Tag Archives: Karya Penebusan

Efesus 1:6b-10

「Anugerah Penebusan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Efesus 1:6b-8 melanjutkan uraian tentang anugerah pemilihan Allah di dua ayat sebelumnya, kedua ayat ini menjelaskan bagaimana anugerah ini digenapkan. Pemilihan dan menentukan kita dari semula adalah keputusan kehendak, tetapi anugerah Allah bukan sekadar instruksi Maha Tinggi-Nya, namun keselamatan yang dicapai melalui pengorbanan Dia, Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya.

Di sini Paulus menggunakan dua kata kerja khusus untuk menggambarkan apa yang Allah lakukan dalam anugerah-Nya. Dalam ayat 6, dia menunjukkan bahwa anugerah ini dikaruniakan (ἐχαρίτωσεν echarítosen) oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya. Kata ini pada dasarnya berarti dianugerahkan, tetapi karena di dalam teks sebelum dan sesudahnya digunakan kata-kata yang berkaitan dengan kasih karunia, dan akar kata itu sendiri juga anugerah, cara penggunaan kata seperti ini memiliki efek penegasan, menunjukkan bahwa itu dianugerahkan dalam kasih karunia. Maka versi Mandarin RCUV menerjemahkan sebagai diberikan secara cuma-cuma (juga ASV freely bestowed), dengan tepat mencerminkan makna dari pemberian anugerah ini.

Dalam ayat 7 dan 8, Paulus menunjukkan bahwa keselamatan yang kita terima adalah menurut kekayaan kasih karunia-Nya dengan berkelimpahan dianugerahkan kepada kita. Kata kerja Yunani dilimpahkan (περισσεύω perisseuo) digunakan di sini untuk mengungkapkan bahwa apa yang Allah anugerahkan itu sangat berkecukupan melimpah, seperti mata air yang menyembur melimpah, yang sangat penuh dan berlipat ganda turun kepada orang-orang yang beriman.

Dari penggunaan kedua kata kerja ini, ditambah uraian yang kaya tentang anugerah ini, kita dapat melihat bahwa Paulus ingin pembaca merasakan secara mendalam bagaimana Allah melimpahkan anugerah kepada kita.

Di tengah ayat 7 lebih jelas ditunjukkan bahwa kasih karunia ini bukan karena hasil usaha kerja kita, tetapi melalui pengorbanan Sang Putra Allah yang terkasih, penebusan dicapai dengan harga korban darah dan nyawa-Nya. Penebusan keselamatan dalam Perjanjian Lama adalah konsep yang sangat dikenal oleh orang Israel, mereka pernah menjadi budak di Mesir, tetapi mereka ditebus diselamatkan dari kendali perbudakan Mesir dan menjadi umat yang mendapatkan perjanjian dengan Allah. Mereka mengingat ini setiap Paskah dan melihat kembali kepada anugerah keselamatan Allah.

Terjemahan RCUV hanya mengungkapkan setengah dari arti ayat ini, mungkin mencerminkan bagian penting dari ayat ini, menunjukkan bahwa keselamatan ini dicapai melalui darah Sang Putra Allah yang terkasih. Keselamatan harus membayar harga, dan keselamatan yang kita butuhkan bukan yang hanya bersifat politik dan sosial, karena kita telah jatuh ke dalam kuasa dosa oleh sebab pelanggaran kita, dan perlu membayar harga penebusan, yaitu, Putra Allah yang terkasih Yesus Kristus berkorban di kayu salib demi kita dan dengan darah-Nya yang ditumpahkan memulihkan kita. Ini adalah pesan yang jelas hendak ditekankan dalam ayat ini. Namun di awal ayat ini, ada dua kata (ἐν ᾧ) dan tidak terlihat jelas dalam terjemahan RCUV. Preposisi ini memiliki dua kemungkinan arti, yang satu adalah di dalam dirinya bersifat relasional, dan yang lainnya melalui Dia bersifat instrumental. Terjemahan RCUV (lihat juga BIMK, ISH karena melalui Anak-Nya), mungkin menekankan makna instrumental, menggabungkannya dengan frasa lain oleh darahnya menjadi satu ekspresi, namun akibatnya mengabaikan penebusan yang sering ditunjukkan dalam Perjanjian Baru. Sebenarnya, terdapat makna persatuan dengan Yesus Kristus (perhatikan ITB … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan …). Dengan kata lain, keselamatan yang kita terima bukan hanya pengampunan dosa kita melalui darah Yesus Kristus, tetapi juga pengampunan atas dosa-dosa kita karena kasih karunia-Nya dan masuk di bawah nama-Nya (dipersatukan dengan Dia).

Renungkan:
Anugerah yang kita terima diberikan secara cuma-cuma dan berkelimpahan sepenuhnya kepada kita oleh Allah di dalam Kristus, sehingga dosa-dosa kita bisa diampuni, dan kita berada di dalam Tuhan. Kiranya kita menghargai identitas ini.

(Tambahan Penerjemah: carilah 1 atau 2 contoh bagaimana kita menghargai identitas ini dan apa bentuk konkret yang terlihat dalam tindakan kita yang menyatakan bahwa kita ini sudah bersatu dengan Yesus Kristus dan hidup yang berada di dalam Dia?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:18-21 (2)

「Keraguan adalah Tegangan dalam Hidup Seorang Pelayan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

Renungan ayat Alkitab kemarin mengingatkan kita untuk tidak membuat berhala untuk diri kita sendiri, atau jangan secara sengaja menjadi berhala bagi orang lain, jangan sampai darah yang begitu berharga Anak Domba Yesus Kristus mengalir sia-sia, hendaknya semua pelayan Tuhan hanya membawa menempatkan orang di hadapan Tuhan, jangan menempatkan orang di hadapan diri sendiri.

