Tag Archives: Injil Lukas

Lukas 24:30-35

「Perjalanan rohani」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Lukas 24:30-35 [ITB])
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon. 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 5:1-11

「Jalur pelayanan yang benar-benar baru」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Lukas 5:1-11 [ITB])
1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. 5 Simon menjawab: Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa. 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia. 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 23:39-43

「Keselamatan karena iman: Yesus dan penjahat yang sekarat」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 23:39-43 [TB])
39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami! 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. 42 Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. 43 Kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Ayat ini menekankan dua hal utama: pertama, seorang penjahat yang sedang sekarat secara terbuka mengakui dosanya dan dengan iman bertobat, sehingga menjadi teladan orang yang mendapatkan anugerah keselamatan; kedua, Yesus sendiri menegaskan kebenaran keselamatan dibenarkan oleh iman, dan menyatakan bahwa siapa pun yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya pasti akan diselamatkan, bahkan pada saat-saat terakhir.

Penjahat narapidana itu, di ambang kematiannya, mengaku bahwa Yesus adalah Kristus, tanpa dosa, dan Raja. Pada saat itu, identitas Yesus sebagai Kristus diejek oleh orang banyak, para prajurit berkata, Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu! Para pemimpin berkata, Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah. Narapidana lain juga mengejek Yesus. Sementara orang banyak tidak percaya, narapidana ini sendirian membela ketidakbersalahan Yesus, mengatakan bahwa Dia tidak melakukan kesalahan apa pun dan menyangkal tuduhan dari otoritas Romawi dan imam besar. Orang percaya ini memiliki keyakinan yang jelas tentang identitas inti Kristus: percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Raja, dan bahwa kerajaan-Nya bukan termasuk kekuasaan duniawi.

Terpidana mati itu, di ambang kematiannya, secara terbuka mengaku dan bertobat, mengakui bahwa eksekusi dirinya dan orang lain adalah hukuman yang adil; sebaliknya, terpidana mati lainnya tetap tidak bertobat, terus mengejek Yesus. Betapa berharganya pengakuan tulus orang percaya ini!

Pertobatan seorang narapidana di ranjang kematiannya menunjukkan kebenaran keselamatan oleh karena iman. Hidupnya dipenuhi dosa, dan ini adalah saat-saat terakhirnya; ia tidak mungkin diselamatkan melalui perbuatan baik, tetapi ia dapat diselamatkan oleh karena iman dan masuk Surga. Kesaksian ini menghibur banyak orang beriman yang sedang sekarat dan keluarga mereka.

Janji Yesus, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus, menegaskan kebenaran pembenaran oleh karena iman. Tidak peduli seberapa dalam dosa seseorang atau seberapa terlambat pertobatannya, selama seseorang benar-benar percaya, ia dapat diselamatkan. Janji ini membawa tiga pengingatan utama:

1. Sifat Injil yang langsung: Sekalipun seseorang percaya kepada Tuhan pada detik menjelang kematiannya, ia dapat masuk surga pada hari itu; tetapi ini tidak mendorong penundaan, karena penundaan itu sendiri adalah ketidakpercayaan.

2. Kepastian Injil: Orang berdosa yang bertobat diselamatkan hanya oleh karena iman, bukan oleh perbuatan setelah iman atau tindakan perbaikan lainnya.

3. Sifat universalitas Injil: setiap orang dapat diselamatkan oleh karena iman, bahkan narapidana hukuman mati yang paling berdosa sekalipun.

Betapa berharganya janji-janji Yesus! Injil-Nya memberkati semua orang!

Doa:
Bapa Surgawi, betapa besar penghiburan yang diberikan oleh janji Tuhan Yesus kepada orang berdosa yang bertobat bahkan yang di ambang kematiannya! Bahwa kita dapat dibenarkan oleh karena iman dan masuk ke Firdaus adalah anugerah besar yang diberikan-Mu secara cuma-cuma. Doronglah kami untuk memanfaatkan setiap saat dalam membagikan Injil, karena kami tahu bahwa kapan pun, siapa pun yang benar-benar bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, dapat diselamatkan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.

Refleksi:
Para murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri, Yudas mengkhianati-Nya, Petrus menyangkal Dia — tidak seorang pun membela-Nya. Hanya orang yang bertobat ini, di ambang kematiannya, yang membela Yesus, membela kesucian dan kemurnian-Nya, percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Kesaksian ini sungguh indah: pada saat Kristus paling dipermalukan, ketika Ia sendiri dihukum di kayu salib, penjahat ini memberikan pengakuan yang telah menggerakkan generasi demi generasi. Kiranya Tuhan menganugerahkan kepadaku iman yang teguh yang sama, bahkan sampai mati!

(Lihat Spurgeon: Pencuri yang Sekarat dalam Sudut Pandang Baru (The Dying Thief in a New Light))


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 22:39-45

「Berlutut di taman Getsemani pada malam hari, keringat menetes seperti darah, merasakan kepahitan cawan sendirian, sendirian menanggung tugas kehendak Bapa」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 22:39-45 [TB])
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

Di malam yang paling gelap sekalipun, kesepian seringkali menerjang masuk ke dalam hati kita! Dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang berbahaya, kita membutuhkan teman, ada jalan untuk berlimdung! Namun, kita seringkali memulai perjalanan sendirian, menanggung beban kita sendirian. Ini berlaku bagi orang Kristen, dan terlebih lagi bagi para pemimpin! Di masa-masa paling berbahaya dalam hidup dan pelayanan, tidak dapat menahan hati untuk tidak meratap, Betapa kesepiannya! Banyak kesulitan tidak dapat dibagikan kepada orang lain, tidak ada yang memahami rasa sakitnya, tidak ada yang berbagi bebannya. Hanya Yesus yang menawarkan penghiburan — di Taman Getsemani, Tuhan bahkan lebih sendirian, lebih berat, dan lebih berani: berlutut di Taman Getsemani, berkeringat darah, mencicipi cawan pahit sendirian, menanggung tugas kehendak Bapa sendirian!

