Tag Archives: Setia dalam Pelayanan

2 Korintus 8:16-9:5

「Orang yang dapat dipercaya dan dipuji」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 8:16-9:5 [ITB])
16 Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu. 17 Memang ia menyambut anjuran kami, tetapi dalam kesungguhannya yang besar itu ia dengan sukarela pergi kepada kamu. 18 Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil. 19 Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami.
20 Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini. 21 Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia. 22 Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu. 23 Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus. 24 Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu.
9:1 Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu. 2 Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: 「Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.」 Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang. 3 Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam hal ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan, 4 supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama dengan aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia, sehingga kami — untuk tidak mengatakan kamu — merasa malu atas keyakinan kami itu. 5 Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.

Untuk memastikan bahwa gereja Korintus dapat menyelesaikan rencana membantu orang-orang kudus, Paulus selain memberikan penjelasan kepada mereka dan memberi mereka contoh, tetapi juga mempercayakan tiga saudara untuk membantu mereka menindaklanjuti masalah ini. Ayat 8:16-24 adalah pengantar yang diberikan Paulus kepada mereka, dapat dikatakan surat rekomendasi Paulus. Ia memberikan rekomendasi atas tiga bersaudara ini, yang menunjukkan bahwa dia tidak menolak surat rekomendasi. Paulus tidak perlu seseorang untuk memberikan surat rekomendasi atas dirinya (3:1-2), keberatan Paulus adalah jika seseorang menggunakan surat rekomendasi untuk membanggakan diri mereka sendiri dan membanding-bandingkan! Di hadapan Gereja dan Allah, jika seseorang benar-benar layak dan diakui, maka Paulus akan terus terang dan terbuka memuji mereka, Titus jelas adalah rekan Injil dan asisten yang sangat penting bagi Paulus, ia berkali-kali menyebutkan nama orang ini dalam suratnya (2:13; 7:6, 13-15; 8:6, 16, 23; 12:18). Menurut catatan Gal. 2:1, ketika Paulus pergi ke Yerusalem, ada dua orang bepergian bersama-sama, Barnabas dan Titus. dapat dilihat bahwa hubungan mereka adalah sangat dekat. Para peneliti percaya bahwa Titus adalah satu penghubung antara Paulus dan jemaat Korintus. Dari dia, Paulus tahu antusiasme semangat dan penyesalan jemaat Korintus, sehingga hati dia dihiburkan (7:6-7). Mungkin, surat Paulus yang penuh air mata adalah dibawa oleh Titus kepada jemaat Korintus multi gereja. Paulus menekankan, Titus dengan sukarela pergi kepada mereka setelah mendengarkan nasihatnya (8:17), Titus memiliki hasrat seperti itu bukan karena hasil upayanya, tetapi ini adalah Tuhan yang menaruh hati peduli atas jemaat Korintus di dalam hati Titus. Segala sesuatu berasal dari Allah (8:16).

Ada dua orang saudara lain yang pergi bersama Titus, namun Paulus tidak mengungkapkan nama-nama mereka, kita tidak tahu siapa mereka. Yang pertama muncul di 8:18, di mana ia menunjukkan bahwa kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil, … ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini. Ayat 8:20 lebih jauh menunjuk bahwa mereka memiliki pengaturan tersebut adalah untuk menghindarkan ada orang yang dapat mencela mereka dalam hal pelayanan kasih dan memfitnah mereka karena besar jumlah yang dikumpulkan. Dapat dilihat, saudara ditunjuk oleh jemaat-jemaat, selain sebagai pemberi pelayanan kasih, juga berperan dalam penggalangan dana. Mengumpulkan bantuan dana selalu melibatkan transfer uang, mudah ada orang yang mencela dan mempertanyakan, jadi di dalam prosesnya harus ada transparansi yang sangat tinggi dan pengawasan ketat. Saudara yang satu lagi muncul di 8:22, antusiasme semangat dan ketekunan orang ini telah diuji berkali-kali, dan Paulus dan tim misinya bisa memberikan kesaksian atas dia. Dengan demikian, Paulus menugaskan tiga bersaudara penuh semangat kepada jemaat di Korintus untuk mewujudkan rencana pengumpulan dana pelayanan kasih. Di dalam surat, Paulus berpesan kepada jemaat Korintus agar menerima tiga saudara tersebut dengan baik, karena mereka bukan orang serampangan, Titus adalah mitra dan rekan pelayanan Paulus, dan dua saudara lainnya adalah utusan dari gereja-gereja, suatu kemuliaan bagi Kristus. (8:23). Ketika gereja memperlakukan dengan baik tiga saudara ini, melakukan pengumpulan dana pelayanan kasih sesuai dengan arahan mereka (9:3), maka mereka menunjukkan cinta kasih mereka di depan gereja-gereja, dan menunjukkan bahwa pujian Paulus atas diri mereka di depan orang lain mempunyai dasar yang nyata (8:24, tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu).