Selain memahami tentang penebusan (ἐλυτρώθητε elytróthite) dari latar belakang budaya Yunani, Petrus juga sesuai dengan alur teks sebelumnya di atas, yang menjadi keprihatinan dia adalah bagaimana menggunakan identitas umat Perjanjian Lama untuk menafsirkan (memahami) identitas umat Perjanjian Baru dari orang-orang yang terserak, yang dipilih Allah (lihatlah lagi ayat 1-2)

Dalam terjemahan LXXX (Septuaginta), kata ditebus digunakan dalam kitab Imamat (26 kali), Mazmur (27 kali), Keluaran (4 kali), dan Yesaya (12 kali), terutama dalam kitab Imamat Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus telah secara langsung dikutip dalam ayat 16, oleh karena itu kata ditebus bagi orang yang berlatar belakang bukankah hal baru, di masa orang Yahudi terserak, mereka berharap bahwa Allah akan menebus mereka, dan memiliki konsep-konsep teologis di bawah ini tidak pernah absen:

Ulangan 7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan (ἐλυτρώσατο elytrósato), dari tangan Firaun, raja Mesir.

Yesaya 52:3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus (λυτρωθήσεσθε lytrothísesthe) tanpa pembayaran juga.

Mazmur 34:22 (LXX Mazmur 33:23) TUHAN membebaskan (λυτρώσεται lytrósetai) jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Konsep-konsep di atas tepat menunjukkan harapan orang Israel ketika mereka menjadi budak di Mesir, juga ketika mereka terserak di Babel, kerinduan di dalam hati mereka terhadap penebusan dari Allah. Lalu, ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi hendaknya terlebih dahulu melepaskan pola-pola perilaku hidup yang tidak berguna (ματαίας mataías) dan tidak membuahkan hasil, yang dibenci oleh Tuhan yang disebut tradisi yang diturunkan dari nenek moyang mereka, karena hal-hal ini tidak diberkati Allah, yang ada hanyalah cara-cara keterampilan manusia atau pelayanan yang telah menjadi berhala.

Tetapi pengorbanan Kristus membuat agar pembaca surat Petrus berfokus pada kebangkitan Kristus dan kemuliaan-Nya di akhir zaman, sehingga identitas Anda dan saya dapat didasarkan pada diri-Nya, dan menaruh segenap iman dan harapan pada diri-Nya, bukan diletakkan pada tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang ada di dunia yang dihidupi selama ini, atau kepada orang yang dianggap yang termulia.

Namun ironisnya, orang-orang percaya sering menantikan orang yang dianggap yang termulia (pemimpin yang tenar), yang termulia ini biasanya yang dihormati di dunia saat ini dan penuh wibawa gaya yang dicontoh, ini sama seperti para pemimpin dan tokoh-tokoh agama di dunia di masa kini, tetapi Ia yang termulia bukankah dihina dipermalukan di salib dan ditolak — Kristus? Di permukaan, kita mungkin tidak berani untuk tidak menghormati-Nya, tetapi di saat kita dituntut banyak pertimbangan apakah kita jarang bisa menetapkan diri kita kepada Kristus?

Ketika para pelayan yang tulus saat menghadapi diri mereka sendiri, mereka sering mempertanyakan keputusan dan pilihan mereka sendiri, apakah mengikuti Kristus atau mengikuti tradisi orang lain yang tidak memiliki daya pengaruh yang membawa orang pada hidup, dan setelah waktu yang lama, apa yang dialami itu telah menjadi tradisi, lalu menjadi pedoman pelayanan. Tetapi orang-orang yang telah melayani dengan tulus selama bertahun-tahun harus mengatakan kepada Anda: memberitakan Injil kebenaran ini sering putus asa karena dipandang orang memalukan, dan sering mempertanyakan Apakah yang saya yakini dan harapkan ini benar?

Renungkan:
Adakah pelayanan seumur hidup sering membuat orang putus asa dan bertanya ragu?
Itu benar, itu adalah iman Kristus, membuat orang mempertanyakan apakah ada buah hasilnya, karena apa yang disebut buah hasil ini tidak diukur dan ditafsirkan dari perspektif Anda dan saya hari ini, tetapi dengan waktu-Nya dan penyataan akhir zaman-Nya untuk mengevaluasi buah pelayanan kita. Hidup dengan bertanya adalah tarikan ketegangan seumur hidup seorang pelayan.

Ketika dunia berusaha untuk menunjukkan hasil mereka untuk membuktikan diri mereka sebagai pekerja Allah, apakah penilaian Allah itu demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:18-21 (1)

「Berhala Lembu Emas dari Pelayanan — yakni Diri Sendiri」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

anak lembu emas pelayanan

Beberapa hari yang lalu ayat Kitab Suci yang dibicarakan dalam renungan ini terus menerus mengingatkan kita untuk melepaskan gaya hidup dan perilaku religius yang memuaskan diri sendiri, dan mengingatkan kita agar kita sebagai anak-anak Tuhan yang tunduk sebagai hamba, adalah seperti orang-orang Yahudi sepatutnya melepaskan belenggu orang-orang Mesir, berani untuk menghidupi cara hidup sebagai umat baru di bawah hukum Taurat yang dianugerahkan Allah.

