Tag Archives: Budak

1 Petrus 1:18-21 (2)

「Keraguan adalah Tegangan dalam Hidup Seorang Pelayan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

Renungan ayat Alkitab kemarin mengingatkan kita untuk tidak membuat berhala untuk diri kita sendiri, atau jangan secara sengaja menjadi berhala bagi orang lain, jangan sampai darah yang begitu berharga Anak Domba Yesus Kristus mengalir sia-sia, hendaknya semua pelayan Tuhan hanya membawa menempatkan orang di hadapan Tuhan, jangan menempatkan orang di hadapan diri sendiri.

Selain memahami tentang penebusan (ἐλυτρώθητε elytróthite) dari latar belakang budaya Yunani, Petrus juga sesuai dengan alur teks sebelumnya di atas, yang menjadi keprihatinan dia adalah bagaimana menggunakan identitas umat Perjanjian Lama untuk menafsirkan (memahami) identitas umat Perjanjian Baru dari orang-orang yang terserak, yang dipilih Allah (lihatlah lagi ayat 1-2)

Dalam terjemahan LXXX (Septuaginta), kata ditebus digunakan dalam kitab Imamat (26 kali), Mazmur (27 kali), Keluaran (4 kali), dan Yesaya (12 kali), terutama dalam kitab Imamat Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus telah secara langsung dikutip dalam ayat 16, oleh karena itu kata ditebus bagi orang yang berlatar belakang bukankah hal baru, di masa orang Yahudi terserak, mereka berharap bahwa Allah akan menebus mereka, dan memiliki konsep-konsep teologis di bawah ini tidak pernah absen:

Ulangan 7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan (ἐλυτρώσατο elytrósato), dari tangan Firaun, raja Mesir.

Yesaya 52:3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus (λυτρωθήσεσθε lytrothísesthe) tanpa pembayaran juga.

Mazmur 34:22 (LXX Mazmur 33:23) TUHAN membebaskan (λυτρώσεται lytrósetai) jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Konsep-konsep di atas tepat menunjukkan harapan orang Israel ketika mereka menjadi budak di Mesir, juga ketika mereka terserak di Babel, kerinduan di dalam hati mereka terhadap penebusan dari Allah. Lalu, ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi hendaknya terlebih dahulu melepaskan pola-pola perilaku hidup yang tidak berguna (ματαίας mataías) dan tidak membuahkan hasil, yang dibenci oleh Tuhan yang disebut tradisi yang diturunkan dari nenek moyang mereka, karena hal-hal ini tidak diberkati Allah, yang ada hanyalah cara-cara keterampilan manusia atau pelayanan yang telah menjadi berhala.

Tetapi pengorbanan Kristus membuat agar pembaca surat Petrus berfokus pada kebangkitan Kristus dan kemuliaan-Nya di akhir zaman, sehingga identitas Anda dan saya dapat didasarkan pada diri-Nya, dan menaruh segenap iman dan harapan pada diri-Nya, bukan diletakkan pada tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang ada di dunia yang dihidupi selama ini, atau kepada orang yang dianggap yang termulia.

Namun ironisnya, orang-orang percaya sering menantikan orang yang dianggap yang termulia (pemimpin yang tenar), yang termulia ini biasanya yang dihormati di dunia saat ini dan penuh wibawa gaya yang dicontoh, ini sama seperti para pemimpin dan tokoh-tokoh agama di dunia di masa kini, tetapi Ia yang termulia bukankah dihina dipermalukan di salib dan ditolak — Kristus? Di permukaan, kita mungkin tidak berani untuk tidak menghormati-Nya, tetapi di saat kita dituntut banyak pertimbangan apakah kita jarang bisa menetapkan diri kita kepada Kristus?

