Tag Archives: Surat 2 Korintus

2 Korintus 5:17

「Manusia ciptaan baru」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(2 Korintus 5:17 [ITB])
17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 13:11-13

「Mengenal Tuhan Yesus adalah berkat yang terindah!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 13:11-13 [TB2])
11 Akhirnya, Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, hiduplah dalam damai sejahtera; dan Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! 12 Bersalam-salamlah seorang kepada yang lain dengan ciuman kudus. 13 Salam dari semua orang kudus kepada kamu. 14 Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Dalam penutupan dan perpisahan terakhirnya, Paulus melepaskan segala kebanggaan pribadi dan kekecewaan, dan mengakhiri dengan kata-kata yang hanya berkat, hanya dorongan, hanya membangun!

Akhirnya, Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, hiduplah dalam damai sejahtera! Paulus berbicara dengan kesungguhan yang mendalam, merangkum nasihatnya dalam kalimat-kalimat singkat dan tegas! Semuanya demi pembinaan yang membangun! Paulus, yang sangat mencintai para jemaat, pada akhirnya tidak bermaksud menghukum mereka yang telah menyimpang ke dalam penderitaan seumur hidup, tetapi untuk membawa mereka kembali kepada kebenaran, kepada sukacita! Kepada kesempurnaan! Kepada penghiburan! Bagi seluruh gereja, doa kami adalah: agar kita dapat bersatu hati, mampu saling mengasihi dalam damai sejahtera!

Tradisi Barat dan Yahudi termasuk memiliki kebiasaan saling mencium! Kebiasaan ini kurang umum di kalangan komunitas tradisi tertentu! Esensi dari kebiasaan ini adalah bahwa saudara-saudari di gereja memiliki hubungan keluarga yang erat! Ketika kita menolak dosa, menolak kesombongan, saling menguatkan, mengikuti kebenaran, dan saling mengasihi dengan rendah hati, kita dapat menikmati persekutuan dan persahabatan yang erat!

Kata-kata berkat penutup dalam Surat 2 Korintus, juga berkat yang paling populer di kalangan gereja-gereja. Terjemahan Versi Persatuan Tionghoa berbunyi: Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.! Mengenai terjemahan ini, ada dua hal yang patut diperhatikan:

1. Di bagian yang terkait Roh Kudus, bahasa aslinya memakai kata persekutuan (κοινωνία; fellowship).

Terjemahan Morrison (1823) adalah Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus, dengan semua orang di dunia. Amin. Terjemahan tahun1836 semoga kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kalian semua. Ini adalah harapan tulus dari hatiku.」「Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kalian semua. Amin.

2. Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian, terjemahan ITB sesuai teks aslinya memang tidak ada kataselalu. Dalam terang 2 Korintus, tampaknya Paulus lebih mementingkan kebenaran jika kita ingin memahami apa yang tersirat! Yaitu, kita sungguh-sungguh memelihara kebenaran iman kita, sehingga kita dapat sungguh-sungguh dan selalu memiliki anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus, sekarang dan selamanya! Amen!

Refleksi:
Apa yang Anda pelajari dari pengajaran hari ini? Apa kesan dan pengingat terdalam yang Anda peroleh dari refleksi satu bulan ini tentang 2 Korintus?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 13:5-10

「Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 13:5-10 [TB2])
5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab, jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 6 Namun, aku harap kamu tahu bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. 7 Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji. 8 Sebab, kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. 9 Sebab, kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. 10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

5【Literal】Hendaklah menguji(πειράζω peirazo) diri kalian sendiri, melihat apakah kamu sekalian masih berada di dalam iman; hendaklahmenguji (δοκιμάζω dokimazo) diri kalian sendiri. Apakah kamuu tidak tahu bahwa Yesus Kristus ada di dalam diri kalian? Kecuali jika kalian adalahyang gagal dalam ujian (ἀδόκιμος).
5c【Dua golongan terjemahan】KJV: except ye be reprobates?【Terjemahan yang keras: Kecuali jika kalian orang terbuang!】 NIV: unless, of course, you fail the test? 【Terjemahan yang lebih lembut: Kecuali, tentu saja, kalian gagal dalam ujian!】
6【Literal】Saya berharap kamu sekalian tahu bahwa kami bukan yang gagal dalam ujian(ἀδόκιμος adokimos);
7【Literal】Kami berdoa kepada Tuhan agar kamu tidak melakukan kejahatan; kami tidak mau membuktikan diri adalah yang lulus ujian(δόκιμος dokimos), Sebaliknya, berharap kamu berbuat baik — bahkan jika kamu berpikir kami sepertiyang gagal dalam ujian(ἀδόκιμος adokimos).
8【Literal】Sebab kita tidak dapat menentang kebenaran, melainkan hanya mempertahankannya.
9【Literal】Ketika kami lemah dan kamu kuat, kami bersukacita; kami berdoa untuk kesempurnaanmu.
10【Literal】Karena itu, ketika aku tidak hadir, aku menulis hal-hal ini, supaya aku tidak menggunakan kuasa yang diberikan Tuhan kepadaku dengan keras selama aku berada di tengah-tengah kamu, yaitu untuk membangun, bukan untuk merobohkan.

