「Perbuatan yang menyatakan kasih karunia Allah」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 8:1-5 [ITB])
1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Dalam dua pasal berikutnya (pasal 8-9) Paulus beralih ke topik lain, berbicara tentang pelayanan finansial kepada orang-orang kudus (9:1) oleh Paulus mengatakan, hal ini sudah sejak satu tahun yang lalu mulai dilaksanakan oleh gereja Korintus (8:10-11), tetapi berlambat-lambat belum selesai. Oleh karena itu, Paulus ingin melalui surat ini untuk mengingatkan mereka agar sesegera mungkin melakukannya: 「Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu … mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu!」 (8:11) Tentang persembahan finansial ini, dalam surat sebelumnya Paulus menunjukkan bahwa itu dikirim ke Yerusalem, dan berpesan kepada mereka agar meneladani gereja di Galatia, pada hari pertama dari tiap-tiap minggu itu, masing-masing orang sesuai penghasilannya sendiri menyisihkan untuk mendukung rencana ini (1 Kor. 16:1-4). Tapi entah bagaimana (penerima surat tentu saja tahu), setelah lewat satu tahun masih belum selesai. Apakah terkait dengan beberapa orang di komunitas itu yang mempertanyakan dan menyerang Paulus? Ada kemungkinan ini, bagaimanapun, sebelum berbicara tentang hal ini sebelumnya Paulus secara panjang lebar membuat penjelasan tentang kualifikasi dirinya dan pelayanannya. Paulus mengapa sangat prihatin tentang dukungan untuk orang-orang kudus, dan harus terlaksana? Salah satu alasannya adalah 「kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya」 (Gal. 2:10). Alasan lain yang lebih penting, adalah bahwa agar melalui dukungan mereka kepada orang-orang kudus di Yerusalem, maka orang-orang Kristen Yahudi dapat melihat bahwa orang-orang percaya non-Yahudi benar-benar mengaku dan menaati Kristus, dan kasih karunia Allah memenuhi diri mereka (9:12-13). Di Kis. 11:28 menyebutkan seorang nabi (Agabus) dari Yerusalem yang oleh kuasa Roh menubuatkan akan ada kelaparan besar di dunia, dan ini menjadi kenyataan terjadi zaman Klaudius (tahun 41-54), sehingga orang-orang percaya di gereja Antiokhia memutuskan untuk menyumbangkan dukungan finansial sesuai dengan kekuatan masing-masing orang, dan mempercayakannya kepada Paulus dan Barnabas untuk mengirimkan dana yang terkumpul kepada saudara-saudara Yahudi. Paulus di satu sisi bekerja keras untuk mengabarkan Injil Kristus di mana-mana, ia juga berbagi tentang kebutuhan Yerusalem dengan saudara-saudari, maka banyak gereja menanggapi rencana penggalangan dana ini, termasuk gereja Korintus, Galatia, dan Makedonia.
Paulus bagaimana mendorong jemaat Korintus untuk melakukan ini sesegera mungkin? Pertama-tama di 8:1-5 ia memberikan contoh antusias gereja Makedonia untuk memotivasi mereka. Membantu seharusnya sifat manusia, walau tanpa pengingatan dari orang lain, berdasarkan hati nurani dan belas kasihan secara alami melakukannya, tetapi ada banyak kelemahan manusia, perlu diberikan contoh positif, sebagai panutan untuk menginspirasi tindakan. Gereja Makedonia adalah contoh yang sangat positif, mereka selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap (8:2) Hanya melihat ini saja sudah tidak mudah, orang dalam kesulitan besar biasanya memiliki respons emosional merasa menderita,sedih dan khawatir, sukacita kelihatannya bukan hal yang biasa; tidak hanya itu, orang percaya di Makedonia dalam kemiskinan ekstrem dengan kerelaan hati memberikan sumbangan, bukan berdasarkan kemampuan, tetapi menyumbang lebih dari kemampuan (8:3) Apa yang dinyatakan dari tindakan yang tidak biasa ini?
Dalam pandangan Paulus, di dalam kemiskinan ekstrim memberikan sumbangan di luar kemampuan itu menunjukkan bahwa kasih karunia Allah ada pada mereka. 「Kasih karunia Allah」 (τὴν χάριν τοῦ θεοῦ) muncul di 8:1 dan 9:14, membentuk pembukaan dan penutupan yang saling berkoresponden. Dalam hal mendukung orang-orang kudus, fokus utamanya ada pada 「kasih karunia Allah」, fokus utamanya bukan kebajikan orang dalam memberi atau perbuatan amal manusia. Tindakan orang-orang percaya di Makedonia memberikan sumbangan, bukan untuk membuktikan seberapa besar hati kasih atau kemampuan mereka, tetapi untuk menunjukkan betapa besar rahmat kemurahan hati Tuhan yang datang pada diri mereka, sehingga mereka dalam kesengsaraan dan ujian besar masih dapat dengan sukacita memberikan sumbangan yang melebihi kemampuan mereka. Ini bukan atas kemauan impulsif, tetapi berulang kali memohon Paulus untuk memberi mereka kesempatan ikut berpartisipasi membantu orang-orang kudus (8:4). Perbuatan yang tidak biasa seperti itu, jika bukan karena kehidupan rohani yang benar-benar mengalami banyak anugerah Tuhan (tentu bukan berkat kekayaan karena mereka dalam kemiskinan), sangat sulit untuk dipahami. 「jika kami tidak menguasai diri (hilang akal), hal itu adalah dalam pelayanan Allah」(6:13) Ini adalah deklarasi Paulus, adalah penggambaran orang-orang percaya Makedonia. Rahmat kasih karunia Allah mungkin bukan langsung seketika itu membantu menyelesaikan masalah orang-orang percaya, orang-orang Makedonia masih hidup dalam kemiskinan dan ujian yang ekstrem. Banyak saudara dan saudari berdoa memohon rahmat Allah untuk menyelesaikan masalah, mengabaikan bahwa jika dirinya dalam masa sulit masih dapat memberi kepada orang lain maka itu akan menyatakan kasih karunia Allah kepada orang lain, ini bahkan adalah kesaksian yang lebih baik dibandingkan kesaksian bahwa masalah pribadi yang langsung mendapat penyelesaian. Kasih karunia ini abstrak, tapi melalui tindakan kasih nyata yang memberi, maka kasih karunia bisa dinyatakan konkret terlihat dan dialami. Iman tanpa tindakan mati; demikian juga, kasih karunia tanpa tindakan adalah kata-kata kosong.
Renungkan:
Selain melakukan persepuluhan secara rutin, seberapa banyak saya berpartisipasi dalam memberikan bantuan donasi kepada orang lain? Apakah berdasarkan kemampuan, atau melampaui kemampuan? Paulus tidak menginstruksikan atau mengharuskan orang percaya untuk membuat persembahan di luar kemampuan mereka sendiri, tetapi mengapa orang-orang percaya Makedonia masih melakukan hal ini? Apa hubungan antara kasih karunia dan memberikan donasi? Bagaimana kasih karunia Allah dapat dinyatakan melalui tindakan donasi gereja?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.