Tag Archives: Hamba Allah

1 Kor. 1:18-21

Meruntuhkan pandangan spiritual yang salah! Hendak mengetahui kuasa Injil salib!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:18-21 [ITB])
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis: Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan. 20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil

Dalam Surat 1 Korintus pasal 1-4, salah satu masalah rohani yang harus dihadapi Paulus, adalah Pengajaran apa yang bisa mengekspresikan kekuatan besar Allah dan bagaimana mengungkapkannya? Apakah hikmat yang sejati itu?

Dalam pasal 1-4 terdapat istilah-istilah penting kebenaran, kebodohan, kekuatan dan hikmat. Kebenaran (Firman) (logos) dalam 4 pasal muncul 9 kali, CUV Mandarin menerjemahkan sebagai kefasihan bicara, ucapan, kebenaran, kata-kata (ITB perkataan, pemberitaan, kata-kata) (1:5, 17-18; 2:1, 4, 13; 4:19-20). Istilah penting berikutnya kebodohan dalam bahasa Yunani (moria, moraine, moros) muncul 10 kali dalam 4 pasal ini, dapat diterjemahkan sebagai kebodohan, menjadi bodoh, orang bodoh; juga bisa diterjemahkan sebagai bodoh, jadilah bodoh, menipu. Istilah penting kekuatan (power) (dunami) pada 4 pasal muncul 6 kali (1:18, 24; 2:4-5; 4:19-20). Istilahhikmat dalam bahasa Yunani (sophia, sophos), dapat diterjemahkan sebagai hikmat, orang berhikmat, dalam pasal 1 – 3 muncul 26 kali.

Paulus melihat bahwa gereja Korintus memiliki pandangan kerohanian yang salah, yaitu: gereja Korintus menganggap dirinya memiliki hikmat dan pandai, terus memelihara nilai-nilai lama budaya Yunani, memandang rendah kebenaran salib, memandang rendah kebenaran bahwa orang-orang rohani akan mengalami penderitaan dan penghinaan dalam jangka waktu yang lama. Mereka meniru budaya Yunani kuno sebelum mereka percaya kepada Tuhan, menghargai kefasihan bicara, ekspresi perkataan yang indah dan status kedudukan, menghormati orang-orang dengan pengalaman dan status yang menonjol dan memiliki banyak pengertian; dalam istilah modern, mereka terlebih dahulu melihat pakaian luar, barulah kemudian melihat orangnya, dan sangat meninggikan Teologi Sukses! Budaya Yunani kuno sangat mementingkan retorika dan kepandaian berbicara di depan umum; jika bisa mendapatkan tepuk tangan dari semua orang, maka dia adalah seorang guru terkenal, dan memiliki status yang mulia! Secara tidak langsung juga dikenakan untuk menilai apakah seseorang diberkati dan dipakai oleh Allah!

Ketika dihadapkan dengan banyak orang percaya dan pemimpin jemaat Korintus yang masih menggunakan pandangan dunia dan nilai-nilai Yunani kuno untuk menilai orang, pertama-tama Paulus harus mengoreksi pemahaman mereka tentang doktrin salib dan Injil. Jika orang-orang Kristen memutarbalikkan kebenaran Kristus dan kebenaran Injil salib, maka kita akan melintas di jalan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dan kebenaran Injil. Yesaya pasal 53, dalam ayat-ayat tentang Hamba yang Menderita yang terkenal terdapat pengingat yang berharga: Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah (Yes. 53:3-4). Di zaman Tuhan Yesus, para pemimpin Israel memiliki pandangan yang salah tentang Mesias, demikian juga gereja Korintus yang digembalakan Paulus memiliki pandangan rohani yang salah, dan memiliki bayang-bayang Teologi Sukses. Paulus masuk dari kebenaran tentang Salib, untuk meruntuhkan pandangan rohani mereka yang salah.

Paulus mengutip Yes. 29:14 untuk menunjukkan: dunia berpikir dirinya adalah orang berhikmat dan pandai, tetapi tidak tahu bahwa dirinya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (2 Kor. 4:4), mereka membenci dan mengabaikan doktrin penderitaan di kayu salib, dan juga membenci doktrin Mesias harus menjadi hamba yang menderita, dan menganggap doktrin salib sebagai kebodohan. Oleh karena itu, mereka menolak Injil salib dan Tuhan yang disalibkan, menolak untuk mengenal Tuhan; mereka meninggikan hikmat dunia yang membuat mereka bodoh di hadapan Allah. Jika mereka bersikeras pada kesombongan dan pandangan spiritual yang salah seperti ini, mereka tidak akan dapat percaya kepada Tuhan dan diselamatkan, maka mereka harus menghadapi hukuman kekal dan penghakiman neraka; mereka bukan orang yang benar-benar pintar, merekalah kebodohan besar itu! Oleh karena itu, orang Kristen mengapa iri pada orang-orang bodoh terbesar ini dan yang akan menghadapi kebinasaan kekal ini? Mengapa kita harus memandang penting dan mementingkan ajaran mereka? Yang perlu kita pandang berharga adalah ajaran Tuhan Yesus, kebenaran salib, dan memandang tinggi Tuhan yang tersalib! Bukan ajaran mereka!