Dalam perikop Kitab Suci hari ini, pertama-tama kita memperkenalkan konsep penting dalam budaya Yunani yakni: ditebus (ἐλυτρώθητε elytróthite), kata ini sebagian besar digunakan terkait tentang pembebasan budak, jika tuan pemilik ingin mengubah status hamba menjadi orang bebas, maka tuannya akan membawa budak itu ke kuil, dan kemudian budak itu akan memberikan uang tebusan, menyatakan kepada tuannya dan para tokoh masyarakat pada waktu itu bahwa dia telah bebas dan tidak lagi sebagai hamba tunduk kepada perintah siapa pun, tetapi ketundukannya sebagai hamba adalah kepada dewa kuil, atau dengan kata lain dewa kuil tersebut menebus dia, tetapi ironisnya budak tersebut memakai emas dan peraknya sendiri untuk menebus dirinya.

Dapat dilihat bahwa konsep penebusan budak ini juga dianalogikan pada orang-orang Kristen, teks ini memberi tahu kita bahwa situasi mereka adalah mewarisi kehidupan kosong sia-sia dan tidak berguna dari para leluhur (ini memaksa kita untuk bertanya, apakah pelayanan kita juga mewarisi kesia-siaan pendahulu atau leluhur kita?) Jelas sebenarnya kehidupan Kristus adalah berkepenuhan (bukan yang kosong) dan memiliki daya pengaruh membawa orang kepada hidup, tetapi dalam situasi yang realistis, para guru kehidupan mampu meniru belajar seperti Kristus dan membawa orang kepada Kristus tetapi justru mencari reputasi mereka sendiri. Ini mungkin agak mencerminkan apakah hidup kita adalah bagi orang lain atau untuk reputasi kita sendiri.

Jika dalam budaya Yunani, orang dapat menebus dirinya dengan emas dan perak yang dapat rusak, lalu memakai apakah orang percaya berkehidupan baru hendak menebus dirinya? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa itu bukan memakai kekuatan diri sendiri, tetapi hanya melalui darah Kristus saja, darah Anak Domba tanpa cacat dan tanpa noda. Jelas kita berada dalam kehidupan yang seperti budak dan terus menerus hidup dalam kehidupan yang hancur, tetapi dengan kemerdekaan dan kesempurnaan-Nya Kristus membayar harga bagi penebusan untuk kita. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah tunduk sebagai hamba kembali kepada identitas umat Allah, penebusan ini tidak membawa kebebasan (liar), tetapi itu seumur hidup tunduk sebagai hamba kepada Allah, meneladani Dia untuk mempengaruhi kehidupan orang lain dengan hidup kita, tidak jatuh dalam tradisi pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga pelayanan berbuah.

Renungkan:
Buah dari pelayanan adalah untuk membawa orang kepada Tuhan, sehingga orang lain dapat tunduk sebagai hamba kepada Allah sepanjang hidupnya, kembali ke identitas sejati.

Tetapi yang mengerikan adalah bahwa buah pelayanan kita yang kita anggap sebagai pembayar tebusan, berpikir bahwa melalui pekerjaan kita sendiri kita dapat membawa orang kepada Allah dan perlahan-lahan lupa bahwa itu sebenarnya hanya dapat dicapai melalui darah Kristus. Di jalan padang belantara, bukankah orang Israel menggunakan anak lembu emas sebagai allah, dan membuat allah dari emas dan perak mereka sendiri?

Selama masa epidemi, apakah kita membangun lebih banyak hal untuk reputasi kita sendiri, atau apakah kita bergantung pada kehidupan Kristus sebagai indikator pelayanan kita?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 63:7-14

「Kasih Setia yang Kaya Berkelimpahan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 63:7-14 [ITB])
7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. 8 Bukankah Ia berfirman: Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang, maka Ia menjadi Juruselamat mereka 9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. 10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. 11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka; 12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya; 13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung, 14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Hanya Ia, Allah yang menderita bersama umat-Nya

Perikop ini menunjukkan kasih TUHAN yang tidak pernah pergi meninggalkan dan menyerah atas umat Israel, bahkan jika umat Israel memberontak dan berulang kali berbuat semau-maunya.

Ayat 7 menunjukkan bahwa TUHAN adalah Allah penuh belas kasihan dan kasih yang berkelimpahan, Ia memberkati Israel anugerah yang besar, kita akan memahami bahwa anugerah besar yang agung ini adalah tidak terpengaruh walau umat Israel bertindak semau-maunya, bagaimanapun kasih dan anugerah besar Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Ayat 8 menjelaskan bahwa TUHANlah yang berinisiatif untuk mengakui dengan keteguhan tetap bahwa Israel adalah umat-Ku dan bahwa Tuhan adalah Juruselamat mereka. Ayat 9 menunjukkan bahwa Allah menderita bersama umat Israel (ITB agak implisit Ia sendirilah yang menyelamatkan, lihat BIMK Ia sendiri ditimpa kesusahan mereka atau CUV, KJV dan mayoritas terjemahan Inggris) dan Ia mengangkat serta menggendong mereka selama zaman dahulu kala. Kata-kata yang digunakan dalam ayat 8-9 mengingatkan kita: di masa lalu, TUHAN memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan kemudian di Sinai membuat perjanjian dengan mereka. Saat TUHAN mengadakan perjanjian, Ia menyatakan bahwa Dia telah menggendong di atas sayap rajawali dan membawa orang Israel seperti elang, dan memproklamasikan bahwa umat Israel adalah milik kepunyaan Allah dan merupakan umat Allah, ini adalah umat-Ku, dan Allah adalah Juruselamat Israel (Kel. 19:1-6, klik untuk membaca). TUHAN telah menyelamatkan mereka dan menetapkan mereka adalah umat Allah, tanpa terlebih dahulu menuntut orang Israel berbuat lebih baik atau terlebih dahulu harus berbuat sesuatu untuk mendapatkannya sebagai pahala (Hanya karena anugerah saja. Allah bukan pedagang barter perbuatan baik manusia dengan keselamatan).