Sampai di bagian akhir Surat 2 Korintus, Paulus masih harus menghadapi fitnah terhadap dirinya: fitnah bahwa ia tidak lulus ujian! Melihat kepedihan dan kepahitan Paulus, kita dapat merasa sangat kasihan kepadanya dan kepada para gembala gereja yang mengalami kesulitan serupa! Pelayanan itu sangat sulit! Ada begitu banyak kepahitan! Beberapa orang benar-benar keterlaluan!
Ujian, lulus ujian, tidak lulus ujian (δοκιμάζω dokimazo, δόκιμος dokimos, ἀδόκιμος adokimos) 3 kata ini memiliki akar yang sama, membawakan tuduhan dan fitnah yang dihadapi Paulus: tuduhan bahwa ia bukanlah seorang rasul sejati atau berkualifikasi. Dapat dikatakan bahwa Paulus sangat sedih! Bahkan di akhir 13 pasal yang panjang, ia masih harus menghadapi fitnah ini.
Paulus balik bertanya, Kalian selalu memintaku membuktikan diri! Tapi sudahkah kalian membuktikan diri kalian? Sudahkah kalian menguji diri? Kalau kalian bisa menguji diri dan tahu bahwa kalian bisa dibenarkan oleh iman kepada Yesus dan Yesus ada di dalam kalian, kenapa kalian masih meragukan aku, seorang yang memberitakan Injil kepada kalian? Kalian benar-benar keterlaluan! Sekalipun kalian dengan keterlaluan berpikir kami gagal ujian, aku tidak akan membantah lagi! Hendaklah mengetahui, yang paling kami pedulikan adalah kalian: apakah kalian mengikuti kebenaran, bukan menentang kebenaran! Kalian berbuat baik, bukan berbuat jahat! Sekalipun kalian secara tidak langsung menghina kami sebagai orang lemah, atau bahkan dengan sombong menganggap kalian kuat, kami tidak akan membantah! Kenali hati kami: semua yang kami lakukan adalah untuk membangun kalian, bukan untuk menghancurkan kalian. Kalian harus bertobat! Yang paling kami takuti adalah aku akan datang dengan kuasa hukuman! Kami sungguh mengasihi kalian! Kami bersukacita ketika kalian bertumbuh, berbuat baik, dan mengikuti kebenaran!
Orang yang tidak lulus ujian (ἀδόκιμος adokimos) diterjemahkan sebagai orang-orang terbuang (reprobates) baik dalam versi Inggris Kuno maupun versi Mandarin. Terjemahan ini sangat keras! Dalam hal ini, Paulus memperingatkan mereka: Jika kamu terus menyimpang dari kebenaran Injil, waspadalah! Aku khawatir kamu akan menjadi tidak diselamatkan dan terbuang.
Entah kita mengadopsi terjemahan yang bernada penghakiman atau kecaman keras tentang keselamatan, kita tahu dengan jelas bahwa Paulus tidak senang dengan sikap yang menyimpang dari kebenaran dan arogan tersebut. Upaya Paulus untuk mendisiplinkan sampai akhir memberi kita pengingat penting: Karena kasih, kita berani mendisiplinkan sampai akhir! Karena kasih, kita mengingatkan orang sampai akhir! Karena kasih, kita ingin menyelamatkan orang sampai akhir! Segala sesuatu untuk membangun! Segala sesuatu untuk memimpin orang kepada Tuhan! Segala sesuatu untuk memimpin orang mengikuti kebenaran!

Refleksi:
Melihat rasa sakit dan penderitaan Paulus, kita merasa sangat kasihan kepadanya dan kepada mereka yang mengalami penderitaan yang sama! Pelayanan itu sulit! Ada banyak rasa sakit! Beberapa orang bertindak keterlaluan!Apakah Anda memiliki perasaan yang sama? Apakah pengajaran hari ini dan pengalaman serta kesaksian Paulus telah membuat Anda lebih bertekad untuk melayani?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 13:1-4

