastian hari kelak.) Segala akhir keberhasilan atau kegagalan jika semuanya tergantung pada usaha kita sendiri, hidup ini terlalu berat!

Namun, Paulus membuat dua catatan tentang konsep ketetapan pemilihan, tepat untuk mencegah agar konsep ketetapan pemilihan tidak salah dimengerti menjadi fatalisme:

Pertama, 「penetapan」 Allah hanya ditujukan kepada manusia, bukan ditujukan kepada Allah. Paulus menekankan bahwa Allah adalah bebas dan bahwa 「segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:11), dan bahwa segala sesuatu bekerja 「sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus」 (Ef. 1:9), dan 「sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5). Jika kita bertanya mengapa hal itu terjadi? Jawabannya adalah bahwa itu sesuai dengan kerelaan kehendak Allah.

Salah satu teori ketetapan yang melenceng yang paling tidak saya sukai adalah yang menyatakan bahwa Allah terperangkap dalam ketetapan dan hukum yang Ia buat, kemudian bahkan tidak dapat dilanggar oleh diri-Nya sendiri, sehingga terpaksa melakukan apa yang bukan Ia kehendaki. (Allah yang seperti ini, pasti tidak berpikir jelas ketika membuat aturan hukum, bukan Allah yang terlalu pandai dan bijaksana.) Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Allah dibatasi oleh aturan hukum tertentu, hanya mengatakan bahwa Ia mengasihi manusia, Allah dibatasi oleh kasih-Nya.

Kedua, ketetapan pemilihan, merupakan kasih karunia. Segala sesuatu adalah berasal dari kasih karunia Tuhan. Semua tindakan Allah dapat dipahami hanya dengan Kasih Karunia. Allah 「dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.」 (Ef. 1:3)

Dalam perikop ini, Paulus menyatakan keselamatan dari Yesus Kristus bagi manusia, semuanya adalah Kasih Karunia, hanya karena Kasih Karunia. 「… Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.」 (Ef. 2:4-7). Hitunglah berapa kali kata 「rahmat,」 「kasih,」 「kasih karunia,」 「kebaikan,」 sudah muncul dalam berapa ayat ini? Apakah tidak bertele-tele? Tidak. Membicarakan kasih karunia Allah selamanya tidak akan berlebihan.

Ringkasan dari Paulus 「karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman」 (Ef. 2:8a) Ini adalah ringkasan terbaik atas Injil Kristus.

Perlu diperhatikan bahwa 「iman」 di sini menunjuk kepada percaya berserah dan bergantung (bersandar) kepada Tuhan, bukan tekad dan kesadaran orang, maka bukan perilaku manusia. Ketika Paulus menekankan hanya karena iman saja, maka telah membuat pertentangan yang bertolak belakang dengan konsep karena perilaku manusia, iman bukanlah suatu tindakan; Keselamatan tidak ada hubungannya dengan perilaku manusia, dan janganlah mengubah iman menjadi sesuatu yang berasal dari manusia yang mampu memutuskan apakah diselamatkan atau tidak. Maka Paulus menekankan: 「itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.」 (Ef. 2:8b-9)

Keselamatan kita tidak berhubungan dengan kelahiran atau identitas bawaan lahir, juga tidak karena perilaku setelah lahir. Keselamatan bukanlah pekerjaan manusia, tetapi menerima pekerjaan Tuhan pada diri manusia.

Paulus di Ef. 2:10 berkata-kata yang sangat menarik: 「kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.」 Terlebih dahulu kita adalah pekerjaan Allah dan barulah kemudian kita bekerja untuk-Nya. Terlebih dahulu menerima pekerjaan-Nya atas diri kita adalah prasyarat sehingga kita bisa bekerja untuk-Nya (melakukan perbuatan baik). Tetapi sementara pada saat kita berkomitmen untuk berbuat baik, kita tetap harus tahu bahwa adalah hal yang tidak memiliki makna jika melihat pekerjaan kita secara terisolasi (dengan hanya melihat diri sendiri), karena hasil pekerjaan manusia adalah pemenuhan pekerjaan Allah dalam hidup kita.

