Tag Archives: Umat Perjanjian

Keluaran 34:27-28 – PraPaskah

「Musa bersama TUHAN selama empat puluh hari dan empat puluh malam」

Oleh Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Keluaran 34:27-28 [TB2])
27 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini Aku mengikat perjanjian dengan engkau dan Israel. 28 Musa berada di sana bersama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Ia tidak makan roti maupun minum air. Ia menulis pada loh-loh itu kata-kata perjanjian, Kesepuluh Firman.

Kedua ayat ini menjadi tema renungan kita selama dua minggu pertama Masa Prapaskah, yaitu tentang Musa yang berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam di Gunung Sinai dan menerima hukum Taurat dari Allah.

Ayat 27 menekankan bahwa Musa di hadapan TUHAN menuliskan firman ini (kata-kata) (הדברים האלה êl·leh had·də·ḇā·rîm), firman ini muncul dua kali dalam ayat 27, dan kata kata-kata (דבר diḇ·rê) juga muncul dua kali dalam ayat 28, totalnya empat kali (ayat 27-28), yang menunjukkan bahwa inilah titik beratnya. Apa sebenarnya kata-kata ini? Ayat 27 menjelaskan bahwa segala firman ini (kata-kata) harus ditulis oleh Musa, dan bahwa TUHAN akan membuat perjanjian dengan Musa dan orang Israel berdasarkan segala firman ini (kata-kata). Dapat dilihat bahwa firman perkataan-perkataan ini berhubungan dengan perjanjian dan harus dipahami sebagai syarat-syarat perjanjian. Sama seperti sepasang suami istri membutuhkan kata-kata sumpah untuk menandai ikrar pernikahan mereka, demikian pula ketika TUHAN membuat perjanjian dengan umat- Nya, Ia menyatakan kata-kata ini untuk menjadi syarat dan janji dalam perjanjian tersebut. Dengan demikian, Musa menjadi pengantara antara TUHAN dan orang Israel.

Kedua, ayat 28 menjelaskan bahwa kata-kata ini adalah kata-kata perjanjian (דברי הברית hab·bə·rîṯ diḇ·rê), dan juga menjelaskan bahwa ini adalah Sepuluh Firman (עשרת הדברים had·də·ḇā·rîm ‘ă·śe·reṯ). Kesepuluh Firman ini adalah Sepuluh Perintah yang kita kenal. Dari sini kita memahami bahwa hakikat dari Sepuluh Perintah adalah perkataan-perkataan perjanjian, yang merupakan sepuluh kalimat yang diterima atas dasar perjanjian antara Allah dan umat. Kesepuluh kalimat ini tidak semuanya adalah perintah, banyak yang merupakan pesan positif, yang mengharuskan orang Israel atas dasar perjanjian ini untuk tidak memiliki ilah lain, juga tidak boleh berhala patung, dll.. Semua ini adalah tanggapan wajar sebagai komitmen dan janji dari kedua belah pihak terhadap perjanjian tersebut.

Di sini, demi di hadapan Allah menerima kata-kata perjanjian dan Sepuluh Perintah Allah, Musa tidak makan dan minum selama empat puluh hari empat puluh malam di hadapan TUHAN. Itu adalah pengalaman getir dan puasa, ini mungkin karena peristiwa anak lembu emas yang terjadi sebelumnya, yang menyebabkan Musa berpuasa dengan getir dan puasa di hadapan Allah untuk mewakili umat Allah memperbarui perjanjian dengan TUHAN. Pengalaman Musa untuk hidup bagi orang lain, menjadi contoh kita selama masa Prapaskah (masa sebelum penderitaan Kristus). Musa (salah satu prafigur Yesus Kristus) menderita menggantikan umat Allah, sehingga umat Allah dapat memasuki hubungan perjanjian dengan TUHAN.

Refleksi:
Kita terikat perjanjian dengan Tuhan. Apa makna perjanjian ini bagi saya? Bagaimana cara mengamalkan menghidupi firman perjanjian tersebut? Sebuah perjanjian membutuhkan komitmen dan kesetiaan. Dapatkah saya menemukan kedua unsur ini dalam diri saya?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Musa di Gunung Sinai ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Maret 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Hakim-hakim 1:1-2

「Sesudah Yosua mati ……」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 1:1-2 [ITB])
1 Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka? 2 Firman TUHAN: Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.


《Kitab Hakim-hakim》 mencatat sebuah generasi (zaman) di mana setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (21:25) setiap orang melakukan apapun yang mereka inginkan, NASB: everyone did what was right in his own eyes. Memasuki latar sejarah ini, apa yang dimaksudkan setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri bagi komunitas orang milik Allah? Dari awal ayat 1:1 Sesudah Yosua mati hingga ayat terakhir 21:25 setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri, bagaimana perasaan kita?

Jika kita pernah membaca 《Kitab Hakim-hakim》, kita mungkin dapat menemukan bahwa meskipun Allah dengan kasih-Nya terus memanggil orang Israel, mengharapkan mereka untuk kembali taat kepada Allah; bahkan sejak awal di bagian permulaan 《Kitab Hakim-hakim》, Otniel, Debora dan yang lainnya semuanya ada sedikit hasil. Namun, ketika Gideon berkuasa, situasinya jelas berubah, dan itu semakin buruk, di pasal 17-21, situasi buruk itu malah jatuh sampai dasar jurang. Sejujurnya, komunitas Israel yang tercatat dalam《Kitab Hakim-hakim》, mereka tidak pernah benar-benar bertanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun mempertahankan moralitas. Inilah masalah yang sebenarnya dan tujuan penulis Alkitab yang hendak diatasi.

《Kitab Hakim-hakim》 membuat kita melihat bahwa dalam komunitas Israel setiap orang melakukan apa yang mereka inginkan – kehilangan tanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun mempertahankan moralitas.

