「Cukuplah kasih karunia Tuhan」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 12:1-10 [ITB])
1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 3 Aku juga tahu tentang orang itu, entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya 4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 「Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.」 Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Paulus tidak pernah ingin membanggakan tentang dirinya di depan orang lain, dan merasa bahwa itu adalah bualan yang tidak berfaedah, tapi ia terpaksa harus bermegah (11:30; 12:1), yang menunjukkan bahwa situasi tidak memungkinkan dia untuk tetap berdiam. Tipuan para rasul super telah menyebabkan beberapa orang percaya menyimpang (11:3), dalam teks sebelumnya di atas, kita melihat bahwa Paulus terutama bermegah tentang pengalamannya penderitaan bagi Tuhan, ini bukan berarti bahwa dia tidak ada keunggulan lain untuk bermegah, tetapi bagi dia, pengalaman yang di mata manusia adalah hal buruk tersebut bukan saja dapat digunakan untuk membuktikan siapa hamba Kristus yang sejati (11:23), tetapi melalui kelemahan manusia dapat menyatakan kasih karunia dan kemuliaan Allah. Sampai di ayat 12:1, Paulus ingin memberitahu pengalaman khusus kepada penerima surat, pengalaman ini bisa membuat orang-orang sangat menyanjung dia (「supaya tidak ada orang yang menganggap saya lebih」, 12:6), seorang utusan Iblis untuk menggocoh dia, supaya Paulus jangan meninggikan diri (12:7). Ia secara sadar menyombongkan diri tidak berguna tetapi terpaksa untuk bermegah maka Paulus menggunakan pendekatan yang agak halus dan terkendali untuk memberitahukan pengalaman khusus ini, dan seluruh narasi hanya memakai tiga ayat dan dan sebutan orang ketiga ── 「aku tahu tentang seorang Kristen」. Karena ini adalah sebuah pengalaman spiritual yang luar biasa, pasti mengalahkan para rasul super, tetapi pada saat ini mengapa Paulus tidak mengeksposnya besar-besaran? Dapat dilihat bahwa Paulus benar-benar tidak ingin mengungkapkan pengalaman yang bersifat pribadi dan luar biasa ini di depan orang lain. Ini konsisten dengan ajarannya di surat 1 Korintus tentang berbahasa roh「 aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh」(1 Kor. 14:18-19). Bahasa roh adalah pengalaman spiritual, itu sendiri tidak ada masalah, tetapi bersifat pribadi, tidak berfaedah besar bagi keseluruhan gereja. Oleh karena itu, Paulus menasihati orang untuk mengejar lebih banyak karunia yang meneguhkan gereja (1 Kor. 14:12). Karunia dan pengalaman rohani adalah penting, tetapi ketika tidak ada manfaat yang jelas untuk membangun gereja, maka tidak perlu dibuat menjadi urusan publik. Pengalaman yang hanya membuat orang berpikir bahwa diri mereka lebih tinggi maka kurang layak disebut-sebutkan di muka umum (12:2-4).
Penglihatan (vision) dan penyingkapan (revelation) adalah dua konsep terkait tetapi berbeda. Penglihatan selalu terlihat dan semua penglihatan dari Tuhan adalah wahyu / penyingkapan, tetapi wahyu / penyingkapan bisa diberikan cara lain tidak harus dikomunikasikan melalui penglihatan. Di sini, Paulus ingin memberitahu penerima surat tentang pengalaman khusus, ia menerima banyak penglihatan dan wahyu dari Tuhan, dalam bahasa asli adalah bentuk jamak, sekarang karena terpaksa maka ia hanya mengungkapkan satu. Pengalaman seseorang di dalam Kristus (pembaca tahu ini mengacu pada diri Paulus) empat belas tahun yang lampau diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga, dan mendengar kata-kata rahasia yang tidak boleh diucapkan manusia. Paulus tidak menjelaskan detail, pembaca hanya diberitahu bahwa ia memiliki pengalaman khusus. Apa gunanya? Paulus di sini memberikan satu contoh pengalaman, saat ini jelas bukan bertujuan agar pembaca zaman sekarang tahu apa yang terjadi dan apa yang diwahyukan kepada dia, tetapi untuk menunjukkan bahwa pengalaman spiritual luar biasa itu jauh lebih tinggi dari pengalaman bahwa para rasul super yang berbangga diri. Karena sifat transendental pengalaman ini tidak dapat diverifikasi oleh berbagai penelitian dunia, itu sudah cukup berhenti membicarakannya tidak perlu mengekspos dan memberikan orang kesan peninggian (12:7). Membanggakan sudah tidak berguna, dan bahkan lebih bodoh lagi jika menggunakan penglihatan dan wahyu Allah untuk membanding-bandingkan diri satu sama lain. Apakah penglihatan dan wahyu / penyingkapan Allah adalah agar orang pamer dan meninggikan diri? Jadi Paulus setelah mengatakan dengan ringkas cepat kembali ke subjek 「atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku」 (12:5)
Pengalaman spiritual khusus adalah untuk pribadi bisa lebih dekat dengan Allah, pada saat yang sama juga bisa diperalat orang itu untuk meninggikan diri, melihat diri mereka lebih superior daripada orang lain. Pengalaman Spiritual dapat membangun orang, juga dapat menyebabkan dosa, makin istimewa atau makin misterius pengalaman tersebut maka makin besar risiko, oleh karena itu orang yang memiliki pengalaman ini hendaknya selalu mengingatkan diri sendiri, jangan bangga karena penglihatan dan wahyu itu. Oleh karena itu, Paulus diberi suatu duri di dalam daging, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh, bermanfaat baginya (12:7) Tentang apa duri ini, banyak sarjana perkiraan dan diskusi, tetapi bagi Paulus apa duri ini tidak penting, hal yang paling penting adalah bahwa itu bisa membawa dia mengetahui bahwa 「Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna」 (12:9). Dari awal sampai akhir, Yesus Kristus adalah pusat dari para pelayan, dan semua hendaknya ditujukan untuk menyatakan kemuliaan, kasih kebaikan dan kuasa Allah. Lingkup batas Injil diperluas, syukur terima kasih kepada Tuhan; mendapatkan penglihatan dan penyingkapan dari Roh Kudus, syukur terima kasih kepada Tuhan; menghadapi segala macam penderitaan demi Kristus, juga bersyukur terima kasih kepada Tuhan. Segala penglihatan menunjuk ke Yesus Kristus, tidak ada penyingkapan lebih besar daripada wahyu dan penyingkapan Allah dalam Yesus Kristus. Ketika kita memiliki mata berpandangan rohani dan iman, ketika lemah maka itu adalah waktu saya kuat (12:10).
Renungkan:
Apakah saya merindukan pengalaman rohani yang lebih khusus di dalam Tuhan? Apa efek dan bahaya dari pengalaman spiritual khusus? Ketika saya memiliki pengalaman khusus dalam iman, dapatkah saya membagikannya kepada orang lain? Bagaimana cara berbagi? Bagaimana saya dapat mengubah pengalaman ini menjadi motivasi untuk lebih mengandalkan Kristus?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.