Renungkan:

1. Sekali lagi renungkan 「hanya kasih karunia」, 「hanya iman」, ini adalah doktrin paling dasar dalam iman Kristen.

2. Renungkan kembali pengalaman perjalanan iman Anda, termasuk pelayanan yang pernah dipersembahkan kepada Allah, apakah Anda dapat merasakan bahwa 「pekerjaan saya」 adalah 「pekerjaan Dia」? Apakah Anda dapat mengkonfirmasi bahwa 「bukan aku tetapi hanya Tuhanku」; 「bukan aku, tetapi Kristus」?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:1-10

「Kasih Karunia yang Ajaib」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:1-10 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Dalam pasal 1, Paulus menjelaskan rencana penebusan Allah yang dimulai dan diselesaikan melalui Yesus Kristus, menunjukkan bahwa kita masing-masing diberikan tempat dalam rencana ini, oleh karena itu Allah memilih kita sebelum penciptaan dunia, menguduskan kita, memberikan identitas sebagai anak-anak-Nya, dan menebus kita. Kita merupakan bagian dari rencana Kristus dan kita saling bekerja sama dalam rencana Kristus.

Deskripsi yang lingkupannya komprehensif tentang rencana penebusan Allah ini, mudah salah menjadi pemikiran fatalisme (KBBI: pemikiran atau paham bahwa manusia dikuasai oleh nasib), terdapat 3 krisis:

Pertama, tanpa tanggung jawab: ketetapan Allah menang atas mengambil alih atas pilihan manusia, maka manusia tidak perlu bertanggung jawab secara moral atau iman atas apa yang ia lakukan. Andaikata jika saya menjadi Yudas, itu hanya karena saya dikirim untuk menjadi Yudas, dan karena kebutuhan skrip naskah drama takdir, apa salahnya saya melakukan bagian peran Yudas?

Kedua, tidak berperasaan: pemikiran takdir fatalisme sangat mudah membuat orang menjadi tidak berperasaan. Segala sesuatu dibatasi oleh skrip naskah drama, tidak ada kesedihan kegembiraan, kita tidak perlu menempatkan perasaan apa pun di dalamnya. Sebagai contoh, bencana alam maupun bencana oleh tindakan manusia adalah peristiwa yang harus terjadi di akhir zaman, Alkitab sudah menubuatkan, maka untuk apa kita terkejut? Kita cukup berkonsentrasi menghitung frekuensi bencana, untuk menghitung hari kedatangan Kristus.

Ketiga, apatis membosankan: semuanya hanya mengikuti tuntutan plot naskah drama; akhir telah ditentukan, apapun yang terjadi di antaranya tidak akan berpengaruh pada situasi keseluruhan, untuk apa memberikan perhatian pada jalannya hidup? Sebagai contoh, Kristus disalibkan, itu hanyalah aturan naskah untuk episode ini, dan hanya mati untuk sementara waktu, apa yang perlu dipuji? Ritual sopan santun yang kosong, hanyalah bagian dari proses terjadinya peristiwa demi peristiwa yang membosankan dari naskah drama.

Jika memandang dari paham takdir fatalisme, maka karya keselamatan dalam Kristus dipandang tidak penting, dan siapa yang diselamatkan, siapa yang binasa, bukankah sudah takdirnya? Jadi saat Paulus dalam pasal 1 berbicara tentang kasih karunia Tuhan bagi manusia, dengan paham takdir ini maka pemilihan Allah ditempatkan di prioritas pertama, dan penebusan hanyalah ditempatkan di peringkat paling belakang. Karena sudah dipilih, maka bukankah karya penebusan hanyalah ritual formalitas saja?

Tapi bagaimana pandangan Paulus tentang karya keselamatan Kristus apakah demikian? Ini adalah kunci Injil Perjanjian Baru. Ini adalah tema pasal 2.

