Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 36:5-9

「Pewarisan dan menjaganya」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 36:5-9 [ITB])
5 Lalu Musa memerintahkan kepada orang Israel sesuai dengan titah TUHAN: Perkataan suku keturunan Yusuf itu benar. 6 Inilah firman yang diperintahkan TUHAN mengenai anak-anak perempuan Zelafehad, bunyinya: Mereka boleh kawin dengan siapa saja yang suka kepada mereka, asal mereka kawin di lingkungan salah satu kaum dari suku ayah mereka.
7 Sebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya. 8 Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya. 9 Sebab milik pusaka itu tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi suku-suku orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusakanya sendiri.』」

Bilangan 27 menyebutkan bahwa para anak perempuan Zelafehad meminta untuk mewarisi pusaka milik ayahnya karena ayahnya meninggal dan tidak mempunyai anak laki-laki. Jawaban Allah menetapkan aturan baru di Israel sehingga mereka dapat mewarisi pusaka milik ayah mereka. Namun, karena kurang memahami aturan ini maka kepala puak Zelafehad datang untuk bertanya kepada Musa. Poin-poin berikut dibahas:

• Kepala puak bertanya, ada hal yang mungkin dapat mengurangi milik pusaka suku tersebut (ayat 1-4): mereka khawatir jika para anak perempuan Zelafehad menikah dengan seseorang dari suku lain, tanah itu dengan sendirinya akan beralih menjadi milik suku lain di masa depan, maka tanah suku mereka relatif berkurang. Apalagi, bahkan hukum tahun Yobel hanya berlaku untuk tanah yang sudah dijual, dan tidak mengatur tentang pewarisan tanah pusaka, hal ini jelas bertentangan dengan niat semula untuk menjaga keutuhan tanah pusaka setiap suku.

• Allah menjawab bahwa mereka hanya dapat menikah dengan orang dari suku yang sama (ayat 5-9): Musa kembali bertanya kepada TUHAN (Yahweh), TUHAN setuju dengan keprihatinan mereka dan berpesan bahwa para anak perempuan Zelafehad diizinkan menikah sesuka hati, tetapi mereka harus menikah dengan seseorang dari marga yang sama dari suku ayah mereka, jangan sampai milik pusaka berpindah dari satu suku ke suku lainnya. Gagasan di balik aturan ini adalah bahwa setiap suku Israel memegang (dābaq) menjaga milik pusaka mereka sendiri (ayat 7, 9).

• Umat taat, para anak perempuan Zelafehad menurut (ayat 10-12): jadi Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat anak-anak perempuan Zelafehad. (ayat 10), mereka semua menikah dengan anak-anak lelaki dari pihak saudara-saudara ayah mereka, marga keturunan Manasye, sehingga milik pusaka tetap dalam suku yang sama.

Renungkan:
Dari perspektif manajemen konflik, hal ini menawarkan setidaknya dua pelajaran berharga:

Konflik sering kali muncul dari situasi baru. ketika orang Israel berada di Mesir dan padang gurun tidak ada masalah pewarisan, tetapi begitu mereka memasuki Kanaan, masalah pewarisan menjadi sangat penting. Titik berat konflik sering kali adalah perebutan sumber daya yang terbatas — dalam peristiwa ini, tanah; tetapi ini hanya titik berat yang dapat dilihat di permukaan, dan konflik kepentingan pribadi atau potensi yang ada di baliknya mungkin lebih penting. Para anak perempuan Zelafehad pasti ingin mempertahankan nama untuk ayah mereka, dan para kepala puak mereka bahkan lebih khawatir tentang hilangnya tanah di suku mereka di kemudian hari.

Hal terpenting untuk menyelesaikan konflik adalah membangun sistem. Musa membawa pertanyaan itu kepada TUHAN (Yahweh). Instruksi TUHAN tidak hanya menyelesaikan kasus ini, tetapi juga mengubah kasus menjadi aturan umum. Prinsip terpenting yang ditunjukkan dalam hal ini adalah menjaga tanah masing-masing suku, puak dan keluarga tetap utuh, serta tidak mengizinkan peralihan permanen. Karena tanah itu awalnya milik Allah, Dia menugaskan orang untuk mengelolanya. Ini juga menjadi pelajaran terpenting bagi bangsa Israel saat memasuki Tanah Perjanjian.

Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill: Jangan pernah biarkan krisis yang baik menjadi sia-sia (Never let a good crisis go to waste).

Tambahan penerjemah:
Jika milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku sesama Israel umat Allah, tetapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya. Bagaimana dengan kita, apakah memegang dan menjaga pewarisan iman Kristen kepada anak cucu kita? Apakah anak cucu kita sebagai pemberian Allah, kita jaga agar tetap menjadi milik Tuhan Yesus? Apakah mereka kita didik sejak kecil untuk mementingkan memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan Yesus melalui saat teduh setiap hari ataukah hanya mementingkan tugas-tugas sekolah saja?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 35:9-12

「Lewi dan kota perlindungan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 35:9-12 [ITB])
9 TUHAN berfirman kepada Musa: 10 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 11 maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. 12 Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili.

Bacalah Bilangan 35 (klik untuk membuka)

Catatan tentang hukum Taurat terkait kota perlindungan di dalam Pentateukh (5 kitab Musa), yang paling rinci adalah di Bilangan 35, dan kemudian Musa mengulang hukum tersebut (Ulangan 19), Yosua menaati dan melaksanakan perintah ini (Yosua 20).

