Tag Archives: Pemilihan

Efesus 1:4-6a

「Pemilihan di dalam Yesus Kristus」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:4-6a [ITB])
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Ayat 4 dalam terjemahan ITL atau CUV dimulai dengan sebagaimana (καθὼς kathos) atau KJV according as, menunjukkan bahwa konten setelah ayat ini adalah contoh dari berbagai berkat rohani dari Allah di ayat 3. Peran dari contoh-contoh ini, di satu sisi adalah untuk menunjukkan isi dari berkat-berkat rohani, di sisi lain menjelaskan mengapa Allah layak dipuji. Oleh karena itu, dalam terjemahan RCUV atau ITB kata sambung ini sebagai sebab, merupakan pemahaman yang masuk akal.

Alasan pertama untuk menaikkan pujian adalah bahwa Allah telah memilih kita di dalam Kristus. Dalam Perjanjian Baru kata kerja ini hanya muncul dalam bentuk kata kerja pasif atau middle voice (terkait pada diri pelaku sendiri, the subject both performs and receives the action expressed by the verb), menurut penelitian modern atas tata bahasa Yunani, kata-kata yang demikian mungkin memang sudah memiliki makna bahwa tindakan tersebut terkait diri pelaku. Dan dari ayat sebelum dan sesudahnya memberikan petunjuk yang jelas bahwa Allah memilih adalah karena demi kerelaaan kehendak-Nya sendiri (Tambahan penerjemah: bukan karena alasan dari luar diri Allah, misal perbuatan baik orang). Paulus juga lebih jauh menunjukkan bahwa pemilihan ini dilaksanakan sebelum dunia dijadikan, di satu sisi, ia menunjukkan bahwa pemilihan adalah mendahului waktu (sebelum waktu ada), di sisi lain, itu juga menunjukkan bahwa pemilihan ini terlepas dari semua kemungkinan faktor eksternal dan sejarah, lebih jelas bahwa ini adalah hasil dari kedaulatan Allah (sama sekali tidak dipengaruhi unsur apapun).

Pemilihan ini terjadi di dalam Kristus. Kita dapat melihat dari tulisan-tulisan Paulus bahwa frasa ini ia gunakan dalam cakupan yang luas, yang dapat mencakup makna peran perantara, ruang lingkup kejadian, pengakuan identitas dan sebagainya. Di sini, arti dari aspek-aspek ini semuanya dapat terkandung dalam frasa ini: kita dipilih adalah melalui Yesus Kristus dalam peran-Nya sebagai perantara, dan kita juga dipilih dalam ruang lingkup hubungan persatuan dengan Kristus, dan penggenapan pemilihan ini adalah karena kita percaya telah menerima keselamatan-Nya, pengakuan atas identitas Kristus dan menjadi milik Kristus.

Selanjutnya, Alkitab menggunakan klausa infinitif (kata kerja dasar yang belum mengalami perubahan bentuk) untuk menunjukkan tujuan Allah dalam memilih kita supaya kita …, ketika tujuan tindakan Allah dibahas dalam Alkitab, sering kali membawa unsur buah / hasil, karena kehendak Allah pasti tercapai, dan apa yang hendak dicapai dari kehendak Allah ini adalah menjadi kudus dan tak bercacat. Kedua kata ini dalam Perjanjian Lama biasanya digunakan dalam deskripsi persembahan korban, yang menunjukkan bahwa orang yang mempersembahkan korban atau korban itu kudus dan tak bercacat, dapat berkenan kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, frasa ini digunakan untuk menggambarkan Kristus (Ibrani 9:14; 1 Petrus 1:19), atau menunjuk pada gereja yang berdiri di hadapan Allah pada hari-hari terakhir (Efesus 5:27; Yudas 24; Wahyu 14:5), meskipun di sini juga bisa merujuk pada hasil akhir, tetapi lebih cenderung merujuk pada kekudusan yang dikejar orang percaya dalam hidup mereka.

