Tag Archives: Relasi yang Intim

Kidung Agung 1:5-8

Pengakuan diri

Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kid. 1:5-8 [ITB])
5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
8 Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Teks sebelumnya yang berbicara tentang perasaan kasih sayang dari tokoh utama wanita kepada tokoh utama pria, dan bagaimana dia tertarik dengan reputasi baik tokoh utama pria, juga membuat kita melihat tokoh utama wanita yang hangat dan penuh percaya diri, namun, di ayat 5-8 terdapat nada bicara yang berbeda dari empat ayat sebelumnya, ada pengakuan diri yang sedikit defensif; selain itu, mulai dari ayat 5, tokoh utama wanita untuk pertama kalinya menyebutkan putri-putri Yerusalem yang ia ajak bicara, jelas untuk menunjukkan bahwa mereka berasal dari kota dan bukan dari pedesaan. Sebenarnya, melanjutkan pembacaan, kita akan menemukan tokoh utama wanita berasal dari desa, oleh karena itu, dapat dikatakan ini adalah respons gadis desa kepada sejumlah orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

Berdasarkan konten, maka ayat 5-7 adalah pengakuan diri dari sang wanita, sedangkan ayat 8 sangat mungkin adalah tanggapan dari tokoh utama pria.
Perkenalan diri tokoh utama wanita di ayat 5-7 dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) ayat 5-6a dan (2) ayat 6b-7.

1. Terkait tentang ciri-ciri penampilan luar tokoh utama wanita
Budaya Timur Dekat Kuno, wanita dengan kulit berwarna putih dipandang cantik, oleh karena itu, kebanyakan wanita tidak mau terjemur menjadi hitam. Melanjutkan membaca, kita merasakan tokoh utama wanita ini jelas merasa tidak senang dirinya memiliki kulit kehitaman ; arti dari ayat 5b: Memang hitam aku, … seperti kemah orang Kedar, tetapi cantik seperti tirai-tirai orang Salma (kemah orang Kedar artinya tenda hitam, lalu tirai-tirai orang Salma adalah sinonim dan paralel dengan cantik). Mengapa kulit tokoh utama wanita begitu kehitaman? Ini karena saudara laki-lakinya (ayat 6b) memaksanya menjaga kebun-kebun anggur, sehingga paparan jangka panjang di bawah terik matahari, yang membuat kulitnya mengering hitam; saat ini, dia menghadapi pandangan menghina dari putri-putri Yerusalem , menyebabkan dia merasa tidak gembira.

2. Tentang keluarga asal tokoh utama wanita
Selain ciri-ciri penampilan dari tokoh utama wanita adalah hitam terjemur, mari kita lihat situasi di keluarga asalnya. Faktanya, interaksi antara anggota keluarga dia tidak terlalu salin bersesuaian: secara permukaan, mungkin karena dia disuruh bekerja oleh saudara-saudara laki-lakinya untuk merawat kebun-kebun anggur; sebenarnya, di dalam masyarakat Timur Dekat kuno dan Israel, saudara-saudara laki-laki adik memiliki peran sebagai pelindung dalam masalah pernikahan adik perempuan, menjaga kesucian adik perempuan sebelum menikah, tokoh utama wanita dalam hal ini jelas hendak memprotes sikap terlalu proteksi mereka, sehingga dia tidak menjaga kebun anggurnya sendiri ── frasa kebun anggur yang kedua secara makan yang luas adalah metafora tubuh wanita, dalam makan yang lebih sempit adalah metafora warna kulit dan penampilan yang menarik dari wanita. Tidak heran jika pemakaian kata-kata dari sang tokoh utama wanita juga cukup menarik, putera-putera ibuku bukan memakai sebutan saudara-saudara laki-lakiku, tetapi sebutan yang agak jauh, mungkin ini karena mereka jelas tidak berdiri di sisi yang sama!