Mari kita kembali ke Taman Getsemani, tempat Yesus berada di tengah malam. Ia mencurahkan isi hatinya kepada Bapa, keringatnya seperti tetesan darah, menanggung pergumulan yang menyakitkan, dan bertekad untuk memikul salib. Tetapi para murid tertidur, Yudas mengkhianati mereka dengan ciuman, dan mereka tercerai-berai dan meninggalkan Yesus. Taman Getsemani malam itu, bagi Yesus, adalah taman kesendirian, pergumulan, doa, ketaatan, dan tekad; bagi orang lain, itu adalah taman tertidur, pengkhianatan, dan ketidakadilan. Dan bagaimana dengan Taman Getsemani kita sendiri? Apakah itu taman ketaatan dan kedekatan dengan Tuhan, atau taman ketidakadilan, tempat tertidur, ketidaksetiaan, dan pengkhianatan ?

Alkitab menyebutkan empat taman penting: Taman Eden, Taman Getsemani, Taman Makam, dan Firdaus.
• Taman Eden: Dahulu taman yang indah, tetapi terusik menjadi taman kejatuhan! Dahulu tempat ini adalah tempat terindah, tetapi manusia tergoda oleh iblis dan jatuh ke dalam dosa tanpa banyak perlawanan, sehingga mendatangkan bencana bagi dunia!

• Taman Getsemani: Taman Pengorbanan! Sang Anak menjadi manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi salib; setelah mengalami siksaan umat manusia, Ia sekali lagi bertekad untuk mengorbankan diri-Nya bagi semua orang!
• Taman Kuburan (Yohanes 19:41): Ini adalah taman kemenangan dan taman kebangkitan! Tuhan Yesus dikuburkan di sini, tetapi setelah kebangkitan-Nya, hanya tersisa kuburan kosong, yang menjadi saksi kebangkitan yang mengalahkan kematian!
• Firdaus (Lukas 23:43) : Itu adalah Taman Berkat, Firdaus yang Kekal! Tuhan menjanjikan kebahagiaan kekal kepada orang percaya yang bertobat, seperti pencuri yang bertobat di kayu salib, yang sekarang bersama Tuhan di Firdaus. Semua yang percaya kepada-Nya akan memiliki hidup kekal!

Malam itu di Taman Getsemani, Tuhan Yesus sangat berduka, hampir sampai mati, merindukan kebersamaan, namun semua murid-Nya tertidur! Hati-Nya sangat sakit, keringat-Nya mengalir seperti darah! Tuhan yang kudus seharusnya tidak menanggung beban dosa, seharusnya tidak menderita cawan yang memalukan seperti itu, dan seharusnya tidak terpisah dari Bapa, mengalami Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku! Tetapi Ia mengasihi manusia sampai akhir, menghormati Bapa sampai akhir, dan bertekad untuk taat, dengan berkata, Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.

Setiap kali Anda kembali ke Taman Getsemani Anda sendiri: Teruslah curahkan isi hati Anda, mintalah kepada Tuhan untuk menguatkan dan mengubah hati Anda, sampai Anda, seperti Tuhan, bertekad untuk tunduk kembali: Untuk melakukan kehendak-Mu. Saat-saat yang paling sulit dan berbahaya adalah saat-saat di mana doa paling dibutuhkan! Doa adalah senjata terbaik kita dan jalan keluar kita yang paling bijaksana!

Kiranya Taman Getsemani setiap saudara dan saudari menjadi taman doa dan taman pengabdian!

Doa:
Kita

Refleksi:
Kita


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 14:26-27

Salib 「Tanpa Kompromi」 : terlebih dahulu mematikan diri yang lama, kemudian berbicara tentang kebangkitan dan kehidupan baru

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 14:26-27 [TB])
26 Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Lukas 9:23 muncul setelah Yesus pertama kali menubuatkan penderitaan-Nya: Ia memperluas konsep penyangkalan diri — memikul salib — mengikuti dari kelompok inti murid yang kecil kepada orang banyak. Lukas 14:27 terjadi dalam perjalanan Tuhan ke Yerusalem, menghadapi gelombang pengikut dari sejumlah besar orang. Yesus menarik garis dengan bahasa yang sangat tajam: Kamu tidak dapat menjadi murid-Ku kecuali kamu menempatkan Dia di atas semua yang lain. Di sini, salib bukanlah tambahan opsional untuk kesalehan, tetapi negasi dari narasi berpusat pada diri sendiri: mengikuti Kristus pasti ada harganya, dan harga itu melibatkan penulisan ulang prioritas seseorang secara menyeluruh.