Dilihat dari urutan kanon Perjanjian Lama, 《Kitab Ulangan》 diakhiri dengan kematian Musa; 《Kitab Yosua》 dimulai dengan kematian Musa dan diakhiri dengan kematian Yosua; dan kemudian 《Kitab Hakim-hakim》 dimulai dengan kematian Yosua. Zaman Yosua bisa dikatakan sebagai periode kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel. Namun, jangan lupa bahwa kemenangan Yosua dalam perang adalah karena tangan Allah yang perkasa, dan Allah dengan setia menjalankan perjanjian yang Ia adakan dengan nenek moyang (Kejadian 15:16), bukan karena kekuatan tentara dan jumlah prajurit. Kenyataannya, dari Musa sampai Yosua, dan dari Yosua sampai orang Israel generasi sekarang, telah melalui sejarah panjang, apa yang harus mereka pelajari? Lihat Yosua 23:14-16 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. Tetapi seperti telah datang atas kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Selama komunitas Israel bersedia mengikuti jejak Musa dan Yosua, dan menaati perjanjian dengan Allah, mereka dapat sepenuhnya menerima tanah yang telah Allah janjikan kepada Musa untuk diberikan kepada orang Israel. Dalam hal ini, kalimat Sesudah Yosua mati …… ini sama sekali tidak sederhana, karena mengingatkan kita: setelah pemimpin pergi, Israel tidak lagi memiliki andalan apapun, mereka harus terus bergerak maju sendiri. Apakah mereka masih bisa mempertahankan untuk bertanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun menjaga moralitas?

Renungkan:
Bagaimana kita memilih antara melakukan apa yang Anda inginkan dan bersungguh-sungguh berjalan dalam ketaatan? Apakah kita semua berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri? Atau bersungguh-sungguh berjalan menaati segala sesuatu yang Allah telah tetapkan dalam hubungan perjanjian-Nya dengan kita?

Kita akan merenungkan 《Kitab Hakim-hakim》 bulan ini. Penulis renungan berharap untuk fokus pada beberapa hakim yang kita pilih untuk bersama merenungkan hubungan perjanjian antara Allah dengan kita.


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 11:18-25

「Membuang hati batu, anugerahkan hati daging」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 11:18-25 [ITB])
18 Maka sesudah mereka datang di sana,
mereka akan menjauhkan segala dewa-dewanya yang menjijikkan dan segala perbuatan-perbuatan yang keji dari tanah itu.
19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka;
juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia;
maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
21 Mengenai mereka, yang hatinya berpaut pada dewa-dewanya yang menjijikkan dan pada perbuatan-perbuatannya yang keji, Aku akan menimpakan kelakuan mereka atas kepalanya sendiri, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
22 Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. 23 Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota.
24 Dan Roh itu mengangkat aku dan membawa aku kembali di dalam penglihatan yang dari Roh Allah ke negeri Kasdim kepada para buangan. Lalu menghilanglah penglihatan yang kulihat itu dari padaku 25 dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.

Ayat 18-21 jelas memiliki kaitan dengan kitab Yeremia, dan kita dapat membaca ayat-ayat terkait secara paralel:

Yeremia 32:39
Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian [ITB]

Yehezkiel 11:19
And I will give them one heart, and I will put a new spirit within you; and I will take the stony heart out of their flesh, and will give them an heart of flesh (Aku akan memberikan kepada mereka satu hati, dan Aku akan menaruh roh yang baru di dalam engkau. Aku akan menyingkirkan hati batu dari dalam diri mereka, dan akan memberikan kepada mereka satu hati daging) [KJV]
Aku akan memberikan mereka hati yang lain, dan roh yang baru di dalam batin mereka;
juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat [ITB]

Dari perbandingan teks bahasa aslinya, kita tahu bahwa terdapat persamaan kalimat dari kitab Yeremia Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah sama dengan kalimat dari kitab Yehezkiel Aku akan memberikan kepada mereka satu hati (KJV), hanya saja kitab Yeremia menekankan hati yang takut hormat akan Allah (Yeremia 32:39, 40), sedangkan kitab Yehezkiel menekankan anugerah pemberian roh baru dan menambahkan tema menyingkirkan hati batu dari dalam diri mereka, dan akan memberikan kepada mereka satu hati daging, ini lebih jauh menyatakan Inisiatif Allah: Dia ingin memberikan Roh baru, melakukan operasi pada posisi hati manusia, membuang hati batu (hati yang keras), dan menggantinya dengan hati daging (hati manusia yang sesungguhnya), penggantian hati ini adalah agar umat Allah dapat menaati hukum dan peraturan Allah (ayat 20).

Ayat 20 menyebutkan maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka, ini terkait dengan penyebutan Yeremia tentang perjanjian abadi Allah dengan Israel (Yeremia 32:40). Hal ini membawa kita kembali ke peristiwa ketika Musa dan umat membuat perjanjian dengan Allah di Sinai, saat itu Allah menyatakan Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi (Keluaran 19:5), kitab Yeremia mencatat bahwa hati takut akan Allah harus diberikan kepada orang-orang sehingga dapat taat perintah (Yeremia 32:40, … Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku). Di kitab Yehezkiel lebih lanjut yakni dianugerahkan roh baru dan menetapkan perjanjian baru sehingga orang-orang memiliki hati daging mematuhi perintah (Yeh. 11:19-20). Bagaimanapun, kedua poin ini menunjukkan bahwa Allah sekali lagi akan membuat perjanjian dengan manusia, sehingga manusia baru yang berhati daging ini dapat menjadi umat Allah.

Terakhir, ayat 22 memakai gelar kemuliaan Allah Israel bukan kemuliaan TUHAN, yang menunjukkan bahwa Allah memiliki hubungan yang erat dengan Israel, dan itu juga sesuai dengan perjanjian baru bahwa Israel menjadi umat Allah (ayat 20) . Kemuliaan TUHAN meninggalkan Bait Suci, menjauh dan berhenti di gunung sebelah timur kota (ayat 23), sementara pada saat yang sama Roh juga mengangkat Yehezkiel dan membawanya bersama ke kelompok orang di pengasingan (ayat 24). Dengan demikian, TUHAN benar-benar menjadi tempat kudus para tawanan, dan Yehezkiel juga menjadi nabi Allah. Meskipun Yehezkiel tidak bisa melayani sebagai imam di tempat suci fisik, ia melayani sebagai seorang nabi dengan para tawanan di tempat kudus yang tidak terlihat (TUHAN). Nabi zaman adalah seperti ini.

