Tag Archives: Didache

Roma 14:13-17

「Jangan Asal Memberi Label, Melukai Saudara. Memfitnah Gereja」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 14:13-17 [ITB])
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!
14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.
16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah.
17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Dalam Rom. 14:13-17, Paulus membandingkan makanan dengan saudara, membandingkan makan dan minum dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus, dan membandingkan kebaikanmu dengan batu sandungan atau perangkap , makananmu dibandingkan dengan membunuh saudaramu. Melalui perbandingan yang tajam ini, Paulus mengemukakan bahwa jika kita keras kepala karena hal-hal kecil, seperti ketegaran kita atas pandangan terhadap makanan, menyakiti saudara-saudara yang Kristus telah mati untuk mereka, kesalahan kita terlalu besar. Kita mungkin berpikir bahwa kegigihan dan wawasan kita lebih tinggi, dan bahwa kita memiliki penilaian baik, tetapi baiknya kita ini pada akhirnya hanya mengundang kehancuran. Jika kita menggunakan cara semena-mena untuk mendorong baiknya kita dalam kekeraskepalaan kita, membuat orang-orang terluka, gereja terpecah, dan nama Tuhan dinistakan. Apakah yang kita pertahankan itu tetap adalah baik? Beberapa orang Kristen memiliki sikap keras siap perang suci, keras kepala, dan tidak takut menyakiti orang lain, ini mudah menjadikan hal-hal kecil menjadi besar, menghakimi orang dengan kata-kata spiritual, dengan mudah menjatuhkan putusan bahwa orang lain berdosa, dan menilai orang sebagai kejahatan. Dalam istilah bahasa Mandarin, beberapa orang Kristen melakukan perang suci yang tidak berkenan kepada Tuhan, telah asal-asalan memberikan label dan nama dosa kepada orang lain, mereka tidak membangun gereja, tetapi melukai gereja dan membiarkan nama Tuhan hancur dinistakan.

Dalam Rom. 14:13, Paulus menggunakan dua kali kata krinos (ITB: menghakimi, menganut pandangan) (KJV: dua kata judge). Ketika kita menghakimi orang, itu adalah menjatuhkan keputusan dosa orang itu, itu adalah mengadili orang! Ketika kita terbiasa saling menghakimi, mengkarakterisasi satu sama lain, dan saling menjatuhkan keputusan dosa, gereja tercabik-cabik! Sebaliknya, kita harus mengambil keputusan (krino, ITB: menganut pandangan) dan bertekad untuk tidak melukai saudara-saudari kita! Dalam semua hal membangun, tidak menyakiti, dan tidak boleh meletakkan batu sandungan atau perangkap untuk menyakiti saudara-saudari. Ketika Paulus berbicara tentang melukai semacam ini, ia tidak hanya menggunakan ungkapan menyakiti hati (lupeo), tetapi kemudian juga menggunakan kata yang kuat membinasakan (apollumi). Kata membinasakan (apollumi) muncul untuk pertama kalinya dalam Perjanjian Baru, di Matius 13 mencatat bahwa Herodes hendak membinasakan bayi Yesus. Di surat Roma, kata ini muncul pertama kali di 2:12 Paulus berkata: semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat … Ketika kita menghakimi semaunya, kita membunuh reputasi orang lain, sama dengan membiarkan orang lain mengalami pembunuhan rohani. Secara sewenang-wenang dan dengan jahat memandang rendah atau menghakimi seseorang itu bukanlah dosa yang ringan! Ketika Yesus memberikan Khotbah di Bukit, Ia berkata, … siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. (Mat. 5:22). Dalam Alkitab dan dalam sejarah gereja, karena hal-hal yang relatif kecil lalu melakukan fitnah, tuduhan, menghakimi, penghinaan dan permusuhan, telah mengakibatkan penderitaan serta pembunuhan kepada saudara dan saudari yang berbeda itu, kita harus sangat waspada! Di era Reformasi agama, raja Prancis menyerang orang-orang Kristen dan terjadilah pembantaian Santo Bartholomew yang mengerikan (Agustus 1572). Pembantaian itu berlangsung selama beberapa minggu dan menyebar ke pedesaan, hingga puluhan ribu orang terbunuh. Perang suci yang tidak dikontrol sangat berbahaya. Hentikan! Hati-hati! Ingatlah!

