Tag Archives: Imam

Bilangan 10:1-2

「Nafiri Perak dan Berangkat」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 10:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

(Bacalah Bilangan pasal 10) Petunjuk terakhir yang diberikan oleh TUHAN di Gunung Sinai adalah membuat dua nafiri perak, sebagai tanda semboyan khusus bagi orang Israel untuk membongkar kemah bergerak maju ke Tanah Perjanjian (Bil. 10:1-8). Paragraf ini juga mencantumkan kegunaan lain untuk nafiri perak (ayat 9-10). Ada tiga poin untuk dibahas:

1) Petunjuk untuk membuat nafiri perak (ayat 2): TUHAN memerintahkan Musa menggunakan perak untuk membuat dua nafiri. Pahatan Titus Jenderal Romawi di Arc de Triomphe (Gapura Kemenangan) memiliki penampilan seperti nafiri perak. Nafiri (ḥăṣôṣrâ) adalah tabung lurus yang ditempa dari perak, panjangnya sekitar 45 cm dan memiliki bentuk trompet di ujungnya, jika ditiup dengan cara yang berbeda dapat menghasilkan tanda suara yang berbeda. Ini berbeda dari tanduk (šôpār) sangkakala yang juga sering disebut di dalam Alkitab, yang terbuat dari tanduk domba. Penggunaan dari keduanya berbeda, tetapi ada tumpang tindih. Misalnya, ketika penobatan raja (2 Sam. 15:10; 2 Raja-raja 11:14). Perbedaan terbesar adalah identitas penggunanya, nafiri perak terbatas pada para imam, dan tanduk sangkakala tidak dibatasi.

2) Penggunaan nafiri perak dalam bergerak di padang belantara (ayat 2-8): dibagi menjadi

  1. Memanggil segenap umat Israel, berkumpul di depan pintu Kemah Pertemuan (ayat 3, 7).
  2. Memanggil para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul.
  3. Memerintahkan laskar-laskar yang berkemah untuk berangkat bergerak maju.

Jika hanya satu saja nafiri yang ditiup, para pemimpin, para kepala pasukan Israel akan berkumpul kepada Musa (ayat 4). Jika nafiri dibunyikan tanda semboyan dengan keras yang pertama, maka berangkatlah laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur [laskar Yehuda, batalion pertama], dan tanda semboyan yang dibunyikan dengan keras untuk kedua kalinya, yang berkemah di selatan akan berangkat [laskar Ruben, batalion kedua], dan kemudian mengikuti urutan adalah kemah Efraim di sebelah barat, kemudian kemah Dan di sebelah utara (ayat 5, lih. Bil. 2:1-31). Ayat 8 menambahkan bahwa nafiri-nafiri semuanya ditiup oleh anak-anak Harun yang adalah imam.

3) Penggunaan nafiri perak di Tanah Perjanjian (ayat 9-10): dibagi menjadi dua jenis situasi: peperangan dan perayaan hari raya. Saat menghadapi musuh, tiup nafiri dengan keras, dengan demikian diingat di hadapan TUHAN Allah dan diselamatkan dari musuh (ayat 9). Pada hari-hari perayaan dan pada bulan-bulan baru, ketika perayaan diumumkan, mempersembahkan korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan (mewakili perjanjian dan pembaharuan), juga meniupkan nafiri untuk menyatakan sukacita sukaria yang tulus (ayat 10; Ezra 3:10; Mzm 98:6)

Renungkan:

  1. Setiap suku Israel mengikuti bunyi tanda semboyan masing-masing. Hari ini apakah Anda mendengar bunyi tanda semboyan yang diberikan Roh Kudus?
  2. Perjanjian Baru berbicara tentang malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya,orang pada waktu bunyi nafiri yang terakhir … orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa (Matius 24:31; 1 Kor. 15:52; Wahyu 8-9).