Lalu, ayat 10 menyatakan bahwa wajah asli umat Israel lupa anugerah dan tidak tahu terima kasih, mereka memberontak berkhianat terhadap Penyelamat mereka, sehingga Allah harus memandang mereka sebagai musuh dan memukul mereka. Namun pukulan ini bukan seperti pemusnahan terhadap Edom (Yes. 63:1-6, klik untuk membuka dan membandingkan), pukulan ini adalah serangan penuh kesedihan hati, dan dijelaskan dalam ayat 11-13 bahwa bahkan jika Israel memberontak berkhianat, tindakan TUHAN untuk menyelamatkan mereka dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah tetap tidak pernah berubah selama-lamanya, TUHAN dengan tindakan penuh kuasa-Nya yang besar membuat Israel mengerti bahwa diri mereka terbatas, menghendaki mereka jangan tidak tahu terima kasih dan lupa anugerah, mereka dapat meninggalkan rumah perbudakan Mesir itu bukan karena kekuatan mereka, tetapi sepenuhnya karena kuasa besar TUHAN, dan pada saat yang sama membuat orang Israel merenungkan bahwa mereka tidak tersandung ketika berjalan di hutan belantara, tiang awan dan api Allah tidak pernah pergi dan meninggalkan mereka, menunjukkan bahwa kehadiran penyertaan Allah selama-lamanya tidak akan pernah berubah.

Roh TUHAN disebutkan lagi dalam ayat 14 sebagaimana disebutkan dalam Yes. 61:1, dan disebutkan di sini bahwa Roh Allah membawakan peristirahatan kepada orang-orang Israel. Roh Allah membimbing umat Allah, agar umat Allah dapat menegakkan nama kemuliaan Allah, istirahat yang demikian adalah dengan rendah hati bergantung dan bersandar kepada Allah, secara dekat taat mengikuti, dengan tenang hati tanpa khawatir menapak di jalan pimpinan Allah. Menapakkan kaki yang demikian hanya mencari dan mengejar kemuliaan Allah bukan kemuliaan diri sendiri. Ketika seseorang hanya mencari dan mengejar kemuliaan nama Tuhan barulah ia dapat dengan tenang tenteram berjalan dalam bimbingan Tuhan, orang tersebut mendapatkan istirahat (sabat), tanpa kekhawatiran ketakutan ini justru adalah istirahat yang memiliki penyertaan Allah, lebih damai tenteram daripada kehidupan yang nyaman dan berkelimpahan banyak uang.

Renungkan:
Adalah Tuhan, Ia yang tidak pernah meninggalkan kita, tidak peduli seberapa pemberontakan kita, cinta kasih-Nya tetap berlimpah begitu kaya, keselamatan-Nya tetaplah begitu nyata dan benar, dan kita hanya bisa pasrah kepada-Nya dalam kasih Tuhan yang tak bersyarat, dan bersedia memberi hidup sebagai respons menanggapi Tuhan yang menderita bersama kita, Ia mengisi hidup kita dengan kisah keajaiban, memahami keterbatasan diri kita, dan memahami bahwa kita selama-lamanya adalah umat Allah. Amin!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:3-14

「Perbuatan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus sebelum memberikan pelajaran kepada saudara dan saudari, pertama-tama ia mewakili saudara dan saudari menaikkan pujian kepada Tuhan, memuji perbuatan Tuhan yang ajaib di atas diri mereka. Benar adanya, semuanya dimulai dari tindakan Allah, dan iman Kristen tidak dimulai dengan mengatakan apa yang akan kita lakukan untuk Tuhan, dengan melakukan untuk mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi dengan menegaskan apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita. Kita terlebih dahulu harus mengenal tindakan Tuhan, terutama apa yang Dia genapkan dalam diri kita. Saudara dan saudari, kita semua merupakan tindakan Tuhan, yang digenapkan di dalam Kristus. Hanya ketika diri kita merupakan tindakan Tuhan, kita dapat berbicara tentang melakukan apa untuk Dia.

Tindakan Tuhan di dalam diri kita, tentu saja merupakan kasih karunia-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita 「segala berkat rohani」 (Ef. 1:3), dan dalam terjemahan CUVT mandarin frasa 「berbagai berkat rohani」 harus diterjemahkan sebagai 「segala berkat rohani」(seperti dalam ITB). Paulus tidak sedang menghitung berkat-berkat yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita: memiliki orang tua yang baik, keluarga bahagia, tubuh yang sehat, tentu saja semua itu penting, tapi Paulus menekankan 「segala」, yakni segala hal, semua pengaturan, termasuk apa yang kita tidak sukai yang kita pikir adalah kutukan, yang bukan bagian dari kasih karunia. Seumur hidup kita semua adalah kasih karunia, bukan hanya sebagian saja merupakan kasih karunia, tetapi semuanya adalah kasih karunia. Ef. 1:3-14 membicarakan apa yang Allah (Roh Kudus) telah genapkan atau yang akan genapkan di tengah-tengah orang-orang percaya, mulai dari penciptaan dunia sampai akhir dunia.