Renungkan:
Hanya ketika Roh Allah diberikan untuk menghilangkan hati yang membatu dan menggantikan kita dengan hati daging, barulah kita dapat menaati perintah Allah; hanya ketika Allah membuat perjanjian baru dengan kita dan menyatakan bahwa kita adalah umat-Nya, kita bisa takut hormat. Kitab Yehezkiel memberi tahu kita bahwa kemampuan untuk mematuhi perintah tidak didasarkan pada hati kita sendiri yang keras, bahkan seberapa keras kita telah berusaha mengumpulkan pahala kebaikan, kita tidak dapat mengubah sifat hati batu kita. Kita harus selalu mengenal bahwa perjanjian baru Allah dalam keselamatan oleh karena anugerah. Anugerah Roh yang baru menjadi satu-satunya sumber bagi kita untuk mentransformasikan hati yang membatu di dalam daging, dan anugerah hati daging memungkinkan kita untuk menaati perintah Allah. Berdoa agar kita semua menerima anugerah Roh dan benar-benar sebagai manusia baru mengikuti Dia.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 11:14-17

「Tempat kudus yang sedikit artinya」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 11:14-17 [ITB])
14 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 15 Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Israel dalam keseluruhannya: Mereka telah jauh dari TUHAN, kepada kami tanah ini diberikan menjadi milik.
16 Oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Walaupun Aku membawa mereka jauh-jauh di antara bangsa-bangsa dan menyerakkan mereka di negeri-negeri itu dan Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya bagi mereka di negeri-negeri di mana mereka datang,
17 oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menghimpunkan kamu dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri di mana kamu berserak, dan Aku akan memberikan kamu tanah Israel. 』」

Disebutkan dalam 11:3 bahwa para pemimpin percaya pada kata-kata ilusi kosong dan percaya bahwa Yerusalem adalah periuk untuk melindungi mereka, dan mereka adalah daging yang disimpan di dalam, yang menunjukkan bahwa mereka tidak perlu bergantung pada kehadiran penyertaan Allah, juga memiliki kepercayaan diri untuk dapat mempertahankan aman sejahtera diri mereka sendiri. Namun pada saat yang sama, mereka (penduduk-penduduk Yerusalem) berkata kepada orang-orang yang ditawan ke Babel pada tahun 597 SM: Mereka telah jauh dari TUHAN, kepada kami tanah ini diberikan menjadi milik (ayat 15), artinya Allah pasti ada di tanah Kanaan, kehadiran penyertaan Allah di Yerusalem tidak akan berubah. Mereka percaya teori Sion tak akan dihancurkan (Zion invincibility), tidak peduli kualitas moral mereka seperti apa, Allah tidak akan meninggalkan mereka. Dengan demikian, mereka berpikir bahwa Allah hanyalah Tuhan lokal Yerusalem, bukan Allah yang Maha Ada (Tuhan global).

Namun, pesan Allah kepada Yehezkiel akan menjungkirbalikkan teori tersebut di atas, menunjukkan bahwa meskipun seluruh keluarga Israel yang tertawan terserakkan di antara Babel dan bangsa-bangsa, Allah pasti secara pribadi akan datang ke manapun mereka berada dan menjadi tempat kudus mereka untuk sementara (ayat 16), di tempat pengasingan tanpa Bait Suci, tanpa tembok kota, dan tanpa mezbah pengorbanan, Allah secara pribadi harus menjadi tempat ibadah (tempat kudus) mereka, sehingga kelompok-kelompok yang diasingkan tidak membutuhkan Bait Suci dan sistem pengorbanan, dan dapat mengalami kebersamaan Allah. Ironisnya, meski Yerusalem memiliki Bait Suci dan sistem pengorbanan, namun kemuliaan Allah telah pergi dari sana; sedangkan orang di pengasingan tidak memiliki Bait Suci dan sistem pengorbanan, tetapi kemuliaan Allah ada bersama mereka dan menjadi tempat kudus tempat perlindungan mereka. Ternyata hubungan antara Allah dan manusia tidak harus selalu dibangun dengan ritual yang sudah ada sebelumnya yang telah menjadi tradisi. Sebaliknya, perjumpaan langsung dan tanpa jarak antara Allah dengan manusia justru dialami ketika orang-orang Israel yang diasingkan dan yang seperti semut yang terserakkan.

Disebutkan dalam ayat 16 bahwa Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya, kata yang sedikit artinya dapat diartikan sebagai besar kecilnya batasan (tempat suci kudus), ataupun lamanya waktu (waktu singkat, sementara), atau intensitas pengalaman (kehadiran terbatas), dll. Ketiga kemungkinan ini semua menjelaskan bahwa pengasingan hanyalah pengaturan sementara dan darurat jangka pendek. Allah berjanji bahwa di masa depan orang-orang Israel yang tercerai-berai ini akan dikumpulkan kembali ke tanah Israel (ayat 17), yang akan memenuhi janji di kitab Ulangan (Ulangan 31:1-7). Dengan demikian, pesan bahwa Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya (ayat 16) membawa dua janji kepada orang Israel yang diasingkan: (1) Allah akan menyertai orang-orang diaspora dan menjadi pusat ibadah mereka, menjadi tempat kudus mereka (2) pengaturan Allah untuk tempat kudus ini hanya sementara, dan mereka akan kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Suci di masa depan. Kedua poin ini adalah berita bahagia Yehezkiel (berita Injil dalam kitab Yehezkiel).

Renungkan:
Hidup kita seperti orang buangan yang tinggal di negeri asing. Orang-orang di mana pun di dunia mengalami diaspora dan kehilangan —— di mana-mana mengalami perang, gempa bumi, wabah penyakit, kelaparan dan penganiayaan, tetapi manusia masih mencintai menginginkan yang serupa bangunan besar seperti Bait Suci, tetapi tidak tertarik dalam rahmat kehadiran Allah yang sejati. Namun, ketika TUHAN melihat orang-orang terserakkan, Dia bersedia untuk bersama-sama menjadi orang-orang yang di pengasingan, untuk bersama para pengungsi dan menjadi tempat kudus tempat perlindungan mereka, dan yang dibutuhkan orang-orang terkadang bukanlah keuntungan atau kerugian uang atau ketenaran, tetapi penyertaan dan penghiburan di saat angin dan hujan, dan Allah adalah Tuhan yang diam-diam menjaga para pengungsi. Dia berjanji bahwa situasi pengasingan hanya sementara (yang sedikit artinya), dan kampung halaman yang kekal adalah titik akhir kita.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 10:1-8

「Pendahuluan saat meninggalkan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 10:1-8 [ITB])
1 Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya.
2 Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.
Lalu aku melihat dia masuk. 3 Kerub-kerub itu berdiri di sebelah selatan Bait Suci, waktu orang itu masuk ke tengah-tengah roda-rodanya; dan segumpal awan memenuhi pelataran dalam. 4 Dalam pada itu kemuliaan TUHAN naik dari atas kerub dan pergi ke atas ambang pintu Bait Suci, dan Bait Suci ini dipenuhi oleh awan itu dan pelatarannya penuh dengan sinar kemuliaan TUHAN. 5 Suara sayap kerub itu terdengar sampai pelataran luar seperti suara ALLAH Yang Mahakuasa, kalau Ia berfirman.
6 Ia memerintahkan kepada orang yang berpakaian lenan itu: Ambillah api dari tengah-tengah roda-rodanya, dari tengah-tengah kerub itu! Maka yang berpakaian lenan ini pergi berdiri di samping salah satu dari roda-roda itu. 7 Lalu seorang kerub itu mengulurkan tangannya dari tengah kerub-kerub ke api yang ada di tengah-tengah mereka, diambilnya sedikit dan ditaruhnya di dalam tangan orang yang berpakaian lenan. Orang ini menerimanya dan pergi.
8 Pada kerub-kerub itu tampak yang menyerupai tangan manusia di bawah sayap mereka.