Kristus mengalami baik kelemahan maupun kekuatan! Kita harus memahami ketegangan tarikan antara 「kelemahan」 dan 「kekuatan」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 13:1-4 [TB2])
1 Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah. 2 Kepada mereka, yang di masa yang lampau berbuat dosa, dan kepada semua yang lain, telah kukatakan terlebih dahulu dan aku akan mengatakannya sekali lagi – sekarang pada waktu aku berjauhan dengan kamu tepat seperti pada waktu kedatanganku kedua kalinya – bahwa aku tidak akan bersikap lunak terhadap mereka pada waktu aku datang lagi. 3 Sebab, kamu ingin suatu bukti bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku, dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu. 4 Sebab, sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Dari 2 Korintus 11:21 sampai 13:9, Paulus berulang kali menggunakan kontras antara kelemahan dan kuasa untuk menegur, mengajar, dan memulihkan orang percaya dan pemimpin yang telah tersesat, menyimpang, dan semakin jauh.
Di ayat 11:21, Paulus berkata: dengan cara yang memalukan, aku mengatakan: seolah-olah kami dahulu lemah. (terjemahan harfiah) Di bawah pengaruh pola pikir yang berorientasi pada kesuksesan, orang-orang memandang rendah Paulus, gembala perintis. Ketika orang-orang percaya yang tersesat memuji jalan peninggian diri, Paulus menyatakan: Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? (11:29a) Paulus mencatat kata-kata Tuhan kepadanya: Dia berkata kepadaku, Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku (12:9) Sampai pasal 13, Paulus lebih lanjut membahas tidak lemah dan lemah dalam Kristus, serta kuasa besar Allah!
Kristus menjadi manusia! Kebenaran ini mengingatkan kita: Kristus dengan sukarela menanggung keterbatasan dan kelemahan manusia, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus diperebutkan, melainkan memilih jalan salib yang penuh kerendahan hati, kesalahpahaman, dan penderitaan. Sebagai manusia, sebagai domba kurban pengganti, Yesus mengalami kelemahan manusia. Ia dihukum mati dengan cara yang paling memalukan oleh orang-orang yang dibutakan oleh setan, oleh rezim yang gelap, meskipun Ia sepenuhnya tak bersalah! Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan (12:4a)! Namun, setelah salib datanglah kuasa kebangkitan! Ia justru Ia hidup karena kuasa Allah (12:4b)! Dalam menghadapi semua tantangan pastoral, Paulus selalu kembali kepada Kristus! Kristus mengalami baik kelemahan maupun kuasa kebangkitan! Oleh karena itu, Paulus menyimpulkan: kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah (12:4c), akan hidup bersama-Nya oleh kuasa Allah yang telah diperlihatkan kepada mereka.
Menjadi hamba Tuhan yang menyenangkan hati Tuhan tidak berarti tidak menghadapi tantangan, kesulitan, trauma, kegagalan, dan kematian! Hamba-hamba kesayangan Allah sering mengalami kesalahpahaman, prasangka, dan penghinaan dari dunia! Banyak orang Yahudi dan non-Yahudi di era Perjanjian Baru tidak dapat menerima Kristus karena mereka tidak mau menerima konsep hamba yang menderita! Mereka salah paham bahwa Mesias yang akan datang, Kristus yang akan datang murni hanyalah pemenang! Namun, pikiran Allah melampaui pikiran manusia. Apa yang telah Allah berikan kepada dunia adalah hamba yang menderita, Juruselamat yang disalibkan! Allah berkuasa, dan Allah terus berjalan bersama kita dalam kuasa-Nya! Namun, Allah juga berjalan bersama kita dalam kelemahan, kesulitan, kepahitan, dan penganiayaan! Kristus adalah Tuhan yang telah bangkit, tetapi Kristus juga adalah hamba yang menderita! Hanya mereka yang memahami ketegangan antara kelemahan dan kuasa yang dapat benar-benar merupakan hamba Allah!
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan, TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.Namun, pada akhirnya, hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.(Yesaya 53) Hamba-hamba Allah akan mengalami kelemahan dan kesulitan, tetapi Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku(Filipi 4:13) Ketika kita lemah, di sanalah kita kuat (2 Korintus 12:10).

Refleksi:
Kristus datang menjadi manusia memiliki saat-saat lemah dan saat-saat berkuasa! Kita harus memahami ketegangan antara kelemahan dan kuasa! Apakah Anda setuju dengan ajaran hari ini? Menengok kembali ajaran Paulus tentang ketegangan antara kelemahan dan kuasa, apa yang paling menyentuh Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:19-21

「Kehinaan terbesar bagi seorang gembala sejati: ketika orang-orang beriman terus menerus berbuat dosa! Bahkan setelah dihukum, mereka tetap tidak bertobat!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:19-21 [TB2])
19 Sudah lama agaknya kamu menyangka bahwa kami hendak membela diri terhadap kamu. Di hadapan Allah dan dalam Kristus kami berkata: Semua ini, Saudara-saudaraku yang terkasih, terjadi untuk membangun imanmu. 20 Sebab, aku khawatir bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku khawatir akan adanya perselisihan, iri hati, kemarahan, kepentingan diri sendiri, fitnah, pergunjingan, keangkuhan, dan kerusuhan. 21 Aku khawatir bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di hadapan kamu dan aku akan bersedih atas banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan hal-hal tidak senonoh yang mereka lakukan.

Ayat 19b diterjemahkan harfiah Semua ini untuk membangun kamu(All things are for your edifying.) Dalam surat pastoral yang diwarnai luka-luka mendalam ini, Paulus, di tengah penderitaan dan ketegangan yang besar, menuliskan satu demi satu nasihat yang tulus — motto kehidupan seorang pelayan Tuhan! Saya khususnya terkesan dengan kata-katanya dalam 2 Korintus: kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati (2 Kor. 7:3b, lihat juga terjemahan VMD kami sangat mengasihi kamu, sehingga kami bersedia hidup atau mati bersama kamu)

