Oleh
Rev Dr Maggie Low
Minister, Presbyterian Church in Singapore
Faculty, Trinity Theological College
Penerjemah: Team WMC
Galatia 3:23-4:7
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. 24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; 2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. 3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. 4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa !” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Renungan
Prinsip-prinsip dasar dari dunia di dalam Galatia 4:2 adalah kepercayaan manusia yang jatuh dalam dosa tentang sebuah masyarakat. Bagi orang-orang di Galatia, diasumsikan bahwa orang-orang Yahudi lebih baik dari para orang-orang non-Yahudi, bahwa orang-orang bebas lebih baik dari pada para budak, bahwa pria lebih baik daripada wanita. Hari ini, prinsip-prinsip ini seperti rasisme, elitisme dan seksisme, masih mencekik masyarakat kita.
Di dalam konteks lokal kita, kita mengukur orang lain dan diri kita sendiri dengan penilaian dari sekolah kita, IPK kita, gelar-gelar, pencapaian-pencapaian kita (atau pencapaian-pencapaian anak-anak kita), pekerjaan-pekerjaan kita, mobil, kode pos. Jika kita berhasil, kita menggelembung dengan kesombongan, dan jika tidak, kita menjadi depresi. Sementara itu, kita dengan stres berjuang untuk bertahan hidup.
Kabar baiknya adalah bahwa Kristus telah memerdekakan kita dengan membuat kita menjadi anak-anak Allah – bukan hanya sebagai sebuah prinsip mental di dalam kepala-kepala kita, tetapi sebagai sebuah pengalaman pribadi di dalam hati kita, sehingga kita bisa berteriak, “Abba! Bapa!” Ini adalah bagaimana Yesus memanggil Bapa di dalam bahasa Aramaik, sebuah bahasa yang tidak lazim bagi orang-orang non-Yahudi di Galatia yang berbicara bahasa Yunani, tetapi yang memungkinkan kita untuk membagikan keintiman yang sama seperti yang dimiliki Yesus dengan sang Bapa.
Seorang wanita muda pernah diberitahu oleh ayahnya bahwa ia tidak pintar, hanya bekerja keras. Hal tersebut mendorongnya untuk belajar lebih keras untuk membuktikan bahwa ayahnya salah. Ketika dia mendapatkan gelar dan mulai mengajar, ayahnya mengulang berkata kepadanya, “Engkau tidak pintar; hanya bekerja keras.” Mungkin ayahnya yang biasanya baik itu berusaha untuk mengatur daya dorong dari putrinya. Tetapi kata-kata itu menghancurkan semangatnya dan membuatnya merasa dia tidak akan pernah menjadi cukup baik. Suatu hari dalam sebuah proses penyembuhan, dia dengan penuh rasa sakit bertanya kepada Allah mengapa ia tidak pintar tetapi hanya bekerja keras. Kemudian ia mendengar Yesus berkata kepadanya di dalam hati: “Aku tidak perlu engkau untuk menjadi pintar atau bekerja keras.” Segera, penjara gelap dari prinsip-prinsip dasar duniawi runtuh dan jatuh. Ia telah melangkah keluar sebagai seorang anak dan ahli waris dari Allah hari itu.
Ayah-ayah duniawi kita mungkin mengasihi kita, tetapi secara tidak sempurna. Ketahuilah bahwa Kristus telah membuatmu menjadi seorang anak Allah supaya engkau dapat hidup merdeka dari semua kritik-kritik duniawi.
Doa
Abba, Bapa, terima kasih bahwa Kristus telah memerdekakan kami dari perbudakan dosa dan penghakiman-penghakiman dunia. Terima kasih karena engkau telah mengadopsi aku menjadi anak-Mu dan ahli waris-Mu. Terima kasih aku tidak perlu menjadi cukup baik di mata dunia, karena aku cukup baik sebagai anak-Mu. Bantulah aku hidup merdeka dan hidup bagi-Mu, sebagaimana aku memiliki karunia-karunia dan kemampuan-kemampuan yang Engkau telah anugerahkan kepadaku.
Tindakan
Bertobat bila engkau telah menghakimi atau bertindak kepada yang lain dengan ekspektasi duniawi.
Ampuni dan berdoalah bagi mereka yang telah menghakimimu bahwa Allah juga akan memerdekakan mereka.
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)