Tag Archives: Allah Beserta

Yoel 3:16-21

「Tuhan Benteng Perlindungan Kita」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:16-21 [ITB])
16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
17 Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim. 19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. 20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun. 21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion.

Fokus dari perikop ini adalah kembali ke Sion lagi. Di bagian pembukaan dan akhir, berulang kali secara paralel menyebutkan Yerusalem dan Sion. Di ayat 3:16, dinyatakan bahwa TUHAN pasti mengaum dari Sion dan memperdengarkan suara-Nya dari Yerusalem, menunjukkan penghakiman-Nya yang serius. Di ayat 3:20-21, tidak hanya berjanji bahwa Yehuda dan Yerusalem akan bertahan untuk selama-lamanya generasi ke generasi, tetapi juga diakhiri dengan ringkasan bahwa TUHAN (Yahweh) yang tinggal diam di Sion.

Dalam ringkasan ini, nabi Yoel tampaknya mengalihkan pandangannya dari masanya itu ke masa depan yang jauh, dan bahkan ke akhir yang kekal. TUHAN (Yahweh) mengaum dengan keagungan wibawa, dan ketika penghakiman-Nya keluar, langit dan bumi akan terguncang dan semua ciptaan akan berubah. Ini adalah harapan umat Tuhan untuk akhir zaman. Tetapi perubahan dunia hanyalah sebagian kecil dari harapan ini, yang lebih penting, setelah dunia diguncang yang kemudian diperbarui, TUHAN (Yahweh) tinggal di dalamnya.

Tuhan tinggal diam bersama, pertama-tama, memberikan jaminan perlindungan bagi umat milik-Nya. Dia menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya, sehingga umat milik-Nya tidak lagi takut atau khawatir tentang serangan kekuatan jahat. Tempat ini sepenuhnya dikuduskan, dan orang luar tidak bisa lewat. Karena penghakiman hari akhir sudah berakhir, hanya umat Allah yang tersisa. Nabi Yoel menggunakan kehancuran Mesir dan Edom untuk melambangkan akhir dari mereka yang menentang Tuhan dan menganiaya umat-Nya.

Tuhan tinggal diam bersama juga membawa kelimpahan di semua aspek. Anggur manis, susu, air yang mengalir, mata air, semuanya mewakili kelimpahan dalam kehidupan. Ini bukan hanya kelimpahan materi jasmaniah, tetapi juga simbol dari kelimpahan rohani yang meluap. Ini adalah harapan kekal dan tujuan akhir kita sebagai umat Allah.

Mengingat lagi pesan Kitab Yoel, kita melihat bahwa nabi Yoel mengalami bencana pada waktu itu, mengingatkan kita agar belajar dari bencana dan menyerap kebijaksanaan yang dapat bertahan tidak rusak. Kita harus memahami bagaimana mendapatkan Tuhan dalam kesulitan, dan memohon Dia. Ketika penghakiman akhir akan tiba, ditentukan bahwa hanya mereka yang memohon Dia bisa diselamatkan. Tidak hanya itu, kita juga melihat bahwa sebelum akhir hari Dia akan membangkitkan hamba-hamba-Nya laki-laki dan perempuan, melalui pencurahan Roh Kudus, kita dapat menjadi juru bicara dan saksi-Nya. Terakhir, kita melihat pemandangan penghakiman hari akhir, tetapi yang lebih penting, akhir yang dibawakan bagi umat Allah setelah penghakiman ini. Karena mengetahui akhir ini, kita dapat menjadi tenteram damai dalam menghadapi segala yang kita alami, dan bahkan mungkin dalam bencana yang kita alami. Ketika musibah itu tampaknya terjadi satu demi satu: apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap, sehingga tampaknya tidak ada harapan sama sekali, nabi Yoel memberi tahu kita bahwa Tuhan yang memegang kuasa, Dia adalah sandaran dan harapan kita.

Renungkan:
Di masa yang sudah kita lalui, apakah kita merasa kesulitan datang bertubi-tubi dalam hidup ini? Sulit untuk bertahan di bawah tekanan hidup? Mari kita berpaling kepada Tuhan kita, memanggil Dia untuk meminta pertolongan-Nya, dan kokoh percaya terhadap keselamatan dari-Nya sebagai harapan kita.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 63:7-14

「Kasih Setia yang Kaya Berkelimpahan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 63:7-14 [ITB])
7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. 8 Bukankah Ia berfirman: Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang, maka Ia menjadi Juruselamat mereka 9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. 10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. 11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka; 12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya; 13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung, 14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Hanya Ia, Allah yang menderita bersama umat-Nya

Perikop ini menunjukkan kasih TUHAN yang tidak pernah pergi meninggalkan dan menyerah atas umat Israel, bahkan jika umat Israel memberontak dan berulang kali berbuat semau-maunya.

