Tag Archives: Keluaran Mesir

Yehezkiel 20:33-38

Aku akan memerintah

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 20:33-38 [ITB])
33 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH,
Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah.
34 Aku akan membawa kamu keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah,
35 dan Aku akan membawa kamu ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Aku akan berperkara dengan kamu berhadapan muka. 36 Seperti Aku berperkara dengan nenek moyangmu di padang gurun tanah Mesir, begitulah Aku akan berperkara dengan kamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu. 38 Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk.
Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Perikop ini (Yeh. 20:33-38) mencatat hukuman dan penghakiman TUHAN terhadap Israel yang di penawanan. Pertama-tama menggunakan dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung untuk menggambarkan TUHAN (ayat 33, 34), deskripsi ini pernah digunakan ketika TUHAN memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menunjukkan bahwa Allah mengacungkan tangan menghukum orang Mesir (Kel. 6:6, 7:5), juga merupakan kata yang digunakan Yesaya untuk menggambarkan murka TUHAN (Yesaya 5:25), sekarang Yehezkiel sekali lagi menggunakan kata ini, tujuannya adalah agar orang-orang Israel yang ditawan bersama-sama Yehezkiel hendaknya mengingat dahulu saat Keluaran dari Mesir dan murka TUHAN, dahulu TUHAN betapa murka menghukum orang Mesir, sekarang hal yang sama adalah untuk menghukum orang Israel yang di penawanan.

Kemudian, ayat 34-35 menjelaskan bahwa TUHAN akan memimpin bangsa Israel keluar dari antara bangsa-bangsa serta membawa Israel ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Allah akan menghakimi Israel berhadapan muka. Tindakan ini mengingatkan orang Israel tentang kenangan kolektif dahulu Israel berjalan di padang gurun di masa lalu, bagaimana Allah menghukum nenek moyang Israel di padang gurun tanah Mesir, sehingga mereka berjalan selama empat puluh tahun di padang gurun tidak dapat masuk ke tanah Kanaan (ayat 36). Demikian juga, Israel yang dalam penawanan ini (terutama yang tua-tua mendatangi Yehezkiel untuk meminta petunjuk) juga tidak dapat seperti keinginan mereka pulang kembali ke Israel dalam waktu singkat (ayat 38), mereka akan mati di Babel, seperti nenek moyang mereka mati di padang gurun. Oleh karena itu, Yehezkiel melawan nabi-nabi yang mempromosikan ide dapat pulang kembali ke tanah Israel dalam jangka pendek, menunjukkan penawanan adalah penghakiman Allah, sama seperti penghakiman Allah terhadap generasi tua Israel di padang gurun, dan hukuman pembuangan ini akan berjalan tujuh puluh tahun, itu lebih lama dari hukuman empat puluh tahun di padang gurun dahulu.

Dengan demikian Allah menggambarkan penghakiman-Nya, adalah untuk menjelaskan, penghakiman (ayat 33) ini adalah deklarasi penting. Tua-tua yang mendatangi Yehezkiel di dalam hati pikiran mereka yang menjadi allah dan raja adalah keinginan mereka, mereka bertanya petunjuk Yehezkiel tetapi membawa jawaban yang mereka sudah tetapkan, tetapi Allah bukan alat yang bisa dimanipulasi manusia, orang tidak bisa memakai nama Allah untuk membenarkan klaim dan keuntungan diri manusia. Sebelum meminta petunjuk Allah, orang Israel sebagai hamba Allah harus terlebih dahulu mengidentifikasi fakta bahwa Allah adalah Raja yang memerintah. Bahkan ketika dunia berubah, sering kali hal-hal tidak seperti yang kita harapkan, tetapi Allah tetap memerintah, maka kita percaya bahwa segala sesuatu tidak terjadi acak dan ke arah yang kacau tanpa tujuan. jika kita melihat segala sesuatu berjalan dengan lancar, kita dapat dengan mudah mengenali bahwa TUHAN adalah Raja, tetapi ketika kita menghadapi penghakiman penawanan dan ketidakpastian padang gurun, apakah kita masih akan melihat fakta bahwa TUHAN adalah Raja yang memerintah? Justru karena Allah adalah Raja yang memerintah, maka ketika orang Israel hanya melihat kekacauan selama pembuangan, tetapi kekacauan ini adalah berasal dari penghakiman Allah. Ternyata, penghakiman yang kita lihat sebagai kekacauan ini, adalah bukti terbesar bahwa Allah adalah Raja yang memerintah.