Kota-kota Lewi (ayat 1-8): pasal sebelumnya berbicara tentang pembagian tanah pusaka kepada dua belas suku Israel, tetapi tidak kepada orang Lewi, karena melayani Allah adalah milik pusaka mereka dan penghasilan mereka adalah sepersepuluhan masing-masing suku. Tetapi orang Lewi masih membutuhkan tempat tinggal, maka Allah memerintahkan agar empat puluh delapan kota Israel dibagikan kepada mereka, sehingga mereka tinggal tersebar di antara suku-suku Israel, seperti Allah tinggal di antara orang Israel melalui Kemah Pertemuan. Perhatikan bahwa dalam delapan ayat pendek ini, kata kerja memberi muncul sembilan kali, mengingatkan orang Israel agar memperlakukan dengan baik hamba-hamba Allah.

Kota perlindungan bagi pembunuh yang tidak sengaja (ayat 9-34):

• Makna kota perlindungan: kota perlindungan (ʽārê miqlāṭ) (ayat 6, 11, 12) sesuai fungsinya, tujuannya adalah agar para pelaku pembunuhan yang tidak sengaja bisa ke sini untuk mencari perlindungan dan menunggu pengadilan yang adil, menghindarkan diri dari penuntut balas. Arti asli dari akar dari penuntut balas (gō’ēl) adalah kata kerja (gā’al) menebus, terkait tanggung jawab untuk menebus tanah yang dijual oleh kerabat miskin, atau menebus kerabat yang memiliki hutang dan menjual diri sebagai budak, atau sesuai dengan hukum perkawinan menikahi janda saudara laki-laki untuk melahirkan anak penerus bagi almarhum. Tetapi yang paling penting adalah membalaskan darah kerabat yang terbunuh.

• Pengaturan kota perlindungan (ayat 13-15): umat Israel memilih tiga kota di kedua sisi Sungai Yordan sebagai kota perlindungan sehingga pelaku pembunuhan yang tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana di dekatnya. Kota-kota ini semuanya adalah kota orang Lewi.

• Pembunuh dan pelaku pembunuhan yang tidak sengaja (ayat 16-29): pembunuh harus dihukum mati, tetapi jika tidak sengaja, dia harus diberikan jalan agar tidak diburu oleh para penuntut balas. Meskipun pembunuhan itu tidak disengaja, dia mengambil nyawa orang lain, jadi dia harus dihukum. Dia harus ditahan untuk tinggal di kota perlindungan, dan hanya setelah kematian imam besar saat itu dia bisa bebas dan pulang kembali ke tanah kepunyaannya sendiri (ayat 28).

• Putusan hukuman dan pelaksanaan (ayat 30-34): pada zaman kuno, putusan didasarkan pada pengakuan para saksi, dan dibutuhkan paling tidak dua orang saksi untuk menjatuhkan putusan hukuman. Pembunuh yang sudah dijatuhkan putusan hukumnya tidak boleh menggunakan uang untuk menebus hidupnya. Bahkan jika itu adalah pembunuhan tidak sengaja, dia tidak bisa membeli kebebasan dengan uang. Tuntutan yang demikian agar keadilan dapat ditegakkan, sehingga tidak menajiskan tanah itu.

Renungkan:
Penduduk tetap kota-kota perlindungan adalah orang Lewi, dan mereka juga yang menerima para pelaku pembunuhan tidak sengaja. Dan kematian imam besar membuat hutang dosa pembunuhan itu ditebus dan bisa pulang ke tempat asal mereka. Semua ini melambangkan Kristus, karena Ia dihukum sebagai pengganti, sehingga kita bisa diselamatkan dan aman.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 33:1-4, 34:1-2

「Perjalanan dan target tujuan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 33:1-4, 34:1-24 [ITB])
33:1 Inilah tempat-tempat persinggahan orang Israel, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan demi pasukan, di bawah pimpinan Musa dan Harun; 2 Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: 3 Mereka berangkat dari Rameses pada bulan yang pertama, pada hari yang kelima belas bulan yang pertama itu; pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar, oleh tangan yang dinaikkan, di depan mata semua orang Mesir, 4 sementara orang Mesir sedang menguburkan orang-orang yang telah dibunuh TUHAN di antara mereka, yakni semua anak sulung; sebab TUHAN telah menjatuhkan hukuman-hukuman kepada para allah mereka.

34:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya.

Terberkatilah orang yang memanfaatkan setiap tahap hidup dan taat bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah

Bilangan 33: mencatat perjalanan orang Israel dari keluaran Mesir sampai ke dataran Moab.

• Awal perjalanan: ayat 3, orang Israel dengan kepala yang terangkat meninggalkan Mesir pada hari kedua Paskah. Teks bahasa asli dari tangan yang dinaikkan (bǝyād rāmâ) mengangkat tinggi tangan, atau bisa juga diterjemahkan sebagai tanpa rasa takut, yang berarti mereka meninggalkan Mesir dalam postur kemenangan. Alkitab secara khusus menyatakan bahwa sementara orang Mesir sedang menguburkan … anak sulung

• Sifat dari perjalanan: Alkitab mencantumkan 40 tempat orang Israel berkemah mulai dari Rameses sampai tiba di dataran Moab. Pola penulisannya adalah berangkat dari A, lalu berkemah di B; berangkat dari B, lalu berkemah di C. Dalam pasal ini, digunakan masing-masing 42 kali kata kerja nāsaberangkat (atau diterjemahkan sebagai mencabut pasak kemah) dan kata kerja ḥānâ berkemah (memasang kemah), ditambah kata benda ṣǝbā’ôt pasukan demi pasukan di ayat 1, semuanya dalam istilah militer, menekankan bahwa orang Israel adalah pasukan berkemenangan yang dipimpin TUHAN (Yahweh)