Setelah pukulan yang begitu berat, namun hatinya dan tekadnya tetap tak berubah — sungguh seorang hamba Tuhan yang sejati! Pengalaman dan sikap Paulus mengingatkan kita pada kata-kata terkenal Bunda Teresa, 〈Cintailah sampai sakit!〉(Love until it hurts!) Saya telah menemukan sebuah rahasia: jika kita mencintai sampai sakit, maka tidak ada lagi sakit, hanya kasih yang lebih besar.(I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love.) Saya percaya bahwa Tuhan Yesus, Rasul Paulus, dan banyak hamba-hamba Tuhan yang mencintai Allah dan sesama manusia, memiliki hati dan pengalaman yang sama. Setelah konflik dan luka, roh mereka menjadi jernih dan mendapat wawasan yang mendalam, mendorong mereka untuk memperbarui tekad mereka: Apa pun yang terjadi, aku hanya bisa mencintai! Aku harus melayani Allah! Aku harus mempertahankan kebenaran! Bagaimana reaksi orang lain tidak penting! Yang aku cari bukanlah pujian manusia! Yang aku cari adalah hati Kristus! Aku hanya ingin menyenangkan Tuhan!

Paulus, seorang gembala yang tidak peduli apakah dia populer atau bahkan apakah dia disalahpahami, apa yang paling mengkhawatirkan dirinya adalah agar para percaya tidak berbuat dosa, bersedia bertobat, dan kembali ke jalan yang benar! Paulus berkata: Ketakutan terdalamku bukanlah apakah aku populer di mata kalian! Ketakutan terdalamku adalah bahwa di antara kalian ada yang tidak bertobat, tidak kembali ke jalan yang benar, dan tidak berjalan di jalan Tuhan!

Semua ini untuk membangun kamu. Baik melalui teguran yang tegas, nasihat yang lembut, sarkasme yang menusuk untuk menembus hati yang keras, maupun curahan perasaan yang tulus dari orang dunia yang bodoh, Paulus menggunakan segala cara untuk satu tujuan saja: membangun umat Allah Kami mematahkan setiap siasat orang dan merobohkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5) Tidak ada yang dilakukan demi kemuliaan pendeta; semuanya dilakukan untuk membangun orang-orang percaya dan membangun gereja! Semua dilakukan semata-mata untuk kemuliaan kepada Allah saja. (Soli Deo Gloria).

Refleksi:
Kehinaan terbesar bagi seorang gembala sejati: ketika orang-orang beriman terus menerus berbuat dosa! Bahkan setelah dihukum, mereka tetap tidak bertobat! Apa yang telah diberikan oleh pengajaran hari ini kepada saya? Semua ini untuk membangun kamu! Itulah tekad Paulus! Apakah itu juga tekad saya?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:15-18

「Pelayan Tuhan akan menghadapi pukulan berat! Semakin banyak yang mereka berikan, semakin banyak kritik yang mereka hadapi! Namun, kita hanya dapat mengikuti teladan Kristus!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:15-18 [TB2])
15 Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi, jika aku sangat mengasihi kamu, bagaimana mungkin aku semakin kurang dikasihi? 16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan beban bagi kamu, tetapi – kamu katakan – dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya. 17 Pernahkah aku mengambil untung dari kamu melalui seorang dari antara mereka yang kuutus kepada kamu? 18 Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara yang lain itu. Apakah Titus mengambil untung dari kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama?

Ayat 12:15b diterjemahkan harfiah, Apakah mengasihimu lebih banyak, berarti aku dikasihi lebih sedikit oleh kamu? Surat 2 Korintus sangat jelas menggambarkan penderitaan dan luka mendalam yang dialami rasul Paulus dalam pelayanannya! Beberapa orang memfitnah Paulus, ada di antara kalian yang berkata bahwa aku licik, dan berusaha menjebak kalian. Para pelayan Tuhan akan mengalami pukulan dan luka-luka dalam pelayanannya! Berbahagialah mereka yang bertahan menang atas pukulan dan luka-luka dalam pelayanan, tidak kehilangan semangat, dan yang bertahan atas tekadnya. Mereka itulah yang diberkati!

Hamba-hamba Tuhan berusaha meneladani Kristus, dan juga bersiap untuk menanggung luka-luka menyakitkan yang pernah diderita oleh Tuhan Yesus! Yesus ditolak oleh orang Israel yang telah Ia layani selama bertahun-tahun, dan beberapa di antaranya bahkan berteriak: Salibkan Dia! (Lukas 23:21) Yesus dikhianati oleh murid-Nya, Yudas. Pada saat yang paling berat, para murid tercerai-berai seperti jerami, meninggalkan-Nya; bahkan murid utama-Nya menyangkal-Nya tiga kali. Jika Tuhan kita sendiri harus menanggung luka-luka yang sangat berat dalam pelayanan-Nya, apakah kita benar-benar dapat berharap untuk terhindar?

Pendeta Chu Ki-cheol, martir Korea yang telah meninggal, pernah membagikan pesan berjudul 《Jalan di luar pintu gerbang》 (Ibrani 13:12-13): Tuhan menempuh jalan yang berat di luar gerbang perkemahan. Meskipun jalan menuju Golgota di bawah salib dipenuhi dengan penderitaan dan kesedihan, itulah jalan yang ditempuh oleh Tuhan. Bagaimana aku bisa menolak untuk menempuh jalan ini? Petrus, murid Tuhan, disalibkan terbalik demi-Nya. Penderitaan tidak dapat menghentikan langkahku; kematian itu sendiri tidak dapat menghalangiku untuk mengikuti jalan Tuhan.