Wawasan Teologis – A.W. Tozer (1897–1963)
Ketika membahas salib, Tozer seringkali membawa kita keluar dari imajinasi keagamaan yang lembut dan tanpa rasa sakit kembali kepada realitas Injil. Ia menunjukkan bahwa cara kerja salib bukanlah negosiasi dan kompromi, melainkan mengakhiri pola hidup yang ada: makna panggilan Kristus untuk mengikuti Dia —penyangkalan diri, memikul salib, mengikuti — justru inilah: salib tidak hanya mengakhiri perjalanan Kristus di bumi, tetapi juga mengakhiri pola lama Adam dari setiap pengikut sejati, menuntun mereka ke dalam kehidupan kebangkitan yang baru. Dalam bukunya 《The Old Cross and the New》, Tozer mengkritik mentalitas yang mereduksi Injil menjadi kelahiran kembali tanpa kematian; salib sejati pertama-tama mematikan diri lama, kemudian memasuki kehidupan kebangkitan. Tozer lebih lanjut mengingatkan kita bahwa mereka yang memikul salib mereka pada zaman Romawi sebenarnya mengucapkan selamat tinggal kepada dunia lama — bukan untuk memperbaiki diri, tetapi untuk mengakhiri diri mereka sendiri. Salib tidak menenangkan orang, juga tidak meninggalkan jalan keluar; salib mematikan seluruh pribadi sehingga kehidupan Allah dapat dimulai di dalam diri mereka. Ia juga mengutip Lukas 14:27: Jika kita menyajikan Injil sebagai datang kepada Yesus hanya berarti kenyamanan, kesuksesan, dan kebahagiaan, sebenarnya kita menggunakan strategi penjualan modern untuk memperindah jalan para murid; begitu angin dingin bertiup, orang-orang menjadi bingung dan mundur karena mereka tidak pernah benar-benar menghitung harga yang harus dibayar. Tozer juga secara praktis mengingatkan kita bahwa banyak orang menyebut kesulitan biasa (penyakit, stres, kehilangan) sebagai salibku, tetapi itu tidak cukup untuk membentuk pemikul salib seperti yang dijelaskan dalam Injil; karena baik orang benar maupun orang tidak benar mengalami hal-hal itu. Salib sejati seringkali adalah harga yang harus dibayar karena menaati Kristus: Anda tahu Anda akan kehilangan muka, disalahpahami, dan dipinggirkan, namun Anda tetap memilih untuk setia; dan ini bukan paksaan, tetapi ditanggung dengan rela.

Hal yang paling menyentuh dari pembahasan Tozer tentang salib adalah penolakannya untuk melunakkan maknanya. Dalam karyanya yang lain, 《The Root of the Righteous》, ia menunjukkan bahwa salib pada dasarnya tidak kompromi, cara mencapai tujuannya dengan membunuh lawan, mengakhiri konfrontasi, dan dengan demikian mengakhiri cara hidup lama. Ia mengutip panggilan Yesus (Lukas 9:23), menekankan bahwa salib tidak hanya mengakhiri kehidupan Kristus di bumi tetapi juga mengakhiri kehidupan lama setiap pengikut sejati — model Adam yang mengandalkan diri sendiri. Salib sejati pertama-tama membunuh diri lama sebelum berbicara tentang pembaharuan kehidupan yang dibangkitkan. Tozer tidak menyangkal kasih karunia, tetapi melindungi kasih karunia — karena tanpa mematikan diri lama oleh salib, apa yang disebut kehidupan baru dengan mudah menjadi sekadar peningkatan diri religius: menambahkan sedikit kesalehan di luar sementara takhta yang berpusat pada diri sendiri tetap berada di dalam.

Refleksi:
1. Dalam kehidupan Anda saat ini (keluarga, pelayanan, pekerjaan, keuangan, reputasi, kenyamanan), area mana yang paling mungkin secara diam-diam bergeser dari prioritas Kristus ke prioritas diri sendiri?

2. Lukas 14:27 mengatakan, Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Bagi Anda, harga apa yang paling mungkin dimaksudkan dengan memikul salibmu (kesalahpahaman, kehilangan kendali, kehilangan rasa aman, menata ulang prioritas hidup)? Seberapa besar Anda bersedia mempercayakan harga ini kepada Tuhan, bukan menghindarinya, juga bukan sekadar memoles agar terlihat cantik?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 14:27

「Menghitung harga yang dibayar seorang murid: tidak menghindari penderitaan, tidak meninggalkan kebaikan」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 14:27 [TB])
27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Lukas 14 menempatkan menjadi murid dalam konteks yang sangat serius: Yesus, ketika berbicara kepada orang banyak yang mengikuti Dia, menggunakan perumpamaan tentang membangun menara/berperang untuk menuntut agar orang-orang terlebih dahulu menghitung harga yang harus dibayar, jika tidak, mereka akan menyerah di tengah jalan dan menjadi bahan tertawaan. Murid bukanlah semangat keagamaan yang ditambahkan, tetapi identitas yang terdefinisi: Tuhan dengan jelas menyatakan, tanpa memikul salibnya dan mengikut Aku maka kamu tidak dapat menjadi murid-Ku. Oleh sebab itu Pikullah salibmu dan ikutilah Aku dalam Lukas 14:27 adalah simbol inti dari identitas ini — itu menandakan penataan ulang hubungan, kehidupan, dan segala sesuatu yang lain.

