Tag Archives: Kitab Yeremia

12 Maret – KAMIS MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Aku … Menyelidiki Hati

Oleh
Rev Dr M. Mani Chacko
General Secretary
The Bible Society of India
Penerjemah: Team WMC

Yeremia 17:5-10

5  Beginilah firman TUHAN:
   “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia,
       yang mengandalkan kekuatannya sendiri,
    dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara,
       ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;
    ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun,
       di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
       yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air,
       yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,
    dan yang tidak mengalami datangnya panas terik,
       yang daunnya tetap hijau,
    yang tidak kuatir dalam tahun kering,
       dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
9  Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu,
       hatinya sudah membatu:
       siapakah yang dapat mengetahuinya?
10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati,
       yang menguji batin,
    untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya,
       setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Renungan

Yeremia 17: 5-10 sama dengan dengan Mazmur 1 yang berfokus pada hikmat. Mereka yang mengandalkan manusia, bukannya kepada TUHAN (Yahweh), dikutuk karena hati mereka telah berpaling dari TUHAN. Orang-orang yang demikian seperti semak-semak di padang pasir, terputus dari hujan berkat dan menjalani kehidupan yang kering. Tetapi mereka yang percaya kepada TUHAN diberkati, mereka seperti pohon yang ditanam dekat sumber air yang stabil. Pohon-pohon itu tidak memiliki kekhawatiran ketika waktu keadaan berubah menjadi buruk, dan mereka terus menghasilkan buah bahkan di tengah panas dan kekeringan. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak tergoncang oleh badai kehidupan dan ditopang oleh Tuhan sendiri. Kebenaran ini relevan bagi umat Allah di seluruh dunia. Yang benar-benar penting adalah kepercayaan dan keyakinan kita pada Tuhan.

Uang dan Kekuasaan tampaknya adalah dua berhala yang telah merebut gereja-gereja kita dan khususnya Pemimpinan kita. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa cepat atau lambat, semua yang lain akan gagal. Resesi dapat mengurangi seorang jutawan menjadi miskin dalam semalam. Kekuasaan dapat hilang dalam sehari dan orang yang bergantung pada hal-hal ini tidak memiliki apa-apa. Namun, jika orang hanya percaya pada Tuhan, mereka tidak akan pernah gagal.

Yeremia menyatakan bahwa hati bersifat menipu lebih di atas segalanya, dan tidak ada yang bisa memahaminya. Kebenaran yang nyata adalah bahwa hati kita bekerja dengan cara yang bertahap, halus dan licik dengan efek moral yang sangat berbahaya, sakit tidak bisa diperbaiki dan jauh melampaui pemahaman manusia. Bagi Yeremia, hati tidak dapat disembuhkan karena di samping pengabdiannya kepada Tuhan, manusia masih memelihara dosa di dalam hatinya karena dosa itu meluap dan keluar dari kejahatan yang bertakhta di bagian terdalam dari natur manusia.

Tetapi TUHAN menjawab bahwa Ia mampu menyelidiki hati dan menilai dengan adil. Tidak ada orang lain yang dapat melakukan ini karena hanya TUHAN yang dapat mengetahui bagian yang paling dalam, melihat kepatuhan orang-orang seperti Yeremia dan ketidaktaatan orang-orang yang telah meninggalkan Tuhan. Dia sendiri yang tahu setiap perbuatan dan menghukum atau memberi hadiah yang sesuai.

Doa

Ya Tuhan, kami minta maaf karena kami sering berpaling dari jalan-Mu yang Engkau harapkan bagi kami. Daripada mempercayai-Mu dalam perjalanan hidup kami, kami telah mempercayai kekuatan, uang, dan hal-hal materi lainnya. Akibatnya, kami telah masuk ke jalan jahat yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Ampuni kami, Tuhan, selidikilah hati kami dan bentuklah kembali kami seperti yang Engkau inginkan untuk kami hidupi di dunia ini. Amin.

Tindakan

Cobalah untuk melihat apa yang kita semua percayai dan andalkan di dalam uang, kekuasaan dll. melebihi percaya kepada Tuhan yang mengetahui keberadaan kita yang paling dalam. Sadarilah bahwa semua akan gagal suatu hari dan menghancurkan kita kecuali hanya kepercayaan kita kepada Tuhan, yang akan menopang kita di tengah tantangan dalam hidup. Tuhan akan membalas kita atas perbuatan baik kita dan menghukum kita karena perbuatan jahat kita. Jadi marilah kita mengandalkan Tuhan karena Tuhan menyelidiki hati kita dan hanya Tuhan yang memahami keberadaan kita yang paling dalam.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

09 Maret – SENIN MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Berjalan dalam Nasihat Mereka Sendiri

Oleh
The Right Reverend Solomon Cheong (retired)
Assistant Bishop of the Diocese of Kuching
Penerjemah: Team WMC

Yeremia 7:21-34

21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: “Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka.”
29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah!
        Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul,
    sebab TUHAN telah menolak
        dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi “Tofet” dan “Lembah Ben-Hinom”, melainkan “Lembah Pembunuhan”; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.

Renungan

Setahun sekali Gereja telah menyisihkan satu periode yang disebut Masa Pra-Paskah terutama untuk umat beriman dan juga yang tidak peduli untuk menghabiskan waktu untuk “menyerahkan sesuatu” dan untuk “mengambil sesuatu ”. Kita dapat memikirkan beberapa cara kecil untuk menyerah seperti permen atau “kolo mee” atau makanan atau minuman favorit. Uang yang dihemat adalah untuk “diberikan kepada beberapa” yayasan amal atau orang yang membutuhkan. Namun, hidup lebih dari sekadar makanan dan minuman.

Seperti orang-orang di zaman Yeremia, kami berjalan masuk dan keluar dari Gereja (bagi mereka bait suci) setiap minggu. Seberapa seringkah kita mendengarkan Firman Tuhan dibaca atau diberitakan? Sudahkah kita memperhatikan perintah-Nya tentang menjalani kehidupan yang berpusat pada Allah dan hidup benar?

Kita mungkin tidak begitu drastis dalam melakukan dosa seperti merampok bank atau memiliki hubungan di luar penikahan, tetapi dosa adalah dosa tidak peduli seberapa kecil atau dalam “tingkat” besar. ”Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” (1 Yoh. 1:8) Jadi, dengan memiliki sikap itu kita menipu diri sendiri. Apa yang tidak menyenangkan Tuhan adalah ketidaktaatan seseorang kepada-Nya. Pengorbanan kita tidak peduli berapa banyak kita lakukan dalam nama-Nya jika kita tidak patuh pada kehendak-Nya, itu adalah sia-sia. “Hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! ”(Yer. 7:23)

Sangat sering kita membuat keputusan sendiri dan kesimpulan yang sesuai dengan diri kita sendiri. Pandangan dunia yang sangat populer saat ini disebut hak asasi manusia dan hak-hak saya. ”Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.” (Yer. 7.24) Ini adalah salah satu alasan yang kita berikan kepada diri kita sendiri karena tidak mengambil jalan kebenaran Allah dalam perilaku dan disiplin kita.

Doa

Roh Allah yang hidup sekali lagi curahkan kepada saya. Bantu saya untuk melihat hal-hal yang telah menarik saya menjauh dari Engkau dan menarik saya jatuh. Saya butuh bantuan-Mu dalam banyak cara untuk menyingkirkan mereka dari hidup saya. Biarkan saya mengenakan pakaian pujian (Yesaya 61:3) demi Kristus

I NEED THEE EVERY HOUR (by Fernando Ortega)
https://www.youtube.com
Lyrics

I need Thee every hour,
Most gracious Lord;
No tender voice like Thine,
Can peace afford.
I need Thee, O I need Thee,
Every hour I need Thee!
O bless me now, Savior,
I come to Thee.

I need Thee every hour,
Stay Thou near by;
Temptations lose their power,
When Thou art nigh.
I need Thee, O I need Thee;
Every hour I need Thee!

O bless me now, my Savior,
I come to Thee.

I need Thee every hour,
In joy or pain;
Come quickly and abide,
Or life is vain.
I need Thee, O I need Thee;
Every hour I need Thee!

O bless me now, my Savior,
I come to Thee.

Songwriters: D. WAGNER / R. LOWRY
I Need Thee Every Hour lyrics
© S.I.A.E. Direzione Generale, Spoone Music Corp., Agape, WORD MUSIC, LLC,
WORDSPRING MUSIC, LLC

Tindakan

1. Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda tidak membuang apa yang bertentangan dengan kehendak Allah di dalam hidup Anda?

