Tag Archives: Tangan Allah

Yehezkiel 20:33-38

Aku akan memerintah

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 20:33-38 [ITB])
33 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH,
Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah.
34 Aku akan membawa kamu keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah,
35 dan Aku akan membawa kamu ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Aku akan berperkara dengan kamu berhadapan muka. 36 Seperti Aku berperkara dengan nenek moyangmu di padang gurun tanah Mesir, begitulah Aku akan berperkara dengan kamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu. 38 Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk.
Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Perikop ini (Yeh. 20:33-38) mencatat hukuman dan penghakiman TUHAN terhadap Israel yang di penawanan. Pertama-tama menggunakan dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung untuk menggambarkan TUHAN (ayat 33, 34), deskripsi ini pernah digunakan ketika TUHAN memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menunjukkan bahwa Allah mengacungkan tangan menghukum orang Mesir (Kel. 6:6, 7:5), juga merupakan kata yang digunakan Yesaya untuk menggambarkan murka TUHAN (Yesaya 5:25), sekarang Yehezkiel sekali lagi menggunakan kata ini, tujuannya adalah agar orang-orang Israel yang ditawan bersama-sama Yehezkiel hendaknya mengingat dahulu saat Keluaran dari Mesir dan murka TUHAN, dahulu TUHAN betapa murka menghukum orang Mesir, sekarang hal yang sama adalah untuk menghukum orang Israel yang di penawanan.

Kemudian, ayat 34-35 menjelaskan bahwa TUHAN akan memimpin bangsa Israel keluar dari antara bangsa-bangsa serta membawa Israel ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Allah akan menghakimi Israel berhadapan muka. Tindakan ini mengingatkan orang Israel tentang kenangan kolektif dahulu Israel berjalan di padang gurun di masa lalu, bagaimana Allah menghukum nenek moyang Israel di padang gurun tanah Mesir, sehingga mereka berjalan selama empat puluh tahun di padang gurun tidak dapat masuk ke tanah Kanaan (ayat 36). Demikian juga, Israel yang dalam penawanan ini (terutama yang tua-tua mendatangi Yehezkiel untuk meminta petunjuk) juga tidak dapat seperti keinginan mereka pulang kembali ke Israel dalam waktu singkat (ayat 38), mereka akan mati di Babel, seperti nenek moyang mereka mati di padang gurun. Oleh karena itu, Yehezkiel melawan nabi-nabi yang mempromosikan ide dapat pulang kembali ke tanah Israel dalam jangka pendek, menunjukkan penawanan adalah penghakiman Allah, sama seperti penghakiman Allah terhadap generasi tua Israel di padang gurun, dan hukuman pembuangan ini akan berjalan tujuh puluh tahun, itu lebih lama dari hukuman empat puluh tahun di padang gurun dahulu.

Dengan demikian Allah menggambarkan penghakiman-Nya, adalah untuk menjelaskan, penghakiman (ayat 33) ini adalah deklarasi penting. Tua-tua yang mendatangi Yehezkiel di dalam hati pikiran mereka yang menjadi allah dan raja adalah keinginan mereka, mereka bertanya petunjuk Yehezkiel tetapi membawa jawaban yang mereka sudah tetapkan, tetapi Allah bukan alat yang bisa dimanipulasi manusia, orang tidak bisa memakai nama Allah untuk membenarkan klaim dan keuntungan diri manusia. Sebelum meminta petunjuk Allah, orang Israel sebagai hamba Allah harus terlebih dahulu mengidentifikasi fakta bahwa Allah adalah Raja yang memerintah. Bahkan ketika dunia berubah, sering kali hal-hal tidak seperti yang kita harapkan, tetapi Allah tetap memerintah, maka kita percaya bahwa segala sesuatu tidak terjadi acak dan ke arah yang kacau tanpa tujuan. jika kita melihat segala sesuatu berjalan dengan lancar, kita dapat dengan mudah mengenali bahwa TUHAN adalah Raja, tetapi ketika kita menghadapi penghakiman penawanan dan ketidakpastian padang gurun, apakah kita masih akan melihat fakta bahwa TUHAN adalah Raja yang memerintah? Justru karena Allah adalah Raja yang memerintah, maka ketika orang Israel hanya melihat kekacauan selama pembuangan, tetapi kekacauan ini adalah berasal dari penghakiman Allah. Ternyata, penghakiman yang kita lihat sebagai kekacauan ini, adalah bukti terbesar bahwa Allah adalah Raja yang memerintah.