Ketika para pelayan yang tulus saat menghadapi diri mereka sendiri, mereka sering mempertanyakan keputusan dan pilihan mereka sendiri, apakah mengikuti Kristus atau mengikuti tradisi orang lain yang tidak memiliki daya pengaruh yang membawa orang pada hidup, dan setelah waktu yang lama, apa yang dialami itu telah menjadi tradisi, lalu menjadi pedoman pelayanan. Tetapi orang-orang yang telah melayani dengan tulus selama bertahun-tahun harus mengatakan kepada Anda: memberitakan Injil kebenaran ini sering putus asa karena dipandang orang memalukan, dan sering mempertanyakan Apakah yang saya yakini dan harapkan ini benar?

Renungkan:
Adakah pelayanan seumur hidup sering membuat orang putus asa dan bertanya ragu?
Itu benar, itu adalah iman Kristus, membuat orang mempertanyakan apakah ada buah hasilnya, karena apa yang disebut buah hasil ini tidak diukur dan ditafsirkan dari perspektif Anda dan saya hari ini, tetapi dengan waktu-Nya dan penyataan akhir zaman-Nya untuk mengevaluasi buah pelayanan kita. Hidup dengan bertanya adalah tarikan ketegangan seumur hidup seorang pelayan.

Ketika dunia berusaha untuk menunjukkan hasil mereka untuk membuktikan diri mereka sebagai pekerja Allah, apakah penilaian Allah itu demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:18-21 (1)

「Berhala Lembu Emas dari Pelayanan — yakni Diri Sendiri」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:18-21 [ITB])
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

(Terjemahan penulis)
Sungguh harus tahu bahwa kamu sekalian ditebus, agar kamu sekalian meninggalkan perilaku yang tidak berguna yang dari perilaku para leluhur, itu bukan perak atau emas yang dapat rusak. Tetapi darah Kristus yang mahal, seperti anak domba (darah) tanpa cacat atau tanpa noda. Benar-benar tahu sebelumnya, sebelum mata air samudera dunia (penciptaan), tetapi sekarang itu dinyatakan di akhir zaman, adalah demi kamu sekalian.
Kamu sekalian melalui Kristus, telah percaya kepada Allah, Dia telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, dan memberi-Nya kemuliaan, sehingga iman dan harapan kamu sekalian adalah peduli kepada Allah.

anak lembu emas pelayanan

Beberapa hari yang lalu ayat Kitab Suci yang dibicarakan dalam renungan ini terus menerus mengingatkan kita untuk melepaskan gaya hidup dan perilaku religius yang memuaskan diri sendiri, dan mengingatkan kita agar kita sebagai anak-anak Tuhan yang tunduk sebagai hamba, adalah seperti orang-orang Yahudi sepatutnya melepaskan belenggu orang-orang Mesir, berani untuk menghidupi cara hidup sebagai umat baru di bawah hukum Taurat yang dianugerahkan Allah.

Dalam perikop Kitab Suci hari ini, pertama-tama kita memperkenalkan konsep penting dalam budaya Yunani yakni: ditebus (ἐλυτρώθητε elytróthite), kata ini sebagian besar digunakan terkait tentang pembebasan budak, jika tuan pemilik ingin mengubah status hamba menjadi orang bebas, maka tuannya akan membawa budak itu ke kuil, dan kemudian budak itu akan memberikan uang tebusan, menyatakan kepada tuannya dan para tokoh masyarakat pada waktu itu bahwa dia telah bebas dan tidak lagi sebagai hamba tunduk kepada perintah siapa pun, tetapi ketundukannya sebagai hamba adalah kepada dewa kuil, atau dengan kata lain dewa kuil tersebut menebus dia, tetapi ironisnya budak tersebut memakai emas dan peraknya sendiri untuk menebus dirinya.

Dapat dilihat bahwa konsep penebusan budak ini juga dianalogikan pada orang-orang Kristen, teks ini memberi tahu kita bahwa situasi mereka adalah mewarisi kehidupan kosong sia-sia dan tidak berguna dari para leluhur (ini memaksa kita untuk bertanya, apakah pelayanan kita juga mewarisi kesia-siaan pendahulu atau leluhur kita?) Jelas sebenarnya kehidupan Kristus adalah berkepenuhan (bukan yang kosong) dan memiliki daya pengaruh membawa orang kepada hidup, tetapi dalam situasi yang realistis, para guru kehidupan mampu meniru belajar seperti Kristus dan membawa orang kepada Kristus tetapi justru mencari reputasi mereka sendiri. Ini mungkin agak mencerminkan apakah hidup kita adalah bagi orang lain atau untuk reputasi kita sendiri.