Wawasan Teologis – John Wesley (1703–1791)
Dalam 《Catatan Penjelasan tentang Perjanjian Baru》(Explanatory Notes upon the New Testament), Wesley menjelaskan Matius 10:38, Barangsiapa tidak mau memikul salibnya dan mengikuti Aku, dengan langsung menyebutkan Lukas 14:27 sebagai ayat paralel dan memberikan definisi yang sangat operasional: Memikul salib mengacu pada situasi di mana demi menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan tertentu sehingga harus berbuat dosa (melakukan kejahatan) atau meninggalkan apa yang seharusnya baik (sehingga tidak melakukan kebaikan); dengan kata lain, salib bukanlah secara sembarangan mencari penderitaan, melainkan harga yang tak terhindarkan dari ketaatan. Lebih lanjut, dalam 《Kumpulan khotbah Wesley》 no. 48, 〈Self-Denial (Penyangkalan Diri)〉 mengacu pada Lukas 9:23, analisisnya tentang penyangkalan diri dan salib hampir merupakan komentar teologis tentang Lukas 14:27. Wesley terlebih dahulu menolong orang terhindar dari kesalahpahaman tentang penyangkalan diri: penyangkalan diri bukanlah menyangkal kebaikan ciptaan, juga bukan memperlakukan tubuh sebagai musuh, apalagi memperoleh keunggulan spiritual melalui penyiksaan diri; Inti dari penyangkalan diri adalah menolak membiarkan kehendakku berkuasa mutlak dalam setiap hal, besar atau kecil, karena kehendak Allah adalah satu-satunya standar yang sah dan tak berubah bagi ciptaan. Kemudian ia membahas salib: salib seringkali merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kehendakku, membuatku tidak nyaman—bukan berarti harus berupa kemartiran yang dramatis, tetapi lebih sering berupa kehilangan, kesalahpahaman, pengekangan, dan harga yang harus ditanggung dalam kehidupan sehari-hari untuk tetap setia kepada Kristus. Ia juga membuat perbedaan yang sangat praktis untuk praktik spiritual: memikul (bear) salib seringkali mengacu pada menanggung apa yang tidak dapat Anda pilih atau hindari; tetapi melangkah lebih jauh mengambil (take up) salib: itu berarti Anda bisa saja menghindarinya, tetapi dengan rela memilih jalan yang lebih menyakitkan untuk menaati kehendak Tuhan. Ini bukanlah asketisme, melainkan mempercayakan penderitaan sementara kepada kebaikan kekal: dengan rela menerima obat yang digunakan Tuhan untuk memperoleh kekudusan yang lebih dalam dan kasih yang lebih tulus.

Dengan menempatkan gagasan-gagasan ini dalam konteks menghitung biaya dalam Lukas 14, kita memahami dengan lebih jelas: memikul salib bukanlah tentang penderitaan apa yang telah saya alami, melainkan harga apa yang rela saya bayar untuk siapa yang saya ikuti. Di masa Prapaskah, biarlah Tuhan menuntun kita kepada inventarisasi yang jujur: Apa yang paling tidak ingin saya lepaskan? Bagian mana yang paling ingin saya pertahankan kedaulatan diri saya? Wesley mengingatkan kita bahwa penyangkalan diri yang sejati adalah membiarkan kasih karunia membebaskan kita dari belenggu egosentrisme, memungkinkan kita untuk benar-benar mengasihi Tuhan dan benar-benar mengasihi sesama—karena ketika diri melepaskan diri, kasih bukan lagi sekadar emosi atau slogan, tetapi komitmen yang dapat dibayar harganya. Prapaskah bukanlah tentang kemauan untuk menjadi lebih seperti Kristus; Prapaskah adalah tentang menyerahkan diri kita kembali kepada Kristus: dalam pilihan yang kita buat setiap hari, mengenali saat ketika demi menghindari ketidaknyamanan, kita harus berkompromi, dan kemudian, dengan kasih karunia Tuhan, memilih untuk mengikuti-Nya. Oleh karena itu, salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga tempat di mana ketertiban ciptaan dipulihkan, kasih dimurnikan, dan kebebasan dibentuk.

Refleksi:
1. Dalam situasi spesifik apa Anda baru-baru ini dihadapkan pada pilihan untuk mengkompromikan kebenaran atau menghindari kebaikan yang seharusnya Anda lakukan demi menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan tertentu? Mungkin di situlah saya memikul salib saya dan mengikuti Tuhan hari ini.

2. Jika penyangkalan diri dipahami sebagai membiarkan kehendak Tuhan menjadi standar tertinggi bagi tindakan saya, apa satu hal yang paling saya tolak untuk diserahkan (hubungan, uang, waktu, reputasi, masa depan)? Tindakan ketaatan kecil namun tulus apa yang bersedia saya lakukan selama masa Paskah?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 8:4-15 (3)

「Perumpamaan menabur benih (3)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 8:4-15 [TB2])
4 Ketika orang banyak dalam jumlah besar berkumpul dan orang-orang dari kota ke kota datang kepada Yesus, berkatalah la dalam suatu perumpamaan, 5 Adalah seorang Penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 8 Sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat. Setelah berkata demikian Yesus berseru, Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!

9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. 10 Lalu la menjawab, Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia-rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberikan dalam perumpamaan, supaya sekalipun melihat, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12 Yang di pinggir jalan ialah orang-orang-orang yang mendengarnya. Kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13 Yang di tanah yang berbatu-batu ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang mendengar firman itu, namun dalam perjalanan hidupnya mereka terimpit oleh kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15 Yang di tanah yang baik artinya orang-orang mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.