Di masa lalu, kita mati dalam maut karena dosa dan kejahatan kita sendiri. Dan Paulus berkata 「Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu」 (Ef. 2:1) Kita pasti akan binasa di dalam dosa. Kita merasa sangat beruntung diselamatkan, karena ini adalah kasih karunia yang ajaib. Seperti lagu pujian 「bagaimana bisa seorang berdosa seperti saya akan ditebus melalui darah Tuhan?」

Paulus menekankan bahwa saat kita dilahirkan di dunia, kita telah mati dalam dosa, seperti halnya orang dunia. 「Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, … Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, … Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.」 (Ef. 2:2-3) Pernyataan Paulus ini akan menghapus perasaan bahwa diri saya adalah baik, dan sadar bahwa kita semua orang berdosa, yang adalah musuh Allah. Sehingga tidak terus menekankan bahwa kita adalah orang pilihan, merasa berbeda dengan orang lain, lahir dengan menggigit sendok emas, merasa kita adalah sebuah kelompok yang sangat terhormat, yang berbeda dari dunia.

Hanya dengan kesadaran bahwa nyawa kita dipungut dari kematian, bahwa kita dipungut dari dalam tumpukan kotoran hewan, kita merasa benar-benar tidak layak, kita sepatutnya memiliki rasa syukur yang kuat. Tidak merasa bahwa saya adalah seorang Pangeran rohani, bisa menuntut apapun dari Ayah di surga.

Renungkan:

1. Kasih Karunia bertentangan hak, memiliki makna bahwa diri saya tidak layak, sehingga merasakan keajaiban luar biasa yang tidak masuk akal. Apakah Anda merasakan demikian tentang keselamatan Anda sendiri? Renungkan kembali tentang kisah keselamatan diri Anda pribadi dan naikkan doa ucapan syukur.

2. Orang Kristen tidak lain hanyalah orang berdosa yang mendapatkan anugerah, bukan orang yang lebih mulia daripada yang lain. Apa signifikansi praktis dari pernyataan ini bagi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yudas 3-4

「Tujuan Menulis Surat」

Tujuan yang sama kritis dan urgent bagi kita di zaman ini.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 3-4 [ITB])
3Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
4Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Penulis surat di ayat 3-4 menjelaskan tujuan menuliskan surat ini adalah mendorong orang percaya yang terkasih hendaknya ada tindakan. Yudas melihat ada kesalahan yang muncul dalam komunitas iman, membahayakan orang percaya yang terkasih, sehingga hatinya kuatir seperti terbakar, ia rindu ingin bersama-sama orang Kristen yang telah mendapatkan anugerah keselamatan untuk bangkit berjuang. Sebenarnya Yudas menghendaki orang percaya berjuang demi perihal apa? Kita lebih dahulu merenungkan kata pistis (bahasa Yunani), inggris sebagai 「faith」, namun dalam terjemahan Mandarin ada dua pendalaman yang tidak sama: 「kebenaran」 (CUV / RCUV) dan 「iman」 (CCV/CNV). Dari situ dapat dilihat, Yudas memberikan dorongan orang kudus bersama-sama bangkit berperang demi 「iman」. Memang benar, di Perjanjian Baru 「iman」 dapat memiliki beberapa macam makna dalam tingkatan aspek yang tidak sama, iman bisa menunjuk iman pengajaran, doktrin, juga bisa menunjuk tindakan dari iman, cara kehidupan. Yudas sekarang menasehati orang percaya segenap hati memelihara iman kita, karena bahaya kritis telah menyelusup ke dalam gereja.

Bagaimana orang-orang tidak saleh ini menyelusup masuk ke dalam gereja, dan tidak diketahui? Ternyata mereka adalah mencuri-curi masuk, ini menyatakan mereka adalah secara rahasia masuk bercampur ke dalam gereja (mungkin juga kitalah yang perlahan-lahan berubah menjadi seperti itu.) Mereka 「telah」 masuk bercampur di antara komunitas iman, dan kesalahan mereka juga perlahan-lahan muncul terlihat.  Yudas menunjukkan mereka ada dua kesalahan gawat: Pertama, salah memakai kasih karunia Allah, dan Kedua, menyangkal Yesus Kristus.