Berkat dan kasih karunia yang bagaimana? Yang pertama adalah pemilihan. Ef. 1:4 memberitahu kita bahwa Tuhan telah 「memilih kita di dalam Kristus」 sebelum dunia diciptakan. Kita dipilih oleh Allah. Pemilihan ini adalah sebelum kita diciptakan, hubungan Tuhan dengan kami jauh sebelum kita mengenal Dia, jauh sebelum kita mengenal diri kita sebelumnya, jauh sebelum diri kita ada.

Yang kedua adalah pengudusan. Tuhan tidak hanya memilih kita, tetapi juga menjadikan kita kudus: 「supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.」 Untuk menjadi suci kudus adalah konsekuensi dari kita diberkati, adalah hasil dari apa yang Allah telah perbuat atas diri kita, bukan dicapai dari usaha kita sendiri. Paulus tidak mengatakan bahwa kita mengandalkan bersandar pada perilaku moral untuk mencapai kekudusan, mencapai kekudusan adalah oleh karena kasih karunia yang Allah genapkan atas diri kita, bahwa Ia telah mengadakan relasi yang intim dengan kita, dan Dia telah berbagi kekudusan dan kesempurnaan diri-Nya kepada kita.

Alkitab menyebutkan pengudusan, terutama merujuk kepada pengudusan pasif, bukan pengudusan aktif; Ini adalah pembentukan hubungan, bukan tentang kesempurnaan tindakan moral. Kekudusan adalah sifat yang hanya dimiliki Allah, Dia adalah Sang Mahakudus Israel (The Holy), hanya dengan terhubung kepada Dia saja, barulah dapat berbagi kekudusan-Nya (kita tidak bisa memiliki kekudusan jika terlepas dari Tuhan kita). Dapat diumpamakan hubungan antara magnet dan besi sebagai metafora, besi sendiri tidak memiliki daya magnet, hanya ketika besi dan magnet terhubung barulah besi bisa berbagi daya tarik magnet, tetapi jika besi memiliki daya magnet, daya magnet ini bukan miliknya, begitu besi terpisah dari magnet, maka daya magnet segera hilang pada waktu itu juga. Demikian pula, ketika kita terhubung dengan Tuhan, kita berbagi kesucian Allah, tetapi itu bukan milik kita, dan jika kita terpisah dari Allah maka tidak ada lagi kesucian kekudusan. Yesus berkata, 「Akulah pokok anggur, engkau adalah cabang dan engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa aku.」 Jika kita terlepas dari Kristus, kita tidak lagi suci kudus.

Ini menyebutkan bahwa Allah menjadikan kita suci, menekankan bahwa Allah telah memisahkan kita. 「Dipisahkan untuk menjadi kudus」 yakni ada pemisahan barulah dapat menjadi kudus. Kita adalah kumpulan yang unik, saat dilahirkan ibu sudah menjadi unik, Allah sudah memisahkan kita untuk menjadi kudus, kita berbeda dari orang lain.

Berkat rohani ketiga adalah membawa hak bagian menjadi anak-anak-Nya. Dari pemilihan sampai dipisahkan untuk dikuduskan, kita diterima sebagai anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita tidak karena diciptakan sehingga menjadi anak-anak Allah, tetapi karena penebusan keselamatan Kristus maka kita diterima sebagai anak-anak Allah. Iman Kristen tidak menyatakan bahwa semua manusia adalah anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah bukan karena diciptakan, tetapi karena penebusan.

Berkat keempat adalah keselamatan Yesus Kristus. 「Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.」 (Ef. 1:7-8) Ini adalah Injil, dan kita akan menguraikannya lebih terperinci di pasal 2.

Renungkan:

1. Cobalah menunjukkan empat tindakan Allah yang Ia genapkan dalam perjalanan iman Anda pribadi?

2. Bagaimana pendapat dan pengalaman Anda tentang orang-orang Kristen dikuduskan karena persatuan dengan Kristus, Kristus telah meminta kita untuk terhubung erat dengan Dia?


Daftar renungan pemahama  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Lukas 3:1-20

「Mengambil Jalan Bengkok, atau Jalan yang Diluruskan?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 3:1-20 [ITB])
1Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 2pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: 「Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu」, 4seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: 「Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: 『 Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. 5Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, 6dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.』」
7Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: 「Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 8Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: 『 Abraham adalah bapa kami!』 Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 9Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.」
10Orang banyak bertanya kepadanya: 「Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?」 11Jawabnya: 「Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.」
12Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: 「Guru, apakah yang harus kami perbuat?」 13Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.」
14Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: 「Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?」 Jawab Yohanes kepada mereka: 「Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.」
15Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, 16Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: 「Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 17Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.」
18Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
19Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, 20raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.