• Tahapan perjalanan: terbagi menjadi tiga bagian: (1) dari Mesir ke Sinai (ayat 5-15), (2) dari Sinai ke Kadesh (ayat 16-36), (3) dari Kadesh ke dataran Moab Biasa (ayat 37-49). Alkitab hanya mencantumkan lokasi, tetapi tidak mencantumkan jarak antara lokasi, juga tidak mencatat waktu yang dihabiskan di setiap segmen. Beberapa nama tempat dalam Kitab Bilangan tetapi tidak dicantumkan dalam daftar ini (seperti Tabera), tetapi ada 18 nama tempat yang tidak pernah muncul di catatan lain. Selain itu, hanya ada beberapa tempat yang diberikan keterangan singkat (seperti mata air Elim dan Rafidim di sana tidak ada air minum untuk bangsa itu), sebaliknya Gunung Sinai yang terpenting tidak diberikan penjelasan.

Bilangan 34: menyebutkan tujuan utama perjalanan Israel yakni memasuki tanah Kanaan.

• Batas wilayah Kanaan (ayat 1-15): mereka akan menetap di tanah ini. Kecuali Gad, Ruben dan separuh suku Manasye di sebelah timur Sungai Yordan, batas Tanah Perjanjian adalah sebagai berikut: batas selatan adalah selatan Laut Mati berbatasan dengan Edom (ayat 3-5), batas barat adalah laut besar dan pantainya (Laut Mediterania) (ayat 6), dan batas utara Hamat, sekitar 73 kilometer barat laut Damaskus di Suriah masa kini (ayat 7-9), batas timurnya adalah Sungai Yordan, membentang dari timur danau Kineret ke selatan sampai Laut Mati (ayat 10-12).

• Pembagian tanah Kanaan (ayat 16-29): karena tanah suku Ruben dan Gad berada di sebelah timur Sungai Yordan, maka kedua suku itu tidak mengutus perwakilan untuk ikut serta dalam pembagian tanah. Sebelum Musa meninggal, TUHAN menuntun dia ke Gunung Nebo dan menunjukkan kepadanya seluruh Tanah Perjanjian (Ulangan 34:1-3). Tetapi sampai kematian Yosua, masih banyak tanah yang belum diperoleh orang Israel : termasuk lima kota di Filistin, Libanon dan wilayah utara tanah orang Asyur (Yosua 13:1-6). Belakangan, tanah-tanah ini tidak ada satu pun yang diperoleh dalam sejarah Israel.

Renungkan:
Hal terpenting dalam hidup adalah melakukan hal yang paling penting. Beberapa orang menganjurkan ada mulai ada akhir, sementara yang lain sangat merekomendasikan Sasaran, dan Hasil yang merupakan kunci utama (OKR, Objectives and Key Results). Terberkatilah Anda untuk memanfaatkan setiap tahap hidup Anda dan bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 32:16-19

「Kompromi dan Mengijinkan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 32:16-19 [ITB])
16 Tetapi mendekatlah mereka kepadanya serta berkata: Kami hendak mendirikan kandang-kandang kambing domba di sini untuk ternak kami dan kota-kota untuk anak-anak kami, 17 tetapi kami sendiri akan mempersenjatai diri dan dengan bersegera kami akan berjalan di depan orang Israel, sampai kami membawa mereka ke tempatnya; sementara itu anak-anak kami akan tinggal dalam kota-kota yang berkubu oleh karena penduduk negeri ini; 18 kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya; 19 sebab kami tidak mau menerima milik pusaka di seberang sungai Yordan sana dan seterusnya, apabila kami mendapat milik pusaka di seberang sungai Yordan sini, di sebelah timur.

Meskipun Musa mengkritik keras dua suku Ruben dan Gad, mereka mengusulkan rencana jalan tengah yang baru, bahwa jika Musa mengizinkan mereka mendapatkan tanah di sebelah timur Sungai Yordan, maka kaum laki-laki mereka akan bersenjata menyeberangi Sungai Yordan bersama suku-suku Israel lainnya, sampai setelah pertempuran selesai barulah mereka akan kembali ke timur Sungai Yordan. Mereka lebih bersedia menjadi garis terdepan dari tentara Israel. Dalam Bilangan 32, berulang kali disebutkan di hadapan TUHAN (ayat 20, 21, 22, 27, 29, 32, 13) untuk menyatakan sifat pentingnya hal ini. Ini mengacu di bagian depan Tabut Perjanjian, yang menyiratkan bahwa dalam pertempuran mereka ada di barisan di depan Tabut Perjanjian. Logis bahwa Tabut Perjanjian berada di garis depan ketika orang Israel bergerak maju, tetapi selama pertempuran, Tabut Perjanjian ada di belakang barisan terdepan.

Ketulusan maksud mereka diterima. Meskipun Musa berkompromi menegosiasikan persyaratan dengan kedua suku Ruben dan Gad tersebut, dia juga tahu bahwa dirinya akan mati. Untuk menghindari terjadi hal-hak yang tidak diinginkan, dia secara khusus menginstruksikan imam Eleazar dan pemimpin baru Yosua untuk membicarakan secara jelas isi perjanjian, agar dilaksanakan setelah mereka memimpin orang-orang Israel menyeberangi Sungai Yordan. Kemudian, tanah Gilead menjadi milik kedua suku ini, dan separuh suku Manasye (termasuk ketiga puak) juga meminta sesuai perbandingan.