Frasa dalam kasih dianggap sebagai bagian dari ayat 5 dalam terjemahan ITB ataupun Mandarin CUV, dan menjadi penyebab pemilihan dan ketetapan sebelumnya dari Allah. Tetapi karena pemilihan Allah itu sendiri merupakan pemilihan dalam kasih, maka memasukkan frasa ini pada ayat 5 sebenarnya ini tidak diperlukan. Sebaliknya, KJV, Mandarin CNV atau Indonesia IMB atau VMD meletakkan frasa ini di ayat 4, dan juga RCUV (dengan pemahaman yang sedikit berbeda). Mandarin CNV agar kita karena kasih, di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat menganggapnya sebagai penjelasan tambahan antara pemilihan Allah dan tujuan-Nya, menunjukkan bahwa Allah menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapannya karena kasih; sedangkan Mandarin RCUV menganggap frasa ini sebagai bagian dari tujuan agar kita di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat, penuh kasih, menunjukkan bahwa Allah tidak hanya ingin menyucikan kita, tetapi juga ingin kita memiliki kasih di antara kita, hal ini tampaknya lebih sejalan dengan tema persatuan di Efesus.

Ayat 5 lebih lanjut menunjukkan bahwa tindakan pemilihan Allah adalah keputusan kehendak, adalah buah hasil dari kehendak-Nya, menentukan dari semula (KJV: predestinated) orang percaya menjadi anak-anak Allah. Kita menjadi anak Allah, bukan sifat natural kelahiran kita, tapi Allah akrena menerima kita sehingga kita mendapatkan bagian menjadi anak Allah (υἱοθεσίαν huiothesia) , kata ini pada dasarnya adalah tindakan hukum, merujuk pada orang yang awalnya bukan anak diangkat sebagai penerima warisan. Oleh karena itu, kita dapat memiliki pengharapan masa depan di dalam Kristus, dan identitas pengharapan ini sekarang telah ditegakkan dengan pasti.

Terakhir, di ayat 6, Paulus sepertinya menggunakan refrain dari sebuah himne pujian untuk memanggil pembaca, berseru kepada kita untuk menaikkan segala pujian kepada Allah karena kemuliaan kasih karunia Allah.

Renungkan:
Sebagai anak-anak Allah, bagaimana kita menanggapi kasih karunia yang telah kita terima?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:1-2 (2)

「Kesalahan Terdahulu sebagai Pelajaran, Menakutkankah?」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:1-2 [ITB])
1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

(Terjemahan langsung)
Petrus, rasul Yesus Kristus, tujukan kepada yang terpilih, yaitu yang hidup sebagai tamu pelancong (penumpang) yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, Bitinia,
yang terpilih, yaitu menurut pengaturan yang disengaja Allah Bapa, melalui Roh Kudus dikuduskan,
sehingga yang terpilih itu patuh kepada Yesus Kristus, yang terpilih itu adalah orang yang dipercik melalui darah-Nya.

percikan darah

Dalam analisis tata bahasa Yunani, tiga frasa preposisi (prepositional phrase) digunakan untuk menggambarkan konsep terpilih (Ἐκλεκτοῖς).

Dalam frasa pertama … yang terpilih, yaitu menurut pengaturan yang disengaja Allah Bapa …, dijelaskan bahwa pemilihan kita bukan kebetulan (tidak disengaja), tetapi dari awal mulanya, bahkan sebelum manusia memahaminya, Allah sudah melakukan pengaturan yang disengaja dan sesuai kehendak-Nya (πρόγνωσιν) dan dinyatakan dalam rencana keselamatan-Nya (lih. Kisah Para Rasul 2:23). Tetapi ternyata mukjizat keselamatan Allah justru membuat umat-Nya hidup dalam diaspora. Bagi orang-orang percaya hari ini, apakah itu merupakan hal … luar biasa tidak masuk akal? Kita dapat percaya bahwa keselamatan Tuhan melampui di luar pengetahuan kita, tetapi menerima keselamatan Tuhan membuat kita hidup dalam lingkungan yang terus-menerus menganiaya orang Kristen, itu sulit diterima, benar-benar melampaui pemahaman kita. Bagi orang-orang percaya yang tersebar di Asia Kecil pada waktu itu, ini adalah keselamatan Allah yang mendahului kesadaran manusia (sebelum manusia memahaminya), dan ini merupakan pengaturan yang disengaja dan sesuai kehendak-Nya. Bagaimana kita memperlakukan kebenaran paradoks seperti itu? (Paradoks: pernyataan yang seolah-olah bertentangan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran)