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 6:1-2

「Tinggalkan Hal-hal Dunia, Menjadi Milik Tuhan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN

Bilangan pasal 6 (klik untuk membaca). Ada orang yang bersedia menjalani kehidupan yang mengkhususkan dirinya bagi TUHAN di dalam masyarakat sekuler, dan mereka berbeda dari orang banyak pada umumnya. Mereka dikenang oleh Allah dan manusia, bukan karena pencapaian dan perbuatan mereka yang hebat, tetapi karena sikap mereka terhadap kehidupan dan kesaksian hidup mereka. Sebenarnya, karakter spiritual mereka yang luar biasa dan kaya berkelimpahan adalah pelayanan yang paling kuat. Orang-orang semacam itu dalam Perjanjian Lama secara khusus disebut orang nazir.

Kata orang nazir (nezer) berasal dari kata dipisahkan (nāzar) adalah sebuah nazar yang terdapat dalam Alkitab yang disediakan untuk orang secara sukarela menjalani kehidupan suci yang setara dengan kehidupan seorang imam. Bilangan pasal 6 mencatat tentang orang-orang nazir : (1) Boleh pria maupun wanita: mungkin termasuk para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (Kel. 38:8). Kontras dibandingkan dengan imam-imam yang dibatasi hanya untuk keturunan laki-laki Harun. (2) Boleh hanya untuk suatu tenggat waktu atau seumur hidup untuk Tuhan: namun, untuk menghindari ketidakseriusan, tradisi Yahudi mensyaratkan bahwa nazar kaum nazir setidaknya satu bulan. (3) Meninggalkan hal-hal dunia: dalam kehidupan dan penampilan, mereka berbeda dari orang pada umum. (4) Menjadi milik Tuhan: yang terlebih penting adalah menjalani kehidupan yang mengikuti kehendak Tuhan, dan hidup hanya untuk Tuhan. Ini adalah nazar hidup, bukan nazar pekerjaan. Tidak peduli apa yang dilakukan, tetapi peduli apa yang tidak dilakukan.

Ada tiga tidak dari nazar kaum nazir:

1) Larangan anggur: merupakan kesediaan untuk menjalani kehidupan sederhana. Anggur melambangkan sukacita yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tetapi orang-orang nazir tidak menginginkan sukacita di dalam dosa atau kesenangan dunia, tetapi hanya senang akan Allah.

2) Larangan cukur rambut: artinya kepatuhan mutlak kepada Tuhan. Orang-orang nazir harus seperti imam besar, dengan tanda yang mudah terlihat di kepala mereka. Imam besar memiliki patam suatu lempengan emas semacam mahkota di dahi dan tertulis kata-kata Kudus (dikhususkan) bagi TUHAN. Orang nazir harus membiarkan rambut mereka tumbuh sepanjang-panjangnya, tidak peduli sebulan atau tiga atau tiga puluh tahun, tidak peduli nyaman atau tidak, apalagi layak atau tidak secara sopan santun. Kepala mewakili pendapat pribadi, dan seseorang yang bahkan tidak memiliki pendapat tentang rambutnya sendiri, mewakili taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Mencintai apa yang Tuhan cintai, membenci apa yang Tuhan benci, dan patuh absolut pada Tuhan. Ini adalah tanda paling menarik mata dari orang-orang nazir, berjalan sampai di mana, bersaksi sampai di sana.

3) Larangan menyentuh mayat: melambangkan kehidupan kudus, karena kematian berasal dari dosa. Dia harus mengikuti standar imam besar, dan dia tidak boleh menyentuh orang mati kapan saja, bahkan ketika kerabat dekatnya sendiri mati (Bil. 6:7; Im. 21:11). Dosa tidak diperbolehkan mencemari kehidupannya

Renungkan:

Terlebih dahulu ada keberadaan (being) lalu melakukan (doing), apakah Anda ingin menjalani kehidupan yang dikhususkan untuk Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 20:1-10