Paragraf ini mencatat pendahuluan TUHAN meninggalkan Bait Suci, dilihat dalam penglihatan Yehezkiel. Ayat 1 menceritakan kembali penglihatan Yehezkiel ketika dia dipanggil, menjelaskan bahwa ada sesuatu yang menyerupai takhta di atas cakrawala (Yeh. 1:26), dan ayat 2 juga sekali lagi menjelaskan roda yang berputar di bawah kerub (Yeh. 1:15-21), kedua elemen ini telah menjadi elemen penting di pasal 10. Ringkasnya, kemuliaan TUHAN adalah hadirat Allah, dan takhta Allah adalah kerub, dan kerub memiliki roda yang berputar-putar, artinya takhta Allah dapat bergerak bebas seperti kereta. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk memahami bahwa kemuliaan Allah pergi dan bergerak ke arah Babel, dan memahami mengapa orang-orang yang diasingkan memiliki penyertaan Allah bersama mereka, karena mobilitas kemuliaan Allah menyatakan Dia bersama dengan orang-orang yang terserak itu.

Ayat 3-4 memakai banyak ruang untuk menggambarkan interaksi antara kemuliaan Allah dan kerub. Pertama, kerub berhenti di sisi selatan Bait Suci, dengan enam malaikat pemusnah (Yeh. 9:2), kerub ada di sebelah selatan, malaikat pemusnah ada di utara. Kerub akan bersama dengan kemuliaan Allah pergi meninggalkan, dan malaikat pemusnah akan memusnahkan. Kedua, awan memenuhi pelataran dalam dan bagian dalam Bait Suci (ayat 3, 4), dan halaman itu juga dipenuhi dengan cahaya kemuliaan TUHAN (ayat 4), gambaran ini sesuai dengan awan dan kemuliaan yang memenuhi Bait Suci ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci di masa lalu (2 Taw. 5:13-14, 7:1-3), menunjukkan bagaimana Allah datang ke Bait Suci di masa lalu, dan demikian juga Ia meninggalkan Bait Suci. Faktanya, awan dan kemuliaan juga muncul selama masa Kemah Pertemuan Musa (Kel. 40:34-35), dan ada tiang awan pada siang hari dan api di awan pada malam hari (Kel. 40:37-38). Oleh karena itu, penglihatan Yehezkiel sejalan dengan gambaran awan dan kemuliaan yang tercatat sebelumnya.

Ayat 2 menyebutkan bahwa orang yang memakai kain linen halus diperintahkan untuk mengambil bara api dari sela kerub dan memercikkannya ke kota, lalu ayat 6-8 meneruskan isi petunjuk yang diberikan kepada orang yang memakai kain linen halus, bahwa ia mengambil bara api dari roda-roda berputar kerub. Ayat 2 menggunakan kata hamburkan sering digunakan untuk menggambarkan tindakan imam memercikkan darah di atas mezbah (Im. 1:5, 11, diterjemahkan secara fungsional bahasa Indonesia sebagai menyiramkan), yaitu menahirkan mezbah dan menguduskannya, sedangkan ayat 2 menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan tindakan malaikat yang menaburkan bara api di kota Yerusalem, ini bukan untuk membersihkan kota, tetapi untuk menajiskan kota, dan bara akan menjadi bahan bakar api penghakiman Allah.

Renungkan:
Menjelang kepergian TUHAN meninggalkan Bait Suci, di satu sisi kerub sewaktu-waktu siap berangkat bersama kemuliaan TUHAN, sedangkan di sisi lain para malaikat dan bara api yang membinasakan umat juga siap melaksanakan penghakiman. Dan yang menyedihkan, bagaimana kemuliaan TUHAN di masa lampau masuk ke dalam ruang Maha Kudus Bait suci, sekarang meninggalkan Bait Suci dalam cara yang sama. Sejak awal pendirian Bait Suci Salomo, kemuliaan tidak pernah meninggalkan, tetapi orang-orang tidak menghargai kehadiran Allah yang mulia, mereka terus berbuat dosa dan menyembah berhala, pada akhirnya Allah pergi, di hari penghakiman dan penghukuman Ia pergi meninggalkan kediaman-Nya yang telah menyertai ratusan tahun. Bukan Allah yang terlebih dahulu meninggalkan kita, namun kita yang lebih dahulu meninggalkan Allah. Apa maknanya bagi Anda atas kronologi urutan ini?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 9:1-11

「Pembalasan Allah」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 9:1-11 [ITB])
1 Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!
2 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
3 Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya. 4 Firman TUHAN kepadanya: Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.
5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. 6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!
Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. 7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah! Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
8 Sedang mereka memukuli orang-orang sampai mati, waktu itu aku tinggal di belakang, aku sujud dan berseru, kataku: Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem? 9 Jawab-Nya kepadaku: Kesalahan kaum Israel dan Yehuda sangat banyak, sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya. 10 Karena itu Aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; kelakuan mereka akan Kutimpakan atas kepala mereka.
11 Lihat, orang yang berpakaian lenan itu dan yang mempunyai alat penulis di sisinya memberikan laporan, katanya: Aku sudah kerjakan seperti Engkau perintahkan kepadaku.

Yehezkiel pasal 8 menggambarkan bagaimana para pemimpin kerajaan Yehuda menjalani kemunafikan, berbeda antara internal dan eksternal. Pada saat yang sama, kemunafikan ini memenuhi Yerusalem dengan pertumpahan darah, dan ketidakadilan meningkat (Yeh. 9:9), demikianlah TUHAN hendak menargetkan pembalasan retribusi terhadap orang-orang ini.