Kesalahan pertama dari 「orang-orang tertentu」 ini adalah 「menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka」 (ayat 4), artinya adalah menggunakan kasih karunia Allah untuk membenarkan perbuatan dosa mereka. Ternyata orang-orang ini memakai kasih karunia Tuhan sebagai semacam alat, untuk memenuhi hawa nafsu diri sendiri; mereka memandang kasih karunia sebagai kemerdekaan, tidak ada standar lagi, juga tidak menerima pembatasan moral. Sebenarnya, Alkitab jauh hari telah mengingatkan orang percaya, setelah dimerdekakan dari dosa, 「janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa」 (Gal. 5:13). Tuhan melalui kasih karunia 「mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini」 (Tit. 2:12). Namun, 「orang tertentu」 masih hidup dalam kehidupan tidak saleh.

Kesalahan kedua 「orang tertentu」 adalah 「menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus」. Mereka mungkin tidak secara terbuka terang-terangan berkata mereka tidak percaya Yesus, tetapi dalam kehidupan tidak menerima kedaulatan kuasa Yesus, pengajaran Yesus tidak dipakai sebagai petunjuk arah dalam kehidupan. Yudas jelas melihat 「orang tertentu」 menyangkal dua macam identitas Yesus Kristus. Pertama, Yesus adalah pemilik yang berkuasa (master), yakni seperti budak terhadap kuasa pengaturan tuan yang absolut. Kedua, Yesus adalah Tuan (Lord). Sebutan tuan pada saat itu bisa merupakan sebutan sopan santun dan bersifat umum terhadap orang lain. Dalam Perjanjian Baru, sebutan 「Tuan」 khusus dipakai pada diri Yesus Kristus, menyatakan Ia adalah Tuan atas kehidupan orang percaya, memiliki kedaulatan kuasa yang absolut.

「Orang tertentu」 masuk bercampur di dalam gereja, juga tidak memahami 「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Rom. 10:9). Mereka mungkin cuma di 「mulut」 saja berkata percaya Yesus, namun di dalam hati tidak menerima Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan atas kehidupan mereka. Orang Kristen mengenal dan menerima Yesus adalah 「satu-satu-Nya」 Tuhan, juga mengakui bahwa 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan」 (Kis. 4:12). (Waspadalah!!! Perusak di masa kini juga masuk ke dalam jemaat milik Yesus. Penghujat Kritus Yesus masuk melalui internet dan propaganda hadir tanpa fisik jasmani meracuni pikiran jemaat. Tanpa berpikir akibat kekal yang akan ditanggung 「… Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, … menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka2 Pet. 2:1)

Renungkan: (1) Pikirkan 「anugerah keselamatan」, 「kebenaran」 dan 「iman」 mempunyai makna apa bagi engkau? (2) Proklamasikan kepada Yesus: 「Engkau adalah Juruselamat dan berkuasa atas kehidupan saya」.

(Rom. 10:9「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Lihat juga Mat. 10:32; Luk. 12:8; Yoh. 9:22; 12:42; 1 Tim. 6:12; 1 Yoh 2:23; 4:15, Mat 1:21; Kis. 4:12; Kis. 10:43; 1Tim 2:5)

Filemon 22-25

「Ucapan Berkat Bagi Filemon」

Sebuah bagian akhir surat dapat mengandung inti-inti iman yang penting. Sebuah pesan Natal.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:22-25 [ITB])
22Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.
23Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus,
24dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.
25Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!