「Pergunakan dengan Baik Masa Seribu Tahun」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 20:1-10 [ITB])
1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Ayat-ayat hari ini menggambarkan suatu periode yang disebut masa seribu tahun. Di antara itu, iblis dirantai di jurang maut (ayat 1-3); setelah seribu tahun, iblis itu dilepaskan, ia akan menyesatkan bangsa-bangsa dan memulai pertempuran melawan orang-orang kudus, setelah itu ia akhirnya dilemparkan ke dalam lautan api (ayat 7-10). Pembaca akan merasa aneh, karena teks sebelumnya di atas mengatakan bahwa Tuhan telah datang kembali (Why. 19:11-16), dan kedua binatang buas telah ditangkap dan dibakar (Why. 19:17-21 … Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api … ), mengapa ada anti-klimaks di sini ─ Kerajaan yang dibawa oleh Kristus hanya seribu tahun (ayat 4), dan iblis diijinkan muncul lagi? (ayat 7) Ini adalah permasalahan tentang masa seribu tahun yang telah dibicarakan tiada henti oleh para peneliti Alkitab.

Jika secara harfiah melihat urutan waktu, Tuhan akan datang kembali seperti terjadi sebelum masa seribu tahun, ini adalah interpretasi dari Premilenialisme. Namun, kita tidak harus secara harfiah melihat urutan sebelum dan sesudah, karena penglihatan Yohanes melibatkan unsur pengulangan, seperti: pasal 12 membawa pembaca kembali ke kelahiran dan kenaikan Yesus, dari sana berbicara periode gereja dan orang-orang percaya dianiaya; demikian pula, paragraf ini juga merupakan kilas balik, membawa pembaca kembali kepada kebangkitan Yesus; saat itu Ia menang atas Setan, maka iblis diikat dan dibawah kendali (ayat 1-2), ini adalah penjelasan dari Amilenialisme, disebut Amilenialisme karena seribu tahun bukan secara angka, tetapi sebuah simbolis, mewakili periode gereja yang sangat panjang, sampai sekarang, Kristus menjadi Raja. Di antara periode ini, orang percaya yang setia sampai mati semuanya akan dibangkitkan bersama Kristus, menjadi raja bersama Kristus (ayat 4; lih. 2 Tim. 2:12), mereka tidak akan binasa saat penghakiman hari akhir (ayat 5-6; lih. 11-15).

Sejarah yang diuraikan dalam paragraf pasal 20 ini sebenarnya mirip dengan isi pasal 12

  1. Setan ditundukkan oleh malaikat; 12:7-8; 20:2
  2. Setan dibuang ke bawah, dibatasi, dan diawasi; 12:9-10; 20:3
  3. Ketika orang percaya mati martir, menang, mereka memerintah bersama Kristus;12:11; 20:4-6
  4. Gereja dianiaya, tetapi Setan akan gagal dan binasa; 12:13-14; 20:9-10
  5. Waktu Setan sudah tidak banyak, dan masih mengumpulkan bangsa-bangsa untuk memulai perang besar hari akhir; 12:12,15; 20:3,7-8

Dibandingkan dengan pasal 12, paragraf ini lebih mendekati akhir, karena dikatakan bahwa setelah masa seribu tahun itu berakhir (ayat 7). Setan dilepaskan, yang artinya ia akan melakukan serangan balik terakhir sebelum mati, menyesatkan adalah teknik Setan (ayat 3, 8, 10) yang ditekankan dalam paragraf ini: ia hendak menyesatkan banyak orang agar bertempur dengan Kristus, yang mengakibatkan ke pertempuran besar terakhir Gog dan Magog, yang selalu dalam disebutkan berulang dalam kitab Wahyu (Why. 9:1-11; 11:7; 13:4; 17:12-14). Pada waktu itu, mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu dikepung (ayat 7-9) — gereja dimusuhi di segala penjuru. Apakah kita sebagai orang Kristen sudah siap menghadapi semua ini?