TUHAN mengutus satu kelompok yang terdiri dari tujuh orang untuk melaksanakan hukuman maut itu, dapat dipercaya malaikat adalah yang datang dari Allah, di antaranya enam orang membawa senjata yang mematikan (ayat 2), dan satu orang berpakaian lenan halus membawa suatu alat penulis (ayat 2). Linen halus adalah salah satu kostum imam (Keluaran 28:42, 39:28), terutama digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah sehingga para imam tidak akan terlihat selama bertugas. Linen halus juga merupakan pakaian malaikat (Dan. 2:6, 7), ini memunculkan semacam konsep teologis tentang Allah di tahun-tahun Bait Suci kedua, yaitu para imam di bumi dianalogikan sebagai pengabdian malaikat di surga. Malaikat dengan alat penulis ini terutama menandai dahi orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan keji. Dalam teks aslinya, tanda ini adalah taw huruf terakhir dari dua puluh dua huruf dalam bahasa Ibrani. Ini bukan saja tanda untuk membedakan orang fasik, huruf taw lebih diartikan sebagai akhir (karena itu adalah huruf terakhir), yang berarti kehidupan orang-orang yang ditandai ini akan berakhir. Keadaan serupa juga terjadi ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, pada saat itu umat Allah harus mengoleskan darah pada kusen pintu mereka agar para malaikat yang membinasakan tidak membunuh anak laki-laki tertua (Keluaran 12), tetapi tanda noda darah itu digunakan untuk menghindari bencana. Tanda yang digambar oleh alat penulis digunakan untuk mengidentifikasi orang jahat sehingga enam malaikat lain dengan senjata mematikan dapat membunuh.

Sebelum malaikat melaksanakannya, kemuliaan TUHAN bangkit dari kerub (ayat 3) artinya Allah meninggalkan Ruang Mahakudus dan pergi menuju gerbang Bait Suci. kepergian tersebut berarti Allah akan meninggalkan tempat yang penuh dosa dan kejahatan ini, menyerahkan orang-orang tersebut dihancurkan Malaikat. Selain itu, kita melihat dari ayat 9 perkataan TUHAN tentang Israel dan Yehuda, yang menggambarkan dosa-dosa mereka sangat serius. Karena kesombongan pemimpin mereka, mereka menyebabkan pertumpahan darah dan keluh kesah di mana-mana. Mereka melakukan semua kejahatan untuk menindas yang lemah, dan pada saat yang sama berpikir bahwa TUHAN telah meninggalkan tempat ini dan pasti tidak akan melihat apa yang mereka lakukan. Ternyata, Roh Allah mengangkat Yehezkiel untuk dengan mata Allah melihat para pemimpin Yerusalem, perbuatan jahat mereka benar-benar diperlihatkan di hadapan Allah dan Yehezkiel, tetapi mereka dengan sembrono berpikir bahwa Allah tidak akan melihatnya. Oleh karena itu, ayat 10 menjelaskan bahwa mata Allah telah melihatnya, dan tidak akan menyayangkan lagi, dan pasti akan mengenakan pembalasan kepada mereka dan menegakkan keadilan bagi semua yang ditindas.

Renungkan:
Manusia melakukan, Allah mengawasi. Allah akan mengirim malaikat untuk mencatat orang fasik yang akan menerima penghakiman. Allah tidak akan salah membunuh orang yang melakukan kebenaran, dan pasti membalas orang jahat setimpal yang mereka lakukan. Hanya dengan secepatnya bertobat saja barulah orang-orang berdosa bisa terhindarkan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 8:5-18

「Perbuatan-perbuatan kekejian di Bait Suci」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 8:5-18 [ITB])
5 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, lihatlah ke utara! Aku melihat ke utara, sungguh, di sebelah utara gerbang mezbah, dekat jalan masuk, terdapat berhala cemburuan tadi.
6 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.
7 Dan dibawa-Nya aku ke pintu pelataran, aku melihat, sungguh, ada sebuah lobang di dalam temboknya.
8 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, perbesarlah lobang yang di tembok itu! Sesudah aku memperbesar lobang itu, lihat, ada sebuah pintu.
9 Firman-Nya kepadaku: Masuklah dan lihatlah perbuatan-perbuatan kekejian yang jahat, yang mereka lakukan di sini.
10 Lalu aku masuk dan melihat, sungguh, segala gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang menjijikkan dan segala berhala-berhala kaum Israel terukir pada tembok sekelilingnya. 11 Dan di hadapannya berdiri tujuh puluh orang tua-tua kaum Israel, dengan Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka dan masing-masing memegang bokor ukupannya di tangannya, dan keharuman dari asap ukupan itu naik ke atas.
12 Firman-Nya kepadaku: Kaulihatkah, hai anak manusia, apa yang dilakukan oleh tua-tua kaum Israel di dalam kegelapan, masing-masing di dalam kamar tempat ukiran-ukiran mereka? Sebab mereka berkata: TUHAN tidak melihat kita; TUHAN sudah meninggalkan tanah ini.
13 Ditambahkan-Nya lagi: Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi yang mereka lakukan.
14 Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.
15 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini.
16 Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.
17 Lalu firman-Nya kepadaku: Kaulihatkah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hati-Ku? Sungguh, mereka berkelakuan tak senonoh di hadapan-Ku.
18 Oleh karena itu Aku akan membalas di dalam kemurkaan-Ku. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepada-Ku dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka.

Untuk mendeskripsikan pandangan TUHAN lebih detail, Roh Allah memimpin Yehezkiel untuk melakukan pengamatan atas Yerusalem dan Bait Suci, termasuk beberapa tempat tersembunyi. Perikop Kitab Suci terutama mencatat empat peristiwa: (1) berhala yang menimbulkan kecemburuan (ayat 5-6); (2) berbagai berhala di dalam lubang di dinding (ayat 7-13); (3) penyembahan oleh perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus (ayat 14-15); (4) sujud menyembah matahari (ayat 16-18). Peristiwa (1) adalah berhala yang disembah secara eksplisit terlihat mata, dan adegan (2) adalah berhala yang disembah secara tersembunyi. Selain itu, kata-kata di sana dan di sini muncul beberapa kali (ayat 3, 4, 6, 9, 14, 17), menunjukkan bahwa Yehezkiel mengikuti instruksi Allah untuk mengamati, membuat nyata bahwa di sana dan di sini di Tempat Kudus TUHAN ada kekejian. Seharusnya, kekejian dan Tempat Kudus tidak cocok satu sama lain, tetapi kejatuhan orang Israel mempertemukan keduanya.