Sulit untuk memahami kebenaran paradoks ini. Oleh karena itu, dalam frasa kedua … yang terpilih … melalui Roh Kudus dikuduskan …, membicarakan bahwa dibutuhkan pekerjaan Roh Kudus untuk membuat orang mengerti dan tersadarkan. Dalam frasa ini, preposisi melalui (ἐν) (penggunaan instrumental / instrumental use), yang menunjukkan bahwa kehidupan yang benar-benar dipilih tidak akan pernah bisa bergantung pada kemampuan dan kebijaksanaan sendiri untuk memahami segala sesuatu yang diletakkan di depan kita ini, hanya pekerjaan kudus Roh Kudus yang dapat membuat orang memahami tindakan keselamatan Allah yang dianggap tidak masuk akal dan sulit dipercaya. Sebagai murid Tuhan, bukankah kita perlu selalu meminta bantuan Roh Kudus untuk memahami sebagai yang terpilih yang dapat hidup dalam penganiayaan berat? Akankah kita karena hal ini bersyukur?

Dalam frasa terakhir … sehingga yang terpilih itu tunduk kepada Yesus Kristus, yang terpilih itu adalah orang yang dipercik melalui darah-Nya., pertama-tama kita harus memahami hubungan antara patuh dan dipercik darah dan Yesus Kristus dalam tata bahasa Yunani. Biasanya kita memahaminya dengan melihat hubungan tunduk kepada Yesus Kristus (objective genitive) dan dibersihkan darah Yesus Kristus (possessive genitive), tetapi cara memahami ini menyebabkan kesulitan menghubungkan kedua konsep ini bersama-sama. Namun, berdasarkan Keluaran 24:4-8 dan Yehezkiel 36:24-28 untuk memahami makna percikan darah, maka akan menemukan bahwa kata darah dan percikan adalah mengekspresikan perjanjian antara Allah dan umat-Nya, dan di bawah anugerah keselamatan Kristus, mengunakan darah-Nya mendirikan perjanjian baru bagi kita, sehingga kita dapat memahaminya sebagai kita sebagai yang terpilih … adalah melalui kepatuhan kepada Kristus dan perjanjian percikan darah Kristus. (Lihat Lukas 22:20 … ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu) Ini tepat melengkapi bahwa selain dibutuhkan Roh Kudus menguduskan orang, juga dibutuhkan kepatuhan dan berada di dalam perjanjian yang diadakan berdasarkan darah Kristus. Tepat karena pengorbanan Kristus maka digenapi (tercapai) anugerah keselamatan, sehingga kita dapat taat dalam kehidupan sebagai pendatang, yang tersebar dan yang penuh dengan penderitaan serta penganiayaan. Tepat karena keselamatan dari Kristus, bagaimana kita sebagai murid Tuhan dapat lebih tinggi dari pada Tuan? (Merasa lebih pintar dan menyangkal kehendak Tuhan)

Renungkan:
Masyarakat menghadapi banyak kekacauan dan keresahan, tidak ada siapa pun mampu melihat ke depan dan hanya dapat mengakui bahwa ada terlalu banyak hal yang tidak jelas di depan. Ini membuat kita merasa sangat bingung dan cemas, sehingga kita tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melakukan hal-hal baru yang seharusnya. Tetapi jalan yang harus kita ambil adalah persis apa yang telah direncanakan Tuhan (yang dalam pengaturan yang sengaja dari Allah, bukan yang kebetulan), disucikan oleh Roh Kudus, memperbaharui hati kita dan meletakkan teladan Kristus di depan hadapan kita. Oleh karena itu, kita tidak dapat berkutat dalam jerat kesalahan kebiasaan pola pikir rohani dahulu yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia atau menutup diri, sepatutnya tidak takut akan serangan dan kesulitan. Bahkan jika Anda dan saya terserakkan terdiaspora di antaranya, kita seharusnya dengan pikiran sebagai tamu pelancong untuk melakukan hal-hal baru bagi Tuhan.

Perjanjian oleh Percikan Darah Kristus

Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:1-2 (1)

「Kepastian Identitas – Dipilih adalah Terserak」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:1-2 [ITB])
1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Diaspora di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia

Surat 1 Petrus ditulis kepada murid-murid yang telah tersebar di mana-mana, di dalamnya terdapat pesan yang teliti dan harapan penuh semangat: orang-orang percaya dapat terus memelihara kebenaran untuk Tuhan dalam zaman / generasi yang sulit, dan tidak akan karena penolakan serta intimidasi dari orang luar mengacaukan hati mereka, sebaliknya tetap bersaksi bagi Tuhan, membuat orang-orang malu dan gentar.

