Tag Archives: Kitab Yesaya

Yesaya 6:1-8

「Ini aku, utuslah aku!」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Yesaya 6:1-8 [ITB])
1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya! 4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.
5 Lalu kataku: Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam. 6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni. 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? Maka sahutku: Ini aku, utuslah aku!


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 53:2-9

「Dari tak disebutkan sampai yang disebutkan namanya, sampai yang tak disebutkan namanya」

Oleh Rev. Chén Shū Yú(陳淑愉)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 53:2-9 [TB])
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN
………dan sebagai tunas dari tanah kering.
Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia,
………dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3 Ia dihina dan dihindari orang,
………seorang yang penuh kesengsaraan
………dan yang biasa menderita kesakitan;
ia sangat dihina,
………sehingga orang menutup mukanya terhadap dia
………dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,
………dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah,
………dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
………dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
………dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6 Kita sekalian sesat seperti domba,
………masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya
………kejahatan kita sekalian.
7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas
………dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;
………seperti induk domba yang kelu
………di depan orang-orang yang menggunting bulunya,
………ia tidak membuka mulutnya.
8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
………dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,
………dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,
………dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat,
sekalipun ia tidak berbuat kekerasan
………dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Referensi ayat: Yesaya 52-53

Dalam kitab Yesaya, hamba yang menderita adalah tokoh sentral namun penuh ketegangan. Dalam konteksnya, terkadang hamba merujuk pada seluruh bangsa Israel (Yesaya 41:8; 49:3), yang mewakili penderitaan mereka di antara bangsa-bangsa lain tetapi yang tetap dipilih oleh Allah. Namun, dalam pasal 52-53, hamba ini digambarkan sebagai seorang individu, yang tidak memiliki kecantikan fisik, dihina dan ditolak, namun menanggung dosa orang lain; melalui hukuman dan luka-luka-Nya, semua orang menemukan damai sejahtera dan penyembuhan. Hamba yang menderita seperti potret yang diselubungi wajah-Nya; orang hanya dapat melihat sosok dan cara penderitaan-Nya secara samar: Ia dihina, ditolak, dan menanggung rasa sakit dan hukuman orang lain, tetapi nama-Nya tetap tidak diungkapkan. Dalam tradisi Yahudi, hamba ini terkadang dipahami sebagai Israel yang menderita, dan terkadang sebagai Mesias di masa depan.

Dalam Perjanjian Baru, hamba yang menderita dan tidak disebutkan nama-Nya ini dinyatakan sebagai Yesus Kristus. Ia tidak menarik perhatian orang dengan penampilan atau status-Nya, tetapi mewujudkan keselamatan melalui kasih dan pengorbanan. Yesus dengan rela memikul salib bagi dunia, tertumpahkan darah-Nya sendiri agar orang-orang dapat disembuhkan oleh luka-luka-Nya dan dibenarkan oleh kematian-Nya. Ia tidak disebutkan nama-Nya dalam Perjanjian Lama, tetapi dalam Perjanjian Baru, Ia mengungkapkan identitas dan misi-Nya melalui salib. Yesus diperkenalkan di Nazaret, tempat yang dipandang menghasilkan sedikit hal berharga, dan nama-Nya di atas semua nama karena kesediaan-Nya untuk menyerahkan diri-Nya.

Saya berkesempatan mengunjungi sebuah seminari di Taiwan dan membaca publikasi peringatan ulang tahun mereka. Dekan mendorong para lulusan untuk tidak menjadi yang pertama dalam hal apa pun, atau berupaya meraih peringkat. Ini adalah pelajaran yang baik, tetapi jika Tuhan memanggil seseorang untuk menjadi yang pertama, memberi mereka nama atau posisi penting, seseorang harus berdoa kepada Tuhan dengan jelas apakah Tuhan memiliki misi untuk mereka laksanakan!

Dewasa ini, sebagian orang berkata, Saya tahu Yesus terkenal, tetapi saya tidak mengenal-Nya! Banyak orang pernah mendengar nama Yesus, dan bahkan tahu apa yang telah Dia lakukan, tetapi mereka tidak mengenal-Nya, atau apa hubungan-Nya dengan mereka. Nama Yesus belum muncul dalam hidup mereka; bagi mereka, nama Yesus sama artinya dengan tidak bernama. Yesus datang ke dunia sebagai manusia, secara pribadi menunjukkan bagaimana menjadi korban yang sempurna dan tanpa nama. Sebagai orang Kristen, kita dapat bercita-cita untuk mengabarkan Injil dan mengabadikan nama Kristus. Di sisi lain, meskipun kita bukan Yesus dan tidak dapat sepenuhnya menjadi orang yang mengorbankan diri tanpa nama, kita masih dapat belajar dari contoh-contoh Alkitab dan contoh-contoh zaman sekarang tentang kebajikan memberi, ketekunan, iman, kerendahan hati, dan ketaatan.

Refleksi:
Pengorbanan diri tanpa nama

Yesus disalibkan, ketika berdoa di Taman Getsemani, Ia memanggil Allah Abba, sebuah sebutan bahasa Aramaik dari seorang anak kepada ayah, yang menandakan keintiman dan kepercayaan. Calvin percaya bahwa istilah ini menunjukkan bahwa Yesus mencurahkan isi hati-Nya kepada Bapa dengan iman seorang Anak dan menaati kehendak Bapa. Melalui penebusan Kristus dan karya Roh Kudus, orang percaya juga menjadi anak-anak Allah dan dapat memanggil Bapa dengan sebutan Abba. Ketika kita menyangkal diri kita sendiri, kita juga menyatakan diri kita sebagai anak-anak Allah.

Kita bukan milik diri kita sendiri (Nostri non sumus)
Kita milik Tuhan (Dei sumus)

Penyangkalan diri berarti dengan berani menyatakan bahwa kita yang tidak disebutkan nama adalah anak-anak Allah.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Chén Shū Yú(陳淑愉) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 12:1-6 (2)

「Nyanyian Ucapan Syukur (2)」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 12:1-6 [TB2])
1 Pada waktu itu, engkau akan berkata,
Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN,
………karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku,
murka-Mu telah surut
………dan Engkau menghibur aku.
2 Sungguh, Allah itu keselamatanku;
………aku percaya dan tidak gentar,
sebab TUHAN, TUHANlah kekuatanku dan mazmurku,
………Ia telah menjadi keselamatanku.
3 Kamu akan menimba air dengan kegirangan
………dari mata air keselamatan.