Adapun ayat 7, bagaimana kita harus memahaminya? Sesungguhnya, wajar bagi pasangan kasih untuk berharap bertemu satu sama lain di siang hari. Tetapi perhatikan, tokoh utama wanita bukan sembunyi-sembunyi pergi ke tempat penggembalaan domba untuk mencari tokoh pria, sebaliknya, dia bertanya kepada dia di mana tempat dia berada, dan juga tidak perlu menutupi wajahnya (NIV, CUV Mandarin Why should I be like a veiled woman, ITB mengapa aku akan jadi serupa pengembara ). Dengan kata lain, tokoh utama wanita tentu saja ingin bertemu dengan tokoh utama pria, tetapi tetap menganggap bahwa harus sesuai dengan tata cara kesopanan. Dan respons tokoh utama pria di ayat 8 juga sangat hati-hati. Di satu sisi, dia menegaskan kecantikan dari sang tokoh wanita. Di sisi lain, agar tidak menimbulkan gosip, dia mengatakan agar sang wanita serta membawa anak-anak kambing, agar orang lain melihat bahwa mereka menggembalakan domba bersama-sama, bukan bertemu untuk berpacaran!

Renungkan:
Bahkan sang wanita merasa diperlakukan tidak adil di rumahnya, namun tetap menjaga kebun-kebun anggur saudaranya, dengan demikian dapat dilihat, kerelaan dirinya membuktikan kesetiaannya kepada kehidupan keluarga ── tidak berkeras atas hak dan keuntungan dirinya, pada saat yang sama, ia bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawabnya di rumah, menunjukkan pada kualitas hidup kerendahan hati dan ketaatan.

Seberapa penting pengakuan diri sang tokoh wanita bagi kita? Sesungguhnya, membangun relasi dekat yang intim tidak hanya berfokus pada kelebihan dan kekurangan saat ini, tetapi juga sangat penting bagi kedua orang memahami proses pertumbuhan dan lingkungan dari masing-masing individu. Karena dibangunnya relasi dekat yang intim kedua orang sebenarnya tanpa disadari adalah kombinasi bertemunya dua keluarga asli, yaitu dalam proses pertumbuhan, masing-masing dipengaruhi oleh pendidikan dan pengajaran keluarga asli, aturan yang mempengaruhi kebiasaan, nilai dan budaya, dll, semua ini akan terbawa oleh diri kita masing-masing ke dalam relasi dekat yang intim tersebut. Dengan demikian, mengenal diri sendiri adalah bagian yang sangat penting dari pembentukan relasi dekat yang intim ini.

Apakah kita semua benar-benar mengenal diri kita sendiri?


Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 2:1

「Relasi mendalam bapa dan anak」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 2:1 [ITB])
1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Ayat 2:1 Paulus menyebut Timotius anakku. Jangan meremehkan pentingnya sebutan ini. Yehuda, nenek moyang Yesus dan raja Daud, mengejar sebutan ini sepanjang hidupnya. Dalam masyarakat patriarkal kuno, orang sangat memandang penting ayah dan anak lebih daripada orang modern, tapi Yakub karena kebenciannya pada Lea, dia tidak mau mengakui bahwa Yehuda yang lahir dari Lea sebagai anak. Yakub berkata kepada Yehuda sebelum berangkat untuk membeli bahan makanan di Mesir, Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku (Kej. 44:27) Kedua anak itu adalah Yusuf dan Benyamin yang lahir dari istri tercintanya, Rahel. Implikasinya adalah bahwa Yehuda tidak dianggap sebagai anak! Yehuda menunggu sampai Yakub ayahnya meninggal, barulah mendapatkan pengakuan langsung dari Yakub atas identitas sebagai putranya. Kata-kata terakhir Yakub: Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? (Kej. 49:9)

Kurangnya penerimaan dan pengakuan dari seorang ayah dalam hidupnya mungkin juga menjadi luka bagi Timotius. Kisah Para Rasul mengatakan bahwa ibunya adalah seorang Yahudi, tetapi ayahnya adalah orang Yunani, dan Paulus mengkhawatirkan identitasnya sebagai campuran, dan hal ini dalam pelayanan misinya banyak dijadikan alasan oleh orang Yahudi untuk menentang dia, menuntut dia untuk melakukan sunat terlebih dahulu. Perjanjian Baru beberapa kali menyebutkan ibunya yang adalah orang percaya tetapi tidak lagi menyebutkan ayahnya. Banyak peneliti Alkitab berpendapat bahwa ayahnya mungkin bukan orang percaya, setidaknya bukan orang percaya yang antusias, yang mungkin sangat tidak setuju terhadap pelayanannya sebagai misionaris yang hidup di perantauan.