Oleh karena itu, renungan bulan Juni adalah untuk mendorong pembaca agar terus memiliki pengharapan dalam iman Kristen dan tidak mau jatuh ke dalam kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, di masa yang tidak biasa ini, dapat melakukan hal-hal baru untuk Tuhan dan mencari jalan keluar terobosan sehingga Kristus dapat ditinggikan di zaman / generasi ini.

Dalam 30 hari berbagi renungan rohani ini, penulis akan menggunakan tata bahasa Yunani sebagai interpretasi inti, berharap bahwa Alkitab akan disajikan kepada semua orang dari sudut yang dapat dipahami oleh publik (tentu saja jika Anda pernah mengikuti beberapa pelajaran bahasa asli, Anda sudah memahami), berharap bahwa orang percaya dapat melepaskan penolakan atas bahasa asli dan berusaha untuk memasuki dunia teks asli, dan menerima kata-kata berharga yang dianugerahkan Tuhan.

Hari ini akan melihat lebih dekat pentingnya dua ayat pertama dari 1 Petrus. Dua ayat pertama diterjemahkan sesuai dengan makna kata bahasa aslinya (parafrase) sebagai berikut: Petrus, rasul Yesus Kristus, tujukan kepada yang terpilih, yaitu yang hidup sebagai tamu pelancong (penumpang) yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, Bitinia, yang terpilih, yaitu menurut pengaturan yang disengaja Allah Bapa, melalui Roh Kudus dikuduskan, sehingga yang terpilih itu tunduk kepada Yesus Kristus, yang terpilih itu adalah orang yang dipercik melalui darah-Nya.

Disebutkan dalam tulisan Kitab Suci bagaimana Petrus menyebutkan penerima suratnya: yang terpilih, yaitu yang hidup sebagai tamu pelancong (pendatang) (dative apposition). Kita mungkin bertanya mengapa menggunakan sebutan seperti itu, layak dibahas bagaimana konsep yang terpilih kaitan dengan identitas pelancong (pendatang)? Ketika kita membaca pengalaman Abraham dalam kitab Kejadian, kita akan menemukan bahwa bapa leluhur dipilih dan dipanggil oleh Tuhan, dengan identitas pendatang dan tamu berjalan memasuki tanah orang lain, di mana mereka menghadapi berbagai situasi yang sulit, Tuhan campur tangan dengan hal-hal baru, membawa keselamatan dan berkat. Atau dengan kata lain, ketika orang-orang Yahudi mengalami diaspora (masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tsb tidak memiliki negara) yang dilakukan oleh orang Babelonia, bukankah mereka harus melihat diri mereka sebagai tamu dan menjaga kehidupan sebagai penumpang, agar diri mereka suatu hari dapat kembali ke Yerusalem dan kembali memiliki status sebagai tuan rumah di Yerusalem?

Petrus memahami kesulitan dan dilema yang dihadapi oleh orang-orang Kristen pada waktu itu, jadi dia menggunakan pengalaman umum orang Yahudi akan Allah untuk menasihati semua orang percaya: hidup menghadapi kesulitan dan penganiayaan terhadap iman bukanlah hal yang baru, tetapi sebaliknya, momen mendapat penganiayaan dan kesulitan adalah saat iman mendapat introspeksi dan pembaruan. Apa yang Anda alami saat ini, bukankah itu yang dihadapi Petrus dan murid-muridnya di abad pertama?

Renungkan:
Sebenarnya, konsep terpilih sering dikaitkan dengan konsep berkemenangan, tetapi ketika konsep terpilih harus dikombinasikan dengan diaspora, pendatang, tamu pelancong, penganiayaan, stigmatisasi / fitnah, bagaimana kita akan bereaksi? Petrus dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah arti sebenarnya dari terpilih, dan dia juga seorang rasul untuk hal ini! Jika tidak memiliki konsep identitas diri kita sendiri ini, maka kita belum siap menghadapi apa yang kita hadapi di depan, bukankah demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:1-10 (2)

「Hanya Karena Kasih Karunia」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:1-10 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Apa yang Paulus lawan bukan konsep ketetapan Allah (pemilihan predestination), yang ia tolak adalah fatalisme kaku. Pada kenyataannya, konsep ketetapan pemilihan (predestination) adalah sebuah konsep alkitabiah yang penting, iman tidak dapat mengesampingkan elemen ketetapan Allah. Jika apa yang dialami dalam kehidupan semuanya adalah kebetulan yang tidak disengaja, jika masa depan sepenuhnya terbuka (misal: tanpa ada ketentuan, atau tanpa arah tujuan yang sudah ditetapkan), dan segala sesuatu mungkin terjadi, lalu kepastian apa yang kita miliki? (Bahkan iman kita pun tidak ada kepastian hari kelak.) Segala akhir keberhasilan atau kegagalan jika semuanya tergantung pada usaha kita sendiri, hidup ini terlalu berat!