Ayat 7 menunjukkan bahwa TUHAN adalah Allah penuh belas kasihan dan kasih yang berkelimpahan, Ia memberkati Israel anugerah yang besar, kita akan memahami bahwa anugerah besar yang agung ini adalah tidak terpengaruh walau umat Israel bertindak semau-maunya, bagaimanapun kasih dan anugerah besar Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Ayat 8 menjelaskan bahwa TUHANlah yang berinisiatif untuk mengakui dengan keteguhan tetap bahwa Israel adalah umat-Ku dan bahwa Tuhan adalah Juruselamat mereka. Ayat 9 menunjukkan bahwa Allah menderita bersama umat Israel (ITB agak implisit Ia sendirilah yang menyelamatkan, lihat BIMK Ia sendiri ditimpa kesusahan mereka atau CUV, KJV dan mayoritas terjemahan Inggris) dan Ia mengangkat serta menggendong mereka selama zaman dahulu kala. Kata-kata yang digunakan dalam ayat 8-9 mengingatkan kita: di masa lalu, TUHAN memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan kemudian di Sinai membuat perjanjian dengan mereka. Saat TUHAN mengadakan perjanjian, Ia menyatakan bahwa Dia telah menggendong di atas sayap rajawali dan membawa orang Israel seperti elang, dan memproklamasikan bahwa umat Israel adalah milik kepunyaan Allah dan merupakan umat Allah, ini adalah umat-Ku, dan Allah adalah Juruselamat Israel (Kel. 19:1-6, klik untuk membaca). TUHAN telah menyelamatkan mereka dan menetapkan mereka adalah umat Allah, tanpa terlebih dahulu menuntut orang Israel berbuat lebih baik atau terlebih dahulu harus berbuat sesuatu untuk mendapatkannya sebagai pahala (Hanya karena anugerah saja. Allah bukan pedagang barter perbuatan baik manusia dengan keselamatan).

Lalu, ayat 10 menyatakan bahwa wajah asli umat Israel lupa anugerah dan tidak tahu terima kasih, mereka memberontak berkhianat terhadap Penyelamat mereka, sehingga Allah harus memandang mereka sebagai musuh dan memukul mereka. Namun pukulan ini bukan seperti pemusnahan terhadap Edom (Yes. 63:1-6, klik untuk membuka dan membandingkan), pukulan ini adalah serangan penuh kesedihan hati, dan dijelaskan dalam ayat 11-13 bahwa bahkan jika Israel memberontak berkhianat, tindakan TUHAN untuk menyelamatkan mereka dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah tetap tidak pernah berubah selama-lamanya, TUHAN dengan tindakan penuh kuasa-Nya yang besar membuat Israel mengerti bahwa diri mereka terbatas, menghendaki mereka jangan tidak tahu terima kasih dan lupa anugerah, mereka dapat meninggalkan rumah perbudakan Mesir itu bukan karena kekuatan mereka, tetapi sepenuhnya karena kuasa besar TUHAN, dan pada saat yang sama membuat orang Israel merenungkan bahwa mereka tidak tersandung ketika berjalan di hutan belantara, tiang awan dan api Allah tidak pernah pergi dan meninggalkan mereka, menunjukkan bahwa kehadiran penyertaan Allah selama-lamanya tidak akan pernah berubah.

Roh TUHAN disebutkan lagi dalam ayat 14 sebagaimana disebutkan dalam Yes. 61:1, dan disebutkan di sini bahwa Roh Allah membawakan peristirahatan kepada orang-orang Israel. Roh Allah membimbing umat Allah, agar umat Allah dapat menegakkan nama kemuliaan Allah, istirahat yang demikian adalah dengan rendah hati bergantung dan bersandar kepada Allah, secara dekat taat mengikuti, dengan tenang hati tanpa khawatir menapak di jalan pimpinan Allah. Menapakkan kaki yang demikian hanya mencari dan mengejar kemuliaan Allah bukan kemuliaan diri sendiri. Ketika seseorang hanya mencari dan mengejar kemuliaan nama Tuhan barulah ia dapat dengan tenang tenteram berjalan dalam bimbingan Tuhan, orang tersebut mendapatkan istirahat (sabat), tanpa kekhawatiran ketakutan ini justru adalah istirahat yang memiliki penyertaan Allah, lebih damai tenteram daripada kehidupan yang nyaman dan berkelimpahan banyak uang.