4 Pada waktu itu, kamu akan berkata,
Bersyukurlah kepada TUHAN,
………panggillah nama-Nya,
beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
………masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!
5 Bermazmurlah bagi TUHAN,
sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan mulia;
………baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,
………sebab agunglah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu!

Harapan dalam kesulitan
Apa yang dibicarakan Yesaya 12:1-6 belum terjadi saat itu; tetapi ketika kita berpikir tentang janji Allah pasti akan menjadi kenyataan, orang akan memberikan pujian, ayat 1 Pada waktu itu, engkau akan berkata, Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku, murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.』」 Jika Yesaya 12:1-6 adalah pujian yang menunjuk kepada waktu keselamatan di masa depan; peran apa yang dimainkan oleh ayat-ayat ini dalam proses penantian? Membantu orang mempertahankan harapan dalam kesulitan? Mendorong orang untuk belajar memuji Allah dalam keadaan tidak baik? Penulis berpikir bahwa memang terdapat keduanya peran tersebut. Beberapa peneliti Alkitab menganalisis perikop ini berdasarkan tata bahasa tunggal dan jamak, aku dalam ayat 1 adalah maskulin tunggal, dan fokusnya adalah memuji Allah atas penghiburan-Nya; dalam ayat 3 Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan, kata kamu adalah jamak (gender umum), dan fokusnya adalah pada memberitakan perbuatan Allah di antara semua bangsa; ayat 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab agunglah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu! kata mu adalah tunggal feminin, dan fokusnya adalah bahwa Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu. Jika kita menggabungkan ketiga poin utama tersebut, bahwa itu adalah untuk memuji Allah atas penghiburan-Nya, untuk memasyhurkan perbuatan Allah di antara semua bangsa, dan untuk mengalami Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu.

Dari sudut pandang struktural, Yesaya 12:1-6 terutama dibagi menjadi dua bagian: ayat 1-3, 4-6. Kedua bagian dimulai dengan Pada waktu itu. Yesaya 12:1-3 Pada waktu itu, engkau akan berkata, Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku, murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dan tidak gentar, sebab TUHAN, TUHANlah kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. Fokus dari bagian ini adalah bahwa murka Allah telah surut dan Allah telah menghiburku, oleh karena itu, aku akan bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkanku, percaya kepada Allah, dan tidak akan takut. Bagian ini menunjukkan pemahaman bahwa Allah adalah kekuatanku, mazmurku, dan keselamatanku. Oleh karena itu, kita akan menimba air dari mata air keselamatan dengan sukacita. Kalimat ini adalah pernyataan simbolis, yang menunjukkan bahwa kita menerima air kehidupan dengan gembira di mata air keselamatan.

Bersyukur, memberitakan, memasyhurkan
Yesaya 12:4-6 Pada waktu itu, kamu akan berkata, Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur! Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab agunglah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu!』」 Ayat 4 memiliki empat kata kerja: mengucap syukur (hôdû), memanggil (qirʾû), beritahukan (hôdiʿû), dan memasyhurkan (hazkirû). Mengucap syukur dan memanggil dilakukan kepada Allah; memberitahukan dan memasyhurkan dilakukan kepada manusia. Yesaya 12:5-6 adalah paralel, Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab agunglah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu!, bermazmur (zammĕrû) dan bersorak-sorai (ṣahăli vārōnni) berkorespondensi satu sama lain, alasan untuk bermazmur bagi Allah adalah bahwa apa yang telah Dia lakukan sangat baik, Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan mulia; alasan untuk bersorak-sorai adalah karena agunglah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu. Singkatnya, Allah itu agung dan apa yang telah Dia lakukan sangat mulia baik. Kita harus memperhatikan bahwa mazmur ini ditulis ketika Israel masih tertindas, Yesaya mengajar orang Israel untuk belajar mencari keselamatan kepada Allah dan menunggu penggenapan janji Allah.

Refleksi:
• Kita percaya bahwa Allah adalah Tuhan atas sejarah. Bahkan ketika kita dikelilingi oleh musuh, kita harus tetap percaya dalam iman bahwa Tuhan memegang kendali. Apakah Anda setuju?

• Ketika kita terbebas dari masalah, kita tidak boleh menganggapnya sebagai keberuntungan atau kehebatan diri kita sendiri, tetapi bersyukurlah kepada Allah. Apakah saya memiliki kesadaran ini?

• Ketika kita mengalami pertolongan Tuhan, kita harus memasyhurkan nama Tuhan agar semakin banyak orang yang berpaling kepada Tuhan. Apakah saya bersedia melakukan ini?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 12:1-6 (1)

「Nyanyian Ucapan Syukur (1)」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 12:1-6 [TB2])
1 Pada waktu itu, engkau akan berkata, Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, ………karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku, murka-Mu telah surut ………dan Engkau menghibur aku. 2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; ………aku percaya dan tidak gentar, sebab TUHAN, TUHANlah kekuatanku dan mazmurku, ………Ia telah menjadi keselamatanku. 3 Kamu akan menimba air dengan kegirangan ………dari mata air keselamatan. 4 Pada waktu itu, kamu akan berkata, Bersyukurlah kepada TUHAN, ………panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, ………masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan mulia; ………baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, ………sebab agungkah Yang Maha Kudus, Allah Israel, di tengah-tengahmu!

Hukuman Allah belum berhenti
Frasa murka-Nya belum surut muncul berkali-kali dalam Yesaya 1-10, misalnya Yesaya 5:25 Sebab itu, menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, tangan-Nya dilayangkan terhadap mereka dan dipukul-Nya mereka; gunung-gunung gemetar, dan mayat-mayat mereka seperti kotoran di tengah jalan. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya tetap dilayangkan. Meskipun Israel dalam kesulitan, hukuman Allah belum berhenti. Lihat juga Yesaya 9:12 Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. Dapat diperhatikan bahwa frasa sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung muncul berulang kali, misalnya dalam Yesaya 9:17 Oleh sebab itu, Tuhan tidak mengasihi teruna mereka, dan tidak sayang kepada anak yatim dan janda mereka, sebab, mereka sekalian murtad dan berbuat jahat, dan setiap mulut berbicara bebal. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. Juga 9:21 Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye, dan bersama-sama mereka melawan Yehuda. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

Di ayat-ayat yang disebutkan di atas bahwa sebelumnya murka-Nya belum surut, disebutkan perang saudara antara Israel dan Yehuda, orang Aram dari timur dan orang Filistin dari barat melakukan invasi terhadap Israel, dan penawanan orang Yahudi … dan krisis politik lainnya. Ayat-ayat tersebut meletakkan fokus pandang pada Allah, Yesaya menunjukkan bahwa krisis politik Israel dan Yehuda sebagai akibat dari murka Allah. Yesaya 1-12 menunjukkan dosa-dosa Israel dan Yehuda dan mengingatkan mereka untuk bertobat, juga menyebutkan tentang penyelamatan Israel dan Yehuda oleh Allah. Penyelamatan ini dilakukan oleh Allah terjadi dalam sejarah manusia, Allah mencegah Asyur menguasai Israel dan menghambat Babel menindas Yehuda. Dalam Yesaya 1-12, terdapat pasal 7 Imanuel, yang bernubuat bahwa pemerintahan Allah akan terwujud.