Namun, Paulus membuat dua catatan tentang konsep ketetapan pemilihan, tepat untuk mencegah agar konsep ketetapan pemilihan tidak salah dimengerti menjadi fatalisme:

Pertama, 「penetapan」 Allah hanya ditujukan kepada manusia, bukan ditujukan kepada Allah. Paulus menekankan bahwa Allah adalah bebas dan bahwa 「segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:11), dan bahwa segala sesuatu bekerja 「sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus」 (Ef. 1:9), dan 「sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5). Jika kita bertanya mengapa hal itu terjadi? Jawabannya adalah bahwa itu sesuai dengan kerelaan kehendak Allah.

Salah satu teori ketetapan yang melenceng yang paling tidak saya sukai adalah yang menyatakan bahwa Allah terperangkap dalam ketetapan dan hukum yang Ia buat, kemudian bahkan tidak dapat dilanggar oleh diri-Nya sendiri, sehingga terpaksa melakukan apa yang bukan Ia kehendaki. (Allah yang seperti ini, pasti tidak berpikir jelas ketika membuat aturan hukum, bukan Allah yang terlalu pandai dan bijaksana.) Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Allah dibatasi oleh aturan hukum tertentu, hanya mengatakan bahwa Ia mengasihi manusia, Allah dibatasi oleh kasih-Nya.

Kedua, ketetapan pemilihan, merupakan kasih karunia. Segala sesuatu adalah berasal dari kasih karunia Tuhan. Semua tindakan Allah dapat dipahami hanya dengan Kasih Karunia. Allah 「dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.」 (Ef. 1:3)

Dalam perikop ini, Paulus menyatakan keselamatan dari Yesus Kristus bagi manusia, semuanya adalah Kasih Karunia, hanya karena Kasih Karunia. 「… Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.」 (Ef. 2:4-7). Hitunglah berapa kali kata 「rahmat,」 「kasih,」 「kasih karunia,」 「kebaikan,」 sudah muncul dalam berapa ayat ini? Apakah tidak bertele-tele? Tidak. Membicarakan kasih karunia Allah selamanya tidak akan berlebihan.

Ringkasan dari Paulus 「karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman」 (Ef. 2:8a) Ini adalah ringkasan terbaik atas Injil Kristus.

Perlu diperhatikan bahwa 「iman」 di sini menunjuk kepada percaya berserah dan bergantung (bersandar) kepada Tuhan, bukan tekad dan kesadaran orang, maka bukan perilaku manusia. Ketika Paulus menekankan hanya karena iman saja, maka telah membuat pertentangan yang bertolak belakang dengan konsep karena perilaku manusia, iman bukanlah suatu tindakan; Keselamatan tidak ada hubungannya dengan perilaku manusia, dan janganlah mengubah iman menjadi sesuatu yang berasal dari manusia yang mampu memutuskan apakah diselamatkan atau tidak. Maka Paulus menekankan: 「itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.」 (Ef. 2:8b-9)

Keselamatan kita tidak berhubungan dengan kelahiran atau identitas bawaan lahir, juga tidak karena perilaku setelah lahir. Keselamatan bukanlah pekerjaan manusia, tetapi menerima pekerjaan Tuhan pada diri manusia.

Paulus di Ef. 2:10 berkata-kata yang sangat menarik: 「kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.」 Terlebih dahulu kita adalah pekerjaan Allah dan barulah kemudian kita bekerja untuk-Nya. Terlebih dahulu menerima pekerjaan-Nya atas diri kita adalah prasyarat sehingga kita bisa bekerja untuk-Nya (melakukan perbuatan baik). Tetapi sementara pada saat kita berkomitmen untuk berbuat baik, kita tetap harus tahu bahwa adalah hal yang tidak memiliki makna jika melihat pekerjaan kita secara terisolasi (dengan hanya melihat diri sendiri), karena hasil pekerjaan manusia adalah pemenuhan pekerjaan Allah dalam hidup kita.