Pertama-tama, mari kita fokus pada adegan penyembahan berhala yang tersembunyi (ayat 7-13), dijelaskan ada lubang di dalam tembok (ayat 7), dan Allah meminta nabi Yehezkiel untuk memperbesar lubang di tembok itu, yang memungkinkan Yehezkiel untuk melihat bahwa akan ada pintu (ayat 8), dan setelah dia masuk ke pintu ini, dia melihat semua perbuatan keji yang dilakukan orang Israel di sini (ayat 9). Perbuatan-perbuatan keji ini melibatkan binatang melata yang diukir di dinding, binatang-binatang kekejian lain, dan berbagai berhala (ayat 10), dan fokus penekanan perikop ada pada ayat 11, yang menunjukkan bahwa tujuh puluh tua-tua Israel sedang berdiri di depan ukiran-ukiran ini. Ada Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka, Safan adalah panitera di zaman Yosia, dan putranya Yaazanya termasuk di antara para bangsawan, dan Yehezkiel dalam penglihatan ini mengenali orang ini, dapat diyakini bahwa ia telah mengenalnya sebelum pengasingan tahun 597 SM. Bagi Yehezkiel baru melayani, sedangkan Yaazanya yang terhormat serta memiliki otoritas tinggi sepatutnya menjadi pendahulu yang dihormati dan menjadi contoh teladan bagi Yehezkiel. Namun, Yaazanya yang dihormati ini ternyata ikut dalam penyembahan berhala secara tersembunyi, dan bahkan mengajak tujuh puluh tua-tua Israel bersama-sama, pemandangan ini pasti mengejutkan Yehezkiel! Ini adalah demonstrasi sempurna tentang apa itu kemunafikan dan apa yang dimaksud dengan kemunafikan tidak cocoknya internal dan eksternal. Oleh karena itu, TUHAN menyatakan tempat yang paling menyebalkan selain berhala-berhala itu, tetapi juga orang-orang yang tidak tidak cocok luar dengan dalam, dan munafik (saleh baik yang palsu).

Ayat 14-18 mencatat penyembahan dewa Tamus dan penyembahan matahari. Ini adalah agama yang berlaku di Mesopotamia di Timur Dekat kuno, dilarang oleh hukum Taurat. Alkitab menjelaskan bahwa ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur (ayat 16), pada saat itu pintu masuk utama bait TUHAN menghadap ke timur, dan matahari terbit dari timur, sehingga orang yang menyembah matahari harus memunggungi Bait Suci dan menyembah ke timur, sekaligus memunculkan makna simbolis yang sangat penting, yaitu bangsa Israel telah membalikkan badannya terhadap Bait Suci TUHAN, yang berarti mereka telah secara total mengkhianati meninggalkan TUHAN, dan menjadikan berbagai berhala sebagai sandaran dan iman mereka.

Renungkan:
Pemimpin bisa sangat bejat, tetapi mungkin sulit diketahui oleh orang lain, atau bahkan oleh diri mereka sendiri. Terkadang kita semua terbiasa dengan kejahatan, menyamarkan hasrat jahat itu dengan riasan munafik, dan berkolusi dengan para pemimpin di ruang rahasia untuk mempermalukan dan menyinggung Allah. Namun, Allah mengawasi mereka semua, dan akan mengundang para nabi seperti Yehezkiel untuk mengamati mereka. Bisakah kita semua bertobat dari kemunafikan?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:19-27

「Allah melenyapkan keagamaan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:19-27 [ITB])
19 Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
20 Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu
Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.
21 Aku akan menyerahkannya menjadi rampasan di tangan orang-orang asing dan menjadi jarahan bagi orang-orang fasik di bumi ini, dan mereka ini akan menajiskannya.
22 Aku akan memalingkan wajah-Ku dari pada mereka dan perampok-perampok akan menajiskan rumah-Ku yang berharga; mereka akan masuk ke dalamnya dan menajiskannya, 23 serta memusnahkannya. Sebab negeri itu penuh hutang darah dan kota itu penuh kekerasan.
24 Aku akan membiarkan datang bangsa-bangsa yang paling kejam dan bangsa-bangsa ini akan mengambil rumah-rumah mereka menjadi miliknya;
Aku akan mengakhiri kecongkakan mereka, yang ditimbulkan kekuatan mereka itu, dan tempat-tempat kudus mereka akan dinajiskan. 25 Ketakutan datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada. 26 Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua. 27 Raja akan berkabung dan pemimpin akan diliputi kekagetan dan tangan seluruh penduduk negeri itu menjadi lemas ketakutan.
Aku akan perbuat terhadap mereka selaras dengan tingkah lakunya
dan Aku akan menghakimi mereka selaras dengan cara mereka menghakimi.
Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

Paragraf ini melanjutkan tema Hari TUHAN, tetapi menggunakan sudut pandang lain untuk menggambarkannya, yaitu TUHAN akan melenyapkan semua tingkah laku keagamaan dan berhala orang Israel. Agama macam apa yang sedang dijalankan orang Israel?

Pertama, perilaku religius bangsa Israel melibatkan penyembahan berhala (ayat 19-22), mereka menggunakan emas, perak, dan perhiasan yang indah untuk membuat berhala. Meskipun logam mulia ini sangat indah, namun dianggap sebagai cemar benda kotor di mata Allah (ayat 19, 20). Ayat Alkitab bahkan menunjukkan bahwa ketika hari murka TUHAN datang, emas dan perak yang selama ini diandalkan orang Israel tidak dapat menyelamatkan mereka, tidak dapat membawakan makanan untuk mereka ketika di Yerusalem dikepung dan kelaparan terjadi (ayat 19), ini tidak hanya menunjukkan ketidakmampuan berhala bahkan ditunjukkan bahwa berhala-berhala ini telah menjadi batu sandungan dosa bangsa Israel. Ternyata salah satu ciri perilaku beragama orang Israel adalah menjawab setiap permintaan hubungan untung rugi antara berhala dan penyembahnya. Ketika orang Israel dalam kesusahan, mereka mencari berhala mereka, tetapi ketika hari TUHAN tiba, semua agama yang menjawab setiap permintaan akan disingkirkan, dan penyembah berhala tidak akan mendapatkan kedamaian atau keuntungan apa pun.

Kedua, perilaku beragama orang Israel adalah munafik (ayat 23-27), di satu sisi orang Israel mencari penglihatan dari para nabi dan pengajaran dari para imam, serta nasihat dari para tua-tua (ayat 26), di permukaan mereka tidak melepaskan iman mereka kepada TUHAN, tetapi mereka membuat iman ini menjadi agama (aturan-aturan saja) sebagai cara bagi mereka untuk mempertahankan kesalehan jubah luar yang di permukaan kulit saja, namun mereka melakukan semua hal jahat secara diam-diam, termasuk pertumpahan darah, hal-hal yang kejam, kesombongan, menajiskan tempat kudus, dll. (ayat 23-24 ), mereka menggunakan agama untuk membungkus ketidakadilan tersebut, dan kehidupan yang hanya mementingkan kulit luar sebagai norma (kebiasaan sehari-hari), sehingga mereka mencari perdamaian yang dangkal di kulit permukaan (ayat 25), tetapi tidak ada perdamaian yang sejati, karena begitu banyak orang yang tertindas. Karena itu, Allah akan menghentikan semua ilusi agama dari para nabi, imam, dan tua-tua (ayat 26), dan membuat mereka menerima penghakiman yang sepatutnya (ayat 27) — Allah akan menghancurkan agama yang munafik.