Tetapi pada waktu itu, murka Allah akan surut
Yesaya 12:1-6 dua kali memuat frasa pada waktu itu, dalam ayat 1 dan 4. Apa arti pada waktu itu? Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa frasa pada waktu itu dalam perikop ini berkorespondensi atau menggemakan frasa sedikit waktu lagi dalam Yesaya 10:25 Sebab, sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir, dan murka-Ku akan menyebabkan kehancuran mereka. Sedangkan frasa Pada waktu itu di ayat 12:1 merupakan penghubung dengan 10:25 sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir dan dengan pasal 11keluarnya bangsa Israel dan kembalinya umat sisa.

Di Yesaya 12:1, disebutkan bahwa pada waktu itu murka Allah akan surut, Pada waktu itu, engkau akan berkata: Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku, murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. Selain memuji keselamatan dan penghakiman Allah atas bangsa-bangsa, Yesaya 12 juga memuji bahwa murka Allah surut.

Refleksi:
• Nabi Yesaya memandang sejarah manusia dari sudut pandang Allah dan melihat kesulitan yang dialami Israel sebagai hukuman murka Allah. Sulit bagi orang awam untuk memahami hal ini tanpa konsep Allah. Apakah saya bersedia mendengarkan ajaran para nabi?

• Apakah menurut saya adalah tidak ilmiah jika nabi Yesaya memandang berkurangnya penderitaan dan kesulitan yang dialami Israel adalah karena murka Allah surut?

• Kita percaya bahwa Allah adalah Tuhan atas sejarah, jadi kita harus mempelajari sejarah Israel, sejarah gereja, sejarah negara kita, dan sejarah dunia dengan saksama untuk memahami pekerjaan Allah di dunia. Apakah saya setuju?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 11:6-9

「xxx」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 11:6-10 [TB2])
6 Serigala akan tinggal bersama domba
………dan macan tutul akan berbaring di samping kambing.
Anak lembu dan anak singa akan makan bersama-sama,
………dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput
anak-anaknya akan berbaring bersama-sama,
………dan singa akan makan jerami seperti lembu.
8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung
………dan anak yang disapih akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk
………di seluruh gunung-Ku yang kudus,
sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN,
………seperti air menutupi lautan.
10 Pada waktu itu,
………taruk dari pangkal Isai akan berdiri
………sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa;
dia akan dicari oleh suku-suku bangsa
………dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Gambaran Taman Eden yang baru
Ayat 6, Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Serigala, macan tutul, dan anak singa (singa muda) adalah hewan yang agresif, tetapi mereka dapat hidup berdampingan secara damai dengan domba, kambing, anak lembu, dan hewan yang digemukkan. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput anak-anaknya akan berbaring bersama-sama, dan singa akan makan jerami seperti lembu Hewan yang agresif telah mengubah kebiasaan makan daging menjadi makan rumput. Bahkan selanjutnya Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang disapih akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak, ular berbisa tidak lagi menggigit, dan mereka bahkan telah menjadi seperti hewan peliharaan. Kemudian ayat 9 menggambarkan: Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air menutupi lautan, gambaran Taman Eden Baru, yang merupakan gambaran awal tentang Yerusalem Baru, Yerusalem adalah gunung kudus milik Allah, dan pengetahuan tentang TUHAN akan memenuhi alam semesta. Ayat 10, Pada waktu itu, taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia, di ayat Yesaya 11:10 ini kata pangkal Isai menggemakan Yesaya 11:1 tunggul Isai, awal dan akhir saling berkorespondensi.

Misi Sang Raja Mesias: Menjadi Panji bagi bangsa-bangsa
Raja Mesianik ini memiliki dua misi. Ayat 10, Pada waktu itu, taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Misi pertama adalah menjadi panji-panji bagi bangsa-bangsa, sehingga orang-orang asing akan mencarinya, dan tempat kediaman Allah akan menjadi nyata kemuliaannya yang besar, artinya Bait Allah yang di antara orang-orang Yahudi akan menjadi nyata kemuliaannya. Namun, kita harus memperhatikan untuk siapa kerajaan Raja Mesianik diperluas, untuk semua bangsa dan umat sisa. Semua bangsa termasuk orang asing yang pernah menindas orang Israel. Yesaya 11 menunjukkan harapan pemulihan Israel; tetapi, tidak ada pemikiran untuk mengecualikan orang asing, dan bahkan ada pola pikir untuk mengizinkan orang asing berintegrasi ke dalam Israel. Ketika ayat 10 menyebutkan panji, itu menekankan bahwa orang-orang asing akan mencari Dia, dan iman kepada TUHAN tidak terbatas pada orang-orang Yahudi, tetapi juga mencakup orang-orang dari bangsa-bangsa lain.

Misi Raja Mesianik: 「menjadi jalan raya bagi sisa-sisa umat-Nya untuk kembali」

(Yesaya 11:11-16 [TB2])

11 Pada waktu itu, Tuhan akan mengangkat tangan-Nya lagi
………untuk menebus sisa umat-Nya
yang tertinggal di Asyur dan Mesir,
………di Patros, Etiopia dan Elam,
………di Sinear, Hamat dan pulau-pulau di Laut Tengah.
12 Ia akan menaikkan suatu panji bagi bangsa-bangsa,
………akan mengumpulkan orang Israel yang terbuang,
………dan akan menghimpunkan orang Yehuda yang terserak
………dari keempat penjuru bumi.
13 Kecemburuan Efraim akan berlalu,
………mereka yang mengimpit Yehuda akan lenyap.
Efraim tidak akan cemburu lagi kepada Yehuda,
………dan Yehuda tidak akan mengimpit Efraim lagi.
14 Tetapi, mereka akan menukik ke barat,
………melewati bahu gunung Filistin,
………bersama-sama mereka akan menjarah bangsa-bangsa di Timur;
Edom dan Moab akan menjadi rampasan tangan mereka,
………dan orang Amon akan patuh kepada mereka.
15 TUHAN akan mengeringkan teluk Mesir
………dan mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat
………dengan amarah yang menghanguskan
Ia memukulnya pecah menjadi tujuh wadi1 ,
………sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut.
16 Kelak akan ada jalan raya bagi sisa umat-Nya
………yang tertinggal di Asyur,
seperti yang telah ada untuk Israel dahulu,
………pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir.