Renungkan:

1. Sekali lagi renungkan 「hanya kasih karunia」, 「hanya iman」, ini adalah doktrin paling dasar dalam iman Kristen.

2. Renungkan kembali pengalaman perjalanan iman Anda, termasuk pelayanan yang pernah dipersembahkan kepada Allah, apakah Anda dapat merasakan bahwa 「pekerjaan saya」 adalah 「pekerjaan Dia」? Apakah Anda dapat mengkonfirmasi bahwa 「bukan aku tetapi hanya Tuhanku」; 「bukan aku, tetapi Kristus」?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14

「Perbuatan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus sebelum memberikan pelajaran kepada saudara dan saudari, pertama-tama ia mewakili saudara dan saudari menaikkan pujian kepada Tuhan, memuji perbuatan Tuhan yang ajaib di atas diri mereka. Benar adanya, semuanya dimulai dari tindakan Allah, dan iman Kristen tidak dimulai dengan mengatakan apa yang akan kita lakukan untuk Tuhan, dengan melakukan untuk mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi dengan menegaskan apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita. Kita terlebih dahulu harus mengenal tindakan Tuhan, terutama apa yang Dia genapkan dalam diri kita. Saudara dan saudari, kita semua merupakan tindakan Tuhan, yang digenapkan di dalam Kristus. Hanya ketika diri kita merupakan tindakan Tuhan, kita dapat berbicara tentang melakukan apa untuk Dia.

Tindakan Tuhan di dalam diri kita, tentu saja merupakan kasih karunia-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita 「segala berkat rohani」 (Ef. 1:3), dan dalam terjemahan CUVT mandarin frasa 「berbagai berkat rohani」 harus diterjemahkan sebagai 「segala berkat rohani」(seperti dalam ITB). Paulus tidak sedang menghitung berkat-berkat yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita: memiliki orang tua yang baik, keluarga bahagia, tubuh yang sehat, tentu saja semua itu penting, tapi Paulus menekankan 「segala」, yakni segala hal, semua pengaturan, termasuk apa yang kita tidak sukai yang kita pikir adalah kutukan, yang bukan bagian dari kasih karunia. Seumur hidup kita semua adalah kasih karunia, bukan hanya sebagian saja merupakan kasih karunia, tetapi semuanya adalah kasih karunia. Ef. 1:3-14 membicarakan apa yang Allah (Roh Kudus) telah genapkan atau yang akan genapkan di tengah-tengah orang-orang percaya, mulai dari penciptaan dunia sampai akhir dunia.

Berkat dan kasih karunia yang bagaimana? Yang pertama adalah pemilihan. Ef. 1:4 memberitahu kita bahwa Tuhan telah 「memilih kita di dalam Kristus」 sebelum dunia diciptakan. Kita dipilih oleh Allah. Pemilihan ini adalah sebelum kita diciptakan, hubungan Tuhan dengan kami jauh sebelum kita mengenal Dia, jauh sebelum kita mengenal diri kita sebelumnya, jauh sebelum diri kita ada.

Yang kedua adalah pengudusan. Tuhan tidak hanya memilih kita, tetapi juga menjadikan kita kudus: 「supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.」 Untuk menjadi suci kudus adalah konsekuensi dari kita diberkati, adalah hasil dari apa yang Allah telah perbuat atas diri kita, bukan dicapai dari usaha kita sendiri. Paulus tidak mengatakan bahwa kita mengandalkan bersandar pada perilaku moral untuk mencapai kekudusan, mencapai kekudusan adalah oleh karena kasih karunia yang Allah genapkan atas diri kita, bahwa Ia telah mengadakan relasi yang intim dengan kita, dan Dia telah berbagi kekudusan dan kesempurnaan diri-Nya kepada kita.