2. Apa yang Anda gunakan untuk menggantinya …?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

Yeremia 52:1-23 (1)

「Catatan atas Sejarah (1)」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 52:1-23 [ITB])
1 Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna. 2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang telah dilakukan Yoyakim. 3 Sebab oleh karena murka TUHANlah hal itu terjadi terhadap Yerusalem dan Yehuda, yakni bahwa Ia sampai membuang mereka dari hadapan-Nya.
Zedekia memberontak terhadap raja Babel. 4 Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Berkemahlah mereka mengepungnya dan didirikan merekalah tembok pengepungan sekelilingnya. 5 Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas pemerintahan raja Zedekia.
6 Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, 7 maka dibelah oranglah tembok kota itu. Melihat hal itu maka melarikan dirilah raja dengan semua tentara, meninggalkan kota itu pada waktu malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan. 8 Tetapi tentara Kasdim itu mengejar raja dari belakang dan mencapai Zedekia di dataran Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia. 9 Mereka menangkap raja dan membawa dia ke Ribla di tanah Hamat, kepada raja Babel, yang menjatuhkan hukuman atas dia. 10 Raja Babel menyuruh menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya; juga semua pemuka Yehuda disembelihnya di Ribla. 11 Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian raja Babel membawa dia ke Babel dan menaruhnya dalam rumah hukuman sampai kepada hari matinya.
12 Dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu — itulah tahun kesembilan belas pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel — datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang melayani raja Babel, ke Yerusalem. 13 Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan segala rumah di Yerusalem; segala rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. 14 Segala tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. 15 Sebagian dari orang-orang yang paling lemah dan sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan pembelot-pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa para pekerja tangan diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. 16 Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu, untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.
17 Juga tiang-tiang tembaga yang ada di rumah TUHAN dan kereta penopang dan laut tembaga yang ada di rumah TUHAN dipecahkan oleh orang Kasdim dan seluruh tembaganya diangkut mereka ke Babel. 18 Kuali-kuali, penyodok-penyodok, pisau-pisau, bokor-bokor penyiraman dan cawan-cawan dan segala perkakas tembaga yang dipakai untuk menyelenggarakan kebaktian diambil mereka, 19 juga pasu-pasu, perbaraan-perbaraan, bokor-bokor penyiraman, kuali-kuali, kandil-kandil, cawan-cawan dan piala-piala, baik segala yang dari emas maupun segala yang dari perak, diambil oleh kepala pasukan pengawal itu. 20 Adapun kedua tiang, laut yang satu itu dan kedua belas lembu tembaga yang ada di bawah kereta penopang, yang dibuat oleh raja Salomo untuk rumah TUHAN, tiada tertimbang tembaga segala perkakas ini. 21 Adapun tiang-tiang itu, satu tiang delapan belas hasta tingginya dan dapat dililit oleh tali yang dua belas hasta panjangnya; tebalnya empat jari dan geronggang dari dalam. 22 Di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja yang satu itu lima hasta, dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya dari tembaga. Dan tiang yang kedua seperti itu juga. Mengenai buah delima, 23 ada sembilan puluh enam buah delima yang merupakan gambar timbul; seluruhnya buah-buah delima itu ada seratus pada jala-jala itu berkeliling.

Hari ini kita membaca pasal terakhir Yer. 52, merupakan catatan yang lebih terperinci tentang kehancuran kota Yerusalem dan Bait Suci yang ditulis di pasal 39, juga dalam 2 Raj. 24-25.

Yeremia seumur hidup telah mengembara dari satu tempat ke tempat lain, kita dapat membayangkan betapa sulit bagi dia untuk menyimpan semua naskah asli, sulit memiliki kesempatan untuk duduk dan menyelesaikan seluruh kitab Yeremia sebelum dia mati. Tidak diragukan bahwa orang-orang dekat nabi Yeremia, seperti juru tulisnya, dan pengikut lainnya membantu mengumpulkan karyanya, dan disusun sesuai dengan aturan tertentu menjadi kitab. Kompilasi ini juga dapat lebih dari satu kali, dan dapat diedit lebih lanjut karena menemukan lebih banyak dokumentasi.

Yer. 51:64 mengatakan: … Sampai di sinilah perkataan-perkataan Yeremia. Lalu dari mana datangnya Yer. 52 ini? Pasal ini mungkin ditulis pada tahun 561 SM, setelah raja Yoyakhin dari Yehuda dilepaskan dari penjara Babel dan diperlakukan dengan sopan (Yer. 52:31). Yer. 52 isinya mirip dengan 2 Raj. 24:18-25:30, mungkin editor kitab Raja-raja menambahkan pasal 52 ke dalam kitab Yeremia untuk menunjukkan bahwa nubuat penghakiman Allah yang disampaikan Yeremia telah digenapi. Pembebasan raja Yoyakhin menjadi pertanda dari janji Allah kepada umat-Nya sekali lagi menerima pemeliharaan Allah dan dipulihkan lagi.

Bagaimana teks asli Alkitab selesai dituliskan jadi kitab adalah studi ilmu yang mendalam dan profesional, ini bukan yang kita perlu kuasai, karena tujuan kita dalam renungan saat teduh adalah memahami Firman Tuhan, yakni teks terakhir dari Alkitab yang dibukukan oleh banyak cendekiawan penulis Kitab Suci yang taat di bawah bimbingan Roh Kudus. Alkitab adalah Firman Tuhan, namun juga merupakan Kitab yang disusun melalui tangan manusia, ditulis dalam inspirasi oleh Roh Kudus, seperti yang dikatakan 1 Tim. 3:16 bahwa semuanya adalah Firman perkataan Allah.

Isi perikop ini terasa melompat, tidak selaras bersambung dengan pasal 46 sampai 51 tentang kematian Mesir, Babel dan negara-negara lain. Lalu mengapa editor Yeremia memasukkan catatan tentang kematian Yehuda kerajaan selatan ini? Kemungkinan editor berharap pembaca dapat mengkonfirmasikan bahwa nubuat nabi Yeremia sudah terpenuhi, kematian kerajaan Yehuda, menunjukkan bahwa itu memang adalah Firman perkataan Allah, meskipun dahulu apa yang disampaikan Yeremia tidak disambut orang.

Kita harus memiliki pemahaman bahwa kita harus mendengarkan pesan yang telah disampaikan oleh Allah melalui hamba-Nya, dan tidak boleh memandang rendah, atau itu akan membawa malapetaka ke dalam kehidupan. Hari ini Roh Kudus telah menggerakkan para nabi dan rasul Perjanjian Baru untuk melengkapi Alkitab, itu adalah Firman perkataan Allah. Kita tidak boleh mengabaikan ajaran Alkitab, atau hidup kita akan menderita kerugian besar.

Yer. 52:1-23 menggambarkan Nebukadnezar, raja Babel, menawan Zedekia raja Yehuda, dan membunuh anak-anaknya di hadapannya, mencungkil matanya dan merantai dia, dibawa ke penjara di Babel. Ayat 2-3 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang telah dilakukan Yoyakim. Sebab oleh karena murka TUHANlah hal itu terjadi terhadap Yerusalem dan Yehuda, yakni bahwa Ia sampai membuang mereka dari hadapan-Nya. Evaluasi Perjanjian Lama tentang pemerintahan raja melakukan apa yang jahat di mata TUHAN yakni merujuk pada raja memimpin orang-orang untuk menyembah berhala dan meninggalkan ajaran Allah.

Dalam ayat 3, penulis menyalahkan Zedekia atas kejahatannya sehingga Allah murka kepada Yerusalem dan Yehuda, akibatnya adalah situasi yang mengerikan dari serangan dan penghancuran tentara Babel terhadap Yerusalem, terlebih lagi Bait Suci juga dihancurkan terbakar. Orang Babel tidak hanya menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci, tetapi mereka juga membawa para elit Yehuda menjadi budak di Babel, hanya menyisakan orang-orang yang paling tidak berharga.

Tantangan yang dihadapi oleh orang-orang di era dan lingkungan di mana Yeremia hidup, sangat mirip dengan zaman sekarang, misalnya perang dagang, perang finansial, perang dingin, hilangnya harmoni dalam masyarakat, benturan antar kelompok etnis, menyebabkan perbedaan dan konflik. Masalah sosial ini hari ini juga mempengaruhi gereja dan umat Allah. Dalam lingkungan seperti itu, godaan terbesar kita adalah hanya berfokus pada dunia, dan hanya menggunakan cara-cara manusia untuk menghadapi masalah, tidak berbeda dengan orang yang tidak percaya.

Yeremia mengingatkan bahwa masalah terbesar bagi manusia dewasa ini adalah mereka tidak memiliki firman Tuhan, sedangkan hanya firman Tuhan yang dapat mengubah hati orang, dan kemudian membawa perubahan dalam hidup dan kehidupan. Yang kedua adalah bahwa orang mendengarkan kata-kata Tuhan tetapi tidak menaati, alasannya karena nafsu orang, keengganan untuk mematuhi kata-kata Tuhan, atau pengaruh guru-guru palsu hanya mau mendengarkan kata-kata yang enak di telinga, dan akhirnya tergoda untuk meninggalkan kebenaran. Jadi hari ini kita tidak hanya mendengarkan Firman, melaksanakan, juga memberitakan Injil. Injil adalah kekuatan Allah, yang menyelamatkan semua orang percaya, pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani.

Renungkan:

Dalam hal mendengarkan, melaksanakan, dan memberitakan Injil, yang mana yang perlu Anda tingkatkan?

Yeremia sepanjang hidupnya memberitakan Injil, sampai akhir, menjadi teladan yang baik, apakah Anda bersedia mengikutinya?


