「Pengakuan diri」
Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kid. 1:5-8 [ITB])
5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
8 Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.
Teks sebelumnya yang berbicara tentang perasaan kasih sayang dari tokoh utama wanita kepada tokoh utama pria, dan bagaimana dia tertarik dengan 「reputasi baik」 tokoh utama pria, juga membuat kita melihat tokoh utama wanita yang hangat dan penuh percaya diri, namun, di ayat 5-8 terdapat nada bicara yang berbeda dari empat ayat sebelumnya, ada pengakuan diri yang sedikit 「defensif」; selain itu, mulai dari ayat 5, tokoh utama wanita untuk pertama kalinya menyebutkan 「putri-putri Yerusalem」 yang ia ajak bicara, jelas untuk menunjukkan bahwa mereka berasal dari 「kota」 dan bukan dari 「pedesaan.」 Sebenarnya, melanjutkan pembacaan, kita akan menemukan tokoh utama wanita berasal dari 「desa」, oleh karena itu, dapat dikatakan ini adalah respons gadis desa kepada sejumlah orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Berdasarkan konten, maka ayat 5-7 adalah pengakuan diri dari sang wanita, sedangkan ayat 8 sangat mungkin adalah tanggapan dari tokoh utama pria.
「Perkenalan diri」 tokoh utama wanita di ayat 5-7 dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) ayat 5-6a dan (2) ayat 6b-7.
1. Terkait tentang ciri-ciri penampilan luar tokoh utama wanita
Budaya Timur Dekat Kuno, wanita dengan kulit berwarna putih dipandang cantik, oleh karena itu, kebanyakan wanita tidak mau terjemur menjadi hitam. Melanjutkan membaca, kita merasakan tokoh utama wanita ini jelas merasa tidak senang dirinya memiliki kulit 「kehitaman」 ; arti dari ayat 5b: 「Memang hitam aku, … seperti kemah orang Kedar, tetapi cantik seperti tirai-tirai orang Salma」 (「kemah orang Kedar」 artinya 「tenda hitam」, lalu 「tirai-tirai orang Salma」 adalah sinonim dan paralel dengan 「cantik」). Mengapa kulit tokoh utama wanita begitu 「kehitaman」? Ini karena 「saudara laki-lakinya」 (ayat 6b) memaksanya 「menjaga kebun-kebun anggur」, sehingga paparan jangka panjang di bawah terik matahari, yang membuat kulitnya mengering hitam; saat ini, dia menghadapi 「pandangan menghina」 dari 「putri-putri Yerusalem」 , menyebabkan dia merasa tidak gembira.
2. Tentang keluarga asal tokoh utama wanita
Selain ciri-ciri penampilan dari tokoh utama wanita adalah 「hitam terjemur」, mari kita lihat situasi di keluarga asalnya. Faktanya, interaksi antara anggota keluarga dia tidak terlalu salin bersesuaian: secara permukaan, mungkin karena dia disuruh bekerja oleh 「saudara-saudara laki-lakinya」 untuk merawat kebun-kebun anggur; sebenarnya, di dalam masyarakat Timur Dekat kuno dan Israel, saudara-saudara laki-laki adik memiliki peran sebagai pelindung dalam masalah pernikahan adik perempuan, menjaga kesucian adik perempuan sebelum menikah, tokoh utama wanita dalam hal ini jelas hendak memprotes sikap 「terlalu proteksi」 mereka, sehingga dia tidak menjaga 「kebun anggurnya sendiri」 ── frasa 「kebun anggur」 yang kedua secara makan yang luas adalah metafora 「tubuh wanita」, dalam makan yang lebih sempit adalah metafora 「warna kulit dan penampilan yang menarik dari wanita.」 Tidak heran jika pemakaian kata-kata dari sang tokoh utama wanita juga cukup menarik, 「putera-putera ibuku」 bukan memakai sebutan 「saudara-saudara laki-lakiku」, tetapi sebutan yang agak jauh, mungkin ini karena mereka jelas tidak berdiri di sisi yang sama!
Adapun ayat 7, bagaimana kita harus memahaminya? Sesungguhnya, wajar bagi pasangan kasih untuk berharap bertemu satu sama lain di 「siang hari」. Tetapi perhatikan, tokoh utama wanita bukan 「sembunyi-sembunyi」 pergi ke tempat penggembalaan domba untuk mencari tokoh pria, sebaliknya, dia 「bertanya」 kepada dia di mana tempat dia berada, dan juga tidak perlu 「menutupi wajahnya」 (NIV, CUV Mandarin 「Why should I be like a veiled woman」, ITB 「mengapa aku akan jadi serupa pengembara」 ). Dengan kata lain, tokoh utama wanita tentu saja ingin bertemu dengan tokoh utama pria, tetapi tetap menganggap bahwa harus sesuai dengan tata cara kesopanan. Dan respons tokoh utama pria di ayat 8 juga sangat hati-hati. Di satu sisi, dia menegaskan 「kecantikan」 dari sang tokoh wanita. Di sisi lain, agar tidak menimbulkan gosip, dia mengatakan agar sang wanita serta membawa anak-anak kambing, agar orang lain melihat bahwa mereka menggembalakan domba bersama-sama, bukan bertemu untuk berpacaran!
Renungkan:
Bahkan sang wanita merasa diperlakukan tidak adil di rumahnya, namun tetap menjaga 「kebun-kebun anggur」 saudaranya, dengan demikian dapat dilihat, 「kerelaan」 dirinya membuktikan kesetiaannya kepada kehidupan keluarga ── tidak berkeras atas hak dan keuntungan dirinya, pada saat yang sama, ia bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawabnya di rumah, menunjukkan pada kualitas hidup 「kerendahan hati」 dan 「ketaatan」.
Seberapa penting 「pengakuan diri」 sang tokoh wanita bagi kita? Sesungguhnya, membangun 「relasi dekat yang intim」 tidak hanya berfokus pada kelebihan dan kekurangan saat ini, tetapi juga sangat penting bagi kedua orang memahami proses pertumbuhan dan lingkungan dari masing-masing individu. Karena dibangunnya 「relasi dekat yang intim」 kedua orang sebenarnya tanpa disadari adalah kombinasi bertemunya dua keluarga asli, yaitu dalam proses pertumbuhan, masing-masing dipengaruhi oleh pendidikan dan pengajaran keluarga asli, aturan yang mempengaruhi kebiasaan, nilai dan budaya, dll, semua ini akan terbawa oleh diri kita masing-masing ke dalam 「relasi dekat yang intim」 tersebut. Dengan demikian, 「mengenal diri sendiri」 adalah bagian yang sangat penting dari pembentukan 「relasi dekat yang intim」 ini.
Apakah kita semua benar-benar mengenal diri kita sendiri?
Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.