Tag Archives: Batu hidup

1 Petrus 2:6-8

「Persekutuan Orang Kudus (III)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:6-8 [ITB])
6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan. 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

(Terjemahan penulis)
Karena ini tertulis dalam Kitab Suci:
Lihat! Aku meletakkan sebuah batu di Sion, sebuah batu penjuru yang terpilih dan yang berharga
siapa pun yang percaya dia, tidak akan malu (Yesaya 28:16)
yang berharga adalah orang yang percaya,
tetapi yang tidak percaya,
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (Mazmur 118:22)
juga menjadi
batu sandungan dan batu karang yang membuat orang tersandung (Yesaya 8:14-15)
mereka jatuh tersandung, adalah tidak taat Firman ini, mereka akan menjadi seperti itu.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru, dasar persekutuan orang-orang kudus.

Kemarin, kita berbicara tentang bahwa kita adalah batu yang hidup, karena Kristus Yesus sendiri adalah batu yang hidup, kita harus bersambung gandeng satu sama lain, saling mengasihi tanpa kasih yang tipu muslihat, dan menjadi para imam yang rajani (imamat yang rajani), sehingga karena komunitas iman ini yang tidak berdaya dan lemah membuat orang-orang bersama-sama meninggikan nama Tuhan dan menyatakan kepada dunia bahwa Tuhan benar-benar ada di antara kita.

Dalam perikop Alkitab hari ini, kita akan menemukan bahwa Petrus menggunakan tiga ayat Perjanjian Lama (Yesaya 28:16; Mazmur 118:22; Yesaya 8:14-15 klik untuk membaca) untuk membahas batu hidup ini, jelas dia adalah iIngin menegaskan tipologi dari Perjanjian Lama. Selain dari 5 Kitab Taurat Musa (Torah), ada juga Yesaya dari kelompok kitab Nabi-nabi (Prophets), juga Mazmur dari kelompok Tulisan (Writings), Kitab Suci orang Yahudi terdiri dari kelompok Lima Kitab, Kitab Para Nabi, dan Kitab Tulisan-tulisan, bahkan seluruh Perjanjian Lama adalah interpretasi dari tipologi ini – bahwa yang ditolak adalah benar-benar yang dipilih oleh Allah dan berharga di mata Allah. Bagi orang-orang percaya yang terserak di abad pertama, meskipun mereka menghadapi kesulitan besar dan ditolak manusia, tetapi identitas mulia mereka tidak pernah hilang, apalagi dipermalukan.

Petrus menggunakan kutipan Yesaya pasal 28 dan pasal 8. Menurut uraian pasal 28, umat Allah menolak untuk mendengarkan Firman-Nya (bahkan walaupun Firman datang ke dunia dan menjelma jadi manusia), dan secara semaunya sendiri berpikir bahwa penafsiran mereka benar (Yes. 28:5-15), sehingga Allah menaruh batu di Gunung Sion, yakni umat Allah akan dikalahkan musuh dan bahkan ditawan (Yes. 28:16-19). Oleh karena itu, penempatan batu ini adalah untuk membuat orang tahu bahwa ditawan, dibuang (ditolak) ini adalah tindakan Allah, agar orang-orang di tahap ini masih dapat melihat bahwa Allah memiliki rahmat anugerah.

Dalam Yesaya pasal delapan, dengan nada yang sama juga ditempatkan di sini, yaitu, Allah akan menolak orang-orang Yahudi dan akan menjadi batu sandungan, batu karang yang membuat orang jatuh, sehingga orang tidak mau menerima cara keselamatan ini. Tetapi nabi Yesaya mendorong, agar kita menunggu Allah yang menyembunyikan wajah-Nya dari keluarga Yakub (Yes. 8:12-17), metode keselamatan yang tampaknya kontradiktif ini secara konsisten terdapat dalam kitab Yesaya dan merupakan benang merah yang menembus menyambung seluruh sejarah Israel.