Misi kedua adalah menjadi menjadi jalan raya bagi sisa-sisa umat-Nya untuk kembali, seperti jalan raya saat keluar dari Mesir dahulu. Ayat 16, Kelak akan ada jalan raya bagi sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur, seperti yang telah ada untuk Israel dahulu, pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir. Raja Mesias memiliki dua misi: menjadi panji bagi bangsa-bangsa dan menjadi jalan raya bagi sisa-sisa umat untuk kembali. Panji dan jalan raya memberi orang kesan luas dan besar. Sisa umat adalah orang Israel yang telah terserak ke berbagai tempat. Ayat 12, Ia akan menaikkan suatu panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi, di ayat ini panji juga menekankan pengumpulan orang-orang Yehuda yang tersebar.

Fokus Yesaya 11 adalah kelahiran kembali bangsa Yahudi, gambaran kelahiran kembali bangsa Yahudi dapat berkesinambungan dengan situasi saat ini, atau dapat juga terputus-putus. Apa arti kontinuitas? Itu berarti pemulihan Israel secara politik dan tatanan lama; apa arti diskontinuitas? Itu berarti Israel rohani, termasuk semua bangsa dan suku bangsa. Yesaya 11:6-9 menggambarkan gambaran Taman Eden yang baru, yang berbeda dari Bait Suci saat ini di Yerusalem. Hewan-hewan yang agresif telah mengubah kebiasaan makan mereka dari makan daging menjadi makan rumput. Gambaran Taman Eden yang baru menggemakan gagasan tentang langit baru dan bumi baru dalam Yesaya 65.

Refleksi:
• Gambaran Taman Eden yang Baru adalah keharmonisan alam, yang menggambarkan langit baru dan bumi baru dalam Yesaya 65. Apakah saya memiliki harapan untuk langit baru dan bumi baru?
Menjadi panji bagi segala bangsa berarti menyambut bangsa-bangsa lain untuk bergabung dalam barisan iman TUHAN. Apakah saya ingin bangsa-bangsa lain bergabung dalam iman ini?
Menjadi jalan raya bagi orang-orang yang tersisa untuk kembali berarti mengumpulkan orang-orang yang tercerai-berai untuk kembali. Apakah saya bersedia peduli dengan orang-orang beriman yang berada di diaspora?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 11:1-5 (2)

「Kerajaan Mesianik (1)」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 11:1-5 [TB2])
1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai,
………dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya.
2 Roh TUHAN akan tinggal padanya,
………roh hikmat dan pengertian,
roh perencanaan dan keperkasaan,
………roh untuk mengenal dan takut akan TUHAN;
………3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.
Ia tidak akan menghakimi menurut penglihatan mata
………atau menjatuhkan keputusan menurut pendengaran telinga.
4 Tetapi, ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan adil,
………dan akan menjatuhkan keputusan dengan jujur
………terhadap orang yang tertindas di negeri;
ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat,
………dengan embusan dari mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
5 Keadilan akan menjadi ikat pinggangnya,
………dan kesetiaan akan tetap terikat pada pinggangnya.

Melihat hubungan antara Yesaya 6:13 dan 11:1
Latar belakang Yesaya 11:1-9 adalah tahun 735 SM, yang dikenal sebagai periode Perang Siria-Efraim dalam sejarah. Akan tetapi, bagian ini menggunakan banyak bahasa simbolis, yang dapat melampaui batasan waktu dan ruang sejarah jika ditafsirkan, dan latar belakang sejarah tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu. Yesaya 7:14 menubuatkan bahwa kelahiran seorang bayi adalah sebuah tanda Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, perempuan muda itu mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, serta menamainya Imanuel, 9:6 seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; tampuk pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai bahwa kelahiran seorang bayi mengubah sejarah, dan 11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya bahwa bayi itu adalah akar Isai. Ini adalah sebuah proses perkembangan. Kata tunggul (gēzaʿ), kata ini muncul tiga kali dalam Perjanjian Lama, dua kali lainnya dalam Ayub 14:8 dan Yesaya 40:24. Dalam hal makna, Yesaya 11:1 terkait erat dengan Yesaya 6:13 Jika di sana masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka akan dilahap api sekali lagi, seperti pohon terbantin dan pohon besar lainnya yang ketika ditebang, hanya tersisa tunggulnya. Tunggul itu menjadi benih yang kudus! Dalam Yesaya 6:13 kata tunggul (maṣṣevet) juga berkorespondensi dengan Yesaya 11:1 dari tunggul Isai.

Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa Yesaya 7:14 bernubuat bahwa kelahiran bayi adalah sebuah tanda, dan 9:6 bahwa kelahiran bayi mengubah sejarah, keduanya menggunakan istilah benih Daud; Yesaya 11:1 menggunakan istilah tunggul Isai. Alasan yang mungkin adalah bahwa Ahas adalah keturunan Daud tetapi menolak tanda Allah, Yesaya 11 berubah memakai istilah tunggul Isai adalah meletakkan pandangan pada fokus yang tidak berkutat pada kelemahan Ahas.