Jika Timotius benar-benar tidak diterima dan mendapatkan pengakuan dari ayah jasmaninya, dia sepenuhnya mendapatkannya dari Paulus ayah rohaninya. Sebagai seorang pemuda, Timotius telah menghabiskan lima belas tahun paling energik dalam hidupnya sepenuhnya di tim inti Paulus. Dia adalah murid utama langsung dari Paulus dan tangan kanan yang paling terpercaya, yang lebih penting, Paulus tulus menganggap Timotius sebagai anaknya sendiri. Di surat 1 Timotius 1:2, Paulus memanggilnya Timotius, anakku yang sah di dalam iman, di ayat tersebut ditekankan anakku yang sah (atau ITL yang sebenar-benar menjadi anakku di dalam iman), karena dia diberi wewenang untuk menangani ajaran yang salah di gereja Efesus. Kemartiran sudah dekat, dan 2 Tim. 1:2 menggunakan nama yang lebih sederhana dan lebih langsung, tetapi lebih akrab, anakku yang kekasih, di 2 Tim. 2:1 bahkan lebih sederhana lagi langsung menyebut hai anakku.

Saat ini saya memimpin lima kelompok pelatihan pemuridan, salah satunya adalah mentor persekutuan ketika saya masih di sekolah menengah pertama, dan kelompok pemuridan didirikan di sekolah menengah atas. Sudah berlangsung selama 13 tahun, dan sekarang ada hampir 20 orang. Salah satunya mengambil sekolah teologi, dua pergi ke luar negeri untuk menjadi misionaris, dan lima menjadi pemimpin persekutuan. Kelompok ini membuat video pendek dan memberikannya kepada saya pada Hari Ayah yang lalu. Di bagian awal, mereka berkata, Bagi kami, engkau adalah bukan hanya seorang profesor dari Cambridge. Engkau adalah ayah rohani kami.

Saya membalas pesan teks kepada mereka: Sudah lebih dari sepuluh atau dua puluh tahun, dan perjalanan yang kita lalui bersama sama sekali tidak mudah! Saya benar-benar percaya dalam hati bahwa setiap orang dari antara kalian adalah anak rohani saya, seperti yang dikatakan Paulus, setiap hari masing-masing dari kalian ada di hatiku, tidak jarang di malam hari karena saya mengkhawatirkanmu, saya tidak bisa tidur! Terima kasih kalian telah menerima saya! Saya yang tidak cukup seperti seorang ayah memiliki segala macam kekurangan, sebenarnya, saya hanya berusaha mencintaimu dengan kasih Bapa Surgawi. Saya harap kalian dapat menemukan penghiburan dan kepuasan sejati dalam pelukan Bapa surgawimu.

Renungkan:
Apakah Anda mendapatkan penerimaan dan pengakuan diri dari ayah jasmani Anda sendiri? Apakah Anda memiliki ayah atau ibu rohani dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia menemukan penghiburan dan kepuasan sejati dalam pelukan Bapa surgawi Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 1:39

「Datanglah dan kamu akan melihatnya」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:39 [ITB])
39 Ia berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihatnya. Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Terhadap pertanyaan para murid Rabi, di manakah Engkau tinggal?, inilah jawaban Yesus: Datang dan lihatlah! (Come and see) (ἔρχεσθε καὶ ὄψεσθε érchesthe kaí ópsesthe). Bahasa Yunani aslinya hanya menggunakan dua kata kerja yang berbeda: datang dan melihat. Datang menggunakan bentuk kata kerja sekarang (present tense) dalam bentuk perintah; lihatlah menggunakan bentuk kata kerja akan terjadi (future tense) dalam bentuk deskripsi. Jelas, ada hubungan kausal sebab akibat antara keduanya: tanpa datang, tidak ada melihat. Melihat adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari datang. Yesus meminta para murid untuk datang, dan melihat itu adalah hasil dari kesediaan mereka untuk menanggapi perintah ini.