Renungkan:
Adalah Tuhan, Ia yang tidak pernah meninggalkan kita, tidak peduli seberapa pemberontakan kita, cinta kasih-Nya tetap berlimpah begitu kaya, keselamatan-Nya tetaplah begitu nyata dan benar, dan kita hanya bisa pasrah kepada-Nya dalam kasih Tuhan yang tak bersyarat, dan bersedia memberi hidup sebagai respons menanggapi Tuhan yang menderita bersama kita, Ia mengisi hidup kita dengan kisah keajaiban, memahami keterbatasan diri kita, dan memahami bahwa kita selama-lamanya adalah umat Allah. Amin!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kej. 39:19-23

「Mendapat Ketidakadilan dan Mendapat Kasih Kemurahan」

(Kej. 39:19-23 [ITB])
19Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: 「begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu」, maka bangkitlah amarahnya.
20Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
21Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
22Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

(Bacalah Kej. 39) Di Mesir kuno terdapat sebuah kisah《dua saudara》, yang memiliki sedikit kemiripan dengan peristiwa Yusuf di rumah Potifar. Kisah bercerita ada dua orang saudara laki-laki hidup saling berdamai, kakak sudah menikah, adik laki-laki masih bujangan. Tidak diduga istri kakaknya tiap hari main mata menyatakan cinta kepada adik laki-laki, adik laki-laki menghormati kakak, sehingga tidak tergoda. Istri kakaknya menggoda adik laki-laki namun tidak berhasil, karena malu maka jadi marah, memfitnah dan menggugat adik laki-laki berbuat pemaksaan seksual, sehingga dua saudara laki-laki bermusuhan. Walaupun kemudian setelah keadaan yang sebenarnya terungkap, tetapi sudah sulit untuk kembali seperti semula sebelum dua bersaudara saling membunuh. Sangat beruntung dalam peristiwa Yusuf, karena terdapat penyertaan TUHAN, berakhir dengan damai, membuat kehidupan Yusuf terdapat pembalikan yang ajaib.

Di tengah-tengah relasi sesama manusia, berbuat salah kepada orang adalah hal yang sering kali sulit dihindari, tetapi yang paling sulit dimaafkan adalah 「khianat」. Dan Yusuf di usia muda pernah dikhianati, pertama kali adalah abang-abangnya yang karena iri sehingga mengkhianati dan menjual dirinya sebagai budak, yang lain lagi adalah difitnah dan digugat melakukan pemerkosaan oleh tuan wanita. Dua kali semuanya dilakukan oleh orang yang lebih senior yang sangat dekat dengan Yusuf, membuat ia menderita tanpa alasan. Dijual meninggalkan keluarga, adalah pembunuhan sosial, karena dicopot lepas dari akar kehidupan, lebih menakutkan dibandingkan mati; lalu difitnah dan digugat oleh senior / atasan yang dipercaya, sehingga mendapatkan ketidakadilan yang sia-sia, lebih lagi merupakan penghinaan yang memalukan.

Sebenarnya Yusuf dalam kehidupan yang paling tidak sesuai harapan (lihat dua hal paling menyakitkan yang disebutkan di atas), tetap berkali-kali menunjukkan kualitas diri  yang unggul, tingkah laku moral yang mulia. Ia dijual sampai ke Mesir di tengah-tengah rumah Potifar pejabat tinggi Firaun, setia melayani tuan, tuannya dapat melihat bahwa TUHAN menyertai dia, semua yang ia lakukan semuanya berhasil, makin bertambah kepercayaannya terhadap dia. Siapa tahu tuan wanita justru menyatakan niat cinta kepada dia, berulang kali menggoda, Yusuf bukan saja tidak tergerak, sebaliknya dengan kebenaran dan tegas menolak godaan. Godaan yang datang satu kali membuat orang kaget, tetapi godaan yang datang setiap hari justru sulit ditolak, kemudian Yusuf lebih baik melepaskan jubahnya, tidak bersedia kehilangan kesucian. Ia melarikan diri meninggalkan godaan tuan wanita, karena ia berpuluh ribu tidak berani 「melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah」.

Renungkan: Anda senang angin dari utara atau angin dari selatan? Angin utara berhembus kencang dan keras serta dingin, justru membawa datang kelembapan bagi udara; angin dari selatan berhembus lembut dan hangat, justru membuat udara taman menjadi kering dan panas. Keduanya berhembus silih bergantian di tengah-tengah taman, membuat taman memancarkan keharuman, berbuah yang terbaik (Kid. 4:16, 「Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat」)

Rahasia kehidupan Yusuf adalah penyertaan TUHAN (hitunglah berapa kali kata Allah menyertai dalam pasal ini, suatu hal yang sangat ditekankan dalam pasal ini), oleh karena itu tidak peduli keadaan buruk atau keadaan baik, apapun yang diperbuat berhasil, mendapatkan kepercayaan dari orang. Kemudian penyertaan Allah salah satu syaratnya adalah menjauhi perbuatan jahat, tidak berani berbuat dosa kepada Allah.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 31:44-47

「Melarikan Diri dan Berargumentasi」

(Kej. 31:44-47 [ITB])
44Maka sekarang, marilah kita mengikat perjanjian, aku dan engkau, supaya itu menjadi kesaksian antara aku dan engkau.”
45Kemudian Yakub mengambil sebuah batu dan didirikannya menjadi tugu.
46Selanjutnya berkatalah Yakub kepada sanak saudaranya: “Kumpulkanlah batu.” Maka mereka mengambil batu dan membuat timbunan, lalu makanlah mereka di sana di dekat timbunan itu.
47Laban menamai timbunan batu itu Yegar-Sahaduta, tetapi Yakub menamainya Galed.