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 51:50-64

「Persiapan Pulang」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 51:50-64 [ITB])
50 Engkau yang terluput dari pedang, pergilah. Jangan berdiam diri. Ingatlah kepada YAHWEH dari jauh, biarlah Yerusalem datang ke dalam hatimu. 51 Kami menjadi pucat karena kami mendengar cemoohan, noda telah menutupi wajah-wajah kami, karena orang-orang asing telah masuk ke dalam ruang-ruang kudus Bait YAHWEH.
52 Sebab itu, lihatlah hari-hari itu datang, firman YAHWEH, Bahwa Aku akan menjatuhkan hukuman ke atas berhala-berhalanya, juga di seluruh negerinya orang-orang yang terluka akan merintih. 53 Walaupun Babilon akan naik sampai ke langit dan sekalipun ia membentengi kubu-kubunya dengan sangat tinggi, para penghancur akan datang dari-Ku kepadanya, firman YAHWEH.
54 Suara ratapan terdengar dari Babilon dan keruntuhan besar dari negeri orang Kasdim. 55 Sebab YAHWEH sedang menghancurkan Babilon dan melenyapkan darinya suara yang keras. Gelombang-gelombangnya bergelora bagaikan air bah, deru suaranya diperdengarkan. 56 Sebab, para penghancur sedang mendatangi Babilon, pahlawan-pahlawannya ditawan, busur-busur mereka mengecewakan, karena YAHWEH, Elohim yang adil, pasti akan mengadakan keadilan.
57 Aku akan membuat pembesar-pembesarnya mabuk, juga orang-orang bijaksananya, panglima-panglimanya, penguasa-penguasanya dan pahlawan-pahlawannya. Mereka akan tertidur panjang dan tidak akan bangun, firman Raja yang Nama-Nya YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam.
58 Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam berfirman, Tembok Babilon yang tebal akan sepenuhnya diratakan, dan gerbangnya yang tinggi akan dibakar dengan api. Penduduknya akan bersusah payah untuk kesia-siaan, dan bangsa-bangsanya bekerja keras untuk api, mereka akan kelelahan.
59 Perkataan yang telah nabi Yeremia perintahkan kepada Seraya, anak Neria, anak Mahseya, ketika ia pergi bersama Zedekia, raja Yehuda, ke Babilon, pada tahun keempat dari pemerintahannya. Seraya adalah kepala tata usaha. 60 Maka Yeremia menuliskan semua kemalangan yang akan datang ke atas Babilon di dalam sebuah kitab, semua perkataan ini ditulis untuk Babilon. 61 Lalu Yeremia berkata kepada Seraya, Ketika engkau tiba di Babilon dan melihatnya, kemudian membaca semua perkataan ini, 62 kemudian engkau akan berkata: Ya YAHWEH, Engkau telah berbicara terhadap tempat ini untuk melenyapkannya, sehingga tidak ada makhluk yang akan berdiam di dalamnya, baik manusia maupun hewan, sebab negeri itu akan menjadi reruntuhan untuk selamanya.
63 Ketika engkau selesai membacanya, engkau akan mengikatkan sebuah batu pada kitab ini dan melemparkannya ke tengah sungai Efrat. 64 Kemudian engkau akan berkata, Dengan cara inilah Babilon akan tenggelam dan tidak akan bangkit dari kemalangan yang akan Aku bawa ke atasnya; mereka akan menjadi lelah. Sampai di sinilah perkataan-perkataan Yeremia.

Yer. 51:50-53 menubuatkan bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya kepada orang Israel, yakni orang Israel yang telah ditawan menjadi budak dapat kembali ke tanah air mereka, dan mengingatkan orang Israel untuk mengambil kesempatan dan bergegas melarikan diri dari Babel. Di awal ayat 50, dikatakan Engkau yang terluput dari pedang, pergilah. Jangan berdiam diri, artinya jangan menunggu lagi. Orang Israel telah ditawan selama sekitar 50 tahun (586-538 SM), percaya banyak orang telah terbiasa hidup sebagai budak di kota besar itu. Dalam Yer. 29:5-7 dahulu nabi Yeremia memberikan instruksi kepada mereka untuk menetap di Babel, membangun pekerjaan, menikah dan memiliki anak. Kita dapat membayangkan kehidupan yang stabil dari kelompok orang yang ditawan ini dan keturunan mereka yang tinggal di Babel. Mereka mungkin tidak ingin pindah, terutama pindah dari kota besar yang ramai ke Palestina yang terpencil dan terbelakang, tetapi jika mereka tidak pergi, maka akan binasa bersama orang Babilonia.

Alkitab juga menggunakan Babel sebagai rujukan pada dunia dan yang melawan Allah, jadi hari ini Allah memanggil kita umat-Nya untuk meninggalkan Babel. 1 Yoh. 2:15-16 mengingatkan kita Janganlah mengasihi dunia, dan juga hal-hal yang ada di dalamnya. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada padanya. Karena segala yang ada di dalam dunia: nafsu kedagingan dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan berasal dari dunia.

Umat Tuhan akan menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan tugas untuk meninggalkan Babel dan kembali ke Tanah Perjanjian, maka ayat 50 mengingatkan bangsa Israel agar bersiap secara rohani, yaitu Ingatlah kepada YAHWEH dari jauh, biarlah Yerusalem datang ke dalam hatimu. Ingatan mengenang adalah ungkapan cinta kasih, sangatlah penting untuk memiliki hati yang mencintai Allah melampaui dunia. Mengingat kembali kelemahan dan kesalahan masa lalu, dapat mengingatkan kita untuk tidak mengulangi kesalahan para pendahulu kita.

Yer. 51:54-58 ditulis dalam genre puisi yang menggambarkan bagaimana Allah memakai kerajaan Persia bersama-sama negara-negara lain untuk melaksanakan rencana-Nya menghancurkan kerajaan Babilonia. Ayat 57-58 Aku akan membuat pembesar-pembesarnya mabuk, … tertidur panjang dan tidak akan bangun, firman Raja yang Nama-Nya YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam. Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam berfirman, Tembok Babilon yang tebal akan sepenuhnya diratakan, dan gerbangnya yang tinggi akan dibakar dengan api. …, mereka akan kelelahan. Kedua ayat ini mengulang dua kali frasa firman Raja yang Nama-Nya YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam.
dan Beginilah YAHWEH Tsebaot, YAHWEH Semesta Alam berfirman, ini menekankan bahwa kehendak Allah telah ditentukan, Dia pasti akan melaksanakan rencana untuk menghancurkan Babel, dan tidak akan berubah.

Yer. 51:64 di bagian akhir mengatakan, Sampai di sinilah perkataan-perkataan Yeremia di sini sangat jelas memberitahu kita bahwa catatan nabi Yeremia sampai di sini. Adapun isi pasal 52 sejak awal sudah dicatat dalam Yer. 39:1-10, kemudian pasal 52 ditambahkan lagi. Pengaturan semacam itu terutama menunjukkan bahwa nubuat tentang Babel akan dihancurkan bukanlah omong kosong, tetapi sudah dituliskan bahkan ketika dia masih sangat makmur dan berkuasa.

Ayat 59 mengatakan Perkataan yang telah nabi Yeremia perintahkan kepada Seraya, anak Neria, anak Mahseya, ketika ia pergi bersama Zedekia, raja Yehuda, ke Babilon, pada tahun keempat dari pemerintahannya. Seraya adalah kepala tata usaha. Tahun keempat dari pemerintahan Zedekia, raja Yehuda adalah tahun 593 SM, tujuh tahun sebelum kehancuran Yehuda dan kehancuran Yerusalem. Tercatat di sini bahwa ketika raja Zedekia datang ke Babel untuk menemui raja Nebukadnezar, ditemani oleh Seraya yang adalah kepala tata usaha, dia adalah saudara lelaki dari Barukh juru tulis nabi Yeremia (lihat Yer. 32:12). Mengapa Zedekia pergi ke Babel? Sangat mungkin bahwa satu tahun sebelumnya yakni 594 SM, Mesir memiliki raja baru yang memiliki pendapat yang sangat besar tentang suksesi Babel mengambil alih Palestina dari tangan Asyur. Karena itu Zedekia ingin beraliansi dengan negara-negara kecil di dekatnya, ditambah dukungan Mesir, agar dapat melepaskan diri dari kendali jajahan Babel. Mungkin kegiatan politik Zedekia menyebabkan kecurigaan raja Nebukadnezar, jadi dia dipanggil untuk diinterogasi di Babel.

Jika kita membandingkan Yeremia 51:59 dengan Yer. 27:3, kita akan menemukan bahwa banyak utusan asing datang ke Yerusalem untuk mengunjungi raja Zedekia. Pada waktu itu, nabi Yeremia membuat sebuah ikat pinggang dan kuk kayu yang ia gantung di lehernya untuk melambangkan akan datangnya penawanan, untuk memperingatkan para utusan dan raja-raja kerajaan Edom, Amon, Sidon, dan sebagainya.

Renungkan:

Yeremia mengingatkan sisa-sisa Israel untuk Ingatlah kepada YAHWEH. Rasul Yohanes mengingatkan kita untuk menjaga hati yang kasih kepada Bapa, caranya adalah senantiasa haus merindukan Tuhan dan janganlah mengasihi dunia, dan juga hal-hal yang ada di dalamnya. Bersediakah Anda mengikuti ajaran Alkitab?