Renungkan:
Seberapa nyata bagi Anda tentang fakta bahwa Allah memerintah? Bagaimana 「tangan yang kuat dan lengan yang teracung」 dapat membuat kita lebih hormat takut akan Allah? (“… Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung … kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”)


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 2:4-5 (2)

「Persekutuan Orang Kudus (II)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:4-5 [ITB])
4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Datang ke hadapan-Nya, yakni batu hidup, di satu sisi ditolak oleh manusia.
di satu sisi dipilih oleh Tuhan dan berharga.
Mereka seperti batu hidup, dibangun menjadi rumah rohani menjadi imam kudus
melalui Yesus Kristus mempersembahkan korban rohani yang berkenan diterima Allah

Dari ayat Alkitab kemarin, kita memahami bahwa definisi pemberitaan kebenaran dan definisi batu hidup adalah: akan ditolak oleh orang, tetapi sebaliknya dipilih oleh Tuhan dan berharga di mata-Nya. Pemberita harus mempersiapkan hatinya sendiri, bahwa seumur hidup memberitakan kebenaran hanya akan mendatangkan serangan dari banyak orang, tetapi ini tidak menjadi masalah, Kristus telah memberikan kita contoh teladan.

Dalam ayat kelima, kita juga seperti batu hidup, dan kasih kita satu sama lain, yaitu, yang tulus, yang penuh antusias untuk mengasihi, yang tanpa tipu daya, membuat kita tersambung membentuk sebuah bait, yakni bait yang ada Roh di dalamnya. Kata roh (πνευματικὸς pnevmatikós) dimaksudkan: bahwa setelah pembersihan dikuduskan Roh Kudus (lih. 1:22), kita menjadi kelompok bait yang penuh dengan kebenaran – ini adalah kelompok bangunan yang akan ditolak oleh manusia tetapi juga berharga di mata Allah.

Lalu teks menggunakan Perjanjian Lama (Keluaran 19:5-6) untuk menggambarkan bait rohani ini, yakni yang menjadi imamat yang kudus (kumpulan imam / imam-imam yang kudus) dan untuk mempersembahkan korban. Deskripsi ini mengingatkan kita akan kutipan kitab Imamat terkenal yang disebutkan Petrus sebelumnya, Kuduslah kamu, sebab Aku kudus, yang menunjukkan ketundukan hamba (subordinate) kepada Allah, orang-orang Ibrani yang keluar dari Mesir menghadapi pengejaran orang Mesir dan ada juga penolakan dari tujuh bangsa Kanaan di padang belantara, mereka adalah orang-orang yang dipilih dan berharga tetapi jatuh ke dalam penolakan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, konsep imamat yang kudus bukan hanya sebuah kedudukan, tetapi adalah satu kesaksian demi kesaksian yang lain, untuk menunjukkan bagaimana saat di dalam keadaan musuh mengepung di semua sisi, namun dapat melampaui dan melewatinya dengan setia menyatakan bahwa diri kita adalah milik Allah, yang juga adalah komunitas umat Allah yang rela tidak memiliki kemunafikan dan kedengkian, hidup bersama di bawah tekanan yang penuh ketegangan dan rasa takut ini, dan penuh sukacita mempersembahkan korban untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan, bahwa di lingkungan atau keadaan yang demikian Allah menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku

Tipologi Keluaran dari Mesir didasarkan pada hukum baru yang dianugerahkan di gunung Sinai, dan orang Ibrani akan menjadi umat baru dan imamat yang rajani dari Allah (kumpulan imam / imam-imam yang melayani Raja), dan umat Allah akan bersama-sama mengatakan Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan (lihat Kel. 19:7-8). Dalam Surat 1 Petrus, umat Allah terserak di mana-mana, diserang dan dilukai, tetapi menjadi umat baru melalui Kristus (tidak lagi melalui hukum Taurat, karena Kristus telah menggenapi memenuhi tuntutan hukum Taurat), tetapi juga menjalani kembali konsep tentang imamat yang rajani yang sudah terjadi dahulu sebelumnya (dahulu saat keluaran dari Mesir di zaman Musa), menyaksikan keselamatan dan kasih karunia Kristus, dan meninggikan nama Tuhan di antara bangsa-bangsa asing.