Di zaman kita dan di gereja-gereja masa lalu, kita semua mengalami krisis rohani, yaitu tanpa sadar kita disusupi dan didominasi oleh teologi kemakmuran, yang mengajarkan bahwa keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan adalah bukti berkat Tuhan, dan mengajarkan bahwa itu adalah pengejaran rohani yang baik, para gembala yang memiliki keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan adalah hamba-hamba Tuhan yang dipakai Allah. Pandangan spiritual semacam ini menyimpang menjadi teologi yang menilai orang dari penampilan luar dan kesuksesan. Orang Kristen berusaha untuk diberkati oleh Tuhan dan memberikan buah yang berlimpah memang pada tingkat tertentu memiliki sifat rasionalitas dan dasar ajaran Alkitab, tetapi jangan menjadi ekstrem. Kita harus ingat: teladan terbaik yang telah diberikan Allah adalah Anak Tunggal Allah Bapa. Hamba yang dicintai dan dipakai oleh Allah, juga akan menghadapi dimusuhi orang, penderitaan dan mengalami marginalisasi dalam waktu yang lama, kehidupan mereka biasanya terlebih dahulu mengalami hal-hal pahit, kelak baru mengalami kemuliaan, orang Kristen tidak bisa menilai orang dari penampilan luar (2 Kor. 5:16) Ketika kita mendengar kesaksian atau ajaran yang seperti Teologi Kemakmuran, kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah Tuhan Yesus mengalami kemakmuran seperti itu? Jika tidak, maka apa yang benar-benar penting? Pengejaran kita adalah untuk menjadi lebih seperti Kristus dan hidup seperti Kristus.

Renungkan:
• Renungkan seluruh kehidupan Yesus dan kebenaran salib: Yesus adalah Anak Tunggal terkasih Bapa, tetapi Dia menderita banyak kesulitan dan penderitaan saat berada di dunia. Apakah pengalaman dan teladan Yesus berdampak pada pandangan rohani Anda?
• Dalam kesempatan yang berbeda di mana Anda mendengar tentang topik teologi kemakmuran. Apa pendapat Anda? Apakah orang dunia dan orang Kristen dipengaruhi oleh pandangan spiritual teologi kemakmuran?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Petrus 1:18-21 (2)

「Keraguan adalah Tegangan dalam Hidup Seorang Pelayan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

Renungan ayat Alkitab kemarin mengingatkan kita untuk tidak membuat berhala untuk diri kita sendiri, atau jangan secara sengaja menjadi berhala bagi orang lain, jangan sampai darah yang begitu berharga Anak Domba Yesus Kristus mengalir sia-sia, hendaknya semua pelayan Tuhan hanya membawa menempatkan orang di hadapan Tuhan, jangan menempatkan orang di hadapan diri sendiri.

Selain memahami tentang penebusan (ἐλυτρώθητε elytróthite) dari latar belakang budaya Yunani, Petrus juga sesuai dengan alur teks sebelumnya di atas, yang menjadi keprihatinan dia adalah bagaimana menggunakan identitas umat Perjanjian Lama untuk menafsirkan (memahami) identitas umat Perjanjian Baru dari orang-orang yang terserak, yang dipilih Allah (lihatlah lagi ayat 1-2)

Dalam terjemahan LXXX (Septuaginta), kata ditebus digunakan dalam kitab Imamat (26 kali), Mazmur (27 kali), Keluaran (4 kali), dan Yesaya (12 kali), terutama dalam kitab Imamat Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus telah secara langsung dikutip dalam ayat 16, oleh karena itu kata ditebus bagi orang yang berlatar belakang bukankah hal baru, di masa orang Yahudi terserak, mereka berharap bahwa Allah akan menebus mereka, dan memiliki konsep-konsep teologis di bawah ini tidak pernah absen:

Ulangan 7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan (ἐλυτρώσατο elytrósato), dari tangan Firaun, raja Mesir.

Yesaya 52:3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus (λυτρωθήσεσθε lytrothísesthe) tanpa pembayaran juga.

Mazmur 34:22 (LXX Mazmur 33:23) TUHAN membebaskan (λυτρώσεται lytrósetai) jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Konsep-konsep di atas tepat menunjukkan harapan orang Israel ketika mereka menjadi budak di Mesir, juga ketika mereka terserak di Babel, kerinduan di dalam hati mereka terhadap penebusan dari Allah. Lalu, ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi hendaknya terlebih dahulu melepaskan pola-pola perilaku hidup yang tidak berguna (ματαίας mataías) dan tidak membuahkan hasil, yang dibenci oleh Tuhan yang disebut tradisi yang diturunkan dari nenek moyang mereka, karena hal-hal ini tidak diberkati Allah, yang ada hanyalah cara-cara keterampilan manusia atau pelayanan yang telah menjadi berhala.

Tetapi pengorbanan Kristus membuat agar pembaca surat Petrus berfokus pada kebangkitan Kristus dan kemuliaan-Nya di akhir zaman, sehingga identitas Anda dan saya dapat didasarkan pada diri-Nya, dan menaruh segenap iman dan harapan pada diri-Nya, bukan diletakkan pada tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang ada di dunia yang dihidupi selama ini, atau kepada orang yang dianggap yang termulia.

Namun ironisnya, orang-orang percaya sering menantikan orang yang dianggap yang termulia (pemimpin yang tenar), yang termulia ini biasanya yang dihormati di dunia saat ini dan penuh wibawa gaya yang dicontoh, ini sama seperti para pemimpin dan tokoh-tokoh agama di dunia di masa kini, tetapi Ia yang termulia bukankah dihina dipermalukan di salib dan ditolak — Kristus? Di permukaan, kita mungkin tidak berani untuk tidak menghormati-Nya, tetapi di saat kita dituntut banyak pertimbangan apakah kita jarang bisa menetapkan diri kita kepada Kristus?