Renungkan:
Seberapa nyata bagi Anda tentang fakta bahwa Allah memerintah? Bagaimana 「tangan yang kuat dan lengan yang teracung」 dapat membuat kita lebih hormat takut akan Allah? (“… Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung … kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”)


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:7-14

「Yerusalem adalah Ibumu」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 66:7-14 [ITB])
7Sebelum menggeliat sakit,
ia sudah bersalin,
sebelum mengalami sakit beranak,
ia sudah melahirkan anak laki-laki.
8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu,
siapakah yang telah melihat hal yang demikian?
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari,
atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali?
Namun baru saja menggeliat sakit,
Sion sudah melahirkan anak-anaknya.
9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan
tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN.
Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan
menutup rahimnya pula? firman Allahmu.
10Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
dan bersorak-soraklah karenanya,
hai semua orang yang mencintainya!
Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya,
hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan
menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu,
supaya kamu menghirup dan
menikmati dari dadanya yang bernas.
12Sebab beginilah firman TUHAN:
Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai,
dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya,
demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;
kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan
kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;
maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 66:7-14 menggunakan gambaran Yerusalem sebagai ibu untuk menunjukkan betapa bahagianya umat Kota Suci. Sion sebagai seorang ibu, dia mengandung melahirkan anak-anaknya, dan mengalami rasa sakit bersalin, gambar ini juga digunakan di tempat lain dalam Yesaya (Yes. 26:16-18; 51:18-20), lalu Yes. 66:7-9 menunjukkan proses bersalin dan rasa sakit yang terkait dalam proses itu. Ayat 7-8 menunjukkan bahwa jika Sion melahirkan umat Sion dalam sekejap tanpa rasa sakit, ini adalah pekerjaan Tuhan, sebuah keajaiban, karena penderitaan bersalin itu sendiri adalah kutukan atas dosa kejatuhan manusia (Kejadian 3:16), dan sekarang melahirkan tanpa rasa sakit itu adalah gambaran Sion yang meninggalkan kutukan atas dosa kejahatan, yang juga menunjukkan bahwa Allah tidak dapat menemukan dosa kejahatan apa pun di Sion, sehingga ia melahirkan semua umatnya dengan mudah dan tanpa kesulitan, melambangkan berkat besar dari Allah.

Ayat 10-11 menunjukkan bahwa umat Sion akan bersukacita bersama-sama Yerusalem, karena Sion seperti seorang ibu yang memberikan susu yang berkecukupan untuk memenuhi semua kebutuhan umatnya, dan mereka akan minum susu dengan kenyang sejahtera dalam pelukan penuh penghiburan damai, susu ini adalah metafora dari kemuliaan yang berkelimpahan (tidak eksplisit dalam ITB, lihat ITL sampai puas-puas dengan mengisap pancaran kemuliaannya, KJV be delighted with the abundance of her glory), dan kemuliaan ini adalah kemuliaan Allah (Yes. 60:1-3), umat kota itu mendapatkan kemuliaan oleh karena mempraktikkan (merealisasikan) keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, umatnya bersukacita karena firman Allah dan pemeliharaan-Nya melalui Sion, ini bukan sukacita secara material, tetapi sukacita spiritual rohani, bersukacita karena menjalankan keadilan dan kebenaran yang didefinisikan (ditentukan) oleh hukum Taurat Allah.

Akhirnya, ayat 12-14 menunjukkan bahwa di bawah berkat Sion sang ibu, umatnya dapat mendapatkan berkat, ada kedamaian dan kemuliaan segala bangsa-bangsa (ayat 12), mendapatkan penghiburan (ayat 13), dan musuh mendapat pembalasan (ayat 14). Ayat 14 menunjukkan bahwa tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, tangan ini adalah tangan yang memukul musuh, menunjukkan bahwa Injil sejati adalah untuk menghukum musuh yang menindas umat dan umat semuanya berjalan serta menjalani dalam keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, Yes. 66:7-14 menggunakan gambar Sion sebagai ibu untuk menjelaskan pemandangan indah Yerusalem di hari akhir.

Renungkan:
Setiap orang memiliki ibu, dan setiap anak mengharapkan pemeliharaan, peneguhan, kemuliaan, dan kekuatan dari ibu. Tetapi ketika kita memiliki pengharapan seperti itu, pada saat yang sama kita juga harus merenungkan apakah kita mengenali dosa kita, meninggalkan jalan orang fasik, dan dengan rendah hati menghidupi firman Allah sebagai penuntun, dan hormat takut akan Allah serta menaati kata-kata-Nya, barulah kita dapat menikmati kedamaian dan sukacita. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 63:1-6

「TUHAN Menang atas Musuh」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

Yesaya 63:1-6 [ITB]

1 Siapa dia yang datang dari Edom,
yang datang dari Bozra dengan baju yang merah,
dia yang bersemarak dengan pakaiannya,
yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?
Akulah yang menjanjikan keadilan
dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!
2 Mengapakah pakaian-Mu semerah itu,
dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?
3 Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan,
dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!
Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku;
semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku,
dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.
4 Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan
dan tahun penuntutan bela telah datang.
5 Aku melayangkan pandangan-Ku:
tidak ada yang menolong;
Aku tertegun: tidak ada yang membantu.
Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan,
dan kehangatan amarah-Ku,
itulah yang membantu Aku.
6 Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku
dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.