Ada tiga godaan mencintai dunia: nafsu kedagingan, keinginan mata, dan keangkuhan hidup, yang manakah merupakan godaan terbesar bagi Anda? Bagaimana Anda dapat menang mengatasi godaan ini?


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 51:34-49

「Gugatan Yehuda Terhadap Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 51:34-49 [ITB])
34 Aku dimakan habis, dihamburkan oleh Nebukadnezar, raja Babel, diletakkan seperti mangkuk yang kosong. Ia menelan aku seperti ular naga, ia memenuhi perutnya dengan pengananku yang enak-enak, ia membuangkan aku. 35 Biarlah penggagahan dan penghancuran atasku tertimpa kepada Babel, begitulah hendaknya berkata penduduk Sion, biarlah darahku tertimpa kepada penduduk negeri orang Kasdim, begitulah hendaknya berkata Yerusalem.
36 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memperjuangkan perkaramu, dan akan melakukan pembalasan untukmu: Aku akan mengeringkan lautnya dan akan menggersangkan sumber airnya; 37 Babel akan menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala, tempat kengerian dan suitan, tanpa penduduk.
38 Bersama-sama mereka mengaum seperti singa-singa muda, menggeram seperti anak-anak singa; 39 jika mereka merasa panas, Aku akan menyediakan perjamuan bagi mereka, akan membuat mereka mabuk, supaya mereka menjadi pusing dan jatuh tertidur untuk selama-lamanya, tidak akan bangun-bangun lagi, demikianlah firman TUHAN. 40 Aku akan merebahkan mereka untuk dibantai seperti anak-anak kambing, seperti domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan.
41 Betapa Sesakh direbut, dan negeri pujian seluruh bumi diduduki! Betapa Babel menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa! 42 Laut telah naik meliputi Babel, gelombang-gelombangnya yang menderu telah melingkupinya. 43 Kota-kotanya sudah menjadi tempat tandus, menjadi negeri yang kering dan padang belantara, negeri yang tidak didiami oleh seorang pun dan yang tidak dilewati oleh seorang manusia pun.
44 Aku akan menghukum dewa Bel di Babel, dan akan mengeluarkan dari mulutnya apa yang ditelannya. Bangsa-bangsa tidak akan datang lagi mengalir kepadanya, tembok Babel pun sudah runtuh.
45 Keluarlah dari tengah-tengahnya, hai umat-Ku! Hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya dari murka TUHAN yang menyala-nyala itu! 46 Biarlah hatimu jangan kecut dan takut karena kabar yang terdengar di negeri: apabila tahun ini datang kabar ini, dan tahun kemudian kabar itu, apabila kekerasan merajalela di negeri dan penguasa lalim melawan penguasa lalim.
47 Sebab itu sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menghukum patung-patung Babel; seluruh negerinya akan menjadi malu dan semua orangnya yang terbunuh akan rebah di tengah-tengahnya.
48 Maka langit dan bumi serta segala apa yang ada di dalamnya akan bersorak-sorai tentang Babel, apabila dari utara datang kepadanya para perusak itu, demikianlah firman TUHAN.
49 Babel akan jatuh oleh karena orang-orang yang mati terbunuh di antara Israel sama seperti jatuhnya orang-orang yang mati terbunuh di seluruh bumi oleh karena Babel.

Bagian pertama dari perikop yang kita baca hari ini adalah Yer. 51:34-35, di mana nabi Yeremia menceritakan situasi dahulu ketika Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar, raja Babel pada tahun 586 SM. Pada waktu itu, Yerusalem dijarah dan keadaannya menyedihkan. Pada saat sebaliknya yang akan diserbu dan jatuh adalah kota Babel, orang-orang Israel yang di masa lalu ditawan ke Babel akan bersorak gegap gempita, dalam ayat 35 mereka akan berseru Biarlah penggagahan dan penghancuran atasku tertimpa kepada Babel, begitulah hendaknya berkata penduduk Sion. Biarlah darahku tertimpa kepada penduduk negeri orang Kasdim, begitulah hendaknya berkata Yerusalem

Yer. 51:36-40 melanjutkan nubuat bagaimana rencana Allah menghukum Babel, Allah hendak menegakkan keadilan memperjuangkan perkara penduduk Yerusalem, dan melakukan pembalasan bagi mereka. Cara Allah menghakimi orang Babel adalah menyediakan perjamuan membuat mereka mabuk, menjadi pusing dan jatuh tertidur untuk selama-lamanya (bandingkan terjemahan CUV mabuk, bergairah, tidur pulas, NIV drunk, shout with laughter, sleep forever , ASV drunken, rejoice, perpetual sleep, IMB mabuk, bersukaria, tertidur panjang, dan tidak pernah bangun) Ini tampaknya menyenangkan di permukaan, tetapi itu justru adalah cara lain hukuman dari Allah ─ orang yang minum arak terlalu banyak dapat tidur pulas dan bahkan tidur tidak bangun, yakni maut.

Ketika Babel masih tertidur pulas dalam mabuk, Allah membuat kerajaan Persia bergabung dengan negara-negara tetangga untuk menyerangnya. Akibatnya, Babel yang tadinya seperti singa yang ganas, menjadi seperti anak-anak kambing, seperti domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan yang disembelih. Yer. 51:41-49, sekali lagi menggambarkan kehancuran kerajaan Babel, membandingkan kemakmuran dan keemasan masa lalunya kontras dengan situasi tragis ia akan dijatuhkan dan dihancurkannya.

Allah tidak hanya menghakimi Babel, tetapi Ia juga akan memimpin orang Israel kembali ke Tanah Perjanjian, maka dalam Yer. 51:45-48 Ia melalui nabi Yeremia memperingatkan sisa-sisa umat Israel yang ada di Babel dan memanggil mereka untuk meninggalkan Babel rumah perbudakan itu.

Renungkan:

Cara Allah menghancurkan orang Babel adalah dengan membuat mereka mabuk, bersukaria, tertidur pulas, ini tampaknya secara permukaan adalah kenikmatan menyenangkan, tetapi itu sebenarnya adalah kutukan dan hukuman, karena ini adalah kegembiraan dalam dosa, dan bencana yang tersembunyi. Jika Anda menjalani kehidupan yang tenang dalam kemakmuran hari ini, kiranya ingatkan diri Anda bahwa kebenaran kehidupan lahir dari kesulitan, kematian ada di dalam bahagia kemakmuran, marilah berdoa untuk diri sendiri, belajar lebih banyak tentang berbagi amal, berpuasa dan berdoa, melakukan saat teduh, dan pelatihan rohani yang lain.

Jika hari ini Anda mengalami kesulitan dan penderitaan, terutama karena Anda adalah seorang Kristen, Anda dianiaya dan menderita untuk Tuhan. Tolong doakanlah diri Anda dan minta Tuhan menambahkan iman Anda agar Anda tahu bahwa ini mungkin berkat yang tersembunyi. Karena kesulitan, penderitaan, kekurangan, dan bahkan didikan disiplin, dapat membangun iman kita serta menempa dan memurnikan kehidupan rohani kita.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 51:20-33

「Dipilih dan Dibuang」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 51:20-33 [ITB])
20 Engkau tadinya adalah palu godam bagi-Ku, senjata perang: Dengan engkau Aku menghancurkan bangsa-bangsa, dengan engkau Aku memusnahkan kerajaan-kerajaan, 21 dengan engkau Aku menghancurkan kuda dan pengendaranya, dengan engkau Aku menghancurkan kereta dan penunggangnya, 22 dengan engkau Aku menghancurkan orang laki-laki dan perempuan, dengan engkau Aku menghancurkan orang tua dan muda, dengan engkau Aku menghancurkan teruna dan dara, 23 dengan engkau Aku menghancurkan gembala dan kawanan dombanya, dengan engkau Aku menghancurkan petani dan lembu pembajaknya, dengan engkau Aku menghancurkan bupati-bupati dan pembesar-pembesar!
24 Namun Aku akan membalaskan kepada Babel dan kepada segenap penduduk negeri orang Kasdim segala kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Sion, di depan matamu sendiri, demikianlah firman TUHAN.
25 Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu, hai gunung pemusnah, demikianlah firman TUHAN, yang memusnahkan seluruh bumi! Aku akan mengacungkan tangan-Ku kepadamu, menggulingkan engkau dari bukit batu, dan membuat engkau menjadi gunung api yang telah padam. 26 Orang tidak akan mengambil batu penjuru atau batu dasar dari padamu, tetapi engkau akan menjadi tempat tandus yang kekal, demikianlah firman TUHAN.
27 Angkatlah panji-panji di bumi, tiuplah sangkakala di antara bangsa-bangsa, persiapkanlah bangsa-bangsa berperang melawan Babel, kerahkanlah kerajaan-kerajaan melawannya — Ararat, Mini dan Askenas — angkatlah seorang panglima melawannya, tampilkanlah kuda seperti kawanan belalang! 28 Persiapkanlah bangsa-bangsa berperang melawannya, raja-raja Media beserta bupati-bupati dan pembesar-pembesarnya, dan setiap negeri yang di bawah kuasanya!
29 Bumi berguncang dan bergetar, sebab rancangan TUHAN terhadap Babel sedang terlaksana, yakni untuk membuat negeri Babel menjadi tempat tandus yang tidak berpenduduk. 30 Pahlawan-pahlawan Babel telah berhenti berperang, mereka tinggal duduk di kubu-kubu pertahanan, kegagahberanian mereka sudah lenyap, mereka sudah menjadi seperti perempuan. Tempat-tempat tinggalnya sudah terbakar, palang-palang pintunya sudah patah!
31 Pesuruh-pesuruh cepat berlari susul-menyusul, pembawa-pembawa kabar susul-menyusul, untuk mengabarkan kepada raja Babel, bahwa kotanya telah direbut dari segala penjuru, 32 tempat-tempat penyeberangan telah diduduki, benteng-benteng pertahanan telah dihanguskan dengan api, prajurit-prajurit telah menjadi gempar.
33 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Puteri Babel adalah seperti tempat pengirikan pada waktu orang menginjak-injaknya! Sedikit waktu lagi akan datang waktu panen baginya.