Ketika para pelayan yang tulus saat menghadapi diri mereka sendiri, mereka sering mempertanyakan keputusan dan pilihan mereka sendiri, apakah mengikuti Kristus atau mengikuti tradisi orang lain yang tidak memiliki daya pengaruh yang membawa orang pada hidup, dan setelah waktu yang lama, apa yang dialami itu telah menjadi tradisi, lalu menjadi pedoman pelayanan. Tetapi orang-orang yang telah melayani dengan tulus selama bertahun-tahun harus mengatakan kepada Anda: memberitakan Injil kebenaran ini sering putus asa karena dipandang orang memalukan, dan sering mempertanyakan Apakah yang saya yakini dan harapkan ini benar?

Renungkan:
Adakah pelayanan seumur hidup sering membuat orang putus asa dan bertanya ragu?
Itu benar, itu adalah iman Kristus, membuat orang mempertanyakan apakah ada buah hasilnya, karena apa yang disebut buah hasil ini tidak diukur dan ditafsirkan dari perspektif Anda dan saya hari ini, tetapi dengan waktu-Nya dan penyataan akhir zaman-Nya untuk mengevaluasi buah pelayanan kita. Hidup dengan bertanya adalah tarikan ketegangan seumur hidup seorang pelayan.

Ketika dunia berusaha untuk menunjukkan hasil mereka untuk membuktikan diri mereka sebagai pekerja Allah, apakah penilaian Allah itu demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:18-21 (1)

「Berhala Lembu Emas dari Pelayanan — yakni Diri Sendiri」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

anak lembu emas pelayanan

Beberapa hari yang lalu ayat Kitab Suci yang dibicarakan dalam renungan ini terus menerus mengingatkan kita untuk melepaskan gaya hidup dan perilaku religius yang memuaskan diri sendiri, dan mengingatkan kita agar kita sebagai anak-anak Tuhan yang tunduk sebagai hamba, adalah seperti orang-orang Yahudi sepatutnya melepaskan belenggu orang-orang Mesir, berani untuk menghidupi cara hidup sebagai umat baru di bawah hukum Taurat yang dianugerahkan Allah.

Dalam perikop Kitab Suci hari ini, pertama-tama kita memperkenalkan konsep penting dalam budaya Yunani yakni: ditebus (ἐλυτρώθητε elytróthite), kata ini sebagian besar digunakan terkait tentang pembebasan budak, jika tuan pemilik ingin mengubah status hamba menjadi orang bebas, maka tuannya akan membawa budak itu ke kuil, dan kemudian budak itu akan memberikan uang tebusan, menyatakan kepada tuannya dan para tokoh masyarakat pada waktu itu bahwa dia telah bebas dan tidak lagi sebagai hamba tunduk kepada perintah siapa pun, tetapi ketundukannya sebagai hamba adalah kepada dewa kuil, atau dengan kata lain dewa kuil tersebut menebus dia, tetapi ironisnya budak tersebut memakai emas dan peraknya sendiri untuk menebus dirinya.

Dapat dilihat bahwa konsep penebusan budak ini juga dianalogikan pada orang-orang Kristen, teks ini memberi tahu kita bahwa situasi mereka adalah mewarisi kehidupan kosong sia-sia dan tidak berguna dari para leluhur (ini memaksa kita untuk bertanya, apakah pelayanan kita juga mewarisi kesia-siaan pendahulu atau leluhur kita?) Jelas sebenarnya kehidupan Kristus adalah berkepenuhan (bukan yang kosong) dan memiliki daya pengaruh membawa orang kepada hidup, tetapi dalam situasi yang realistis, para guru kehidupan mampu meniru belajar seperti Kristus dan membawa orang kepada Kristus tetapi justru mencari reputasi mereka sendiri. Ini mungkin agak mencerminkan apakah hidup kita adalah bagi orang lain atau untuk reputasi kita sendiri.

Jika dalam budaya Yunani, orang dapat menebus dirinya dengan emas dan perak yang dapat rusak, lalu memakai apakah orang percaya berkehidupan baru hendak menebus dirinya? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa itu bukan memakai kekuatan diri sendiri, tetapi hanya melalui darah Kristus saja, darah Anak Domba tanpa cacat dan tanpa noda. Jelas kita berada dalam kehidupan yang seperti budak dan terus menerus hidup dalam kehidupan yang hancur, tetapi dengan kemerdekaan dan kesempurnaan-Nya Kristus membayar harga bagi penebusan untuk kita. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah tunduk sebagai hamba kembali kepada identitas umat Allah, penebusan ini tidak membawa kebebasan (liar), tetapi itu seumur hidup tunduk sebagai hamba kepada Allah, meneladani Dia untuk mempengaruhi kehidupan orang lain dengan hidup kita, tidak jatuh dalam tradisi pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga pelayanan berbuah.

Renungkan:
Buah dari pelayanan adalah untuk membawa orang kepada Tuhan, sehingga orang lain dapat tunduk sebagai hamba kepada Allah sepanjang hidupnya, kembali ke identitas sejati.

Tetapi yang mengerikan adalah bahwa buah pelayanan kita yang kita anggap sebagai pembayar tebusan, berpikir bahwa melalui pekerjaan kita sendiri kita dapat membawa orang kepada Allah dan perlahan-lahan lupa bahwa itu sebenarnya hanya dapat dicapai melalui darah Kristus. Di jalan padang belantara, bukankah orang Israel menggunakan anak lembu emas sebagai allah, dan membuat allah dari emas dan perak mereka sendiri?

