Tag Archives: Persepuluhan

Bilangan 18:20-21

「Melayani dan balasan pekerjaannya」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 18:20-21 [ITB])
20 TUHAN berfirman kepada Harun: Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel.
21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
(Bacalah keseluruhan Bilangan 18, klik untuk membaca)

Di pasal sebelumnya, tongkat Harun yang tumbuh tunas menegaskan pemilihan Allah atas dia sebagai Imam Besar, Bilangan 18: lebih lanjut memberikan perintah tentang tugas dan balasan atas pekerjaan pelayanan para imam dan orang Lewi. Pasal ini mencatat tiga kali TUHAN (Yahweh) berbicara langsung kepada Harun (ayat 1, 8, 20), hal yang jarang terjadi di dalam Alkitab. Seluruh pasal dapat dibagi menjadi dua bagian:

• Kerja sama dan pembagian kerja antara para imam dan orang Lewi (ayat 1-7, klik untuk membaca)
Ayat 1: Engkau ini dan anak-anakmu beserta seluruh sukumu haruslah menanggung akibat setiap kesalahan terhadap tempat kudus, di sini kata tempat kudus (miqdāš) mengacu pada benda kudus, bukan menunjuk pada keseluruhan tempat kudus. Dan kesalahan (‘āwōn) dalam konteksnya mengacu pada hukuman yang diterima karena melakukan dosa. Artinya, para imam harus melindungi tempat kudus agar orang awam (bukan imam) tidak melanggar masuk ke tempat kudus atau menyentuh benda kudus di tempat kudus di dalam Kemah Pertemuan, sehingga dihukum mati oleh Allah. Di dalam paragraf ini dua kali disebutkan bahwa imam harus bersatu menggabungkan diri (lāwâ, ayat 2, 4) dengan orang Lewi, ini merupakan arti asli dari nama Lewi (lēwî, Kej. 29:34). Meskipun para imam dan orang Lewi memiliki tanggung jawab, bidang kewajiban yang berbeda, namun mereka bersama menjadi tim pelayanan yang kuat.

• Pemberian serta balasan atas pekerjaan para imam dan orang Lewi (ayat 8-32)
Pasal ini memakai bagian yang panjang untuk berbicara tentang dukungan keperluan hidup bagi para imam dan orang Lewi. Ada beberapa prinsip dasar: (1) Imam dan orang Lewi tidak memiliki bagian tanah di Israel dan tidak memiliki aset yang menghasilkan kekayaan, karena melayani TUHAN itulah milik pusaka mereka, Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel (ayat 20). Ini adalah pahala non-materi yang diberikan Allah kepada mereka. Adapun pahala materi, itu sepenuhnya tergantung pada pemberian Allah dan dukungan dari orang Israel. (2) Persepuluhan orang Israel, TUHAN (Yahweh) memberikannya kepada orang Lewi. Orang Lewi juga mempersembahkan persepuluhan kepada para imam sebagai penghasilan tetap mereka. Ayat Alkitab secara khusus mengatakan berkali-kali bahwa Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu (ayat 12), dan orang Lewi itu juga harus memberikan persembahan khusus (terbaik) yang telah diterimanya kepada TUHAN (Yahweh), dan diserahkan menjadi bagian bagi Imam Harun (ayat 28-29).

Renungkan:
Menurut ajaran Alkitab, mereka yang melayani Tuhan secara penuh waktu memiliki status yang mulia dan balasan yang cukup atas pekerjaan mereka, sehingga mereka tidak perlu khawatir, konsentrasi melayani dan memelihara kawanan domba Allah. Seperti yang dinasihatkan oleh Paulus dalam Perjanjian Baru: Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (1 Timotius 5:17). Hari ini bagaimana seharusnya kita memperlakukan dengan baik para penginjil dan gembala pastoral kita?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Imamat 27:30

Persembahan persepuluhan adalah milik TUHAN

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 27:30 [ITB])
30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Ayat ini menjelaskan bahwa sepersepuluh dari segala sesuatu yang keluar dari tanah adalah milik TUHAN dan dikuduskan bagi TUHAN. Bagaimana kita memahami kalimat ini?