Ditinjau dari perspektif penanganan konflik, peristiwa dua suku Ruben dan Gad meminta tanah di sebelah timur Sungai Yordan boleh dibilang telah ditangani dengan memuaskan. Kompromi memunculkan solusi baru, dan muncul ide-ide baru dalam negosiasi, hasilnya bisa diterima kedua belah pihak, dan baik Ruben maupun Gad juga menepati janji. Namun, rencana yang bisa diterima manusia mungkin tidak sejalan dengan keinginan Allah. Dalam peristiwa ini, sama sekali tidak terlihat ada orang yang bertanya kepada Allah — padahal kehendak hati Allah sudah terungkap dengan jelas, tetapi kelemahan manusia telah mengabaikan perintah Allah. Bagi Musa, rencana tersebut di atas mungkin tidak memuaskan tetapi dapat diterima, namun bagi Allah, ada sebagian suku Israel telah menyimpang dari kehendak Allah dan menjadi sumber bencana bagi generasi selanjutnya.

Dalam 1 Tawarikh 5:25-26, disebutkan bahwa dua setengah suku di sebelah timur Sungai Yordan murtad tidak menaati Allah dan menyembah dewa-dewa setempat, hasilnya mereka terlebih dahulu yang dibawa ke penawanan dan tidak pernah kembali. Dua setengah suku ini seperti Lot keponakan Abraham dalam Kejadian 13, mereka memilih untuk tidak berbagi tanah perjanjian dengan sepuluh suku lainnya, dan kelak kemudian bahkan benar-benar melepaskan diri dari pemeliharaan perlindungan Allah dan berkat umat pilihan.

Renungkan:
Mohon ingat peringatan Yesus: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga (Matius 7:21). Dia juga berkata, Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah (Lukas 9:62), bukankah itu merupakan tantangan yang paling penting bagi pria baik masa kini yang mementingkan keluarga?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 32:1-5

「Tragis baru di atas tragedi dahulu kala」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 32:1-5 [ITB])
1 Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan. 2 Lalu datanglah bani Gad dan bani Ruben dan berkata kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat itu: 3 Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon, 4 negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, itulah suatu negeri yang baik untuk peternakan dan hamba-hambamu ini memang ada ternaknya. 5 Lagi kata mereka: Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan.

(Bacalah Bilangan 32, klik di sini untuk membuka)

Bilangan 32 mencatat bahwa pada malam sebelum orang Israel memasuki Tanah Perjanjian, kedua suku Ruben dan Gad meminta Musa untuk tinggal di tanah sebelah timur sungai Yordan dan tidak membawa mereka menyeberangi sungai Yordan. Beberapa poin dibahas di sini terlebih dahulu:

Permintaan kedua suku:
(1) Fokus perhatian: dua kata yang paling pertama dari ayat 1 adalah ternak dan banyak, terjemahan Mandarin gerombolan ternak yang sangat banyak, menunjukkan inti dari seluruh peristiwa.

(2) Pilihan mereka: kedua suku Ruben dan Gad menyebutkan sembilan kota, semuanya terletak di tanah sebelah selatan Sungai Yabok dan di sebelah timur Sungai Yordan. Mereka menekankan bahwa ini semua adalah negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak membiarkan mereka memilih untuk menetap di sini (ayat 4).

(3) Inti dari pertimbangannya: karena mereka melihat bahwa itu adalah tanah yang baik untuk peternakan (ayat 4). Memang, dataran Yordan di sebelah timur Sungai Yordan umumnya disebut Tanah Gilead, tingginya 800 meter di atas permukaan laut, tanahnya subur dan padang rumput yang kaya. Daerah ini terkenal sebagai penghasil ternak lembu dan domba yang baik sejak zaman kuno.

Penolakan hamba Allah: tanpa disangka, Musa langsung menegur dan menolak keras, karena dua alasan utama:
(1) Menyimpang dari tujuan utama dan menghancurkan moral semangat tim: Tanah perjanjian yang Allah berikan kepada mereka adalah di sebelah barat Sungai Yordan. Sekarang sudah di depan mata segera sampai. Kenapa dua suku memilih mundur? Bukankah itu merupakan pukulan besar bagi suku-suku lainnya? Oleh karena itu, pertanyaan teguran pertama dari Musa adalah, Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini? Kalimat ini juga dapat diterjemahkan sebagai Ketika kamu tinggal di sini, apakah saudara-saudaramu akan pergi berperang? (ayat 6)

(2) Mengulangi kesalahan generasi ayah mereka dan menyebabkan kehancuran seluruh umat: Musa langsung teringat akan pengalaman menyakitkan Kadesh-Barnea hampir 40 tahun yang lalu. Karena kabar buruk dari sepuluh mata-mata yang kecil iman, membuat bangsa Israel dari generasi itu hati tawar kehilangan semangat (nû’, causative form – disebabkan) dan menolak untuk pergi memasuki tanah perjanjian (ayat 9). Kini generasi baru yang lahir di padang gurun ini mengulangi kesalahan orang tua mereka, membuat umat Israel enggan hati (nû’, causative form – disebabkan) dan tidak mau menyeberangi Sungai Yordan. Musa bahkan menegur mereka sebagai kawanan orang-orang berdosa yang hendak membawa kemusnahan atas seluruh bangsa ini (ayat 14-15).

Renungkan:
1. Sebelah timur sungai Yordan memang bukan tanah yang dijanjikan Allah, literatur para rabi juga menyalahkan suku Ruben dan Gad hanya karena pertimbangan ekonomi. Egois membutakan orang, membuat orang untuk mengabaikan kelompok, menyimpang dari tujuan utama, mencampakkan dan melawan pimpinan Allah, akibatnya menimbulkan konflik, kecurigaan, dan menghancurkan persatuan.