Permulaan Lukas pasal 3 tepat sama seperti permulaan Lukas pasal 2. Lukas pasal 2 menggambarkan raja Romawi, seorang duniawi yang memegang kuasa dan bagaimana ia mengumumkan kedaulatan (strategi menyuruh semua orang mendaftarkan di kota masing-masing). Lukas pasal 3 menggambarkan politik dan cetak biru keagamaan seorang raja daerah Yudea. Setelah Herodes Agung mati, daerah kekuasaan Herodes Agung dibagi-bagikan kepada para anak laki-lakinya untuk dikelola, di antaranya Arkhelaus yang karena kejam tidak berperasaan sehingga dipecat dari jabatannya oleh Kaisar Romawi, lalu Pilatus wali negeri Romawi langsung mengurus tanah Yudea dan Samaria. Permulaan Lukas pasal 3 selain menjelaskan situasi politik saat kelahiran Yesus, yang lebih penting adalah menggambarkan gabungan situasi kompleks keagamaan dan politik saat kelahiran Yesus. Pada kenyataannya, mulai dari kelahiran Tuhan Yesus sampai Yerusalem dihancurkan selama 70 tahun, sudah terdapat 20 sekian orang yang menjabat Imam Besar Yerusalem. Jika diperbandingkan, jabatan Imam Besar ini di zaman Perjanjian Lama mewakili kehormatan yang maha tinggi, sampai pada zaman Yesus, keadaan sudah berbeda sedemikian jauh. Imam Besar zaman Yesus, terutama diutus dan ditunjuk oleh pejabat Romawi. Oleh karena itu, para Imam Besar yang dekat dengan pemerintah Romawi secara alamiah akan bisa memangku jabatan lebih lama, dan Kayafas adalah seorang Imam Besar yang bisa memangku jabatan mencapai sepuluh tahun lebih.

Yang membuat orang terkejut, setelah Lukas pasal 3 selesai memberikan gambaran politik yang merupakan genangan air keruh bercampurnya semua keagamaan dan politik yang menjadi satu, ia memutar ujung pena beralih tertuju kepada diri Yohanes Pembaptis ─ dia yang hidup di padang gurun, seorang pemberita Firman yang tanpa kekuasaan tidak punya pengaruh. Dengan pengalihan arah ujung pena Lukas ini sekali lagi menjelaskan bahwa rencana keselamatan dari Allah bukanlah jatuh pada diri mereka yang memiliki kuasa memiliki pengaruh, Allah malah sebaliknya membangkitkan tokoh kecil – Yohanes Pembaptis, dia yang makan madu liar, yang tinggal di padang gurun, yang sama sekali menarik mata ─ untuk meluruskan jalan bagi Tuhan Yesus. (Kontras antara orang yang merasa berkuasa dengan orang yang lemah akan dibawa terus sampai pasal-pasal yang selanjutnya, juga semua permasalahan jalan bengkok kontras dengan kehendak Bapa di Sorga)

Kata 「meluruskan jalan」 dalam Yes. 40, menyatakan Allah menetapkan kehendak untuk memulai berkembangnya pekerjaan penebusan-Nya, tetapi perlu ada pemberita Firman untuk mempersiapkan hati orang bagi Tuhan, agar manusia menyambut anugerah keselamatan yang akan datang ini. Selanjutnya di Luk. 3:7, Yohanes menyebutkan orang-orang yang perlu baptisan sebagai 「keturunan ular beludak」, sebenarnya frasa ini juga berasal dari Yesaya 59:5-8, 「5Mereka menetaskan telur ular beludak, dan menenun sarang laba-laba; siapa yang makan dari telurnya itu akan mati, dan apabila sebutir ditekan pecah, keluarlah seekor ular beludak. 6Sarang yang ditenun itu tidak dapat dipergunakan sebagai pakaian, dan buatan mereka itu tidak dapat dipakai sebagai kain; perbuatan mereka adalah perbuatan kelaliman, dan yang dikerjakan tangan mereka adalah kekerasan belaka. 7Mereka segera melakukan kejahatan, dan bersegera hendak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah; rancangan mereka adalah rancangan kelaliman, dan ke mana saja mereka pergi mereka meninggalkan kebinasaan dan keruntuhan. 8Mereka tidak mengenal jalan damai, dan dalam jejak mereka tidak ada keadilan; mereka mengambil jalan-jalan yang bengkok, dan setiap orang yang berjalan di situ tidaklah mengenal damai.」 Yesaya 59:8 dengan jelas menuliskan 「keturunan ular beludak」 bukanlah umat yang bersedia meluruskan jalan mempersiapkan hari orang, tetapi menunjuk orang-orang yang mengambil jalan-jalan yang bengkok, membuat diri sendiri dan orang lain paling akhir tidak mendapatkan damai sejahtera dan harapan.

Renungkan: tepat seperti yang dibicarakan kemarin, 「keagamaan」 dapat dipakai orang terjerumus dalam keadaan membuat diri benar atau realisasi diri. Selain itu, saling melebur dan saling memperalat antara politik dan keagamaan, mungkin membuat hati orang makin menghargai berbagai kesempatan yang diberikan orang lain, menimbulkan berbagai godaan yang terlihat maupun tidak. Pemimpin keagamaan (demikian juga kita sebagai orang biasa) sebenarnya akan dipaksa mengambil jalan-jalan yang bengkok, atau dapat mempertahankan diri mengambil jalan yang diluruskan?

Sejarah gereja telah memberitahu kita begitu banyak hikmat tentang aspek ini, kiranya kita mengerti bagaimana menghadapinya, karena sejarah terjadi berulang-ulang tiada henti (history always repeats itself). Mohon Tuhan memberkati kita hikmat, menolong kita dengan sebesar-besarnya.