Jika dalam budaya Yunani, orang dapat menebus dirinya dengan emas dan perak yang dapat rusak, lalu memakai apakah orang percaya berkehidupan baru hendak menebus dirinya? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa itu bukan memakai kekuatan diri sendiri, tetapi hanya melalui darah Kristus saja, darah Anak Domba tanpa cacat dan tanpa noda. Jelas kita berada dalam kehidupan yang seperti budak dan terus menerus hidup dalam kehidupan yang hancur, tetapi dengan kemerdekaan dan kesempurnaan-Nya Kristus membayar harga bagi penebusan untuk kita. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah tunduk sebagai hamba kembali kepada identitas umat Allah, penebusan ini tidak membawa kebebasan (liar), tetapi itu seumur hidup tunduk sebagai hamba kepada Allah, meneladani Dia untuk mempengaruhi kehidupan orang lain dengan hidup kita, tidak jatuh dalam tradisi pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga pelayanan berbuah.

Renungkan:
Buah dari pelayanan adalah untuk membawa orang kepada Tuhan, sehingga orang lain dapat tunduk sebagai hamba kepada Allah sepanjang hidupnya, kembali ke identitas sejati.

Tetapi yang mengerikan adalah bahwa buah pelayanan kita yang kita anggap sebagai pembayar tebusan, berpikir bahwa melalui pekerjaan kita sendiri kita dapat membawa orang kepada Allah dan perlahan-lahan lupa bahwa itu sebenarnya hanya dapat dicapai melalui darah Kristus. Di jalan padang belantara, bukankah orang Israel menggunakan anak lembu emas sebagai allah, dan membuat allah dari emas dan perak mereka sendiri?

Selama masa epidemi, apakah kita membangun lebih banyak hal untuk reputasi kita sendiri, atau apakah kita bergantung pada kehidupan Kristus sebagai indikator pelayanan kita?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mazmur 129:1-4

「Kehidupan yang Penuh Kesulitan Berlipat-lipat」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 129:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku — biarlah Israel berkata demikian — 2mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.
3Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.
4TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.
5Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. 6Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut, 7yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas, 8sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: 「Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!」

Maz. 129:1-4 pada dasarnya adalah suatu bentuk 「Mazmur Ucapan Syukur」: melihat kembali pada penderitaan di masa lalu, hari ini hendak memuji keadilan TUHAN, dan kemudian berterima kasih kepada Tuhan atas keselamatan dari-Nya. Hanya saja, melanjutkan membaca, ayat 5-8 tampaknya memberi kita rasa 「balas dendam」 yang kuat, bahkan makin lama lebih pahit (bahkan sampai ayat 8 terlebih lagi mengatakan, 「orang yang lewat jangan berkata … 」). Bagaimana sebaiknya kita memahami puisi ini?

Mari kita mulai dengan ayat 1-4. Membuka kembali sejarah Perjanjian Lama, kita akan melihat bahwa sejak bangsa Israel keluar dari Mesir sampai mendirikan negara mereka sendiri, telah dipermalukan dan ditindas oleh bangsa-bangsa sekitarnya: Mesir, Amalek, Filistin, Babel, Asyur, dsb., dan hal ini bukan urusan satu atau tiga saat, tapi serangan dalam jangka waktu panjang dan berulang-ulang. Ketika di ayat 2 Pemazmur berkata 「mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku,」 tujuan dari Pemazmur adalah untuk membawakan pandangan mata kita tertuju kepada pengalaman masa-masa paling awal orang Israel – hari-hari dahulu Israel sebagai budak di Mesir, inilah apa yang disebut oleh Pemazmur sebagai 「masa muda (kanak-kanak) Israel」 Jadi, bagaimanakah hari-hari 「diperbudak」 itu?