(Bacalah Kej. 31, silahkan klik untuk membuka) Kitab Kejadian 31 dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) melarikan diri (Kej. 31:1-21), dan (2) berargumentasi (Kej. 31:22-55), mencatat Yakub membawa seluruh anggota keluarga melarikan diri meninggalkan rumah ayah mertua, dan Laban mengejar Yakub, dua orang berdebat, berakhir dengan membuat perjanjian.

Yakub melarikan diri meninggalkan rumah ayah mertua, terdapat bukti dari luar dan dari dalam. Di satu segi anak-anak laki-laki Laban bersungut-sungut Yakub mengambil kekayaan keluarga mereka, dan air muka Laban juga sangat berbeda dibandingkan dahulu. Di segi yang lain, Yakub mendapatkan penyataan dari Allah, Dia adalah Allah Betel, sudah sesuai janji-Nya memberkati Yakub, sekarang Dia mengutus Yakub pulang tempat asal. Kalimat kunci adalah perkataan Allah kepada Yakub: 「Aku akan menyertai engkau.」 (wā’ehyeh ‘immāk, Kej. 31:3), kontras dibandingkan 「kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya」, terjemahan langsung dari bahasa asli wajah Laban 「tidak menyertai ia」 (’ênennû ‘immô, Kej. 31:2). 

Laban mengejar Yakub, plot kisah menjadi tegang, menarik perhatian orang, kata-kata yang dipakai semua adalah istilah militer, menunjukkan dua orang mirip seperti musuh, termasuk: 「lari」, 「menyusul」, 「mengejar」, 「memasang kemah」, dan 「mengangkut anak-anakku perempuan sebagai orang tawanan (ditawan di bawah pedang)」. Inti perdebatan adalah Rahel mencuri 「patung dewa」 (tǝrāpîm) yang ada di dalam rumah, Laban menyebutnya sebagai 「dewa-dewa」 (’ĕlōhîm) (Kej. 31:30), Yakub bersikeras tidak mengaku dan mengatakan 「pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi.」. Patung dewa ini mungkin adalah allah rumah, mewakili hak mewarisi. Dan Yakub yang tidak tahu keadaan, ternyata lebih dahulu memperlihatkan Rahel mati muda (saat melahirkan Benyamin).

Emosi Yakub meledak, belaan penjelasannya menunjukkan ia adalah hamba yang setia. Dan Laban ternyata 10 kali mengubah upahnya, jika bukan Allah berserta dia, 「tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa」(Kej. 31:42). Laban tahu dirinya kalah alasan, dua orang bersepakat membuat perjanjian, menumpuk batu sebagai saksi, saling memberkati dan berpisah.

Yakub di sini melambangkan umat Israel meninggalkan Mesir, pergi menuju tanah perjanjian. Mereka awalnya adalah pendatang, pengungsi. Orang Mesir awal mulanya menyambut mereka dengan meriah, kemudian justru memaksa mereka bekerja sebagai budak kuli, bahkan hendak membinasakan suku mereka. Laban 「10 kali」 mengubah upah Yakub, berkoresponden dengan Firaun yang walaupun melalui pukulan 「10 bencana」, justru berulang kali tidak menepati perkataannya, tidak bersedia membiarkan umat Israel pergi. Yakub pergi membawa anggota keluarga dan harta yang banyak, kawanan domba, melambangkan umat Israel pergi membawa kekayaan orang Mesir. Yakub dan Laban membuat perjanjian, yang adalah 「perjanjian saling tidak melanggar」, tetapi umat Israel di gunung Sinai membuat perjanjian dengan Allah, justru adalah 「perjanjian kudus kasih karunia」. (Lihatlah juga )

Renungkan: Apakah anda akhir-akhir ini ada pindah rumah? Apakah terdapat rasa kehilangan? Tetapi tidak peduli materi, atau relasi kekeluargaan, persahabatan, dan cinta, tidak ada hentinya mengalami 「putus, melepaskan, meninggalkan」dalam kehidupan, hanya penyertaan Allah yang tidak berubah.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).