Teringat tentang hikmat gereja mula-mula dalam menangani perselisihan, hikmat dari ajaran baptisan dalam 《Pengajaran Rasul-rasul》(The Didache): Tentang baptisan, ketika melakukan ini: pertama-tama pelajari dahulu semua hal yang disebutkan di atas, kemudian pergi ke air yang mengalir dan baptiskan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus; tetapi jika tidak ada air yang mengalir, dapat membaptis menggunakan air yang lain, jika tidak dapat menggunakan air dingin , dapat menggunakan air hangat , jika dua macam ini tidak ada, dapat memercikkan air tiga kali di kepala dan membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sebelum baptisan dilakukan, pembaptis dan orang yang dibaptis harus berpuasa, dan siapapun yang bisa juga ikut berpuasa. Hendaknya berpesan kepada yang ingin dibaptis agar berpuasa selama satu atau dua hari sebelum dibaptis. Mereka membawa hati yang saleh dan mendorong semua orang berpuasa sebelum menerima baptisan. Mengenai cara baptisan, pilihan pertama mereka adalah menggunakan air yang mengalir seperti sungai sesuai dengan cara Tuhan Yesus dibaptis, jika tidak bisa, tetap memilih dahulu air dingin, karena air dingin lebih mirip air sungai, jika tidak bisa, air hangat juga boleh. Jika lingkungan tidak memungkinkan cara selam / celup, cara percikan air juga bagus. Mereka memiliki prinsip bahwa mereka mencoba mengikuti cara baptisan Kristus, tetapi mereka tahu bahwa gereja-gereja di tempat yang berbeda berada dalam situasi yang sangat berbeda dan tidak dapat digeneralisasi, sehingga mereka juga fleksibel. Jangan tegar ritual, menjadi mutlak, menjadi jebakan ketidaksepakatan, perselisihan atau pengucilan. Semoga kita juga memiliki kebijaksanaan seperti ini! Kita tidak boleh melukai dan mendiskreditkan saudara-saudari karena perbedaan dalam hal kecil!

Renungkan:

Di gereja dan di antara orang-orang Kristen, beberapa orang cenderung untuk memperuncing hal-hal kecil menjadi besar. Ketika berurusan dengan perselisihan dan perbedaan, mereka tidak saling memahami atau membimbing satu sama lain, tetapi dengan cepat sampai pada kesimpulan, penilaian atau pernyataan yang keras. Pernahkah Anda bertemu orang-orang demikian? Menurut Anda, perbaikan seperti apa yang seharusnya dilakukan?

Di gereja dan di antara orang-orang Kristen, beberapa orang memiliki kontrol diri, rela mendengarkan, dan memiliki prinsip-prinsip. Mereka juga memiliki hikmat yang sesuai, dapat dengan tepat menangani kesalahpahaman dan perbedaan antara saudara dan saudari. Pernahkah Anda bertemu orang seperti itu? Apakah Anda merindukan memiliki kualitas seperti itu? Apakah Anda ingin menjadi orang seperti itu?


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 14:5-12

「Kita Satu Keluarga. Hidup bagi Tuhan. Jangan Hina Saudara-saudari!」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 14:5-12 [ITB])
5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.
7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis: Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah. 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Paulus menyebutkan dalam Roma 14-5 bahwa gereja terpecah dan berselisih demi hari (day). Apa masalah konkret yang diangkat oleh Paulus, terdapat pandangan yang berbeda di antara para sarjana. Mungkin ada dua poin utama: 1. Apakah gereja masih memelihara Sabat Yahudi di luar hari Minggu (sebagai hari Tuhan)? Apakah masih menjaga hari raya lain dalam Perjanjian Lama? 2. Ada sebagian tradisi Yahudi dan sebagian tradisi gereja mula-mula akan mengambil puasa dua hari setiap minggu, apakah Gereja harus mengikuti kebiasaan Yahudi atau mengadopsi kebiasaan yang berbeda dari orang-orang Yahudi, ini adalah tantangan utama bagi gereja mula-mula, terutama saat itu orang percaya non Yahudi yang menjadi kelompok arus utama gereja. 《Pengajaran Rasul-rasul》(The Didache) adalah literatur gereja di akhir abad pertama atau awal abad kedua, ketika berbicara tentang puasa dituliskan: Hari puasamu jangan ditetapkan sama dengan orang munafik itu, mereka sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, engkau berpuasa pada hari Rabu dan Jumat. Pada waktu itu, kebiasaan gereja non-Yahudi dan kebiasaan orang Yahudi secara bertahap sudah dipisahkan, bahkan hari puasa juga terpisah. Pada saat itu, beberapa orang bersikeras mempertahankan aturan Yahudi dan berpuasa pada hari tertentu, tetapi beberapa orang percaya non-Yahudi tidak berpikir bahwa aturan Yahudi harus dipatuhi, memandang setiap hari adalah sama. Apakah masih tetap mengikuti kebiasaan orang Yahudi? Bagaimana cara mengubahnya? Itu merupakan tantangan besar bagi gereja mula-mula dan juga menghasilkan banyak perbedaan dan perselisihan.