Dalam penderitaannya, Paulus sekali lagi meninggalkan sebuah nasihat pastoral yang mengharukan: Saya sangat bersedia untuk mengorbankan diri saya untuk kamu, dan mengorbankan diri saya sepenuhnya(I will most gladly spend and be utterly spent for you) Untuk benar-benar memahami makna pelayanan, kita harus merenungkan teladan Kristus: Melayani berarti berkorban dengan kasih, berkorban secara terus-menerus! Berkorban hingga mati di kayu salib! Tuhan Yesus mengasihi dunia dengan sangat dalam, namun balasan yang Ia terima adalah orang-orang berteriak: Salibkan Dia! Di hadapan pengkhianatan yang menghancurkan itu, Tuhan Yesus tetap teguh dalam tujuan-Nya: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat(Lukas 23:34)

Orang yang memiliki hati seperti Kristus yang merupakan pelayan sejati!Saya sangat bersedia untuk mengorbankan diri saya untuk kamu, dan mengorbankan diri saya sepenuhnya(I will most gladly spend and be utterly spent for you!) Kiranya motto Paulus ini juga menjadi motto hidup kita!

Refleksi:
Saya sangat bersedia untuk mengorbankan diri saya untuk kamu, dan mengorbankan diri saya sepenuhnya(I will most gladly spend and be utterly spent for you!) Apakah saya menyukai motto Paulus? Apakah saya bersedia menjadikan motto ini sebagai motto hidup saya juga?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:11-14

「Yang kucari bukanlah hartamu, melainkan kamu sendiri!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:11-14 [TB2])
11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; namun, kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. 12 Tanda-tanda seorang rasul telah diperlihatkan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran melalui tanda-tanda, mukjizat-mukjizat dan kuasa-kuasa. 13 Sebab, dalam hal mana kamu dibelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini! 14 Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab, bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Sebab, bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya. 11【Literal】Aku menjadi orang bodoh; kamu memaksa aku! Sebab, seharusnya aku dipuji olehmu: dalam segala hal, aku tidak kalah dari para rasul super itu, meskipun aku tidak memiliki apa-apa. 12【Literal】Tanda-tanda para rasul telah terwujud di antara kamu: dalam segala macam kesabaran, dan melalui tanda-tanda, mukjizat-mukjizat, dan kuasa besar. 13【Literal】Dalam hal apa kamu telah diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan jemaat lain? Apakah karena saya tidak menjadi beban bagi kamu? Maafkan saya atas ketidakadilan ini! 14【Literal】Lihatlah, ini adalah ketiga kali, aku bersiap-siap untuk datang kepadamu. Dan aku tidak akan membebanimu! Yang aku inginkan, bukanlah harta bendamu, tetapi dirimu sendiri. Apakah anak-anak harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya? Tidak, justru orang tua yang seharusnya mengumpulkan harta untuk anak-anaknya.

Di ayat 12:6, Paulus menekankan aku bukan orang bodoh lagi! Tetapi di ayat 12:11, Paulus malah mengatakan: Sungguh aku telah menjadi bodoh. Kita dapat dengan mendalam melihat penderitaan, kepahitan, dan perasaan yang dialami oleh rasul Paulus saat menghadapi penyimpangan, tuduhan palsu, dan serangan yang terjadi dalam gereja. Paulus tidak ingin membanggakan pengorbanan besarnya bagi Tuhan, dan ia juga tidak ingin membanggakan pengalaman rohaninya yang sangat istimewa ketika diangkat ke surga ketiga. Namun, untuk memperbaiki kesalahan orang-orang percaya, ia terpaksa menggunakan metode duniawi dan membanggakan kebaikannya! Paulus dengan sedih mengeluh: Aku telah menjadi orang bodoh; kalian telah memaksa aku untuk melakukannya!
Jika jemaat Korintus sungguh bijaksana, mereka pasti akan sangat mengagumi Paulus dan sangat bersyukur kepadanya. Seorang hamba yang begitu berdedikasi dan luar biasa, yang telah menempuh perjalanan ribuan mil dan menanggung berbagai penganiayaan demi melayani mereka tanpa pamrih, seharusnya dihormati oleh jemaat! Sebaliknya, ia dibenci jika dibandingkan dengan para rasul yang disebut super. Paulus terus bermegah atas kelemahannya, menunjukkan bahwa ia bukan apa-apa. Namun, Paulus memang telah meninggalkan tanda-tanda seorang rasul: segala perjuangan, segala ketekunan, dan banyak mukjizat menyertainya.
Paulus menegur penyimpangan jemaat! Mereka malah menuduhnya melayani tanpa menerima bayaran! Paulus hanya bisa berkata dengan nada ironis: Maafkan ketidakadilan saya! Saya menerima dukungan dari gereja lain, tetapi sebagai balasannya, saya membiarkan kalian menderita ketidakadilan— artinya, saya membiarkan kalian tidak mengeluarkan uang!
Terakhir, Paulus mengungkapkan isi hati seorang gembala. Seorang gembala bagaikan orang tua! Orang tua ini rela berkorban demi anak-anaknya, memberikan seluruh hidup mereka dengan cuma-cuma. Sebagai orang tua rohani, Paulus tidak mencari uang atau harta duniawi, melainkan iman sejati kepada Tuhan, pertumbuhan dalam hidup, dan hidup yang dijalani sesuai kebenaran Kristus. Di ayat 14, Paulus menyatakan, Bukan milikmu yang kuinginkan, melainkan dirimu sendiri. Kristus mengorbankan seluruh hidup-Nya bagi kita, menjadi miskin dan mati di kayu salib! Seorang hamba Tuhan yang setia tidak mencari harta duniawi, melainkan ingin agar orang mendapatkan hidup, dan hidup yang berkelimpahan!