Semak duri pada jenis tanah ketiga melambangkan kekhawatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup — makna bahasa aslinya adalah pleasure/kesenangan, tetapi menurut penggunaan Lukas, terjemahan bahasa Mandarinnya benar: pesta pora berbagai kesenangan, tetapi tidak terbatas pada kesenangan saja (lihat Lukas 7:25; 12:19; 16:19). Alasan mengapa pendengar jenis ketiga ini tidak dapat bertumbuh dengan sehat adalah karena mereka terlalu sibuk menghabiskan waktu, energi, ruang, dan jiwa mereka oleh harta benda, berkat, kesuksesan, dan kehidupan yang nyaman di dunia, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk mencari pertumbuhan rohani. Duri-duri yang Yesus kemukakan tampak netral di permukaan; duri-duri itu tidak secara eksplisit melibatkan dosa. Di sinilah letak bahaya duri-duri itu. Sebagaimana Alkitab tidak pernah mengatakan uang adalah dosa, tetapi cinta akan uang adalah akar segala kejahatan, menunjukkan bahwa sikap kita terhadap uang sangatlah penting. Demikian pula, kekhawatiran itu wajar, tetapi ketika kita tidak tahu bagaimana bersandar kepada Tuhan, kita mencoba mencari solusi atas kekhawatiran kita sendiri, melelahkan pikiran kita tanpa mengalami kasih setia Tuhan. Menikmati materi adalah hal yang wajar. Namun, inti permasalahannya adalah ia menguasai pikiran Anda, mengganggu prioritas hidup Anda saat mengambil keputusan, dan memungkinkan keserakahan — dosa yang menjadi sumber segala keinginan — untuk mengendalikan Anda.

Yang di tanah yang baik artinya orang-orang mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan. Rahasia dari jenis tanah keempat yang menghasilkan buah adalah berpegang teguh pada firman Tuhan dengan hati yang jujur dan baik (honest & good). Kejujuran dan kebaikan melambangkan hati yang merespons Tuhan dengan benar; itu adalah sikap dan motivasi batin (dasar dari tindakan). Ketekunan sering digunakan untuk menggambarkan iman (lihat Lukas 18:1, 8; 21:9; Kis. 11:23; 13:43; 14:22), yang berarti tekun berpegang teguh pada prinsip-prinsip iman dan mencegah iman berubah sifat, maka secara alami, seseorang akan memiliki kemampuan untuk menghadapi kesulitan yang timbul dalam hal iman, yang merupakan kebalikan dari murtad (ayat 13). Itu adalah hasil dari sikap dan orientasi batin yang membentuk perilaku.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Bayangkan Anda menjalani seluruh hidup tanpa menghasilkan buah yang matang, baik buah pelayanan maupun buah kehidupan. Maukah Anda menerimanya? Bagaimana perasaan Anda jika hasilnya seperti itu? Sekarang, bagikan latihan visualisasi ini dan perasaan Anda kepada Tuhan.

• Dari tiga elemen duri dalam hidup Anda — kekhawatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup — mana yang benar-benar terasa nyata bagi Anda? Saat merenungkan masa lalu, di mana Anda menempatkan iman Anda? Kebutuhan pribadi, keinginan untuk kesejahteraan, harta benda, dan pengejaran kenyamanan, apa yang telah memenjarakan Anda? Mengapa? Bagaimana Anda dapat mengatasi duri dalam hidup Anda?

• Jika sebelumnya Anda bertekad untuk menjadi tanah yang baik, hal-hal konkret apa yang ingin Anda ubah? Pola pikir apa yang ingin Anda tingkatkan? Perilaku dan kebiasaan apa yang ingin Anda tingkatkan atau hilangkan? Jika Anda belum memiliki tekad ini, cobalah untuk jujur menceritakan pergumulan Anda kepada Tuhan sekarang!


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 8:4-15 (2)

「Perumpamaan menabur benih (2)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 8:4-15 [TB2])
4 Ketika orang banyak dalam jumlah besar berkumpul dan orang-orang dari kota ke kota datang kepada Yesus, berkatalah la dalam suatu perumpamaan, 5 Adalah seorang Penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 8 Sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat. Setelah berkata demikian Yesus berseru, Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!

9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. 10 Lalu la menjawab, Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia-rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberikan dalam perumpamaan, supaya sekalipun melihat, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12 Yang di pinggir jalan ialah orang-orang-orang yang mendengarnya. Kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13 Yang di tanah yang berbatu-batu ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang mendengar firman itu, namun dalam perjalanan hidupnya mereka terimpit oleh kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15 Yang di tanah yang baik artinya orang-orang mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.

Mengapa seorang penabur menabur benih di tempat yang berbeda-beda? Asumsi dasarnya adalah bahwa benih itu berlimpah, dan tidak ada rasa takut akan terbuang sia-sia. Hal ini menggambarkan bahwa firman Tuhan adalah persediaan yang tak terbatas; pertanyaannya adalah apakah tanah siap menerimanya. Oleh karena itu, perumpamaan ini menggambarkan pentingnya menabur secara luas. Menabur lebih banyak akan memperbanyak panen, karena kita tidak dapat sebelumnya terlebih dahulu mengetahui bagaimana orang-orang akan bereaksi terhadap firman Tuhan.