Kitab Keluaran 1 sejak mulai telah memberitahukan kepada kita bahwa di tanah Mesir bangsa Israel 「beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka」 (Kel. 1:7) Ketika orang Israel berpikir bahwa mereka dapat berakar tinggal di Mesir dan hidup bahagia, keluaran 1:8-14 mengatakan kepada kita bahwa 「raja baru Mesir menindas Israel 」:

  1. Pengawas-pengawas rodi ditempatkan untuk menekan mereka (Kel. 1: 11)
  2. Menindas mereka dengan kerja paksa (Kel. 1: 11)
  3. Memperlakukan orang Israel dengan kejam, memaksa mereka bekerja untuk memahitkan hidup mereka (Kel. 1:13-14)

Bahkan kitab Keluaran 5 mencatat, Firaun memerintahkan para pengerah dan mandur agar tidak memberikan jerami kepada mereka untuk membuat batu bata seperti biasa, tetapi mereka harus mengumpulkan jerami sendiri, tetapi jumlah batu bata per hari tidak boleh kurang.

Dari sini dapat dilihat bahwa kehidupan orang Israel memang penuh kesulitan berlipat-lipat!

Ayat-ayat dalam Mazmur 129 memungkinkan kita melihat selembar gambar yang benar-benar berdarah-darah, penuh kekerasan dan menyakitkan ─ musuh memegang bajak, dengan kuk yang dipasangkan ternak, lalu para pembajak membajak di atas punggung Israel, membuat panjang alur bajak mereka. Setiap alur adalah luka yang mendalam dan panjang, merobek daging dan kulit, musuh membajak itu bukan 「sebentar」 saja, tapi datang dan pergi ke sana kemari seperti seorang petani yang membajak ladang. Mungkin kita bisa membayangkan: perdarahan itu menyakitkan, terlebih lagi penghancuran yang tidak pernah beristirahat, ternyata pengalaman masa lalu Israel sedemikian sangat menyakitkan.

Renungkan: Menengok ke belakang, apakah kita juga telah mengalami peristiwa yang sama penuh darah yang bercampur air mata; marilah mengambil waktu teduh, sebenarnya apa yang memungkinkan kita menginjakkan langkah satu demi satu dan berjalan maju? Di manakah sumber kekuatan kita?


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Filemon 1-3

「Salam kepada Filemon」

Sebuah bagian salam dari surat ini ternyata memiliki makna yang sangat melimpah.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:1-3 [ITB])
1Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
2dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:
3Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Surat yang Paulus tuliskan kepada Filemon ini singkat pendek dalam bahasa Yunani hanya ada 335 kata, kita akan memakai tujuh hari untuk merenungkan ke-25 ayat ini. Kita lebih dahulu memahami isi dari surat ini secara garis besar. Seorang budak bernama Onesimus, karena telah mencuri uang Filemon tuannya dan melarikan diri, di Roma bertemu Paulus.  Tidak peduli pertemuan mereka dipandang sebagai kebetulan atau adalah pengaturan dari Allah, namun pada pertemuan ini Paulus memimpin ia percaya kepada Tuhan. Sekarang Paulus mengirim Onesimus kembali kepada tuannya, juga menuliskan surat ini, memberikan dorongan kepada Filemon tidak hanya menerima budak yang melarikan diri ini, terlebih lagi hendaknya memandang ia sebagai saudara terkasih. Surat ini walaupun singkat, namun mengandung dasar teologi dan pengajaran rohani yang kaya.