Perikop hari ini Yer. 51:20-33, bagian awal dari perikop ini ayat 20-23 adalah sebuah puisi yang lain, bersambutan dengan isi Yer. 51:15-19 yang dibaca kemarin, puisi yang menyatakan Allah Pencipta yang agung. Di sini Yer. 51:20-23 terutama menunjukkan bahwa Babel hanya alat di tangan Allah, bagaimana bisa alat itu ingin dibandingkan setara dengan Sang Tuan? Babel memang pernah mematuhi kehendak Allah, tadinya Allah menggunakan dia untuk memperbaiki dunia yang berantakan ini, tetapi sekarang situasi telah berubah, palu godam itu telah rusak, maka pemiliknya membuangnya.

Yer. 51:24-33, Allah ingin rakyat Yehuda melihat bagaimana Ia akan menghakimi Babel, dan hukumannya adalah kehancuran total. Ayat 25-26 mengatakan bahwa Babel dulunya seperti gunung yang luar biasa, memiliki kekuatan yang besar, dapat menaklukkan dan memerintah banyak suku bangsa. Itu membuat dia tampaknya tinggi tidak dapat dijangkau dan hanya dapat dengan menengadah ke atas untuk melihat dia, tetapi Allah akan memotong rata dia dan menghancurkannya. Babel juga seperti batu penjuru yang dibuang oleh tukangnya, dahulu bisa saja digunakan sebagai batu penjuru untuk menopang seluruh bangunan, tetapi akan dibuang, dan akan dibakar dengan api, menjadi abu yang rapuh tidak berguna, dibiarkan saja diinjak-injak, tiada kegunaan sama sekali.

Ayat 27-33 menubuatkan keadaan aliansi bangsa-bangsa menyerang Babel. Untuk ketiga kalinya, Allah memanggil bangsa-bangsa untuk mengangkat panji-panji, mengumpulkan pasukan menyerang Babel (50:2; 51:12). Dalam aliansi militer ini, selain Media yang telah disebutkan sebelumnya, juga termasuk Ararat, Mini dan Askenas Tempat-tempat ini adalah suku bangsa militan yang suka berperang. Mereka dikirim oleh Allah untuk menghancurkan pasukan Babel, suku-suku bangsa ini menjadi hamba Allah untuk mengeksekusi kehendak Allah menghakimi Babel. Di hadapan pasukan yang dikirim oleh Allah, pasukan Babel sama sekali tidak dapat melawan, ayat 30 menggambarkan: Pahlawan-pahlawan Babel telah berhenti berperang, mereka tinggal duduk di kubu-kubu pertahanan, kegagahberanian mereka sudah lenyap, … Mereka bahkan tidak memiliki kemampuan untuk keluar berperang, hanya bisa menunggu untuk dibinasakan.

Ayat 29 mengatakan, … sebab rancangan TUHAN terhadap Babel sedang terlaksana, yakni untuk membuat negeri Babel menjadi tempat tandus yang tidak berpenduduk, penghancuran Babel adalah karena rancangan TUHAN sudah ditetapkan, hendak menghakimi dia. Menghadapi keadaan seperti itu, manusia hanya memiliki satu jalan untuk hidup yakni mengakui dosa dan bertobat kepada Allah, tetapi bagi mereka yang sombong, pertobatan itu sama dengan menghendaki nyawa mereka, maka kehancuran Babel adalah kesimpulan yang sudah pasti.

Renungkan:

Ayat-ayat hari ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan telah membuang kerajaan Babel dan memilih Media-Persia sebagai pelayan-Nya. Hari ini Tuhan masih mencari hamba yang mau melayani-Nya, dan Dia juga akan membuang alat yang tidak sesuai. Apakah Anda bersedia dipilih oleh Tuhan?

Jika Anda telah dipilih oleh Tuhan dan memiliki pelayanan, mohon doakan diri Anda kiranya Tuhan menjaga Anda dalam kasih-Nya dan terus memakai Anda!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 51:1-19

「Angin Perubahan Bertiup Menuju Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 51:1-19 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN: “Sesungguhnya, Aku menggerakkan terhadap Babel, terhadap penduduk negeri orang-orang Kasdim, suatu semangat pemusnah. 2 Aku akan mengirim ke Babel penampi-penampi yang akan menampinya dan yang akan menyapu bersih negerinya, sebab mereka mengepungnya dari segala pihak pada hari malapetaka. 3 Hendaklah si pemanah membidikkan panahnya kepada orang yang membidik dan kepada orang yang berbaju zirah! Janganlah merasa sayang akan teruna-terunanya, tumpaslah segala tentaranya! 4 Orang-orang yang terbunuh akan rebah di negeri orang-orang Kasdim dan orang-orang yang luka parah di jalan-jalannya — 5 sungguh, Israel dan Yehuda tidak ditinggalkan sebagai janda oleh Allahnya, oleh TUHAN semesta alam — sebab negeri orang Kasdim penuh dengan kesalahan terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel.
6 Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya, supaya kamu jangan tertumpas karena kesalahannya! Sebab inilah waktu pembalasan bagi TUHAN; Ia membayar ganjaran kepadanya.
7 Babel tadinya seperti piala emas di tangan TUHAN yang memabukkan seluruh bumi. Bangsa-bangsa minum dari anggurnya, itulah sebabnya bangsa-bangsa menjadi gila.
8 Tiba-tiba Babel jatuh dan pecah, ratapilah dia! Ambillah balsam untuk lukanya, mungkin ia menjadi sembuh!
9 Kami tadinya mau menyembuhkan Babel, tetapi ia tidak dapat disembuhkan; tinggalkanlah dia, marilah kita pulang masing-masing ke negerinya! Sungguh, penghukumannya sudah sampai ke langit, sudah menjangkau awan-awan!
10 TUHAN telah membuat segala kebenaran kita menjadi nyata; marilah kita ceritakan di Sion perbuatan TUHAN, Allah kita!
11 Lancipkanlah anak-anak panah, siapkanlah perisai-perisai! TUHAN telah membangkitkan semangat raja-raja Media, sebab rencana-Nya terhadap Babel ialah untuk memusnahkannya: itulah pembalasan TUHAN, pembalasan karena bait suci-Nya!
12 Angkatlah panji-panji terhadap tembok-tembok Babel, perkuatlah penjagaan! Tempatkanlah orang-orang jaga, persiapkanlah penghadangan! Sebab TUHAN telah merencanakan dan melaksanakan juga apa yang diancamkan-Nya terhadap penduduk Babel.
13 Hai engkau yang tinggal di tepi sungai besar, yang mempunyai kekayaan besar, akhir hidupmu sudah datang, batas hidupmu sudah sampai!
14 TUHAN semesta alam telah bersumpah demi diri-Nya sendiri: Sungguhpun engkau penuh dengan manusia-manusia seperti belalang, tetapi orang akan mengangkat pekik pertempuran terhadapmu.
15 TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.
16 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.
17 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas akan menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya,
18 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.
19 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

Ayat yang kita baca hari ini juga menjelaskan alasan dan proses kehancuran kerajaan Babel.

Dalam pasal 50, nabi Yeremia sekali lagi menyebutkan bahwa Allah menghukum Babel karena kesombongannya. Allah memilih Babel sebagai hamba-Nya untuk melaksanakan perintah Allah, maka dia harus taat dan mematuhi firman Allah.

Yeremia mulai pasal 48 berbicara tentang Mesir, Moab, dan bangsa-bangsa asing lain sampai pasal 51 kerajaan Babel dihancurkan, mereka semua memiliki dosa yang sama yakni terkait erat dengan penyembahan berhala. Orang yang menyembah berhala, ia akan menuruti hawa nafsunya, karena dewa-dewa palsu tidak akan menghukum para pendosa, ini juga merupakan penyebab utama korupsi sosial.