Apa yang diperhatikan oleh Paulus bukanlah mana pandangan yang terbaik, mana yang salah, karena ini bukan hal-hal yang berkaitan dengan inti iman, banyak fleksibilitas yang Allah izinkan. Mengikuti teks di atas, fokus Paulus bahwa makan atau tidak, bagaimana melihat hari yang berbeda, bukanlah yang paling penting, ketika saudara dan saudari saling bertengkar, terpecah dan menyerang satu sama lain demi masalah yang bukan kebenaran inti, Paulus paling peduli untuk mengingatkan kita, orang-orang yang tidak setuju satu sama lain adalah orang-orang yang menjadi milik Tuhan; dan kita telah diselamatkan oleh anugerah kasih karunia, maka sepatutnya menjadi korban persembahan yang hidup, oleh karena itu, kita harus hidup untuk Tuhan dan mati untuk Tuhan. Maka kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, karena kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, jangan terlalu keras kepala dalam pandangan kita sendiri tentang beberapa topik kecil, jangan berselisih dalam perbedaan topik kecil, membangkitkan badai perseteruan aku hidup dan Anda mati di gereja.

Sekali lagi Paulus menggunakan kata menghakimi, (14:3-5, 10, 13, 22) dan menghina (14:3, 10) untuk mengingatkan kita agar tidak melukai antara saudara-saudari karena pendapat yang berbeda dan relatif hal-hal kecil, bahkan menyebabkan gereja terpecah. Petrus berkata dengan baik, Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (1 Pet. 4:7-8). Tidak dapat dihindari bahwa di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Ams. 10:19). Ketika orang Kristen menciptakan konflik besar dan saling serang karena perbedaan kecil, itu benar-benar memalukan, kadang-kadang lebih buruk daripada orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya tahu bagaimana mengatakan: Ketika kamu menghadapi musuh, taklukkan dia dengan kasih. Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Paulus sering mengingatkan kita: hendaknya membangun orang. Di antara anggota tubuh, di antara keluarga, jika terdapat pendapat yang berbeda, ingat: jangan dendam! Jangan hitung-hitungan tentang itu! Bagaimana Kristus mengasihi kita, bagaimana kita mengasihi keluarga kita! Kita harus membangun orang dalam segala hal!

Renungkan:

Tragedi besar dalam hidup adalah bahwa anggota keluarga menjadi musuh dan menjadi orang asing, teman menjadi lawan dan menjadi musuh besar! Pernahkah Anda melihat atau mengalami tragedi ini? Mengapa ini terjadi? Apakah Anda bersedia menghentikan tragedi ini di keluarga atau gereja Anda?

Ada orang berkata: Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Apakah Anda setuju? Sebagai orang Kristen, kita semua adalah milik Tuhan! Hari ini tidak bertemu, kelak tetap harus bertemu lagi di rumah sorgawi. Jika kita memiliki kontradiksi, kesalahpahaman, dan ketidaksepakatan, apakah Anda bersedia menempuh lebih banyak usaha lagi, membicarakannya secara terperinci dengan anggota keluarga dan saudara atau saudari yang memiliki perbedaan pendapat? Ekspresikan kasih tulus kita! Terimalah bahwa kita masih ada perbedaan! Akui dengan yakin kita masih keluarga! Penuh iman percaya bahwa Tuhan masih memiliki cukup anugerah!


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.