Selama masa epidemi, apakah kita membangun lebih banyak hal untuk reputasi kita sendiri, atau apakah kita bergantung pada kehidupan Kristus sebagai indikator pelayanan kita?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 1:1-2

「Tuhan yang Kasih Karunia dan Damai Sejahtera」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.
2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Bulan ini kita akan merenungkan pesan dari Surat Filipi. Ini adalah surat yang relatif singkat, sehingga ayat yang akan kita renungkan per hari mungkin singkat, tetapi itu memungkinkan kita untuk berpikir lebih mendalam tentang makna tulisan dari bagian Kitab Suci ini, dan bagaimana pesan ini berlaku dan dilaksanakan bagi kita.

Surat Filipi ditulis pada saat pemenjaraan Paulus yang pertama di Roma. Menurut kebiasaan menulis surat pada zaman itu, kata-kata pembuka di awal surat hanya akan secara singkat menjelaskan siapa penulis, penerima, dan salam.

Adapun di bagian nama penulis, Paulus juga mendaftarkan Timotius sebagai penulis. Dari tiga belas Surat-surat Paulus, ada enam surat yang memasukkan Timotius dalam nama penulis, tiga di antaranya menyebut Timotius seorang saudara (2 Korintus, Kolose, Filemon), dalam dua surat lainnya tidak menyebutkan dia dengan sebutan apapun (1, 2 Tesalonika) mungkin menitikberatkan dia sebagai bagian dari komunitas gereja, sedangkan dalam surat Filipi, Paulus dan Timotius saling terhubung bersama-sama disebut hamba Kristus Yesus. Ungkapan Paulus ini mungkin menyiratkan pesan tentang kesatuan hati dalam pelayanan yang hendak ia sampaikan dalam suratnya. Di sisi lain, meskipun ia yakin dapat bertemu kembali dengan jemaat Filipi, mungkin ia memosisikan Timotius sebagai penggantinya di masa depan, sehingga memakai cara yang khusus memperkenalkannya kepada jemaat Filipi.

Paulus menyebut dirinya dan Timotius sebagai hamba Kristus Yesus. Kata hamba dalam konteks sosial Yunani-Romawi adalah peran budak yang rendah, melambangkan sikap melayani dengan rendah hati; tetapi dalam Perjanjian Lama hamba-hamba TUHAN biasanya menunjuk kepada para pemimpin yang ditugaskan oleh Allah bagi umat-Nya, seperti Musa, Yosua, dan Daniel. Karena itu, sebutan Paulus atas diri sendiri, di satu sisi mengungkapkan kerendahan hati pelayanan Paulus bersama Timotius, tetapi di saat yang sama juga menunjukkan peran kepemimpinan mereka di dalam gereja.

Mengenai penerima surat, selain secara sederhana menunjukkan bahwa surat itu ditujukan kepada orang-orang kudus di Filipi, ia juga secara khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Menurut ide umum, surat yang ditulis kepada gereja secara alami ditujukan kepada anggota gereja, terutama juga termasuk para pemimpin gereja di antara mereka, oleh karena itu, tidak perlu khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Namun Paulus secara khusus menyebutkan bahwa para pemimpin gereja Filipi juga adalah penerima surat, ia ingin mereka memberikan perhatian ekstra pada pesan surat ini. Terutama di dalam surat ini menyebutkan persatuan dan kerendahan hati, para pemimpin gereja ini akan menjadi panutan yang besar, karena peran kepemimpinan mereka, dan tindakan mereka akan memengaruhi pertumbuhan yang sehat dari seluruh gereja.

Setelah membuat daftar penulis dan penerima, Paulus seperti kebiasan dia menuliskan salam kepada para penerima. Kasih karunia dan damai sejahtera bisa menjadi miniatur mengintisarikan teologi Paulus, kasih karunia adalah salam yang biasa digunakan orang Yunani-Romawi, sementara damai sejahtera adalah salam orang-orang Yahudi, tetapi Paulus mempersatukan keduanya, melambangkan di bawah karunia keselamatan Allah, kelompok-kelompok yang berbeda justru menjadi satu di dalam Yesus Kristus, ini juga adalah tujuan yang hendaknya dikejar oleh Gereja.

Dalam dua ayat ini, nama Yesus Kristus muncul tiga kali: penulis surat adalah hamba Kristus Yesus, penerima surat adalah semua orang kudus dalam Kristus Yesus, salam ucapan berkat yakni kasih karunia dan damai sejahtera yang dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus kepada pembaca. Ini merupakan pesan yang sangat berpusat pada Kristus.

Renungkan:

Dalam perjalanan iman kita, sudahkah kita mempersiapkan dan memperlengkapi Timotiusnya diri kita? Ini tidak hanya untuk menemukan penerus kita dalam pelayanan, tetapi juga sebagai saluran sirkulasi berbagi hal-hal terkait iman kita. Tidak peduli kita termasuk generasi yang mana, generasi kita pasti akan berlalu, dan kita tidak bisa melemparkan tanggung jawab pewarisan ini kepada orang lain.

Salam ucapan berkat Paulus berpusat pada Kristus, kasih karunia dan damai sejahtera bersifat universal bisa diberitakan kepada siapapun, dapatkah kita menunjukkan karakter seperti itu sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan kita bisa mendapatkan berkat ini?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 49:7-12

「Hari Perkenan dan Keselamatan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 49:7-12 [ITB])
7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.
8 Beginilah firman TUHAN: Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, 9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. 10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air. 11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. 12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim.