Maka di 9:1-5 Paulus berulang kali mengatakan kepada mereka, agar menyelesaikan tekat mereka yang sudah dicanangkan satu tahun yang lalu, jika tidak, jika orang Makedonia datang bersama Paulus untuk mengumpulkan dana pelayanan kasih, lalu menemukan bahwa mereka belum mempersiapkan dengan baik, keyakinan dan pujian Paulus di depan mereka hilang sama sekali. Jika ini terjadi, bukan hanya jemaat Korintus yang akan malu, bahkan Paulus pun akan dipermalukan (9:4). Oleh karena itu, Paulus harus mendorong ketiga saudara ini untuk terlebih dahulu datang kepada mereka, agar pelayanan kasih yang sudah dijanjikan bisa dipersiapkan dengan baik, untuk menunjukkan bukti kemurahan hati mereka adalah sesuatu yang nyata bukan sebagai pemberian yang dipaksakan, dan pujian Paulus atas diri mereka tidak akan berubah menjadi hal yang mempermalukan.

Renungkan:
Apakah saya pernah membuat janji di hadapan Tuhan tetapi belum melakukannya? Di gereja, apakah saya partner dan rekan kerja pelayanan yang bisa dipercaya dan dipuji, suatu kemuliaan bagi Kristus? Orang-orang ini adalah kepercayaan dan pujian, biasanya memiliki kualitas dan perwujudan yang bagaimana?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 3:4-18

Kemuliaan yang tidak pudar

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 3:4-18 [ITB])
4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.
12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Perikop yang kita baca hari ini adalah bagian yang relatif lebih sulit untuk dijelaskan. Salah satu kesulitannya adalah Paulus mengatakan sesuatu yang tampaknya di luar topik. Teks sebelumnya di atas adalah Paulus menanggapi orang-orang yang mempertanyakan atau tuduhan tertentu terhadapnya yang telah beredar di gereja — bertindak serampangan, ya dan tidak, tidak memenuhi syarat, dll., mengapa di sini Paulus tiba-tiba mengalihkan topik berbicara tentang perbandingan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, hukum yang tertulis dan Roh Kudus, Musa dan Paulus/ Yesus? Namun dari beberapa aspek pemikiran dan pemakaian kata-kata terkait dalam teks sebelumnya dan sesudahnya, munculnya bagian ini tampaknya memiliki beberapa alasan internal dan relevansi – seperti yang disebutkan di teks sebelumnya, surat Kristus dituliskan oleh Roh kekal Allah di loh hati orang percaya (3:3), di teks sesudahnya menunjukkan bahwa mereka yang telah menerima pelayanan ini tidak akan tidak tawar hati (4:1), dan 3:4-18 terus-menerus menyebut Roh Kudus / Roh Allah (3:6, 8, 17, 18), iman (3:4), penuh keberanian (3:12) dan kemuliaan (3:7-11, 13, 18).

Menurut pemahaman penulis, perikop ini melanjutkan topik di atas tentang siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? (2:16) dan siapa yang memenuhi syarat, dan dengan lebih jauh menunjukkan sifat dan kemuliaan menjadi pelayan-pelayan dalam perjanjian baru (3:6), menegaskan kembali fokus dan nilai yang harus diutamakan pemberita firman Allah dan orang-orang yang memiliki gambar yang serupa dengan Kristus. Dari perspektif ini, dapat dilihat bahwa paragraf ini tidak keluar dari garis topik, tetapi mengembangkannya lebih lanjut didasarkan pada fondasi yang kuat (Paulus adalah rasul Kristus Yesus yang oleh kehendak Allah, jemaat Korintus menjadi surat rekomendasi / surat pujian baginya), memperlihatkan bahwa Paulus sepenuhnya berbeda dengan mereka yang menuduhnya, baik dari segi karakter, sikap, motivasi, pemahaman atas pelayanan dan konsep kemuliaan. Melalui analogi penggambaran selubung muka Musa, Paulus menunjukkan mengapa orang-orang itu memfitnah, menyerang dia, itu karena mereka dibutakan oleh kepentingan (2:17) dan tidak ada Roh Kudus bekerja di hati mereka. jika tidak demikian, mereka seharusnya seperti Paulus yang mencerminkan keserupaan gambar Yesus Kristus dan kemuliaan Tuhan.