Refleksi:
Bukan milikmu yang kuinginkan, melainkan dirimu sendiri. hati pastoral Paulus yang demikian mengingatkan apa kepada Anda? Apakah Paulus meneladani hati pastoral Kristus?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:8-10

「Rahasia hidup Paulus: Anugerah itu cukup! Kuasa Allah nyata sempurna dalam kelemahan manusia」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:8-10 [TB2])
8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari hadapanku. 9 Namun, jawab Tuhan kepadaku, Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab, jika aku lemah, aku kuat.

8【Literal】Mengenai hal ini, aku telah tiga kali memohon kepada Tuhan, agar itu meninggalkan aku.
9【Literal】Dia berkata kepadaku: Anugerah-Ku cukup bagimu, sebab kekuatan-Ku sempurna dalam kelemahan. Oleh karena itu, aku sangat bersedia memuji kelemahanku, agar kuasa Kristus mendirikan kemah (ἐπισκηνόω episkenoo; dari akar kata σκηνή skēnḗ, kemah) di dalam diriku.
10【Literal】Oleh karena itu, aku bersukacita dalam kelemahan, dalam hinaan, dalam kesusahan, dalam penganiayaan, dalam kesukaran — demi Kristus (for Christ), sebab ketika aku lemah, aku kuat.
Referensi ayat:
Kel. 40:35b … kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci (σκηνή)。【LXX: καὶ δόξης κυρίου ἐπλήσθη ἡ σκηνή, kaí dóxa kúrios eplēsthē ho σκηνή skēnḗ】
Yoh. 1:14a Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, … penuh kasih karunia dan kebenaran
Why. 21:3b Lihatlah, kemah (σκηνή skēnḗ) Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka

Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Ini adalah ayat Alkitab yang berharga, yang menjadi motto bagi banyak orang Kristen. Sementara pengkhotbah keliling sering membanggakan prestasi mereka, Paulus lebih memilih untuk membanggakan kelemahannya, karena ia memahami empat kebenaran rohani dengan mendalam:

1. Kita hanyalah makhluk ciptaan, lahir dari debu; apa yang patut kita banggakan?
2. Kita hidup di dunia yang telah jatuh, di mana setiap langkah dipenuhi dengan kesulitan; jika kita hanya mengandalkan diri sendiri, kita pasti kehilangan semangat dan tidak mampu menghadapi kehidupan yang dipenuhi dengan penderitaan.
3. Allah adalah sandaran paling pasti bagi orang Kristen. Ketika kita menyadari keterbatasan dan kelemahan kita sendiri, kita belajar untuk bergantung sepenuhnya pada Allah dan mengikuti-Nya dengan setia! Inilah rahasia terindah dan paling berharga dalam hidup.
4. Seperti yang diajarkan dalam Filipi 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya, baikkehendak maupun perbuatan kita (to will and to do) dilaksanakan dalam kuasa yang ajaib dari Allah. Orang Kristen seharusnya berusaha dengan tekun sepanjang hidup mereka, tetapi kita berusaha dalam kuasa Allah yang ajaib; kontribusi yang paling penting adalah Allah sendiri! Memahami prinsip ini memungkinkan kita untuk memahami kebenaran yang berharga bahwa kuasa Allah nyata sempurna dalam kelemahan manusia. Apapun keadaan yang kita hadapi, dengan Allah — yang sangat mengasihi kita — berjalan bersama kita, kita dapat mengatasi segala sesuatu dan memiliki lebih dari cukup.

Bagian kedua dari ayat 9 Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku, dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai berikut: Oleh karena itu, aku sangat bersedia memuji kelemahanku, agar kuasa Kristus mendirikan kemah (ἐπισκηνόω episkenoo) di dalam diriku. Kata mendirikan kemah (ἐπισκηνόω episkenoo) berasal dari akar kata kemah(σκηνή skēnḗ). Sejak awal Keluaran dari Mesir, Allah mengajarkan kepada umat-Nya bahwa rahasia utama kehidupan yang baik adalah bahwa Allah tinggal di tengah-tengah kita.