2. Jika ada orang bertanya: mengapa dua suku ini dan bukan yang lainnya? Dengan membandingkan lokasi kemah kedua belas suku dalam Bilangan 2, dapat diketahui bahwa suku Ruben dan Gad berkemah di sebelah selatan Kemah Suci, dan suku Manasye berkemah di sebelah barat Kemah Suci. Bisa jadi ketiga suku ini memiliki banyak kesempatan untuk saling berinteraksi, bertukar informasi, dan saling mempengaruhi. Ini yang disebut orang yang dekat pewarna merah menjadi berwarna merah, dan yang dekat tinta menjadi berwarna hitam, bisakah kita tidak berhati-hati dalam berteman?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 31:19, 50

「Jarahan dan tebusan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 31:19, 50 [ITB])
19 Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu …
50 Sebab itu kami mempersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN apa yang didapat masing-masing, yakni barang-barang emas, gelang kaki, gelang tangan, cincin meterai, anting-anting dan kerongsang untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN.

(Bacalah Bilangan 31, klik untuk membuka)

Kitab Bilangan menggunakan 6 ayat untuk mencatat pertempuran antara Israel dan orang Moab (Bilangan 31:7-12), tetapi menggunakan banyak ruang untuk mencatat penanganan pasukan setelah kembali dengan kemenangan (Bilangan 31:13-54). Berikut beberapa poin penting:

• Penahiran pasukan dan tawanan: semua prajurit yang berpartisipasi dalam perang dan tawanan wanita harus tinggal di luar perkemahan selama tujuh hari, harus menahirkan diri pada hari ketiga dan ketujuh mengikuti cara peraturan abu lembu betina merah di pasal 19, juga termasuk semua pakaian (Bilangan 31:19-20, 19:12, 19). Karena mereka membunuh musuh dalam perang atau menyentuh orang mati, terhitung najis. Ini adalah penerapan pertama dari peraturan yang tercatat dalam kitab Bilangan, dan ini juga menjadi contoh bagi mereka yang kemudian ikut dalam perang.

• Penahiran barang rampasan perang: dapat dibagi menjadi dua kategori, logam apapun yang tahan api harus melewati api terlebih dahulu, kemudian menggunakan air penahiran, barulah terhitung tahir. Segala sesuatu yang tidak tahan api harus dibersihkan dengan air. Ini juga merupakan suplemen bagi tata cara abu lembu betina merah, sekali lagi menjelaskan fungsi penahiran dari api dan air (ayat 21-24).

• Pembagian barang rampasan perang secara adil: barang rampasan dibagi menjadi dua bagian, separuh untuk pasukan yang pergi berperang, dan separuh untuk segenap umat yang lain. Belakangan Daud juga menetapkan aturan berdasarkan ini: … bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama. (1 Sam. 30:24) Kemudian ia menetapkan bahwa jumlah orang yang masuk pertempuran harus Ternak, 「engkau harus mengkhususkan upeti bagi TUHAN dari para prajurit yang keluar bertempur itu, yakni satu dari setiap lima ratus, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba」 (ayat 28). Dan dari jarahan yang dibagikan kepada orang-orang, baik dari manusia maupun ternak, 「harus diambil satu dari lima puluh, dan diberikan kepada orang Lewi yang memelihara Kemah Suci TUHAN」 (ayat 30, 47). Karena ini adalah perang TUHAN (Yahweh), semua rampasan harus menjadi milik Allah.

• Para pemimpin tentara mempersembahkan emas dan penebusan: kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus datang untuk melaporkan kepada Musa tentang jumlah total kematian bawahan mereka dalam pertempuran ini ternyata nol, mereka mempersembahkan perhiasan emas yang mereka sita kepada TUHAN (Yahweh) sebagai korban (qorban) sebagai tebusan (kipper, lihat terjemahan IMB) bagi nyawa mereka (nepeš bentuk jamak) di hadapan TUHAN (ayat 50, bandingkan terjemahan ITB … untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN). Tebusan ini seperti setengah syikal perak, yang berarti bahwa nyawa orang yang dihitung itu dipertahankan dilindungi (lihat Keluaran 30:12-16). Dan mereka tidak merasa kesal karena Musa menegur mereka karena tidak membunuh wanita Midian, sebaliknya mereka sangat menghormati Musa dan menyebut diri mereka hamba-hambamu ini (ayat 49). (Ayat 14-18 14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan, 15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup? 16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN. 17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. 18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.)

Renungkan:
Perkataan terkenal dari raja minyak Amerika Rockefeller: Perhatikan lima persen terakhir, karena jika penutupannya dilakukan dengan baik, semuanya akan selesai dengan baik. Mengakhiri sebuah urusan sering kali lebih penting daripada urusan itu sendiri.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 31:1-2, 7-8

Pembalasan dan kemenangan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 31:1-2, 7-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.
7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka. 8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.

Membaca catatan tentang Bileam di pasal 22-24 dan insiden Baal-Peor di pasal 25, pembaca tidak bisa tidak bertanya: Apakah Bileam baik-baik saja, dia begitu saja kembali ke kampung halamannya? Apakah orang Moab berlalu begitu saja tanpa ada apa-apa? Bilangan 31 hendak menjawab dua pertanyaan ini. Ini adalah masalah penting sebelum kematian Musa, yang juga merupakan perang utama yang terakhir. Di sini kita memperhatikan beberapa poin:

• Perintah kepada orang Israel untuk melakukan pembalasan: di Timur Dekat kuno perang kebanyakan dilancarkan oleh raja-raja, tetapi kali ini dimulai oleh TUHAN (Yahweh), sehingga banyak orang melihat perang ini sebagai perang suci. TUHAN tidak akan membiarkan kejahatan berada dan menyebar, Ia akan menghadapinya, dan itu akan menjadi lebih cepat dan lebih hebat dari yang manusia pikirkan. Dia berpesan kepada Musa untuk lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian (ayat 2), dan terlebih itu adalah menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian sesuai makna teks bahasa aslinya (ayat 3).