Renungkan:
Takut akan TUHAN bukanlah agama, itu adalah relasi perjanjian dan iman tulus yang mendominasi kehidupan orang Israel. Iman bukanlah cara yang kita gunakan untuk mencari keuntungan, juga bukan cara hidup yang kita gunakan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain, tetapi relasi perjanjian antara Allah dan manusia. Namun, mudah bagi orang untuk menganut kepercayaannya, menggunakan Allah untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, dan mempertahankan merek menjawab setiap permintaan, sehingga tempat kudus bisa mendapatkan penghasilan yang melimpah. Orang juga akan memperalat perilaku yang diagamakan yang hanya jubah luar saja untuk membuat diri sendiri terhormat, atau bahkan untuk mencari jalan keluar yang sebenarnya tidak adil tidak benar, menyuntikkan alasan agama yang terdengar tinggi, dan pada saat melakukan semua kejahatan, bahkan membungkus nya dengan jubah manis gula agama di permukaan. Bayangkan, yang kita percaya adalah agama atau TUHAN?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:10-18

「Hari TUHAN」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:10-18 [ITB])
10 Lihat, harinya sungguh datang: malapetaka akan menimpa, kelaliman bertunas, keangkuhan bertaruk. 11 Kekerasan bersimaharajalela, yang menjadi penopang segala kejahatan. Tidak ada dari mereka yang tertinggal, baik dari kelimpahan mereka maupun dari kemewahannya; kemolekannyapun akan terhapus.
12 Waktunya datang, harinya mendekat! Biarlah si pembeli jangan bergembira dan biarlah si penjual jangan berdukacita, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka. 13 Sebab si penjual tidak akan kembali kepada jualannya, kalaupun mereka masih di tengah-tengah orang hidup, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka dan tidak dapat ditahan lagi, dan seorangpun tidak dapat mempertahankan hidupnya oleh karena kesalahannya.
14 「Tiuplah sangkakala dan sediakanlah segala sesuatu! Tetapi seorangpun tidak maju berperang, sebab kehangatan murka-Ku tertimpa atas segala kegemparan mereka.
15 Pedang ada di luar kota, sampar dan kelaparan ada di dalam. Barangsiapa yang di luar kota akan mati karena pedang, dan barangsiapa yang di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan sampar.
16 Dan kalaupun ada yang terluput dari antara mereka, mereka akan tinggal di gunung-gunung seperti burung perkutut di lembah-lembah, semuanya mengerang, masing-masing karena kesalahannya sendiri. 17 Semua tangan terkulai dan semua orang terkencing ketakutan. 18 Mereka akan mengenakan kain kabung, kekejutan akan meliputi mereka, semuanya akan kehilangan muka dan semua kepala akan digundul sebagai tanda perkabungan.

Perikop ini diawali dengan lihat, harinya sungguh datang (ayat 10), dan juga menyebutkan waktunya datang, harinya mendekat (ayat 12), menunjukkan bahwa temanya adalah hari TUHAN. Hari TUHAN merupakan tema yang sangat penting dalam kitab nabi-nabi (terutama kedua belas nabi kecil), konsep terhadap waktu yang direfleksikan adalah pandangan bahwa waktu merupakan garis lurus, yaitu saat sejarah berkembang sampai suatu posisi, maka penghakiman dan keselamatan dari Allah akan segera datang. Siapapun harus menghadapi akhirnya pada hari ini — apapun kegiatan atau rencana yang orang lakukan, mereka harus berhenti dan mengakhiri secara seragam pada hari ini dan menghadapi penghakiman dari Allah. Itu adalah arti dari hari TUHAN.

Ayat 10-11, menggunakan metafora tongkat berbunga dan bertunas (lihat KJV the rod hath blossomed, pride hath budded), situasi ini aslinya adalah untuk mengkonfirmasikan bahwa Harun adalah imam yang dipilih (Bilangan 17:8-9), yang seharusnya bersifat positif. Tapi Yehezkiel mengubahnya menjadi penggunaan bersifat negatif, menyatakan bahwa keangkuhan telah tumbuh (ayat 10), serta menggunakan kekerasan bersimaharajalela (ayat 11) sebagai metafora untuk raja Nebukadnezar, ia akan menjadi tongkat penghukum kejahatan (ayat 11), sehingga pada hari penghakiman TUHAN, akan membuat orang Israel tidak akan punya apa-apa; dalam semalam semua kekayaan dan hartanya hilang (ayat 11). Oleh karena itu, metafora ini menunjukkan bahwa bangsa Israel memang adalah umat pilihan Allah, tetapi ketika hari TUHAN tiba, Allah akan memperlakukan mereka dengan tongkat penghukum kejahatan sehingga segala kemuliaan mereka akan musnah dalam satu hari tidak memiliki apa-apa.

Setelah itu, ayat Alkitab menyebutkan bahwa kegiatan ekonomi bangsa Israel akan segera terhenti pada saat hari TUHAN tiba (ayat 12-13) Pembeli membeli ladang dan sepatutnya menikmati apa yang dibelinya, dan penjual menjual ladang sesuai aturan tahun Yobel dan peraturan penebusan dalam hukum Taurat, dapat berharap suatu hari bisa menebus tanah miliknya itu (Im. 25), tetapi semua hak dan kepentingan yang ada di balik semua transaksi ini akan dibatalkan, dan semuanya hilang, tidak bisa dinikmati, tidak bisa ditebus. Selanjutnya, ayat 14-18 menyebutkan keadaan psikologis orang-orang ketika mereka menghadapi kehancuran Yerusalem, keterkejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ayat 16 burung perkutut di lembah-lembah adalah gambaran orang-orang yang selamat yang melarikan diri ketika orang Babel menyerang kota. Seperti burung perkutut mencari lembah atau gua sebagai tempat berlindung, dan suara mengerang menyatakan kesedihan mereka, ini bukan suara kesedihan yang bersuara keras, tetapi kesedihan yang bergumam seperti suara burung. Ayat 17-18 menyebutkan reaksi psikologis non-verbal orang-orang yang selamat ini, mereka mengalami reaksi fisiologis yang tidak normal pada tangan, lutut, pakaian, wajah dan kepala, yang menunjukkan bahwa keterkejutan mereka telah mencapai keadaan lebih buruk daripada kematian. Ternyata ketika hari TUHAN datang, itu sangat mengerikan, semua kegiatan ekonomi akan berhenti, dan semua keadaan normal pikiran dan tubuh akan hilang, yang tersisa hanyalah ketakutan dan kecemasan.

