「Perjalanan rohani」
Panggilan dan Pembaruan Hidup
Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Lukas 24:30-35 [ITB])
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: 「Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?」 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: 「Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.」 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Hari ini kita akan memusatkan meditasi kita pada Lukas 24:30-35. Bagian ini, dimulai dari ayat 13, menceritakan perjumpaan Yesus dengan murid-murid-Nya di jalan menuju Emaus setelah kebangkitan-Nya. Ini bukan hanya kesaksian tentang kebangkitan, tetapi juga menyajikan perjalanan spiritual perjumpaan murid-murid dengan Tuhan: dari keputusasaan dan kebingungan menuju pembaharuan dan misi.
Di awal perjalanan mereka, kedua murid itu sedang dalam perjalanan ke Emaus. Mereka baru saja mengalami akhir pekan yang menyedihkan setelah penderitaan Yesus, hati mereka dipenuhi dengan kesedihan dan kebingungan. Sambil berjalan, mereka membicarakan apa yang telah terjadi, dan saat itu juga, Yesus sendiri mendekat dan berjalan bersama mereka, tetapi mereka tidak mengenali-Nya, seperti yang dinyatakan di ayat 16: 「Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.」 Yesus bertanya kepada mereka tentang apa yang sedang mereka bicarakan, sebuah pertanyaan yang membuat mereka berhenti dan wajah mereka menjadi muram. Harapan mereka terhadap Yesus tampaknya hancur, karena mereka percaya bahwa Dia adalah Mesias yang akan menyelamatkan Israel, tetapi sekarang Dia telah disalibkan. Kekecewaan mereka berasal dari memandang segala sesuatu melalui kacamata dunia, yang mengakibatkan iman yang tumpul, ketidakmampuan untuk memahami firman Tuhan, dan kegagalan untuk mengenali Tuhan yang telah bangkit.
Tepat ketika mereka bingung dan kehilangan, Yesus sendiri berjalan bersama mereka dan menjelaskan Kitab Suci kepada mereka. Saat mereka mendengarkan penjelasan Tuhan, hati mereka dipenuhi semangat, sebuah titik balik dalam perjalanan rohani mereka. Mereka mengundang Yesus untuk tinggal dan makan bersama mereka. Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. Tindakan ini membangkitkan ingatan mereka dan membuka mata mereka, akhirnya memungkinkan mereka untuk mengenali-Nya. Ini bukan sekadar penglihatan fisik, tetapi kebangkitan dan kesadaran rohani. Setelah mengenali Tuhan, mereka tidak tinggal di tempat mereka berada, tetapi segera bangkit dan kembali ke Yerusalem untuk bersaksi tentang perjumpaan mereka dengan Tuhan. Perjalanan rohani mereka dimulai di kedalaman keputusasaan, mengalami pendampingan berjalan bersama, pengajaran, pengenalan, dan tanggapan, yang pada akhirnya mengubah mereka menjadi pemberita kebangkitan.
Bagian ini seperti cerminan perjalanan spiritual kita sendiri. Seperti kedua murid ini, kita pun telah terhilang dalam keputusasaan dan kebingungan, tidak yakin bagaimana menghadapi masa depan. Tetapi Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita; Dia selalu mendekati kita secara pribadi, berjalan bersama kita, ketika kita paling tidak berdaya dan tanpa harapan. Dia menghangatkan hati kita yang dingin dengan firman-Nya dan, melalui tanda-tanda spiritual seperti perjamuan kudus, doa, serta mengingat ulang kasih karunia-Nya, membuka kembali mata kita untuk melihat kehadiran-Nya yang tak tergoyahkan. Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam keputusasaan, Yesus berjalan bersama kita; bahkan dalam kebingungan, Dia berbicara kepada kita.
Renungkan:
1. Apakah Anda pernah mengalami kekecewaan dan kebingungan dalam hidup Anda? Saat itu Anda kehilangan apa? Apakah itu harapan? Iman? Atau ketergantungan kepada Tuhan?
2. Bacaan Alkitab hari ini menunjukkan kepada kita bahwa bahkan di saat-saat terendah rohani kita, Tuhan Yesus tetap aktif hadir di antara kita dan berjalan bersama kita. Apakah Anda bersedia diperbarui oleh Tuhan, seperti murid-murid di Emaus, dan berdiri lagi untuk menanggapi panggilan-Nya?
Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.