Adapun Mazmur 118, puisi tentang naik tahta yang terkenal, di hari minggu Palem (Palm Sunday, minggu memperingati Tuhan Yesus naik keledai memasuki Yerusalem, awal dari minggu penderitaan-Nya) kita akan sering menggunakan frasa diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan (lihat Mat. 21:9), tetapi yang datang atas nama Tuhan ini juga mengalami ancaman kematian dan serangan dengan orang lain, bahkan menjadi yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan (Mazmur 118:17-22), tetapi pengalaman ini oleh Allah dibuat jadi batu penjuru yang sejati. Dengan cara yang sama, metode keselamatan yang tampaknya kontradiktif ini sekali lagi muncul disajikan dalam Mazmur, saling bergandengan bertanggapan dengan kitab- kitab Perjanjian Lama lainnya.

Tepat karena hal ini, sampai zaman Perjanjian Baru, yang ditolak ini justru dipilih Allah dan berharga di mata Allah ini tidak memudar, juga tidak hilang, sebaliknya telah dipahami menjadi jelas secara menyeluruh dalam diri Yesus Kristus.

Renungkan:
Kemarin, kita bertanya: apa pandangan kita tentang gereja? Hari ini, melalui kitab Yesaya yang mewakili kitab Nabi-nabi, Mazmur yang mewakili kumpulan Tulisan (kitab-kitab Puisi), dan bagian yang mengutip 5 Kitab Taurat yang telah kita renungkan selama beberapa hari yang lalu, menghendaki kita agar bersedia untuk mengambil jalan yang ditolak oleh orang lain, agar gereja mengulangi kebenaran yang tampaknya kontradiktif ini, agar apa yang kita lihat bukanlah tindakan manusia, tetapi tindakan dan kemuliaan Allah dinyatakan di hadapan manusia.

Hari ini, kita menghadapi jalan di depan, segala macam gesekan dan tantangan membuat kita harus mengakui bahwa kita akan memasuki situasi penuh penolakan, tetapi ini adalah pandangan sebenarnya dari gereja yang telah kita renungkan dalam beberapa hari terakhir, bukankah demikian? ! Ini juga merupakan waktu yang sangat baik bagi orang percaya untuk melihat bahwa itu sebenarnya bukan tindakan manusia, bukan tangan kendali agama, tetapi tangan tindakan Allah yang hidup di antara orang percaya, agar kita dapat bersama mengalami apa yang pernah dialami orang-orang kudus terdahulu. Bukankah ini persekutuan orang-orang kudus? !


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 2:4-5 (2)

「Persekutuan Orang Kudus (II)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:4-5 [ITB])
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Datang ke hadapan-Nya, yakni batu hidup, di satu sisi ditolak oleh manusia.
di satu sisi dipilih oleh Tuhan dan berharga.
Mereka seperti batu hidup, dibangun menjadi rumah rohani menjadi imam kudus
melalui Yesus Kristus mempersembahkan korban rohani yang berkenan diterima Allah

Dari ayat Alkitab kemarin, kita memahami bahwa definisi pemberitaan kebenaran dan definisi batu hidup adalah: akan ditolak oleh orang, tetapi sebaliknya dipilih oleh Tuhan dan berharga di mata-Nya. Pemberita harus mempersiapkan hatinya sendiri, bahwa seumur hidup memberitakan kebenaran hanya akan mendatangkan serangan dari banyak orang, tetapi ini tidak menjadi masalah, Kristus telah memberikan kita contoh teladan.

Dalam ayat kelima, kita juga seperti batu hidup, dan kasih kita satu sama lain, yaitu, yang tulus, yang penuh antusias untuk mengasihi, yang tanpa tipu daya, membuat kita tersambung membentuk sebuah bait, yakni bait yang ada Roh di dalamnya. Kata roh (πνευματικὸς pnevmatikós) dimaksudkan: bahwa setelah pembersihan dikuduskan Roh Kudus (lih. 1:22), kita menjadi kelompok bait yang penuh dengan kebenaran – ini adalah kelompok bangunan yang akan ditolak oleh manusia tetapi juga berharga di mata Allah.