Renungkan:
Sebelum hari itu, kita membeli dan menjual dan hidup seperti biasa. kita memiliki banyak rencana dan pengaturan. kita bahkan berpikir bahwa kita dapat mengendalikan hidup kita dalam sepuluh atau dua puluh tahun. Tidak berarti bahwa kita tidak boleh merencanakan dan mengatur, juga bukan mengatakan bahwa kita tidak boleh menikmati apa yang kita beli dan jual, tetapi kita tidak boleh berpikir bahwa kita dapat mengendalikan hari esok seperti Allah, dan juga jangan membiarkan kejahatan menelan hidup kita. Karena hari TUHAN akan segera datang, ketika hari ini tiba, rencana siapa pun untuk jual beli, penjajakan jalan di depan, pengaturan perjalanan, dll. semua harus segera dihentikan, membuat orang memahami betapa rentannya diri kita, sehingga tahu bahwa kita tidak dapat memakai kedua tangan kita untuk menopang langit. Kedatangan hari penghakiman Allah, merupakan satu-satunya hal yang paling pasti dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:1-9

「Tibalah kesudahan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:1-9 [ITB])
1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Engkau, anak manusia, katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tanah Israel:
Berakhir! Berakhirlah keempat penjuru tanah itu. 3 Kini kesudahanmu tiba
dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu
dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu
dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji.
4 Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan,
tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu
dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu.
Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.
5 Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Lihat, bencana demi bencana akan datang!
6 Kesudahan datang, kesudahanmu tiba, seakan-akan ia terbangun melawan engkau, lihat datangnya!
7 Malapetaka datang atasmu, hai penduduk negeri!
Waktunya datang, saatnya tiba!
Hari huru-hara, bukan tempik sorak di atas gunung-gunung.
8 Sekarang dengan segera Aku akan mencurahkan amarah-Ku atasmu
dan melampiaskan murka-Ku kepadamu,
Aku akan menghakimi engkau
selaras dengan tingkah lakumu
dan membalaskan kepadamu segala perbuatan-perbuat yang keji.
9 Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan;
selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu
dan perbuatan-perbuatanm yang keji akan tertimpa atasmu.
Maka kamu akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhanlah, yang memusnahkan.

Paragraf ini terutama terdiri dari dua bagian peringatan (Yeh. 71-4, 5-9), kedua bagian tersebut memiliki frasa yang mirip dengan kesudahan tiba (ayat 2, 6), yang menunjukkan waktu toleransi Allah mendekati batasnya, ruang rahmat yang disediakan Allah akan segera habis, kehidupan Yerusalem dan penduduknya akan segera berakhir.

Pertama-tama, bagian pertama menunjukkan bahwa akhir kesudahan akan datang ke keempat penjuru tanah itu (ayat 2). Teks bahasa aslinya adalah empat sudut bumi, dalam pandangan geografi Timur Dekat kuno berpendapat bahwa dunia terbagi menjadi empat penjuru, dan empat penjuru melambangkan ujung dari tanah, dan ayat 2 menunjukkan bahwa tanah ini adalah tanah Israel. Itu melambangkan bahwa penghakiman ultimat (yang terakhir dan yang terbesar) dari Allah akan datang ke semua tempat di Israel, dan semua penduduk tanah ini tidak ada yang akan bisa menghindarkan diri. Murka Allah hendak datang dan akan membalaskan orang sesuai dengan tindakannya (ayat 3-4). Konsep retribusi ini didasarkan pada janji perjanjian, berdasarkan hukum Taurat Allah untuk mendefinisikan kejahatan seseorang, dan untuk setiap kejahatan tertentu dilakukan pembalasan yang sesuai dan adil. Jika pelaku dosa benar-benar dihukum sebagaimana ditentukan oleh ketetapan perjanjian, maka memungkinkan orang untuk mengetahui bahwa Akulah TUHAN (ayat 4).

Bagian kedua juga menunjukkan bahwa kesudahan datang (ayat 6), dan fokusnya adalah malapetaka datang atasmu (ayat 7), kata malapetaka (doom) relatif jarang dipakai, di dalam Perjanjian Lama hanya muncul di tiga tempat (Yes. 28:5; Yeh. 7:7, 10), makna negatifnya diartikan sebagai bencana (Yeh. 7:7, 10), tetapi makna positifnya diartikan sebagai mahkota kepermaian (Yes. 28:5), yang merupakan simbol keindahan dan kemuliaan. Ada kemungkinan bahwa malapetaka ini berasal dari mahkota kepermaian penjajah, yang mengacu pada raja Nebukadnezar sendiri. Di sini adalah Allah menumpahkan murka-Nya untuk sepenuhnya membalas dan menghukum sesuai dengan tindakan orang-orang (ayat 8-9).

Bagian pertama (ayat 1-4) menjelaskan menyeluruhnya bencana, dan bagian kedua (ayat 5-9) menunjukkan bahwa pribadi yang melaksanakan hukuman adalah raja yang terkenal di bumi, keduanya bersama-sama menyatakan bahwa penghakiman dari Allah tidak bisa dihindari, akhir manusia segera datang, dan saat itu sudah tidak ada kemungkinan rahmat atau penundaan. Namun, ini tidak berarti bahwa Allah adalah Tuhan yang tanpa belas kasihan, padahal kesabaran dan toleransi Allah telah sekian lama, Dia tiada henti telah mengutus para nabi untuk memperingatkan bangsa Israel, tetapi mereka tetap menolak untuk bertobat. Dengan demikian, pengasingan dan kehancuran terjadi pada saat batas waktu berakhir — hari ketika semua murka Allah akan ditumpahkan, dan akhir setiap pribadi akan segera datang.

Renungkan:
Jika kita semua tahu akhir dari penghakiman Allah, apakah kita masih akan mencari bantuan dari berbagai berhala? Jika kita tahu akhir yang mengerikan, apakah kita masih akan melakukan kejahatan lagi dan lagi? Ditawan adalah penghakiman terakhir, Allah ingin mencurahkan semua murka sehingga kita dapat memahami secara mendalam: kalau tahu terjadi begini, dahulu tidak akan demikian!


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.