Dalam Kitab Wahyu, bagian akhir Alkitab mengulang kebenaran ini menggemakan bagian awal Alkitab. Di surga, hal yang paling berharga adalah bahwa Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka Inkarnasi Firman menjadi manusia, Tuhan Yesus yang tinggal di tengah-tengah kita adalah berkat yang paling indah! Bagi hamba-hamba yang melaksanakan Amanat Agung, Tuhan Yesus berjanji: Aku akan bersama kamu selalu, sampai akhir zaman! Biarlah orang-orang sombong membanggakan diri mereka sendiri; biarlah hamba-hamba Allah hanya membanggakan kelemahan mereka dan anugerah serta kehadiran Allah yang kekal.

Refleksi:
Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.Apa dorongan dan pengingatan yang diberikan oleh ayat emas ini kepada Anda?Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia. Ia akan tinggal bersama manusia pengingatan apa yang diberikan kebenaran ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:3-7

Hamba Tuhan yang memiliki pengalaman rohani, 「terlebih-lebih」 jangan sombong!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:3-7 [TB2])
3 Aku juga tahu tentang orang itu – entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – 4 ia diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab, sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Namun, aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang berpikir tentang aku lebih daripada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari aku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menghantam aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

Hamba Tuhan yang memiliki pengalaman rohani yang luar biasa terlebih-lebih tidak boleh menjadi sombong! Pengalaman surga ketiga adalah pengalaman rohani yang berharga. Mereka yang kurang rendah hati dan bersyukur mungkin menggunakannya untuk menyombongkan diri. Tetapi Paulus tidak. Paulus sekali lagi menegur para pengkhotbah keliling yang suka menyombongkan diri. Paulus menunjukkan bahwa pengalaman surga ketiga ini sungguh merupakan pengalaman yang sangat misterius, entah di dalam maupun di luar tubuh, dan seseorang tidak dapat memahaminya dengan jelas; hanya Tuhan yang mengetahuinya. Pengalaman spesifik ini tidak dapat dijelaskan, dan tidak boleh dibagikan.

Melanjutkan tema tidak bermegah, Paulus menunjukkan bahwa, meskipun pengalamannya sungguh unik, beberapa orang bahkan mungkin akan bermegah. Namun, Paulus, yang memahami bahwa semua adalah anugerah, memiliki satu tekad: Aku tidak bermegah atas diriku sendiri, kecuali dalam kelemahanku. Mereka yang sungguh-sungguh mengenal Allah, hamba-hamba Tuhan yang sejati, tidak akan bermegah, melainkan hanya dalam anugerah dan kelemahan mereka. Paulus menunjukkan bahwa jika seseorang masih ingin bermegah, ia benar-benar bodoh! Jika orang itu adalah hamba yang setia seperti Paulus, ia tidak ingin orang lain menganggap aku lebih tinggi daripada yang seharusnya.

Hal yang paling istimewa, Paulus menyebutkan bahwa Allah memberinya duri dalam daging. Ia tidak merinci apa duri (σκόλοψ; thorn) ini. Kata ini hanya muncul sekali dalam Perjanjian Baru, dan para ahli memiliki beragam pendapat, tanpa kesimpulan yang pasti, mencakup penyakit fisik Paulus, musuh-musuhnya, banyaknya kemunduran yang ia hadapi, dan penganiayaan berat yang ia tanggung. Paulus menyebut duri ini utusan Iblis! Niat Iblis adalah untuk membuat kita sombong dan menjauhkan kita dari Allah. Segala macam godaan jahat dapat dikatakan berasal dari Iblis! Namun, kehendak Allah baik, untuk mencegah mereka yang memiliki pengalaman khusus agar jangan bermegah! Kemampuan kita untuk menahan diri agar tidak bermegah adalah mengandalkan perlindungan Allah yang ajaib!

Tuhan menggunakan berbagai cobaan untuk mencegah hamba-hamba-Nya yang terkasih agar tidak bermegah! Hamba yang tidak bermegah adalah hamba yang baik! Amsal berkata, Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya (Amsal 27:21)

Billy Graham (1918-2018) adalah salah satu penginjil paling berpengaruh sepanjang masa. Di tahun-tahun terakhirnya, ia berkata dengan terkenal, Ada beberapa kali saya merasa hampir mati, dan saya melihat seluruh hidup saya tampak di hadapan saya … Saya tidak berkata kepada Tuhan, Saya seorang pemberita Injil, dan saya telah pemberita Injil kepada banyak orang. Tetapi, saya berkata, Ya Tuhan, saya orang berdosa, dan saya masih membutuhkan pengampunan-Mu. Saya masih membutuhkan salib.』」(There were a few times when I thought I was dying, and I saw my whole life come before me…I didn’t say to the Lord, ‘I’m a preacher, and I’ve preached to many people.’ I said, ‘Oh Lord, I’m a sinner, and I still need Your forgiveness. I still need the cross.’) (Graham at Cincinnati Crusade on June 24, 2002)

Refleksi:
Hamba yang benar-benar baik bukanlah hamba yang suka menyombongkan diri, ataupun pengalaman, atau prestasi istimewanya! Hamba yang benar-benar baik hanya bermegah kelemahannya dan berbagai anugerah cuma-cuma yang telah Tuhan berikan kepadanya! Pengingat apa yang diberikan pengajaran hari ini kepada saya? Duri seperti apa yang telah Tuhan berikan kepada saya?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Korintus 12:1-2