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa orang memiliki kuasa karena pemberian Allah dan dipilih untuk menjadi hamba-Nya, karena itu sungguh tidak ada alasan untuk bermegah di hadapan Allah. Hal yang sama berlaku untuk kerajaan Babel, besar kekuatannya karena pemberian Allah, dia harus menjadi pelayan-Nya untuk menghakimi Yehuda dan bangsa-bangsa lain. Namun dengan itu dia menjadi sombong dan merasa dirinya setara dengan Allah (lih. 50:31-32), menghadapi Allah dengan sikap arogan, mendatangkan murka Allah, maka Allah memilih kerajaan Persia sebagai ganti hamba-Nya, untuk menghukum Babel.

Yer. 51:1-10 menjelaskan bahwa kerajaan Babel sama berharganya dengan piala emas di tangan Allah, tetapi sekarang telah menjadi objek untuk dibuang. TUHAN mengizinkan bangsa-bangsa untuk menyerang dan menghancurkannya, pada saat yang sama umat Allah diberi kesempatan untuk melepaskan diri dari perbudakan.

Inilah yang Allah katakan dalam ayat 1 Sesungguhnya, Aku menggerakkan terhadap Babel, terhadap penduduk negeri orang-orang Kasdim, suatu semangat pemusnah.
Semangat pemusnah yaitu bangkitnya seorang penghancur datang menyerang Babel. Konsonan dari kata Leb Kamai (berarti jantung musuhku) dalam bahasa Ibrani jika dibaca terbalik menjadi kata Kasdim, ini merupakan kode atau sandi orang Yahudi yang menunjuk kepada orang Babel. Allah menghancurkan Babel adalah agar umat-Nya dapat kembali ke tanah air mereka dan membangun kembali kehidupan dan iman mereka.

Yer. 51:11-14, nabi Yeremia menggunakan cara pengulangan untuk menggambarkan pasukan yang dengan perlengkapan penuh sudah siap menyerang Babel, sudah dipastikan Babel memulai menapak jalan kehancuran.

Yer 51:15-19 hampir identik dengan Yer. 10:12-16. Ini adalah puisi memuji kuasa kedaulatan Allah Pencipta, isinya menekankan bahwa Allah yang berjanji untuk menghancurkan Babel adalah Tuhan yang berkuasa besar dan penuh bijaksana. Dia adalah Pencipta, puisi ini menggunakan bagian dari alam, awan, kilat, dan hujan untuk membantu orang memahami kebesaran dan kuasa kekuatan Allah, melampaui segala rezim pemerintahan di bumi ini dan segala dewa berhala ciptaan manusia.

Renungkan:

Apakah Anda memiliki kesulitan mengakui kekalahan dan menghadapi pengajaran pendisiplinan? Melarikan diri dan menghindari tanggung jawab seringkali bukan solusi yang baik, marilah kita berdoa bagi diri kita sendiri.

Tolong renungkan kalimat berikut: Kita menerima pendisiplinan bukanlah berarti menyerah pada kesalahan dan dosa, tetapi merendahkan diri taat di hadapan Tuhan.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:21-46

「Penghakiman atas Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:21-46 [ITB])
21 Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman TUHAN, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan! 22 Gemuruh perang di negeri dan terjadilah kehancuran besar! 23 Betapa remuk redamnya dan hancur luluhnya martil seluruh bumi itu! Betapa Babel menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa! 24 Aku memasang jerat bagimu, dan memang engkau terjebak, hai Babel, dengan tidak mengetahuinya.
Engkau terdapat dan memang engkau tertangkap, sebab engkau telah menantang TUHAN.
25 TUHAN telah membuka tempat perlengkapan-Nya dan mengeluarkan senjata-senjata geram-Nya, sebab ada pekerjaan bagi Tuhan ALLAH semesta alam di negeri orang-orang Kasdim: 26 Marilah mendatanginya dari segala jurusan, bukalah lumbung-lumbungnya, onggokkanlah isinya bertimbun-timbun dan tumpaslah itu, janganlah ada tinggal sisanya! 27 Bunuhlah segala lembunya, biarlah rebah semuanya untuk dibantai! Celakalah mereka, sebab waktunya sudah tiba, saat penghukuman atas mereka!
28 Dengar! Pelarian-pelarian dan orang-orang yang terluput dari negeri Babel datang memberitahukan di Sion tentang pembalasan TUHAN, Allah kita, pembalasan karena bait suci-Nya. 29 Kerahkanlah penembak-penembak melawan Babel, semua orang pemanah! Berkemahlah mengepungnya, supaya jangan ada yang lolos! Balaslah dia setimpal dengan perbuatannya, lakukanlah kepadanya tepat seperti yang dilakukannya sendiri! Sebab ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel. 30 Sebab itu teruna-terunanya akan rebah di tanah-tanah lapangnya, dan semua prajuritnya akan menjadi bungkam pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN.
31 Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu, hai engkau yang kurang ajar, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam, sebab waktumu sudah tiba, saat Aku menghukum engkau. 32 Si kurang ajar itu akan tersandung jatuh dan tidak ada yang membangkitkan dia. Di kota-kotanya Aku akan menyalakan api yang akan menghanguskan segala apa yang di sekitarnya.
33 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Orang Israel tertindas bersama-sama dengan orang Yehuda. Semua orang yang menawan mereka tetap menahan mereka, tidak mau melepaskan mereka. 34 Tetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel.
35 Pedang akan menimpa orang-orang Kasdim, demikianlah firman TUHAN, menimpa penduduk Babel, menimpa pemuka-pemukanya dan orang-orangnya yang berhikmat!
36 Pedang menimpa tukang-tukang ramal, sehingga ternyata mereka bodoh! Pedang menimpa pahlawan-pahlawannya, sehingga mereka menjadi terkejut!
37 Pedang menimpa kudanya dan keretanya, menimpa segenap tentara campuran yang di tengah-tengahnya, sehingga mereka menjadi seperti perempuan! Pedang menimpa perbendaharaannya, sehingga dijarah orang!
38 Pedang menimpa segala airnya, sehingga menjadi kering! Sebab negeri itu penuh patung-patung, mereka menjadi gila oleh berhala-berhala mereka!
39 Sebab itu binatang-binatang gurun serta anjing-anjing hutan akan diam di sana, juga burung-burung unta akan tinggal di dalamnya. Negeri itu tidak akan didiami lagi untuk seterusnya dan tidak akan ditinggali lagi turun-temurun. 40 Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya, demikianlah firman TUHAN, demikianlah tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.
41 Lihatlah, suatu bangsa akan datang dari utara, suatu suku bangsa yang besar, dan banyak raja, akan bergerak maju dari ujung bumi. 42 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Babel! 43 Raja Babel telah mendengar kabar tentang mereka, tangannya sudah menjadi lemah lesu, kesesakan telah menyergap dia, ia kesakitan seperti perempuan yang melahirkan.
44 Sesungguhnya, seperti singa yang bangkit keluar dari hutan belukar sungai Yordan mendatangi padang rumput tempat kawanan domba, demikianlah Aku akan membuat mereka lari dengan tiba-tiba dari negeri itu dan mengangkat di atasnya dia yang Kupilih. Sebab siapakah yang seperti Aku? Siapakah yang berani mendakwa Aku? Siapakah gerangan gembala yang tahan menghadapi Aku?
45 Sebab itu dengarlah putusan yang telah diambil TUHAN terhadap Babel dan rancangan-rancangan yang telah dibuat-Nya terhadap negeri orang-orang Kasdim: Bahwa sesungguhnya, yang paling lemah pun di antara kawanan domba akan diseret. Bahwa sesungguhnya, padang rumput mereka sendiri akan merasa ngeri terhadap mereka.
46 Bumi akan goncang karena kabar: Babel sudah direbut; ratap mereka akan terdengar di antara bangsa-bangsa!”

Yer. 50:21-46 yang kita baca hari ini memiliki tema bagaimana kerajaan Babel yang awalnya dipilih menjadi hamba Allah, menjadi martil besar, berubah menjadi pihak yang menerima hukuman Allah. Secara sekilas alasannya adalah karena mereka menantang TUHAN (ayat 24), dan alasan yang lebih mendalam adalah bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel (ayat 29, CUV memperkaya makna terjemahan yakni meninggikan diri tanpa batas terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel) Teks ini khusus menekankan kurang ajar (kesombongan tidak terbatas) dari Babel (ayat 31, 32) permasalahan Babel adalah bahwa hati yang sombong tanpa batasan, ingin menggantikan peran Allah. Karena prestasi dirinya, dia berpikir bahwa dia setara dengan Allah, ia lupa bahwa dirinya hanyalah pelayan Allah, bukan Allah. Alasan mengapa dia begitu kuat dan makmur adalah karena Allah memilihnya untuk melakukan tugas dari Allah untuk menghukum orang Israel yang memberontak dan bangsa-bangsa yang di sekitarnya.

Yer. 50:21-34 menggambarkan situasi di mana Babel diserang dan dihancurkan. Allah memerintahkan hamba-Nya dalam ayat 21, Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Kata Merataim memiliki arti pemberontakan berlipat ganda, ini mungkin terkait dengan wilayah Babel selatan . Pekod merujuk pada bagian Babel timur, yang berarti penghakiman berasal dari Allah. Kedua bentuk permainan kata ini memberi tahu kita bahwa seluruh Babel harus menerima hukuman berat dari Allah.