Ini adalah kausalitas sebab akibat yang sederhana namun penting. Tentu saja, inti dari perikop ini jelas bukan berkunjung untuk melihat rumah Yesus sebagai unit rumah contoh. Sebenarnya apa yang dilihat para murid ketika mereka tinggal bersama Yesus pada hari ini? Seperti yang dibagikan kemarin, para murid dapat hidup bersama Yesus, ini adalah hubungan yang lebih dalam dan makin mendalam. Meskipun teks tidak menjelaskannya secara rinci, kita percaya bahwa para murid harus banyak melihat.

Faktanya, kata melihat (ὁράω oráo) digunakan 82 kali dalam Injil Yohanes, dan ini merupakan kata yang penting:
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (1:18)
… Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (1:29)
aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah (1:34)
… Lihatlah Anak domba Allah!”! (1:36)
… sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah (3:3)

Dari perspektif retorika sastra, Injil Yohanes menekankan pada melihat — melihat Tuhan — bukan hanya mengetahui, percaya, memahami, mengikuti, dan mengamati, tetapi juga melihat. Tentunya melihat ini belum tentu visual dengan mata telanjang, terkadang bisa melihat dari hati. Bagaimanapun, melihat adalah hal yang sangat intuitif dan langsung.

Injil Yohanes menggunakan kata melihat untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan: Lihatlah! Ini tepat menunjukkan bagaimana kita menghubungi Tuhan. Tidak perlu harus melalui proses pemahaman atau ditafsirkan, terlebih tidak dibutuhkan bahasa. Kita telah melihat kemuliaan-Nya — Anda tidak dapat memahaminya, dan Anda belum menceritakannya, tetapi Anda telah melihatnya. Anda tidak perlu menjelaskan, Anda hanya diterangi, diubahkan, dan ditransformasikan.

Renungkan:
Terkadang hubungan kita dengan Tuhan melebihi akal dan pemahaman kita. Kita baru saja melihat. Ketika kita melihat kemuliaan Tuhan, kerajaan Tuhan, dan Tuhan sendiri, kita secara alami diubahkan, dan ditransformasikan — itu bukanlah sesuatu yang dapat kita kendalikan dengan akal. Pra-syarat yang harus kita lakukan agar dapat melihat adalah: datanglah!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:13, 19-24

「Doa Syafaat dan Pengampunan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:13, 19-24 [ITB])
13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, … 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari.
20 Berfirmanlah TUHAN: Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. 21 Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: 22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya. 24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya …

(Bacalah Bilangan 14:10-39, klik untuk membaca.)
Bil. 14:11-25 mencatat Musa menjadi pengantara berdoa syafaat bagi bangsa ini di hadapan TUHAN. Bangsa ini telah menista Allah karena mereka tidak percaya kepada-Nya, Dia hendak memukul mereka dengan wabah, dan kemudian membuat keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka (ayat 12). Musa, seperti halnya insiden anak lembu emas, tidak setuju dengan usulan TUHAN untuk mengubah keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka, tetapi mengambil kesempatan pertama-tama berdoa syafaat bagi bangsa ini.

Pertama-tama, ia mengajukan kepada Allah bahwa karena TUHAN telah menggunakan tangan-Nya yang perkasa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dan tentu saja pekerjaan-Nya yang sudah diawali hendaknya diselesaikan sampai akhir (ayat 13, lihat juga Kel 32:11).

Kedua, ia meminta Allah memperhatikan nama-Nya karena orang Mesir akan berkata, TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun (ayat 16, lih. Kel. 32:12)

Terakhir, dan yang paling penting, ia memohon Allah mendeklarasikan (menyatakan) oleh diri Allah sendiri bahwa TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, yang merupakan alasan pengampunan bagi bangsa ini: Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari. (ayat 19, lih. Kel. 34:6-7), di antaranya sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu adalah penggunaan yang unik sehubungan dengan kasih yang setia dan besar dari TUHAN Pemelihara perjanjian (covenantal love), yang merupakan suatu anugerah yang tidak layak didapatkan manusia. Dan kata kerja mengampuni (sālaḥ), dalam Alkitab hanya digunakan oleh Allah, hanya Tuhan sebagai subjek pelaku kata kerja ini, karena hanya Tuhan yang memiliki hak berdaulat untuk mengampuni.

