「Meruntuhkan pandangan spiritual yang salah! Hendak mengetahui kuasa Injil salib!」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 1:18-21 [ITB])
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis: 「Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.」 20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil
Dalam Surat 1 Korintus pasal 1-4, salah satu masalah rohani yang harus dihadapi Paulus, adalah 「Pengajaran apa yang bisa mengekspresikan kekuatan besar Allah dan bagaimana mengungkapkannya? Apakah hikmat yang sejati itu?」
Dalam pasal 1-4 terdapat istilah-istilah penting 「kebenaran」, 「kebodohan」, 「kekuatan」 dan 「hikmat」. 「Kebenaran」 (Firman) (logos) dalam 4 pasal muncul 9 kali, CUV Mandarin menerjemahkan sebagai 「kefasihan bicara, ucapan, kebenaran, kata-kata」 (ITB perkataan, pemberitaan, kata-kata) (1:5, 17-18; 2:1, 4, 13; 4:19-20). Istilah penting berikutnya 「kebodohan」 dalam bahasa Yunani (moria, moraine, moros) muncul 10 kali dalam 4 pasal ini, dapat diterjemahkan sebagai 「kebodohan, menjadi bodoh, orang bodoh」; juga bisa diterjemahkan sebagai 「bodoh, jadilah bodoh, menipu」. Istilah penting 「kekuatan」 (power) (dunami) pada 4 pasal muncul 6 kali (1:18, 24; 2:4-5; 4:19-20). Istilah「hikmat」 dalam bahasa Yunani (sophia, sophos), dapat diterjemahkan sebagai 「hikmat, orang berhikmat」, dalam pasal 1 – 3 muncul 26 kali.
Paulus melihat bahwa gereja Korintus memiliki pandangan kerohanian yang salah, yaitu: gereja Korintus menganggap dirinya memiliki hikmat dan pandai, terus memelihara nilai-nilai lama budaya Yunani, memandang rendah kebenaran salib, memandang rendah kebenaran bahwa 「orang-orang rohani akan mengalami penderitaan dan penghinaan dalam jangka waktu yang lama.」 Mereka meniru budaya Yunani kuno sebelum mereka percaya kepada Tuhan, menghargai kefasihan bicara, ekspresi perkataan yang indah dan status kedudukan, menghormati orang-orang dengan pengalaman dan status yang menonjol dan memiliki banyak pengertian; dalam istilah modern, mereka 「terlebih dahulu melihat pakaian luar, barulah kemudian melihat orangnya」, dan sangat meninggikan 「Teologi Sukses」! Budaya Yunani kuno sangat mementingkan retorika dan kepandaian berbicara di depan umum; jika bisa mendapatkan tepuk tangan dari semua orang, maka dia adalah seorang guru terkenal, dan memiliki status yang mulia! Secara tidak langsung juga dikenakan untuk menilai apakah seseorang diberkati dan dipakai oleh Allah!
Ketika dihadapkan dengan banyak orang percaya dan pemimpin jemaat Korintus yang masih menggunakan pandangan dunia dan nilai-nilai Yunani kuno untuk menilai orang, pertama-tama Paulus harus mengoreksi pemahaman mereka tentang doktrin salib dan Injil. Jika orang-orang Kristen memutarbalikkan kebenaran Kristus dan kebenaran Injil salib, maka kita akan melintas di jalan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dan kebenaran Injil. Yesaya pasal 53, dalam ayat-ayat tentang 「Hamba yang Menderita」 yang terkenal terdapat pengingat yang berharga: 「Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah」 (Yes. 53:3-4). Di zaman Tuhan Yesus, para pemimpin Israel memiliki pandangan yang salah tentang Mesias, demikian juga gereja Korintus yang digembalakan Paulus memiliki pandangan rohani yang salah, dan memiliki bayang-bayang Teologi Sukses. Paulus masuk dari kebenaran tentang Salib, untuk meruntuhkan pandangan rohani mereka yang salah.
Paulus mengutip Yes. 29:14 untuk menunjukkan: dunia berpikir dirinya adalah orang berhikmat dan pandai, tetapi tidak tahu bahwa dirinya 「telah dibutakan oleh ilah zaman ini」 (2 Kor. 4:4), mereka membenci dan mengabaikan doktrin penderitaan di kayu salib, dan juga membenci doktrin 「Mesias harus menjadi hamba yang menderita」, dan menganggap doktrin salib sebagai 「kebodohan.」 Oleh karena itu, mereka menolak Injil salib dan Tuhan yang disalibkan, menolak untuk mengenal Tuhan; mereka meninggikan 「hikmat dunia」 yang membuat mereka 「bodoh」 di hadapan Allah. Jika mereka bersikeras pada kesombongan dan pandangan spiritual yang salah seperti ini, mereka tidak akan dapat percaya kepada Tuhan dan diselamatkan, maka mereka harus menghadapi hukuman kekal dan penghakiman neraka; mereka bukan orang yang benar-benar pintar, merekalah kebodohan besar itu! Oleh karena itu, orang Kristen mengapa iri pada 「orang-orang bodoh terbesar」 ini dan yang 「akan menghadapi kebinasaan kekal ini」? Mengapa kita harus memandang penting dan mementingkan ajaran mereka? Yang perlu kita pandang berharga adalah ajaran Tuhan Yesus, kebenaran salib, dan memandang tinggi Tuhan yang tersalib! Bukan ajaran mereka!
Di zaman kita dan di gereja-gereja masa lalu, kita semua mengalami krisis rohani, yaitu tanpa sadar kita disusupi dan didominasi oleh 「teologi kemakmuran」, yang mengajarkan bahwa 「keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan」 adalah bukti berkat Tuhan, dan mengajarkan bahwa itu adalah pengejaran rohani yang baik, para gembala yang memiliki 「keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan」 adalah hamba-hamba Tuhan yang dipakai Allah. Pandangan spiritual semacam ini menyimpang menjadi teologi yang menilai orang dari penampilan luar dan kesuksesan. Orang Kristen berusaha untuk diberkati oleh Tuhan dan memberikan buah yang berlimpah memang pada tingkat tertentu memiliki sifat rasionalitas dan dasar ajaran Alkitab, tetapi jangan menjadi ekstrem. Kita harus ingat: teladan terbaik yang telah diberikan Allah adalah Anak Tunggal Allah Bapa. Hamba yang dicintai dan dipakai oleh Allah, juga akan menghadapi dimusuhi orang, penderitaan dan mengalami marginalisasi dalam waktu yang lama, kehidupan mereka biasanya terlebih dahulu mengalami hal-hal pahit, kelak baru mengalami kemuliaan, orang Kristen tidak bisa 「menilai orang dari penampilan luar」 (2 Kor. 5:16) Ketika kita mendengar kesaksian atau ajaran yang seperti 「Teologi Kemakmuran」, kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah Tuhan Yesus mengalami kemakmuran seperti itu? Jika tidak, maka apa yang benar-benar penting? Pengejaran kita adalah untuk 「menjadi lebih seperti Kristus dan hidup seperti Kristus.」
Renungkan:
• Renungkan seluruh kehidupan Yesus dan kebenaran salib: Yesus adalah Anak Tunggal terkasih Bapa, tetapi Dia menderita banyak kesulitan dan penderitaan saat berada di dunia. Apakah pengalaman dan teladan Yesus berdampak pada pandangan rohani Anda?
• Dalam kesempatan yang berbeda di mana Anda mendengar tentang topik 「teologi kemakmuran」. Apa pendapat Anda? Apakah orang dunia dan orang Kristen dipengaruhi oleh pandangan spiritual 「teologi kemakmuran」?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