Yesaya 63:1-6 adalah perikop yang mencatat TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi (Divine Warrior), yang menjelaskan bahwa TUHAN akan menghapuskan segala dosa dan orang-orang jahat, membalas mereka atas orang-orang yang pernah mereka tindas, dan pada akhirnya TUHAN pasti menang.

Kitab suci dimulai dengan pertanyaan dari pengintai, pengintai ini dari menara pengawas melihat ke tempat yang jauh, ada yang berpakaian merah datang dari Edom dan pengintai bertanya siapa ini (ayat 1), ketika yang datang itu mendekat, pengintai ini melihat bahwa pakaian yang datang itu merah karena noda, dan bertanya lebih lanjut mengapa demikian (ayat 2). Ternyata yang datang dari Edom adalah TUHAN sendiri, TUHAN membasmi orang fasik di Edom, dan darah orang fasik menodai pakaian-Nya, ini adalah gambaran Pahlawan Perang Ilahi. Bagaimana kita memahami gambaran ini?

Pertama-tama, Edom yang disebutkan dalam teks tidak benar-benar merujuk pada Edom yang asli, tetapi simbol negara jahat, melambangkan pemerintahan yang penuh ketidakadilan dan yang jahat, dan Bosra yang disebutkan adalah ibu kota Edom (ayat 1), ini melambangkan bahwa pembasmian yang dilakukan TUHAN masuk jauh ke pusat kekuatan jahat dan memberantas dari akar-akarnya, ini adalah pemusnahan kejahatan secara total. Ayat 1 juga menunjukkan bahwa TUHAN berbicara dengan keadilan kebenaran, ini tidak hanya berarti bahwa isi perkataan Allah adalah benar dan adil, tetapi juga cara Allah berbicara dan sarana yang dipakai sesuai dengan prinsip kebenaran, dan tindakan pembasmian orang fasik adalah tindakan keselamatan, yang berarti bahwa TUHAN memusnahkan orang fasik tidak hanya merupakan penghakiman atas mereka, tetapi pemusnahan dan hukuman ini adalah untuk menyelamatkan yang tertindas. Dengan demikian, pembasmian dari TUHAN adalah adil benar dan juga untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas.

Kemudian, TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi merupakan tugas dalam kesendirian, ayat 3 menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun dari bangsa-bangsa yang menyertai bersama Allah, seorang diri Dia mengirik anggur, dan pemusnahan-Nya seperti seorang prajurit yang kesepian, pakaian-Nya sendirian dinodai darah begitu banyaknya orang-orang jahat, ayat 5 menunjukkan bahwa TUHAN tertegun melihat bahwa tidak ada satu orang pun juga yang membantu atau mendukung orang-orang yang tertindas itu, sehingga hanya Allah sendirian yang menyelamatkan dengan lengan-Nya sendiri. Mengapa TUHAN bisa menjadi Pahlawan Perang Ilahi sendirian? Alasan pertama adalah bahwa pada waktu itu tidak ada yang mau membantu orang-orang yang tertindas, dan menegakkan keadilan bagi keluhan mereka. Kedua, hanya TUHAN saja yang memiliki kemampuan dan rencana untuk melakukan pembalasan (ayat 4), tidak seorang pun di dunia dapat mengatakan bahwa ia dapat membalas dendam dirinya sendiri, dan hukum Taurat juga menyatakan bahwa orang tidak diperbolehkan membalas dendam oleh dirinya sendiri (Im 19:18), untuk menghindari saling balas dendam tanpa henti di antara orang. Karena itu, Pahlawan Perang Ilahi hanya dapat melakukan tugas-Nya sendirian, hanya Allah yang adalah Hakim ultima tertinggi, dan hanya Dia yang dapat menjatuhkan hukuman yang paling adil dan paling benar atas dosa dan orang jahat. Begitu TUHAN menjadi Pahlawan Perang Ilahi, Ia pasti memiliki kemenangan sehingga pembalasan pasti datang kepada orang fasik.

Renungkan:
Secara permukaan, ayat ini terdengar seperti kejam, tetapi sebenarnya orang yang terkait memahami penggunaan gambaran ini yang menyatakan pentingnya TUHAN sebagai Pahlawan Perang Ilahi, menjelaskan bahwa Injil Kabar Gembira adalah orang-orang jahat sesungguhnya mendapat hukuman (orang-orang jahat digambarkan sebagai Edom), orang-orang tertindas bisa mendapat penegakkan keadilan karena orang-orang fasik dihukum, ini adalah datangnya kebenaran keadilan. Dan apakah kita siap untuk menerima penghakiman Allah, apakah kita memandang jahat apa yang dipandang jahat oleh Allah, dan apakah kita memahami konsekuensi dari dosa?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.