Jawaban TUHAN jelas dan keras. Dia berkata, Aku mengampuninya (sālaḥ) sesuai dengan permintaanmu (ayat 20) berarti bahwa dia tidak akan menjatuhkan wabah dan memukul habis bangsa ini, dan hanya sepuluh mata-mata yang tidak percaya itu yang meninggal karena wabah. Tetapi bagi bangsa ini Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami …. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu … (ayat 30, 34) sampai mereka semua jatuh di padang belantara. Hanya Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang setia, yang bisa memasuki tanah Kanaan. TUHAN secara khusus memuji Kaleb, menyejajarkan dia dengan Musa abdi Allah, dan memanggilnya hamba-Ku (ayat 24), karena ia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati.

Paragraf ini menggunakan kata bangsa ini (hā‘ām hazzeh) tujuh kali (ayat 11, 13, 14, 15, 16, 19 [2 kali]), sebuah istilah yang menandakan hubungan sangat jauh (sangat tidak intim). TUHAN bahkan menyebut mereka kumpulan yang jahat (Inggris wicked congregation, ITB umat yang jahat) (ayat 27 dan 35).

Renungkan:

Orang Israel yang mengikuti Musa keluar dari Mesir ditolak haknya untuk memasuki Tanah Perjanjian Kanaan karena ketidakpercayaan dan sungut-sungut. Dibebaskan dari perbudakan Mesir tampaknya sudah sama sekali kehilangan artinya, kehidupan mereka habis di padang belantara sampai tua.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:3-14

「Perbuatan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus sebelum memberikan pelajaran kepada saudara dan saudari, pertama-tama ia mewakili saudara dan saudari menaikkan pujian kepada Tuhan, memuji perbuatan Tuhan yang ajaib di atas diri mereka. Benar adanya, semuanya dimulai dari tindakan Allah, dan iman Kristen tidak dimulai dengan mengatakan apa yang akan kita lakukan untuk Tuhan, dengan melakukan untuk mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi dengan menegaskan apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita. Kita terlebih dahulu harus mengenal tindakan Tuhan, terutama apa yang Dia genapkan dalam diri kita. Saudara dan saudari, kita semua merupakan tindakan Tuhan, yang digenapkan di dalam Kristus. Hanya ketika diri kita merupakan tindakan Tuhan, kita dapat berbicara tentang melakukan apa untuk Dia.

Tindakan Tuhan di dalam diri kita, tentu saja merupakan kasih karunia-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita 「segala berkat rohani」 (Ef. 1:3), dan dalam terjemahan CUVT mandarin frasa 「berbagai berkat rohani」 harus diterjemahkan sebagai 「segala berkat rohani」(seperti dalam ITB). Paulus tidak sedang menghitung berkat-berkat yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita: memiliki orang tua yang baik, keluarga bahagia, tubuh yang sehat, tentu saja semua itu penting, tapi Paulus menekankan 「segala」, yakni segala hal, semua pengaturan, termasuk apa yang kita tidak sukai yang kita pikir adalah kutukan, yang bukan bagian dari kasih karunia. Seumur hidup kita semua adalah kasih karunia, bukan hanya sebagian saja merupakan kasih karunia, tetapi semuanya adalah kasih karunia. Ef. 1:3-14 membicarakan apa yang Allah (Roh Kudus) telah genapkan atau yang akan genapkan di tengah-tengah orang-orang percaya, mulai dari penciptaan dunia sampai akhir dunia.

Berkat dan kasih karunia yang bagaimana? Yang pertama adalah pemilihan. Ef. 1:4 memberitahu kita bahwa Tuhan telah 「memilih kita di dalam Kristus」 sebelum dunia diciptakan. Kita dipilih oleh Allah. Pemilihan ini adalah sebelum kita diciptakan, hubungan Tuhan dengan kami jauh sebelum kita mengenal Dia, jauh sebelum kita mengenal diri kita sebelumnya, jauh sebelum diri kita ada.