Kembalinya umat sisa dan Kelahiran kembali bangsa
Penulis percaya bahwa kata-kata yang berbeda yang digunakan dalam Yesaya 6:13 dan 11:1 mungkin mengekspresikan pesan terkait dari dua perspektif yang berbeda. Yesaya 6:13 mengacu pada sisa-sisa umat yang kembali, sementara Yesaya 11:1 menunjuk pada kelahiran kembali bangsa itu. Yesaya 11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya, tunas (ḥōṭer) akan tumbuh dari akar menjadi taruk (nēṣer) (daun dan ranting atau pucuk, yang tumbuh pada cabang dahan atau batang kayu) dan akan tumbuh dan menghasilkan buah (yipreh). (TB2 dan KJV tidak menerjemahkan frasa berbuah, bandingkan CUVT atau TB Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah, NET2 memberikan pedapat bahwa a bud will sprout from his roots merupakan pembacaan yang lebih baik). Pengucapan taruk (nēṣer) cukup dekat dengan Nazaret (natsar, natsereth), dan beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa ini adalah metafora untuk kelahiran Yesus Kristus. Selanjutnya ayat 2 Roh TUHAN akan tinggal padanya, roh hikmat dan pengertian, roh perencanaan dan keperkasaan, roh untuk mengenal dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN, teks ini beranjak dari taruk (nēṣer) yang tumbuh dari tunggul Isai dan akan menghasilkan buah (yipreh) menjadi raja yang ideal.

Baik itu taruk maupun buah, ia mengungkapkan makna kelahiran kembali bangsa. Kembalinya orang-orang yang tersisa menunjukkan ada terseraknya umat itu, dan kembalinya berarti kohesi dan rekonstruksi. Kedatangan Kerajaan Mesias terwujud dalam situasi penantian, keraguan, dan kekecewaan. Pengalaman iman yang disajikan dalam Alkitab adalah memasuki tanah perjanjian setelah pengembaraan yang panjang di padang gurun, dan dalam situasi kehancuran nasional jangka panjang menantikan kedatangan Kerajaan Mesias.

Refleksi:
• Kehendak Allah adalah membawa kembali umat-Nya yang tercerai-berai. Apakah saya bersedia peduli dengan kebutuhan rohani para anak-anak Tuhan di diaspora?

• Tujuan dari pemberitaan Injil adalah demi regenerasi jiwa manusia, sehingga mereka tidak lagi hanya mengejar ketenaran, status, kekuasaan, dan kekayaan sementara di dunia, tetapi untuk membantu orang menemukan makna hidup. Apakah saya bersedia mengejar regenerasi jiwa saya?

• Hal yang paling mendasar tentang kelahiran kembali bangsa adalah kelahiran kembali jiwa. Ini bukan sekadar tentang pencapaian politik, militer, ekonomi, dan teknologi, tetapi tentang mengenal Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta mengendalikan sejarah. Apakah saya setuju?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 11:1-5 (1)

「Roh, Karunia, dan Sifat TUHAN」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 11:1-5 [TB2])
1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai,
………dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya.
2 Roh TUHAN akan tinggal padanya,
………roh hikmat dan pengertian,
roh perencanaan dan keperkasaan,
………roh untuk mengenal dan takut akan TUHAN;
………3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.
Ia tidak akan menghakimi menurut penglihatan mata
………atau menjatuhkan keputusan menurut pendengaran telinga.
4 Tetapi, ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan adil,
………dan akan menjatuhkan keputusan dengan jujur
………terhadap orang yang tertindas di negeri;
ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat,
………dengan embusan dari mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
5 Keadilan akan menjadi ikat pinggangnya,
………dan kesetiaan akan tetap terikat pada pinggangnya.

Roh TUHAN
Roh TUHAN berdiam tinggal dalam diri raja yang ideal ini. Roh TUHAN merupakan tema penting dalam Yesaya; Roh TUHAN berdiam dalam diri manusia juga merupakan topik penting. Roh TUHAN turun ke atas Musa (Bilangan 11:25), dan Roh TUHAN hinggap pada para tua-tua (Bilangan 11:25). Roh Tuhan hinggap pada Elisa (2 Raja-raja 2:15).

Agar manusia dapat menyelesaikan pekerjaan Allah, mereka membutuhkan Roh Kudus yang diberikan oleh Tuhan. Yesaya 11:2 menyebutkan enam macam karunia, yang dibagi menjadi tiga kelompok: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat (perencanaan) dan keperkasaan, serta roh pengenalan dan takut akan TUHAN. Hikmat (ḥākmāh) dan pengertian (bināh) merujuk pada karunia-karunia pemerintahan dan kepemimpinan, seperti karunia orang Israel untuk membangun kemah pertemuan, memimpin ibadah, dan menjadi perajin. Nasihat/perencanaan (ʿēṣāh) dan keperkasaan (gĕvûrāh) merujuk pada pengambilan keputusan dan wibawa dalam urusan diplomasi dan militer. Pengenalan (daʿat) dan takut (yirʾāh) merujuk pada pengetahuan tentang Allah dan kehidupan yang saleh. Semua karunia berasal dari Roh Kudus, dan hanya ada satu Roh Kudus, enam karunia tersebut tidak merujuk pada enam roh, tetapi enam jenis dari karunia Roh. Tentu saja, Alkitab juga menyebutkan topik karunia di tempat lain, dan kita dapat menyusun daftar karunia yang lebih lengkap; tetapi, renungan ini terutama mengambil fokus pada Yesaya 11:1-5.

Persiapkan diri anda untuk dipakai oleh Allah
Seorang jenius perlu bekerja keras untuk mengembangkan bakatnya secara penuh. Secara umum, mereka yang dipenuhi dengan Roh Allah adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah. Jadi, apakah orang yang memiliki karunia Tuhan perlu mengasah karunianya? Orang yang telah menerima karunia dari Allah perlu mengasah karunia yang ia terima barulah bisa menjadi matang. Beberapa orang mungkin bertanya, dapatkah orang mengambil inisiatif untuk berlatih dan berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan karunia? Kedaulatan terletak di tangan Tuhan. Terkadang Tuhan memiliki jawaban yang jelas, tetapi terkadang tidak ada jawaban yang jelas. Walau jika tidak ada jawaban yang jelas, tidak ada salahnya mengambil inisiatif untuk berlatih.

Karunia dan kemampuan adalah kualitas eksternal, dan dipenuhi dengan Roh Kudus adalah kualitas hidup internal. Martin Luther percaya bahwa orang-orang pasif dalam dibenarkan, tetapi aktif dalam berpartisipasi dalam pembaruan hidup. Pembaruan hidup adalah pekerjaan Roh Kudus. Ketika kita berusaha dipenuhi dengan Roh Kudus, pertama-tama kita harus memperbarui hidup kita dan mengutamakan Yesus Kristus. Hidup kita terhubung dengan Yesus Kristus, dan Roh Kudus mengatur roh kita. Ketika kita berkomitmen untuk melayani, kita membutuhkan karunia pelayanan, dan Roh Kudus akan mencurahkan karunia yang kita butuhkan.

