Tag Archives: Orang Tebusan

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 35:8-10

「Apakah Engkau Sedang Melalui Jalan Itu?」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 35:8-10 [ITB])
8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Tuhan ingin kita pergi melalui jalan gurun belantara.

Latar belakang perikop adalah hari ketika orang-orang Yahudi kembali ke rumah mereka, nabi Yesaya mendorong umat Allah untuk keluar dari Babel kembali ke Yerusalem, membangun kembali Bait Suci, dan menghidupkan kembali ibadat yang dahulu. Jalan untuk pulang adalah jalan menuju gurun belantara, jalan ini penuh dengan tantangan dan sama sekali tidak menarik, tetapi ini adalah perjalanan ziarah yang membimbing umat Allah ke Yerusalem.

Ada dua jenis orang yang tidak bisa melintasi jalan ini. Orang tidak tahir tidak akan melintasinya karena orang-orang ini adalah najis untuk melakukan ibadat penyembahan, tidak patut untuk melakukan ziarah, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya, mereka tampaknya pintar bagi dunia, mereka pandai menggunakan rencana mereka sendiri, tetapi menindas orang miskin (ini adalah definisi Yesaya terhadap orang pandir). Mereka percaya bahwa rute jalan ziarah yang ini tidak sesuai manfaat ekonomi, jalan ini membutuhkan investasi tinggi, tetapi dengan imbalan yang rendah. Karena titik awal jalan ini adalah Babel yang makmur secara ekonomi, namun justru berakhir di Yerusalem yang 「tembok kota terbongkar, dan gerbang kota yang terbakar」 (Neh. 1:3). Bukan tindakan bijaksana meninggalkan daerah nyaman dan memasuki daerah berbahaya. Karena itu, bukanlah jalan ini yang menolak orang pandir untuk berjalan di atasnya, tetapi orang-orang pandir itulah yang menolak untuk pergi melintasi jalan ini, di mata mereka, jalan ini tidak realistis.

Ada dua jenis orang di jalan ini. Orang tebusan (redeemed, ayat 9b lihat ITL, bandingkan ITB memakai kata 「yang diselamatkan」), dan dibebaskan (ransomed) oleh TUHAN bisa bisa berjalan di sana. Orang tebusan dapat melalui jalan ini, mereka berdasarkan iman serta berharap untuk menebus tanah dan warisan asli mereka di Yerusalem, yaitu seperti budak yang dimerdekakan. Dan orang yang dibebaskan dilunaskan oleh TUHAN adalah orang yang dilunasi hutangnya, atau orang yang tidak memiliki hutang dosa. Mereka semua ini adalah orang-orang yang memilih melalui jalan ini pergi dari Babel ke Sion membangun kembali ibadat Bait Suci, mereka ini juga merupakan sekelompok peziarah. Orang-orang yang demikian ini memiliki pengharapan akan Allah, walaupun mereka melihat bahaya perjalanan, mereka memutuskan untuk membangun kembali ibadat Bait Suci dan berharap untuk mengalami kebangkitan penyembahan di Yerusalem. Kebangkitan ini tidak selalu memiliki manfaat ekonomi, sebaliknya, jika mengikuti jalan ini mungkin akan ada singa dan binatang buas, tetapi mereka pasti tiba dengan selamat dan penuh sukacita!

Apakah Anda bahagia di gurun belantara? Sukacita datang dari Allah Pencipta dan juga dari keselamatan Tuhan. Kata 「di situ」 dalam ayat 8 merujuk pada gurun belantara (Yes. 35:8), itu adalah tempat yang berbahaya, tempat anjing liar berada, akan ada kesedihan dan desah helaan nafas, tetapi orang-orang yang berjalan di jalan kudus jangan melarikan diri, jangan menyerah, lalui langkah demi langkah, maka akan dapat pulang kembali ke rumah dan menemukan warisan sendiri. Sekalipun ada kesulitan di depan, kita akan dapat pulang, karena sukacita adalah rumah kita!

Renungkan:

Tuhan dapat menuntun saya ke jalan gurun belantara, saya hanya perlu mengikuti jejak tapak kaki Tuhan, karena ini adalah jalan anugerah.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.