Janji dari perikop ini adalah bahwa krisis pada akhir zaman selalu merupakan kesempatan baik, titik balik bagi gereja — dalam masa seribu tahun ini, ada yang mati martir, tetapi gereja menjadi saksi bagi Yesus di bumi. Setan diikat dengan ketat (ayat 1-2), meskipun bukan secara harfiah bahwa ia tidak dapat bergerak sama sekali, tetapi ia juga tidak dapat menyesatkan tanpa batas seperti kepada leluhur awal kita (ayat 3). Karena keselamatan telah digenapkan, Injil sedang disebarkan, dan kapan pun nama Yesus Kristus ditinggikan, bahkan roh-roh jahat, iblis harus melarikan diri! Oleh karena itu, masa seribu tahun ini adalah masa bagi gereja bersaksi tentang Kristus; hamba Allah dapat dengan penuh iman menyelamatkan manusia dari cengkeraman Setan.

Kita tahu bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (2 Tim. 3:1) Ketika akhir hari itu tiba, banyak orang disesatkan, dan gereja dianiaya semakin ganas dan sengit, tetapi segera, masa kematian Setan segera tiba! Ya Tuhan, mohon jadikan saya kuat dan berani, entah hidup atau mati harus menjadi imam-imam Allah dan Kristus (ayat 6), dan membawa orang berbalik datang kepada-Mu.

Renungkan:

Yesus berjanji kepada gereja Laodikia: Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (Why. 3:21) Apa hubungan janji tersebut dengan perikop hari ini?

2 Tim. 3:1-4 mengatakan: pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, … Apakah ada hubungan situasi yang digambarkan itu dengan penyesatan Setan?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 3:1-20

「Mengambil Jalan Bengkok, atau Jalan yang Diluruskan?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 3:1-20 [ITB])
1Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 2pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: 「Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu」, 4seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: 「Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: 『 Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. 5Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, 6dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.』」
7Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: 「Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 8Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: 『 Abraham adalah bapa kami!』 Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 9Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.」
10Orang banyak bertanya kepadanya: 「Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?」 11Jawabnya: 「Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.」
12Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: 「Guru, apakah yang harus kami perbuat?」 13Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.」
14Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: 「Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?」 Jawab Yohanes kepada mereka: 「Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.」
15Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, 16Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: 「Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 17Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.」
18Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
19Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, 20raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.

Permulaan Lukas pasal 3 tepat sama seperti permulaan Lukas pasal 2. Lukas pasal 2 menggambarkan raja Romawi, seorang duniawi yang memegang kuasa dan bagaimana ia mengumumkan kedaulatan (strategi menyuruh semua orang mendaftarkan di kota masing-masing). Lukas pasal 3 menggambarkan politik dan cetak biru keagamaan seorang raja daerah Yudea. Setelah Herodes Agung mati, daerah kekuasaan Herodes Agung dibagi-bagikan kepada para anak laki-lakinya untuk dikelola, di antaranya Arkhelaus yang karena kejam tidak berperasaan sehingga dipecat dari jabatannya oleh Kaisar Romawi, lalu Pilatus wali negeri Romawi langsung mengurus tanah Yudea dan Samaria. Permulaan Lukas pasal 3 selain menjelaskan situasi politik saat kelahiran Yesus, yang lebih penting adalah menggambarkan gabungan situasi kompleks keagamaan dan politik saat kelahiran Yesus. Pada kenyataannya, mulai dari kelahiran Tuhan Yesus sampai Yerusalem dihancurkan selama 70 tahun, sudah terdapat 20 sekian orang yang menjabat Imam Besar Yerusalem. Jika diperbandingkan, jabatan Imam Besar ini di zaman Perjanjian Lama mewakili kehormatan yang maha tinggi, sampai pada zaman Yesus, keadaan sudah berbeda sedemikian jauh. Imam Besar zaman Yesus, terutama diutus dan ditunjuk oleh pejabat Romawi. Oleh karena itu, para Imam Besar yang dekat dengan pemerintah Romawi secara alamiah akan bisa memangku jabatan lebih lama, dan Kayafas adalah seorang Imam Besar yang bisa memangku jabatan mencapai sepuluh tahun lebih.