Yang pertama yang ditabur di pinggir jalan gagal berbuah karena para pendengar hanya telah mendengar alih-alih mendengarkan firman Allah dan melakukannya (8:21), dan tidak mendengarkan dengan saksama (8:18, perhatikanlah cara kamu mendengar). Ini juga pekerjaan Setan — pekerjaan yang bertentangan dengan kerajaan Allah — untuk menghalangi agar mereka tidak mendapat keselamatan. Sebenarnya, Setan tidak hanya bekerja pada hati orang jenis tanah pertama, tetapi ketika hati kita diarahkan kepada Allah, maka Setan tidak memiliki ruang untuk bekerja dalam hidup kita, seperti yang dikatakan Yakobus: Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4:7).

Benih tertabur di jenis tanah kedua, ada pertumbuhan, tetapi mati, kekurangan air karena lapisan luar tanah terlalu tipis untuk menyediakan nutrisi dan air. Meskipun pendengar ini menanggapi firman Tuhan secara positif dan mengalami sukacita, iman mereka tidak memiliki fondasi yang kokoh, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan (bahasa aslinya adalah pergi fisik/physical departure) karena mereka tidak dapat bertahan dalam dalam masa pencobaan (bahasa aslinya bisa berarti ujian dari Tuhan, atau bisa berarti iblis mencobai manusia untuk berbuat dosa). Latar belakangnya kemungkinan merujuk pada pencobaan penganiayaan yang berkaitan dengan iman mereka; mereka menyerah dan pergi.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Tipe pendengar jenis pertama jelas belum diselamatkan. Sikap mereka terhadap mendengarkan firman Tuhan mengingatkan Anda akan hal apa? Bagaimana Anda bisa sungguh-sungguh menerima firman Tuhan agar tidak memberi iblis tempat berpijak? Bagaimana kita bisa memperbaiki sikap kita terhadap mendengarkan firman Tuhan?

• Pengingat apa yang diberikan oleh pendengar jenis kedua yang sempat bersemangat ini kepada Anda? Jika Anda pernah pergi meninggalkan seperti ini, cobalah untuk menghidupkan kembali pengalaman itu dari sudut pandang Tuhan, bagikan perasaan Anda kepada Tuhan, dan cobalah untuk merasakan perasaan Tuhan juga. Godaan atau penganiayaan apa yang mungkin telah menyingkapkan kelemahan dalam kehidupan rohani Anda? Bagaimana Anda dapat memperbaikinya? Bagikanlah kekurangan Anda secara terbuka kepada Tuhan.

• Saat ini, kita dengan mudah berfokus pada apa yang menjadi sukses dalam pelayanan kita, dan banyak orang sering kali menunjukkan bahwa pelayanan tersebut sukses. Pencerahan apa yang ditawarkan oleh perumpamaan penabur ini bagi pelayanan Anda?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 8:4-15 (1)

「Perumpamaan menabur benih (1)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 8:4-15 [TB2])
4 Ketika orang banyak dalam jumlah besar berkumpul dan orang-orang dari kota ke kota datang kepada Yesus, berkatalah la dalam suatu perumpamaan, 5 Adalah seorang Penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 8 Sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat. Setelah berkata demikian Yesus berseru, Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!

9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. 10 Lalu la menjawab, Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia-rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberikan dalam perumpamaan, supaya sekalipun melihat, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12 Yang di pinggir jalan ialah orang-orang-orang yang mendengarnya. Kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13 Yang di tanah yang berbatu-batu ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang mendengar firman itu, namun dalam perjalanan hidupnya mereka terimpit oleh kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15 Yang di tanah yang baik artinya orang-orang mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.

Seiring berkembangnya pengaruh Yesus, banyak orang datang menemui-Nya, mungkin dengan motif yang berbeda-beda. Namun, Yesus memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajar mereka melalui perumpamaan tentang penabur. Yesus terlebih dahulu menceritakan perumpamaan itu, lalu para murid bertanya tentang maknanya. Yesus membagikan kunci pemahaman kepada mereka dan menjelaskan makna perumpamaan tersebut. Menurut perumpamaan Yesus, empat jenis tanah bereaksi secara berbeda terhadap benih yang ditabur — yaitu, firman Allah.

KeadaanHasilPenyebab
1. Tersebar di pinggir jalanTidak ada pertumbuhanDiinjak-injak orang, dimakan burung di langit
2. Tersebar di atas batuMati mengeringTidak air yang melembabkan
3. Tersebar di tengah semak duriPertumbuhan yang terhimpitDuri bersaing tumbuh bersama di sampingnya
4. Tersebar ke dalam tanah yang suburBertumbuh dan menghasilkan buah meningkat seratus kali lipatPertumbuhan alami, baik dan sehat

Benih tertabur di pinggir jalan tidak selalu karena disengaja; beberapa benih pasti akan tercecer di sana saat disemai dalam jumlah besar. Tertabur di atas batu sebenarnya mengacu pada tanah dangkal yang ditutupi batu. Meskipun tampak seperti tanah, sebenarnya tanah tersebut sangat tipis, dan batu-batu di bawahnya tidak dapat menahan air, sehingga benih tidak mendapatkan cukup air kelembapan. Benih tertabur di semak berduri mungkin merupakan tanah yang baik, tetapi duri di dekatnya akan bersaing untuk mendapatkan nutrisi, sehingga menghambat pertumbuhan benih.