Mungkin kita semua berpikir bahwa kutipan ayat-ayat Perjanjian Lama mengingatkan kita untuk tidak berpikir bahwa hidup kita sedang dipukuli, dan tidak ada yang peduli, berkali-kali jatuh! Tidak! Imamat yang rajani adalah untuk bersaksi kepada dunia bahwa kita tidak lagi dipimpin dengan tradisi kebiasaan pola pikir agama yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, atau yang kuat, atau yang penuh kebanggaan, tetapi teladan dari yang lemah, tak berdaya dan mengasihi dengan tulus mencintai.

Renungkan:
Renungan hari ini mendorong kita untuk mengambil konsep gereja yang bagaimana? Komunitas Perjanjian Lama pada dasarnya adalah esensi gereja saat ini, yang juga merupakan realitas dan substansi kita (dasar esensi kita). Dalam situasi epidemi, kita memikirkan kembali tentang apakah gereja itu sebenarnya. Setelah pengalaman beberapa bulan terakhir, janganlah kita terburu-buru mengembalikan praktik masa lalu, biarkan pengalaman bulan-bulan ini mengajarkan kita untuk mempertimbangkan kembali apa pembaruan dan transformasi yang dibutuhkan untuk pandangan gereja kita, apa jalan berikutnya yang harus kita lewati?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Imamat 2:11-13

Bagian ingat-ingatan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 2:11-13 [ITB])
11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.
12 Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan.
13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Makna kedua dari korban sajian adalah bagian ingat-ingatan korban (memorial portion / memorial offering, atau persembahan peringatan VMD) (Im. 2:9, 16; 2:2 … Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN), sebenarnya apa yang dikenang atau diingat-ingat melalui persembahan ini? Imamat 2:11-13 menunjukkan dua hal yang diingat-ingat yang menjadi peringatan: keluaran dari Mesir dan perjanjian kekal.

Pertama-tama, ayat 11 menjelaskan bahwa tidak boleh ada ragi dalam korban sajian, peraturan tidak boleh ada ragi ini mengingatkan kita akan asal mula Paskah. Keluaran 13:3 juga dengan jelas menyatakan tujuan Paskah adalah untuk memperingati keluaran dari Mesir, tidak boleh makan yang beragi pada hari itu; Ul. 16:3 Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir, itu adalah hari keselamatan dan hari ketika orang Israel meninggalkan tempat perbudakan. Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi adalah hari raya terpenting bagi orang Israel, mereka biasanya merayakan hari raya ini pada bulan pertama penanggalan Yahudi, Hari raya Paskah dirayakan selama satu hari, setelah itu, ada hari raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari. Selama periode ini, korban sajian dipersembahkan setiap malam, dan tidak boleh ada ragi di dalamnya. Korban sajian tidak mengizinkan ragi apa pun di dalamnya, karena itu adalah peringatan hari keluaran dari Mesir, mengingat keselamatan dan pembebasan Allah.

Kedua, ayat 13 menjelaskan korban sajian harus ada garam perjanjian, dapat kita lihat: garam perjanjian dari 2 Taw. 13:5 TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam? dan Bil. 18:19 … itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu lebih menekankan bahwa perjanjian ini bersifat kekal, sehingga banyak peneliti yang berpendapat bahwa garam perjanjian sebenarnya adalah simbol representasi dari sifat kekal dari perjanjian, sehingga itu adalah sebuah perjanjian tidak bisa dibuang. Selain itu, garam juga memiliki sifat menahirkan (2 Raj. 2:20-21 … Kemudian pergilah ia (Elisa) ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.), adalah mencegah pembusukan, untuk mencegah kenajisan masuk ke dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia, sehingga garam melambangkan kekekalan, juga melambangkan fungsi menahirkan. Oleh karena itu, ketika korban sajian mengandung garam perjanjian, itu melambangkan ingat-ingatan peringatan atas perjanjian kekal Allah. Peringatan seperti itu kudus, dan merupakan sikap paling mendasar orang Israel terhadap perjanjian.

Renungkan:
Mengingat hari Keluaran dari Mesir dan mengingat perjanjian kekal sebenarnya adalah kepercayaan dasar orang Israel. Hari Keluaran dari Mesir melambangkan keselamatan, dan perjanjian melambangkan komitmen kepada Allah. Keselamatan dari Allah dan komitmen kepada Allah adalah hubungan paling mendasar antara orang percaya dengan Allah.