「Aku berada di titik terendah, Tuhan memberiku pengalaman surga ketiga! Aku tidak punya apa-apa untuk dibanggakan selain anugerah!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 12:1-2 [TB2])
1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan dari Tuhan. 2 Aku tahu tentang seseorang di dalam Kristus; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu diangkat ke tingkat yang ketiga dari surga.
1【Literal】Jika aku harus membanggakan diri, meskipun hal itu tidak ada gunanya, aku akan berbicara tentang penglihatan dan wahyu penyataan-penyataan dari Tuhan. 2【Literal】Saya mengenal seorang dalam Kristus Yesus yang empat belas tahun yang lalu — entah dalam tubuh atau di luar tubuh, saya tidak tahu; Allah yang tahu — dibawa ke surga tingkat ketiga.

Untuk menafsirkan Kitab Suci dengan benar, kita harus memahami konteks dari teks tersebut, sehingga kita dapat memahami motivasi Paulus dalam menulis bagian ini. Di ayat 2 disebutkan seseorang di ayat 2, adalah Paulus sendiri. Di sini disebutkan tingkat yang ketiga dari surga, dan Firdaus di ayat 4; oleh karena itu, Paulus pasti telah dibawa ke tempat yang penuh keindahan yang mulia.
Empat belas tahun yang lalu merupakan informasi konteks yang penting. Ketika Paulus menulis 2 Korintus, hal itu terjadi sekitar dua puluh dua tahun setelah pengalamannya di Jalan Damaskus dan pertemuannya dengan Tuhan. Oleh karena itu, empat belas tahun sebelumnya bertepatan dengan delapan tahun setelah panggilan Paulus. Paulus kemungkinan melakukan perjalanan ke Yerusalem tiga tahun setelah panggilannya, kemudian kembali ke Tarsus di mana ia tinggal hingga tahun ketiga belas dari pelayanannya. Pada saat itulah Barnabas mengundangnya untuk bergabung dalam pelayanan di Antiokhia. Para ahli umumnya menafsirkan kisah ini sebagai pengalaman yang terjadi saat Paulus masih melayani di Tarsus. Pada masa itu, Paulus tampaknya menghadapi kesulitan yang cukup besar dalam memberitakan Injil di kampung halamannya. Beberapa ahli menganalisis bahwa lima kali ia dipukuli oleh orang Yahudi terjadi selama masa pelayanannya di Tarsus.
Dalam memahami teologi Paulus, sebuah kronologi yang penting muncul. Selama sekitar tiga hingga tiga belas tahun setelah panggilannya, Paulus tetap tinggal di kota kelahirannya, Tarsus. Para nabi tidak disukai di kota kelahirannya! Beberapa ahli berpendapat bahwa pada masa terendah ini — ketika ia pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan panggilannya — Allah memberinya pengalaman tentang surga ketiga.
Untuk mempersiapkan kita sebelum menerima pengajaran penting Cukuplah anugerah-Ku bagimu di 2 Kor. 12:9, Paulus mengingatkan kita: meskipun ia secara pribadi mengalami panggilan luar biasa di Jalan Damaskus, meskipun ia memiliki dasar yang kokoh dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, meskipun ia berani memberitakan Injil dengan risiko nyawanya, Allah tetap membiarkan ia mengalami banyak penderitaan dan kegagalan. Allah mengasihi hamba-Nya yang setia, namun Ia tidak memberikan pelayanan yang lancar baginya. Sebaliknya, di tengah penderitaan yang ekstrem, Ia tidak pernah meninggalkan dirinya. Oleh karena itu, sikap para pengkhotbah keliling dan rasul-rasul palsu terhadap pelayanan sungguh keliru! Allah tidak pernah menjanjikan langit akan selalu biru, atau bahwa jalan hidup akan selamanya harum dengan bunga! Namun, Allah telah menjanjikan kekuatan untuk hidup, cahaya untuk perjalanan, istirahat dalam pekerjaan, anugerah dalam cobaan, dukungan dalam bahaya, belas kasihan yang tak terbatas, dan kasih yang tak pernah pudar.
Pengalaman dan kesaksian Paulus telah menginspirasi generasi demi generasi hamba Tuhan dan orang Kristen: bahwa bahkan di saat-saat terendah kita, Allah tetap setia bersama kita! Memang, pertemuan rohani yang paling mendalam seringkali tidak terjadi pada masa-masa kemakmuran atau kesuksesan, melainkan tepat ketika kita berada di titik terendah! Di sinilah terungkap kasih Allah. Matahari di Atas Awan: Meskipun kita mungkin melihat awan tebal atau hujan deras yang menggelapkan langit dan bumi; Matahari di atas awan mengingatkan kita bahwa Tuhan yang berjalan bersama kita sepanjang hidup kita tidak akan pernah meninggalkan kita, karena Dia mengasihi kita melampaui batas!

Refleksi:
Pada saat terendah dalam hidupku, Tuhan menganugerahkan kepadaku pengalaman tentang surga ketiga! Apa penghiburan dan kekuatan yang Anda dapatkan dari ini?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Korintus 8-13 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan September 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.