Penggunaan preposisi oleh Lukas mengungkapkan hubungan antara benih (firman Allah) dan tanah: di pinggir jalan (by the road), di atas batu (upon the rock), di tengah semak duri (in the midst of the thorns), dan ke dalam tanah yang subur (into good soil). Menabur adalah gambaran umum yang digunakan Allah untuk memberi kehidupan (lihat Hosea 2:23; Yeremia 31:27). Jawaban Yesus atas pertanyaan para murid, Mereka melihat tetapi tidak melihat, mereka mendengar tetapi tidak mengerti (8:9-10), merujuk pada Yesaya 6:9 Kemudian firman-Nya: Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!』」, penghakiman Allah atas umat-Nya yang memberontak, mengecam mereka keras hati dan tidak mampu menerima firman Allah. Para murid bersedia mendengarkan perkataan Yesus, sehingga memahami perumpamaan tersebut dan menghargai nilainya bagi kehidupan rohani mereka. Sebaliknya, tanpa kesediaan untuk mendengarkan, bahkan apa yang disebut pemahaman pun terasa dangkal; mereka tidak dapat menerima pentingnya firman Allah dalam hidup mereka dan mempraktikkannya.

Mereka yang gagal menanggapi wahyu Allah, selain menghadapi penghakiman, akan semakin mengeraskan hati, tidak mampu lagi menerima bimbingan Allah, sehingga menciptakan lingkaran setan; sebaliknya, mereka yang bersedia mendengarkan firman Allah akan semakin menerima ajaran Allah, dan kehidupan rohani mereka akan bergerak menuju siklus positif. Ini berarti bahwa meskipun banyak orang datang untuk melihat/mendengar Yesus, banyak yang belum tentu siap untuk mendengarkan, dan ada cukup banyak yang mengeraskan hati terhadap Allah. Bahkan mereka yang kemudian ingin menyalibkan Yesus termasuk orang-orang yang telah mendengar ajaran Yesus.

Terakhir, diselamatkan atau tidaknya seseorang bukanlah isu utama yang dibahas dalam perumpamaan ini, juga bukan untuk menyatakan syarat minimum untuk masuk ke Kerajaan Surga. Setiap jenis tanah tidak merujuk pada setiap momen respons seseorang terhadap firman Tuhan, melainkan ringkasan dari seluruh hidupnya. Oleh karena itu, kita tidak pernah dapat menghakimi seseorang berdasarkan jenis tanah tertentu, karena kita tidak memiliki perspektif Tuhan, yang dapat merangkum seluruh respons hidup seseorang terhadap firman-Nya.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Bagi orang Kristen yang peduli dengan pertanyaan tentang keselamatan, membaca bagian ini mungkin akan memunculkan pertanyaan: Jenis tanah seperti apa yang setidaknya menjamin keselamatan? Apakah Anda akan menanyakan hal ini? Mengapa? Selain jenis tanah yang pertama, bagian ini menjelaskan bagaimana mereka yang mendengar firman dapat bertumbuh dan berbuah bagi Tuhan. Bagian ini tidak menjawab mereka yang mengharapkan keselamatan dengan usaha minimal tetapi kemudian memiliki pilihan untuk menaati firman Tuhan atau tidak. Apakah Anda iri kepada mereka yang baru saja diselamatkan atau mereka yang sudah berbuah bagi Tuhan? Mengapa?

• Penulis Injil Lukas tidak membandingkan jumlah buah yang dihasilkan (lihat Markus 4:20), mungkin Lukas sedang meringkas, atau lebih mungkin ia menunjukkan bahwa Kerajaan Surga bukan tentang membandingkan kuantitas atau tingkat. Markus memang menyebutkan angka, tetapi itu tidak berarti Kerajaan Surga adalah tentang kuantitas; menghasilkan buah adalah tanda kehidupan yang menaati Tuhan, dan jumlah buah adalah kedaulatan Allah. Poin kuncinya tetap pada perbedaan antara tanah yang baik dan yang buruk. Jika Anda saat ini atau pernah merasa tidak nyaman membandingkan buah pelayanan Anda atau buah kehidupan Anda dengan orang lain, mintalah Tuhan untuk membantu Anda melihat kedaulatan Allah, dan tanggung jawab Anda hanyalah menaati firman Tuhan.

• Metafora ini sering digunakan untuk menilai orang lain, menilai apakah mereka mendengarkan firman Tuhan. Kenyataannya, keempat jenis tanah ini melambangkan kuasa ilahi Yesus, merujuk pada kemampuan-Nya untuk merangkum respons hidup seseorang terhadap firman Tuhan. Kita tidak dapat sepenuhnya memahami respons hidup kita sendiri atau orang lain terhadap firman Tuhan. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: jika Anda harus memilih hari ini, Anda ingin menjadi jenis tanah yang mana? Mengapa? Sampaikan tekad Anda kepada Tuhan.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 8:1-3

「Tim pelayanan Yesus」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 8:1-3 [TB2])
1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas rasul bersama Dia, 2 demikian juga beberapa perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat dan berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 3 Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana, dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka.