Pertama-tama, konsep tanah dalam Kitab Imamat sangat penting. Tanah bukan hanya wilayah geografis atau tempat yang dimiliki oleh tuan tanah tertentu. Kepemilikan semua tanah di Israel adalah milik TUHAN (Im. 25:23). Ini masuk akal karena manusia sebagai makhluk yang umurnya terbatas, tidak mungkin kekal memiliki tanah yang umurnya lebih lama dari manusia. Tanah yang umurnya begitu panjang hanya layak bagi Allah yang kekal. Oleh karena itu, kepemilikan tanah hanya bisa di tangan Allah, dan Allah adalah pemilik semua tanah.

Kedua, karena Allah adalah pemilik tanah, semua produksi dari tanah itu sendiri harus menjadi milik TUHAN. Tetapi karena TUHAN menganugerahkan tanah Kanaan kepada orang Israel sebagai hadiah, hadiah ini menjadi berkat bagi orang Israel, hanya karena Dia bersedia memberikan milik-Nya sendiri kepada orang Israel untuk makanan sehari-hari. Dialah yang membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir sehingga menerima tanah perjanjian ini dan mereka bisa menjadi pemilik tanah serta mengelolahnya dengan bebas. Oleh karena itu, Im. 27:30 mengharuskan Israel untuk mempersembahkan persepuluhan, lalu orang Israel memiliki sembilan per sepuluh itu adalah anugerah, adalah pemberian Allah kepada orang Israel.

Ketiga, persembahan persepuluhan orang Israel kepada Allah sebenarnya adalah semacam pengakuan, menyatakan bahwa pemilik tanah adalah Allah melalui tindakan persembahan. Hasil dari tanah kudus memang harus dikuduskan milik Allah, sekarang umat Israel mengembalikan hasil dari tanah kudus kepada Allah melalui tindakan persembahan, itu adalah proklamasi pengakuan bahwa tanah itu milik TUHAN. Dengan demikian, persembahan menempatkan diri seorang sebagai penerima anugerah, berdiri pada jalan penerima anugerah, melihat bahwa apa yang telah diterima adalah rahmat, dan sekarang hanya mengembalikan rahmat ini kepada Allah pemberi anugerah, mengingat dan berterima kasih kepada Allah untuk semua jenis pemeliharaan penyediaan bagi orang ini.

Renungkan:
Sering kali kita memiliki mentalitas di hati kita, berpendapat bahwa uang yang kita persembahkan adalah milik kita sendiri. Pemikiran kita sendiri sering menganggap persembahan sebagai pencapaian dan kemampuan kita sendiri, dan juga menganggap persembahan sebagai konsumsi (bahkan komersial). Faktanya, kegiatan konsumtif dan persembahan sangat berbeda, yang pertama melihat diri mereka sebagai konsumen, melihat diri mereka sebagai orang yang memiliki kemampuan dan sumber daya keuangan, dan juga melihat apa yang mereka berikan adalah milik mereka sendiri. Orang-orang seperti itu terkadang mengharapkan pihak lain untuk memberikan layanan, dan mereka yang memberi persembahan dengan mentalitas ini mengharapkan gereja untuk memberikan mereka pelayanan, bukan dia melayani orang lain. Ayat Alkitab hari ini menantang kita dan membuat kita mengerti bahwa meskipun kita memiliki banyak uang, kita hanyalah seorang penerima anugerah. Tanpa kasih karunia Allah, kita tidak akan memiliki semua harta dan kehidupan di bumi. Mulai hari ini dan seterusnya, kita harus memperlakukan persembahan persepuluhan dengan mentalitas sebagai penerima berkat, dan melalui persembahan menyatakan pengakuan bahwa semua adalah pemberian dan anugerah Allah pada diri kita.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.