Mengesampingkan pembahasan kompleks metode interpretasi Paulus, jika kita hanya melihat arti harfiah para pembaca secara umum masih bisa melihat apa yang Paulus bicarakan. Paulus penuh keyakinan, kepastian dan harapan atas apa yang ia lakukan (yaitu, menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru3:6), itu semua tidak pernah datang dari rekomendasi manusia atau berbagai kemampuan pribadi, tetapi semuanya berasal dari Allah saja (2:17; 3:5). Penyebab bahwa mereka layak menjadi pelayan-pelayan perjanjian baru itu berasal dari Allah saja (3:5), dan mengubah kehidupan orang percaya setelah mendengar Injil, menjadi serupa dengan gambar-Nya itu hanya tercapai di dalam Kristus dan Roh Kudus (3:17-18). Bagi Paulus, orang yang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan menyaksikan kehidupan mendapatkan kemerdekaan serta diubahkan, itu adalah hal yang sangat penuh kemuliaan, tetapi bukan karena orang yang berpartisipasi memiliki kemuliaan, tetapi hanyalah mencerminkan kemuliaan yang berasal dari Yesus Kristus dan apa yang telah Dia lakukan (memberikan pembenaran, kemerdekaan dan perubahan hidup) – seperti dipantulkan cermin (3:9, 17-18). Pelayanan yang mengubah hidup ini telah dimulai sejak zaman Musa, dan berharap serta melihat ke depan bahwa Pelayanan ini akan menjadi lebih sempurna suatu hari. Nabi-nabi Perjanjian Lama menubuatkan bahwa ketika hari ini datang, Roh kekal Allah akan menulis firman perkataan-Nya di dalam loh hati (Yeremia 3:11:33; Yehezkiel 18:31; 3:16:26). Di zaman Perjanjian Lama juga ada kemuliaan (mengacu pada hukum Musa tetap memiliki efek dalam memberikan kesaksian Kristus dan mengubah hidup), tetapi tampak relatif redup dan pudar secara bertahap menjadi pudar jika dibandingkan kemuliaan Perjanjian baru yang dimanifestasikan oleh karya Roh Kudus (3:8), Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti (3:10) Tidak peduli seberapa keras dan setia pelayanan sebelumnya telah dilakukan dahulu itu (seperti Musa), hasilnya tidak lain adalah memimpin kepada penghukuman menyatakan dosa, menyatakan kematian (3:9); tetapi hanya Injil Yesus Kristus, dan pelayanan Roh Kudus saja yang dapat memberikan pembenaran dan kemerdekaan. Maka Paulus penuh iman, keberanian dan pengharapan atas tugas dan identitas yang ia berasal dari Allah. Semua ini berasal dari Allah, ini adalah iman keyakinan pemberita Injil; kemuliaan hanya milik Allah Tritunggal, ini adalah nilai dan tujuan pemberita Injil. ketika Allah dimuliakan di hadapan mata dunia, pemberita Injil juga berbagi sukacita dan kemuliaan dari pelayanan. Pengikut Kristus memegang sikap dan konsep kemuliaan, sangat berbeda dengan mereka yang sering merekomendasikan mereka sendiri.

Orang Kristen setelah melayani suatu periode waktu, akan mudah melupakan bahwa memiliki bagian dalam pelayanan Perjanjian Baru seharusnya menjadi hal yang sangat mulia. Di saat kondisi baik, orang dapat dengan mudah terlena arus kesuksesan, di saat-saat kondisi buruk orang tertekan oleh berbagai macam kesulitan, karena tidak dapat melihat jalan keluar timbul banyak mengutuk dan mengeluh, ditambah celaan dan sikap tidak menghargai dari orang lain, membuat orang cenderung meragukan nilai pelayanan, dan kehilangan semua iman dan harapan terhadap gereja di masa depan. Namun, ketika Paulus jatuh pada segala macam kesulitan dan serangan, apa yang dia lihat adalah kemuliaan dari pelayanan Roh, kemuliaan pelayanan yang memimpin kepada pembenaran, dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus yang dipantulkan oleh semua orang kudus. Inilah melihat dan teguh rohaniah, Paulus dalam keadaan apapun dapat memiliki iman, pengharapan dan keberanian untuk terus mengandalkan Kristus untuk memberitakan Firman Tuhan.