Yang kedua adalah pengudusan. Tuhan tidak hanya memilih kita, tetapi juga menjadikan kita kudus: 「supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.」 Untuk menjadi suci kudus adalah konsekuensi dari kita diberkati, adalah hasil dari apa yang Allah telah perbuat atas diri kita, bukan dicapai dari usaha kita sendiri. Paulus tidak mengatakan bahwa kita mengandalkan bersandar pada perilaku moral untuk mencapai kekudusan, mencapai kekudusan adalah oleh karena kasih karunia yang Allah genapkan atas diri kita, bahwa Ia telah mengadakan relasi yang intim dengan kita, dan Dia telah berbagi kekudusan dan kesempurnaan diri-Nya kepada kita.

Alkitab menyebutkan pengudusan, terutama merujuk kepada pengudusan pasif, bukan pengudusan aktif; Ini adalah pembentukan hubungan, bukan tentang kesempurnaan tindakan moral. Kekudusan adalah sifat yang hanya dimiliki Allah, Dia adalah Sang Mahakudus Israel (The Holy), hanya dengan terhubung kepada Dia saja, barulah dapat berbagi kekudusan-Nya (kita tidak bisa memiliki kekudusan jika terlepas dari Tuhan kita). Dapat diumpamakan hubungan antara magnet dan besi sebagai metafora, besi sendiri tidak memiliki daya magnet, hanya ketika besi dan magnet terhubung barulah besi bisa berbagi daya tarik magnet, tetapi jika besi memiliki daya magnet, daya magnet ini bukan miliknya, begitu besi terpisah dari magnet, maka daya magnet segera hilang pada waktu itu juga. Demikian pula, ketika kita terhubung dengan Tuhan, kita berbagi kesucian Allah, tetapi itu bukan milik kita, dan jika kita terpisah dari Allah maka tidak ada lagi kesucian kekudusan. Yesus berkata, 「Akulah pokok anggur, engkau adalah cabang dan engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa aku.」 Jika kita terlepas dari Kristus, kita tidak lagi suci kudus.

Ini menyebutkan bahwa Allah menjadikan kita suci, menekankan bahwa Allah telah memisahkan kita. 「Dipisahkan untuk menjadi kudus」 yakni ada pemisahan barulah dapat menjadi kudus. Kita adalah kumpulan yang unik, saat dilahirkan ibu sudah menjadi unik, Allah sudah memisahkan kita untuk menjadi kudus, kita berbeda dari orang lain.

Berkat rohani ketiga adalah membawa hak bagian menjadi anak-anak-Nya. Dari pemilihan sampai dipisahkan untuk dikuduskan, kita diterima sebagai anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita tidak karena diciptakan sehingga menjadi anak-anak Allah, tetapi karena penebusan keselamatan Kristus maka kita diterima sebagai anak-anak Allah. Iman Kristen tidak menyatakan bahwa semua manusia adalah anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah bukan karena diciptakan, tetapi karena penebusan.

Berkat keempat adalah keselamatan Yesus Kristus. 「Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.」 (Ef. 1:7-8) Ini adalah Injil, dan kita akan menguraikannya lebih terperinci di pasal 2.

Renungkan:

1. Cobalah menunjukkan empat tindakan Allah yang Ia genapkan dalam perjalanan iman Anda pribadi?

2. Bagaimana pendapat dan pengalaman Anda tentang orang-orang Kristen dikuduskan karena persatuan dengan Kristus, Kristus telah meminta kita untuk terhubung erat dengan Dia?


Daftar renungan pemahama  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 13:1-14

「Perumpamaan Ikat Pinggang dan Buyung Anggur」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 13:1-14 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN kepadaku: Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air! 2 Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. 3 Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: 4 Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu! 5 Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. 6 Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana! 7 Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.
8 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. 10 Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun. 11 Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
12 Katakanlah kepada mereka firman ini: 『Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur!』 Dan jika mereka berkata kepadamu: 『Masakan kami tidak tahu betul, bahwa setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur?』, 13 maka katakanlah kepada mereka: 『Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seluruh penduduk negeri ini akan Kupenuhi dengan kemabukan: para raja yang duduk di atas takhta Daud, para imam, para nabi dan seluruh penduduk Yerusalem. 14 Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun.』

Terdapat 5 peringatan dalam Yeremia 13, memiliki tema umum adalah kekalahan perang dan penawanan. Ayat 1-11 adalah peringatan perumpamaan ikat pinggang, ayat 2-14 peringatan perumpamaan buyung anggur, ayat 15-17 menasihati orang-orang Israel agar tidak sombong, mematuhi peringatan kata-kata Tuhan, ayat 18-19 adalah peringatan bahwa Yehuda akan menghadapi kehancuran, terakhir ayat 20-27 adalah sebuah peringatan tentang nasib orang-orang Israel dari kerajaan Yehuda.