Yesaya 42:1-4 dan 49:1-6 adalah dua lagu pertama dari Nyanyian hamba dari Yesaya kedua, dan kedua Nyanyian hamba ini memiliki paragraf khusus yang mengikut di belakang, yakni 42:5-9 (untuk Yes. 42:1-4) dan 49:7-12 (untuk Yes. 49:1-6). Ketika kita merenungkan kedua paragraf yang mengikuti nyanyian hamba secara bersama-sama, kita menemukan bahwa kedua paragraf ini memiliki korespondensi satu sama lain :

Yes. 42:5-9 Yes. 49:7-12
Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa (ayat 6) … Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, (ayat 8)
untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara (ayat 7) untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! … (ayat 9)

Dapat dilihat dari korespondensi di atas bahwa walaupun identitas hamba tidak disebutkan secara jelas dalam Yes. 42:1-4 dan 49:1-6, kita dapat memahami bahwa hamba yang disebutkan di kedua tempat itu identik memiliki misi yang sama, dan dapat dilihat 49:8-9 menunjukkan misi hamba.

Pertama, ayat 8 menggunakan empat kata kerja bentuk sudah terjadi (perfect) untuk menjelaskan tindakan Allah kepada hamba: (1) Aku menjawab engkau; (2) Aku menolong engkau; (3) Aku melindungi engkau, (4) Aku memberi engkau. Keempat tindakan ini dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah dilakukan oleh Allah, menjelaskan tindakan masa lalu, namun dapat dipahami sebagai bentuk masa depan, dengan kata kerja bentuk sudah terjadi digunakan untuk menubuatkan peristiwa masa depan (lih. terjemahan ITB terdapat kata akan), bentuk sudah terjadi ini memunculkan arti sudah terjadi tapi belum berhenti (already but not yet). Karena itu, Allah telah berjanji (promise) kepada hamba-Nya, dan Dia juga menjamin bahwa janji ini akan digenapi (fulfillment), TUHAN pasti menjawab seruan hamba-Nya, membantunya, melindunginya, dan memberinya misi.

Kedua, ayat 8-9 menggunakan tiga kata kerja dengan bentuk infinitif (berguna untuk menyatakan tujuan dari sesuatu) untuk menjelaskan misi yang telah diberikan Allah kepada hamba: (1) membangunkan bumi (ayat 8); (2) membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi (ayat 8); (3) mengatakan kepada orang-orang yang terkurung (ayat 9). Poin (1) dan (2) berhubungan dengan tanah, yang menunjukkan bahwa misi pelayan bukanlah mewarisi tanah yang mengalir susu dan madu, tetapi mewarisi tanah yang sunyi, dan membangunkan tanah yang sunyi. Ini menggambarkan situasi kembalinya para tawanan pada waktu itu, Yerusalem yang hancur adalah tempat yang sunyi. Sekelompok orang Israel yang telah lama tinggal di Babel dipanggil untuk kembali ke Yerusalem untuk mewarisi tanah yang sunyi, dan membangunkan tanah itu, melihat karya Allah di Yerusalem yang putus asa tanpa masa depan. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai kondisi tanah Kanaan memiliki susu dan madu barulah menerimanya sebagai warisan, tetapi bangsa Israel itu sendiri adalah susu dan madu yang mengalir di tempat ini, mengubah tanah yang sunyi menjadi tanah yang penuh susu dan madu.

Kemudian, ayat 9 menyatakan bahwa misi ketiga hamba adalah mengatakan (menyatakan), untuk mengumumkan bahwa mereka yang terkurung dan dibelenggu akan dibebaskan dari penjara, dan mereka yang semula dalam kegelapan akan dikeluarkan. Ketika orang rela mengikuti panggilan untuk meninggalkan Babel yang tampaknya indah, kehidupan mereka yang aslinya dalam gelap bisa dilepaskan. Dengan demikian, Babel yang kaya identik dengan dalam gelap.

Renungkan:

Hari Perkenan dan Keselamatan TUHAN Yahweh tidak selalu didahului tanah yang penuh dengan susu dan madu, TUHAN memanggil para hamba-Nya (umat-Nya) untuk berjalan menuju tanah yang sunyi itu, ketika umat Allah mau melangkah maju, mereka akan memiliki makanan dan minuman (ayat 9), mereka tidak pernah lapar atau haus (ayat 10), dan tidak ada yang bisa menyakiti mereka (ayat 10), sehingga mereka akhirnya bisa berjalan mendekat sumber-sumber air (ayat 10). Mata air ini bukanlah esensi asli dari tanah sunyi, tetapi jika umat Tuhan mau menanggapi panggilan menapak ke jalan hutan belantara maka pemeliharaan ini dibawa ke tanah sunyi tandus, kelompok orang ini adalah berkat bagi tanah sunyi tandus itu, merekalah susu dan madu yang mengalir itu. Bersediakah Anda juga berkomitmen meninggalkan zona nyaman, dan memasuki tempat sunyi tandus yang berbahaya, dan melihat bagaimana Tuhan mengubah air mata menjadi tawa dan rasa sakit menjadi pelukan yang dalam?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 49:1-6

「Bersusah-susah dengan Percuma」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 49:1-6 [ITB])
1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. 2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. 3 Ia berfirman kepadaku: Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.
4 Tetapi aku berkata: Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.
5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya — maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku , firman-Nya: 6 Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.

