「Setiap hari dan tetap berkesinambungan」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 28:1-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 「Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: 『Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku.』
3 Katakanlah kepada mereka: 『Inilah korban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN:
dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai korban bakaran yang tetap; 4 domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi, domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja.
5 Juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik untuk korban sajian, diolah dengan seperempat hin minyak tumbuk. 6 Itulah korban bakaran yang tetap yang diolah pertama kali di atas gunung Sinai menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.
7 Dan korban curahannya ialah seperempat hin untuk setiap domba; curahkanlah minuman yang memabukkan sebagai korban curahan bagi TUHAN di tempat kudus.
8 Dan domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian pada waktu pagi dan sama seperti korban curahannya haruslah engkau mengolahnya sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.』」

Bilangan pasal 28 – 29 berbicara tentang persembahan korban, mulai dari persembahan korban harian, mingguan, bulanan hingga persembahan korban tahunan, frekuensinya menurun, tetapi jumlah yang dipersembahkan meningkat secara kumulatif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Pengaturan lebih awal: Orang Israel telah berada di padang gurun selama empat puluh tahun tanpa rumah permanen dan tidak ada tanah untuk ditanami dan dipanen. Tetapi nanti setelah memasuki Kanaan, lembu dan domba dapat dipersembahkan sebagai persembahan bakaran, gandum biji-bijian dapat dipersembahkan sebagai korban sajian, minuman anggur dapat dipersembahkan sebagai korban curahan, dan minyak zaitun dapat dipersembahkan untuk penerangan dan mengolah korban sajian. Ini harus direncanakan sebelumnya dan nantinya dilaksanakan di tanah perjanjian.
• Penyembahan bersifat nasional: semua persembahan korban ini adalah ibadah umum, dipersembahkan oleh para iman mewakili umat Allah, diadakan secara teratur sesuai periode waktunya, dan tepat waktu. Sedangkan untuk yang bersifat individual, persembahan korban yang tidak secara periode, terutama aturan dalam bernazar dan membayar nazar, akan dibahas belakangan di Bilangan 30.
• Jumlah dan barang korban: semua lembu dan domba yang dikorbankan adalah jantan, lebih berharga. Secara total, kebutuhan untuk satu tahun adalah 133 ekor lembu jantan, 32 ekor domba jantan, 1.086 ekor anak domba, lebih dari satu ton tepung, dan lebih dari 1.000 botol anggur dan minyak. Sepertinya banyak, tetapi itu hanya sebagian kecil bagi keseluruhan sebuah negara.
• Kualitas yang terbaik: semua persembahan kepada TUHAN (Yahweh), lembu dan domba, harus 「tidak bercela, tanpa cacat」, bahasa aslinya tǝmîmim berarti 「lengkap, tidak kurang, dan sehat」 (28:3). Korban sajian, hendaknya digunakan tepung pilihan yang digiling halus. Kaki dian emas dari tabernakel dan korban sajian harian semuanya memakai 「minyak zaitun tumbuk yang tulen」 yang mahal, mengacu pada minyak zaitun murni yang diperas dari penggilingan.
• Persembahan yang tetap dan terus menerus: banyak sedikit jumlahnya adalah prioritas kedua, yang terpenting adalah persembahan yang tetap (tāmîd) berkesinambungan (28:3, 10). Oleh karena itu, persembahan korban harian merupakan prioritas pertama, yang merupakan landasan dari sistem persembahan korban. Persembahan bakaran dipersembahkan setiap hari, setelah hewan korban disembelih, dilepaskan darahnya, dikupas, dipotong-potong, dan dicuci bersih, semuanya ditempatkan dengan rapi di atas mezbah dan dibakar dengan api, yang bermakna bahwa semuanya dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak ada yang disisihkan sama sekali (lihat Imamat 1). Pagi dan malam masing-masing 1 ekor anak domba jantan, mewakili pembaruan setiap hari.
• Korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: membakar korban-korban ini sebagai 「korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN」 (28:2, 6, 8). Teks bahasa aslinya memiliki 2 kata 「bau」 dan 「menyenangkan」, yang artinya bukan saja korban api-apian yang baunya menyenangkan, tetapi yang berkenan kepada TUHAN (Yahweh). Sedangkan kata ‘iššeh 「korban api-apian」, karena kadang-kadang tidak mengacu pada korban yang dibakar di atas altar (Imamat 24:7, 9), jadi mungkin lebih cocok untuk diterjemahkan sebagai 「persembahan」
Renungkan:
Korban adalah 「persembahan」 kepada Allah, mengungkapkan rasa syukur, cinta dan kerinduan dari sang penyembah kepada Allah. Persembahan korban membangun dan memperdalam perjanjian Allah dengan orang, memperdalam rohani sang penyembah, dan meningkatkan persekutuan, sukacita perkenan Allah dan manusia. Allah itu layak untuk keseluruhan dari diri kita, Allah itu layak untuk yang terbaik, Allah itu layak untuk cinta kasih kita. Karena itu, hanya pemberian terbaik yang bisa layak dipersembahkan kepada Allah.
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