Kualitas hidup dan karakter
Ayat 3, ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi menurut penglihatan mata atau menjatuhkan keputusan menurut pendengaran telinga. Mereka yang dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin harus adil, dan tidak dapat menghakimi yang benar dan yang salah berdasarkan pendapat pribadi atau desas-desus. Pemimpin harus menggunakan kasih dan keadilan sebagai panduan dalam hati mereka, selalu memiliki kasih dan kebaikan terhadap rekan kerja yang memiliki kelemahan karakter atau kinerja yang tidak memuaskan; pada saat yang sama, mereka harus memperhatikan rekan kerja lain yang sedang bermasalah dan efisiensi keseluruhan tim yang terseret. Secara khusus ayat 4 menunjukkan, Tetapi, ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan adil, dan akan menjatuhkan keputusan dengan jujur terhadap orang yang tertindas di negeri Mereka yang dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin harus adil terhadap yang lemah dan tidak menindas yang tidak berdaya. Mereka yang dipanggil Tuhan untuk menjadi pemimpin memiliki karakter kebenaran dan kesetiaan, Keadilan akan menjadi ikat pinggangnya, dan kesetiaan akan tetap terikat pada pinggangnya, mereka yang melayani Tuhan tidak hanya membutuhkan karunia, tetapi juga karakter, melayani Tuhan harus mempersiapkan diri untuk menggunakan karunia mereka dan pada saat yang sama juga harus membangun karakter mereka.

Refleksi:
• Untuk membangun karakter dan mempersiapkan diri untuk digunakan Tuhan, apakah kita bersedia menggunakan kasih dan keadilan sebagai pemandu kita?

• Ketika kita berkomitmen untuk melayani, Tuhan akan memberikan kita karunia sesuai dengan kehendak-Nya. Apakah saya bersedia menggunakan karunia-karunia ini dengan hati yang bersyukur?

• Roh TUHAN turun, hinggap, dan menggerakkan mereka yang dipilih Tuhan. Jika Tuhan ingin menggunakan Anda, apakah Anda bersedia menanggapinya dengan positif?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 10:20-23

「Allah mengumpulkan umat yang tercerai-berai dan sisa」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 10:20-23 [TB2])
20 Namun, pada waktu itu sisa orang Israel ………dan orang yang terluput di antara keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada bangsa yang mengalahkannya, ………tetapi akan bersandar pada ………TUHAN, Yang Maha Kudus, Allah Israel, dangan setia. 21 Suatu sisa akan kembali, ………suatu sisa Yakub, kepada Allah yang perkasa. 22 Sebab, sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, ………namun hanya sisanya akan kembali. Kebinasaan telah ditetapkan, ………yang meluap dengan keadilan. 23 Sungguh, kebinasaan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan, TUHAN Semesta Alam, pasti ………akan dilaksanakan di seluruh bumi.

Israel bersinar
Yesaya 10:17 mencatat bahwa Terang Israel akan menjadi api, dan Yang Maha Kudus, Allahnya, menjadi nyala api. Ia akan membakar dan memakan habis onak dan duri serentak pada hari yang sama. Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya, dari batang sampai rantingnya, sehingga menjadi seperti seorang sakit yang merana. Ayat Alkitab di sini menyebutkan bahwa api muncul di Asyur dan Israel, dan kemuliaan Asyur dibakar oleh api, dan nyala api itu membakar kesombongan raja Asyur. Adapun Israel, yang semula redup dan tanpa cahaya: Yang Maha Kudus Israel akan seperti nyala api, dan cahayanya akan seperti api, dan akan menghidupkan Israel. Ayat 17 ini mengemukakan dua konsep penting: Yang Mahakudus Israel dan terang Israel. Karena Yang Mahakudus Israel seperti nyala api, maka terang Israel akan seperti api, terang Israel bukan karena kemuliaannya sendiri, tetapi karena cahaya terang Allah, sehingga Israel dapat bersinar.

Terang Israel tidak hanya menerangi orang Israel, tetapi juga terang bangsa-bangsa. Yesaya 42:6-7 mencatat, Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Israel adalah terang bangsa-bangsa, membuka mata orang-orang buta, mengeluarkan tawanan dari penjara, dan mereka yang duduk dalam kegelapan dari ruang bawah tanah. Demikian juga Yesaya 49:6 mencatat, Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi, Allah ingin menghidupkan kembali Israel dan menjadikan Israel sebagai terang bangsa-bangsa.

Menunggu penggenapan nubuat Allah
Yesaya mengumumkan pesan pembebasan Allah ketika Asyur belum jatuh. Yesaya 10:24-25 mencatat, Sebab itu, beginilah firman Tuhan, TUHAN Semesta Alam, Hai umat-Ku yang tinggal di Sion, janganlah takut terhadap Asyur yang memukul engkau dengan gada dan menghantam engkau dengan tongkatnya, seperti yang dilakukan Mesir dahulu. Sebab, sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir, dan murka-Ku akan menyebabkan kehancuran mereka.』」 Nabi Yesaya mengumumkan apa yang didengarnya dari Allah, dan Allah belum bertindak. Allah pertama-tama bernubuat melalui nabi Yesaya untuk menunjukkan kehendak Allah. Asyur adalah alat Allah untuk menghukum Israel; tetapi ketika raja Asyur congkak, Allah akan menghukum Asyur dan menghidupkan kembali Israel. Ayat 20-22, Namun, pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada bangsa yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar pada TUHAN, Yang Maha Kudus, Allah Israel, dangan setia. Suatu sisa akan kembali, suatu sisa Yakub, kepada Allah yang perkasa. Sebab, sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. Kebinasaan telah ditetapkan, yang meluap dengan keadilan. Di sini, kata Pada waktu itu hanya menunjukkan bahwa apa yang dikhotbahkan nabi Yesaya akan membutuhkan waktu untuk terwujud. Seperti yang dikatakan di ayat 23, Sungguh, kebinasaan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan, TUHAN Semesta Alam, pasti akan dilaksanakan di seluruh bumi, Allah adalah Tuhan atas sejarah manusia, dan ada akhir yang telah Ia tentukan sebelumnya; tetapi orang-orang tidak dapat memahami dengan jelas. Allah menyatakan melalui para nabi, pekerjaan apa yang akan Allah selesaikan di Gunung Sion dan Yerusalem? Allah akan mengumpulkan orang-orang Yahudi yang tercerai-berai dan memulihkan kembali umat yang tersisa.