Yang membuat orang terkejut, setelah Lukas pasal 3 selesai memberikan gambaran politik yang merupakan genangan air keruh bercampurnya semua keagamaan dan politik yang menjadi satu, ia memutar ujung pena beralih tertuju kepada diri Yohanes Pembaptis ─ dia yang hidup di padang gurun, seorang pemberita Firman yang tanpa kekuasaan tidak punya pengaruh. Dengan pengalihan arah ujung pena Lukas ini sekali lagi menjelaskan bahwa rencana keselamatan dari Allah bukanlah jatuh pada diri mereka yang memiliki kuasa memiliki pengaruh, Allah malah sebaliknya membangkitkan tokoh kecil – Yohanes Pembaptis, dia yang makan madu liar, yang tinggal di padang gurun, yang sama sekali menarik mata ─ untuk meluruskan jalan bagi Tuhan Yesus. (Kontras antara orang yang merasa berkuasa dengan orang yang lemah akan dibawa terus sampai pasal-pasal yang selanjutnya, juga semua permasalahan jalan bengkok kontras dengan kehendak Bapa di Sorga)

Kata 「meluruskan jalan」 dalam Yes. 40, menyatakan Allah menetapkan kehendak untuk memulai berkembangnya pekerjaan penebusan-Nya, tetapi perlu ada pemberita Firman untuk mempersiapkan hati orang bagi Tuhan, agar manusia menyambut anugerah keselamatan yang akan datang ini. Selanjutnya di Luk. 3:7, Yohanes menyebutkan orang-orang yang perlu baptisan sebagai 「keturunan ular beludak」, sebenarnya frasa ini juga berasal dari Yesaya 59:5-8, 「5Mereka menetaskan telur ular beludak, dan menenun sarang laba-laba; siapa yang makan dari telurnya itu akan mati, dan apabila sebutir ditekan pecah, keluarlah seekor ular beludak. 6Sarang yang ditenun itu tidak dapat dipergunakan sebagai pakaian, dan buatan mereka itu tidak dapat dipakai sebagai kain; perbuatan mereka adalah perbuatan kelaliman, dan yang dikerjakan tangan mereka adalah kekerasan belaka. 7Mereka segera melakukan kejahatan, dan bersegera hendak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah; rancangan mereka adalah rancangan kelaliman, dan ke mana saja mereka pergi mereka meninggalkan kebinasaan dan keruntuhan. 8Mereka tidak mengenal jalan damai, dan dalam jejak mereka tidak ada keadilan; mereka mengambil jalan-jalan yang bengkok, dan setiap orang yang berjalan di situ tidaklah mengenal damai.」 Yesaya 59:8 dengan jelas menuliskan 「keturunan ular beludak」 bukanlah umat yang bersedia meluruskan jalan mempersiapkan hari orang, tetapi menunjuk orang-orang yang mengambil jalan-jalan yang bengkok, membuat diri sendiri dan orang lain paling akhir tidak mendapatkan damai sejahtera dan harapan.

Renungkan: tepat seperti yang dibicarakan kemarin, 「keagamaan」 dapat dipakai orang terjerumus dalam keadaan membuat diri benar atau realisasi diri. Selain itu, saling melebur dan saling memperalat antara politik dan keagamaan, mungkin membuat hati orang makin menghargai berbagai kesempatan yang diberikan orang lain, menimbulkan berbagai godaan yang terlihat maupun tidak. Pemimpin keagamaan (demikian juga kita sebagai orang biasa) sebenarnya akan dipaksa mengambil jalan-jalan yang bengkok, atau dapat mempertahankan diri mengambil jalan yang diluruskan?

Sejarah gereja telah memberitahu kita begitu banyak hikmat tentang aspek ini, kiranya kita mengerti bagaimana menghadapinya, karena sejarah terjadi berulang-ulang tiada henti (history always repeats itself). Mohon Tuhan memberkati kita hikmat, menolong kita dengan sebesar-besarnya.