Lalu teks menggunakan Perjanjian Lama (Keluaran 19:5-6) untuk menggambarkan bait rohani ini, yakni yang menjadi imamat yang kudus (kumpulan imam / imam-imam yang kudus) dan untuk mempersembahkan korban. Deskripsi ini mengingatkan kita akan kutipan kitab Imamat terkenal yang disebutkan Petrus sebelumnya, Kuduslah kamu, sebab Aku kudus, yang menunjukkan ketundukan hamba (subordinate) kepada Allah, orang-orang Ibrani yang keluar dari Mesir menghadapi pengejaran orang Mesir dan ada juga penolakan dari tujuh bangsa Kanaan di padang belantara, mereka adalah orang-orang yang dipilih dan berharga tetapi jatuh ke dalam penolakan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, konsep imamat yang kudus bukan hanya sebuah kedudukan, tetapi adalah satu kesaksian demi kesaksian yang lain, untuk menunjukkan bagaimana saat di dalam keadaan musuh mengepung di semua sisi, namun dapat melampaui dan melewatinya dengan setia menyatakan bahwa diri kita adalah milik Allah, yang juga adalah komunitas umat Allah yang rela tidak memiliki kemunafikan dan kedengkian, hidup bersama di bawah tekanan yang penuh ketegangan dan rasa takut ini, dan penuh sukacita mempersembahkan korban untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan, bahwa di lingkungan atau keadaan yang demikian Allah menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku

Tipologi Keluaran dari Mesir didasarkan pada hukum baru yang dianugerahkan di gunung Sinai, dan orang Ibrani akan menjadi umat baru dan imamat yang rajani dari Allah (kumpulan imam / imam-imam yang melayani Raja), dan umat Allah akan bersama-sama mengatakan Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan (lihat Kel. 19:7-8). Dalam Surat 1 Petrus, umat Allah terserak di mana-mana, diserang dan dilukai, tetapi menjadi umat baru melalui Kristus (tidak lagi melalui hukum Taurat, karena Kristus telah menggenapi memenuhi tuntutan hukum Taurat), tetapi juga menjalani kembali konsep tentang imamat yang rajani yang sudah terjadi dahulu sebelumnya (dahulu saat keluaran dari Mesir di zaman Musa), menyaksikan keselamatan dan kasih karunia Kristus, dan meninggikan nama Tuhan di antara bangsa-bangsa asing.

Mungkin kita semua berpikir bahwa kutipan ayat-ayat Perjanjian Lama mengingatkan kita untuk tidak berpikir bahwa hidup kita sedang dipukuli, dan tidak ada yang peduli, berkali-kali jatuh! Tidak! Imamat yang rajani adalah untuk bersaksi kepada dunia bahwa kita tidak lagi dipimpin dengan tradisi kebiasaan pola pikir agama yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, atau yang kuat, atau yang penuh kebanggaan, tetapi teladan dari yang lemah, tak berdaya dan mengasihi dengan tulus mencintai.

Renungkan:
Renungan hari ini mendorong kita untuk mengambil konsep gereja yang bagaimana? Komunitas Perjanjian Lama pada dasarnya adalah esensi gereja saat ini, yang juga merupakan realitas dan substansi kita (dasar esensi kita). Dalam situasi epidemi, kita memikirkan kembali tentang apakah gereja itu sebenarnya. Setelah pengalaman beberapa bulan terakhir, janganlah kita terburu-buru mengembalikan praktik masa lalu, biarkan pengalaman bulan-bulan ini mengajarkan kita untuk mempertimbangkan kembali apa pembaruan dan transformasi yang dibutuhkan untuk pandangan gereja kita, apa jalan berikutnya yang harus kita lewati?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 2:4-5 (1)

「Persekutuan Orang Kudus (I)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:4-5 [ITB])
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Datang ke hadapan-Nya, yakni batu hidup, di satu sisi ditolak oleh manusia.
di satu sisi dipilih oleh Tuhan dan berharga.
Mereka seperti batu hidup, dibangun menjadi rumah rohani menjadi imam kudus
melalui Yesus Kristus mempersembahkan korban rohani yang berkenan diterima Allah

Kemarin kita berbicara tentang pengalaman Daud dalam Mazmur 34 yang merupakan tipologi yang digunakan Petrus untuk mendorong orang-orang percaya pada waktu itu, bahwa apa yang mereka hadapi merupakan pengalaman umum dari orang-orang kudus pendahulu di zaman Perjanjian Lama, oleh karena itu dalam menghadapi penganiayaan, hidup dalam kesulitan tidak pernah merupakan hal yang memalukan, kekristenan telah menjadi minoritas dan terpinggirkan itu adalah hal yang senantiasa terjadi sejak zaman dahulu.