Nubuat Yeremia juga membandingkan Babel sebagai martil besar. Di masa lalu, dia adalah alat Allah untuk menghakimi, tetapi sekarang dia tiba-tiba menjadi objek yang dihancurkan. Allah sekali lagi membandingkan diri-Nya sebagai pemburu yang memasang jerat, sehingga Babel seperti buruan tidak berhati-hati dan terjerat, dan kemudian pemburu prajurit memakai senjata untuk menyerang itu.

Ayat 29 – 30 (lihat juga ayat 14-16) berbicara tentang panggilan kepada semua pemanah untuk menyerang Babel, di zaman kuno pemanah adalah kekuatan utama dalam menyerang dan bertahan, maka Babel menghadapi bahaya besar. Kitab Suci mengatakan jangan ada yang lolos. Ini berarti bahwa hukuman Allah terhadap Babel adalah menyeluruh dan kehancurannya sangat total. Di sini Kitab Suci mengulangi ayat 15b, sekali lagi menyebutkan bahwa hukuman Allah adalah ia diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan orang lain (lih. 25:14). Alasan mengapa Allah menghukum Babel dengan sangat parah adalah ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel (ayat 29), demikian juga yang ditulis di ayat 30, sama dengan 49:26 berita yang sama tentang Damaskus.

Dalam ayat 31-32, pesan Yeremia terus menekankan bahwa Babel adalah negara yang sombong tanpa batasan, menempatkan Allah dalam pandangan mata dan memperlakukan orang lain tidak manusiawi, jadi ketika Allah murka dan menghukumnya, tidak ada yang bersedia membantunya, karena siapa pun yang membantu orang yang akan dihukum Allah, artinya menentang Allah. Ayat 33-34 menuliskan Allah melihat penindasan yang diterima orang Israel di Babel, jadi Allah hendak menegakkan keadilan bagi mereka.

Yer. 50:35-38 adalah sebuah puisi yang disebut mazmur pedang. Dalam Yehezkiel 21:1-17 menggambarkan Allah menggunakan pedang Allah menghukum orang Israel yang murtad, dan di sini menggambarkan tentang hukuman Allah terhadap Babel. Puisi ini memberi tahu kita bahwa jika Allah menghancurkan sebuah negara, tidak peduli berapa banyak kekayaan yang telah dia kumpulkan, itu akan sia-sia. Semuanya akan kosong, seperti Nebukadnezar, raja Babel, yang mengambil semua harta dari Bait Suci Yerusalem. Tetapi hasilnya adalah raja Persia memerintahkan untuk mengembalikan semuanya ke Bait Suci.

Ayat 40, Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya … tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya. Kitab Suci berulang kali menggunakan Sodom dan Gomora kedua kota yang hancur sebagai perumpamaan, artinya tingkat hukuman yang diberikan Allah akan sama dengan kedua kota itu, kota Babel akan hancur menjadi puing dan tidak ada manusia yang akan menempatinya. Namun, tempat letaknya kota Babel masih ada manusia yang menghuninya, maka nubuat ini belum sepenuhnya terwujud, dan itu tidak akan sepenuhnya terwujud menunggu akhir zaman.

Yer. 50:44-46, ayat ini sama dengan 49:19-21, tetapi pasal 49 berbicara tentang Edom, tetapi sebaliknya di sini menunjuk Babel sebagai pihak yang akan dihancurkan Allah, karena dia berani menjadi musuh menentang Allah. Kitab Wahyu Perjanjian Baru mengutip bagian ini untuk menunjukkan bahwa Babel adalah objek utama penghukuman dari Allah pada penghakiman hari akhir.

Renungkan:

Orang mutlak tidak boleh sombong (kurang ajar) kepada Allah! Bahaya terbesar dari kesuksesan adalah bahwa itu bisa membuat kita memandang diri terlalu tinggi dan bahkan menjadi orang yang sombong tanpa batas.
Apakah Anda tahu bahwa siapapun yang berpikir dapat mengandalkan kekuatan diri sendiri dan menolak untuk taat kepada Tuhan maka dia menjadi musuh Allah, dia membinasakan dirinya sendiri?

Kerendahan hati adalah sikap yang mutlak harus ada dalam melayani Tuhan.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:11-20

「Babel Musnah」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:11-20 [ITB])
11 Sekalipun kamu bersukacita dan beria-ria, hai orang-orang yang merampok milik-Ku, sekalipun kamu melompat-lompat seperti anak lembu di padang rumput, dan meringkik seperti kuda-kuda jantan, 12 namun, ibumu sangat menanggung malu, dan perempuan yang melahirkan kamu tersipu-sipu! Lihat, dialah yang menjadi terakhir dari bangsa-bangsa: padang gurun, padang belantara dan dataran rumput! 13 Karena murka TUHAN negeri itu tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus. Setiap orang yang melewati Babel akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya.
14 Aturlah barisanmu menyerang Babel dari segala pihak, hai semua orang pemanah! Panahlah kepadanya, janganlah merasa sayang akan anak panah, sebab kepada TUHANlah ia berdosa! 15 Bertempiksoraklah menyerangnya dari segala pihak!
Dia sudah menyerah, tonggak-tonggaknya sudah rebah, pagar-pagarnya sudah runtuh!
Sungguh, itulah pembalasan TUHAN! Laksanakanlah pembalasan terhadapnya, lakukanlah kepadanya seperti yang dilakukannya sendiri! 16 Lenyapkanlah orang penabur dari Babel dan orang penyabit pada musim menuai! Untuk mengelakkan pedang yang dahsyat ini, setiap orang akan berpaling pulang kepada bangsanya, setiap orang akan lari ke negerinya.
17 Israel adalah seperti domba yang dicerai-beraikan, dihalaukan oleh singa-singa. Mula-mula raja Asyur memakan dia, dan sekarang pada akhirnya Nebukadnezar, raja Babel, mengerumit tulang-tulangnya.
18 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku menghukum raja Babel dan negerinya, seperti Aku telah menghukum raja Asyur.
19 Tetapi Aku akan mengembalikan Israel ke padang rumputnya, supaya ia makan rumput di atas Karmel dan di Basan, dan menjadi kenyang di atas pegunungan Efraim dan di Gilead. 20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.

Hari ini kita membaca nubuat tentang kematian Babel. Yer. 50:11-16 memberi tahu kita mengapa Allah menghukum Babel dan menunjukkan bahwa Ia akan menghukum orang Babel dengan cara seperti Babel dahulu memperlakukan orang yang dikalahkannya dalam perang.

Yer. 50:11-13 pertama-tama menunjukkan bahwa alasan Allah menghukum Babel adalah karena dia menghancurkan Yehuda dengan sikap arogan. Meskipun Allah menggunakan Babel untuk menghakimi dan menghukum Yehuda, tetapi Yehuda tetap merupakan warisan milik-Nya dan adalah umat milik kepunyaan-Nya. Yehuda seperti anak lembu dan kuda jantan milik Allah, adalah warisan milik Allah yang indah, sehingga Ia akan menghukum mereka yang merampas warisan milik-nya (lihat Ul. 4:20).

Babel merampas Yehuda sebagai milik dirinya sendiri, maka Babel menjadi musuh Allah. Karena itu Allah bersumpah untuk membuat Babel kota yang besar itu menjadikan hutan belantara, tidak berpenghuni, seperti Yerusalem pada saat itu. Yer. 50:14-16 nabi Yeremia menggunakan sapuan pena yang hidup untuk menggambarkan pertempuran di kota Babel yang merupakan penghakiman Allah, pertempuran ini akan menjadi penghancuran yang sengit dan menyeluruh.

Di sini kita harus memahami bahwa kata Babel dapat memiliki banyak makna dalam Perjanjian Lama dan Baru. Babel dapat menunjuk pada kekuatan politik dan ibukota yang didirikan oleh orang Kasdim yang dalam sejarah menghancurkan kerajaan selatan Yehuda, ini adalah makna secara harfiah. Tetapi dalam kitab nabi-nabi Perjanjian Lama dan kitab Wahyu di Perjanjian Baru, dapat memiliki makna lain yang bersifat simbolik, Babel mewakili kekuatan spiritual akhir zaman yang bermusuhan dengan Allah.

Bagaimana seharusnya kita menjelaskan Yer. 50:14-16? Apakah murni seluruhnya dipahami secara harfiah, atau dengan menambahkan metafora spiritual? Jika kita menjelaskannya secara murni makna literal, nubuat ini telah digenapi sebagian, kerajaan Media-Persia benar-benar bangkit dan telah mengalahkan Babel, menghancurkannya; tetapi di sisi lain, menurut catatan sejarah, kejatuhan kota Babel pada dasarnya ini adalah transfer kekuasaan yang damai, tidak ada perang sengit seperti yang dinubuatkan oleh Kitab Suci, Koresh raja Persia yang baru sangat toleran terhadap orang Babel dan orang Israel yang tertawan. Ini bisa kita lihat dalam kitab Daniel. Faktanya, saat kejatuhan Babel, baik orang Babel maupun orang Israel tidak melarikan diri dalam skala besar, jadi jika menggunakan makna yang murni literal, masih ada beberapa konten yang tidak sepenuhnya digenapi dalam nubuat ini. Namun, kita tahu bahwa perikop ini aslinya ditulis dalam puisi, jadi tidak boleh dijelaskan secara murni makna literal, jadi kita menerima bahwa kata Babel memiliki banyak makna simbolis, nubuat ini memiliki banyak makna dan realisasi yang berulang. Ini berarti bahwa selain penghancuran Babel, nubuat ini juga memiliki makna hari-hari terakhir, dan beberapa konten tidak akan sepenuhnya terwujud sampai masa depan. Karena itu, ketika kita menjelaskan perikop ini, kita juga perlu mempelajari ayat-ayat lain dalam Alkitab, termasuk Perjanjian Baru terutama kitab Wahyu.