• Panji-panji kemenangan Israel: setiap suku Israel harus mengirim seribu tentara untuk bersama-sama melakukan pembalasan kepada orang Midian, mengungkapkan kesatuan melawan musuh, ini adalah pertempuran seluruh umat Allah. Mengutus imam Pinehas pergi menyertai, di tangannya membawa serta perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan, menunjukkan bahwa perang ini bukan hanya perang seluruh umat itu, ada dua belas suku dan suku Lewi, dan TUHAN (Yahweh) sendiri juga turun tangan. Benar saja, Israel mendapatkan kemenangan total, membunuh semua orang laki-laki Midian dan lima raja Midian, serta Bileam bin Beor. Mereka juga menawan perempuan Midian dan sejumlah besar ternak, domba, dan kekayaannya.

• Pemusnahan perempuan Midian yang pernah bersetubuh dengan laki-laki: tanpa diduga, ketika tentara Israel kembali dengan kemenangan, Musa sangat marah karena banyak dari wanita Midian yang pernah menikah ini tidak sedikit yang pernah menggoda orang Israel untuk melakukan kejahatan, sehingga TUHAN (Yahweh) menurunkan tulah dan menyebabkan dua puluh empat ribu orang Israel tewas (Bil. 25). Bagaimana kejahatan itu bisa dibiarkan sekarang? Hanya perawan yang bisa tinggal karena mereka tidak memiliki pengalaman seksual dan tentu saja tidak ikut serta dalam kejahatan Baal-Peor.

Renungkan:
Banyak orang mengira bahwa permintaan Allah kepada Israel untuk memusnahkan orang Moab / Midian terlalu kejam dan terasa sangat salah. Tetapi dari perspektif lain, ini bukan hanya tertuju terhadap orang asing non Yahudi, tetapi merupakan sikap konsisten TUHAN (Yahweh) terhadap dosa. Hukuman yang berat itu karena dosa adalah begitu mengerikan, seperti halnya TUHAN menurunkan api dari langit membakar Sodoma; umat Israel berulang kali memberontak dan dihukum di padang gurun (termasuk tulah, ular api, insiden anak lembu emas, dll.); bahkan generasi pertama keluaran dari Mesir hanya Kaleb dan Yosua yang dapat memasuki tanah perjanjian, yang lainnya termasuk Musa, Harun dan Miryam semuanya jatuh di padang gurun karena ketidakpercayaan, tidak beriman dan pemberontakan. Kelak penghakiman Allah akan dimulai dari rumah Allah, jadi bukankah sepatutnya kita sangat waspada?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 30:1-2, 16

Nazar dan pembatalan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 30:1-2, 16 [ITB])
1 Musa berkata kepada kepala-kepala suku Israel, demikian: Inilah yang diperintahkan TUHAN. 2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.
16 Itulah ketetapan-ketetapan yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, yakni antara seorang suami dengan isterinya, dan antara seorang ayah dengan anaknya perempuan pada waktu ia masih gadis di rumah ayahnya.

(Bacalah Bilangan 30, klik untuk membuka)

Laki-laki atau wanita, bernazar kepada Allah itu selalu merupakan hal yang serius.

Ada orang ketika menghadapi keadaan darurat atau ketika penuh semangat terhadap Allah, maka akan datang kepada Allah untuk meminta pertolongan atau bernazar. Ketika telah melewati kesulitan atau ketika hal itu sudah selesai, maka patut membayar nazar atau janji sumpahnya kepada Allah, karena Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya (Pengkhotbah 5:4-5). Namun, banyak hal di dunia ini demikian juga hati orang mudah berubah-ubah. Beberapa orang tidak berterima kasih dan dengan sengaja menunda-nunda untuk tidak membayar nazar atau sumpah mereka; beberapa orang tidak membayar nazar atau sumpah mereka karena mereka menemukan bahwa nazar atau sumpah mereka di luar kemampuan mereka. Bilangan 30 berbicara aspek ini, dan dari hubungan antara suami istri, hubungan orang tua-anak untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas membayar nazar ini. Ringkasannya adalah sebagai berikut:

• Orang harus menepati janji: Bil. 30:2 terlebih dahulu berbicara tentang tanggung jawab laki-laki, karena dia adalah orang yang mandiri, dia harus memegang kata-kata yang ia ucapkan, baik itu sumpah bernazar (yiddōr neder) secara aktif melakukan sesuatu atau menjauhkan diri (le’sōr ‘issār) dari sesuatu, kita harus merealisasikan apa yang kita katakan, dan kita tidak boleh menelan kata-kata kita sendiri. Misalnya, laki-laki atau wanita membuat keinginan sebagai orang Nazir (Bilangan 6), atau seperti Zakheus si pemungut pajak yang bernazar membagikan setengah dari hartanya kepada orang miskin (Lukas 19:1-10).

• Orang tua harus bertanggung jawab: dalam masyarakat patriarkat Israel kuno, secara hukum rata-rata wanita bukanlah individu yang sepenuhnya independen, ia harus tunduk pada otoritas orang tua laki-laki. Pada zaman itu, seorang gadis Israel menikah pada usia empat belas atau lima tahun, dan jika dia masih muda dan belum menikah, ayahnya akan menjadi perwakilan hukumnya. Jika dia sudah menikah atau bertunangan, dia tunduk pada otoritas suaminya. Jika kepala keluarga diam menutup mulut ketika mendengar wanita ini bernazar, dianggap sudah memberikan persetujuan tanpa bersuara, itu sah secara hukum. Tetapi jika saat mendengar segera melarang dan menyangkalnya (hēnî’),TUHAN akan mengampuni perempuan itu, sebab ayahnya telah melarang dia(ayat 5).