Renungkan:
Apa perbedaan antara pelayanan Perjanjian Lama dan pelayanan Perjanjian Baru? Dalam menghadapi serangan dan keraguan dari orang lain, dari mana datangnya iman, pengharapan dan keberanian Paulus? Di mata orang biasa, dari mana datangnya kemuliaan? Bagi Paulus, hidup yang seperti apa adalah yang paling memantulkan cahaya kemuliaan?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Filipi 2:25-30

「Pelayan yang Setia」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 2:25-30 [ITB])
25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.

Epafroditus adalah karakter kecil dalam Alkitab, kecuali yang tertulis di sini, kita tidak tahu kisah hidupnya, tidak ada catatan kelahiran, tentang bagaimana ia percaya kepada Tuhan, dan pengalaman pelayanannya, dia bisa dikatakan orang yang tidak dikenal. Tidak hanya demikian, tetapi juga dalam deskripsi singkat ini, pelayanannya tidak berhasil. Penyakit bukanlah keinginannya sendiri, tetapi kenyataan penyakitnya memang menghalangi dan menyebabkan ia tidak berhasil memenuhi misinya.

Evaluasi negatif ini tampaknya tidak adil, tetapi itu adalah gagasan umum dalam masyarakat modern. Kita berfokus pada kesuksesan, asal saja kita gagal mencapai tujuan dan gagal menyelesaikan pekerjaan, tidak peduli alasannya, kita dianggap telah gagal.

Bahkan ada orang berpikir bahwa ini adalah rencana aneh yang tidak masuk akal dari gereja Filipi: berharap dengan mengirim Epafroditus yang lemah kepada Paulus, agar Paulus akan mengirim Timotius yang muda dan memiliki karunia talenta kepada mereka. Sayangnya, penjelasan yang demikian hanya berspekulasi menebak-nebak, justru mencerminkan pandangan kita terhadap kesuksesan dan kegagalan.

Dalam perikop ini Paulus meminta kita untuk memutarbalikkan cara penilaian atas keberhasilan yang hanya di kulit luar permukaan saja. Pertama, ia dengan sungguh-sungguh memperkenalkan Epafroditus, menunjukkan bahwa ia adalah saudaranya, rekan kerja, dan kawan seperjuangan. Sedangkan gereja Filipi yang mengutus Epafroditus kepada Paulus, tentunya mereka mengetahui identitas dan siapa diri Epafroditus, dan tidak perlu Paulus untuk memperkenalkannya, tetapi alih-alih berfokus pada peran Epafroditus di Filipi, malahan Paulus pertama-tama menunjukkan hubungan Epafroditus dan dirinya, barulah pada akhirnya menyebutkan bahwa Epafroditus diutus oleh gereja Filipi, dapat dilihat bagaimana Paulus menghargai hubungan ini.

Di tengah-tengah, Paulus menjelaskan mengapa ia ingin sesegera mungkin mengirim Epafroditus kembali ke Filipi adalah karena ia telah mengalami penyakit parah dan bahkan hampir mati, tetapi alasan yang paling penting adalah bahwa orang-orang khawatir dirinya karena situasi ini. Ini lebih lanjut mencerminkan bagaimana Paulus menghargai hubungan dengan rekan kerja pelayanan. Dalam pekerjaan kita, apakah kita terlalu fokus pada apakah kita dapat mencapai tujuan dan mengabaikan kebutuhan pribadi rekan kerja kita?

Terakhir, Paulus berpesan agar gereja hendaknya menyambut Epafroditus dengan penuh sukacita di dalam Tuhan, dan menghormati orang-orang seperti dia, dan menjadikan Epafroditus sebagai teladan pelayanan, bukan karena prestasinya dalam pelayanan, tetapi kesetiaan terhadap misi yang demikian, di tengah kesulitan tetap rela berkorban, masih berdiri teguh di tempat ia diutus. Seraya kita bertumbuh dalam pelayanan, kita juga perlu fokus untuk melatih mentalitas ini. Karunia talenta, kuasa, dan kesempatan untuk melayani semuanya diatur oleh Allah, tidak peduli karunia talenta apa pun yang kita miliki, Allah juga memberi kita kesempatan pelayanan untuk sepenuhnya menggunakan karunia itu, namun tanpa sikap kesetiaan melayani, semua ini mungkin sia-sia.

Renungkan:

Bagaimana sikap kita terhadap kesuksesan? Bagaimana seharusnya kita melihat kegagalan diri kita atau orang lain dalam pekerjaan atau pelayanan?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.