Bagian ini merangkum pelayanan Yesus, dan bagian serupa muncul dalam perikop 4:14-15 dan 43-44, yang menekankan bahwa Yesus diutus untuk menyebarkan Injil Kerajaan Surga secara luas (4:43). Tidak seperti pelayanan-Nya di awal, Yesus telah membentuk tim pelayanan, termasuk kedua belas murid yang Ia pilih dan sekelompok perempuan yang mendukung-Nya. Metode Yesus dalam melatih murid-murid-Nya bukan sekadar ceramah atau interaksi individu, melainkan mengajak mereka tinggal bersama-Nya, berpartisipasi dalam pelayanan-Nya, meniru teladan-Nya, dan berpartisipasi dalam pelayanan Kerajaan Surga di bawah bimbingan-Nya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, dan hidup bersama. Proses membangun hubungan dan persahabatan inilah satu-satunya cara untuk membentuk murid.
Penulis Injil Lukas menyebutkan nama-nama wanita yang mengikuti dan mendukung Yesus, yang semuanya telah menerima pertolongan Yesus. Yang pertama adalah Maria Magdalena (Markus 16:9), Yesus mengusir setan dari dirinya, ia kemungkinan besar bukan orang yang mengurapi Yesus dengan minyak, dan seseorang yang dirasuki setan tidak selalu berarti karena ia adalah orang berdosa. Ia muncul beberapa kali dalam kehidupan Yesus, termasuk selama penyaliban-Nya (Markus 15:20; Yohanes 19:25), pada penguburan-Nya (Markus 16:1; Lukas 24:10), dan ketika ia membeli rempah-rempah hendak mengurapi tubuh-Nya di kubur (Lukas 24:10; Matius 28:1), semua menunjukkan bahwa dia adalah pengikut Yesus yang setia. Yang kedua adalah Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes. Meskipun tidak ada catatan tentang bagaimana Yesus menolongnya di masa lalu, penyebutan status suaminya menunjukkan bahwa Injil Kerajaan telah mencapai eselon tingkat atas masyarakat. Tokoh terakhir yang diperkenalkan, Susana, hanya muncul dalam bagian ini di Perjanjian Baru. Ia kemungkinan besar adalah perwakilan dari mereka yang menyediakan kebutuhan bagi tim Yesus. Melayani (menyediakan) diterjemahkan dari kata diaken saat ini, kata bahasa aslinya berarti seseorang yang berdiri di samping meja untuk melayani. Hal ini sesuai dengan peran para perempuan yang melayani dalam tim Yesus pada masa itu. Mereka tidak hanya menyumbangkan tenaga tetapi juga uang mereka. Pelayanan ini berlanjut hingga Kitab Kisah Para Rasul dan menjadi teladan bagi orang percaya lainnya (Kis. 4:32).
Ringkasan singkat ini menunjukkan bahwa pengaruh Yesus menjangkau setiap lapisan masyarakat, dan mereka yang telah menerima pertolongan Yesus datang untuk bekerja bersama-sama Yesus dengan rasa syukur dan iman. Perempuan memainkan peran yang sangat penting; meskipun status sosial mereka relatif rendah, partisipasi dan pengorbanan mereka memungkinkan pelayanan tim Yesus menjangkau tempat-tempat yang bahkan lebih jauh, Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka. Meskipun Yesus mengutuk kejahatan dan ketidakpercayaan dunia, Ia tidak berhenti di situ, melainkan mewartakan Injil Kerajaan Surga secara luas. Mereka yang setia kepada Tuhan Yesus menjadi rekan pelayanan dan pengikut-Nya dalam pelayanan, dengan setia melanjutkan karya Yesus.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Yesus adalah teladan pemuridan; ketekunan serta keluasan-Nya dalam mewartakan Injil Kerajaan Surga dan visi-Nya dalam mengorganisasi tim pelayanan merupakan teladan yang patut ditiru oleh setiap hamba Tuhan. Renungkan pelayanan Anda saat ini: bagaimana Anda dapat belajar dari Yesus?
• Para wanita pada masa itu umumnya berstatus sosial rendah, tetapi karena rasa syukur, mereka dengan rela mempersembahkan milik mereka, baik sebagai istri pejabat tinggi bendahara Herodes maupun wanita-wanita tak dikenal lainnya. Pelayanan mereka yang tanpa pamrih, terlepas dari pangkat atau jabatan, atau bahkan dukungan diam-diam mereka, mendapatkan pujian dan perkenan penerimaan Tuhan. Sikap seperti apa yang Anda lihat dalam diri mereka terhadap pelayanan? Bandingkan dengan pola pikir Anda saat ini dalam pelayanan, berdoalah kepada Tuhan, dan ambillah tekad untuk makin maju.
• Setiap generasi memiliki kesulitannya masing-masing, dan akan selalu ada orang yang menolak pesan Tuhan, tetapi ada juga yang setia. Yesus, Anak Manusia, tidak berhenti karena kesulitan eksternal; Ia menabur luas, membangun tim pelayan, dan mempersiapkan kaum yang layak untuk Kerajaan Surga. Dampak pelayanan Yesus bukan hanya apa yang Ia lakukan saat itu, tetapi juga apa yang Ia tinggalkan. Hari ini kita berbicara tentang mewariskan tongkat estafet, tetapi kenyataannya adalah ketika seseorang hendak pergi, kita terburu-buru mencari penggantinya, tanpa memberikan warisan sejati atau membangun budaya pelayanan. Mohon doakan komunitas iman Anda, agar apa pun keadaan sulit yang mereka hadapi, mereka dapat meneladani Tuhan Yesus dalam menyebarkan firman-Nya, menabur, dan menuai, melayani bersama para penerus-Nya, dan menjadi teladan mereka.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.