Ibrani 7:1-10

8 Mar 2018 – Hari Kamis Minggu ketiga, Pra Paskah

Kepada Melkisedek, Abraham Memberikan Perpuluhan

(Ibrani 7:1-10)
1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. 2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.
5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.
6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.
7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.
8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.
9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, 10 Sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.

Renungan
Perikop ini membuat setting bagi keseluruhan pasal 7, di mana keimaman Yesus dikatakan menyerupai Melkisedek. Tetapi sebelum kita tiba di sana, marilah kita melihat lebih dekat pada Melkisedek.

Mungkin tampak misteri, tetapi perikop tentang Melkisedek ini sebenarnya menyatakan sebuah poin sederhana tentang dia: tidak seorangpun tahu dari mana dia memperoleh keimamannya. Melkisedek tidak mewarisi keimaman dari ayah, ibu atau siapapun dalam keluarganya, dan tidak ada penjelasan apakah keimamannya dimulai dengan kelahiran atau berakhir dengan kematian. Ini adalah hal dasar yang dikatakan ayat 3.

Ini kemudian dikontraskan dengan keimaman secara hukum Imamat, yang menunjukkan bahwa keimanan Melkisedek adalah lebih tinggi. Melkisedek adalah imam kepala yang lebih tinggi bagi Abraham, karena Abraham “memberikan 1/10 dari segala kepunyaannya. ” Dia juga lebih tinggi dari posisi Lewi, karena Lewi keturunan dari Abraham.

Tetapi ayat 2 menuliskan dengan jelas bahwa Melkisedek adalah raja (namanya secara literal berarti “raja kebenaran.”) Raja-raja Israel datang dari keturunan Yudah, bukan Lewi. Bagaimana seorang raja juga seorang imam?

Tentu saja kita mengetahui kesimpulannya: “Yesus adalah raja dan imam kita. Dia jauh lebih tinggi dari pada suku Lewi manapun. Yesus adalah imam yang sesungguhnya, tidak mewarisi keimaman-Nya dari keluarga. Dialah Imam abadi kita, yang keimaman-Nya tidak diawali dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Keimaman-Nya kekal, demikian juga kesetiaan-Nya.

Apakah yang harus kita lakukan dengan Seorang Imam-Rajani yang demikian?

Kita harus menempatkan iman dan pengharapan kita kepada-Nya. Tidak seorangpun yang lebih berharga. Yesus adalah seorang imam, kita dapat berbicara dengan penuh keyakinan dan untuk penghiburan. Kita dapat selalu percaya kepada Kuasa-Nya sebagai Raja kita dan bergantung pada kesetiaan-Nya.

Adakah yang mengganggumu yang perlu engkau tanggalkan?
Beberapa masalah atau bahkan dosa tersembunyi yang perlu engkau akui? Bawalah kepada Yesus. Bicaralah dengan-Nya. Layani Dia dengan sepenuh hati sebagai raja-Mu. Lihatlah perubahan di depanmu.

Doa
Yesus yang terkasih, siapakah yang aku memiliki di surga selain Engkau? Tidak ada seorangpun yang kuingini di bumi selain Engkau. Engkaulah Rajaku dan Imamku. Ajarlahku menjadi hamba-Mu. Ajarlahku untuk berbicara pada-Mu dengan penuh keyakinan dan teratur. Bantulah aku lebih percaya kepada Mu karena aku menyadari Engkau memegang masa depanku di dalam tangan-Mu. Ketika aku jatuh atau kehilangan arah, bawalah aku kembali kepada-Mu.

Tindakan
Akuilah dosa (yang tidak berhenti atau yang tersembunyi) kepada Yesus hari ini, dan mintalah pertolongan-Nya untuk mengubah, mengetahui bahwa dengan pertolongan-Nya, engkau mampu.

Rev Dr Chiang Ming Shun
Dosen Trinity Theological College

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)