Saat menuliskan surat ini, Paulus memakai format surat saat itu, termasuk nama penulis surat, penerima dan salam. Kita dapat menemukan surat ini adalah atas nama gabungan nama Paulus dan Timotius yang dituliskan kepada Filemon. Tidak jelas apa peran Timotius dalam penulisan surat ini, tidak pasti apakah sebenarnya surat ini merupakan tulisan dia dan Paulus berdua, atau Timotius hanyalah membantu menulis. Paulus sesuai kebiasaan di bagian pengantar diri, biasanya menuliskan dirinya adalah 「hamba」 atau 「rasul」. Namun Paulus dalam surat ini menyebutkan diri sendiri sebagai 「seorang hukuman」, ia tidak pernah menyebutkan dirinya seperti begini. (Apakah terkait dengan status Onesimus? Renungkan pengaruhnya bagi Filemon.)「Seorang hukuman」 atau 「dipenjarakan」 dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 6 kali (Filemon 1:1, 9, 10, 13, 22, 23). Paulus sepertinya khusus tidak memakai identitas 「rasul」, tidak ingin memakai wewenangnya untuk menyelesaikan perihal pendamaian ini.

Paulus sebagai 「mediator juru pendamai」 ini segenap hati ingin menolong Filemon dan Onesimus yang pernah punya relasi tuan dan budak, mengharapkan mereka bisa berdamai seperti semula. Di sini yang Paulus tuliskan adalah sepucuk surat kepada orang secara personal, dan bukan sepucuk surat pribadi, penerima surat selain Filemon, juga ada Apfia, Arkhipus, dan gereja yang ada di rumah Filemon. Maka surat ini akan diedarkan dibaca dalam gereja. Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya, ia paling sedikit punya seorang budak, rumahnya dapat menampung orang percaya berkumpul beribadah, juga ada 「kamar tamu」 untuk memberi tumpangan (ayat 22), dapat menyediakan tempat tinggal bagi orang percaya yang datang dari jauh.

Selain itu, kita dapat menemukan Paulus khusus menyebutkan nama seorang penerima surat 「Arkhipus」 yang disebut sebagai teman seperjuangan (fellow soldier, tentara seperjuangan, dalam ITB hanya diterjemahkan sebagai 「seperjuangan」), ini tidak sering ditemukan; seorang yang lain adalah Epafroditus (Fil. 2:25 「… Epafroditus… teman seperjuanganku」). Di dalam surat ini terdapat topik utama tentang tunduk dan tanggung jawab, yakni tentara menaati perintah perwira atasan, ada peneliti berpendapat ini adalah khusus sengaja dikemukakan oleh Paulus.

Permulaan surat bagian ketiga adalah salam: 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」 (ayat 3) ini adalah bentuk standar salam dari Paulus. 「Kasih karunia」 dan 「damai sejahtera」 menggabungkan makna kasih karunia dari bahasa Yunani dan damai sejahtera (shalom) dari bahasa Ibrani. Nama Yesus Kristus dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 9 kali, percaya dalam hati Paulus, Yesus adalah Tuhan (Lord, Tuan) yang menganugerahkan damai sejahtera (ayat 3), memberkati 「 orang yang membawa damai」 (Mat. 5:9), dan mengaruniakan tugas 「utusan Kristus」 pendamai (2 Kor. 5:19-20) .

Renungkan: (1) Kata shalom dalam bahasa Ibrani, dalam bahasa Inggris 「peace」 diterjemahkan menjadi: damai sejahtera, berbaikan, dan harmonis, coba renungkan maknanya; (2) Apa harga yang harus dibayar oleh Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang pernah berkhianat?

