Tag Archives: Membangun Orang

Roma 14:5-12

「Kita Satu Keluarga. Hidup bagi Tuhan. Jangan Hina Saudara-saudari!」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 14:5-12 [ITB])
5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.
7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis: Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah. 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Paulus menyebutkan dalam Roma 14-5 bahwa gereja terpecah dan berselisih demi hari (day). Apa masalah konkret yang diangkat oleh Paulus, terdapat pandangan yang berbeda di antara para sarjana. Mungkin ada dua poin utama: 1. Apakah gereja masih memelihara Sabat Yahudi di luar hari Minggu (sebagai hari Tuhan)? Apakah masih menjaga hari raya lain dalam Perjanjian Lama? 2. Ada sebagian tradisi Yahudi dan sebagian tradisi gereja mula-mula akan mengambil puasa dua hari setiap minggu, apakah Gereja harus mengikuti kebiasaan Yahudi atau mengadopsi kebiasaan yang berbeda dari orang-orang Yahudi, ini adalah tantangan utama bagi gereja mula-mula, terutama saat itu orang percaya non Yahudi yang menjadi kelompok arus utama gereja. 《Pengajaran Rasul-rasul》(The Didache) adalah literatur gereja di akhir abad pertama atau awal abad kedua, ketika berbicara tentang puasa dituliskan: Hari puasamu jangan ditetapkan sama dengan orang munafik itu, mereka sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, engkau berpuasa pada hari Rabu dan Jumat. Pada waktu itu, kebiasaan gereja non-Yahudi dan kebiasaan orang Yahudi secara bertahap sudah dipisahkan, bahkan hari puasa juga terpisah. Pada saat itu, beberapa orang bersikeras mempertahankan aturan Yahudi dan berpuasa pada hari tertentu, tetapi beberapa orang percaya non-Yahudi tidak berpikir bahwa aturan Yahudi harus dipatuhi, memandang setiap hari adalah sama. Apakah masih tetap mengikuti kebiasaan orang Yahudi? Bagaimana cara mengubahnya? Itu merupakan tantangan besar bagi gereja mula-mula dan juga menghasilkan banyak perbedaan dan perselisihan.

Apa yang diperhatikan oleh Paulus bukanlah mana pandangan yang terbaik, mana yang salah, karena ini bukan hal-hal yang berkaitan dengan inti iman, banyak fleksibilitas yang Allah izinkan. Mengikuti teks di atas, fokus Paulus bahwa makan atau tidak, bagaimana melihat hari yang berbeda, bukanlah yang paling penting, ketika saudara dan saudari saling bertengkar, terpecah dan menyerang satu sama lain demi masalah yang bukan kebenaran inti, Paulus paling peduli untuk mengingatkan kita, orang-orang yang tidak setuju satu sama lain adalah orang-orang yang menjadi milik Tuhan; dan kita telah diselamatkan oleh anugerah kasih karunia, maka sepatutnya menjadi korban persembahan yang hidup, oleh karena itu, kita harus hidup untuk Tuhan dan mati untuk Tuhan. Maka kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, karena kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, jangan terlalu keras kepala dalam pandangan kita sendiri tentang beberapa topik kecil, jangan berselisih dalam perbedaan topik kecil, membangkitkan badai perseteruan aku hidup dan Anda mati di gereja.

Sekali lagi Paulus menggunakan kata menghakimi, (14:3-5, 10, 13, 22) dan menghina (14:3, 10) untuk mengingatkan kita agar tidak melukai antara saudara-saudari karena pendapat yang berbeda dan relatif hal-hal kecil, bahkan menyebabkan gereja terpecah. Petrus berkata dengan baik, Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (1 Pet. 4:7-8). Tidak dapat dihindari bahwa di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Ams. 10:19). Ketika orang Kristen menciptakan konflik besar dan saling serang karena perbedaan kecil, itu benar-benar memalukan, kadang-kadang lebih buruk daripada orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya tahu bagaimana mengatakan: Ketika kamu menghadapi musuh, taklukkan dia dengan kasih. Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Paulus sering mengingatkan kita: hendaknya membangun orang. Di antara anggota tubuh, di antara keluarga, jika terdapat pendapat yang berbeda, ingat: jangan dendam! Jangan hitung-hitungan tentang itu! Bagaimana Kristus mengasihi kita, bagaimana kita mengasihi keluarga kita! Kita harus membangun orang dalam segala hal!

Renungkan:

Tragedi besar dalam hidup adalah bahwa anggota keluarga menjadi musuh dan menjadi orang asing, teman menjadi lawan dan menjadi musuh besar! Pernahkah Anda melihat atau mengalami tragedi ini? Mengapa ini terjadi? Apakah Anda bersedia menghentikan tragedi ini di keluarga atau gereja Anda?

Ada orang berkata: Orang lemah membalas dendam! Orang kuat mengampuni! Orang pintar mudah lupa! Apakah Anda setuju? Sebagai orang Kristen, kita semua adalah milik Tuhan! Hari ini tidak bertemu, kelak tetap harus bertemu lagi di rumah sorgawi. Jika kita memiliki kontradiksi, kesalahpahaman, dan ketidaksepakatan, apakah Anda bersedia menempuh lebih banyak usaha lagi, membicarakannya secara terperinci dengan anggota keluarga dan saudara atau saudari yang memiliki perbedaan pendapat? Ekspresikan kasih tulus kita! Terimalah bahwa kita masih ada perbedaan! Akui dengan yakin kita masih keluarga! Penuh iman percaya bahwa Tuhan masih memiliki cukup anugerah!


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.