Yer. 50:17-20 mengacu pada kebangkitan Israel, Allah akan membalas terhadap negara-negara yang telah menelan umat pilihan-Nya, termasuk Asyur yang menghancurkan Israel kerajaan utara dan Babel yang menghancurkan Yehuda kerajaan Selatan. Kita harus mengerti bahwa Israel yang disebutkan di sini adalah mencakup Yehuda dari Selatan (bukan hanya Israel kerajaan Utara), yaitu seluruh kedua belas suku Israel. Israel seperti kawanan domba yang berserakan (lih. ayat 6-7), yaitu Allah menggunakan Asyur dan Babel untuk mendisiplinkan seluruh orang Israel. Namun, mereka dengan kesombongan telah menghancurkan umat Allah, sehingga Allah akan menghakimi mereka, dan akan memimpin umat-Nya yang masih setia kepada-Nya kembali ke Tanah Perjanjian, Ia akan mengampuni dosa-dosa mereka, Tanah Perjanjian sekali lagi akan diberikan untuk mereka tempati.

Ayat 20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup. Frasa pada waktu itu dan pada masa itu itu adalah harinya Mesias, Allah akan memimpin umat Israel kembali ke Tanah Perjanjian, artinya Ia telah mengampuni mereka (lih. Yes. 40:2) Ayat ini dari awal sudah secara konsisten memberikan pernyataan yang terkait Mesias, menunjukkan bahwa visi pengampunan dan berkat ini harus dipenuhi saat hari-hari ketika Mesias datang.

Ketika raja Babel menghancurkan Asyur, mengalahkan Mesir dan menyapu negara-negara tetangga, ia melihat dirinya sendiri hebat, lupa bahwa ia hanya pelayan yang dipilih oleh Allah, dan bahkan berpikir bahwa ia dapat bersaing dengan Allah, maka menyebabkan murka Allah.
Dalam puisi-puisi Yes. 14:12-15, ada menyebutkan tentang Babel: Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Keberhasilan juga bisa menjadi jebakan, jika kita gagal berurusan dengan kesuksesan dan pencapaian, kita mungkin jatuh ke dalam godaan Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi, lalu jatuh menjadi musuh Allah. Raja Babel adalah contoh yang baik tentang tersandung ke dalam jebakan kesuksesan.

Renungkan:

Babel dengan kejam memperlakukan negara dan orang-orang yang telah dikalahkannya, akibatnya, ketika Allah menghakiminya, Dia juga membiarkan negara-negara lain menggunakan cara kejam yang sama untuk menghancurkannya.

Tuhan Yesus berkata dalam Khotbah di Bukit: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Ini juga merupakan aturan emas untuk memperlakukan orang. Apa yang Tuhan lakukan kepada umat-Nya adalah pendisiplinan. Disiplin adalah untuk memperbaiki hidup kita, membuat kita lebih menyerupai Tuhan Yesus, sehingga menjadi lebih dipakai oleh Tuhan!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:1-10

「Tentang Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:1-10 [ITB])
1 Firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia mengenai Babel, mengenai negeri orang-orang Kasdim:
2 “Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan, katakanlah: Babel telah direbut, dewa Bel menjadi malu, Merodakh telah terkejut! Berhala-berhalanya menjadi malu, dewa-dewanya yang keji telah terkejut! 3 Maka suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, membuat negerinya menjadi tempat tandus; tidak ada lagi yang diam di dalamnya, baik manusia maupun binatang, semuanya lari lenyap.
4 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka; 5 mereka menanyakan jalan ke Sion, ke sanalah mereka terarah: Marilah kita menggabungkan diri kepada TUHAN, bergabung dalam suatu perjanjian kekal yang tidak dapat dilupakan!
6 Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya. 7 Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!
8 Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim! Keluarlah! Jadilah seperti kambing-kambing jantan yang mengepalai kawanannya! 9 Sebab sesungguhnya, Aku menggerakkan dan membangkitkan terhadap Babel sekumpulan bangsa-bangsa yang besar dari utara; mereka akan mengatur barisan untuk melawannya, dari sanalah kota itu akan direbut. Panah-panah mereka adalah seperti pahlawan yang mujur, yang tidak pernah kembali dengan tangan hampa. 10 Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, semua orang yang merampasnya akan puas hatinya, demikianlah firman TUHAN.

Yeremia 50 dan 51 adalah tentang orang Kasdim, nubuat tentang kehancuran kerajaan Babel.

Menurut catatan pasal 36, setelah raja Yoyakim membakar gulungan kitab nabi Yeremia, Allah memerintahkan dia untuk meninggalkan catatan, Yeremia mengambil gulungan lain dan memberikannya kepada juru tulis Barukh bin Neria yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. (Yer. 36:32). Maka 《Kitab Yeremia》 khotbah dan nubuat yang didiktekan Yeremia, dituliskan oleh Barukh dan yang lainnya (sekretaris dan editor), dikumpulkan dan diorganisir. Dalam proses pengeditan dan penyelesaian, Kitab Suci juga mengatakan masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. Ini menunjukkan bahwa editor menambahkan beberapa bahan yang tidak secara langsung dari nabi Yeremia untuk membantu pembaca memahami tulisan Kitab Suci atau latar belakangnya. Memahami latar belakang ini sangat membantu bagi kita untuk mempelajari kedua pasal tentang penghakiman kerajaan Babel.

Dari sudut pandang orang Yehuda, Babel adalah musuh terbesar Yehuda, bahkan lebih daripada Mesir. Meskipun Allah pernah menggunakan Babel sebagai tongkat untuk menghukum Yehuda dan bangsa-bangsa, tetapi penghakiman Allah atas dirinya sudah dekat. Babel dihancurkan oleh Media-Persia pada tahun 539 SM, tetapi dalam kedua pasal ini tidak disebutkan Persia sebagai kekuatan besar di dunia, maka sebagian besar ayat dalam dua pasal ini seharusnya telah selesai penyusunannya sebelum Persia bangkit dan Babel dihancurkan.

Nenek moyang orang Kasdim adalah orang semi nomaden yang sangat awal telah menetap di Ur-Kasdim. Pada 605 SM, setelah kerajaan Babel menghancurkan kerajaan Asyur, menduduki tanah kerajaan utara Israel, sampai pada tahun 586 SM, kerajaan selatan Yehuda juga dihancurkan oleh Babel. Dengan demikian, seluruh bangsa Israel berada di bawah yurisdiksi kerajaan Babel. Ketika nabi Yeremia menubuatkan bahwa Babel akan dimusnahkan, itu juga mengindikasikan bahwa orang Israel akan mendapatkan kesempatan untuk dibebaskan.

Ayat 1-3 Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan … jelas, nabi Yeremia sangat antusias dengan berita bahwa Babel akan dihancurkan. Bagi dia dan bangsanya, ini adalah kabar baik yang harus diumumkan! Babel akan diserang, dan hukuman ini juga akan mempermalukan dewa pelindungnya. Ayat 3 mengatakan bahwa suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, ungkapan ini tidak selalu merujuk pada arah geografi, karena dalam budaya Ibrani, Utara adalah sumber dari semua kejahatan, sehingga ini mungkin merupakan ekspresi metaforis.

Setelah berita tentang penghancuran Babel, segera ayat 4-5 menyatakan pemulihan Israel dan Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka (ayat 4). Ketika bencana datang kepada Babel, Israel yang tertawan akan berbalik kepada Allah dan bertobat, orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda, yakni keseluruhan bangsa Israel akan berkumpul bersama. Mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka Mereka hendak menunjukkan pengakuan dosa dan terima kasih mereka kepada Allah, karena Allah menyelamatkan mereka dan mengizinkan mereka untuk kembali ke tanah air mereka. Ini juga merupakan perintah kepada orang Israel setelah raja Persia untuk mengalahkan orang Babel (lihat 2 Taw. 36:22-23).

Ayat 10: Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, di masa lalu kerajaan Babel menjarah negara lain, tetapi sekarang akan dirampok dan dijarah. Para penjarah akan puas hatinya menyatakan bahwa bencana atas Babel sangat serius, mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan.

Renungkan:

Babel adalah hamba Allah, dan dikirim untuk menghakimi kerajaan Yehuda dan bangsa-bangsa di sekitarnya, tetapi karena dosa dan pemberontakan dirinya terhadap Allah, malahan menjadi objek penghakiman Allah. Ini adalah perubahan yang mengerikan. Mari doakanlah diri kita masing-masing dan mohon kepada Tuhan menambahkan kekuatan dan perlindungan, agar Anda bisa setia sampai akhir!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.