Dalam ayat-ayat berikut, Petrus berturut-turut menggunakan enam bagian Perjanjian Lama yang berbeda untuk melanjutkan menjelaskan pemahaman atas konsep teologis ditolak (dibuang), yakni Yesus Sang Kristus yang ditolak (dibuang), untuk mendorong orang percaya di dalam situasi ditolak yang makin lama makin menghebat, tetapi tetap berjalan maju walau lambat merayap. Atau mungkin di lingkungan saat ini, kita patut memikirkan jalan di depan ini seperti apa, lalu bagaimana kita harus memperlengkapi diri kita sendiri untuk menghadapi tantangan yang membuat kaki kita harus berjalan sangat berhati-hati.

Sebenarnya frasa pertama dari ayat 4 Datang ke hadapan-Nya juga berasal dari Mazmur 34:5-6, di konteks luasnya yakni dalam Mazmur (wider context), ini menunjukkan pemazmur Daud dalam kesengsaraan Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu, dapat dilihat bahwa Petrus menggunakan mazmur Daud untuk mendorong semua orang agar di dalam lingkungan keadaan penuh penolakan, bahkan seperti Daud yang terpaksa harus berpura-pura menjadi gila, janganlah sampai putus harapan, masih bisa mempertahankan identitas sebagai umat Allah.

Petrus menyebut pengalaman dan iman ini adalah batu hidup, batu hidup ini ditolak oleh manusia tetapi pada saat yang sama dipilih oleh Allah dan berharga bagi-Nya.

Konsep batu hidup selain mengikuti contoh Kristus Yesus, kehidupan kita sebagai orang-orang percaya menggunakannya sebagai batu hidup, tidak jatuh pada tradisi kebiasaan berpikir yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia.

Sebenarnya bagaimanakah konsep ditolak sekaligus dipilih dan berharga? Ini pada dasarnya adalah konsep definisi dan kebenaran paradoks. Kita mungkin berpikir bahwa pemimpin yang dipilih dan berharga di mata Allah itu adalah orang yang disukai dan dicintai banyak orang, tetapi pengalaman Yesus dan pengalaman Daud memberi tahu kita bahwa ini bukanlah demikian. Kebenaran membawa kekuatan mengenali terang dan gelap, yang bahkan bisa membuat orang tua berlawanan pikiran dengan anak-anak mereka, membawakan dua respons yang berlawanan yakni kepatuhan atau penolakan, respons yang pertama dipilih oleh Tuhan dan berharga di mata-Nya, dan respons yang kedua adalah orang-orang percaya yang menolak kebenaran Tuhan. Sebagai pengabar berita kebenaran, Anda harus menghadapi respons ditolak oleh orang lain. Bukankah demikian?

Renungkan:
Kedamaian dan hidup berdampingan secara harmonis adalah apa yang kita cari, tetapi memberitakan kebenaran – pada saat yang sama ditolak oleh orang tetapi dipilih oleh Allah dan berharga di mata Allah juga merupakan misi utama kita. Apa yang kita lakukan ketika terdapat konflik di antara keduanya?

Percaya bahwa ketika orang melakukan pelayanan dengan tulus, kontradiksi ini secara alami akan keluar, tetapi tolong percaya: ditolak (dibuang) adalah pengalaman umum para orang kudus pendahulu kita. Siapakah yang menjadi pemberita yang setia? Siapakah yang menjadi generasi mengangguk-angguk kepala yang tidak berani bersuara?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.