Alkitab menyebutkan pengudusan, terutama merujuk kepada pengudusan pasif, bukan pengudusan aktif; Ini adalah pembentukan hubungan, bukan tentang kesempurnaan tindakan moral. Kekudusan adalah sifat yang hanya dimiliki Allah, Dia adalah Sang Mahakudus Israel (The Holy), hanya dengan terhubung kepada Dia saja, barulah dapat berbagi kekudusan-Nya (kita tidak bisa memiliki kekudusan jika terlepas dari Tuhan kita). Dapat diumpamakan hubungan antara magnet dan besi sebagai metafora, besi sendiri tidak memiliki daya magnet, hanya ketika besi dan magnet terhubung barulah besi bisa berbagi daya tarik magnet, tetapi jika besi memiliki daya magnet, daya magnet ini bukan miliknya, begitu besi terpisah dari magnet, maka daya magnet segera hilang pada waktu itu juga. Demikian pula, ketika kita terhubung dengan Tuhan, kita berbagi kesucian Allah, tetapi itu bukan milik kita, dan jika kita terpisah dari Allah maka tidak ada lagi kesucian kekudusan. Yesus berkata, 「Akulah pokok anggur, engkau adalah cabang dan engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa aku.」 Jika kita terlepas dari Kristus, kita tidak lagi suci kudus.

Ini menyebutkan bahwa Allah menjadikan kita suci, menekankan bahwa Allah telah memisahkan kita. 「Dipisahkan untuk menjadi kudus」 yakni ada pemisahan barulah dapat menjadi kudus. Kita adalah kumpulan yang unik, saat dilahirkan ibu sudah menjadi unik, Allah sudah memisahkan kita untuk menjadi kudus, kita berbeda dari orang lain.

Berkat rohani ketiga adalah membawa hak bagian menjadi anak-anak-Nya. Dari pemilihan sampai dipisahkan untuk dikuduskan, kita diterima sebagai anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita tidak karena diciptakan sehingga menjadi anak-anak Allah, tetapi karena penebusan keselamatan Kristus maka kita diterima sebagai anak-anak Allah. Iman Kristen tidak menyatakan bahwa semua manusia adalah anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah bukan karena diciptakan, tetapi karena penebusan.

Berkat keempat adalah keselamatan Yesus Kristus. 「Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.」 (Ef. 1:7-8) Ini adalah Injil, dan kita akan menguraikannya lebih terperinci di pasal 2.

Renungkan:

1. Cobalah menunjukkan empat tindakan Allah yang Ia genapkan dalam perjalanan iman Anda pribadi?

2. Bagaimana pendapat dan pengalaman Anda tentang orang-orang Kristen dikuduskan karena persatuan dengan Kristus, Kristus telah meminta kita untuk terhubung erat dengan Dia?


Daftar renungan pemahama  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Roma 9:10-13

「Allah Memilih Kita dari Antara Orang Berdosa! Tujuan Pemilihan Allah Adalah Anugerah Cuma-Cuma」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:10-13 [ITB])
10Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
11Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, –supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya–
12dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”
13seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”

Di pasal 9 sampai 11, Paulus mengajarkan kepada kita kebenaran tentang pemilihan Allah: semua manusia berdosa! Allah memilih orang dari antara orang-orang berdosa! Pemilihan Allah adalah anugerah cuma-cuma diberikan kepada manusia! Menarik benang merah dari seluruh pasal 9 sampai 11, Paulus memiliki tiga ajaran besar: Pertama. Tuhan memiliki kebebasan untuk memilih orang-orang! Tuhan memilih bukan karena seseorang 「baik!」 Kedua, PL mengajarkan pemilihan Allah adalah sebelum manusia dilahirkan! Ketiga, mereka adalah semua keturunan Adam! Allah memilih dari antara orang-orang berdosa!

Paulus menggunakan contoh yang sudah ada 「TUHAN memilih Yakub, tidak memilih Esau」 untuk membuktikan bahwa tidak setiap orang yang lahir dari Israel adalah umat Allah sejati. Paulus mengutip Kej. 25:23: 「di masa depan, yang besar akan melayani yang kecil」 ini adalah nubuatan yang diberikan Tuhan sebelum Ribka melahirkan. Sejak 「kembar belum lahir, baik dan jahat belum belum dilakukan,」 ini menunjukkan bahwa yang dipilih atau tidak, bukanlah peduli 「menurut daging」, tapi peduli tentang 「menurut pemilihan」. Di Rom. 9:8-9; 9:11, Paulus menggunakan kata 「janji」 dan 「pemilihan」 untuk menyatakan Allah yang berdaulat berhak untuk bermurah hati. 「Pemilihan」 「bukanlah oleh sebab tindakan manusia, tetapi oleh Allah Yang memanggil.」