Imamat 25:47-55

Orang Israel adalah hamba-Ku

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 25:47-55 [ITB])
47 Apabila seorang asing atau seorang pendatang di antaramu telah menjadi mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari kaum orang asing, 48 maka sesudah ia menyerahkan dirinya, ia berhak ditebus, yakni seorang dari antara saudara-saudaranya boleh menebus dia, 49 atau saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara ayahnya atau seorang kerabatnya yang terdekat dari kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri berhak menebus dirinya.
50 Bersama-sama dengan si pembelinya ia harus membuat perhitungan, mulai dari tahun ia menyerahkan dirinya kepada orang itu sampai kepada tahun Yobel, dan harga penjualan dirinya haruslah ditentukan menurut jumlah tahun-tahun itu; masa ia tinggal pada orang itu haruslah dihitung seperti masa kerja orang upahan.
51 Jikalau jumlah tahun itu masih besar, maka dari harga pembeliannya harus dikembalikan sebagai penebus dirinya menurut jumlah tahun itu. 52 Jika waktu yang masih tinggal sampai kepada tahun Yobel sedikit lagi saja, maka ia harus membuat perhitungan dengan orang itu; menurut jumlah tahun itulah ia harus membayar uang tebusan dirinya.
53 Demikianlah ia harus tinggal padanya sebagai orang upahan dari tahun ke tahun. Janganlah ia diperintah dengan kejam oleh orang itu di depan matamu.
54 Tetapi jikalau ia tidak ditebus dengan cara demikian, maka ia harus diizinkan keluar dalam tahun Yobel, ia bersama-sama anak-anaknya.
55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah Allah, Allahmu.

Imamat 25:47-53 menunjukkan bahwa jika seorang saudara di Israel menjadi lebih miskin dan dijual kepada orang asing atau orang pendatang di antara mereka, ada dua cara untuk menebus saudara sama seperti menebus tanah: (1) ayat 51 menunjukkan bahwa harga tebusan ditetapkan secara proporsional menurut jumlah tahun dijual sebagai hamba, dan harga tebusan ditetapkan dengan pengurangan 2% setiap tahun, sehingga harga yang dibayar oleh pembeli harus lebih rendah dari nilai tebusan, dan perbedaan kedua harga ini adalah upah sebagai hamba (ayat 50); (2) jika saudara ini tidak ditebus, dia bersama-sama anak-anaknya akan bebas di tahun Yobel (ayat 54). Pengaturan ini sama dengan menjamin hak saudara yang dijual untuk bertahan hidup, di satu sisi, ia dapat menjadi budak seseorang, sehingga ia dapat bertahan hidup di bawah pemeliharaan tuannya, dan tuannya juga dikenakan aturan tidak boleh memerintah dengan kejam (ayat). 53); di sisi lain, dia tidak akan selamanya menjadi budak, setidaknya dia akan bebas di tahun Yobel, dengan demikian dia dapat memiliki kesempatan untuk penebusan.

Imamat 25:55 adalah kalimat ringkasan yang menjelaskan identitas orang Israel dan alasan teologisnya, mengapa mereka harus memenuhi pengaturan tahun Yobel. Ini karena orang Israel adalah hamba Allah, dan TUHAN sebagai Tuan tidak memerintah orang Israel dengan kejam, sebaliknya orang Mesir dengan kejam memerintah orang Israel. TUHAN sebagai Tuan yang pengasih, Allah memimpin orang Israel keluar dari Mesir dan memimpin mereka meninggalkan perbudakan. Demikian pula, pengaturan Tahun Yobel adalah semacam kepemimpinan bagi mereka yang adalah budak dapat mengalami keselamatan dari Mesir lagi, sehingga orang Israel dapat berbagi karakter Allah, belajar serupa gambar Allah (imitatio dei), dan memenuhi pengajaran dalam Peraturan Kekudusan yakni Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus (Im. 19:2).

Setelah renungan beberapa hari, kita memahami bahwa ada tiga tujuan Tahun Yobel: (1) untuk membuat orang Israel lebih serupa gambar Allah; (2) agar orang Israel berbagi kekudusan Allah; (3) untuk membawakan kesatuan solidaritas kepada masyarakat (social solidarity), menghapus pertentangan antara tuan dan hamba, majikan dan karyawan, dan tanah dan tuan tanah. Ketiga tujuan ini tidak hanya membawa keseimbangan hak dan kepentingan dalam masyarakat, tetapi orang Israel juga mewujudkan umat yang kudus, dan menggunakan berbagai jaminan sosial untuk menunjukkan bahwa ada Allah di antara orang Israel.