Latar belakang perikop adalah waktu Yoyakhin raja Yehuda masih berkuasa, dan itu adalah masa Yehuda sedang berperang dengan Babel. Yoyakhin hanya bertakhta tiga bulan, karena kekuatan musuh sehingga Yoyakhin menyerah dan dilengserkan. Ia memegang pemerintahan hanya untuk waktu yang sangat singkat, tetapi dalam 2 Raj. 24:9 menunjukkan bahwa 「Yoyakhin melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, melakukan semua yang dilakukan oleh ayahnya.」 Meskipun dalam situasi seperti ini, nabi Yeremia masih berusaha segenap tenaga berdedikasi menyampaikan pesan dari Tuhan, tapi usahanya jelas tidak dihargai oleh orang-orang Yehuda.

Ayat 1-14 berisi dua perumpamaan, yakni perumpamaan ikat pinggang dan buyung anggur. Dalam literatur Perjanjian Lama, penulis sering menggunakan puisi untuk menyampaikan berita dari Tuhan dan mengekspresikan perasaan hati terdalamnya, selain itu teknik sastra lain yang digunakan adalah perumpamaan, yang bertujuan untuk membantu pendengar memahami isi pesan dan memperdalam kesan. Selain itu, perumpamaan juga adalah metode pengajaran yang sering dipakai oleh Tuhan Yesus, seperti yang dikatakan dalam Markus 4:33 「Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka.」

Ayat 1-11 adalah perumpamaan pertama, dan Tuhan memerintahkan Yeremia: 「Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!」 Linen adalah kain yang dipakai untuk membuat pakaian paranabi dan imam (lihat Kel. 28:39), dan nabi Yeremia melakukan hal tersebut. Kemudian Tuhan menyuruh Yeremia menyembunyikan ikat pinggang linen tersebut di celah-celah bukit batu di sungai Efrat, dan Yeremia juga melakukan sesuai perintah. Karena jarak antara sungai Efrat dengan rumah Yeremia adalah hampir 700 kilometer, jadi beberapa sarjana berpikir itu seharusnya berarti sungai 「Perath」, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Anatot.

「Sembunyikan ikat pinggang di celah-celah bukit batu」 Gua-gua batu ini awalnya digunakan oleh orang-orang untuk menyembah berhala (Yer. 16:16-17), ikat pinggang yang melambangkan imam yang suci disembunyikan di tempat penyembahan berhala, ini adalah tindakan yang menodai kesucian kekudusan Tuhan, juga mengatakan bahwa iman orang Israel terhadap Tuhan telah benar-benar rusak.

Setelah beberapa hari, Tuhan memerintahkan Yeremia mengambil kembali ikat pinggang, hasilnya adalah 「ikat pinggang telah rusak, tidak berguna」 yang artinya sudah membusuk secara sangat ekstrim. Ini mengumpamakan orang-orang Israel karena kejahatan penyembahan berhala, telah membusuk sampai pada taraf tidak dapat digunakan oleh Tuhan. Ikat pinggang linen yang indah awalnya diikatkan pada pinggang imam, melambangkan kedekatan dan keindahan relasi Tuhan dengan Israel; tapi sekarang karena menyembah berhala, telah membuat mereka menjadi busuk bobrok, hanya layak dibuang oleh Tuhan.

Ayat 12-14 adalah perumpamaan kedua, perumpamaan buyung anggur, 「semua buyung akan dipenuhi dengan anggur」 adalah perumpamaan bahwa raja, imam, nabi orang-orang Israel, dan semua orang Yerusalem adalah seperti mabuk karena buyung anggur yang diisi penuh, semua orang kehilangan arah, saling bentrok, dan masyarakat menjadi kacau karena kehilangan aturan, dan akhirnya dimusnahkan orang. Perumpamaan ini juga terkait dengan penghakiman dari Tuhan karena Alkitab sering menggambarkan beratnya hukuman Tuhan dengan anggur yang memusingkan (Maz. 60:3; Yes. 51:17; Yer. 25:17, 27; Yehezkiel 23:31-34).