Refleksi:
• Israel dapat bersinar karena terang Allah yang bersinar. Apakah saya memiliki pemahaman baru tentang bersinar bagi Allah?
Terang Israel tidak hanya menerangi orang Israel, tetapi juga merupakan terang bangsa-bangsa. Apakah saya memiliki keinginan untuk menjadi saksi terang bagi orang-orang dari berbagai budaya?
• Allah akan mengumpulkan umat-Nya yang tersebar dan tersisa. Apakah saya bersedia mengemban tugas pemberitaan Injil kepada orang-orang di dunia?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 10:8-19

「Allah menghukum orang Asyur yang sombong」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 10:8-19 [TB2])
8 Ia berkata,
………Bukankah panglima-panglimaku itu raja-raja semua?
9 Bukankah Kalno dihancurkan seperti Karkemis,
………Hamat seperti Arpad,
………atau Samaria seperti Damsyik?
10 Sebagaimana tanganku telah menyergap kerajaan-kerajaan penuh berhala,
………yang mempunyai lebih banyak patung daripada Yerusalem dan Samaria,
11 bukankah akan kulakukan juga kepada Yerusalem dan patung-patung berhalanya,
………seperti yang telah kulakukan kepada Samaria dan berhala-berhalanya?

12 Tetapi, ketika Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di Gunung Sion dan di Yerusalem, Ia akan menghukum bualan raja Asyur yang tinggi hati dan sikapnya yang angkuh sombong. 13 Sebab ia telah berkata,
Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya
………juga dengan hikmatku sebab aku berakal budi;
aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa,
………dan menjarah harta persediaan mereka,
dengan perkasa aku telah menurunkan
………orang-orang yang duduk di atas takhta.
14 Seperti meraih sarang burung,
………tanganku telah meraih kekayaan bangsa-bangsa,
dan seperti meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya,
………aku telah meraup seluruh bumi,
dan tidak seekor pun yang mengepak-ngepakkan sayapnya,
………mengangakan paruh atau menciap-ciap.
15 Mungkinkah kapak memegahkan diri terhadap penebang,
………atau gergaji membesarkan diri terhadap penggergaji?
Seolah-olah gada menggerakkan penggada,
………dan seolah-olah tongkat mengangkat pembawanya yang bukan kayu!
16 Sebab itu, Tuhan, TUHAN Semesta Alam,
………akan membuat tentara mereka yang tegap
………menjadi kurus kering oleh penyakit,
sebagai ganti kemuliaannya ia dibakar habis,
………seperti oleh kobaran api.
17 Terang Israel akan menjadi api,
………dan Yang Maha Kudus, Allahnya,
………menjadi nyala api.
Ia akan membakar dan memakan habis onak dan duri
………serentak pada hari yang sama.
18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya
………akan dihabiskan-Nya, dari batang sampai rantingnya,
………sehingga menjadi seperti seorang sakit yang merana.
19 Sisa pohon-pohon hutannya
………akan amat sedikit jumlahnya,
………sehingga seorang anak pun dapat mencatatnya.

Kesombongan menyebabkan keputusan yang salah
Ketika raja Asyur bersikap sombong dan tidak menghormati Allah, ia melakukan hal-hal yang menyinggung Allah. Seperti yang dicatat di Yesaya 10:8-11, Ia berkata, Bukankah panglima-panglimaku itu raja-raja semua? Bukankah Kalno dihancurkan seperti Karkemis, Hamat seperti Arpad, atau Samaria seperti Damsyik? Sebagaimana tanganku telah menyergap kerajaan-kerajaan penuh berhala, yang mempunyai lebih banyak patung daripada Yerusalem dan Samaria, bukankah akan kulakukan juga kepada Yerusalem dan patung-patung berhalanya, seperti yang telah kulakukan kepada Samaria dan berhala-berhalanya?』」 Raja Asyur menyebutkan enam kota: Karkemis, Hamat, Arpad, Samaria, Damsyik, yang merupakan beberapa kota besar yang ditaklukkannya. Pada waktu itu, kota-kota penting di lembah dua sungai, dari utara ke selatan, berada di bawah kendali penuh raja Asyur. Raja-raja dari kota-kota penting ini menjadi hamba-hambanya, jadi tidak mengherankan jika raja Asyur bersikap sombong. Meskipun ia berhasil dalam urusan militer, apa yang dipikirkan dan dilakukannya jauh dari kehendak Allah. Allah hanya ingin ia menghukum orang Israel, bukan membinasakan mereka, dia sendiri tidak bermaksud demikian, dan rancangan hatinya tidak demikian, sebab niat hatinya ialah memunahkan dan melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa (ayat 7). Oleh karena itu, Tetapi, ketika Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di Gunung Sion dan di Yerusalem, Ia akan menghukum bualan raja Asyur yang tinggi hati dan sikapnya yang angkuh sombong.

Kesombongan membawa pada kejatuhan
Keberhasilan raja Asyur membuatnya sombong dan congkak. Ketika raja Asyur merasa bahwa bumi ada di bawah kakiku, ia menjadi congkak dan tidak tahu bagaimana merendahkan diri di hadapan Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan ia tidak dapat melihat perbuatan-perbuatan Allah. Ayat 13-14 mencatat, ia berkata Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya juga dengan hikmatku sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan menjarah harta persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti meraih sarang burung, tanganku telah meraih kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang mengepak-ngepakkan sayapnya, mengangakan paruh atau menciap-ciap. Allah akan membuat kemuliaan congkak raja Asyur menjadi kegagalan, Sebab itu, Tuhan, TUHAN Semesta Alam, akan membuat tentara mereka yang tegap menjadi kurus kering oleh penyakit, sebagai ganti kemuliaannya ia dibakar habis, seperti oleh kobaran api. Nabi Yesaya telah mendengar firman Allah, tetapi Allah mungkin belum bertindak, nabi Yesaya menyampaikan pesan sesuai dengan apa yang didengarnya. Mungkin Asyur sedang berjaya, tetapi tiba-tiba seperti bendungan yang jebol, dan berjatuhan satu demi satu. Siapa manusia yang dapat meramalkan bahwa kejayaan Asyur akan terbakar oleh api? Siapa manusia yang dapat mengendalikan sejarah?

Refleksi:
• Kesombongan raja Asyur menyebabkannya membuat keputusan yang salah. Apakah saya bersedia mengingatkan diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama seperti raja Asyur?