Kolose 1:13-20 (1)

「Hal yang digenapi Allah melalui Kristus ( 1 )」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

CrossOfChrist_02-600x410

(Kolose 1:13-20 [ITB])
13Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Kemarin kita sudah melihat Paulus tiada henti berdoa dan memohon bagi gereja Kolose agar sepenuh hati mengetahui kehendak Allah, mencerminkan bahwa tidak cukupnya pengenalan gereja atas kehendak Allah atau pada saat itu sebagian jemaat mendapatkan pengaruh ajaran yang sesat. Untuk menghadapi ajaran yang sesat tersebut, pembicaraan Paulus dimulai dari kehendak Allah. Apa kehendak Allah? Dalam Kol. 1:13-20 Paulus menggunakan kata-kata yang ringkas dan padat dengan akurat menyampaikan hal yang Allah kehendaki untuk digenapkan di dalam Kristus. Dapat dikatakan bahwa ini adalah sebuah kredo (creed) atau pengakuan iman (rule of faith) yang sangat awal, menyebutkan poin-poin penting dari iman yang dipertahankan orang Kristen. Jika dibandingkan dengan pengakuan iman yang dibentuk belakang hari seperti 《Pengakuan Iman Rasuli》 atau 《Pengakuan Iman Nisea》, maka pengakuan iman ini jelas bertitik fokus pada penjelasan tentang hal yang digenapkan Allah di dalam Kristus. Ini juga mencerminkan adanya kaitan dengan pemikiran yang salah yang mempengaruhi gereja Kolose, juga kaitan dengan identitas dan karya Kristus.

Sebagian besar para peneliti setuju bahwa Kol. 1:15-20 merupakan penulisan berbentuk puisi / Mazmur. Mazmur ini mempunyai pusat adalah memuji Yesus Kristus. Kol. 1:13-14 adalah kalimat penyambung. Apa hubungan Yesus Kristus dengan gereja Kolose? Siapakah Dia? Mengapa memuji Dia? Dalam Kol. 1:3-12, kita dapat melihat seluruh doa Paulus dan ucapan syukurnya berpusat pada Allah Bapa? Kol. 1:3 「mengucap syukur kepada Allah, Bapa 」 dan Kol. 1:12 「mengucap syukur kepada Bapa 」,dalam bahasa aslinya menggunakan kata yang sama, maka Kol. 1:3-12 adalah sebuah paragraf dengan awal dan akhiran yang saling bersahutan, dengan Allah Bapa sebagai fokus pusat. Allah Bapa adalah tujuan kepada siapa ucapan syukur orang Kristen, adalah Pribadi yang harus kita kenal secara maksimal. Mengapa bersyukur kepada Allah Bapa? Apa yang Ia perbuat atas diri kita? Kol. 1:13-14 adalah penjelasannya, yang juga merupakan pengakuan iman: 「Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 」

Dua ayat ini saja sudah mengandung makna teologis yang sangat berkelimpahan. Di sini disebutkan 「penebusan 」(redemption), yang merupakan inti yang paling pusat dalam iman kekristenan. Orang Kristen memuji Allah dan mengucapkan syukur kepada-Nya, tidak hanya karena Ia adalah Tuhan Pencipta, juga bukan hanya karena Ia adalah Allah yang memberikan pahala kepada yang berbuat kebajikan serta menghukum yang fasik. Memang sudah sepatutnya kita memuji Allah Tuhan Pencipta, Allah yang benar dan adil. Tetapi terlebih lagi, Ia adalah Allah yang telah menebus kita. Hampir tidak ada pengecualian, iman orang Kristen adalah dimulai dari sebuah pengalaman penebusan. Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa ia bertobat menjadi milik Allah adalah karena ditaklukkan oleh pemikiran dan filsafat Kristen, namun dari sudut pandang teologis, seorang jika tidak digerakkan oleh Roh Kudus, ia sama sekali tidak mungkin dari dalam hati mengakui Allah sebagai Bapa (Rom. 8:15-16; Gal. 4:6-7). Saat seseorang mengakui di dalam dunia ini ada satu pribadi Allah, dan mengakui Allah ini adalah Bapa yang ada di Sorga, sebenarnya ini adalah pekerjaan Roh Kudus, yang melepaskan dia dari kegelapan dalam hatinya. Penebusan adalah sebuah pengalaman dilepaskan dari kuasa kegelapan, membuat orang mampu mengenali bahwa Allah adalah Bapa kita di dalam Sorga, dan dosa mendapatkan pengampunan. Tidak hanya demikian, Allah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Kristus.

Ini adalah 「kehendak Allah 」! Allah menjadi Bapa dari semua orang, memindahkan manusia ke dalam Kerajaan Kristus. Apa alasan Allah melakukan ini? Allah bukan karena mempunyai hutang terhadap manusia, tetapi sebaliknya justru manusia yang berhutang kepada Allah. Allah juga bukan karena terpaksa, dalam keadaan terpojokkan harus menyelamatkan manusia. Allah adalah dalam kebebasan yang absolut. “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia” (Rom. 11:34-36). Allah di dalam kekekalan telah menetapkan bahwa Ia berkehendak menjadi Bapa bagi semua orang, dan memindahkan orang ke dalam Kerajaan-Nya. Ef. 1:4 mengatakan 「 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 」 Ini adalah sebuah misteri, kini telah dinyatakan menjadi jelas melalui pemberitaan Injil oleh para Rasul (Ef. 3:5-7). Apakah Injil itu? Injil adalah proklamasi pemberitaan bahwa Allah menjadi Bapa kita.