Ini adalah suara hati orang dipanggil!

Yes. 49:1-6 adalah lagu kedua dari empat nyanyian hamba dari Yesaya Kedua, perikop Alkitab ini dua kali menggunakan kata sejak dari kandungan menggambarkan panggilan atas hamba Allah sudah ada sejak dalam kandungan ibu, kemudian ayat (3) menyatakan bahwa nabi Yesaya adalah hamba Allah, identitas nabi ini menyangkut dengan Israel, karena ayat 3 dapat diterjemahkan sebagai Engkau adalah hamba-Ku, Israel, artinya nabi oleh Allah disebut hamba-Ku, pada saat yang sama juga disebut Israel, dengan demikian nabi di satu sisi adalah hamba Allah dan di sisi lain adalah Israel, seolah-olah nama nabi itu sangat terhubung dengan Israel. Karena itu, nabi yang adalah hamba Allah ini sama seperti nabi Yeremia (Yer. 1:5) memahami bahwa Allah memanggilnya dan menyebutkan namanya sejak dalam kandungan, dan bahwa nasib serta identitasnya terkait dengan Israel, ini adalah iman dari hamba Allah, iman dari seorang (umat-Nya) yang dipanggil, inilah yang ia pertahankan sehingga ia pantang menyerah.

Namun, ayat 4 menyatakan: Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna, ini adalah pengalaman hamba Allah, pengalamannya sangat negatif. Ia mungkin bekerja sangat keras untuk menjalani panggilannya, tetapi tanpa hasil yang baik. Apa yang Tuhan panggil agar dia lakukan, sudah dia ikuti dengan setia dan seksama, tetapi tidak membawa hasil yang baik, jadi dia menghela nafas bahwa semua susah payahnya sia-sia, dan dia mencoba yang terbaik untuk melakukan pekerjaan Allah, tetapi semuanya kosong dan hampa!

Ketika hamba Allah selesai menjelaskan pengalaman negatifnya, dia mengubah nadanya dan menegaskan kembali: hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku (ayat 4). Percaya bahwa kalimat ini bukan dialog dengan Allah, tetapi semacam berbicara kepada diri sendiri, di satu sisi, dia benar-benar menjelaskan keyakinan imannya, tetapi di sisi lain, dia dengan jujur mengungkapkan perasaannya. Dia tidak memakai keyakinan imannya menjelaskan pengalamannya, dia tidak akan bertanya: Mengapa Allah memanggil saya untuk melakukan sesuatu yang tidak akan pernah ada hasil yang efektif? Dia hanya berkata-kata pada dirinya sendiri tentang ketegangan akibat perbedaan antara iman dan pengalamannya, dan bahkan ketegangan ini tidak diungkapkannya dalam doa, tetapi kepada dirinya sendiri. Pengungkapan kepada diri sendiri seperti ini menyatakan sifat manusia yang sebenarnya dari dirinya, yaitu, bahkan jika pelayanannya tidak ada hasil yang efektif, ia masih percaya pada panggilan Allah.

Renungkan:

Kita berpikir di mana ada hasil yang efektif, artinya di sanalah panggilan. Namun, ayat ini menggambarkan proses mental yang paling umum dari sebagian orang yang dipanggil. Pekerjaan hamba-hamba Allah seringkali tidak ada hasil yang efektif, tetapi ini tidak meniadakan panggilan Allah, juga tidak mendistorsi panggilan itu. Para hamba Allah (umat-Nya) tidak punya pilihan lain selain menaati visi dari surga, sehingga mereka dapat memberikan pertanggungjawaban kepada Allah! Mohon Tuhan untuk membantu kita, terutama ketika kita sedang mengembangkan pelayanan, kita terutama hendaknya bertanya: Apakah saya melakukan apa yang Tuhan panggil saya untuk lakukan? Dan ketika pelayanan kita tidak membawa hasil yang efektif, kita juga harus bertanya kepada diri sendiri bagaimana agar panggilan atas diri ini membuat Anda terus bertahan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 5:1-19