• Wanita yang otonom: jika mereka menjanda atau bercerai, dia dianggap sebagai individu independen yang bertanggung jawab atas tindakannya sebagaimana seorang laki-laki, ia harus setia pada janji. Seperti Naomi dan Ruth, seorang wanita Moab, dapat mengusahakan lembaran kehidupan yang baru.

Renungkan:
• Siapa yang berhak bernazar: sebenarnya siapa saja. Apalagi saat ini, status wanita sudah sangat meningkat, keberanian serta wawasan tidak kalah dengan laki-laki. Selama benar-benar bersandar dan percaya kepada Tuhan, semua orang boleh bernazar. Tetapi kalau belum mencapai usia hukum, masih harus ada wali yang mandiri dan berwawasan yang bertanggung jawab, kalau memberikan ketidaksetujuan maka dibatalkan dan Allah akan mengampuni.

• Bernazar yang efektif: apakah itu situasi kritis yang orang tidak dapat berbicara dengan tepat, atau pikiran pusing dan kehilangan akal sehat, terkadang tidak dapat dihindari bahwa orang membuat permintaan yang melebihi kemampuan untuk membayar, atau itu sama sekali tidak masuk akal, misal sampai harus menelantarkan atau meninggalkan keluarga di rumah. Ini tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin dan usia, tetapi terkait dengan menegakkan kebenaran. Seperti Yefta, karena kurangnya pengetahuan rohani yang benar, dia terburu-buru bernazar, dan dia menyesalinya. Sebaliknya, Hana bernazar meminta anak laki-laki, ada imam yang memberkati, didukung oleh suaminya, dan mempersembahkan anak laki-lakinya Samuel kepada Allah agar sepanjang hidupnya dipakai untuk Tuhan dan menjadi kisah indah sepanjang zaman.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 29:12-16

「Hari raya Pengumpulan Hasil dan Pondok Daun」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 1 [ITB])
12 Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; haruslah kamu mengadakan perayaan bagi TUHAN, tujuh hari lamanya. 13 Pada waktu itu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: tiga belas ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan, empat belas ekor domba berumur setahun; haruslah tidak bercela semuanya itu; 14 juga sebagai korban sajiannya: tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk setiap lembu dari ketiga belas ekor lembu jantan itu, dua persepuluh efa untuk setiap domba dari kedua ekor domba jantan itu, 15 dan sepersepuluh efa untuk setiap domba dari keempat belas ekor domba itu; 16 dan seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa, selain dari korban bakaran yang tetap dengan korban sajiannya dan korban curahannya.

Bilangan 29 berbicara tentang hari raya Pondok Daun (Im. 23:34; Ul. 16:13) atau hari raya Pengumpulan Hasil (Kel. 23:16, 34:22), hari raya ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut sama seperti hari raya yang utama Paskah dan Roti Tidak Beragi. Di sini khusus diberikan perhatian pada jumlah hewan korban setiap harinya, pada hari pertama dikorbankan 13 ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan dan 14 ekor domba berumur satu tahun sebagai korban bakaran. Mulai hari kedua, setiap hari dikurangi satu ekor lembu jantan muda, dan lainnya tetap sama. Pada hari ketujuh akan dipersembahkan tujuh ekor lembu jantan, sehingga total sebanyak 70 ekor sapi akan dipersembahkan. Dengan demikian total bersama dengan domba jantan dan domba lain yang dipersembahkan, jumlahnya jauh melebihi jumlah yang dipersembahkan di hari raya lainnya.

Hari raya Pondok Daun adalah hari raya utama paling akhir dalam setahun, juga merupakan hari raya terbesar dalam setahun. Kadang-kadang dalam Alkitab, hanya menggunakan sebutan hari raya ini, menggambarkan pentingnya hari raya. Poin-poin berikut berharga diperhatikan:
• Merupakan hari raya pengucapan syukur: pada saat ini, barli (gandum besar) dan gandum kecil telah dipanen dan diirik, anggur telah diperas untuk dijadikan anggur, kurma, buah ara dan zaitun juga telah dipanen. Dari aspek pertanian, ini adalah panen terakhir dalam satu tahun dan hari raya yang paling penuh sukacita. Orang Israel datang ke tanah perjanjian, menikmati panen di tempat itu, mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, memohon Allah memberikan anugerah di tahun mendatang.

• Merupakan hari raya keselamatan: setiap rumah tangga Israel mendirikan pondok di atap, balkon atau pinggir jalan untuk memperingati empat puluh tahun pengalaman di padang gurun, agar tidak melupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan ini.

• Merupakan hari raya sukacita kegembiraan: ini adalah perjalanan ziarah, harus bersukacita di hadapan Allah selama tujuh hari berturut-turut, tidak takut rumah sendiri mendapat gangguan serangan dari bangsa lain, menyatakan iman atas perlindungan Allah. Tidak hanya merayakan hari raya, tetapi juga mengingat dan berbagi berkat Allah kepada orang miskin di negara ini, termasuk anak yatim piatu, janda, orang asing dan Lewi, karena mereka tidak punya tanah untuk panen (Ul. 16:14).