Renungkan:
Bagaimana kita dapat menghidupi kekudusan Allah dalam pengaturan keadilan dan jaminan sosial? Dan apakah hidup kita lebih kudus serupa Allah dan mengungkapkan karakter Allah?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 21:18-27

Melukai orang dan hukumannya

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 21:18-27 [ITB])
18 Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur, 19 maka orang yang memukul itu bebas dari hukuman, jika yang lain itu dapat bangkit lagi dan dapat berjalan di luar dengan memakai tongkat; hanya ia harus membayar kerugian orang yang lain itu, karena terpaksa menganggur, dan menanggung pengobatannya sampai sembuh.
20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.
22 Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. 23 Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.
26 Apabila seseorang memukul mata budaknya laki-laki atau mata budaknya perempuan dan merusakkannya, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kerusakan matanya itu. 27 Dan jika ia menumbuk sampai tanggal gigi budaknya laki-laki atau gigi budaknya perempuan, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kehilangan giginya itu.
28 Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman. 29 Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknyapun harus dihukum mati. 30 Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya. 31 Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga. 32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Perikop ini mengatur tentang hukuman karena melukai orang, termasuk melukai orang tetapi masih bisa berjalan (ayat 18-19), melukai hamba yang masih hidup selama satu atau dua hari (ayat 20-21), melukai ibu hamil hingga melahirkan prematur (ayat 22-25), dan melukai mata atau gigi hamba (ayat 26-27).

Ayat 18-19, dua orang bertengkar lalu berubah menjadi perkelahian, mengakibatkan cedera. Ini adalah emosi sesaat yang terjadi di luar kendali, dan tidak ada unsur kebencian, tidak ada perencanaan hendak membunuh orang sehingga mati. Orang yang melukai dapat dibebaskan dari hukuman, tetapi ia tetap harus mengganti biaya pengobatan pihak yang cedera dan kerugian karena tidak dapat bekerja.

Ayat 20-21, jika seorang memukuli seorang hamba, jika ia langsung mati, maka harus ditindak sesuai dengan pidana mati tersebut di atas. Tetapi jika tidak segera mati, tetapi satu atau dua hari kemudian, pemiliknya dibebaskan dari hukuman. Karena pemilik tidak bermaksud membunuh, tetapi jika kemudian hamba itu meninggal, dapat dianggap kehilangan milik empunya. Tetapi ini tidak boleh digunakan untuk mendukung perbudakan, atau sewenang-wenang memperlakukan buruk terhadap budak, tidak memandang budak sebagai manusia.

Dalam ayat 22, peraturan ketiga berbicara tentang bagaimana orang harus diberi kompensasi ketika mereka berkelahi satu sama lain dan melukai wanita hamil di dekat mereka, menyebabkan kelahiran prematur. Kelahiran prematur (yāṣǝ’û yəlādeyhā) secara harfiah diterjemahkan anaknya keluar yang menunjuk kepada kelahiran alami dan merupakan kelahiran hidup. Dan tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, sesuai konteksnya dapat merujuk pada wanita hamil atau janin, atau keduanya. Jika tidak, maka akan dihukum dan diharuskan membayar kompensasi sesuai dengan keputusan hakim.

Ayat 23, metode pembalasan setimpal (Lex talionis), pertama kali muncul di artefak kuno Kode Hammurabi, menekankan persamaan derajat setiap orang di hadapan hukum, tidak bisa memakai uang untuk ganti kemalangan, adalah langkah maju dalam sejarah hukum. Namun, gigi ganti gigi, mata ganti mata bukan untuk memberikan kesempatan kepada orang untuk membalas secara pribadi, tetapi memberikan dasar kepada pengadilan untuk menjatuhkan hukuman. Prinsipnya adalah bahwa hukuman setimpal, tidak melebihi dari kejahatan.

Ayat 26-27, pemiliknya tidak boleh memperlakukan budaknya laki-laki atau budaknya perempuan dengan jahat, tidak boleh sewenang-wenang memberikan hukuman fisik (juga menghinanya?) Jika memukul sehingga menyebabkan kerusakan mata, atau menyebabkan salah satu gigi budaknya copot, maka karena alasan ini harus membiarkan budaknya laki-laki atau budaknya perempuan tersebut untuk pergi dengan bebas.