「Dosa Yerusalem dan TUHAN Meninggalkan Israel」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 5:1-19 [ITB])
1 Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu. 2 Sekalipun mereka berkata: Demi TUHAN yang hidup, namun mereka bersumpah palsu. 3 Ya TUHAN, tidakkah mata-Mu terarah kepada kebenaran? Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu, dan mereka tidak mau bertobat. 4 Lalu aku berpikir: Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka. 5 Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar, dan berbicara kepada mereka, sebab merekalah yang mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka. Tetapi merekapun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat. 6 Sebab itu singa dari hutan akan memukul mati mereka, dan serigala dari padang yang kersang akan merusakkan mereka. Macan tutul akan mengintai di pinggir kota-kota mereka, setiap orang yang ke luar akan diterkam. Sebab pelanggaran mereka amat banyak, dan kesesatannya besar sekali. 7 Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau? Anak-anakmu telah meninggalkan Aku, dan bersumpah demi yang bukan allah. Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan. 8 Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya. 9 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? 10 Naiklah ke kebun anggurnya yang bertangga-tangga, rusakkanlah, tetapi jangan membuatnya habis lenyap. Buanglah carang-carang pokok anggurnya, sebab semuanya itu bukan kepunyaan TUHAN! 11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN. 12 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: 『Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami. 13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka.』 14 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam: Oleh karena mereka berkata seperti itu, maka beginilah akan terjadi kepada mereka: Sesungguhnya Aku akan membuat perkataan-perkataan-Ku menjadi api di dalam mulutmu, dan bangsa ini menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka. 15 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan suatu bangsa dari jauh menyerang kamu, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN, suatu bangsa yang kokoh kuat, suatu bangsa dari dahulu kala, suatu bangsa yang tidak engkau kenal bahasanya, dan yang tidak engkau mengerti apa yang dikatakannya. 16 Tabung panahnya seperti kubur yang ternganga, mereka semuanya adalah pahlawan-pahlawan. 17 Mereka akan memakan habis hasil tuaianmu dan makananmu, akan memakan habis anak-anakmu lelaki dan perempuan, akan memakan habis kambing dombamu dan lembu sapimu, akan memakan habis pohon anggurmu dan pohon aramu, akan menghancurkan dengan pedang kota-kotamu yang berkubu, yang kauandalkan. 18 Tetapi pada waktu itupun juga, demikianlah firman TUHAN, Aku tidak akan membuat kamu habis lenyap. 19 Dan apabila kamu nanti bertanya-tanya: 『Untuk apakah TUHAN, Allah kita, melakukan segala hal ini atas kita?』, maka engkau akan menjawab mereka: 『Seperti kamu meninggalkan Aku dan memperhambakan diri kepada allah asing di negerimu, demikianlah kamu akan memperhambakan diri kepada orang-orang asing di suatu negeri yang bukan negerimu.』

Nabi Yeremia dalam pasal lima yang kita baca hari ini, melanjutkan menunjukkan hardikkan atas fakta orang Israel memberontak terhadap Tuhan. Pasal ini juga secara khusus menyebutkan bahwa Tuhan memiliki tuntutan yang lebih tinggi kepada umat-Nya, bahwa mereka harus bersaksi bagi Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa, dan dalam hidup menjalankan kehendak Tuhan.

Yer. 5:1-11 adalah dialog antara Tuhan dan Yeremia, Allah menghendaki nabi Yeremia pergi ke kota Yerusalem untuk menemukan orang-orang benar, jika bisa ditemukan maka Tuhan akan mengampuni kota tersebut. Ayat 1 「Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu.」

Frasa penduduk Jerusalem adalah merujuk kepada rakyat kerajaan Yehuda, termasuk para pemimpin politik negara dan agama. Pasal ini dimulai dengan pencarian yang membawa harapan, tujuan yang adalah mencari 「orang yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran (atau kejujuran dalam CUVT dan NET)」, dan itu adalah permintaan Tuhan bagi umat-Nya. 「Melakukan keadilan」 berarti kebenaran, keadilan, dan tidak berbuat hal yang mencelakakan atau melukai orang-orang yang tidak bersalah, karena Tuhan adalah Allah yang benar dan adil. 「Mencari kebenaran (kejujuran)」 adalah kesetiaan kepada Tuhan.

Tindakan mencari orang benar yang demikian, juga terjadi dalam Kej. 18:20-32. Pada waktu itu, Allah hendak menghakimi dosa-dosa Sodom Gomora, Abraham telah meminta pengampunan bagi kota tersebut, dan Tuhan tidak akan menghukum kota itu, dengan syarat bahwa harus ada 10 orang benar di Sodom — tapi di sini Tuhan menuntut Yerusalem hanya 1 orang benar saja. Sangat disayangkan bahwa hasil dari pencarian tersebut sangat mengecewakan, Yeremia telah berupaya keras mencari di seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang-orang miskin atau mulia, hasilnya adalah tidak dapat menemukan satu orang benar! Dalam ayat 7 Tuhan bertanya dengan sindiran 「Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau?」

Dibandingkan dengan Sodom, Yerusalem tidak dituduh dengan dosa keburukan apa, tetapi adalah tidak hidup memenuhi tuntutan Tuhan pada umat-Nya, bahkan seperti kuda yang penuh hawa nafsu mengejar nafsu dan keburukan jahat, meniru bangsa-bangsa asing lain. (Yer. 5:7-9).

Ayat 12-19 membuat kita melihat bahwa orang-orang Israel hanya mendengarkan pesan berita dari nabi palsu, yaitu kata-kata yang mereka ingin dengar, dan menulikan telinga atas peringatan dari nabi sejati, dan hasilnya adalah nasihat tidak membawakan efek, Tuhan membiarkan mereka ditawan ke negeri asing dan menjadi hamba bangsa lain. (Menjadi budak bangsa asing akibat tidak mau menjadi hamba Allah, yakni tidak mau hidup sesuai kehendak Allah.)

Ayat 12-1312 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: 『Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami. 13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka.』」 Dua ayat ini membuat kita melihat orang Israel tidak hanya menolak peringatan yang disampaikan Yeremia, terlebih lagi menggunakan kebohongan untuk menipu diri sendiri, benar-benar menyedihkan. Hasilnya adalah makin membuat Tuhan lebih marah, ayat 14  「「Oleh karena mereka berkata seperti itu, maka beginilah akan terjadi kepada mereka: 『Sesungguhnya Aku akan membuat perkataan-perkataan-Ku menjadi api di dalam mulutmu, dan bangsa ini menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka.』」 Nasib orang Israel di tawan dan negaranya dihancurkan sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah.

