「Babel Musnah」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yer. 50:11-20 [ITB])
11 Sekalipun kamu bersukacita dan beria-ria, hai orang-orang yang merampok milik-Ku, sekalipun kamu melompat-lompat seperti anak lembu di padang rumput, dan meringkik seperti kuda-kuda jantan, 12 namun, ibumu sangat menanggung malu, dan perempuan yang melahirkan kamu tersipu-sipu! Lihat, dialah yang menjadi terakhir dari bangsa-bangsa: padang gurun, padang belantara dan dataran rumput! 13 Karena murka TUHAN negeri itu tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus. Setiap orang yang melewati Babel akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya.
14 Aturlah barisanmu menyerang Babel dari segala pihak, hai semua orang pemanah! Panahlah kepadanya, janganlah merasa sayang akan anak panah, sebab kepada TUHANlah ia berdosa! 15 Bertempiksoraklah menyerangnya dari segala pihak!
「Dia sudah menyerah, tonggak-tonggaknya sudah rebah, pagar-pagarnya sudah runtuh!」
Sungguh, itulah pembalasan TUHAN! Laksanakanlah pembalasan terhadapnya, lakukanlah kepadanya seperti yang dilakukannya sendiri! 16 Lenyapkanlah orang penabur dari Babel dan orang penyabit pada musim menuai! Untuk mengelakkan pedang yang dahsyat ini, setiap orang akan berpaling pulang kepada bangsanya, setiap orang akan lari ke negerinya.
17 Israel adalah seperti domba yang dicerai-beraikan, dihalaukan oleh singa-singa. Mula-mula raja Asyur memakan dia, dan sekarang pada akhirnya Nebukadnezar, raja Babel, mengerumit tulang-tulangnya.
18 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: 「Sesungguhnya, Aku menghukum raja Babel dan negerinya, seperti Aku telah menghukum raja Asyur.
19 Tetapi Aku akan mengembalikan Israel ke padang rumputnya, supaya ia makan rumput di atas Karmel dan di Basan, dan menjadi kenyang di atas pegunungan Efraim dan di Gilead. 20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.」
Hari ini kita membaca nubuat tentang kematian Babel. Yer. 50:11-16 memberi tahu kita mengapa Allah menghukum Babel dan menunjukkan bahwa Ia akan menghukum orang Babel dengan cara seperti Babel dahulu memperlakukan orang yang dikalahkannya dalam perang.
Yer. 50:11-13 pertama-tama menunjukkan bahwa alasan Allah menghukum Babel adalah karena dia menghancurkan Yehuda dengan sikap arogan. Meskipun Allah menggunakan Babel untuk menghakimi dan menghukum Yehuda, tetapi Yehuda tetap merupakan warisan milik-Nya dan adalah umat milik kepunyaan-Nya. Yehuda seperti anak lembu dan kuda jantan milik Allah, adalah warisan milik Allah yang indah, sehingga Ia akan menghukum mereka yang merampas warisan milik-nya (lihat Ul. 4:20).
Babel merampas Yehuda sebagai milik dirinya sendiri, maka Babel menjadi musuh Allah. Karena itu Allah bersumpah untuk membuat Babel kota yang besar itu menjadikan hutan belantara, tidak berpenghuni, seperti Yerusalem pada saat itu. Yer. 50:14-16 nabi Yeremia menggunakan sapuan pena yang hidup untuk menggambarkan pertempuran di kota Babel yang merupakan penghakiman Allah, pertempuran ini akan menjadi penghancuran yang sengit dan menyeluruh.
Di sini kita harus memahami bahwa kata 「Babel」 dapat memiliki banyak makna dalam Perjanjian Lama dan Baru. 「Babel」 dapat menunjuk pada kekuatan politik dan ibukota yang didirikan oleh orang Kasdim yang dalam sejarah menghancurkan kerajaan selatan Yehuda, ini adalah makna secara harfiah. Tetapi dalam kitab nabi-nabi Perjanjian Lama dan kitab Wahyu di Perjanjian Baru, dapat memiliki makna lain yang bersifat simbolik, 「Babel」 mewakili kekuatan spiritual akhir zaman yang bermusuhan dengan Allah.