Terdapat banyak kontroversi tentang ajaran-ajaran pemilihan Allah dan penentuan mula-mula (Predestination), dan beberapa teolog suka pemikiran yang rumit, tapi banyak dari mereka adalah pemikiran logika logis namun tanpa dukungan Alkitab yang jelas. Orang Kristen harus menghindari spekulasi pemikiran yang jelas tidak alkitabiah. Teolog arus utama umumnya menggunakan kerangka pemikiran 「setelah kejatuhan」 untuk memahami pemilihan Allah, bahwa semua adalah anugerah cuma-cuma ketika Allah memilih orang dari antara orang-orang berdosa. Esau dan Yakub belum lahir, mereka adalah keturunan Adam sesudah jatuh dalam dosa, maka mereka semuanya berdosa. Pemilihan Allah adalah sebelum mereka melakukan yang baik atau jahat, maka Allah tidak memilih karena 「kebaikan seseorang」 atau 「kebaikan suatu bangsa」— Allah memilih bukan karena perilaku manusia. Martin Luther mengatakan: 「Karena dosa asal, maka kedua orang adalah tidak baik.」 Jadi dalam kesimpulannya di Rom. 11:32 Paulus mengatakan: 「Sebab Allah telah mengurung semua orang 『dalam ketidaktaatan』, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.」 Di Rom. 5:8 Paulus juga mengatakan, 「Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita 『masih berdosa』.」 Paulus menggambarkan 「pemilihan」 ini dengan kata 「Allah akan mengasihi siapa yang Ia hendak kasihi.」 Luther mengatakan: 「selain kehendak-Nya, tidak ada alasan lain.」

「Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau」 dikutip dari Mal. 1:2-3. Beberapa teolog berteori bahwa perkataan 「membenci Esau」 menunjukkan Paulus mengajarkan 「penentuan berdosa」 (doctrine of reprobation) yakni bahwa 「Allah telah menentukan beberapa orang tidak pernah diselamatkan」. Ini adalah spekulasi 「fatalisme」 yang tidak didukung oleh Alkitab secara jelas, tapi juga membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan bukan merupakan apa yang Paulus ingin mengajar. Apa yang Paulus ingin ajarkan adalah bahwa Tuhan yang berdaulat berhak untuk memilih seorang berdosa dan tidak memilih seorang berdosa. Saya suka dengan sebuah prinsip yang terkenal: Alkitab katakan, kita katakan, Alkitab berhenti, kita berhenti! Apa yang Alkitab tidak jelas ajarkan, jangan terlalu banyak berspekulasi! John Stott mengatakan: 「terdapat segudang misteri mengelilingi doktrin pemilihan. Adalah yang sangat tidak bijaksana untuk seorang teolog jika terlalu berusaha mensistematisasikan hal ini dan tidak untuk sementara membiarkan keberadaan kesulitan, misteri, atau masalah yang tidak bisa diatasi.」

John Stott memiliki nasihat yang baik tentang bagaimana memahami kalimat 「Aku membenci Esau.」 Yesus berkata, 「Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.」 (Luk. 14:26) Menurut ungkapan Ibrani, 「benci」 berarti 「kurang cinta」. 「Benci」 yang bersifat perbandingan, Yesus mengajarkan kita untuk cinta 「Tuhan」 lebih banyak daripada 「keluarga」. Paulus mengajarkan kita bahwa Allah 「lebih mencintai」 Yakub, dan 「kurang mencintai」 Esau. Manusia diciptakan oleh Allah, dan Allah memerintahkan matahari untuk menyinari orang yang baik, dan juga menyinari orang jahat, cinta kepada semua yang diciptakan-Nya. Tetapi ketika Allah memilih, Ia murah hati kepada siapa Ia hendak bermurah hati, Paulus berbicara dalam bahasa manusia, mengatakan, 「Ia lebih mencintai」 orang pilihan-Nya. 「Tuhan sangat mengasihi kita」 adalah kebenaran yang diajarkan Paulus berulang kali dalam surat Roma! Tidak ada kekuatan musuh yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita. (Rom. 8:39)

Renungkan: Apakah Anda pernah merasa terganggu oleh diskusi tentang tema pemilihan? Apakah Anda pernah merasa terganggu oleh pemikiran yang lain? Ketika Alkitab mengajarkan dengan jelas, kita harus belajar keras! Ketika Alkitab jelas tidak mengajarkan, mari kita tidak terlalu berspekulasi! Kita harus ingat bahwa Allah mengasihi kita! Kita harus percaya bersandar kepada-Nya! dan Tuhan akan menjaga kita sampai pada akhirnya!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).