Dari ayat 22-25, kita melihat bagian akhir surat, dapat dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah rencana perjalanan Paulus (ayat 22). Di ayat 22 Paulus meminta Filemon mempersiapkan tempat tinggal baginya, ini menyatakan bahwa ia segera akan keluar dari penjara, dan akan memulai perjalanan. Paulus secara mendalam percaya bahwa berdoa akan membawakan perubahan; yakni melalui doa orang percaya, setelah ia meninggalkan penjara, maka sudah bisa pergi menjenguk gereja (ayat 22 … oleh doamu …). Paulus percaya kuasa doa, ia meminta orang percaya berdoa bagi dirinya, mohon Allah membukakan pintu penginjilan baginya (Kol. 4:3). Karena itu, Paulus berharap segera pergi ke tempat Filemon, juga adalah demi penginjilan. (Paulus tiada henti bekerja adalah demi pekerjaan penginjilan)

Bagian kedua adalah menghantarkan salam (23-24 ayat). Paulus mewakili lima orang menghantarkan salam kepada Filemon dan gereja. Orang pertama adalah Epafras, yang demi Kristus dipenjarakan bersama-sama Paulus. Dari Kol. 1:7-8 dapat diketahui, ia adalah pendiri gereja Kolose. Orang kedua adalah Markus, ia adalah kemenakan Barnabas (Kol. 4:10), sekarang melayani Paulus. Orang ketiga adalah Aristarkhus, ia juga dipenjara bersama-sama dengan Paulus (Kol. 4: 14). Orang keempat adalah Demas, ia pernah mengikuti Paulus (Kol. 4: 11), namun sayang sekali kemudian hari ia telah pergi karena mengasihi dunia (2 Tim. 4:10). Orang paling akhir adalah Lukas. ia adalah seorang dokter (Kol. 4: 14), mulai dari perjalanan pengabaran Injil Paulus yang kedua kali, Lukas terus beserta sebagai rekan pelayanan. Sampai saat Paulus terakhir kali dipenjarakan, juga hanya ada Lukas di samping dia (2 Tim. 4: 11).

Dalam surat yang singkat pendek ini, kita melihat sifat penting iman dalam kelompok. Filemon berada di dalam komunitas gereja; sedangkan Paulus berada di penjara, walaupun sedemikian ia juga tidak sendirian, karena ada sekelompok orang percaya yang mengasihi Tuhan yang menemani Paulus. Setelah Onesimus percaya Tuhan, budak yang seorang diri sendirian dalam pelarian, segera dipeluk oleh komunitas kasih. Saat Paulus memberikan dorongan agar ia kembali kepada tuannya, ia menurut pergi. Dari diri Onesimus, kita melihat Onesimus tidak berjalan seorang diri kesepian, ia memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam, orang kudus yang menemani, dan dukungan gereja.

Bagian ketiga adalah ucapan berkat. Paulus memberikan Filemon ucapan berkat yang termasuk pendek 「Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu」 (ayat 25), namun adalah merespon berkat di bagian awal surat di ayat 3 (Filemon 1:3, 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」). Surat ini dimulai dengan kasih karunia, juga berakhir dengan kasih karunia. Tepat seperti kita diselamatkan karena kasih karunia (Ef. 2:8), dan 「karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」 (Rom. 6:23).

Surat Filemon membuat kita melihat satu lembar lukisan yang sangat indah, selembar cetak biru kehidupan gereja, satu piagam tentang mendapat kebebasan di dalam Kristus Tuhan.

Injil telah merubah hidup Onesimus, ia tidak perlu hidup dalam pelarian lagi, ia bisa dengan berani menghadapi kesalahan diri sendiri, juga rela menghadapi akibatnya.

Kasih Kristus telah mendorong Paulus, ia rela memohonkan kasih kemurahan rahmat seorang tuan bagi seorang saudara yang kecil, seorang yang tidak memiliki kuasa, yang tidak memiliki pengaruh.

Firman pendamaian telah dipercayakan kepada orang percaya, dibuat menjadi nyata di dalam gereja dan di dunia. Semua ini adalah kasih karunia.

Renungkan: (1) Bersyukur bagi anggota tubuh yang menemani atau menjaga engkau; (2) Pikirkan apa pelajaran rohani yang diberikan surat Filemon kepada engkau; (3) Bersyukur kepada Allah bagi diri sendiri telah mendapatkan rahmat, juga mohon Tuhan membuat diri sendiri seumur hidup menjadi orang yang sadar telah menerima rahmat dan yang tahu membalas budi.