Bagaimana seharusnya kita menjelaskan Yer. 50:14-16? Apakah murni seluruhnya dipahami secara harfiah, atau dengan menambahkan metafora spiritual? Jika kita menjelaskannya secara murni makna literal, nubuat ini telah digenapi sebagian, kerajaan Media-Persia benar-benar bangkit dan telah mengalahkan Babel, menghancurkannya; tetapi di sisi lain, menurut catatan sejarah, kejatuhan kota Babel pada dasarnya ini adalah transfer kekuasaan yang 「damai」, tidak ada perang sengit seperti yang dinubuatkan oleh Kitab Suci, Koresh raja Persia yang baru sangat toleran terhadap orang Babel dan orang Israel yang tertawan. Ini bisa kita lihat dalam kitab Daniel. Faktanya, saat kejatuhan Babel, baik orang Babel maupun orang Israel tidak melarikan diri dalam skala besar, jadi jika menggunakan makna yang murni literal, masih ada beberapa konten yang tidak sepenuhnya digenapi dalam nubuat ini. Namun, kita tahu bahwa perikop ini aslinya ditulis dalam puisi, jadi tidak boleh dijelaskan secara murni makna literal, jadi kita menerima bahwa kata 「Babel」 memiliki banyak makna simbolis, nubuat ini memiliki banyak makna dan realisasi yang berulang. Ini berarti bahwa selain penghancuran Babel, nubuat ini juga memiliki makna hari-hari terakhir, dan beberapa konten tidak akan sepenuhnya terwujud sampai masa depan. Karena itu, ketika kita menjelaskan perikop ini, kita juga perlu mempelajari ayat-ayat lain dalam Alkitab, termasuk Perjanjian Baru terutama kitab Wahyu.
Yer. 50:17-20 mengacu pada kebangkitan Israel, Allah akan membalas terhadap negara-negara yang telah menelan umat pilihan-Nya, termasuk Asyur yang menghancurkan Israel kerajaan utara dan Babel yang menghancurkan Yehuda kerajaan Selatan. Kita harus mengerti bahwa 「Israel」 yang disebutkan di sini adalah mencakup Yehuda dari Selatan (bukan hanya Israel kerajaan Utara), yaitu seluruh kedua belas suku Israel. Israel seperti kawanan domba yang berserakan (lih. ayat 6-7), yaitu Allah menggunakan Asyur dan Babel untuk mendisiplinkan seluruh orang Israel. Namun, mereka dengan kesombongan telah menghancurkan umat Allah, sehingga Allah akan menghakimi mereka, dan akan memimpin umat-Nya yang masih setia kepada-Nya kembali ke Tanah Perjanjian, Ia akan mengampuni dosa-dosa mereka, Tanah Perjanjian sekali lagi akan diberikan untuk mereka tempati.
Ayat 20 「Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.」 Frasa 「pada waktu itu dan pada masa itu」 itu adalah harinya Mesias, Allah akan memimpin umat Israel kembali ke Tanah Perjanjian, artinya Ia telah mengampuni mereka (lih. Yes. 40:2) Ayat ini dari awal sudah secara konsisten memberikan pernyataan yang terkait Mesias, menunjukkan bahwa visi pengampunan dan berkat ini harus dipenuhi saat hari-hari ketika Mesias datang.
Ketika raja Babel menghancurkan Asyur, mengalahkan Mesir dan menyapu negara-negara tetangga, ia melihat dirinya sendiri hebat, lupa bahwa ia hanya pelayan yang dipilih oleh Allah, dan bahkan berpikir bahwa ia dapat bersaing dengan Allah, maka menyebabkan murka Allah.
Dalam puisi-puisi Yes. 14:12-15, ada menyebutkan tentang Babel: 「Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. 」
Keberhasilan juga bisa menjadi jebakan, jika kita gagal berurusan dengan kesuksesan dan pencapaian, kita mungkin jatuh ke dalam godaan 「Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi」, lalu jatuh menjadi musuh Allah. Raja Babel adalah contoh yang baik tentang tersandung ke dalam jebakan kesuksesan.
Renungkan:
Babel dengan kejam memperlakukan negara dan orang-orang yang telah dikalahkannya, akibatnya, ketika Allah menghakiminya, Dia juga membiarkan negara-negara lain menggunakan cara kejam yang sama untuk menghancurkannya.
Tuhan Yesus berkata dalam Khotbah di Bukit: 「Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.」 Ini juga merupakan aturan emas untuk memperlakukan orang. Apa yang Tuhan lakukan kepada umat-Nya adalah pendisiplinan. Disiplin adalah untuk memperbaiki hidup kita, membuat kita lebih menyerupai Tuhan Yesus, sehingga menjadi lebih dipakai oleh Tuhan!
Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.