Renungkan:
(1) Hukum Taurat, pertama-tama adalah membawa orang menikmati kasih karunia Allah, lalu diikuti dengan ajaran bagaimana agar orang hidup berkenan kepada Allah, yang ketiga yaitu memperingatkan orang bahwa kejahatan itu mengerikan, membuat orang kehilangan rahmat kasih karunia Allah, tidak bisa berkenan kepada Allah, terlebih akan menerima hukuman yang mengerikan.
(2) Allah menghargai kehidupan dan martabat manusia, bahkan wanita, janin, dan budak harus dihormati dan dilindungi.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 21:1-11

Orang merdeka dan budak

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 21:1-11 [ITB])
1 Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.
7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. 8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan. 10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia. 11 Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa.

Keluaran 21:1-11 adalah yang bagian pertama dari Kitab Perjanjian (Keluaran pasal 21 – 23), pertama-tama menjabarkan hukum tentang pembebasan budak Ibrani. Artefak kode Timur Dekat kuno terkait urusan budak, menunjukkan bahwa sistem sosial semacam ini sangat umum pada waktu itu. Tetapi tidak ada artefak kode yang meletakkan ketentuan tentang melepaskan budak di bagian awal, seperti Kode Hammurabi meletakkan ketentuan pembebasan budak di bagian terakhir (ketentuan §§278-282).

Landasan hak asasi manusia. Alkitab begitu serius memperlakukan hamba, bukan untuk menyatakan setuju dengan perbudakan, tetapi untuk mengajarkan prinsip-prinsip yang lebih manusiawi, serta arah perbaikan sistem yang dilakukan, dapat melihat bahwa Allah memandang penting kebebasan orang. Kebebasan orang adalah dasar dari semua hak asasi manusia, untuk memastikan bahwa setiap orang berhak untuk mengejar kesetaraan dan kebahagiaan. Allah menebus dan menyelamatkan Israel menjadi dasar dari semua ketentuan hukum Allah.

Peraturan-peraturan Allah. Ayat 1 peraturan-peraturan (mišpāṭîm, bentuk tunggal adalah mišpāṭ), memiliki akar kata kerja šāpaṭ penghakiman, persidangan, kata ini memiliki arti berbagai aspek dari pemerintahan, pengadilan, penghakiman, ketentuan hukum, tanggung jawab hukum. Dalam Lima Kitab Musa (Pentateukh), kata peraturan Allah dapat mewakili semua hukum yang diberikan oleh TUHAN.

Pembebasan pribadi. Jika orang Ibrani menjual diri sebagai budak, batasnya adalah enam tahun. Kemudian dia bisa keluar dengan bebas. Kata kerja yāṣā’ keluar adalah kata yang sama dengan orang Israel yang dibebaskan keluar dari Mesir. Bagi seorang budak, secara individu kebebasan dari perbudakan adalah pengalaman pribadi keluar dari Mesir. Dan Kitab Ulangan memberikan peraturan bahwa jangan membiarkan hamba keluar dengan tangan kosong, dan bahwa sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya (Ulangan 15:14)

Melayani karena cinta kasih. Jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, dan ingin melayani tuannya sepanjang hidupnya, maka tuannya harus membawanya menghadap Allah (‘ĕlōhîm), dan menusuk telinganya dengan penusuk, selamanya menjadi hamba tuannya. Seperti yang dikatakan Ul. 6:4-5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu, orang-orang Israel karena cinta kasih menyembah satu-satunya Allah yang benar.

Renungkan:
(1) Kebenaran membebaskan orang, dalam kasih tidak ada rasa takut .
(2) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
(3) Sebagaimana Allah dengan kasih memperlakukan kita, kita harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sama. Jika tidak mengasihi saudara-saudari yang terlihat, bagaimana mungkin mengasihi Allah tidak dapat dilihat? (1 Yoh. 4:20)


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.