Renungkan: pakailah sedikit waktu hari ini merenungkan pengalaman diri kita sendiri bagaimana telah ditebus, kemudian di atas dasar fondasi ini mengakui Allah adalah Bapa kita, rasakan sekali lagi sukacita dan kedamaian bahwa Allah menjadi Bapa kita.

Imamat 17:10-14

Nyawa ada di dalam darah, darah mengadakan pendamaian

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 17:10-14 [ITB])
10 「Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.
12 Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah. 13 Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah. 14 Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

Imamat 17:10-14 mencatat teologi darah, yang merupakan ayat paling sentral dari ajaran Imamat tentang darah. Perikop ini tidak hanya menjelaskan mengapa orang tidak boleh makan darah, tetapi juga menjelaskan makna simbolis darah dan fungsi darah dalam ritual pengorbanan. Jika ingin memahami konsep Imamat tentang darah tidak boleh mengabaikan Imamat 17:10-14.

Pertama-tama, Imamat 17:11 mengatakan ini: karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya. Ini mengingatkan kita bahwa saat Allah menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu, Allah memberikan kehidupan kepada semua makhluk hidup (Kejadian 1), ini tentu membuat orang Yahudi mengerti bahwa nyawa kehidupan makhluk hidup adalah pemberian Allah dan di dalam tangan kendali Allah, tidak ada seorang pun yang dapat mengambil nyawa orang lain tanpa izin, jika tidak maka sama Ketika Kain membunuh Habel, Allah berfirman: Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah (Kejadian 4:10), yang melambangkan darah Habel adalah perpanjangan hidup Habel dan berseru meneriakkan sendiri perkabungan kepada Allah, dan karena Allah adalah Pemberi kehidupan, Dia harus mendengar suara teriakan darah dan menegakkan keadilan bagi nyawa yang diwakili oleh darah ini. Dengan demikian, karena nyawa makhluk hidup ada di dalam darah, kalimat ini tepat menunjukkan bahwa kedaulatan hidup berasal dari Allah, ketika seseorang berani untuk mengambil nyawa orang lain tanpa izin, darah orang yang terbunuh akan meratap dan berteriak kepada Allah, dan Allah akan meminta keadilan untuknya. Oleh karena itu, darah melambangkan nyawa kehidupan. Orang Yahudi tidak boleh makan darah adalah karena nyawa yang diwakili oleh darah harus dikembalikan kepada Allah dan tidak boleh ditelan manusia.

Kedua, Imamat 17:11 menjelaskan: Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu … Ini adalah satu-satunya alasan mengapa Allah bersedia memberikan darah kepada manusia, ini adalah untuk tata ritual persembahan korban, darah harus dioleskan di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa hidup kita. Karena darah melambangkan kehidupan, maka nyawa menggantikan nyawa barulah dapat terjadi dan persembahan korban di atas mezbah dapat mengadakan pendamaian bagi orang. Apa sebenarnya pendamaian itu? Pendamaian dapat diartikan sebagai penyucian penahiran, yaitu membersihkan menahirkan tempat kudus bagi seseorang, karena dosa dan kenajisan orang ini mencemari tempat kudus, sehingga diperlukan darah untuk pembersihan. Penjelasan lain adalah tebusan pengganti (ransom), yang berarti bahwa orang ini pada awalnya sebenarnya diharuskan membayar hutang atas dosa-dosanya, tetapi sekarang karena hewan korban mengalirkan darah membayar tebusan pengganti untuk orang ini, dan orang ini dibebaskan dari hukuman. Dengan demikian, ini adalah alasan lain mengapa darah tidak dapat dimakan adalah karena darah hanya dapat dianugerahkan oleh Allah dalam ritual pengorbanan, dan memiliki satu-satunya fungsi, yaitu penyucian penahiran dan tebusan pengganti.

Renungkan:
Darah adalah nyawa dan dapat mengadakan pendamaian tebusan pengganti, yang pertama melambangkan kedaulatan hidup terletak di tangan Allah, dan yang kedua melambangkan prinsip dasar nyawa ganti nyawa. Sebagai orang Kristen, kita memahami bahwa Yesus Kristus menumpahkan darah untuk kita, darah-Nya yang tercurah dapat menyucikan dan menebus, sehingga kita dapat memiliki hidup yang baru. Sering kali, ketika kita berdosa, kita melupakan darah yang dicurahkan oleh Yesus Kristus dan harga yang Ia bayar, sehingga kita membiarkan dosa berkuasa dalam hidup kita, alih-alih membiarkan Allah memerintah dalam hidup kita. Mulai sekarang, kita harus merenungkannya, apakah kita bisa merampas kedaulatan atas hidup kita atau apakah kita bersedia mendedikasikan hidup kita agar Allah menjadi Tuan dan Tuhan atas hidup kita. Jika kita dapat menghormati bahwa kedaulatan hidup ada di tangan Allah, kita dapat memahami bahwa kita tidak dapat sesuka hati berbuat dosa, sehingga darah Kristus jangan mengalir dengan sia-sia, dan memahami pengampunan penuh belas kasihan yang diberikan oleh Dia.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.