• Merupakan hari raya pengajaran: setiap tahun ada pertemuan kudus di hari pertama hari raya Pondok Daun, dan setelah selesai di hari berikutnya ada perkumpulan raya mungkin mengacu pada mengakhiri pertemuan dengan khidmat. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibacakan kitab Pengkhotbah, dan pada tahun penghapusan hutang yakni setiap tujuh tahun akan dibacakan hukum Taurat 5 kitab Musa, sehingga setiap orang memiliki dua kesempatan untuk mempelajari keseluruhan hukum Taurat 5 kitab Musa sebelum mereka mencapai usia dewasa.

Renungkan:
Tradisi Yahudi, di hari terakhir hari raya ini, ada ritual menimba air, imam besar memimpin orang banyak untuk membawa periuk emas ke kolam Siloam di Yerusalem untuk penuh sukacita mengambil air, penuh syukur mengingat kembali atas pemeliharaan Allah yang tiada habisnya selama empat puluh tahun di padang gurun. (Yesaya 12:3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan). Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru menyatakan kepada semua orang bahwa patut penuh pengharapan melihat ke depan, Mesias mencurahkan Roh Kudus (Yohanes 7:37-39 Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 29:1, 7

「Hari Peniupan Serunai dan hari Pendamaian」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 29:1, 7 [ITB])
1 Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah hari peniupan serunai bagimu.
7 Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus dan merendahkan dirimu dengan berpuasa, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan.

Bilangan 29 berbicara tentang beberapa hari raya di bulan ketujuh setiap tahunnya: hari raya Peniupan Serunai (nafiri) pada tanggal 1 bulan ketujuh (ayat 1-6), hari Pendamaian pada tanggal 10 bulan ketujuh (ayat 7-11), dan hari raya Pondok Daun yang diadakan tujuh hari berturut-turut mulai tanggal 15 bulan ketujuh, juga dikenal sebagai hari raya Pengumpulan Hasil (ayat 12-38). Di sini kita membahas dua hari raya pertama terlebih dahulu.

• Hari raya Peniupan Serunai: hari pertama bulan ketujuh setiap tahun adalah Hari Meniup Klakson (yôm tǝrû’â). Peniupan nafiri di sini tidak secara langsung berkaitan dengan peniupan nafiri di Bil. 10:1 yang terutama untuk mengumpulkan umat Allah dan memerintahkan tentara Israel untuk berbaris, tetapi meniup nafiri di sini untuk mengumumkan dimulainya hari raya agar orang-orang introspeksi memeriksa diri mereka sendiri dan mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya Pendamaian. Sampai hari ini Sinagoge masih meniupkan nafiri pada hari tersebut (lihat juga Im. 23:24-25). Hari ini sama dengan hari raya Paskah, mereka harus mengadakan pertemuan kudus, dan tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan seperti hari Sabat, dan mereka harus mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, korban curahan dan korban penghapus dosa, untuk melakukan penghapus dosa bagi umat Israel, dengan aturan yang sama seperti Paskah. Belakangan, tradisi Yahudi menyebut hari ini Tahun Baru (rō’š haššānâ). Bulan ketujuh dalam kalender Yahudi, yakni bulan Ethanim, yang kemudian disebut bulan Tishrei, biasanya pada bulan September dari kalender solar (kalender Romawi). Di tahun baru, orang Yahudi akan makan roti bundar, apel yang dicelupkan ke madu, delima, dan anggur.

• Hari raya Pendamaian: tanggal 10 bulan ketujuh adalah Hari Pendamaian (yôm kippûr). Harus ada pertemuan kudus, dan orang Israel patut merendahkan diri dengan berpuasa, maka tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan. Aturannya lebih ketat daripada Tahun Baru. Peraturan tentang hari raya Pendamaian dirinci dalam Imamat 16. Di hari ini, imam besar mengenakan jubah lenan dan memasuki Ruang Mahakudus dengan pembakaran dupa di tangan (Im. 16:32-33), itu adalah hari paling kudus dalam setahun. Aslinya, fokus dari memelihara hari raya ini adalah untuk menyucikan tempat kudus dan mempersembahkan korban penghapus dosa bagi umat Allah, dan orang-orang merendahkan diri dengan berpuasa memeriksa diri mereka sendiri. Di ayat ini ditetapkan bahwa di hari raya Pendamaian selain mempersembahkan korban seperti hari-hari yang biasa, juga harus mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, korban curahan dan korban penghapus dosa yakni untuk penghapusan dosa bagi orang Israel. Persembahan penghapus dosa terdiri dari dua ekor kambing jantan, yang satu disembelih di Kemah Pertemuan, lambang menerima hukuman mewakili umat Allah karena dosa-dosa mereka, darah yang ditumpahkan harus disiramkan pada keempat sudut mezbah dan tabir Kemah Pertemuan. Terhadap satu ekor yang lain, imam meletakkan tangannya di atas kepala kambing dan mengutus orang membawanya ke padang gurun di mana tidak ada seorang pun, mewakili bahwa kuasa dosa sepenuhnya diusir, ini juga merupakan makna asli dari Azazel. Setelah Bait Suci dihancurkan, orang Yahudi menyesuaikan diri dengan berpuasa dan berdoa di Sinagoge, melarang bekerja dan hiburan.

Renungkan:
Hari raya bukanlah hari libur, kebanyakan orang menganggap liburan sebagai bebas dari pekerjaan, bersantai dan bersenang-senang. Namun, hari raya dalam Alkitab memiliki makna yang lebih spiritual, tidak hanya untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga untuk pembaruan rohani. Yang pertama berpusat pada manusia, dan yang kedua lebih berpusat pada Allah. Renungkan tentang bagaimana kita harus menggunakan hari Minggu, Paskah, Natal dan hari libur Kristen lainnya?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.