Sering kali kita sudah lama percaya kepada Tuhan, dan semua berkat akan diterima begitu saja, dan kita secara bertahap sudah melupakan keselamatan dan komitmen kita kepada Allah. Terutama ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain, kita lupa bahwa kita dahulu juga adalah budak dan diselamatkan oleh Allah, dan kita semua adalah orang berdosa. Kita tidak boleh hanya berdiri di atas landasan moral yang tinggi, seolah-olah kita dapat menilai orang lain dari tempat duduk yang lebih tinggi dari orang lain, tetapi sebaliknya, kita harus berdiri di posisi sebagai orang yang telah menerima anugerah, mengingat bahwa kita dulunya adalah orang-orang berdosa yang diperbudak dan ditindas oleh orang Mesir, senantiasa mengingat-ingat kasih anugerah Tuhan. Berdoa kiranya agar Tuhan membantu kita untuk selalu mengingat kasih karunia anugerah Tuhan agar kita tidak menjadi orang yang ingkar dan lupa budi.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 21:1-11

Orang merdeka dan budak

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 21:1-11 [ITB])
1 Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.
7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. 8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan. 10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia. 11 Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa.

Keluaran 21:1-11 adalah yang bagian pertama dari Kitab Perjanjian (Keluaran pasal 21 – 23), pertama-tama menjabarkan hukum tentang pembebasan budak Ibrani. Artefak kode Timur Dekat kuno terkait urusan budak, menunjukkan bahwa sistem sosial semacam ini sangat umum pada waktu itu. Tetapi tidak ada artefak kode yang meletakkan ketentuan tentang melepaskan budak di bagian awal, seperti Kode Hammurabi meletakkan ketentuan pembebasan budak di bagian terakhir (ketentuan §§278-282).

Landasan hak asasi manusia. Alkitab begitu serius memperlakukan hamba, bukan untuk menyatakan setuju dengan perbudakan, tetapi untuk mengajarkan prinsip-prinsip yang lebih manusiawi, serta arah perbaikan sistem yang dilakukan, dapat melihat bahwa Allah memandang penting kebebasan orang. Kebebasan orang adalah dasar dari semua hak asasi manusia, untuk memastikan bahwa setiap orang berhak untuk mengejar kesetaraan dan kebahagiaan. Allah menebus dan menyelamatkan Israel menjadi dasar dari semua ketentuan hukum Allah.

Peraturan-peraturan Allah. Ayat 1 peraturan-peraturan (mišpāṭîm, bentuk tunggal adalah mišpāṭ), memiliki akar kata kerja šāpaṭ penghakiman, persidangan, kata ini memiliki arti berbagai aspek dari pemerintahan, pengadilan, penghakiman, ketentuan hukum, tanggung jawab hukum. Dalam Lima Kitab Musa (Pentateukh), kata peraturan Allah dapat mewakili semua hukum yang diberikan oleh TUHAN.

Pembebasan pribadi. Jika orang Ibrani menjual diri sebagai budak, batasnya adalah enam tahun. Kemudian dia bisa keluar dengan bebas. Kata kerja yāṣā’ keluar adalah kata yang sama dengan orang Israel yang dibebaskan keluar dari Mesir. Bagi seorang budak, secara individu kebebasan dari perbudakan adalah pengalaman pribadi keluar dari Mesir. Dan Kitab Ulangan memberikan peraturan bahwa jangan membiarkan hamba keluar dengan tangan kosong, dan bahwa sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya (Ulangan 15:14)

Melayani karena cinta kasih. Jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, dan ingin melayani tuannya sepanjang hidupnya, maka tuannya harus membawanya menghadap Allah (‘ĕlōhîm), dan menusuk telinganya dengan penusuk, selamanya menjadi hamba tuannya. Seperti yang dikatakan Ul. 6:4-5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu, orang-orang Israel karena cinta kasih menyembah satu-satunya Allah yang benar.

Renungkan:
(1) Kebenaran membebaskan orang, dalam kasih tidak ada rasa takut .
(2) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
(3) Sebagaimana Allah dengan kasih memperlakukan kita, kita harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sama. Jika tidak mengasihi saudara-saudari yang terlihat, bagaimana mungkin mengasihi Allah tidak dapat dilihat? (1 Yoh. 4:20)


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.