• Raja Asyur dengan congkak mengira ia dapat mengendalikan sejarah, tetapi ia berakhir dengan kekalahan total. Apakah saya bersedia belajar dari sejarah ini?

• Para nabi menyampaikan firman yang mereka dengar dari Allah. Terkadang firman ini berbeda dengan analisis manusia tentang situasi saat ini. Apakah saya bersedia belajar dari para nabi untuk mendengar firman dari Allah, berdoa memohon peneguhan, dan kemudian menyampaikan firman Allah?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 10:1-7

「Allah menggunakan Asyur sebagai alat penghakiman」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 10:1-7 [TB2])
1 Sungguh celaka mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, ………dan mengarang keputusan-keputusan yang lalim, 2 untuk memutarbalikkan keadilan dari orang lemah, ………merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, dan supaya mereka dapat merampas milik janda-janda, ………dan menjarah anak-anak yatim! 3 Apakah yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman, ………dan pada waktu kebinasaan yang datang dari jauh? Kepada siapakah kamu hendak lari minta tolong, ………dan di manakah hendak kamu tinggalkan kekayaanmu? 4 Tak dapat kamu lakukan apa-apa, selain dari meringkuk di antara tawanan, ………atau tewas di antara orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, ………dan tangan-Nya masih teracung. 5 Sungguh celaka Asyur, cambuk murka-Ku ………yang tangannya memegang tongkat amarah-Ku! 6 Terhadap bangsa yang murtad Aku mengutusnya, ………terhadap umat sasaran murka-Ku Aku akan memerintahkannya, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, ………dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. 7 Namun, dia sendiri tidak bermaksud demikian, ………dan rancangan hatinya tidak demikian, sebab niat hatinya ialah memunahkan ………dan melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa.

Allah tidak menoleransi dosa umat pilihan-Nya
Dua tema utama Yesaya 10:5-12:6 adalah hukuman atas Asyur dan keselamatan bagi Yehuda. Dalam Perjanjian Lama, selalu menekankan bahwa Allah memegang kendali atas sejarah orang Israel dan sejarah seluruh umat manusia. Dalam peristiwa Keluaran dari Mesir dan masuk ke Kanaan, dinyatakan dengan jelas bahwa berhala asing tidak memiliki kuasa dan bahwa Allah TUHAN lebih unggul daripada segala ilah-ilah. Patut diperhatikan bahwa ketika orang Israel dikalahkan oleh Asyur dan Yehuda dikalahkan oleh Babel, Perjanjian Lama tetap mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang memegang kendali atas sejarah orang Israel dan sejarah seluruh umat manusia. Bukankah istimewa bahwa suatu bangsa yang dikalahkan oleh bangsa asing mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang memegang kendali atas sejarah orang Israel dan sejarah seluruh umat manusia? Pesan Kitab Yesaya dan bahkan seluruh Alkitab adalah bahwa tidak peduli apakah orang Israel dalam keadaan kuat atau lemah, Allah tetap Tuhan yang memegang kendali atas sejarah orang Israel dan sejarah seluruh umat manusia. Banyak orang bertanya, mengapa orang Israel berubah dari makmur menjadi merosot? Mengapa Allah membiarkan Israel dikalahkan oleh bangsa asing? Ketika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, iman Anda mulai memiliki kedalaman.

Yesaya 10:1-4 mencatat, Sungguh celaka mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mengarang keputusan-keputusan yang lalim, untuk memutarbalikkan keadilan dari orang lemah, merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, dan supaya mereka dapat merampas milik janda-janda, dan menjarah anak-anak yatim! Apakah yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman, dan pada waktu kebinasaan yang datang dari jauh? Kepada siapakah kamu hendak lari minta tolong, dan di manakah hendak kamu tinggalkan kekayaanmu? Tak dapat kamu lakukan apa-apa, selain dari meringkuk di antara tawanan, atau tewas di antara orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. TUHAN adalah Allah yang benar, Dia tidak akan pernah menoleransi umat-Nya. Ketika umat-Nya melakukan kesalahan, Dia memberi mereka kesempatan. Namun, ketika umat-Nya menolak untuk mendengarkan teguran para nabi dan terus berbuat dosa, Allah akan menghukum umat-Nya melalui serangan bangsa-bangsa asing. Patut kita perhatikan kalimat singkat ini, Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. Kita harus berhati-hati untuk tidak memahami Allah menurut imajinasi kita sendiri. Ini karena kelemahan manusia adalah mereka menginginkan dewa rumahan, dewa yang dapat mengubah kemalangan menjadi keberuntungan, dan dewa yang mengabulkan semua permintaan apa pun, dan mereka tidak mau dituntut atau diatur oleh Allah.

Allah dapat menggunakan musuh-musuh umat pilihan untuk menghukum umat pilihan
Ayat 5, Sungguh celaka Asyur, cambuk murka-Ku yang tangannya memegang tongkat amarah-Ku! Ini berarti bahwa Asyur adalah alat penghakiman Allah, tetapi kedaulatan tertinggi ada di tangan Allah. Ayat 6-7 mencatat tujuan Allah, Terhadap bangsa yang murtad Aku mengutusnya, terhadap umat sasaran murka-Ku Aku akan memerintahkannya, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Namun, dia sendiri tidak bermaksud demikian, dan rancangan hatinya tidak demikian, sebab niat hatinya ialah memunahkan dan melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa. Allah hanya ingin Asyur menghukum orang Israel, bukan untuk memusnahkan mereka. Allah adalah Allah yang benar, Allah yang penuh kasih, dan Allah yang kudus. Hukuman Allah terhadap orang-orang disertai dengan komponen kasih, dengan harapan bahwa orang-orang akan berbalik. Allah menggunakan Asyur untuk menghukum orang Israel, bukan untuk membiarkan Asyur menghancurkan Israel.

Refleksi:
• Kasih Allah bagi umat pilihan-Nya bukanlah pemanjaan berlebihan atau pembiaran semau-maunya, melainkan akan ada hukuman atas kesalahan. Apakah kita bersedia berhati-hati terhadap diri sendiri?

• Allah menghukum kesalahan dengan belas kasihan. Saat saya melakukan kesalahan, apakah saya bersedia mengakuinya?

• Tujuan hukuman Allah atas kesalahan adalah membuat manusia berbalik arah. Ketika Allah memberi mereka yang telah melakukan kesalahan kesempatan untuk berbalik arah, apakah Anda bersedia memberi mereka kesempatan?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.