Ayat 19 「Dan apabila kamu nanti bertanya-tanya: 『Untuk apakah TUHAN, Allah kita, melakukan segala hal ini atas kita?』, maka engkau akan menjawab mereka: 『Seperti kamu meninggalkan Aku dan memperhambakan diri kepada allah asing di negerimu, demikianlah kamu akan memperhambakan diri kepada orang-orang asing di suatu negeri yang bukan negerimu.』」 Nilai berharga dari penghukuman atas kesalahan Israel adalah untuk memberikan peringatan kepada orang di masa depan, bahan pengajaran teladan yang terbalik, dan untuk mendidik generasi berikutnya.

Renungkan:

1. Banyak dari kita hari ini hidup dalam dosa dan ketidakadilan, seperti Sodom. Apakah Anda akan seperti Abraham, memohon perdamaian dan pengampunan Tuhan bagi kota-kota dan tempat-tempat di mana Anda tinggal?

2. Penyebab langsung kehancuran kota Sodom dan hukuman atas Yehuda adalah bahwa tidak ada orang benar atau tidak ada jumlah yang cukup. Apakah Anda bersedia membangun orang benar di tempat di mana Anda tinggal, orang yang 「yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran?」 (Mengajarkan kepada anak kita, demikian juga menjadi contoh bagi sekitar kita.)

3. Apakah Anda bersedia untuk mengambil sejarah kegagalan orang Israel sebagai panduan dan contoh untuk mengingatkan orang-orang yang hidup di dalam dosa? (Juga termasuk diri kita sendiri.)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Keluaran 4:1-17

Tanda mujizat dan hamba Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 4:1-17 [ITB])
1 Lalu sahut Musa: Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?』」 2 TUHAN berfirman kepadanya: Apakah yang di tanganmu itu? Jawab Musa: Tongkat. 3 Firman TUHAN: Lemparkanlah itu ke tanah.
Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. 4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya , Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya 5 supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.
6 Lagi firman TUHAN kepadanya: Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu. Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.
7 Sesudah itu firman-Nya: Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu. Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.
8 Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. 9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.
10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah. 11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? 12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.
13 Tetapi Musa berkata: Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. 14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. 15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan. 16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya. 17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.

Keluaran 3 adalah tentang Allah berbicara kepada Musa, melalui penglihatan dan pengungkapan kebenaran untuk melengkapi dia, agar dia dapat memahami sifat Allah. Keluaran 4 juga menggunakan mukjizat dan jaminan agar Musa mengalami kuasa perkataan Allah dan menghilangkan keraguan di dalam hatinya, termasuk: (1) tiga tanda mukjizat (ayat 1-9), dan (2) Allah menganugerahkan kefasihan (ayat 10-17).

Allah atas inisiatif-Nya memberi Musa tiga tanda mukjizat: (1) tongkat menjadi ular (ayat 1-5), (2) kusta tangan (ayat 6-8), (3) mencurahkan air di tanah menjadi darah (ayat 9). Dua tanda mukjizat pertama terjadi segera, dan yang ketiga disediakan untuk realisasi di masa depan.

Arti asli tanda mukjizat (‘ōt) adalah tanda atau bukti, ini adalah kesaksian bukti dari perbuatan Allah yang Mahakuasa. Setidaknya ada tiga tujuan: untuk bersaksi kepada mereka yang dipanggil, karena tantangan yang akan dihadapi begitu hebatnya, mukjizat meningkatkan iman hamba Allah. Tanda mukjizat juga merupakan bukti kepada orang-orang agar percaya bahwa hamba Allah tersebut memang diutus oleh Allah (ayat 5, 8, 31). Tanda mukjizat juga bersaksi kepada lawan, agar mereka mengetahui sedang berhadapan dengan nabi yang diutus oleh Allah sejati.

Keraguan Musa yang lainnya adalah takut kurang fasih lidah, tetapi Allah Pencipta yang Mahakuasa memberikan jaminan, Dia yang menciptakan mulut manusia, Ia akan memberi hamba-Nya perkataan yang harus diucapkan. Sebenarnya, kefasihan bukan tentang kefasihan dan kehebatan, tetapi jaminan Allah: Aku akan menyertai lidahmu (ayat 12). Karena tiap-tiap firman Allah, satu pun tiada yang mustahil (Lukas 1:37 [ITL]).

Dalam ayat 10, Musa menyebut dirinya sendiri sebagai hamba-Mu (‘abdekâ) kepada Allah. Kemudian, Allah juga menyebut Musa hamba-Ku (‘abdî, Bilangan 12:7; Yosua 1:2, 7 ; lih. Kel. 14:31 Musa, hamba-Nya). Musa disebut hamba Allah (‘ebed YHWH), suatu kehormatan besar (Ulangan 34:5, Yosua 1:1, 13, 15). Dalam sejarah tercatat di Kitab Ulangan di Perjanjian Lama, hanya satu lagi yang memiliki gelar kehormatan hamba Allah yakni Daud (2 Samuel 7).

Renungkan:
(1) Firman Allah setiap kata membawa kuasa, tanda mukjizat adalah manifestasi dari kuasa Allah. Tetapi tanda mukjizat bukanlah sihir, karena tujuannya tanda mukjizat bukan untuk membuat orang tercengang, tetapi untuk membuat orang mengenal Allah. Intervensi-Nya dalam sejarah, adalah untuk menganugerahkan kasih kebaikan, menyatakan kuasa, agar orang-orang percaya kepada Allah, meninggikan kemuliaan Allah.
(2) tanda mukjizat adalah untuk memberikan bukti: penyertaan Allah, untuk meningkatkan iman umat Allah yang kurang iman, agar memiliki keberanian untuk mengemban misi yang sulit.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.