Renungkan:

1. Perumpamaan ikat pinggang adalah untuk mengatakan bahwa sebuah tugas yang awalnya mulia, tapi karena dosa menjadi sesuatu yang tidak berguna dipakai Tuhan. Apakah Anda bersedia seperti ikat pinggang yang erat kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan, agar menjadi suci dan sesuai untuk dipakai Tuhan?

2. Puas diri mampu mencukupi diri sendiri, tak mau menerima kendali, orang yang mengejar perkenan diri sendiri adalah orang yang penuh dengan anggur, dan ketika orang-orang yang ada di sekitar juga sama semua demikian, bahaya dan kehancuran tidak jauh dari mereka. Bagaimana kondisi Anda hari ini? Dan bagaimana dengan pasangan (atau teman) Anda?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Mazmur 123:3-4

「Penantian」 Hamba

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maz. 123:1-4 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
3Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Maz. 123:3-4 cukup spesial: bersama dengan akhir ayat 2, Pemazmur di sini total tiga kali meminta 「belas kasihan」 dari TUHAN Allah, kemudian ayat 3-4 juga dua kali menyebutkan bahwa kita telah mengalami ejekan dari orang yang hidup nyaman dan penghinaan dari orang sombong. Suara dan nada Pemazmur, seolah-olah teriakannya belum terdengar oleh Allah, oleh karena itu, berharga untuk direnungkan: sebenarnya apakah Tuhan akan begitu kejam, menempatkan para pengikut-Nya hidup matinya mereka seakan di luar urusan diri-Nya? Selain itu, bagaimana kedua ayat ini berhubungan dengan 「melayangkan mata berharap」 di ayat 1-2?

Pada kenyataannya, yang dibicarakan dalam ayat 2 oleh Pemazmur tentang hamba 「melayangkan mata berharap」 kepada tuannya, mengingatkan kita bahwa terdapat hubungan yang sangat intim antara peziarah dan Tuhan. Dalam hubungan antara Allah dan peziarah ini memastikan bahwa ketika kita masuk ke dalam keadaan tersebut di ayat 3-4, kita tetap tidak perlu takut, karena Allah yang berpegang pada perjanjian-Nya yang penuh kasih adalah Allah yang setia tidak pernah berubah, dan kita ternyata selalu tinggal berada di tangan seorang Tuan yang lebih baik dan lebih ajaib. Dengan kata lain, Tuhan tidak hanya tidak memperlakukan kita seperti orang luar yang tidak ada sangkut paut dengan diri-Nya, Ia menempatkan kita di dalam hati-Nya, mengurus, membimbing, dan mengasihi melindungi kita. Apa yang perlu kita ingat dengan sungguh-sungguh? Ternyata, kita semua sudah tinggal di bawah 「belas kasih」.

Para peziarah sudah mengalami asam pahitnya perjalanan ziarah, dan hari ini mereka akhirnya sampai ke tempat ini ─ rumah Tuhan; oleh karena itu ia tidak lagi perlu bertanya lagi, 「dari manakah datangnya pertolonganku?」 Saat ini yang harus ia ketahui dan tidak boleh lupa adalah bahwa saat ia menyelesaikan perjalanan Ziarah, meninggalkan Bait Allah, sekali lagi kembali kepada kehidupannya, TUHAN tetap masih merupakan sumber kekuatan dirinya, dan akan berkelanjutan tiada henti menyertai bersama dirinya.

Apakah TUHAN Allah akan mengabaikan para peziarah? Tentu saja tidak!

Renungkan: Apakah hamba masih harus 「menantikan」? Mungkin ketika kita tidak melupakan bahwa kita telah tinggal di bawah 「belas kasihan」 dan telah terus menerus berada dalam pemeliharaan Tuan, kita akan tahu bahwa bahkan jikalaupun jalan di depan sangat sulit untuk dilalui, namun dengan bantuan Tuan yang bertakhta di sorga, kita pasti akan mampu menyelesaikan perjalanan.

Apa kesulitan kita jumpai? Mohon Tuhan menolong kita!